Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Filtrasi merupakan salah satu aplikasi dari pengaliran fluida melalui packed
bed yang paling sering ditemui di industri-industri. Filtrasi di dalam industri selalu
menangani bahan dalam jumlah besar, sehingga mengedepankan aspek ekonomis
yaitu jumlah aliran yang banyak dan menginginkan pressure drop yang kecil,
sehingga sering digunakan media filter dengan ukuran menegah.
Tujuan dari proses filtrasi adalah untuk memisahkan solid dari fluida
pembawanya. Sebagai contoh adalah penyaringan teh yang kita seduh dipagi hari.
Pada tiap proses filtrasi, pemisahan solid ini didapatkan dengan melewatkan fluida
melalui media porous penyaring. Partikel solid yang berada dalam fluida
terperangkap di dalam pori-pori media penyaring (bila media tersebut berpori),
setelah pori tertutup, solid tersebut akan menumpuk dan terkumpul di permukaan
media penyaring.
Salah satu proses yang penting di dalam ilmu ke“teknik-kimia”an adalah
separasi. Bila pemisahan yang diinginkan itu antara fluida dan padatan maka
proses ini lebih dikenal dengan filtrasi. Pada proses filtrasi ini penting untuk
dipertimbangkan apakah produk yang diinginkan itu padatan atau fluida yang
telah dipisahkan oleh alat filtrasi tersebut. Sebagai contoh dapat diambil peralatan
“Bag Filter” pada pabrik semen yang berguna utuk menyaring debu semen halus
bersama aliran udara, produk yang diinginkan adalah partikel solid, sebaliknya
pada penggunaan filter press dalam memisahkan garam penetralisir NaCl dari
produk liquid yang diinginkan, 1,2,6 hexane triol.
Fluida yang ditangani pada proses filtrasi ini dapat berupa liquid dapat pula
gas. Produk yang diinginkan dapat berupa fluidanya ataupun solidnya, tapi itu
semua berdasar atas konsep yang sama yaitu filtrasi.
Filtrasi tergolong dalam salah satu dari unit operasi teknik kimia. Sementara
filter adalah sebuah alat dalam unit oprasi teknik kimia di mana proses filtrasi
berlangsung. Filter media atau septum adalah penghalang solid tetapi dapat dilalui
oleh fluida pembawanya. Septum ini dapat berbentuk screen (jaring halus), kain,

1
2

kertas, ataupun unggun solid. Liquid yang dapat melalui septum disebut dengan
filtrat.
Karena besarnya pengaruh proses filtrasi ini dalam unit operasi teknik kimia
seperti yang telah dijelaskan diatas, maka dari itu penting sekali sebagai
mahasiswa teknik kimia kita mengetahui dan memahami macam-macam proses
pemisahan secara fisis mekanis dan dapat menjelskan jenis-jenis filter dan cara
kerja filter.
1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana proses filtrasi dan menghitung kondisi optimum alat filter ?
2) Apa saja macam-macam proses pemisahan secara fisis mekanis dan dapat
menjelskan jenis-jenis filter dan cara kerja filter ?
1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui proses filtrasi dan menghitung kondisi optimum alat filter.
2) Untuk mengetahui macam-macam proses pemisahan secara fisis mekanis dan
dapat menjelskan jenis-jenis filter dan cara kerja filter.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Filtrasi
Filtrasi adalah operasi pemisahan padatan dan cairan dan suatu campuran
padatancairan (slurry) dengan pemberian tahanan aliran (filter media) yang bisa
dilewati cairan, tetapi bisa menahan partikel. Dengan filtrasi, diperoleh cairan
yang relatif bebas padatan (filtrat) dan padatan basah. Pada filter ayak (sieve filter,
misalnya: cartridge filter) dan filter kue (cake filter, misalnya: plate and frame
rotary drum filter, beft filter), padatan basah yang filter diperoleh berbentuk kue
(cake) padatan. Pada filter bed (deep saringan pasir), partikel padatan
terperangkap diantara pori-pori media filter.
Peristiwa filtrasi pada prinsipnya merupakan peristiwa aliran fluida
berpori. Media berpori yang digunakan tergantung jenis filternya. Pada deep bed
filter, media berporinya berupa tumpukan pasir penyaring, dimana prositas/fraksi
ruang kosongnya akan menurun selama proses berlangsung karena terisi partikel
padatan dari slurry. Pada cake filter, media berpori yang digunakan berupa kain
saring (filter cloth) dan tumpukan padatan (kue) yang terbentuk pada permukaan
kain saring. Gambar dibawah menggambarkan secara skematis aliran slurry
melalui media berpori dan filter.

