Anda di halaman 1dari 4

FRUKTOOLIGOSAKARIDA

A. LATAR BELAKANG

Masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengkonsumsi nasi tertinggi di dunia. Di


dalam nasi terkandung karbohidrat yang berfungsi sebagai pembangun energi. Beberapa
jenis dari karbohidrat yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas
beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat
lain.Disakarida terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH
dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.
Oligosakarida adalah polimer derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut
dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari 2 molekul disebut disakarida, dan bila terdiri dari 3
molekul disebut trisakarida. Dan Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari
banyak sakarida sebagai monomernya. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai salah satu
contoh dari oligosakarida yaitu frukto-oligosakarida .

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah frukto-oligosakarida itu?
2. Apa susunan dari frukto-oligosakarida?
3. Apa saja enzim yang berperan pada proses pembentukan frukto-oligosakarida?
4. Bagaiamana frukto-oligosakarida berperan sebagai prebiotik dalam pencernaan?
5. Bagaimana struktur dari frukto-oligosakarida?
6. Apa manfaat dari frukto-oligosakarida?

C. TUJUAN
1. Mengetahui informasi terkait tentang frukto-oligosakarida
2. Mengetahi susunan dari frukto-oligosakarida
3. Mengetahui enzim yang berperan pada proses pembentukan frukto-oligosakarida
4. Mengetahui peran frukto-oligosakarida sebagai prebiotik dalam pencernaan
5. Mengetahui gambar dari struktur frukto-oligosakarida
6. Mengetahui manfaat dari frukto-oligosakarida
D. PENGERTIAN
Fruktooligosakarida (FOS) adalah suatu senyawa dalam golongan karbohidrat yang
memiliki rantai sedang (oligosakarida) dan memiliki derajat kemanisan sebesar 30-50% dari
gula pada umumnya sehingga dapat digunakan sebagai pemanis pengganti sukrosa karena
rendah kalori. Sebagai pemanis pengganti ini pada produk kue, roti, permen, produk susu, dan
beberapa minuman. Fruktooligosakarida ini terbentuk dari hasil sintesis sukrosa dengan
bantuan suatu enzim yaitu transfruktosilase atau dengan hidrolisis enzimatik terkontrol dari
ekstrak alami. Fruktooligosakarida ini ini juga merupakan jenis gula kompleks yang diperoleh
dari tanaman. Apabila tanaman tersebut dikonsumsi oleh manusia maka memiliki efek yang
positif dikarenakan fruktooligosakarida ini tidak bisa dicerna oleh enzim dalam tubuh
manusia atau dengan kata lain yaitu fruktooligosakarida ini memiliki suatu ketahanan yang
tinggi terhadap hidrolisis asam maupun enzimatis dalam pencernaan manusia.
Fruktooligosakarida tidak terhidrolisis dan tidak diserap oleh usus halus pada system
pencernaan. Apabila fruktooligosakarida ini difermentasi maka akan menghasilkan suatu
asam yaitu asam laktat dan asam karboksilat. Fruktooligosakarida ini dapat ditemukan pada
tanaman bawang, artichoke, tomat, dan pisang.
Fruktooligosakarida ini tersusun oleh monomer glukosa-fruktosa (GFn) atau fruktosa
(Fm) dengan banyaknya n dan m berkisar antara 1-6. Dalam pembentukan
fruktooligosakarida ini memerlukan bantuan suatu enzim. Enzim merupakan suatu protein
yang bertindak sebagai katalisator reaksi biologis (biokatalisator) dalam sel hayati yang
spesifik. Enzim yang berperan dalam pembentukan fruktooligosakarida ini adalah enzim beta-
fruktofuranosidase. Mikroorganisme yang digunakan yaitu Aspergillus niger, Aspergillus
oryzae, Penicillium chrysogenum, Penicillium expansum, Bacillus subtilis, dll. Ada beberapa
substrat yang diketahui dapat menghasilkan fruktooligosakarida menggunakan enzim ini
antara lain sukrosa, raffinosa, dan inulin.
Fruktooligosakarida berperan sebagai prebiotik dalam sistem pencernaan yaitu sebagai
berikut :
a. Bagian mulut, dalam mulut perlakuan FOS ini yaitu tidak ada hidrolisis.
b. Bagian lambung, dalam lambung perlakuan FOS yaitu tidak ada hidrolisis maupun
absorbsi.
c. Bagian usus halus, dalam usus halus perlakuan FOS yaitu tidak ada hidrolisis enzimatik
maupun absorbs.
d. Bagian usus besar, dalam usus besar perlakuan FOS yaitu mengalami fermentasi oleh
bifidobakteri atau laktobasilli.

E. STRUKTUR FRUKTOOLIGOSAKARIDA

F. MANFAAT FRUKTOOLIGOSAKARIDA
a. Fruktooligosakarida sebagai pengganti pemanis sukrosa rendah kalori
b. Fruktooligosakarida sebagai pangan fungsional karena tidak terdekomposisi oleh suatu
enzim sehingga dapat menghambat bakteri pathogen.
c. Dapat mengurangi metabolit toksik dan enzim yang tidak dibutuhkan.
d. Dapat mencegah diare, mencegah terjadinya konstipasi, mencegah kanker
e. Dapat mengurangi konsentrasi kolesterol di dalam serum darah dan mengurangi tekanan
darah
f. Dapat mengurangi tekanan darah
g. Dapat meningkatkan adsorbs berbagai mineral, meningkatkan produksi nutrisi dan
menstabilkan kadar gula darah.

G. KESIMPULAN

Fruktooligosakarida (FOS) merupakan suatu senyawa dalam golongan karbohidrat yang


memiliki rantai sedang (oligosakarida) dan memiliki derajat kemanisan sebesar 30-50% dari
gula pada umumnya sehingga dapat digunakan sebagai pemanis pengganti sukrosa karena
rendah kalori. Fruktooligosakarida tersusun oleh monomer glukosa-fruktosa (GFn) atau
fruktosa (Fm) dengan banyaknya n dan m berkisar antara 1-6. Enzim yang berperan dalam
pembentukan fruktooligosakarida adalah enzim beta-fruktofuranosidase. Mikroorganisme
yang digunakan yaitu Aspergillus niger, Aspergillus oryzae, Penicillium chrysogenum,
Penicillium expansum, dan Bacillus subtilis. Berperan pada bagian mulut, bagian lambung,
bagian usus halus, dan bagian usus besar. Fruktooligosakarida sebagai pengganti pemanis
sukrosa rendah kalori, sebagai pangan fungsional karena tidak terdekomposisi oleh suatu
enzim sehingga dapat menghambat bakteri pathogen, dapat mengurangi metabolit toksik dan
enzim yang tidak dibutuhkan, dapat mencegah diare, mencegah terjadinya konstipasi,
mencegah kanker, mengurangi konsentrasi kolesterol di dalam serum darah dan mengurangi
tekanan darah.

DAFTAR PUSTAKA

Astrisia. 2009. “PENGARUH PREBIOTIK INULIN DAN FRUKTOOLIGOSAKARIDA


(FOS) TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA JENIS PROBIOTIK.” Fakultas
Teknologi Pertanian. Institusi Pertanian Bogor :Bogor.

Fadiah. 2012. “KARAKTERISASI FRUKTO-OLIGOSAKARIDA (FOS) DARI


FERMENTASI SUKROSA OLEH Penicillium notatum.” FMIPA. UI :Depok.

Rifan. 2011. “SINTESIS FRUKTO-OLIGOSAKARIDA (FOS) DARI SUKROSA


DENGAN MENGGUNAKAN Penicillium notatum.” FMIPA. UI :Depok.