Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional

yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok

resiko tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal

melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin

keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan

klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi

pelayanan kebidanan (Achmadi, 2013)


Sasaran pelayanan kebidanan komunitas adalah individu, keluarga

dan kelompok masyarakat (komuniti). Individu yang dilayani adalah

bagian dari keluarga atau komunitas. Pelayanan ini mencakup upaya

pencegahan penyakit, pemeliharaan dan peningkatan, penyembuhan serta

pemulihan kesehatan. Menurut UU No.23 tahun 1992 yang dimaksud

dengan keluarga adalah suami isteri, anak dan anggota keluarga lainnya

kelompok dimasyarakat adalah kelompok bayi, balita, remaja, ibu hamil,

ibu nifas, ibu meneteki (Achmadi, 2013)


Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup

bersama dengan keterikatan aturan, emosional dan individu mempunyai

peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Keluarga

adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan

anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. Sasaran utama

kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada didalam

keluarga dan masyarakat. Bidan memandang pasiennya sebagai makhluk

1
sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi

ekonomi, politik, sosial budaya dan lingkungan sekitarnya (Fitri, 2012)


Unsur-unsur yang tercakup dalam kebidanan komunitas adalah

bidan, pelayanan kebidanan, lingkungan, pengetahuan serta teknologi.

Untuk mewujudkan kesehatan masyarakat secara optimal diperlukan peran

serta masyarakat dan sumber daya masyarakat sebagai modal dasar dalam

pembangunan nasioal, termasuk keluarga sebagai unit terkecil dari

masyarakat. (Fitri, 2012)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa diharapkan mampu untuk melaksanakan asuhan

kebidanan komunitas dengan menggunakan basic data yang sudah

diperoleh mahasiswa pada kegiatan sebelmnya dan basic data yang ada

di masing-masing pustu / polindes, dengan focus pada pembentukan

penyuluhan hipertensi yaitu tentang penyebab, pencegahan dan

pengobatan. Disamping itu mahasiswa juga diharapkan mampu

melibatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan pada

lansia, mengevaluasi pelayanan kebidanan komunitas, kerjasama TIM,

dan manajemen kesehatan dalam pelayanan kebidanan komunitas.

2. Tujuan Khusus
Pada akhir praktik kebidanan dikomunitas, diharapkan praktikan

dapat :
a. Melaksanakan praktek kebidanan komunitas yang berfokus pada

Lansia dapat melibatkan peran serta masyarakat dan keluarga dalam :

2
1) Menganalisa data kesehatan yang didapatkan dari kegiatan

komunitas yang lalu dan data-data yang sudah ada ditiap-tiap pustu

atau polindes
2) Merumuskan diagnosa / masalah kesehatan
3) Menyusun perencanaan kegiatan
4) Melakukan implementasi dari perencanaan
5) Melakukan evaluasi terhadap implementasi yang telah dilakukan
b. Mengelola asuhan kebidanan pada keluarga dikomunitas
1) Mengelola asuhan kebidanan pada ibu sepanjang daur kehidupan

baik secara mandiri, kolaborasi dan rujukan dengan pendekatan

manajemen kebidanan dikomunitas.


2) Mengelola asuhan kebidanan tentang Lansia dengan pendekatan

manajemen kebidanan dikomunitas.


3) Mengelola asuhan kebidanan pada masalah kesehatan reproduksi

secara mandiri, kolaborasi dan rujukan dengan pendekatan

manajemen kebidanan dikomunitas.

C. Manfaat
1. Bagi Institusi
Dengan adanya kegiatan Daerah Binaan ini, diharapkan keberadaan

Prodi Sarjana Terapan Kebidanan STIKes Fort De Kock tampak nyata

dalam masyarakat khususnya dalam penerapan asuhan kebidanan.


Selain itu, juga diharapkan hasil temuan dilokasi kegiatan Daerah

Binaan dan program-program yang telah dijalankan dalam masa tugas

Daerah Binaan dapat menjadi masukan bagi Institusi untuk

merencanakan kegiatan Daerah Binaan mahasiswa dimasa yang akan

datang.
2. Bagi Puskesmas
a. Membantu puskesmas dalam menjalankan program-program

kesehatan di wilayah kerjanya.

3
b. Sebagai masukan bagi Puskesmas untuk prioritas program kerja

wilayahnya.
c. Membantu Puskesmas untuk membuat program baru dalam

pemecahan masalah kesehatan di wilayah kerjanya.


3. Bagi Kelurahan Pulai Anak Air
Dengan adanya kegiatan Daerah Binaan ini, diharapkan hasil

temuan dilokasi Kelurahan Pulai Anak Air dapat menjadi masukan

bagi pemerintah untuk merencanakan program kesehatan dimasa yang

akan datang

4. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dibangku

kuliah secara nyata, diwilayah lokasi kegiatan Daerah Binaan.


b. Mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga terutama

dalam penyelenggaraan tahap-tahap manajemen selama kegiatan

Daerah Binaan, serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan

dalam menanggulangi masalah kesehatan yang ada dimasyarakat.


c. Dapat bekerjasama dengan berbagai bidang profesi, baik sesama

mahasiswa maupun dengan instansi terkait, baik lintas program

maupun lintas sektoral dalam rangka menanggulangi masalah

kesehatan ditingkat jorong, kecamatan atau nagari.


5. Bagi Keluarga KK Binaan
a. Dapat meningkatkan Pengetahuan Tentang Hipertensi pada Lansia,

Mengetahui tentang Penyebabnya dan Cara Pencegahannya.


b. Dapat meminimalisir permasalahan kesehatan yang ditemukan

dalam keluarga.
c. Mengubah pola pikir masyarakat tentang betapa pentingnya

kesehatan dalam keluarga khususnya pada perempuan.

4
5