Anda di halaman 1dari 11

IDEOLOGI

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Banyak macam ideologi di dunia ini. Hampir masing-masing
negara mempunyai ideologi tersendiri yang sesuai dengan negaranya, karena ideologi ini merupakan
dasar atau ide atau cita-cita negara tersebut untuk semakin berkembang dan maju. Namun, dengan
semakin berkembangnya zaman, ideologi negara tersebut tidak boleh hilang dan tetap menjadi pedoman
dan tetap tertanam pada setiap warganya.

Ideologi digunakan negara sebagai landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-
kejadiannya dalam alam sekitarnya. Ideologi membantu suatu negara dalam membuka wawasan yang
memberikan makna dan menunjukkan tujuan dalam kehidupan bernegara. Selain itu, ideologi juga
berguna sebagai bekal dan jalan suatu negara untuk menemukan identitasnya. Ideologi merupakan sebuah
kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong negara untuk melakukan kegiatannya dan
mencapai tujuan negara.

IDEOLOGI DUNIA

Pada pembahasan ini dikemukakan tentang beberapa ideologi besar, yaitu ideology yang mempunyai
pengaruh dan dampak yang sangat kuat kepada masyarakat termasuk para penganutnya. Sebetulnya tidak
mutlak pembahasan ideologi besar, tetapi walaupun demikian pertimbangannya secara eksistensi dalam
kehidupan masyarakat menunjukkan eksis atau tidak eksistennya suatu ideologi, , berikut akan
dikemukakan beberapa faham di dunia, baik yang masih bertahan membasis di masyarakat dunia maupun
yang hanya tercatat dalam sejarah politik dunia.

1). Kapitalisme

Kapitalisme merupakan sebuah sistem yang mulai terinstitusi di Eropa sekitar abad ke-16 sampai
abad ke-19an, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa. Menurut faham kapitalis,
individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun
melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal seperti tanah dan tenaga manusia,
pada sebuah pasar bebas di mana harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran, demi menghasilkan
keuntungan di mana statusnya dilindungi oleh negara melalui hak pemilikan serta tunduk kepada hukum
negara atau kepada pihak yang sudah terikat kontrak yang telah disusun secara jelas kewajibannya baik
eksplisit maupun implisit serta tidak semata-mata tergantung pada kewajiban dan perlindungan yang
diberikan oleh kepenguasaan feodal. Dengan demikian kapitalisme sangat berkeyakinan meraih
keuntungan dengan kekuatan kepemilikan modalnya dan menghegemoni para pekerja atau konsumen
untuk selalu tunduk dan memberikan keuntungan terhadap para kapitalis. Negara yang menganut paham
kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
2). Marxisme

Marx memandang suatu masyarakat komunis memiliki segala sesuatunya untuk suatu kehidupan yang
produktivitas dasarnya maksimal. Yang utama, kebutuhan dasar untuk makan, tempat tinggal, dan pakaian
akan disediakan oleh masyarakat. Barang dan jasa akan diproduksi dengan cara tidak menggunakan
semua energi produktif orang-orang atau merusak motivasi mereka untuk menjadi kreatif. Marx juga
menyebutkan kenapa perilaku akan merubah sesuatu, sehingga orang-orang akan berpartisipasi dengan
sukarela dalam suatu sistem: setiap orang akan bekerja bersama-sama untuk bagian dalam hari kerja
sekarang ini. Marx meyakini bahwa organisasi produksi yang rasional dalam suatu sistem komunis akan
mengatasi penurunan dan akan mengijinkan pemenuhan potensi sosial orang-orang. Namun, dalam
perkembangannya ajaran Marx atau Marxisme telah menjadi pembenaran untuk sentralisasi kekuasaan
negara ditangan penganut Partai Komunis.

3). Sosialisme

Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal
sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini
lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis berkeyakinan perubahan
dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes
dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.

