Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Perkembangan perekonomian Indonesia tidak luput dari peran penting UMKM. Kontribusi yang
diberikan UMKM bagi bangsa seiring masalah pengangnguran yang marak terjadi, UMKM hadir
untuk menyerap banyak tenaga kerja. UMKM terbukti menjadi usaha yang terjangkau bagi
masyarakat Indonesia. Dalam standar akuntuntansi keuangan entitas mikro kecil dan menengah
(SAK EMKM) menyatakan bahwa kontribusi besar Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dapat
mendorong dan meningkatkan pertumbumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan.

Seiring berkembangnya usaha UMKM terdapat kendala yang dialami. Salah satu kendala yang
dialami UMKM yaitu penyusunan laporan keuangan yang tepat untuk UMKM. Penyusunan
laporan keuangan penting dilakukan oleh UMKM apabila ingin mengembangkan usahanya,
karena dengan adanya pencacatan dan pembukuan akan mempermudah UMKM untuk
memenuhi persyaratan dalam mengajukan kredit berupa laporan keuangan, mengevaluasi
kinerja, mengetahui keadaan usahanya, mengetahui posisi keuangan, menghitung pajak dan
manfaat lainnya. Terkait itu. usaha pemerintah dalam memajukan UMKM dapat dilihat dengan
aturan yang dikeluarkan berupa SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik) yang efektif
dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2011 untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan
keuangan UMKM. Namun realitasnya, banyak UMKM yang masih kesulitan dalam membuat
laporan keuangan. Maka, dari itu DSAK IAI telah menyusun SAK entitas Mikro, Kecil, dan
Menengah (SAK EMKM) untuk memenuhi kebutuhan UMKM dalam memenuhi kebutuhan
pelaporan keuangannya.

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana penerapan SAK ETAP?


2. Bagaimana penerapan SAK EMKM?
3. Bagaimana perbedaan SAK ETAP dan SAK EMKM?

Tujuan

1. Untuk mengetahui penerapan SAK ETAP


2. Untuk mengetahui penerapan SAK EMKM
3. Untuk mengetahui perbedaan SAK ETAP dan SAK EMKM
BAB II

PEMBAHASAN

1. SAK ETAP
1.1 Pengertian SAK ETAP

SAK ETAP: Standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik.
Digunakan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik. ETAP adalah entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan
umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna
eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur,
dan lembaga pemeringkat kredit.

Akuntanbilitas public signifikan

Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika: Entitas telah mengajukan


pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada
otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau
Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar
masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang adan atau pedagang efek, dana
pensiun, reksa dana dan bank investasi.

Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika
diizinkan oleh otoritas berwenang, contoh : BPR (Bank Pengkreditan Rakyat).

1.2 Laporan Keuangan untuk tujuan umum

Laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian

besar pengguna laporan keuangan, misalnya:

− pemegang saham,

− kreditor,

− pekerja, dan

− masyarakat dalam arti luas

Laporan keuangan yang dipersiapkan sesuai dengan SAK ETAP untuk menyediakan
informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan arus kas entitas yang berguna untuk
pengguna luas yang tidak dalam posisi meminta laporan untuk memenuhi kebutuhan
informasi tertentu, misalnya diberikan kepada:

− Bank
− Pemilik

− Penyandang dana

1.3 Konsep dan prinsip pervasif

1.3.1 Tujuan Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan,
materialitas, keandalan, substansi mengungguli bentuk, pertimbangan sehat, kelengkapan,
dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat

 Kinerja keuangan: pendapatan dan beban


 Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas,
 Pengakuan dan pengukuran unsur-unsur laporan keuangan
 Dasar akrual
 Saling hapus tidak diperkenankan

1.3.2 Prinsip Pervasif

Dalam hal tidak ada pengaturan tertentu dalam SAK ETAP untuk transaksi atau peristiwa
maka entitas harus menetapkan suatu kebijakan akuntansi yang menghasilkan informasi
yang relevan dan andal bagi pemakai.

Dalam menetapkan kebijakan akuntansi entitas dapat menggunakan rujukan persyaratan


dan panduan dalam SAK ETAP yang terkait dengan isu serupa dan harus sesuai dengan
definisi, kriteria pengakuan dan pengukuran pervasif dalam Konsep dan Prinsip Pervasif.

