Anda di halaman 1dari 10

1.

Latar Belakang

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk
suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang (Sadono Sukirno : 1985). Pendapatan per kapita
merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi disuatu negara, karena setiap
kenaikannya akan mencerminkan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Indikator ini menggambarkan total pendapatan nasional yang dibagi dengan jumlah penduduk di suatu
negara. Keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara tidak hanya dilihat dari pendapatan per
kapitanya saja, terdapat beberapa indikator yang diantaranya indeks pembangunan manusia, serta
sejauh mana suatu negara dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negaranya.

Jepang merupakan salah satu negara maju di dunia yang telah banyak melewati berbagai hal dalam
proses pembangunannya. Kemajuan negara Jepang tidak terlepas dari upaya pembangunan segala
sumber daya kekayaan negaranya. Manusia adalah subjek dan objek pembangunan yang harus mampu
meningkatkan kualitas hidupnya, karena yang akan menghebatkan suatu negara adalah warga negaranya
sendiri. Pada waktu berakhirnya perang dunia kedua, Jepang belum digolongkan sebagai negara maju.
Tetapi karena perkembangan yang dicapainya sejak masa tersebut, tingkat kesejahteraan masyarakatnya
sudah memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam kategori negara maju sejak tahun 1960-an. Dewasa ini
ditinjau dari nilai produksi sector industri yang tercipta, Jepang merupakan negara industri nomor dua
terbesar di dunia. Hanya di Amerika Serikat produksi sector industri melebihi produksi sector industri di
Jepang. Di negara-negara mju lainnya tingkat produksi sector industri lebih rendah daripada di negara
Jepang.

2. PROFIL NEGARA JEPANG

Jepang dalam bahasa Jepang 日本 Nippon/Nihon, dengan nama resmi 日本国 (Dibaca
Nipponkoku/Nihonkoku). Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur yang letaknya di ujung
barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina,
Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa
kelompok pulau-pulau kecil diLaut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga
dengan Taiwan.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau yang membuatnya merupakan suatu kepulauan. Pulau-pulau utama dari
utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah
daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-
gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah
Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan
berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota
Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur.

Sejarah Negara Jepang


Menurut mitologi tradisional, Jepang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu
memulai mata rantai monarki Jepang yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang
sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana,
shogun, pihak militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut Konstitusi
Jepang tahun 1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan
Parlemen Jepang.

Secara singkat sejarah negara Jepang dimulai dari jaman prasejarah sejak 600.000 tahun yang lalu
wilayah Jepang telah dihidupi oleh manusia purba yang disebut dengan masa paleolitik bawah. Pada saat
itu terjadi jaman es sehingga menghubungkan beberapa kepulauan di wilayah tersebut dan terjadi
perpindahan penduduk manusia dan hewan pada dataran yang saat ini merupakan Negara Cina dan
Korea. Pada masa itu penduduk wilayah tersebut menghasilkan beberapa karya dari bebatuan dan
masuk pada periode Yayoi sekitar 300 SM hadir teknologi baru bercocok tanam padi di sawah dan teknik
pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dibawa migrant dari Cina atau Korea.

Abad 4-5 Masehi : Masuknya agama Budha dan teknologi serta budaya China

593-794 Masehi : Jaman pembangunan kota dan kebangsawanan, dan penulisan abjad

Jepang

1192 -1590 M : Jaman kebangsawanan dan Keshogunan (pendekar perang/samurai)

1603 – 1853 M : Jaman Keshogunan hingga jaman Saudagar

1854 – 1945 M : Mulai membuka diri terhadap dunia luar, dan terjadi perang dunia I ,

perang Jepang – China, Jepang – Rusia, dan sekutu.

1946 M : Masa pasca perang menuju Jepang yang baru.


Sistem Pemerintahan Negara Jepang

Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar
Jepang. Sebagai kepala negara seremonial, kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam konstitusi sebagai
“simbol negara dan pemersatu rakyat”. Kekuasaan pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang
dan anggota terpilih Parlemen Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tanganrakyat
Jepang. Kaisar Jepang bertindak sebagai kepala negara dalam urusan diplomatik.

