Anda di halaman 1dari 2

Bab XI

Penyertaan Tindak Pidana (Deelneming)

A. Pengertian penyertaan tindak pidana (deelneming)

B. Istilah dan penggolongan dalam penyertaan

C. Ajaran tentang penyertaan

D. Pertanggungjawaban pidan peserta

E. pertanggungjawaban pidana pembantu dalam tindak pidana

A. . Pengertian penyertaan tindak pidana (deelneming)

Suatu perbuatan pidana dapat dilakukan oleh beberapa orang, dengan bagian dari tiap-tiap
orang dalam melakukan perbuatan itusifatnya berlainan.penyertaan dapat terjadi sebelum
perbuatan dilakukan. Tidak dilakukan perbuatan pidana (menyuruh lakukan, menganjurkan), atau
dengan jalan memberikan upaya kepad orang lain untuk dapat melaksanakan perbuatan pidana
yang dimaksud. Menurut ketentuan pasal 55 dan 56 KUHP dapat ditarik kesimpulan bahwa yang
dimaksud Pernyataan adalah “apabila orang yang tersangkut untuk terjadinya satu perbuatan
pidana atau kejahatan itu tidak hanya satu orang saja, melainkan lebih daari satu orang”.
Sebagaimana telah ditentukan dalam pasal 55 dan 56 KUHP menyuruh lakukan (pleger), atau turut
serta melakukan (medepleger), menyuruh melakukan (doenpleger), orang yang menganjurkan
(uitlokker) atau membantu melakukan perbuatan pidana (medeplichtige). Di luar lima jenis peserta
ini menurut sistem KUHP tidak ada peserta yang dapa dipidana.

Pleger -membutuhkan orang lain

Dader – tidak membutuhkan orang lain

Hukum pidana Jerman menyatakan semua bentuk orang yang melakukan perbuatan pidana adalah
tater (dader). Pendapat Satochid bahwa dader adalah pelaku pembuat dan subjek pasal 55 KUHP
semuanya dader yaitu orang yang melakukan pleger (berbuat sendirian), melakukan doenplegen
(menyuruh melakukan), melakukan medeplegen (turut serta), dan melakukan uitlokken
(menganjurkan, sehingga kedudukan orang ke-1 dalam pasal 5 ayat (1) ke-1 KUHP disebut dengan
nama dader dalam arti sempit.

Pengertian dader adalah:

1. pembuat dari suatu tindak pidana atau orang yang melaksanakan semua unsur rumusan delik

2. pembuat yang mempunyai kualifikasi sebagai terdakwan yang dibedakan dengan kualifikasi
pembantu

Pengertian medeplichtige adalah orang yang membantu dipidana tidak samakan dengan pembuat
dalam penyertaan.
Bentuk hubungan kerjasama lebih dari satu orang setelah suatu tindak pidana/kejahatan selesai
dinamakan bentuk pertolongan dalam kejahatan tertentu yang dapat dipidana, antara lain kejahatan
penadahan (pasal 480 KUHP) dan menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan (pasal 221
KUHP). Kerjasam dari tiap peserta terhadap terjadinya tindak pidana itu mempunyai berbagai
bentuk, maka ajaran penyertaan itu berpokok pada “menentukan pertanggungjawaban dari peserta
terhadap delik yang bersangkutan”. Dalam ilmu pengetahuan hukum pidana, bentuk penyertaan ini
menurut sifatnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. bentuk pernyertaan yang berdiri sendiri, dengan pertangungjawaban tia-tiap peserta dihargai
sendiri-sendiri

2. bentuk penyertaan yang tidak berdiri sendiri, disebut juga dengan accesoire deelneming, dengan
pertanggungjawaban peserta yang satu tergantung atau digantungkan pada peserta yang lain,
artinya apabila peserta yang satu dalam melakukan suatu tindak pidana dapat dipidana, bersama
peserta lainpun dapat dipidana.

B. Istilah dan Penggolongan dalam Penyertaan

Pemakain isitilah “penyertaan” menurut hukum dipergunakan terminologi kata yang


berbeda, antara laian dengan istilah”turut srta” atau “turut campur” atau “turut berbuat”. Dalam
bahasa asing istilah “perbuatan bersama” (Malaysia), atau deelneming (Belanda) atau teilnehme
(Jerman) atau participstion (Prancis). Penggolongan pembuat /pelaku dalam penyertaan ini
dibedakan menjadi tiga golongan sesuai dengan tiga sistem penyertaan yang diikuti oleh berbagai
negara, yaitu:

1. tiap-tiap pelaku peserta dipandang sama nilai perbuatannya sehingga masing-masing


dipertanggungjawabkan sama (romawi,prancis, dan inggris)

2. tiap-tiap pelaku sebagai dipandang tidak sama nilai perbuatannya, menurut sikap batin dan
peranannya, sehingga masing-masing dipertanggungjawabkan berbeda (italia,jerman, dan swiss)

3. gabungan antara pandangan pertama dan kedua, sehingga terdapat bentuk penyertaan yang
disamakan dan tidak disamakan (Indonesia, rusia, jepang, dan thailand).