1.4 Prinsip Pengakuan

Aset diakui jika manfaat ekonomi dikemudian hari besar kemungkinan akan mengalir
kepada entitas dan nilainya dapat diukur secara andal. Kewajiban diakui jika besar
kemungkinan entitas harus mentransfer sumber daya dikemudian hari

akibat peristiwa masa lalu dan nilainya dapat diukurdengan andal. Pengakuan
penghasilan dan beban sebagai akibat langsung pengakuan aset dan kewajban.
Pengukuran unsur-unsur laporan keuangan yaitu biaya historis dan nilai wajar.

1.5 Penyajian Laporan Keuangan

 Penyajian wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas.


 Laporan keuangan dalam SAK ETAP terdiri atas neraca, laporan laba Rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan
 Entitas yang menggunakan SAK ETAP harus secara eksplisit menyatakan secara
penuh atas kepatuhan terhadap SAK ETAP dalam catatan laporan keuangan.
 Entitas harus menilai kelangsungan usaha pada saat menyusun laporan keuangan
 Entitas menyajikan laporan keuangan minimal satu kali dalam setahun.
 Informasi komparatif dengan periode sebelumnya dengan keunggulan yang sama
 Pos-pos yang material disajikan terpisah
 Penyajian laporan keuangan menggunakan dasar akrual kecuali laporan arus kas
 Laporan laba rugi dan saldo laba (digabung) dapat disajikan sebagai pengganti
laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas, jika perubahan ekuitas hanya
muncul karena:
• Laba atau rugi
• Pembayaran dividen
• Koreksi kesalahan periode lalu
• Perubahan kebijakan akuntansi
 Identifikasi secara jelas setiap komponen laporan keuangan.
 Informasi berikut, jika perlu, pada setiap halaman:
• Nama entitas pelapor dan perubahan dalam nama tersebut sejak laporan
periode terakhir
• tanggal atau periode yang dicakup olehlaporan keuangan, mana yang lebih
tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;
• mata uang pelaporan, seperti didefinisikandalamBab25 Mata Uang
Pelaporan;
• pembulatan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.
 Catatan laporan keuangan:
• domisili , bentuk hukum dan alamat kantor yang terdaftar
• Penjelasan sifat operasi dan aktivitas utama

Perubahan periode laporan keuangan sehingga periode laporan berbeda, maka dalam
SAK ETAP mengungkapkan:

 Fakta tersebut
 Alasan penggunaan periode yang lebih pendek atau lebih panjang
 Fakta bahwa jumlah informasi komparatif dalam laporan keuangan yang terkait
tidak dapat diperbandingkan.

1.6 Penyajian Konsisten

Penyajian dan klasifikasi pos-pos harus konsisten, kecuali:


 Terjadi perubahan signifikan operasi entitas atau perubahan tersebut
menghasilkan penyajian yang lebih andal dan relevan.
 SAK ETAP mensyaratkan perubahan penyajian
 Reklasifikasi harus dilakukan retrospektif, kecuali tidak praktis dapat secara
prospektif.
 Jika prospektif: diungkapkan sifat reklasifikasi dan jumlah pos yang
direklasifikasi serta alasannya.

1.7 Informasi disajikan di Neraca atau CALK

 kelompok aset tetap;


 jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yang memiliki hubungan
istimewa, pelunasan dipercepat dan jumlah lainnya;
 Rincian persediaan
 Kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya
 Rincian kelompok ekuitas seperti modal dasar, modal disetor, tambahan modal
disetor, agio saldo laba dan pendapatan – beban yang diakui langsung ke ekuitas

Jika berbentuk PT: rincian setiap kelompok modal saham dan penjelasan cadangan
ekuitas. Jika bukan berbentuk PT: diungkapkan rincian informasi modal yang setara
dengan PT.

1.8 Laporan Laba Rugi

Menyajikan laporan laba rugi suatu periode tertentu yang menunjukan kinerja keuangan
selama periode tersebut.

Pos minimal:

 pendapatan,
 beban keuangan,
 bagian laba atau rugi investasi dengan metode
 ekuitas, dan laba rugi neto.