Gambar 1. Aliran slurry melalui media berpori dan filter.

3
4

2.2 Tujuan Filtrasi


Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair maupun
gas) yang membawanya menggunakan suatu medium berpori atau bahan berpori
lain untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi dan
koloid. Pada pengolahan air minum, filtrasi digunakan untuk menyaring air hasil
dari proses koagulasi – flokulasi – sedimentasi sehingga dihasilkan air minum
dengan kualitas tinggi. Di samping mereduksi kandungan zat padat, filtrasi dapat
pula mereduksi kandungan bakteri, menghilangkan warna, rasa, bau, besi dan
mangan. Perencanaan suatu sistem filter untuk pengolahan air tergantung pada
tujuan pengolahan dan pre-treatment yang telah dilakukan pada air baku sebagai
influen filter.
Pada filtrasi dengan media berbutir, terdapat mekanisme filtrasi sebagai
berikut:
1) Penyaringan secara mekanis (mechanical straining)
2) Sedimentasi
3) Adsorpsi atau gaya elektrokinetik
4) Koagulasi di dalam filter bed
5) Aktivitas biologis
2.3 Tipe Filter
Berdasarkan pada kapasitas produksi air yang terolah, filter pasir dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu filter pasir cepat dan filter pasir lambat.
1) Filter Pasir Cepat
Filter pasir cepat atau rapid sand filter adalah filter yang mempunyai
kecepatan filtrasi cepat, berkisar 4 hingga 21 m/jam. Filter ini selalu didahului
dengan proses koagulasi – flokulasi dan pengendapan untuk memisahkan padatan
tersuspensi. Jika kekeruhan pada influen filter pasir cepat berkisar 5 – 10 NTU
maka efisiensi penurunan kekeruhannya dapat mencapai 90 – 98%. Bagian-bagian
dari filter pasir cepat meliputi (Gambar 2):

a. Bak filter, merupakan tempat proses filtrasi berlangsung. Jumlah dan ukuran
bak tergantung debit pengolahan (minimum dua bak).
b. Media filter, merupakan bahan berbutir/granular yang membentuk pori-pori
di antara butiran media. Pada pori-pori inilah air mengalir dan terjadi proses
penyaringan.

c. Sistem underdrain. Underdrain merupakan sistem pengaliran air yang telah


melewati proses filtrasi yang terletak di bawah media filter. Underdrain terdiri
atas:
 Orifice, yaitu lubang pada sepanjang pipa lateral sebagai jalan masuknya air
dari media filter ke dalam pipa.
 Lateral, yaitu pipa cabang yang terletak di sepanjang pipa manifold.
 Manifold, yaitu pipa utama yang menampung air dari lateral dan
mengalirkannya ke bangunan penampung air.

