Anda di halaman 1dari 4

Tugas Akhir Kimia Dasar Teknologi Bioproses 2017

Kimia Lingkungan:
Aqila Salmaagista 26
Pencemaran Tanah oleh Audria Azzahra K. 27
Logam Berat

Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk di Indonesia terjadi dengan sangat pesat. Seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, bertambah pula angka kebutuhan akan
sandang, pangan, dan papan. Dalam memenuhi angka kebutuhan terhadap pangan bagi
masyarakat, petani Indonesia harus melakukan peningkatan dalam produksi pangan. Untuk
mencapai hal ini, petani banyak yang menggunakan pupuk dan pestisida sintesis yang tidak
memerhatikan aspek lingkungan. Hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap tanah
oleh logam berat yang terkadung didalam pupuk dan pestisida tersebut.
Logam berat adalah unsur logam yang memiliki berat molekul tinggi, contohnya
Timbal (Pb), Cadmium (Cd), dan Arsen (As). Logam berat tidak dapat terurai ataupun
dimusnahkan. Logam ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, air minum dan
juga udara. Apabila terjadi penumpukan logam berat dalam tubuh manusia, akan memberikan
dampak yang buruk bagi kesehatan.
Tanah dapat dikatakan tercemar apabila kandungan logam berat didalam tanah sudah
mencapai lebih dari 0,01 ppm untuk Cadmium, lebih dari 30,5 ppm untuk Tembaga, dan
lebih dari 19,4 ppm untuk Timbal.

Sumber Logam Berat


Logam berat pada dasarnya adalah penyusun lapisan bumi. Sehingga, tanah secara
alami mengandung logam berat dan mampu menolerir logam berat namun dalam jumlah
yang sedikit. Logam berat yang terakumulasi dalam tanah berasal dari beberapa sumber
seperti:
1. Penggunaan pestisida dan pupuk yang berlebihan.
Pupuk pestisida dan pupuk sintesis merupakan salah satu sumber yang mengandung
banyak sekali logam berat dan berada diatas ambang toleransi. Sehingga, pemakaian
pupuk sintesis dan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan masuknya logam
berat ke lahan pertanian.
2. Pencemaran limbah
Terjadi di sungai dan masuk ke lahan pertanian melalui sistem irigasi.
3. Pembakaran bahan bakar fosil.
Pada pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara, melepaskan As2O3 ke
lingkungan yang sebagian besarnya akan masuk ke perairan alami.
4. Limbah Industri
Limbah industri banyak mengandung logam berat yang berasal dari bahan baku yang
mereka gunakan, katalisator maupun bahan tambahan.
5. Reaksi gunung vulkanik
Gunung vulkanik mengeluarkan lava yang mengandung logam berat dan nantinya
akan jatuh ke lingkungan.
Apabila tanah sudah terlalu banyak mengandung logam berat dan jumlahnya sudah
tidak dapat ditolerir oleh tanah, maka logam tersebut akan terakumulasi dan menyebabkan
toksik bagi tanaman serta dapat diambil oleh tumbuhan yang nantinya akan di konsumsi oleh
hewan atau manusia.

Dampak Tercemarnya Tanah oleh Logam Berat


Logam berat adalah salah satu zat pencemar karena sifatnya yang stabil dan sulit
untuk diuraikan. Logam berat yang terlarut dalam tanah dapat membahayakan kehidupan
mikroorganisme tanah. Tanah yang tercemar oleh logam berat akan memengaruhi kehidupan
yang ada pada tanah yang tercemar. Logam berat ini akan membunuh mikroba-mikroba yang
ada, apa bila mikroba di tanah mati maka akan memengaruhi sifat biologis tanah. Selain itu,
akan terjadi penurunan kualitas tanah karena unsur hara dalam tanah akan tergantikan oleh
logam berat. Akibatnya dari penurunan kualitas tanah ini adalah kualitas tanaman yang juga
ikut menurun karena terserapnya logam berat ini kedalam tanaman. Apabila logam berat
terserap kedalam tumbuhan dan tumbuhan tersebut dimakan oleh hewan atau manusia, akan
mengakibatkan penyakit pada hewan dan manusia yang mengonsumsinya.