Analisis beban dapat disajikan berdasarkan fungsi atau berdasarkan sifat beban. Pos luar
biasa tidak diperkenankan

1.9 Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menyajikan:

 Laba rugi tahun berjalan


 Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas
 Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan.
 Rekonsiliasi jumlah tercatat awal dan akhir periode dari komponen ekuitas.

Laporan laba rugi dan saldo laba (gabungan) dapat disajikan sebagai pengganti laporan

perubahan ekuitas jika memenuhi syarat SAK ETAP.


1.10 Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menyajikan:

 Menyajikan Informasi arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan.
 Aktivitas operasi hanya dapat disajikan secara tidak langsung.
 Bunga dan dividen harus diungkap secara terpisah secara konsisten sebagai
aktivitas operasi, investasi atau pendanaan.
 Pajak penghasilan diungkapkan terpisah sebagai aktivitas operasi kecuali dapat
secara spesifik diidentifikasi sebagai aktivitas investasi atau pendanaan.
 Transaksi non kas tidak dapat disajikan dalam laporan arus kas.

1.11 Catatan Atas Laporan Keuangan

 Mengungkapkan informasi tambahan yang disajikan dalam laporan keuangan,


yang berisi
 Informasi narasi atau rincian jumlah atau informasi yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan.
 Mengungkapkan dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang
digunakan termasuk dasar pengukuran.
 Mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK ETAP
 Memberikan informasi tambahan yang relevan, namun tidak disyaratkan SAK
ETAP.
 Informasi tentang sumber utama ketidakpastian estimasi.
 Urutan penyajian catatan atas laporan keuangan:
• pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK
ETAP (lihat paragraph 3.3)
• Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan (lihat paragraf
8.5)
• Informasi yang mendukung pos-pos laporan keuangan, sesuai dengan
urutan penyajian setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian
pos-pos tersebut.
 pengungkapan lain.
 dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
 kebijakan akuntansi lain yang digunakan yang relevan untuk memahami laporan
keuangan.
1.12 Kebijakan Akuntansi

a Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, aturan dan praktik tertentu
yang diterapkan oleh suatu entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan
keuangannya.

b Jika SAK ETAP secara spesifik mengatur transaksi, kejadian atau keadaan
lainnya, maka entitas harus menerapkan SAK ETAP.

c Jika dampak tidak material maka entitas tidak perlu mengikuti persyaratan dalam
SAK ETAP.

d Entitas harus memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi secara konsisten


untuk transaksi atau kejadian dan kondisi lain yang serupa.

1.13 Perubahan Kebijakan Akuntansi

Perubahan kebijakan akuntansi hanya jika:

• disyaratkan sesuai SAK ETAP

• menghasilkan informasi yang lebih andal dan relevan

Perubahan Estimasi Akuntansi

• Perubahan estimasi akuntansi adalah penyesuaian jumlah tercatat aset atau


kewajiban, atau jumlah konsumsi periodik suatu aset, yang berasal dari pengujian
status sekarang dari, dan ekspektasi manfaat ekonomi dan kewajiban masa
mendatang.

• Perubahan estimasi akuntansi yang berasal dari informasi baru atau


pengembangan baru dan, oleh karena itu, bukan koreksi kesalahan.

• Penerapan secara prospektif.


2. SAK EMKM
2.1 Pengertian SAK EMKM

ED SAK EMKM dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas mikro, kecil, dan menengah.
Entitas mikro, kecil, dan menengah adalah entitas tanpa akuntabilitas publik yang
signifikan, sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro,
kecil, dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia, setidaktidaknya selama dua tahun berturut-turut.

ED SAK EMKM dapat digunakan oleh entitas yang tidak memenuhi definisi dan kriteria
dalam paragraf 1.2 (Dalam SAK EMKM), jika otoritas mengizinkan entitas tersebut
untuk menyusun laporan keuanganberdasarkan ED SAK EMKM.

2.2 KONSEP DAN PRINSIP PERVASIF

2.2.1 Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan
kinerja keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta
laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pengguna
tersebut meliputi penyedia sumber daya bagi entitas seperti kreditor maupun investor.
Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

2.2.2 Posisi Keuangan

Informasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai aset, liabilitas, dan
ekuitas entitas pada tanggal tertentu, dan disajikan dalam laporan posisi keuangan.
Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut:

(a) Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa
lalu dan yang dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh
entitas.