Gambar 2. Bagian-bagian filter


Pengoperasian filter pasir cepat adalah sebagai berikut:

a. Selama proses filtrasi berlangsung, partikel yang terbawa air akan tersaring di
media filter. Sementara itu, air terus mengalir melewati media pasir dan
penyangga, masuk lubang/orifice, ke pipa lateral, terkumpul di pipa manifold,
dan akhirnya air keluar menuju bak penampung (lihat Gambar 3).
b. Partikel yang tersaring di media lama kelamaan akan menyumbat pori-pori
media sehingga terjadi clogging (penyumbatan). Clogging ini akan

5
6

meningkatkan headloss aliran air di media. Peningkatan headloss dapat dilihat


dari meningkatnya permukaan air di atas media atau menurunnya debit
filtrasi. Untuk menghilangkan clogging, dilakukan pencucian media.
c. Pencucian dilakukan dengan cara memberikan aliran balik pada media
(backwash) dengan tujuan untuk mengurai media dan mengangkat kotoran
yang menyumbat pori- pori media filter. Aliran air dari manifold, ke lateral,
keluar orifice, naik ke media hingga media terangkat, dan air dibuang
melewati gutter yang terletak di atas media (lihat Gambar 4).
d. Bila media filter telah bersih, filter dapat dioperasikan kembali.

Gambar 3. Aliran air pada saat operasi filter

Gambar 4. Aliran air pada saat pencucian filter

Filter pasir cepat dapat dibedakan dalam beberapa kategori:


a. Menurut sistem kontrol kecepatan filtrasi
b. Menurut arah aliran
c. Menurut sistem pengaliran
2) Filter Pasir Lambat
Filter pasir lambat atau slow sand filter adalah filter yang mempunyai
kecepatan filtrasi lambat, yaitu sekitar 0,1 hingga 0,4 m/jam. Kecepatan yang
lebih lambat ini disebabkan ukuran media pasir lebih kecil (effective size = 0,15 –
0,35 mm). Filter pasir lambat merupakan sistem filtrasi yang pertama kali
digunakan untuk pengolahan air, dimana sistem ini dikembangkan sejak tahun
1800 SM. Prasedimantasi dilakukan pada air baku mendahului proses filtrasi.
Filter pasir lambat cukup efektif digunakan untuk menghilangkan kandungan
bahan organik dan organisme patogen pada air baku yang mempunyai kekeruhan
relatif rendah. Filter pasir lambat banyak digunakan untuk pengolahan air dengan
kekeruhan air baku di bawah 50 NTU. Efisiensi filter pasir lambat tergantung pada
distribusi ukuran partikel pasir, ratio luas permukaan filter terhadap kedalaman
dan kecepatan filtrasi.
Filter pasir lambat bekerja dengan cara pembentukan lapisan biofilm di
beberapa milimeter bagian atas lapisan pasir halus yang disebut lapisan hypogeal
atau schmutzdecke. Lapisan ini mengandung bakteri, fungi, protozoa, rotifera, dan
larva serangga air. Schmutzdecke adalah lapisan yang melakukan pemurnian
efektif dalam pengolahan air minum. Selama air melewati schmutzdecke, partikel
akan terperangkap dan organik terlarut akan teradsorpsi, diserap dan dicerna oleh
bakteri, fungi, dan protozoa. Proses yang terjadi dalam schmutzdecke sangat
kompleks dan bervariasi, tetapi yang utama adalah mechanical straining terhadap
kebanyakan bahan tersuspensi dalam lapisan tipis yang berpori-pori sangat kecil,
kurang dari satu mikron. Ketebalan lapisan ini meningkat terhadap waktu hingga
mencapai sekitar 25 mm, yang menyebabkan aliran mengecil. Ketika kecepatan
filtrasi turun sampai tingkat tertentu, filter harus dicuci dengan mengambil lapisan
pasir bagian atas setebal sekitar 25 mm.
Keuntungan filter lambat antara lain:
a. Biaya konstruksi rendah
b. Rancangan dan pengoperasian lebih sederhana
c. Tidak diperlukan tambahan bahan kimia
d. Variasi kualitas air baku tidak terlalu mengganggu
e. Tidak diperlukan banyak air untuk pencucian, pencucian tidak menggunakan
backwash, hanya dilakukan di bagian atas media.
Kerugian filter pasir lambat adalah besarnya kebutuhan lahan, yaitu sebagai
akibat dari lambatnya kecepatan filtrasi. Secara umum, filter pasir lambat hampir
sama dengan filter pasir cepat. Filter lambat tersusun oleh bak filter, media pasir,

7
8

dan sistem underdrain (Gambar 5). Perbedaan filter pasir cepat dan filter pasir
lambat dapat dilihat pada Tabel 1.