Istilah sosialisme mencakup berbagai jenis teori ekonomi dan sosial, mulai dari teori yang menyerukan
pemilikan publik dari monopoli kekayaan alam tertentu sampai teori sepenuhnya Marxis. Banyak jenis
sosialisme yang mempunyai kesamaan dalam seruan mereka akan kepemilikan dan kontrol bersama,
paling tidak terhadap beberapa alat produksi tertentu. Orang-orang sosialis berpendapat bahwa keperluan
bersama akan terpenuhi dengan baik melalui pembagian kerja dan pembagian yang adil dari hasil kerja
tersebut. Mereka menambahkan gagasan tentang pembagian ekonomis dalam konsep politis yang
sederajat. Mereka yang kecewa dengan kondisi sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri, seperti
dapat ditemukan dalam beberapa tulisan penulis perancis dan inggris abad ke-19 mulai yang
mempertanyakan keadilan dan validitas sistem kapitalis. Di Perancis kembali pada revolusi tahun 1781
dan pada Francois Babeuf (1760-1797) yang berpendapat bahwa semua orang mempunyai hak yang sama
pada kekayaan diatas bumi ini. Gagasan bahwa persamaan politik tidak mencukupi bahwa paling tidak
harus ada tingkat persamaan ekonomi tertentu menyebar alam pemikiran perancis ketika dampak
teknologi dirasakan di Benua Eropa. Henri Saint Simon (1760-1825), aristokrat yang bertempur dengan
Lafayette di Amerika, menyarankan bahwa hak waris seharusnya dihapuskan, bahwa setiap orang
seharusnya bekerja, dan bahwa resep bagi distribusi hasil-hasil produksi adalah “dari tiap-tiap orang
menurut kemampuannya, untuk setiap orang menurut kebutuhannya”

Ajaran tentang Ideologi Sosialisme yaitu :

1. Menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan
dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.
2. Permasalahan seyogyanya diselesaikan dengan cara demokratis.

Adapun tokoh dan pemikir kaum sosialisme, diantaranya: Francois-Noel Babeuf (1760-1797), seorang
inspirator bagi kaum sosialis aliran keras, Saint-Simon, Robert Owen (1771-1858), Charles Fourier
(1772-1837), seorang sosialis yang paling utopis, dan seorang feminisme radikal, Etienne Cabet (1788-
1856), seorang pengacara, Louis-Auguste Blanqui (1805-1881), seorang revolusioner yang hendak
mencapai sosialisme melalui pemberontakan kaum buruh. Negara yang menganut Ideologi Sosialisme
adalah negara-negara di Eropa Barat seperti Kuba dan Venezuela.

4). Komunisme

Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme
lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu
pemilik dan mengesampingkan buruh. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada
rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi
rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata Komunisme merupakan faham dari perkembangan
pemikiran Marxisme. Dalam pandangan Marx terdapat beberapa yang menandai transisi dari Kapitalisme
menuju Komunisme yang sebenarnya pencapaian dan konsolidasi supremasi politik oleh kaum
proletariat, sosialisasi alat-alat produksi, dan akhirnya masyarakat Komunis. Langkah pertama adalah
membawa kaum proletariat pada posisi kelas yang berkuasa dengan merampas kontrol negara.
Pemerintahan oleh proletariat harus menggantikan pemerintahan Borjuis. Paham komunis lahir sebagai
bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis. Masyarakat kapitalis merupakan hasil dari suatu
ideologi ideologi liberal. Berkembangnya liberalisme sebagai awal munculnya kapitalisme,
mengakibatkan penderitaan rakyat kecil sehingga komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan
terhadap rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung oleh pemerintah. Memandang bahwa
hakikat, kebebasan dan hak individu itu tidak ada. Ideologi komunisme mendasarkan pada sebuah
keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial saja. Manusia pada hakikatnya adalah
sekumpulan relasi sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukan individualitas. Dalam kaitannya
dengan negara, bahwa negara dianggap sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk sosial.
Mengubah masyarakat secara revolusioner (perubahan secara cepat) harus berakhir dengan kemenangan
kaum proletar. Sehingga pada gilirannya pemerintahan negara harus dipegang oleh orang-orang yang
meletakan kepentingannya pada kelas proletar. Demikian juga dengan hak asasi manusia dalam negara
hanya berpusat pada hak kolektif sehingga hak individual pada hakikanya tidak ada. Atas dasar
pamahaman ini sebenarnya komunisme adalah anti demokrasi dan hak asasi manusia. Komunisme:
manusia pada hakikatnya adalah hanya sebagai makhluk sosial, manusia pada hakikatnya adalah
merupakan sekumpulan relasi, sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individualitas, hak
milik pribadi tidak ada, karena hal itu akan menimbulkan kapitalisme. Dengan demikian hak milik
individu harus diganti dengan hak milik kolektif, individualisme diganti dengan sosialisme komunis,
suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara keseluruhan dan
negara adalah manifestasi dari manusia sebagai makhluk sosial, mengubah masyarakat secara
revolusioner harus berakhir dengan kemenangan proletar. Pemerintah negara harus dipegang oleh orang-
orang yang meletakan kepentingan pada kelas proletar. Selain itu negara yang menganut komunisme
bersifat atheis bahkan bersifat antitheis, sehingga melarang dan menekan kehidupan agama.