(b) Liabilitas adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu,
yangpenyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang
mengandungmanfaat ekonomi.

(c) Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.
2.2.3 Pengakuan Unsur-Unsur Laporan Keuangan

Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan suatu akun dalam
laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi yang memenuhi definisi suatu unsur
sebagaimana diuraikan dalam paragraf 2.2 dan 2.8 (dalam SAK EMKM,), dan memenuhi
kriteria sebagai berikut:

(a) manfaat ekonomi yang terkait dengan pos tersebut dapat dipastikan akan mengalir ke
dalamatau keluar dari entitas; dan

(b) akun tersebut memiliki biaya yang dapat diukur dengan andal.

2.2.4 Manfaat Ekonomi Masa Depan

Kriteria pengakuan mengacu pada saat dapat dipastikan bahwa manfaat ekonomi masa
depan yang terkait dengan akun tersebut akan mengalir ke dalam atau keluar dari entitas.
Pengkajian derajat ketidakpastian yang melekat pada aliran manfaat ekonomi masa depan
dilakukan atas dasar bukti yang terkait dengan kondisi yang tersedia pada akhir periode
pelaporan saat penyusunan laporan keuangan. Penilaian itu dibuat secara individu untuk
akunakun yang signifikan secara individual dan secara kelompok dari suatu populasi
besar untuk akun-akun yang tidak signifikan secara individual.

2.2.5 Pengukuran Unsur Laporan Keuangan

Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui aset, liabilitas,
penghasilan, dan beban di dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran unsur laporan
keuangan dalam ED SAK EMKM adalah biaya historis. Biaya historis suatu aset adalah
sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset tersebut pada
saat perolehan. Biaya historis suatu liabilitas adalah sebesar jumlah kas atau setara kas
yang diterima atau jumlah kas yang diperkirakan akan dibayarkan untuk memenuhi
liabilitas dalam pelaksanaan usaha normal.

2.2.6 Asumsi Dasar

Dasar Akrual

Entitas menyusun laporan keuangan dengan menggunakan dasar akrual. Dalam dasar
akrual, akun-akun diakui sebagai aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, dan beban ketika
memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk masing-masing akun-akun tersebut.

2.2.7 Kelangsungan Usaha

Pada saat menyusun laporan keuangan, manajemen menggunakan ED SAK EMKM


dalam membuat penilaian atas kemampuan entitas untuk melanjutkan usahanya di masa
depan (kelangsungan usaha). Entitas mempunyai kelangsungan usaha, kecuali jika
manajemen bermaksud melikuidasi entitas tersebut atau menghentikan operasi atau tidak
mempunyai alternatif realistis kecuali melakukan hal-hal tersebut. Jika entitas tidak
menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, maka entitas
mengungkapkan fakta mengapa entitas tidak mempunyai kelangsungan usaha.

2.2.8 Pengakuan dan Pengukuran

• Persyaratan untuk pengakuan dan pengukuran aset, liabilitas, penghasilan, dan


beban dalam ED SAK EMKM didasarkan pada konsep dan prinsip pervasif dari
Rerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.

• Dalam hal tidak ada suatu pengaturan tertentu dalam ED SAK EMKM untuk
transaksi atau peristiwa lain, maka entitas mempertimbangkan definisi, kriteria
pengakuan dan konsep pengukuran untuk aset, liabilitas, penghasilan, dan beban.

2.3 Penyajian Laporan Keuangan

Penyajian wajar laporan keuangan mensyaratkan entitas untuk menyajikan informasi


untuk mencapai tujuan:

(a) relevan: informasi dapat digunakan oleh pengguna untuk proses pengambilan
keputusan.

(b) representasi tepat: informasi disajikan secara tepat atau secara apa yang seharusnya
disajikan dan bebas dari kesalahan material dan bias.

(c) keterbandingan: informasi dalam laporan keuangan entitas dapat dibandingkan antar
periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Informasi
dalam laporan keuangan entitas juga dapat dibandingkan antar entitas untuk
mengevaluasi posisi dan kinerja keuangan.

