Anda di halaman 1dari 5

Apabila bilangan Froude sama dengan satu, maka seperti yang

ditunjukkan dalam persamaan (4.20), atau V = √gD, yang berarti bahwa cepat
rambat gelombang dan kecepatan aliran adalah sama. Pada keadaan ini aliran
adalah kritis. Apabila bilangan Froude lebih kecil dari satu, atau V < √gD,
kecepatan aliran lebih kecil dari cepat rambat gelombang, dan kondisi aliran
adalah subkritis atau mengalir. Apabila bilangan Froude lebih besar dari satu,
atau V >√gD , aliran adalah superkritis (meluncur).

Dari persamaan (4.19) dapat ditulis kondisi untuk aliran kritis :

𝑄2
= DA2
g

Untuk saluran segiempat, D = y dan A = By, sehingga :

𝑄2
= y3 B2
g

Oleh karena bentuk di atas diturunkan dari kondisi aliran kritis, maka dapat
diperoleh kedalaman kritis yc :

3 𝑄2 3 𝑞2
yc = √ =√ (4.21)
g 𝐵2 g

Dengan q adalah debit aliran tiap satu satuan lebar saluran. Untuk saluran terbuka
dengan tampang sebarang, kedalaman kritis selalu merupakan fungsi dari debit
aliran dan tidak merupakan fungsi dari perubahan kemiringan dasar saluran.
Kecepatan kritik Vc diberikan oleh :

𝑄 √g𝐴c3 / 𝑇c g𝐴c
Vc = = = √
𝐴c 𝐴c 𝑇c

Atau

Vc = √gD𝑐 (4.22)

Untuk saluran dengan bentuk trapesium di mana :


Luas tampang basah : A = (B + my)y
Lebar muka air : T = B + 2 my
Maka persamaan (4.18) untuk aliran kritis menjadi :
𝑄2 (𝐵 + 2𝑚𝑦𝑐 )
=1
g(𝐵+𝑚𝑦𝑐 )3 𝑦𝑐 3

Atau

3 𝑄2 (𝐵+2𝑚𝑦𝑐 )
𝑦𝑐 = √ (4.23)
g(𝐵+𝑚𝑦𝑐 )3

Kedalaman kritik yc dapat dihitung dengan cara coba banding.

4.8 Debit Maksimum


Akan ditebtukan debit maksimum untuk energi spesifik konstan.
Persamaan (4.17) dapat ditulis dalam bentuk :

𝑄 = √2g𝐴(𝐸𝑠 − 𝑦)1/2 (4.24)

Nilai debit maksimum diperoleh dengan mendiferensialkan Q terhadap y dan


kemudian disama dengankan nol.
1 1
𝑑𝑄 𝑑 𝑑𝐴
= √2g [𝐴 𝑑𝑦 (𝐸𝑠 − 𝑦)2 + (𝐸𝑠 − 𝑦)2 𝑑𝑦 ]
𝑑𝑦

1 1 1
= √2g [𝐴 (𝐸𝑠 − 𝑦)−2 (−1) + (𝐸𝑠 − 𝑦)2 𝑇] = 0
2

Dengan dA/dy = T ; yang akhirnya didapat :


𝐴
𝐸𝑠 − 𝑦 =
2𝑇

Substitusi persamaan tersebut ke dalam persamaan (4.24) akan didapat :


𝑄2 𝑇
=1
g𝐴3
Yang sama dengan persamaan (4.18). dengan kata lain, untuk energi spesifik
konstan akan terjadi debit maksimum pada kedalaman kritik, atau:
𝑄2 𝑚𝑎𝑥𝑇𝑐
=1 (4.25)
g𝐴𝑐 3

Persamaan tersebut memberikan suatu debit maksimum untuk energi spesifik


konstan, yang terjadi pada kedalaman kritik yc. Kombinasi dari persamaan (4.24)
dan (4.25) untuk mengeliminasi Qmax akan diperoleh bentuk berikut ini.
𝐷𝑐
𝑦𝑐 + = 𝐸𝑠 (4.26)
2

Gambar (4.12) adalah hubungan antara kedalaman air dan debit aliran. Gambar
tersebut menunjukkan bahwa untuk suatu debit Q, akan terdapat dua kedalaman
y1 dan y2 yang mempunyai energi spesifik sama. Apabila debit bertambah besar
kedua kedalaman tersebut akan saling mendekat untuk menuju suatu nilai
kedalaman kritik yc di mana debit adalah maksimum.

Gambar 4.12. Hubungan Q- y untuk energi spesifik konstan

4.9 Kemiringan Kritik Dasar Saluran


Kemiringan dasar saluran yang diperlukan untuk menghasilkan aliran
seragam di dalam saluran pada kedalaman kritik disebut dengan kemiringan
kritik Ic.
Apabila digunakan rumus Manning :
1
V = 𝑅 2/3 𝐼1/2
𝑛
Kecepatan aliran pada kedalaman kritik diberikan oleh persamaan (4.22) :

Vc = √g𝐷𝑐

Pada kondisi tersebut R = Rc dan I = Ic sehingga rumus Manning menjadi :


g𝐷𝐶 𝑛2
Ic= (4.27.a)
𝑅𝑐 4/3

Persamaan (4.27a) menunjukkan bahwa kemiringan kritik tergantung pada debit


dan kekasaran dinding.
Untuk saluran lebar, Rc = yc = Dc sehingga :
g𝑛2
Ic= (4.27.b)
𝑦𝑐 1/3

Apabila aliran seragam terjadi pada saluran dengan kemiringan dasar lebih kecil
dari kemiringan kritik (Io < Ic) maka aliran adalah sub kritik dan kemiringan dasar
disebut landau (mild). Sebaliknya apabila kemiringan dasar lebih besar dari
kemiringan kritik (Io > Ic) maka aliran adalah superkritik dan kemiringan dasar
disebut curam.

Contoh 10
Saluran berbentuk segiempat dengan lebar dasar 5 m mengalirkan air dengan
debit 7,5 m3/d. Hitung energi spesifik apabila kedalam aliran adalah 2 m.
Penyelesaian
Luas tampang aliran :
A = B y = 5 × 2 =10 m2
Kecepatan alran :
𝑄 7,5
𝑉= = = 0,75 m/d
𝐴 10

Energi spesifik :
𝑉2 0,752
𝐸𝑠 = 𝑦 + =2 = 2,087 m
2g 2×9,81
Contoh 11
Saluran dengan lebar 10 m mengalirkan air dengan debit 25. Tentukan
kedalaman air apabila energi spesifik adalah minimum (kedalaman kritis) dan
kecepatan Kritis.

Penyelesaian
Debit tiap satuan lebar :
𝑄 25
q= =
𝐵 10

Kedalaman air kritis :

3 𝑞2 3 2,52
𝑦𝑐 = √ = √ = 0,08605 m
g 9,81