Anda di halaman 1dari 5

Critical Review Proposal Tentang Factor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhi

Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Umum Daerah Raden


Mattaher Provinsi Jambi

1. Latar Belakang Masalah

Pada latar belakang masalah proposal tentang Factor-Faktor Risiko Yang


Mempengaruhi Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II khususnya di RSUD Raden Mattaher
Jambi, secara garis besar penulis memaparkan tentang alasan serta data yang
melatarbelakangi penulis sehingga tertarik untuk mengangkat masalah tersebut menjadi
topic yang hendak diteliti, mengingat sekarang ini telah terjadi perubahan akibat
pengaruh globalilasasi yang mengakibatkan timbulnya transisi epidemiologi, dimana
terjadinya pergeseran pola penyakit menular yang diganti dengan penyakit tidak
menular yang salah satunya ialah diabetes mellitus (DM).

Berdasarkan data dari WHO, seperti yang dipaparkan penulis pada paragraph
kedua pada latar belakang masalah, menyebutkan bahwa IDF (International Diabetes
Federation) mengestimasikan bahwa terdapat 382 juta orang yang hidup dengan
diabetes di dunia pada tahun 2013 2. Pada tahun 2035, diperkirakan jumlah penderita
akan meningkat menjadi 592 juta orang, sehingga pada tahun 2013, salah satu beban
pengeluaran kesehatan terbesar di dunia adalah diabetes yaitu sekitar 612 miliar dolar
atau sekitar 11% dari total pembelanjaan kesehatan dunia 2. Pada tahun 2015, terdapat
415 juta jiwa yang hidup dengan diabetes di dunia dengan persentase 8,5%, artinya 1
diantara 11 orang dewasa menyandang diabetes 2. Adapun estimasi dari IDF pada tahun
2040 diperkirakan jumlah penderita diabetes akan meningkat menjadi 642 juta jiwa 2.
Jadi tidak mengherankan jika diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu dari
4 prioritas penyakit menular mengingat angka prevalensinya yang tinggi dan cenderung
meningkat setiap tahunnya baik di tingkat local, nasional, regional maupun global.
Berdasarkan data dari WHO, pada tahun 2012 gula darah tinggi bertanggung jawab atas
3,7 juta kematian di dunia, dimana 1,5 juta kematian diantaranya disebabkan oleh
diabetes 2. Oleh karena itu, diabetes mellitus (DM) dalam buku yang berjudul Kencing
Manis (Diabetes Melitus) oleh Lukman Waris Marewa (2015) disebut sebagai the great

1
imitator, karena DM dapat mengenai semua organ tubuh serta menimbulkan berbagai
macam keluhan pada penderita 1. Penyakit yang ditimbulkan antara lain ialah gangguan
penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit
sembuh dan membusuk/gangrene, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke,
bahkan tak jarang penderita DM yang sudah parah mengalami amputasi anggota tubuh
karena terjadi pembusukan 1.
Di Indonesia sendiri, diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian
tertinggi ketiga, dengan persentase kematian akibat diabetes tertinggi kedua setelah
Srilanka di wilayah Asia Tenggara 2. Tak hanya itu, prevalensi orang dengan diabetes di
Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu dari 5,7% pada tahun 2007,
menjadi 6,9% pada tahun 2013 2. Pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke
tujuh dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia, dimana 2 dari 3 orang
penderita tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes, dan berpotensi untuk mengakses
layanan kesehatan dalam kondisi terlambat (sudah mengalami komplikasi) 2. Oleh
karena itu, di Indonesia DM juga disebut sebagai The silent killer, karena penyakit ini
sering tidak disadari oleh penderita, sehingga banyak yang mengakses layanan
kesehatan dalam kondisi terlambat 5.

Karena permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga muncul pertanyaan-


pertanyaan dibenak penulis tentang mengapa orang bisa terkena diabetes, apa alasan
sehingga orang cenderung tidak sadar bahwa dirinya mengidap diabetes dan lain
sebagainya. Hal itu menarik perhatian penulis untuk menjadikan masalah tentang
diabetes mellitus (DM) sebagai topic penelitian yang hendak penulis teliti, khususnya
tentang factor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian diabetes mellitus tipe II
dengan studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi,
mengingat hampir 90% kejadian diabetes mellitus disebabkan oleh DM tipe II.

