Anda di halaman 1dari 9

Abstrak

Di zaman yang serba digital seperti saat ini, dunia fotografi sudah banyak mengalami
kemudahan. Kamera berbasis digital sudah menjadi hal yang lumrah. Dengan sekian banyak
kemudahan yang ditawarkan oleh kamera digital, kini hampir semua orang bisa
mengoperasikan kamera dan menghasilkan gambar yang baik.

Kata Kunci: Kamera, Fotografi, Gambar

Pendahuluan

Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan
gambar atau image. Kamera pertama kali di sebut sebagai Kamera Obscura, yang berasal dari
bahasa latin yang berarti Ruang Gelap. Namun Kamera pertama yang cukup praktis dan
cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi di temukan pertama kali oleh
Johann Zahn. Penemuan tersebut terjadi pada tahun1685. Karena fotografi pada awalnya
banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide yang
menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut
adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut
setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.

Pembahasan

Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan
gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari
bahasa latin yang berarti ruang gelap. Kamera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri
dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah
lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah
kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Kamera obscura
yang pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal
tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-
1021).

1. Kamera Obscura
Sementara di tahun 1660-an ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya
Robert Hooke menemukan portable kamera obscura. Namun kamera pertama yang
cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi
ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun
1685. Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn,
dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan
objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di
depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.
Tak banyak yang tahu akan seorang penemu muslim Al-Haitam ini,
dikarenakan teknologi saat ini dikuasai oleh orang barat, sehingga menyangka bahwa
kamera ditemukan oleh orang Barat, padahal Jauh sebelum masyarakat Barat
menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang
Sarjana Muslim sekitar 1.000 Tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah
seorang Saintis Legendaris Muslim bernama Ibnu Al-Haitham. Pada akhir abad ke-10
M, Al-Haitham berhasil menemukan sebuah Kamera Obscura. Dunia mengenal Al-
Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk kitab
Al-Manazir (Buku Optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang
fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal
sebutan Kamera Obscura, atau Kamera Gelap.
Kemudian orang barat mempelajari bukunya dan mengembangkan Kamera
Obscura dengan beberapa hal seperti yang dilakukan oleh Joseph Kepler (1571- 1630
M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di
belakang Lensa Positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (Prinsip
digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).
Setelah itu Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang
berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak Kamera Obscura pada 1665 M. Setelah
900 Tahun dari penemuan Al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara
permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh Kamera Obscura. Foto
permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore di Prancis pada Tahun 1827.
2. Kamera Portable Obscura
Kamera obscura yang tidak praktis mengalami perkembangan.Pada tahun
1660 an, ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hook menemukan