(d) keterpahaman: informasi yang disajikan dapat dengan mudah dipahami oleh
pengguna. Pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai serta kemauan
untuk mempelajari informasi tersebut dengan ketekunan yang wajar.

Penyajian dan klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan antar periode entitas
disusun secara konsisten, kecuali:

- telah terjadi perubahan yang signifikan atas sifat operasi entitas atau jika
perubahan penyajian atau klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan
menghasilkan penyajian yang lebih; atau

- SAK EMKM mensyaratkan perubahan penyajian.


• Jika penyajian atau klasifikasi akun-akun laporan keuangan diubah, maka entitas
mereklasifikasikan jumlah komparatif, kecuali jika reklasifikasi tidak praktis

• Catatan atas Laporan Keuangan, yang berisi tambahan dan rincian akun-akun
tertentu yang relevan.

2.4 Laporan Posisi Keuangan

Informasi yang disajikan laporan posisi keuangan entitas dapat mencakup akun-akun
berikut:

(a) kas dan setara kas;

(b) piutang;

(c) persediaan;

(d) aset tetap;

(e) utang usaha;

(f) utang bank;

(g) ekuitas.

Entitas menyajikan akun dan bagian dari akun dalam laporan posisi keuangan jika
penyajian tersebut relevan untuk memahami posisi keuangan entitas. ED SAK EMKM
tidak menentukan format atau urutan terhadap akun-akun yang disajikan. Meskipun
demikian, entitas dapat menyajikan akun-akun aset berdasarkan urutan likuiditas dan
akun-akun liabilitas berdasarkan urutan jatuh tempo.

2.5 Laporan Laba Rugi

Informasi yang disajikan laporan laba rugi entitas dapat mencakup akun-akun sebagai
berikut:

(a) pendapatan;

(b) beban keuangan;

(c) beban pajak;

Entitas menyajikan akun dan bagian dari akun dalam laporan laba rugi jika penyajian
tersebut relevan untuk memahami kinerja keuangan entitas. Laporan laba rugi
memasukkan semua penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode, kecuali ED
SAK EMKM mensyaratkan lain. ED SAK EMKM mengatur perlakuan atas dampak
koreksi atas kesalahan dan perubahan kebijakan akuntansi yang disajikan sebagai
penyesuaian retrospektif terhadap periode yang lalu dan bukan sebagai bagian dari laba
atau rugi dalam periode terjadinya perubahan.

2.6 Catatan Atas Laporan Keuangan

Informasi yang disajikan catatan atas laporan keuangan memuat:

(a) suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan ED SAK
EMKM;

(b) ikhtisar kebijakan akuntansi;

(c) informasi tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan
material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.

Jenis informasi tambahan dan rincian yang disajikan bergantung pada jenis kegiatan
usaha yang dilakukan oleh entitas. Catatan atas laporan keuangan disajikan secara
sistematis sepanjang hal tersebut praktis. Setiap akun dalam laporan keuangan merujuk-
silang ke informasi terkait dalam catatan atas laporan keuangan.

2.7 Kebijakan Akuntansi

Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, aturan, dan praktik tertentu yang
diterapkan oleh entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya. Jika ED
SAK EMKM secara spesifik mengatur perlakuan akuntansi atas suatu transaksi,
peristiwa, atau keadaan lainnya, maka entitas menerapkan kebijakan akuntansi sesuai
dengan pengaturan yang ada dalam ED SAK EMKM ini.

Jika ED SAK EMKM tidak secara spesifik mengatur perlakuan akuntansi atas suatu
transaksi, peristiwa, atau keadaan lainnya, maka entitas hanya mengacu pada dan
mempertimbangkan definisi, kriteria pengakuan, dan konsep pengukuran untuk aset,
liabilitas, penghasilan, dan beban, serta prinsip pervasive. Entitas tidak
mempertimbangkan pengaturan lain di luar pengaturan dalam ED SAK EMKM untuk
transaksi, peristiwa, atau keadaan lain tersebut.