Parlemen Jepang adalah parlemen dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem Inggris. Parlemen Jepang
terdiri dari Majelis Rendah danMajelis Tinggi. Majelis Rendah Jepang terdiri dari 480 anggota dewan.
Anggota majelis rendah dipilih secara langsung oleh rakyat setiap 4 tahun sekali atau setelah majelis
rendah dibubarkan. Majelis Tinggi Jepang terdiri dari 242 anggota dewan yang memiliki masa jabatan 6
tahun, dan dipilih langsung oleh rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas memiliki hak
untuk memilih. Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para menteri. Perdana Menteri
adalah salah seorang anggota parlemen dari partai mayoritas di Majelis Rendah. Partai Demokrat Liberal
(LDP) berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali pada tahun 1993. Pada tahun itu terbentuk pemerintahan
koalisi yang hanya berumur singkat dengan partai oposisi. Partai oposisi terbesar di Jepang adalah Partai
Demokratik Jepang.

Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat melalui pemilihan di
antara anggota Parlemen. Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi masing-masing memiliki calon perdana
menteri, maka calon dari Majelis Rendah yang diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berasal
dari partai mayoritas di parlemen. Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri. Kaisar
Jepang mengangkat Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepang, dan memberi
persetujuan atas pengangkatan menteri-menteri kabinet. Perdana Menteri memerlukan dukungan dan
kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk bertahan sebagai Perdana Menteri.

Demografi Negara Jepang

Populasi Jepang diperkirakan sekitar 127,614 juta orang (perkiraan 1 Februari 2009). Masyarakat Jepang
homogen dalam etnis, budaya dan bahasa, dengan sedikit populasi pekerja asing. Di antara sedikit
penduduk minoritas di Jepang terdapat orang Korea, Cina, Filipina, Brazil-Jepang, orang Peru-Jepang.
Pada 2003, ada sekitar 136.000 orang Barat yang menjadi ekspatriat di Jepang. Kewarganegaraan Jepang
diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ayah atau ibu berkewarganegaraan Jepang, ayah
berkewarganegaraan Jepang yang wafat sebelum bayi lahir, atau bayi yang lahir di Jepang dengan
ayah/ibu tidak diketahui/tidak memilikikewarganegaraan.

Suku bangsa yang paling dominan adalah penduduk asli yang disebut suku Yamato dan kelompok
minoritas utama yang terdiri dari penduduk asli suku Ainudan Ryukyu, ditambah kelompok minoritas
secara sosial yang disebut burakumin. Jumlah penganut agama terbanyak di Jepang adalah Buddha
sekaligus Shinto yaitu 84-96% yang menunjukkan besarnya jumlah penganut sinkretisme dari kedua
agama tersebut. Taoisme dan Konfusianisme dari Cina juga memengaruhi kepercayaan dan tradisi
Jepang.

Lebih dari 99% penduduk Jepang berbicara bahasa Jepang sebagai bahasa ibu. Bahasa Jepang adalah
bahasa aglutinatif dengan tuturan hormat (kata honorifik) yang mencerminkan hirarki dalam masyarakat
Jepang. Pemilihan kata kerja dan kosa kata menunjukkan status pembicara dan pendengar. Menurut
kamus bahasa Jepang Shinsen-kokugojiten, kosa kata dari Cina berjumlah sekitar 49,1% dari kosa kata
keseluruhan, kata-kata asli Jepang hanya 33,8% dan kata serapan sekitar 8,8%. Bahasa Jepang ditulis
memakai aksara kanji, hiragana, dan katakana, ditambah huruf Latin dan penulisan angka Arab. Murid
sekolah negeri dan swasta di Jepang hanya diharuskan belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris.

Kebudayaan Negara Jepang

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar
negeri yang menyusul. Mula-mula Cina dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan
perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, memengaruhi
seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte
Mahayana. Pengaruh Amerika Serikat turut mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Jepang turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e),
kerajinan tangan, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo) dan tradisi
(permainan Jepang (onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.