Adapun ciri pokok pertama ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang
komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir
Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.

Ciri pokok kedua adalah sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti
mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin. Komunisme
juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-
alat produksi.

Negara yang masih menganut komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.

5). Anarkisme

Istilah anarkisme berasal dari bahasa Yunani an-archos yang artinya tanpa pemimpin. Orang-orang
anarkis percaya bahwa pengesahan atas penggunaan pemaksaan oleh negara adalah bukan solusi tetapi
masalah dalam masyarakat. (Hendry J. Schmandt. 2005. hal 76). Sedangkan Anarkis berarti orang yang
mempercayai dan menganut anarki. Sedangkan isme sendiri berarti faham atau ajarannya Jadi, secara
keseluruhan Anarkisme yaitu sesuatu faham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara,
pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan penindasan
terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus
dihilangkan/dihancurkan. Anarkisme adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Anarkis adalah
teori politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa hirarkis (baik dalam politik, ekonomi,
maupun sosial). Para anarkis berusaha mempertahankan bahwa anarki, ketiadaan aturan-aturan, adalah
sebuah format yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan kebebasan individu dan
kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah
kerjasama yang saling membangun antara satu dengan yang lainnya. Orang-orang anarkis memperluas
pemberontakan mereka terhadap dominasi dari bidang teknologi. Orang-orang anarkis yang modern tidak
menolak teknologi, tetapi mereka melihat teknologi sebagai suatu fenomena yang berbahaya yang harus
digunakan dengan hati-hati pada tingkat pengijinan kontrol individu dan pemeliharaan nilai-nilai
kemanusiaan.

6). Fasisme

Istilah fasisme membangkitkan kenangan tentang Adolf Hitler dan Benito Mussolini dan gambaran
tentang kediktatoran totaliter di negara Jerman, Italia dan Jepang selama Perang Dunia II. Fasisme
merupakan gabungan dari rasisme, nasionalisme, dan otoritarisme yang berpusat pada suatu keyakinan
mistis terhadap superioritas sekelompok orang tertentu. Definisi ini diilustrasikan dengan fasisme di
negara Jerman dengan doktrinnya tentang superioritas bangsa Arya dan keyakinan pada prinsip
kediktatoran Fuhrer yang absolut, (hal 168).
Orang-orang fasis percaya bahwa setiap orang mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda.
Intinya yaitu bahwa setiap orang harus melakukan usaha yang terbaik untuk setiap tugas yang diberikan
oleh negara kepadanya, (hal 171).

Fasisme berusaha menggabungkan suatu seruan terhadap persatuan dengan otoritarianisme. Dalam
impian orang-orang fasis hanya terdapat solidaritas tetapi tidak terdapat persamaan, Fascis ini merupakan
simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah.

Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman dan Jerman.

7). Liberalisme

Ideologi ini mementingkan kebebasan perseorangan. Dalam ajaran liberalisme manusia pada
hakikatnya adalah mahluk individu yang bebas, pribadi yang utuh dan lengkap serta terlepas dari manusia
lainnya sehingga keberadaan individu lebih penting dari masyarakat .

Liberalisme dianut oleh negara-negara di berbagai benua.

Benua amerika: Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras,
Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela Aruba, Bahamas, Republik
Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico Suriname.

Benua eropa: Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia,
Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania,
Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia
Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom Belarusia,
Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.

Benua Asia: India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki Myanmar,
Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.

Kepulauan Oceania: Australia dan Selandia Baru.

Benua Afrika: Mesir, Senegal dan Afrika Selatan, Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde,
Côte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles,
Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.

8). konservatsme

Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal
dari kata dalam bahasa Latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena
berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai
kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha
melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang
lampau, Orang-orang konservatif memusatkan konsentrasi mereka pada pembentukan institusi-institusi
sosial dan politis yang akan menghasilkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan yang terdapat pada
setiap kepribadian yang berbeda. Mereka memandang masyarakat sebagai suatu jaringan rencana, otoritas
dan keyakinan tertentu yang timbul dari kebiasaan, perbedaan kemampuan, dan pembatasan pada
rasionalitas manusia. Daripada memandang individu-individu sebagai alat pemikiran kepentingan pribadi,
orang-orang konservatif lebih berpendapat bahwa orang-orang telah menghabiskan hidupnya untuk
berjuang karena adanya dorongan kemauan yang besar. Kebebasan akademis merupakan konsep yang
relatif untuk orang-orang konservatif, dan kebenaran yang utama tentang kebudayaan tidak boleh
disangkal dengan pengajaran “yang salah”.