2.7.1 Perubahan Kebijakan Akuntansi

Entitas mengubah kebijakan akuntansinya hanya jika perubahan tersebut:

(a) disyaratkan berubah sesuai dengan ED SAK EMKM; atau

(b) akan menghasilkan laporan keuangan yang menyediakan informasi yang andal dan
lebih relevan mengenai pengaruh transaksi, peristiwa, dan kondisi lain terhadap posisi
keuangan atau kinerja keuangan. Hal-hal berikut ini bukan merupakan perubahan
kebijakan akuntansi:
(a) penerapan kebijakan akuntansi untuk transaksi, peristiwa, dan kondisi lain yang
berbeda secara substansi dengan transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang terjadi
sebelumnya; dan

(b) penerapan kebijakan akuntansi baru untuk transaksi, peristiwa, dan kondisi lainnya
yang belum terjadi sebelumnya atau tidak material.

2.7.2 Perubahan Estimasi Akuntansi

Perubahan estimasi akuntansi adalah penyesuaian jumlah tercatat aset atau liabilitas yang
berasal dari informasi baru atau tambahan pengalaman dan, oleh karena itu, bukan
koreksi kesalahan. Entitas mengakui pengaruh perubahan estimasi akuntansi secara
prospektif (kecuali perubahan di mana paragraf 7.13 diterapkan) dengan memasukkannya
ke laporan laba rugi pada:

(a) periode terjadinya perubahan, jika hanya berpengaruh terhadap periode tersebut; atau

(b) periode terjadinya perubahan dan periode mendatang, jika berpengaruh terhadap
keduanya.

Jika perubahan estimasi akuntansi mengubah aset dan liabilitas, atau terkait dengan suatu
akun di ekuitas, maka entitas mengakuinya dengan menyesuaikan jumlah tercatat akun
aset, liabilitas, atau ekuitas yang terkait di periode perubahan tersebut.
3. Perbedaan SAK ETAP dan SAK EMKM

SAK ETAP SAK EMKM


Definisi standar akuntansi keuangan ditujukan untuk memenuhi
yang dimaksudkan untuk kebutuhan pelaporan
digunakan oleh entitas tanpa keuangan entitas mikro, kecil,
akuntabilitas publik yang dan menengah.
signifikan namun menerbitkan
laporan keuangan untuk tujuan
umum bagi penggunanya
Laporan keuangan • Nama laporan keuangan  • Laporan Posisi Keuangan
Neraca dan Laporan Laba • Laporan Laba Rugi
Rugi • Catatan atas Laporan
• Laporan Perubahan Ekuitas Keuangan
tidak perlu disajikan
terpisah jika perubahan
ekuitas hanya dari laba dan
dividen
• Laporan arus kas
menggunakan metode tidak
langsung

Kebijakan Akuntansi • Kombinasi bisnis • Jika diatur dalam SAK


• Laporan keuangan EMKM mengikuti SAK
konsolidasian tidak boleh, EMKM
namun menggunakan
metode ekuitas.
• Pajak tangguhan

Konsep dan Prinsip Pervasif Konsep dan prinsip pervasif • Dalam konsep pervasive,
merupakan KDPPLK tidak diperkenankan
(Kerangka Dasar Penyajian menggunakan standar lain
dan Pengukuran LK) untuk
ETAP • Tujuan Pelaporan
Keuangan : menyediakan
Tujuan Laporan Keuangan informasi posisi keuangan
 menyajikan informasi yang dan kinerja keuangan bagi
bermanfaat bagi sebagian sejumlah besar pengguna
besar pengguna untuk (mis kreditor dan investor)
pengambilan keputusan dalam pengambilan
ekonomi keputusan ekonomi –
general purposes,
Karakteristik kualitatif Pertanggungjawaban
informasi dalam laporan manajemen atas sumber
keuangan daya yang dipercayakan
• Dapat dipahami kepadanya.
• Relevan
• Materialitas  jika
mempengaruhi
keputusan
• Keandalan

Kelangsungan Usaha Entitas harus menilai Entitas memiliki kemampuan


kelangsungan usaha pada saat untuk melanjutkan usahanya
menyusun laporan keuangan di masa depan

Dasar Akrual Dasar akrual  kecuali untuk akun-akun diakui sebagai aset,
arus kas liabilitas, ekuitas, penghasilan,
dan beban ketika memenuhi
definisi dan kriteria
pengakuan untuk masing-
masing akun-akun tersebut