kamera portable obscura. Kamera ini merupakan bentuk modifikasi kamera obscura
sehingga bentuknya lebih ringkas.
Namun, kamera pertama yang sangat praktis untuk digunakan dalam bidang
fotografi ditemukan oleh Johann Zahn, pada tahun 1685. Prinsip kamera model Zahn
ini menggunakan slide tambahan sebagai alat untuk memfokuskan objek. Sistem Zahn
tersebut mampu memberikan tambahan plat sensitif di depan lensa kamera sebelum
melakukan pengambilan gambar.
3. Kamera Daguerreotype
Sejarah kamera tetap berkembang. Hingga pada tahun 1829, seorang seniman
bernama Jacques Daguerre bersama dengan rekannya Joseph Nicephore Niepce
bekerja sama dalam mengembangkan kamera. Daguerre yang seniman, menyukai
cahaya dan ingin melakukan pengembangan kamera.
Sedangkan Niepce sudah terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap
kamera. Tahun 1827, Niepce telah berhasil membuat foto manusia. Namun, hal
tersebut tidak praktis karena untuk menghasilkan sebuah foto, diperlukan waktu 8
jam. Hasilnya pun masih sangat buram.
Di Perancis, Daguerre dan Niepce bekerja sama dalam mengembangkan
kamera. Pada tahun 1837, mereka berhasil membuat kamera daguerreotype. Foto
pertama yang dihasilkan oleh kamera ini pada tahun 1838, tercatat sebagai hasil foto
terbaik pertama. Foto bersejarah tersebut diberi nama Boulevard dua Temple.
4. Kodak
Kamera ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang warga Amerika bernama
George Eastman, pada tahun 1888. Kodak merupakan kamera yang paling populer
pada zamannya. Selain karena bentuknya yang ringkas, kamera ini juga sudah
menggunakan film negatif sehingga proses pengambilan gambar sangat cepat dan
dapat diperbanyak.
5. Kamera Compact
Sejarah kamera dilanjutkan dengan hadirnya kamera compact yang diteliti
oleh Oskar Barnack di Leitz. Barnack menggunakan film 35 mm untuk membuat
kamera yang dapat menghasilkan perbesaran gambar dengan kualitas sangat baik.
Akhirnya, pada tahun 1913 terbentuklah prototipe Ur-Leica, kamera 35 mm yang
kemudian pengembangannya tertunda karena adanya perang dunia pertama.
Setelah beberapa kali mengalami perkembangan fitur, kamera Ur-Leica mulai
dijual secara luas pada tahun 1923. Semenjak itu, konsumen pengguna kamera merasa
sangat puas dan menyambut baik inovasi kamera yang satu ini. Dari sinilah kemudian
muncul perusahaan pembuat kamera saingan Ur-Leica, yaitu kamera Canon yang
perusahaannya berpusat di Jepang. Canon juga membuat kamera dengan film cine 35
mm, yang kemudian bersaing ketat dengan UrLeica.
Kamera yang dibuat di negeri matahari terbit ini kemudian menjadi sangat
populer setelah berakhirnya perang Korea yang membuat veteran Jepang banyak
membawa kamera ini ke Amerika Serikat. Tentunya hingga kini Canon terus
berinovasi memproduksi berbagai kamera canggih lainnya, sehingga sampai saat ini
pun bisnisnya masih berjalan dengan subur.
6. Kamera TLR (Twin-Lens Reflect)
TLR merupakan kepanjangan dari twin-lens reflex, Kamera TLR mulai dibuat
oleh Franke & Heidecke Rolleiflex pada tahun 1928. yang pertama kali menggunakan
127 roll film. Kamera TLR dilengkapi dengan dua lensa objektif dengan panjang
focal yang sama. Satu lensa berguna untuk tujuan mengambil gambar, sementara
lensa lainnya berguna untuk menangkap bayangan yang telah masuk ke lensa
pertama. Sementara pada kamera SLR, hanya terdapat satu buah lensa yang sudah
dikombinasikan dengan sensor gambar digital.
7. Kamera Analog
Sejarah kamera fotografi selanjutnya sampai pada tahun 1981 saat dimulainya
pembuatan kamera analog, yang teknik pengambilan gambarnya masih bisa
menggunakan film seluloid (klise/film negatif). Yang pertama kali membuat kamera
analog ini adalah Sony Mavica.
Pada Olimpiade 1984, pertama kalinya kamera analog yang diproduksi Canon
digunakan untuk memotret Yomiuri Shinbun yang hasilnya kemudian dimuat di surat