Secara keseluruhan, penulis cukup baik dalam memaparkan latar belakang


masalah, hal itu terlihat dari cara penulis menyajikan data dan fakta yang dikemas
secara runtun, seperti data dan fakta tentang diabetes mellitus secara global, data dan
fakta diabetes mellitus di Asia Tenggara, Indonesia dan yang terakhir di wilayah
Provinsi Jambi yang menjadi focus utama dari penulis, khususnya di Rumah Sakit
Umum Daerah Raden Mattaher Jambi.

2
2. Tinjauan Pustaka
Pada bab bagian kepustakaan, penulis membagi menjadi 3 sub bab, yaitu tentang
definisi dari diabetes mellitus, klasifikasi diabetes mellitus dan factor risiko terjadinya
diabetes mellitus. Penulis mendefinisikan diabetes mellitus sebagai penyakit yang
ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan
bervariasi, terutama setelah makan akibat adanya kelainan metabolisme yang
disebabkan kurangnya hormone insulin 4. Apabila kondisi ini tidak diobati, maka bisa
menyebabkan komplikasi berat tentunya, seperti kerusakan sistem saraf, mata, ginjal
dan anggota gerak. Dalam kasus yang parah, kekurangan insulin menyebabkan
terjadinya penurunan kemampuan untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energy,
sehingga dapat menyebabkan ketergantungan terhadap lemak sebagai satu-satunya
sumber energy 4. Disini penulis hanya memuat satu pendapat saja tentang pengertian
dari diabetes mellitus.

Pada klasifikasi diabetes mellitus, penulis hanya membagi diabetes mellitus


menjadi DM tipe I dan DM tipe II. Pada bagian klasifikasi ini, penulis menjelaskan
tentang perbedaan dari DM tipe I dan DM tipe II serta gejala-gejala yang ditimbulkan
dari masing-masing tipe dari diabetes mellitus. Menurut versi lain, ada juga yang
membagi diabetes mellitus menjadi 4 jenis, seperti yang dilakukan oleh American
Diabetes Association (ADA), 2005, yaitu diabetes mellitus tipe I, diabetes mellitus tipe
II, diabetes mellitus tipe lain dan diabetes mellitus gestasional 3. Namun, tidak sedikit
juga peneliti lain yang hanya membagi klasifikasi diabetes mellitus menjadi diabetes
mellitus tipe I dan diabetes mellitus tipe II seperti yang penulis lakukan. Karena
memang klasifikasi diabetes mellitus yang umum diketahui ialah DM tipe I dan DM
tipe II.

Untuk factor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe II, penulis membaginya
menjadi factor risiko yang yang tidak dapat dimodifikasi dan factor resiko yang dapat
dimodifikasi. maksud factor resiko yang tidak dapat dimodifikasi disini ialah factor
risiko yang tidak bisa dihindari yaitu umur, jenis kelamin serta factor genetic.
Sedangkan factor resiko yang bisa dimodifikasi lebih berkaitan dengan gaya hidup,
yang tentunya bisa dirubah atau dikontrol yaitu aktivitas fisik yang kurang, tingkat
stress dan kenaikan berat badan. Oleh karena itu, diabetes mellitus tipe II ini juga

3
disebut sebagai diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup karena hampir sebagian
besarnya disebabkan oleh gaya hidup yang salah. Tujuan penulis membagi factor risiko
disini menjadi yang tidak dapat dimodifikasi dan factor risiko yang bisa dimodifikasi
ialah agar pembaca bisa lebih memahami tentang factor risiko ini.

Pada bagian bab tinjauan kepustakaan ini, penulis cukup baik dalam menyajikan
data-data dan fakta dengan memberikan sumber-sumber secara jelas sehingga bisa
meyakinkan pembaca. Selain itu, dalam bab ini, penulis juga telah memaparkan
penjelasan dengan cukup baik, karena pembahasan telah dibagi menjadi sub-sub yang
lebih kecil sehingga lebih memudahkan para pembaca untuk memahami isi tulisan.

4
DAFTAR PUSTAKA

1. Marewa, Lukman Haris. Kencing Manis (Diabetes Melitus) di Sulawesi Selatan.


Jakarta : Pustaka Obor Indonesia ; 2015.
2. WHO. Diabetes Fact and Numbers Indonesian. 2016
3. Kardika Ida dkk. Preanalitik dan Interpretasi Glukosa Darah Untuk Diagnosis
Diabetes Melitus. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
4. Kosasi Mutia S. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes
Melitus Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
Tahun 2016. 1 Januari 2017 : (1) 8. 92-97.
5. Melly Ana S. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Pada Masyarakat
Urban Kota Semarang [Skripsi]. Semarang : Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Semarang ; 2016