Pengakuan dan Pengukuran • Pengakuan • Persyaratan untuk pengakuan


 Kemungkinan manfaat dan pengukuran aset,
ekonomi ekonomi masa liabilitas, penghasilan, dan
depan mengaliir ke beban dalam ED SAK
entitas EMKM didasarkan pada
 Nilai dan biaya yang konsep dan prinsip pervasif
dapat diukur dengan dari Rerangka Dasar
andal Penyusunan dan Penyajian
• Pengukuran unsur-unsur Laporan Keuangan.
laporan keuangan : biaya
historis dan nilai wajar • Dalam hal tidak ada suatu
pengaturan tertentu dalam
ED SAK EMKM untuk
transaksi atau peristiwa lain,
maka entitas
mempertimbangkan definisi,
kriteria pengakuan dan
konsep pengukuran untuk
aset, liabilitas, penghasilan,
dan beban

Posisi Keuangan • Posisi keuangan • Aset  sumber daya yang


– Aset  manfaat dikuasai entitas akibat dari
ekonomi di masa peristiwa masa lalu dan
depan manfaat ekonomi masa
– Kewajiban  depan diharapkan akan
kewajiban untuk diperoleh oleh entitas.
mengorbanan manfaat • Liabilitas  kewajiban kini
ekonomi di masa depan entitas yang timbul dari
– Ekuitas  hak residual peristiwa masa lalu, yang
penyelesaiannya
mengakibatkan arus keluar
sumber daya yang
mengandung manfaat
ekonomi.
• Ekuitas  hak residual atas
aset entitas setelah
dikurangi seluruh
liabilitasnya.

Penyajian Laporan • Identifikasi secara jelas • Penyajian dan klasifikasi


Keuangan setiap komponen laporan akun-akun dalam laporan
keuangan. keuangan antar periode
• Informasi berikut, jika entitas disusun secara
perlu, pada setiap konsisten, kecuali:
halaman: - telah terjadi perubahan
– Nama entitas pelapor yang signifikan atas
dan perubahan dalam sifat operasi entitas
nama tersebut sejak atau jika perubahan
laporan periode penyajian atau
terakhir klasifikasi akun-akun
– Tanggal atau periode dalam laporan
yang dicakup oleh keuangan
laporan keuangan, menghasilkan
mana yang lebih tepat penyajian yang lebih;
bagi setiap komponen atau
laporan keuangan; - SAK EMKM
– Mata uang pelaporan, mensyaratkan
perubahan penyajian.
seperti didefinisikan
dalam Bab 25 Mata • Jika penyajian atau
Uang Pelaporan; klasifikasi akun-akun
– Pembulatan angka laporan keuangan diubah,
yang digunakan dalam maka entitas
penyajian laporan mereklasifikasikan jumlah
keuangan. komparatif, kecuali jika
• Catatan laporan keuangan: reklasifikasi tidak praktis
– Domisili , bentuk
hukum dan alamat • Catatan atas Laporan
kantor yang terdaftar Keuangan, yang berisi
– Penjelasan sifat tambahan dan rincian
operasi dan aktivitas akun-akun tertentu yang
utama relevan.
Informasi Disajikan di kelompok aset tetap; Kas dan setara kas; piutang;
Neraca atau CALK jumlah piutang usaha, persediaan; aset tetap; utang
piutang dari pihak-pihak usaha; utang bank; ekuitas
yang memiliki hubungan Menyajikan akun dan abgian
istimewa, pelunasan akun dalam laporan posisi
dipercepat dan jumlah keuangan yang relevan untuk
lainnya; memahami posisi keuangan
Rincian persediaan
Kewajiban imbalan kerja
dan kewajiban diestimasi
lainnya

Laporan Laba Rugi 1. Menyajikan laporan laba Laba rugi mencakup akun
rugi suatu periode berikut
tertentu yang menunjukan 1. pendapatan;
kinerja keuangan selama 2. beban keuangan;
periode tersebut. 3. beban pajak;
2. Pos minimal:
 Pendapatan Entitas menyajikan akun dan
 beban keuangan bagian dari akun dalam laporan
 bagian laba atau laba rugi yang relevan untuk
rugi investasi memahami kinerja keuangan.
(metode ekuitas)
 beban pajak Laporan laba rugi memasukkan
 laba atau rugi semua penghasilan dan beban
bersih yang diakui dalam suatu
3. Pos luar biasa tidak periode, kecuali SAK EMKM
diperkenankan mensyaratkan lain.

