Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

Gagal jantung merupakan abnormalitas dari struktur dan fungsi jantung yang

menyebabkan kegagalan dari jantung untuk mengantarkan oksigen dengan kecukupan yang

sepadan sesuai dengan kebutuhan jaringan yang bemetabolisme. Gagal jantung merupakan

masalah kesehatan yang progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas di negara maju

maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, usia pasien gagal jantung

relatif lebih muda dibanding Eropa dan Amerika disertai dengan tampilan klinis yang lebih

berat.1

Prevalensi penyakit gagal jantung meningkat seiring dengan bertambahnya umur,

tertinggi pada umur 65-74 tahun (0,5%). Sedangkan untuk jenis kelamin, prevalensi tertinggi

(0,2%) lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki.1

Acute Heart Failure atau Gagal jantung akut adalah istilah yang digunakan untuk

gagal jantung yang memilki waktu onset yang cepat akibat gangguan fungsi jantung, baik itu

fungsi sistolik maupun diastolik. Gagal jantung akut merupakan suatu kondisi

kegawatdaruratan sehingga penting untuk segera dideteksi dan diberikan terapi yang tepat

untuk menekan mortalitas dan morbiditas.1,2

Klasifikasi AHF memiliki 6 keterbatasan karena pasien dengan AHF biasanya datang

dengan satu dari enam kategori klinis. Berdasarkan presentasi klinis pasien dengan gagal

jantung akut (AHF) dapat dibagi kedalam 6 kategori :2,3

1. Acute Decompensated Heart Failure (ADHF), yaitu perburukan klinis dari pasien

yang sudah dikenal gagal jantung kronis dengan adanya kongesti sistemik dan

pulmonal.
2. Hipertensi Heart Disesase (HHD), gagal jantung disertai dengan tekanan darah tinggi

dan fungsi sistolik ventrikel kiri relatif baik. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan

tonus simpatik yaitu didapatkan takikardi dan pembuluh darah yang vasokonstriksi.

Keadaan pasien dapat berupa eucolemik atau sedikit hipervolemik, seringkali disertai

kongesti paru tanpa adanya kongesti sistmik. Respon dari pengobatan relatif cepat dan

mortalitas selama perawatan cukup rendah.

3. Acute Lung Oedem (ALO), yaitu presentasi klinis pasien dengan sesak yang hebat,

nafas cepat dan ortopnu dengan ronki yang basah di hampir semua lapangan paru.

Saturasi oksigen di arteri <90% sebelum diberikan terapi oksigen.

4. Syok kardiogenik, yaitu gagal jantung dengan disertai hipoperfusi jaringan setelah

koreksi terhadap preload dan aritmia. Syok kardiogenik biasanya ditandai dengan

penurunan tekanan darah sistolik <90 mmHg atau penurunan Mean Arterial Pressure

> 30 mmHg dan penurunan produksi urin <0,5 ml/kg/jam. Biasanya disertai gangguan

irama jantung. Tanda hipoperfusi dan kongesti paru berkembang dengan cepat.

5. Gagal jantung kanan terisolasi yaitu keadaan yang ditandai dengan output yang

rendah tanpa adanya kongesti paru dengan peningkatan tekanan vena jugularis,

dengan atau tanpa hepatomegali dan tekanan pengisian ventrikel kiri yang rendah.

6. Acute coronary Syndrome dan gagal jantung, kebanyakan pasien gagal jantung akut

memiliki tanda dan gejala dari gagal jantung. Biasanya gagal jantung akut muncul

akibat adanya aritmia pada jantung.


DAFTAR PUSTAKA

1. RISKESDAS. Riset Kesehatan Dasar RI. 2013

2. Forrester JS, Diamond G, Chatterje K. Medical Therapy of acute myocardial

infraction by application of hemodynamic subsets. N Engl J Med. 1976; 295:1356-

1362.

3. Leonardo P, Suciadi, Bambang B, Siswanto. Prumpt diagnosis and management of

acute heart failure syndrome. Journal of Medicine. 2011: hal 91-96.