Kini Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film,
kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia,
terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan
kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang
amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan
fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh
dunia.

EKONOMI NEGARA JEPANG

Jepang menjadi contoh yang baik bagaimana Negara dengan terbatasnya sumber daya alam namun bisa
menjadi Negara dengan kekuatan ekonomi kedua setelah Amerika Serikat. GDP Nominal Jepang pada
tahun 2007 mencapai 38,300 dollar Amerika. Bayangkan, dari tahun 1960-an sampai 1980-an Jepang
mengalami apa yang dikenal sebagai keajaiban Jepang. Ekonomi pasar bebas dan industri Jepang
merupakan ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina dalam istilah paritas daya beli
internasional. Ekonominya sangat efisien dan bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan
internasional, tapi produktivitas lebih rendah di bidang agriklutur, distribusi, dan pelayanan. Setelah
mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dari 1960-an ke 1980-an, ekonomi Jepang merosot
secara drastis pada awal1990-an, ketika “ekonomi gelembung” jatuh. Jepang mengalami pertumbuhan
ekonomi rata-rata 10 persen pada tahun 1960-an, lima persen pada tahun 1970-an, dan empat persen
pada tahun 1980-an.

Keberhasilan ini semua dicapai oleh Jepang karena mereka menjadi negara yang menciptakan nilai
tambah besar bagi setiap produk yang mereka tawarkan ke dunia. Jepang mengandalkan ekspor produk-
produk dengan nilai jual yang tinggi, seperti mesin dan peralatannya, kendaraan bermotor, semi
konduktor, dan bahan kimia. Jepang terkenal dengan perusahaan-perusahaan besar ternama di dunia,
seperti Toyota Motor, NTT DoCoMo, Canon, Honda, Takeda Pharmaceutical, Sony, Nippon Steel, Tepco,
Mitsubishi Estate, dan 711. Di samping itu Jepang memiliki perusahaan-perusahaan jasa yang begitu
terkenal, seperti Japan Post Bank, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan
Sumitomo Mitsui Financial Group.

Persediaan kepemimpinan industri dan teknisi, pekerja yang berpendidikan tinggi dan bekerja keras,
tabungan dan invesatasi besar dan promosi intensif pengembangan industri dan perdagangan
internasional telah memproduksi ekonomi industri yang matang. Jepang memiliki sumber daya alam
yang rendah, tetapi perdagangan menolongnya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya.
Ringkasnya, kekayaan Jepang saat ini diraih melalui ikhtiar yang tidak mengandalkan pengolahan sumber
daya alam. Jepang memiliki kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi teknologi penuh
sopistikasi dengan nilai jual tinggi di pasar internasional. Peran besar Jepang sebagai kekuatan ekonomi
kedua terkuat di dunia menunjukkan pasar internasional menerima produk-produk Jepang.

Sebagai negara maju di bidang ekonomi, Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua
setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan
berbelanja. Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8, OECD, dan APEC. Jepang memiliki
kekuatan militer yang memadai lengkap dengan sistem pertahanan moderen seperti AEGIS serta suat
armada besar kapal perusak. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara
pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagainegara maju,
penduduk Jepang memiliki standar hidup yang tinggi (peringkat ke-8 dalamIndeks Pembangunan
Manusia) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan PBB. Dalam bidang teknologi,
Jepang adalah negara maju di bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika.

Sektor Industri

Industri manufaktur merupakan salah satu kekuatan Jepang, tapi negara ini miskin akan sumber daya
alam. Pola umum yang dijalankannya yaitu perusahaan-perusahaan Jepang mengimpor bahan-bahan
mentah, lalu mengolah dan membuatnya sebagai barang jadi, yang dijual di dalam negeri atau diekspor.
Industri ekspor Jepang adalah otomotif, computer, semikonduktor, besi dan baja. Industri penting lainnya
adalah petrokimia, farmasi, bioindustri, galangan kapal, dirgantara, tektil dan makanan yang diproses.
Industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.

