Anda di halaman 1dari 2

Nama : Santika Purnama

NIM : 1162070064
Kelas : Pendidikan Fisika VI B

Pythagoras

Pythagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Pythagoras adalah
seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang berbeda dari filsuf-filsuf lain. Pythagoras adalah
anak Mnesarchus, seorang pedagang yang berasal dari Tyre. Pada usia 18 tahun dia bertemu
dengan Thales. Thales, seorang kakek tua, mengenalkan matematika kepada Pythagoras lewat
muridnya yang bernama Anaximander, namun yang diakui oleh Pythagoras sebagai guru adalah
Pherekydes.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang
menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah
kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Prinsip-prinsip Teorema Pythagoras yang sudal
dikenal sejak jaman Babilonia yaitu sekitar seribu tahun sebelum jaman Yunani, mulai dibuktikan
secara matematis oleh Pythagoras pada jaman Yunani.
Menurut pythagoras, kearifan yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh Tuhan saja, oleh
karenanya ia tidak mau disebut sebagai orang arif sperti Thales, akan tetapi menyebut dirinya
sebagai philosophes yaitu pencipta kearifan. Istilah philosophos ini kemudian menjadi philosophia
yang terjemahnya secara harfiah adalah cinta kearifan atau kebijakan. Sampai sekarang secara
etimologi dan singkat sederhana filsafat dapat diartikan sebagai cinta kearifan atau kebijaksanaan
(love of wisdom).
Terdapat dua ajaran yang sangat berpengaruh dari ajaran pythagoras. Pertama, ajaran
rahasia dengan dasar kepercayaan bahwa jiwa itu kekal, tidak dapat mati. Kedua, ajaran ilmu pasti
mengenai bilangan yang dijadikan dasar untuk memahami tentang alam, dimana segala hal berasal
dari bilangan. Selain itu juga Pythagoras juga merupakan musisi, Dia menciptakan tangga nada
berdasarkan bilangan. Pythagoras menciptakan bilangan yang terdiri dari 1-10 dengan filosofinya
tersendiri.
Selain itu Pythagoras juga mengajarkan beberapa keyakinan, yaitu;
a. Bahwa pada tingkatan paling dalam, realitas adalah matematika alami (natural)
b. Bahwa filosofi dapat dipergunakan untuk pemurnian spiritual.
c. Bahwa jiwa dapat bangkit (rise) untuk bersatu dengan Tuhannya.
d. Bahwa simbol-simbol tertentu mempunyai makna mistis.
e. Bahwa semua yang mempunyai hubungan saudara saling menjaga kerahasiaan dan kesetiaan.