Gambar 1. Macam – Macam Logam Berat


Keracunan timbal disebabkan oleh interaksi timbal dengan enzim dan makromolekul.
Timbal akan menghambat kerja heme, terhambatnya fungsi kerja heme akan ditunjukkan
oleh anemia. Sistem saraf merupakan target utama dari toksisitas timbal. Menurut Darmono
(1995), timbal dapat mempengaruhi sistem saraf, inteligensia, dan pertumbuhan. Pb di dalam
tubuh terikat pada gugus SH dalam molekul protein dan hal ini menyebabkan hambatan pada
aktivitas kerja sistem enzim. Efek logam Pb pada kesehatan manusia adalah menimbulkan
kerusakan otak, kejang-kejang, gangguan tingkah laku, dan bahkan kematian.
Selain timbal, keracunan Arsen akan menyebabkan timbulnya penyakit muntaber
yang disertai darah dan lama kelamaan akan semakin parah lalu dapat menyebabkan
kematian. Efek arsen anorganik dapat memengaruhi sumsum tulang belakang, mengubah
komposisi sel darah, dan dapat menyebabkan nekrosis sentral dan sirosis hati. Gejala dari
keracunan arsen adalah sakit pada tenggorokan, sukar menelan, diikuti dengan rasa nyeri di
lambung dan muntah-muntah.
Keracunan kadmium biasanya terjadi akibat menghirup debu dan asap. Efek toksik
dari kadmium tergantung dari caranya masuk tubuh. Efek toksik dari kadmium menyebabkan
kerusakan paru-paru, ginjal, hati, dan tulang. Sesak nafas merupakan keluhan yang paling
sering terjadi karena fibrosis dan emfisema.

Penanggulangan dan Pencegahan Pencemaran Tanah oleh Logam


Penanggulangan tercemarnya tanah oleh logam berat dapat dilakukan dengan
beberapa cara, seperti dengan pengapuran, fitoremediasi, dan bioremediasi. Sedangkan dalam
pencegahannya, dapat dilakukan beberapa cara, contohnya dengan membatasi penggunaan
pupuk dan pestisida, mengganti bahan bakar kendaraan bermotor menjadi bahan bakar yang
lebih ramah lingkungan, dan dengan mengolah limbah industri sehingga tidak masuk ke
saluran irigasi perkebunan.
Metode pengapuran digunakan untuk menurunkan tingkat keasaman tanah. Logam
berat rata-rata larut di tanah dan tersedia bagi tanaman dalan pH yang rendah atau asam.
Sehingga, dapat menyebabkan tanaman meyerap logam secara berlebihan sehingga bersifat
racun bagi tanaman tersebut. Dengan metode pengapuran, pH tanah anak meningkat sehingga
logam berat tidak tersedia dalam bentuk yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Peningkatan pH
pada tanah pada umumnya akan meningkatkan muatan negatif sehingga kemampuan tanah
untuk menyerap kation akan meningkat.
Metode yang kedua adalah fitoremediasi. Fitoremediasi adalah pemulihan tanah yang
tercemar menggunakan tumbuhan yang memang dapat menyerap logam berat. Salah satu
tumbuhan yang dapat menyerap logam berat adalah eceng gondok. Tumbuhan ini bersifat
resisten terhadap toksisitas logam berat.
Metode yang terakhir adalah bioremediasi. Bioremediasi adalah pemulihan tanah
yang tercemar dengan memanfaatkan mikroorganisme. Dimana mikroorganisme berperan
sebagai perantara reaksi kimia dan proses fisika yang berlangsung secara metabolik. Proses
ini mengubah logam yang bersifat racun menjadi bersifat tidak berbahaya. Mikroorganisme
merupakan bioremediatorn yang ampuh untuk memindahkan atau menghilangkan logam-
logam berat melalui mekanisme serapan aktif maupun pasif (Volesky dan Holand, 1995).
Beberapa contoh dari bakteri yang dapat digunakan untuk bioremediasi tanah yang tercemar
logam adalah Pseudomonas, Bacillus, dan Thiobacillus.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah logam berat bersifat beracun pada tanah.
Logam berat dalam tanah dapat berasal dari berbagai sumber contohnya limbah industri,
residu pupuk dan pestisida yang berlebih, reaksi gunung vulkanik, dan penggunaan bahan
bakar fosil. Dengan adanya logam berat pada tanah juga dapat membahayakan makhluk
hidup lain seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Maka dari itu harus dilakukan pencegahan
dan penanggulangan terhadap tanah yang sudah tercemar. Pencemaran logam pada tanah
dapat dicegah dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida, beralih dari bahan bakar
fosil, dan melakukan pengolahan terhadap limbah industri. Sedangkan penanggulangan yang
dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pengapuran, fitoremediasi, dan
bioremediasi.