Salah satu bidang yang memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi Jepang adalah perobotan, di mana
teknologi Jepang memimpin dunia. ASIMO, robot humanoid (berbentuk seperti manusia) dikembangkan
oleh Honda, dapat berjalan dengan dua kaki dan berbicara bahasa manusia. Di masa dekat ini, robot
akan aktif dalam berbagai bidang dan mungkin hidup berdampingan dengan manusia, seperti dalam
film-film fiksi sains.

Sektor Jasa

Sejumlah tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang berasal dari sektor jasa. Industri utama
sektor jasa di Jepang berupa bank, asuransi, real estat, bisnis eceran, transportasi, dan telekomunikasi.
Mitsubishi UFJ, Mizuho, NTT, TEPCO, Nomura, Mitsubishi Estate, Tokio Marine, Japan Railway, Seven & I,
dan Japan Airlines adalah nama-nama perusahaan Jepang yang termasuk perusahaan terbesar dunia.
Kebijakan Pemerintah Jepang di masa Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan swastanisasi Japan
Post. Enam keiretsu utama terdiri dari grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, Dai-Ichi Kangyo, dan
Sanwa. Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari total
perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2006.

Sektor Perikanan

Jepang menempati urutan ke-2 di dunia di belakang Republik Rakyat Cina dalam penangkapan ikan
(tahun 1989: 11,9 juta ton), kenaikan tipis dari 11,1 juta ton pada tahun 1980. Setelah terjadi krisis
minyak 1973, perikanan laut dalam di Jepang menurun. Pada tahun 1980-an, total tangkapan ikan per
tahun rata-rata 2 juta ton. Perikanan lepas pantai mencapai 50 % dari penangkapan ikan total pada akhir
1980-an, meski beberapa kali mengalami kenaikan dan penurunan.

Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jala, atau teknik penangkaran terhitung sekitar
sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan lepas pantai dengan kapal
ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari separuh produksi total. Hasil laut yang diambil adalah
sarden, cakalang, kepiting, udang, salem, cumicumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel.
Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki armada perikanan terbesar di dunia. Walaupun
demikian, Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai AS $ 14 milyar) Sejak
tahun 1996, Jepang berada di peringkat ke-6 dalam total tangkapan ikan di bawah RRC, Peru, Amerika
Serikat, Indonesia, dan Chili. Jepang juga menebarkan kontroversi dengan mendukung perburuan ikan
paus.
Sektor Pertanian

Walaupun hanya 12% dari luas daratan di Jepang yang bisa dipergunakan untuk pertanian, namun
hasilnya termasuk memuaskan. Besarnya hasil pertanian didukung oleh kesuburan lahan pertanian
karena tanah yang mengandung abu vulkanis. Di samping itu, penggarapan lahan pertanian dilakukan
secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian adalah sektor yang diproteksi
pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar. Hasil pertanian Jepang berupa padi, kentang,
jagung, gandum, kacang, kedelai, dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam, dan sapi. Sayur-sayuran
berupa lobak, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada. Sedangkan buah-buahan yang banyak
ditanam adalah apel dan jeruk. Apel dan pir merupakan produk unggulan.

Padi adalah tanaman pangan yang sangat diproteksi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea
masuk 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata konsumsi beras tahun 1968 hingga 1988.
Impor di luar kuota tidak dilarang, namun dikenakan bea masuk \341 per kilogram. Tarif bea masuk
beras impor yang sekarang (490%) diperkirakan akan naik menjadi 778% menurut perhitungan baru yang
akan diberlakukan sesuai Putaran Doha. Jepang mengimpor gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah
besar, terutama dari Amerika Serikat. Jepang merupakan pasar terbesar bagi ekspor pertanian Uni Eropa.