Gambar 5.Skema filter pasir lambat


Tabel 1. Perbedaan Kriteria Filter Pasir Cepat dan Filter Pasir Lambat

Kriteria Filter Pasir Cepat Filter Pasir


Lambat
Kecepatan filtrasi 4 – 21 m/jam 0,1 – 0,4 m/jam
Ukuran bed Kecil, 40 – 400 m 2
Besar, 2000 m2
Kedalaman bed 30 – 45 cm kerikil, 60 – 30 cm kerikil, 90 – 110
70 cm pasir, tidak cm pasir, berkurang 50
berkurang saat pencucian – 80 cm saat pencucian
Ukuran pasir Effective size >0,55 mm, Effective size 0,25-0,3
uniformity coefficient <1,5 mm, uniformity
coefficient 2-3
Distribusi ukuran Terstratifikasi Tidak terstratifikasi
media
Sistem underdrain Pipa lateral berlubang yang Sama dengan filter
mengalirkan air ke pipa cepat atau batu kasar
utama dan beton berlubang
sebagai saluran utama
Kehilangan energi 30 cm saat awal, hingga 275 6 cm saat awal, hingga
cm saat akhir 120 cm saat akhir
Filter run (jarak 12 – 72 jam 20 – 60 hari
waktu pencucian)
Metoda pembersihan Mengangkat kotoran dan Mengambil lapisan
pasir ke atas dengan pasir di permukaan dan
backwash mencucinya
Jumlah air untuk 1 – 6% dari air tersaring 0,2 – 0,6% dari air
pembersihan tersaring
Pengolahan Koagulasi-flokulasi Biasanya tidak ada bila
pendahuluan sedimentasi kekeruhan kurang dari
50 NTU

Biaya konstruksi Relatif tinggi Relatif rendah


Biaya operasi Relatif tinggi Relatif rendah
Biaya depresiasi Relatif tinggi Relatif rendah
Sumber: Schulz dan Okun (1984)

2.4 Peralatan Filtrasi


Pemilihan peralatan filtrasi sangat tergantung pada faktor ekonomis, yang
bergantung pada hal-hal berikut:
a. Viskositas fluida, density dan kereaktifan bahan;
b. Besar partikel solid, distribusi ukuran dan ketahanan bahan;
c. Kosentrasi solid dalam slurry;
d. Jumlah bahan yang harus diproses;
e. Harga baik solid maupun filtratnya;
f. Kesempurnaan pemisahan yang diinginkan; dan
g. Ongkos tenaga kerja, alat dan power peralatan yang dibutuhkan.
Kebanyakan peralatan filtrasi bekerja secara batch, walaupun waktu satu cycle
batch tersebut dapat bervariasi dari menit hingga puluhan hari per batch. Betapa
panjangpun satu cycle batch suatu peralatan filtrasi, tapi prosesnya ini tergolong
batch. Proses filtrasi batch digolongkan dalam tiga jenis, yaitu:
 Filtrasi dengan tekanan konstan, lazimnya hal ini diperoleh dengan 1 cycle
batch dimasukkan ke dalam peralatan filtrasi, lalu alat tersebut ditekan
dengan gas pada tekanan konstan hingga waktu tertentu.
 Filtrasi dengan rate konstan, lazimnya dilakukan dengan positive
displacement pump.
 Filtrasi dengan rate dan tekanan bervariasi. Penggunaan centrifugal pump
pada filtrasi dengan jenis menghasilkan discharge rate yang menurun
karena meningkatnya back pressure.
Filter yang paling tepat diberikan pada unit operasi adalah yang memiliki
biaya keseluruhan rendah. Biaya peralatan dapat ditutup dengan area filter yang
kecil. Hal ini untuk mencapai nilai keseluruhan yang tinggi dalam filtrasi.
Penggunaan ini melibatkan tekanan yang relatif tinggi tetapi tekanan maksimum

