Anda di halaman 1dari 1

PENYIMPANAN BARANG TERMASUK BAHAN BERBAHAYA

No. kode : Ditetapkan Oleh


Terbitan : Kepala Puskesmas Wara

SPO No. Revisi :


PUSKESMAS WARA Tgl. Mulai berlaku :
KOTA PALOPO Tenrigau Nursim, SKM
Halaman : NIP. 19751017 200604 2 007

1. Pengertian Adalah penyeleksian dalam menyimpan bahan yang karena sifat kimia maupun kondisi fisiknya
berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti dan atau
lingkungan.
2. Tujuan Mencegah kerusakan yang dapat diakibatkan oleh bahan berbahaya beracun (B3) tesebut.

3. Kebijakan Peraturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun

4. Referensi SOP No: 8.1/TU-Umum/HC-PDK/IV-2015


5. Alat dan bahan - ATK
- Computer
- Daftar inventaris
- Daftar bahan berbahaya
- Lemari, ruang penyimpanan

6. Langkah - langkah Bagan Alir (Flow Chart)


1. Pengelola barang mencatat semua
inventaris Puskesmas termasuk bahan
Pengelola barang Petugas memberikan data
berbahaya dengan meminta datanya pada
mencatat inventaris ke pengelola barang.
masing-masing petugas.
2. Pengelola barang mengajukan tempat
penyimpanan barang jika diperlukan
kepada kepala puskesmas seperti lemari
penyimpanan, ruang penyimpanan, dll. Pengelola barang
3. Kepala puskesmas menyetujui/tidak mengajukan tempat
menyetujui permohonan tersebut. penyimpanan
4. Pengelola barang melakukan penyimpanan
barang sesuai dengan ketentuan yang telah
ada. Untuk bahan berbahaya sesuai dengan
SOP yang telah dibuat untuk bahan Kapus setuju/tidak
berbahaya. setuju

Pengelola
barang
menyimpan
barang sesuai
ketentuan.

7. Hal-hal yang perlu Penyimpanan barang termasuk bahan berbahaya harus diperhatikan dengan seksama karena dapat
diperhatikan mengancam keberlangsungan lingkungan sekitar.

8. Unit terkait - Kepala Puskesmas


- Pengelola barang
- Petugas

9. Dokumen terkait - Alur penyimpanan barang