Anda di halaman 1dari 4

Nama : Irma Kurnia Fitri

NIM : 16036041

Tugas 8 : Elektroananlisis

1. Hubungan kuat arus dengan potensial listrik ?

Hambatan Listrik

Hambatan listrik bersifat melawan arus listrik. Hambatan listrik mempengaruhi besarnya arus
listrik yang mengalir pada suatu penghantar listrik dimana semakin besar hambatan listrik,
semakin kecil kuat arusnya, dan sebaliknya. Suatu kawat penghantar memiliki hambatan listrik R
yang sering disebut juga resistensi. Hambatan listrik suatu kawat penghantar berbanding lurus
dengan panjang kawat dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat penghantar
tersebut.

Hubungan Kuat Arus, Beda Potensial Dan Hambatan Listrik


Dalam arus listrik terdapat suatu hambatan listrik yang menentukan besar kecilnya arus listrik.
Semakin besar hambatan listrik, maka semakin kecil kuat arusnya, dan juga sebaliknya. George
Simon Ohm (1787-1854), melalui percobaannya menyimpulkan bahwa arus I pada seutas kawat
penghantar sebanding dengan beda potensial V yang diberikan ke ujung-ujung kawat penghantar
tersebut: I ~ V. Misalkan, apabila kita menghubungkan seutas kawat penghantar ke kutub-kutub
baterai 3 Volt, maka aliran arus akan menjadi dua kali lipat jika dihubungkan ke baterai 6 Volt.

Hukum Ohm
Besarnya arus yang mengalir pada seutas kawat penghantar tidak hanya bergantung pada
tegangan, namun juga pada hambatan yang dimiliki oleh kawat terhadap aliran elektron. Kuat
arus listrik berbanding terbalik dengan hambatan: I ~ 1/R. hal tersebut berarti semakin besar
hambatan suatu penghantar maka kuat arus yang mengalir semakin kecil, begitu juga sebaliknya
semakin kecil hambatan suatu rangkaian maka kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut
semakin besar. Misalkan, jika suatu rangkaian dipasang hambatan 6 ohm (Ω), maka aliran arus
akan menjadi dua kali lipat apabila dipasang hambatan yang besarnya 6 ohm (Ω).

Aliran elektron pada suatu kawat penghantar diperlambat karena adanya interaksi dengan atom-
atom kawat. Semakin besar hambatan tersebut, maka semakin kecil arus untuk suatu tegangan V.
Dengan demikian, arus I yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial antara ujung-
ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya. Pernyataan tersebut dikenal
dengan Hukum Ohm, dan dinyatakan dengan persamaan:
Dengan R adalah hambatan pada sebuah kawat atau suatu alat lainnya, V ialah beda potensial
antara kedua ujung penghantar, dan I ialah arus yang mengalir. Hubungan ini sering dituliskan
seperti:

V=I.R

Dalam satuan internasional (SI), hambatan dinyatakan dalam satuan volt per ampere (V/A) atau
ohm (Ω). Grafik hubungan antara arus I dan beda potensial V, serta kuat arus I dan hambatan
listrik R, ditunjukkan seperti pada gambar berikut.

Implikasi Hukum Ohm Dalam Diri


Apa implikasi dan makna yang Anda peroleh dari hukum ohm tersebut? Tidak hanya pada
rangkaian listrik saja terjadi hukum ohm, di dalam diri kita juga akan berlaku hukum ohm.
Misalkan untuk menghasilkan sesuatu yang besar dalam belajar (sukses) maka anda harus
menggurangi hambatan-hambatan yang ada di dalam diri. Hambatan yang terbesar yang ada
dalam diri kita adalah rasa malas (zona nyaman). Rasa malas ini kalau dikaitkan dengan teori
fisika yaitu Hukum Pertama Newton (Hukum Kelembaman).

2. Diket : V = 25 mv/s
A =2,6 mm2
C = 0,4 mM
iP =2,2 µA = 2,2 x 10-3 mA
Ditanya : D ? iP jika C = 1,2 mM?
Jawab :
iP = (2,69 x 105) n3/2 ACD ½ V ½
2,2 x 10-3 = (2,69 x 105) 23/2 (2,6 mm2)(0,4 mM )D ½ 251/2
2,2 x 10-3 =(2,69 x 105) 2,82 (2,6 mm2)(0,4 mM )D ½ 251/2
2,2 x 10-3 =(2,69 x 105) (14,66) D1/2
2,2 x 10-3 =3.944.616 D1/2

2,2 x 10−3
D1/2 = 3.944.616 = 5,57 x 10-10

Jika C 1,2 mM maka

iP = (2,69 x 105) n3/2 ACD ½ V ½


= (2,69 x 105) 23/2 (2,6 mm2)(1,2 mM ) (5,57 x 10-10) 251/2
=(2,69 x 105) 2,82 (2,6 mm2)(1,2 mM ) (5,57 x 10-10) 251/2
=(2,69 x 105) (8,79) (5,57 x 10-10)
=131,82 x 10 -5 mA

=0,00656 mA

3. Diket : iP = 12,5 µA = 12,5 x 10-3 mA


C = 1,5 mM
A =1,2 mm
V = 50 mV/s

Ditanya : Jika iP = 20 µA
V =250 mv/s

Jawab :

iP = (2,69 x 105) n3/2 ACD ½ V ½


12,5 x 10-3 mA = (2,69 x 105) 23/2 (1,2 mm2)(1,5 mM) D1/2 V1/2
12,5 x 10-3 mA =(2,69 x 105) 2,82 (1,2 mm2)(1,5 mM ) D1/2 501/2
12,5 x 10-3 mA =(2,69 x 105) 35,89 D1/2
12,5 x 10-3 mA = 96,55 x 105 D1/2
12,5 𝑥10−3
D1/2 = 96,55 𝑥 105
D1/2 = 0,12 x 10-8 mm/s

Jika iP = 20 µA= 2 x 10-2 mA dan V =250 mv/s maka

iP = (2,69 x 105) n3/2 ACD ½ V ½


= (2,69 x 105) 23/2 (1,2 mm2)(1,5 mM) D1/2 V1/2
2 x 10-2 mA =(2,69 x 105) 2,82 (1,2 mm2)(1,5 mM ) D1/2 2501/2
2 x 10-2 mA =(2,69 x 105) 80,2 D1/2
2 x 10-2 mA = 215,7 x 105 D1/2
2 𝑥10−2
D1/2 = 215,7 𝑥 105
D1/2 = 9,2 x 10-7 mm/s