Anda di halaman 1dari 4

Tugas Technology and Operations Management Analisis Manajemen Rantai Pasokan

and Operations Management Analisis Manajemen Rantai Pasokan Disusun oleh: Claudia Adelina P Febtiana Rahmawati Muhammad

Disusun oleh:

Claudia Adelina P Febtiana Rahmawati Muhammad Ryad Zulkarnaen Rangga Prasetya Aji Prabowo

(18/436769/PEK/24293)

(18/436783/PEK/24307)

(18/436812/PEK/24336)

(18/436849/PEK/24373)

MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA

2019

Analisis Rantai Pasokan KOPASSUS

I.

Konsumen Kopassus (Komando Pasukan Khusus) Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) merupakan pasukan elit TNI AD. Secara luas KOPASSUS mempunyai konsumen yaitu Republik Indonesia yang bertugas untuk menjaga NKRI. Secara sempit konsumen KOPASSUS adalah TNI AD, yang merupakan KOMTAMA dari KOPASSUS.

II.

Nilai yang Ditawarkan Sebagai Pasukan Khusus yang diterjunkan pada saat khusus, maka sifat yang dimiliki KOPASUS adalah penanggulangan atau response. Prajurit KOPASUS dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto "Berani, Benar, Berhasil". Berdasarkan moto KOPASUS tersebut, maka nilai yang ditawarkan KOPASUS adalah jaminan kesuksesan misi, cepat, dan tanggap.

III.

Kompetitor Seperti telah diuraikan pada bagian satu, bahwa KOPASUS merupakan pasukan elit dari TNI AD, maka kompetitor KOPASUS adalah pasukan khusus dari institusi keamanan yang lain yakni TNI AU, TNI AL, dan POLRI. Kompetitor KOPASUS adalah PASKAS, KOPASKA, PELOPOR dan GEGANA. Kompetitor dalam hal ini tidak bersaing dalam mendapatkan konsumen, namun lebih kepada kualitas dari pasukan tersebut. Selain itu secara individual, kompetitor dari Kopassus adalah “Diri Sendiri”, yang memiliki makna tidak boleh egois dalam segala tugas apapun.

IV.

Tujuan Umum Tujuan umum KOPASUS adalah menanggulangi tindak kejahatan khusus dalam skala besar seperti teror, penyanderaan, dan makar. Hal tersebut selaras dengan tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di antaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

V.

Tujuan Rantai Pasokan Tujuan dari manajemen rantai pasokan adalah menyelaraskan antara permintaan dan penawaran secara efektif dan efisien. Beberapa masalah utama yang ada di dalam rantai pasokan berhubungan dengan:

1. Penentuan tingkat outsourcing yang tepat

2. Manajemen pengadaan barang

3. Manajemen pemasok

4. Mengelola hubungan dengan pelanggan

5. Identifikasi masalah dan merespon masalah tersebut

6. Manajemen risiko

Mengacu pada permasalahan di atas, maka tujuan rantai pasokan KOPASUS haruslah dapat mengakomodasi KOPASUS agar tepat dalam menentukan tingkat outsourcing seperti KOPRADA (Koperasi Angkatan Darat), dan bagian logistik makanan. Sebagai badan yang dituntut untuk cepat dan tanggap, maka rantai pasokan KOPASUS diarahkan dapat diakses di setiap daerah yang dibawahi oleh TNI AD.

VI.

Kendala

VII.

Kendala yang akan dihadapi KOPASUS adalah permasalahan birokrasi. Berdasarkan sifat KOPASUS yang bekerja sesuai dengan perintah negara dalam keadaan darurat dan khusus, maka KOPASUS tidak dapat bergerak yang bersifat mencegah. Kendala yang dihadapi oleh KOPASUS terkait dengan manajemen rantai pasokan yaitu pelanggaran HAM, budget APBN, senjata, pasokan amunisi, pasokan logistik, serta ranpur yang harus diperbaharui. Keputusan

7.1 Strategi Harga

Acuan dalam strategi harga adalah gaji dari setiap anggota KOPASUS. Anggota KOPASUS akan digaji oleh negara setiap bulannya dan mendapatkan insentif khusus

untuk setiap tugas khusus yang dilakukan oleh tiap anggota KOPASUS. Namun, berkaitan dengan KOPASUS sebagai institusi, maka strategi harga yang telah ditetapkan KOPASUS adalah berdasarkan pada APBN.

7.2 Strategi Pelayanan

Strategi pelayanan yang digunakan oleh Kopasus adalah responsiveness, sehingga

Kopasus akan melayani saat sebuah kejadian telah terjadi.

7.3 Strategi Manufaktur (Lokasi Anggota dan Logistik)

Lokasi anggota dan logistik Kopasus terletak di dekat MABESAD AD dan

diterjunkan pada saat dibutuhkan saja.

a. Grup 1/Parakomando berlokasi di Serang, Banten

b. Grup 2/Parakomando berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah

d.

Grup 4/Sandhi Yudha berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur

e. Grup 5/Anti Teror berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur

Letak anggota dan logistik pada daerah-daerah di atas dapat lebih mengefektifkan sistem pengelolaan dan penyimpanan logistik. Namun, untuk logistik di setiap daerah di seluruh Indonesia maka KOPASUS akan lebih mengandalkan TNI AD.

7.4 Strategi Persediaan Barang

Kopasus mempunyai gudang untuk persediaan sendiri tanpa ada campur tangan TNI

AD, karena selama ini persediaan barang masih diatur oleh TNI AD.

7.5 Strategi Pemasok

Strategi pasokan Kopasus adalah mendapatkan pasokan langsung oleh PT PINDAD tanpa perantara sehingga lebih cepat. Dengan rantai pasokan yang pendek ini maka akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Strategi ini juga dapat membuat pasokan barang terhadap KOPASUS menjadi lebih aman dan terkontrol.

7.6 Strategi Lead Time

Apabila strategi lead time bertujuan untuk memotong waktu pasokan, maka pasokan

dapat dikirim langsung dari PT PINDAD ke Gudang Amuninis Kopasus jika pasokan tersebut merupakan amunisi.

7.7 Strategi Transportasi

Strategi terkait transportasi yang dapat diterapkan oleh KOPASUS adalah menggunakan beberapa kendaraan darat yang dapat mengakses sampai medan yang berat dan terpencil. Sebagai kendaraan khusus, KOPASUS juga harus mempunyai Helipad. Hal itu bertujuan apabila sedang berada dalam keadaan genting maka Kopasus bisa langsung diterjukan menggunakan Helikopter angkut.