kabar Jepang. Namun seiring perjalanannya, kamera analog kurang mendapat antusias
masyarakat karena biaya penggunaannya yang sangat mahal, serta kualitas gambar
yang kurang baik jika dibandingkan dengan kamera lain. Aplikasi kamera analog saat
ini banyak dipakai untuk kamera CCTV.
8. Kamera Polaroid
Tercatat dalam sejarah kamera, bahwa kamera polaroid merupakan salah satu
kamera yang berhasil “menembus zaman”. Terang saja, sejak pertama kali ditemukan
oleh Dr.Edwin Land pada tahun 1947, kamera ini masih sangat populer hingga zaman
sekarang.
Polaroid merupakan salah satu kamera dengan prinsip kerja yang sederhana.
Kamera ini mampu memproses foto di dalam badan kamera. Selain itu, foto dapat
dihasilkan dengan waktu yang sangat singkat dan tidak membutuhkan rol film.
9. Kamera SLR (Single-Lens Reflect)
Membicarakan kamera di era modern, berarti membicarakan kamera SLR.
Kamera SLR merupakan tipe kamera yang menggunakan prinsip kaca sebagai
pemantul cahaya. Melalui lensa yang mumpuni, gambar yang dihasilkan oleh kamera
ini akan terlihat sama dengan objek sesungguhnya.
Kamera ini dikembangkan pertama kali oleh Exakta, pada tahun 1936, yang
memelopori munculnya kamera SLR 35 mm. Kemudian, pada tahun 1949, untuk
pertama kalinya sistem penta prisma diletakkan pada bagian atas kamera SLR. Sistem
tersebut diperkenalkan oleh perusahaan kamera Contax di Jerman Timur pada tahun
1949. Sistem lensa dan prisma inilah yang menjadi acuan bagi prinsip perkembangan
kamera hingga kini.
Sejumlah negara seolah berlomba dalam hal mengembangkan kamera SLR.
Jepang tercatat mengeluarkan kamera SLR Asahiflex besutan perusahaan Asahi pada
tahun 1952. Kepopuleran SLR terus melejit hingga muncul nama-nama produsen
kamera yang tidak asing lagi seperti Canon, Nikon, dan Yashica pada tahun 1959.
10. Kamera DSRL (Digital Single-Lense Reflect)
Perkembangan teknologi dan industri kamera seolah tidak dapat dibendung
lagi. Banyak produsen kamera yang memutar otak dalam mengembangkan kamera.
Kamera SLR yang menggunakan roll film pun dinilai sudah tidak praktis dan mulai
kehilangan peminat. Maka, muncullah kamera SLR berbasis digital, atau lebih dikenal
dengan sebutan DSLR. Pada tahun 1951, kebanyakan orang lebih mengenal VTR
sebagai alat perekam gambar berbasis digital yang paling canggih. Berangkat dari
situ, para produsen kamera berusaha menciptakan kamera dengan basis digital seperti
VTR. Pada tahu 1981, SONY membuat terobosan dengan mengeluarkan kamera
berbasis elektronik, yang menjadi tonggak awal perkembangan kamera digital,
termasuk DSLR.
Pada tahun 1970, Kodak sebagai salah satu produsen kamera terbesar berhasil
membuat teknologi kamera digital dengan sensor gambar, yang membuat foto
menjadi lebih jernih. Hal tersebut berkembang hingga pada tahun 1991 dengan
ditemukannya teknologi sensor megapixel.
Hal tersebut mendasari sejarah kamera DSLR yang kini sangat diminati.
DSLR masih menggunakan prinsip lama dari SLR, yaitu menggunakan kaca dan
prisma sebagai alat merekam cahaya. Namun, teknologi ini dikombinasikan dengan
berbagai perangkat digital sehingga DSLR jauh lebih mudah digunakan dibanding
pendahulunya.
11. Kamera Mirrorless
Kamera berbasis digital rupanya menjadi kamera masa kini dan masa depan.
Setelah era DSLR, kini muncul era kamera mirrorless. Prinsip dari kamera ini sama
sekali menghilangkan fungsi kaca yang terdapat pada DSLR. Mirrorless sepenuhnya
menggunakan digital. Kamera ini dinilai memiliki kualitas paling baik dan tingkat
kepraktisan yang tinggi hingga saat ini. Maka wajar, jika kini peminatnya sangatlah
banyak.

Lampiran

1. Kamera Obscura

2. Kamera Portable Obscura


3. Kamera Daguerreotype

4. Kodak

5. Kamera Compact

6. Kamera TLR (Twin-Lens Reflect)


7. Kamera Analog

8. Kamera Polaroid

9. Kamera SLR (Single-Lens Reflect)


10. Kamera DSRL (Digital Single-Lense Reflect)

11. Kamera Mirrorless