9). indivisualisme

Kaum individualis dikenal sejak jaman konservatif. Dalam masyarakat yang ideal dari konservatif
individualis, terdapat pajak yang kecil, kesejahteraan yang minimal dan tidak ada wajib militer. Tidak ada
keyakinan atau agama yang dipaksakan. Milik pribadi tidak dapat diganggu gugat.

Mereka para konservatif individualis meyakini akan kebebasan secara individual. Alasannya didasarkan
karena menurutnya setiap individu sangat berbeda dan unik. Karena pemahaman yang menempatkan
kepentingan individu sebagai yang utama, maka mereka cenderung menginginkan minimalisasi peran
pemerintahan, sebagai tujuan politik utama. Dengan demikian konservatif individualis lebih memandang
pemindahan bahwa kekuasaan pemerintahan harus memberikan bantuan yang riil terhadap kepentingan
pribadi sifat manusia.

Para Individualis akan benar-benar membatasi kemampuan pemerintah dalam menggunakan kekuasaan
politiknya. Mereka memandang pemerintah sebagai sarana dimana bisnis yang besar bisa memperoleh
suatu posisi. Mereka akan memperkenalkan kompetisi kedalam sistem sekolah tingkat dasar dan
menengah. Mendorong kompetisi antara sekolah-sekolah akan menghasilkan kualitas yang lebih tinggi.
Konservatif individualis percaya pada ketidaksempurnaan. Dan mereka percaya bahwa harapan terbaik
untuk kehidupan manusia terletak pada kebebasan individual.

10). Nasionalisme

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan


sebuah negara (“nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para kaum nasionalis berasumsi bahwa negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political
legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang
menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot.Perasaan nasionalistik
adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Penyelenggaraan
sebuah “national state” adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih
baik dengan tersendiri. Contohnya nasionalisme Turki Politik-Hukum

11). pancasila
Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu
dan makhluk sosial, Manusia merupakan bagian dari seluruh anggota masyarakat organis, Mengutamakan
kepentingan masyarakat sebagai suatu kesatuan, Semua golongan berada dalam kesatuan masyarakat
yang integral dalam naungan negara, Negara tidak memihak satu golongan atau kelas yang kuat,
kepentingan dan keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-
pisahkan perlu diutamakan

Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Liberalisme dan Komunisme


Ideologi
Pancasila Liberalisme Komunisme
Aspek
Demokrasi
Pancasila Demokrasi Liberal
Demokrasi Rakyat
Hukum untuk menjunjung Hukum untuk melindungi
Politik- Berkuasa mutlak satu ParPol
tinggi keadilan dan individu.
Hukum Hukum untuk
keberadaan individu dan Dalam politik
melanggengkan Komunis.
masyarakat. mementingkan individu.

Peran Negara ada, untuk


Peran Negara kecil
tidak menjadi monopoli, dll
SWASTA
yang merugikan rakyat. Peran Negara dominan
Mendominasi
Ekonomi Pelaku ekonomi :BUMN Demi kolektivitas
Kapitalisme
(Negara), KOPERASI Monopoli Negara
Monopoli
(Rakyat), dan SWASTA
Persaingan bebas
(Individu).
Bebas memilih salah satu
agama. Agama urusan pribadi. Agama candu masyarakat
Agama harus menjiwai Bebas beragama (bebas Agama harus dijauhkan dari
Agama
dalam kehidupan memilih agama dan bebas masyarakat.
masyarakat berbangsa dan tidak beragama). Atheis
bernegara.
Pandangan Individu di akui Individu lebih penting Individu tidak penting
Terhadap keberadaannya. daripada masyarakat. Masyarakat tidak penting.
Individu dan Masyarakat di akui. Masyarakat di abdikan bagi Kolektivitas yang dibentuk
Masyarakat Hubungan Individu dan individu. Negara lebih penting.
masyarakat dilandasi 3S
(Selaras, Serasi, Seimbang).
Masyarakat ada karena
Ideologi
Pancasila Liberalisme Komunisme
Aspek
individu ada.
Individu mempunyai arti
bila hidup di tengah
masyarakat.
Penghargaan atasan
Demokrasi Liberal
Demokrasi
Keselarasan, Keseimbangan, Hukum untuk melindungi
Negara Hukum
Ciri Khas dan Keserasian dalam setiap individu.
Menolak dogmatis
aspek kehidupan. Dalam politik
Reaksi terhadap
mementingkan individu.
absolutisme

Keunggulan Ideologi Pancasila Dibandingkan dengan Ideologi Bangsa Lain.