SAK EMKM mengatur


perlakuan atas dampak koreksi
atas kesalahan dan perubahan
kebijakan akuntansi bukan
sebagai bagian dari laba atau
rugi dalam periode terjadinya
perubahan
Kebijakan Akuntansi a Kebijakan akuntansi adalah a. Adalah prinsip, dasar,
prinsip, dasar, konvensi, konvensi, aturan, dan praktik
aturan dan praktik tertentu yang diterapkan oleh
tertentu yang diterapkan entitas dalam menyusun dan
oleh suatu entitas dalam menyajikan laporan
menyusun dan menyajikan keuangannya.
laporan keuangannya. b. Jika SAK EMKM secara spesifik
b Jika SAK ETAP secara mengatur maka entitas
spesifik mengatur menerapkan kebijakan
transaksi, kejadian atau akuntansi sesuai dengan SAK
keadaan lainnya, maka EMKM.
entitas harus menerapkan c. Jika SAK EMKM tidak secara
SAK ETAP. spesifik mengatur maka
c Jika dampak tidak material entitas hanya mengacu pada
maka entitas tidak perlu dan mempertimbangkan
mengikuti persyaratan definisi, kriteria dan konsep
dalam SAK ETAP. pengukuran serta prinsip
d Entitas harus memilih dan pervasif
menerapkan kebijakan d. Entitas tidak
akuntansi secara konsisten mempertimbangkan
untuk transaksi atau pengaturan lain di luar
kejadian dan kondisi lain pengaturan dalam SAK
yang serupa. EMKM.

Perubahan Kebijakan Perubahan kebijakan Perubahan kebijakan


Akuntansi akuntansi hanya jika: akuntansinya hanya jika :
• disyaratkan sesuai SAK ETAP • disyaratkan berubah sesuai
• menghasilkan informasi dengan SAK EMKM; atau
yang lebih andal dan relevan • akan menghasilkan
laporan keuangan yang
menyediakan informasi
yang andal dan lebih

Perubahan Estimasi • Perubahan estimasi • Penyesuaian jumlah tercatat


Akuntansi akuntansi adalah aset atau liabilitas yang
penyesuaian jumlah berasal dari informasi baru
tercatat aset atau atau tambahan pengalaman
kewajiban, atau jumlah dan, oleh karena itu, bukan
konsumsi periodik suatu koreksi kesalahan.
aset, yang berasal dari • periode terjadinya
pengujian status sekarang perubahan, jika hanya
dari, dan ekspektasi berpengaruh terhadap
manfaat ekonomi dan periode tersebut; atau
kewajiban masa • periode terjadinya
mendatang. perubahan dan periode
• Perubahan estimasi mendatang, jika
akuntansi yang berasal berpengaruh terhadap
dari informasi baru atau keduanya.
pengembangan baru dan,
oleh karena itu, bukan
koreksi kesalahan.
• Penerapan secara
prospektif.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dengan adanya UMKM dapat mengurangi pengangguran yang terjadi di Indonesia dan
meningkatkan pendapatan perekonomian Negara. Dengan UMKM juga masyarakat bisa
berwirausaha sendiri dan mendapatkan keuntungan. Penyusunan dalam laporan keuangan
bagi UMKM sudah mengikuti perkembangan dengan menggunakan pencatatan
berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerinta, yaitu SAK ETAP dan SAK
EMKM.
SAK ETAP adalah standar akuntansi keuangan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh
entitas tanpa akuntabilitas publik yang signifikan namun menerbitkan laporan keuangan
untuk tujuan umum bagi penggunanya. Sedangkan SAK EMKM ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah.

Saran
Penerimtah agar dapat lebih memperhatikan dan membantu usaha UMKM demi
keberlangsungannya sehingga dapat bersaing dengan usaha besar lainnya, dan menjadi
usaha yang lebih besar. Dengan cara memberikan pelatihan atau pengarahan UMKM .
dan bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan bias mencoba beriwirausaha
guna menjadi masyarakat yang produktif.