Transportasi

Sistem transportasi Jepang sangat berkembang, dengan jaringan jalan dan rel kereta-api mencakup
hampir setiap bagian wilayah Jepang, bersama dengan layanan angkutan udara dan laut yang luas.
Shinkansen, atau disebut sebagai kereta listrik super cepat, adalah kereta-listrik ekspres yang berjalan
dengan kecepatan maksimal 250 hingga 300 km per jam. Jaringan Shinkansen mempunyai lima rute yang
menyebar dari Tokyo dan Osaka. Selama ini belum pernah terjadi kecelakaan operasional yang fatal
sehingga Shinkansen dianggap merupakan sistem kereta-api berkecepatan tinggi yang paling aman di
dunia.

Selain Shinkansen, Jepang mempunyai jaringan kereta reguler. Banyak kota besar di Jepang juga
mempunyai jalur subway (kereta bawah-tanah). Sistem subway di ibu kota Tokyo yang mempunyai lebih
dari 12 jalur yang mencakup jalur ratusan kilometer, dianggap merupakan yang terbaik di dunia, dan
terus berkembang. Layanan angkutan kereta bagi para komuter seperti ini dipergunakan oleh jutaan
orang setiap hari untuk pergi ke dan pulang dari tempat kerja, atau sekolah. Beraneka macam kereta
Jepang termasyur karena kebersihannya dan ketepatan waktunya.

Lingkungan

Sejalan dengan makin mudah dan nyamannya kehidupan modern, berkembang kecenderungan orang
membuat barang yang digunakan satu kali saja, lalu membuangnya. Hal ini menyebabkan timbulnya
banyak macam masalah lingkungan, seperti pencemaran udara dan air, perusakan lingkungan alam,
pemanasan global, dan jumlah limbah yang luar biasa. Perlindungan lingkungan merupakan tugas vital
tidak saja bagi Jepang tapi juga bagi seluruh dunia. Di bawah pimpinan pemerintahnya, masyarakat
Jepang dewasa ini sibuk melakukan usaha-usaha perlindungan lingkungan dalam lingkup luas.

Harga yang harus dibayar bagi kenyamanan kehidupan modern adalah timbulnya generasi penyebab
banyak limbah. Bila limbah dibawa begitu saja untuk menimbun tanah, maka akan timbul gunungan-
gunungan sampah yang terus membesar. Sekarang kita harus membangun masyarakat daur-ulang di
mana barang digunakan secukupnya saja dan dapat digunakan berulang kali, dan bukan terus dibuang.
Jepang telah mencapai kemajuan besar dalam mengurangi volume sampah dan dalam mendaur-ulang
produk-produk bekas, khususnya daur-ulang kaleng dan botol plastik telah berjalan dengan mantap di
Jepang.

Kehidupan yang nyaman memerlukan banyak energi, termasuk listrik, gas, dan bensin. Karbon dioksida
dan gas-gas lainnya terlepas ke udara ketika orang membangkitkan listrik dan mengoperasikan mesin
dengan membakar bahan bakar seperti minyak dan batubara. Gas-gas tersebut menimbulkan berbagai
masalah seperti pemanasan global dan pencemaran udara. Pemanasan global merupakan masalah di
mana suhu di seputar dunia meningkat. Untuk mencegahnya, jumlah karbon dioksida serta gas-gas
rumah-kaca lainnya harus dikurangi. Pada kesempatan COP3, sebuah konperensi besar mengenai
pencegahan pemanasan global yang diselenggarakan di kota Kyoto, Jepang pada tahun 1997, banyak
negara berjanji akan mengurangi jumlah gas-gas rumah-kaca yang diproduksinya.

Salah satu jalan untuk menanggulangi pemanasan global adalah menggunakan bentuk-bentuk energi
yang ‘bersih’ yang tidak mengeluarkan gas buangan. Energi sinar surya, angin dan geothermal (panas
bumi) adalah beberapa di antara jenis energi bersih yang tersedia. Jepang aktif mengembangkan dan
menerapkan energi bersih sebagai bagian dari usaha-usahanya untuk mengatasi masalah pemanasan
global dan mengurangi pencemaran. Jepang berusaha membantu negara-negara di berbagai penjuru
dunia dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan dengan, misalnya, memberikan mereka teknologi
daur-ulang, teknologi untuk mengurangi emisi gas-gas rumah-kaca, dan berbagai teknologi lingkungan
lainnya.