Ideologi suatu bangsa akan kokoh kuat dilaksanakan dan dipertahankan apabila ideologi tersebut
berakar kepada atau berasal dari tata nilai social kepribadian sehari – hari yang dimiliki oleh bangsa
tersebut. Apabila ideologi itu asing dan tidak sesuai dengan nilai – nilai luhur kebenaran kepribadian yang
dimiliki suatu bangsa, maka ideology akan ditolak dan sulit dilaksanakan walau dipaksakan.
Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang digali atau bersumber dari tata nilai social budaya
bangsa yang merupakan nilai luhur kepribadian bangsa, yang intisari nilai praktika moralnya sudah
dilaksanakan sejak dulu dalam kehidupan sehari – hari.
Sebagai contoh , percaya dan taqwa kepada Tuhan YME, hormat menghormati musyawarah untuk
mufakat, kekeluargaan, gotong royong, dan sebagainya.
Pancasila sebagai ideologi Negara, pandangan hidup dan kepribadian bangsa harus dipahami dan
diamalkan oleh bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari – hari.
Pancasila sebagai nilai moral yang bersumber kepada tata nilai social kepribadian bangsa harus
terbuka untuk mengikuti gerak laju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia dengan tetap tidak
keluar atau menyimpang dari nilai luhur dasar sila – sila Pancasila.
Kita harus maju dan berkembangan ke arah hidup yang lebih baik atau modern sesuai dengan
perkembangan IPTEK dengan didasari oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Agar kita memahami dan meyakini bahwa nilai – nilai kepribadian kita, Pancasila, lebih baik dari
ideologi bangsa lain, maka diuraikan prinsip ideologi bangsa lain yang cukup terkenal di dunia, yaitu
ideology liberalism dan komunisme.

Ideologi Liberalisme
Liberal artinya bebas, isme artinya faham atau ajaran. Jadi, Liberalisme adalah faham atau ajaran
yang lebih mengutamakan kebebasan, khususnya kebebasan pribadi dengan alasan setiap orang dilahirkan
bebas merdeka.
Akibat dari prinsip lebih mengutamakan kebebasan kepentingan pribadi, dampak negative yang
dapat ditimbulkan dalam kehidupan dibidang paleksosbudag, adalah sebagai berikut :

Di Bidang Politik
Kebebasan individu yang terlalu diutamakan mengakibatkan setiap orang akan sangat bebas
berbuat kepada pemerintah Negara termasuk berbuat negative dengan bertindak sebagai oposisi
(lawan) untuk menjatuhkan pemerintah yang ada demi kepentingan atau ambisi politiknya.
Di Bidang Ekonomi
Persaingan pasar bebas antar individu atau kelompok warga Negara (free fight lib realism) dalam
usaha/bisnis di bidang ekonomi akan mengakibatkan pihak yang kuat selalu memenangkan
persaingan, sehingga yang kuat semakin kuat dan yang lemah selamanya tertindas dan tidak
meningkat.
Kelompok kecil yang kuat akan menjadi pengusaha modal/capital terbesar dalam ekonomi
Negara, sedangkan rakyat banyak tidak terlindungi kesejahteraannya dan terlantar. Hal ini
merupakan suatu ketidakadlikan/ketimpangan.
Di Bidang Kehidupan Sosial Budaya
Kehidupan individualistis atau hanya memperhatikan kepentingan hidup diri sendiri dalam tata
kehidupan social masyarakat bertentangan dengan pola hidup kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
Di Bidang Kehidupan Beragama
Urusan Agama ialah urusan pribadi setiap Negara. Negara tidak ikut campur dalam kehidupan
beragama dalam arti Negara memisahkan urusan kegiatan kehidupan bernegara dengan ketentuan
Agama (Negara sekuler). Dalam Negara sekuler dipersilahkan warga negaranya untuk beragama
atau Atheis, Negara tidak peduli terhadap kehidupan beragama.