PEMBANGUNAN EKONOMI NEGARA JEPANG

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk
suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang (Sadono Sukirno : 1985). Pendapatan per kapita
merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi disuatu negara, karena setiap
kenaikannya akan mencerminkan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Indikator ini menggambarkan total pendapatan nasional yang dibagi dengan jumlah penduduk di suatu
negara. Keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara tidak hanya dilihat dari pendapatan per
kapitanya saja, terdapat beberapa indikator yang diantaranya indeks pembangunan manusia, serta
sejauh mana suatu negara dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negaranya.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran
perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara
seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju,
negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan
ekonomi terhadap kualitas hidup. Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India
Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale
University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu indeks ini dipakai oleh
Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya. IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah
negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia:

Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran

Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga)
dan kombinasi pendidikan dasar , menengah , atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).

standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita
dalam paritasi daya beli.

Berikut adalah Daftar negara menurut Indeks Pembangunan Manusia yang termasuk dalam Laporan
Pembangunan Manusia Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Laporan terakhir
dipublikasikan pada 14 Maret 2013 dan berisi data dari tahun 2012.

Negara-negara terbagi dalam empat kategori berdasarkan IPM-nya : sangat tinggi (kategori baru yang
ditambahkan pada laporan untuk tahun 2007), tinggi, menengah dan rendah. Indeks ini dirilis pada
tanggal 14 Maret 2013 dan mencakupi data tahun 2012. Jepang termasuk ke dalam Negara dengan
kategori IPM yang sangat tinggi yaitu diatas 0,950 dan dalam kelompok negara maju. Menurut data,
Jepang menduduki peringkat ke-10 sebagai negara yang IPMnya tinggi, serta peringkat ke-2 sebagai
negara yang tingkat perubahan IPMnya tinggi.

Menurut laporan terakhir, pada tahun 2007 kenaikan IPM Jepang sebesar 0,960 yang merupakan indeks
tertinggi ke-10 di dunia dan ke-3 di asia. Untuk indeks kualitas hidup, Jepang menempati peringkat ke-17
di dunia. Pengetahuan dan keterampilan generasi Jepang berada di peringkat ke-6 terbaik di dunia.
Tingkat harapan hidup di Jepang pada tahun 2006 adalah 81,25 tahun. Negara dengan daya beli yang
tinggi menggambarkan negara yang kaya. Daya beli ini diukur berdasarkan kekuatan ekonomi dari daya
beli dalam mata uang dollar AS. Data dikumpulkan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan outlook
ekonomi dunia pada 31 Juli 2014. Jepang memiliki daya beli mencapai 4,8 triliun dolar AS, menempati
posisi ketiga ekonomi terkaya dunia dibawah Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pendapatan Perkapita

Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per
kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk
negara tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan per kapita sering
digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara. Semakin besar
pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut. Berikut adalah daftar negara di dunia
diurutkan berdasarkan GDP/ produk domestik bruto (PDB) pada nilai nominal per kapita, nilai seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan di suatu negara dalam satu tahun, dikonversikan ke Dolar AS pada nilai
tukar pasar, dibagi dengan rata-rata jumlah penduduk dalam tahun tersebut.

GDP atau Produk domestic bruto adalah nilai barang dan jasa akhir yang dihsilkan oleh berbagai unit
produksi di suatu negara dalam jangka waktu setahun. IMF atau dana moneter internasional melaporkan
pada data perkiraan tahun 2007 Jepang sebesar 34.296 dollar AS peringkat ke-22 dunia, data tahun 2007
dari Bank Dunia 34.254 dollar AS peringkat ke-20 dunia, data dari Central Intelligence Agency 2008
34.402 dollar AS peringkat ke-25 dunia. Berdasarkn laporan IMF, GDP per kapita Jepang mencapai 37.100
dollar AS pada tahun 2014, membuat Jepang berada pada posisi 36 dalam hal GDP.