Ideologi Komunisme
Dalam ideologi komunisme lebih mementingkan kepentingan komunal atau umum (rakyat
banyak). Sangat mementingkan kepentingan umum walaupun harus mengorbankan hak – hak pribadi
manusia/warga Negara. Kekurangan faham ini adalah tidak menghormati hak – hak asasi pribadi
manusia.
Salah satu penyebab timbulnya prinsip tersebut adalah sebagai reaksi dari
ketidakadilan/ketimpangan yang di timbulkan dalam bidang ekonomi system liberal, yaitu tidak
menjamin kesejahteraan rakyat.
Demi kepentingan umum atau rakyat, Negara menjadi sangat berkuasa untuk
mengatur/menentukan kebijaksanaan dalam segala bidang kehidupan. Yang sebenarnya berkuasa
mengendalikan kebijaksanaan kegiatan Negara ialah kelompok kecil para pengurus partai komunis
sebagai partai politik,tunggal Negara. Hal ini mengakibatkan kelemahan atau kekurangan sebagai
berikut :
Bidang Politik
Tidak demokratis, karena Negara berkuasa penuh untuk menentukan kebijaksanaan politik.
Kehendak Negara dianggap di anggap kehendak rakyat. Rakyat tidak punya pilihan pendapat
politik selain yang di tetapkan oleh partai tunggal Negara (komunis).
Bidang Ekonomi
Menganut system etatisme, yaitu system ekonomi dimana Negara menguasai/monopoli seluruh
sektor kegiatan ekonomi sehingga memantikan kreativitas/warga Negara dalam bidang usaha
ekonomi.
Bidang Sosial Budaya
Bercita-cita ke arah kehidupan sosial masyarakat sama rasa.Hal ini bertentangan dengan kodrat
manusia yang dilahirkan berbeda-beda kehendaknya,kemapuannya dan sebagainya.
Bidang kehidupan Beragama
Komunisme berpaham atheis atau tidak percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa. Secara
terselubung Negara menekan kehidupan keagamaan warga negaranya.

Karena faham komunisme ini lebih banyak bertentangan dengan fitrah dan hak dasar
kemanusiaan untuk hidup layak dan manusiawi, maka di Negara asal dan ajarannya, yaitu Uni
Soviet (Rusia) ajarannya sudah tumbang. Walaupun kita harus tetap waspada karena masih ada
Negara komunis lain yang ingin memperluas ideologinya ke Negara lain di dunia.
Untuk mengetahui keunggulan ideologi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,akan
dikemukakan prinsip-prinsip ideology pancasila yang dimulai dari aspek kehidupan beragama
karena sesuai dengan urusan sila pertama pancasila sebagai berikut :
Dalam kehidupan beragama
Walaupun Negara pancasila bukan Negara agama tetapi bukan berarti kita Negara sekuler
apalagi atheis. Dalam Negara pancasila dihormati dan dikembangkan kehidupan beragama
dengan sebaik-baiknya,bahkan memiliki lembaga resmi Dapertement Agama yang bertugas
membinaa dan mengembangkan kehidupan Agama dengan sebaik-baiknya.

Dalam kehidupan social budaya


Berdasarkan pola hubungan social yang berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab,
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,persatuan kesatuan bangsa, menjaga kesimbangan
hak dan kewajiban,kepentingan pribadi dan masyarakat serta semangat kekeluargaan dan
gotongroyong.
Dalam kehidup politik
Politik berdasarkan demokrasi pancasila adalah demokrasi/kerakyatan yang dijiwai oleh sila-
sila Pancasila utuh,yaitu demokrasi yang dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan mewujudkan
keadilan social seluruh rakyat Indonesia.
Dalam Kehidupan ekonomi
Kehidupan ekonomi berdasarkan prinsip ekonomi pancasila bertujuan untuk mewujudkan
keadilan (pemerataan kesejahteraan) social bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk melindungi
kepentingan hajat hidup rakyat banyak,Negara menguasai cabang-cabang produksi yang
penting tidak merugikan kepentingan rakyat banyak.

Hak milik pribadi dalam kerangka kepentingan social,setiap warga Negara berhak menikmati
hasil pembangunan/kesejahteraan sesuai dengan baktinya(jasanya) dalam pembangunan
nasional. Pemerintah berusaha mewujudkan pemerataan kesempatan menikmati
kesejahteraan bagi seluruh rakyat,baik dalam kegiatan pembangunan maupun hasilnya.