9
10

sering dibatasi oleh pertimbangan rancangan mekanik [1]. Meskipun penyaringen


diberikan sangat tinggi, filter continous lebih layak daripada oprasi batch filter.
Hal itu terkadang memaksa untuk menggunakan batch filter, terutama jika cake
filter memiliki resistensi yang tinggi, karena operasi filter contiouse berada di
bawah teakanan reduce (Pr) dan tekanan maksimum filtrasi dibatasi. Hal lain yang
menandakan kelayakan dalam tekanan filter adalah yang tidak terisi filter cake
dalam bentuk pemakaian fisik dan ssuatu cara observasi kualitas filtrate dari setiap
bagian tumbukan. Bag filter dan tipe disc filter digunakan untuk memindahkan
kuantitas dari fluida.
Faktor terpenting dari pemilihan filter adalah tahanan spesifik dari filter
cake, kuantitas yang akan difilterkan, dan kosentrasi solid. Untuk filter bebas
material, rotary vacum filter pada umumnya lebih memuaskan karena memiliki
kapasitas yang tinggi untuk ukuran yang sedikit. Jika cake harus dicuci, rotary
drum akan disiapkan untuk rotary left. Tetapi, jika derajat pencucian dikehendaki
biasanya digunakan untuk repulp filter cake.
Untuk skala filtrasi yang besar ada beberapa kasus dimana rotary vacuum
filter tidak digunakan. Pertama, jika resistensi sepesifik tinggi maka dibutuhkan
pressure filter positif, press filter akan lebih tepat digunakan, jika kandungan solid
tidak terlalu tinggi. Kedua, saat efisiensi pencucian ddibutuhkan, leaf filter akan
efektif karena cake dapat disediakan sangat rendah dan resiko saluran selama
pencucian akan menjadi minimum. Terakhir, dimana hanya terdapat kuantitas
yang sangat kecil dari padatan maka solid tersebut dianggap liquid karena
kandunganya yang sangat sedikit.
1) Bed Filter
Filter ini merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip dasar dari bed filtrasi yang
di dalamnya partikel merembes ke dalam celah lalu terperangkap dan mengalami
tumbukan dalam permukaan material di antara bed.
Untuk pemurnian persediaan air dibutuhkan kadar zat padat kira-kira 10 g/m3
atau kurang. Sisa dari material granula berukuran 0,6-1,2 mm di bed dengan
kedalaman 0,6-1,8 m. Partikel padat yang sangat halus akan dipindahkan dengan
tenaga mekanik, tetapi partikel akhir yang menempel dapat menimbulkan gaya
elektrik pada permukaan atau adsorpsi. Operasi ini telah dianalisis oleh Iwasaki
yang memberikan hubungan:
C
  C
l
Diintegrasi menjadi:
C
 e  l
C0
Dimana:
C = kosentrasi volume suspensi padatan di filter
C0 = nilai C di permukaan filter
l = kedalaman filter
λ = koefisien filter
Jika u adalah laju slurry yang dangkal, laju alir padatan pada kedalaman filter l
adalah uC per unit area sehingga nilai akumulasi padatan akan berjarak dl = -
u(δC/δl) dl. σ adalah volume padatan yang berlebih per unit volume, nilai
akumulasi dapat ditunjukkan sebagai (δσ/δl) dl, sehingga:

C 
 u
l t

Persoalan ini didiskusikan kembali oleh Ivers dan Splermar dan Friedlander.
Pencucian beds telah menemukan beberapa teknik yang diadopsi seperti
pengaliran kembali oleh aliran udara dengan air yang memberikan laju air yang
cukup besar yang akan memberikan kenaikan pada fluidisasi.
2) Bag Filter
Bag filter telah hampir sepenuhnya menggatikan filtrasi liquids yang
diaplikasikan pada industri gula. Sebuah nilai dari long thin bags dilampirkan
untuk horizontal feed tray dan aliran liquid dibawah gaya gravitasi sehingga laju
alir filtrasi per unit mungkin sangat rendah. Bag filter masih digunakan secara luas
untuk memindahkan partikel debu dari gas dan dapat dioprasikan sebagai pressure
filter atau suction filters.
3) Filter Press

11
12

Ada dua jenis filter press yaitu plate and frame press dan recessed plate atau
chamber press.
a. Plate and Frame Press
Filter jenis ini terdiri dari beberapa piringan (plate) dan frames yang
dihubungkan pada sepasang pembatas. Plate memiliki permukaan yang licin dan
pinggiran yang tipis. Rongga dari frame dipisahkan dari plate dengan filter cloth
(penyaring) dan ditekan dengan hand screw. Tekanan yang minim sebaiknya
digunakan untuk mengurangi pemakaian pada kain penyaring.
Chamber kemudian dibentuk diantara setiap pasang plate. Sari masuk melalui
frame dan filtratnya melewati penyaring pada setiap sisi sehingga ada dua cake
yang terbentuk secara singultan. Frame biasanya berbentuk persegi dengan
panjang antara 100 mm dan 1,5 m ketebalan 10-75 mm.
Slurry diumpankan melalui saluran kontinu dengan pori-pori pada bagian atas
plate dan frame. Pada kasus ini dibutuhkan untuk memotong pori-pori pada cloth
sebagai pembungkus. Pemotongan pada cloth dapat dihindarkan dengan
pengumpanan langsung saluran pada sisi tetapi rubber bushesnya harus
disesuaikan.
Filtrat mengalir pada permukaan plate dan kemudian dikosongkan melalui
cock menuju pencuci terbuka sehingga filtrate dari setiap cake dapat diketahui dan
banyak plate dapat diisolasi. Kebanyakan filtrat press, ketepatan pembuatan untuk
pemanasan sehingga viskositas filtrate berkurang dan angka hasil filtrasi lebih
tinggi. Material seperti lilin yang ada pada temperatur normal dapat disaring pada
penekan uap panas. Penguapan juga mempengaruhi pembentukan cake kering.
Ketebalan optimum cake dihasilkan pada filter press, bergantung pada
hambatan filter cake. Waktu yang dibutuhkan untuk membongkar walaupun filter
cake tidak tebal akan menghasilkan nilai rata-rata filtrasi yang tinggi, maka
diperlukan untuk menghilangkan penekanan yang lebih dan menghabiskan waktu
yang lebih besar pada oprerasi ini. Untuk laju filtrasi pada tekana kostan:
t rv rL
= V +
V 2 A (P)
2
A(  P )
... = B1V + B2
Dimana B1 dan B2 adalah konstan, sehingga waktu filtrasi (t) menjadi:
t = B1V2 + B2V
waktu pembongkaran dan pengumpulan press (T’), tidak bergantung pada
ketebalan cake yang dihasilkan total waktu siklus dengan volume (V) filtrate yang
dikumpulkan adalah t + t’ dan nilai filtrate seluruhnya:
V
W =
B1V  B2V  t '
2

W maksimum dan dW/dV = 0


Penurunan W terhadap V dan membuat persamaan menjadi 0:
B1V2 + B2V + t’ – V(2B1V + B2)
t’ = B1∙V2

t'
V =
B1
Jika hambatan medium filter diabaikan, t = B1V2 dan waktu berlangsungnya
filtrasi sama dengan waktu tekan. Secara khusus, untuk memberlakukan angka
filtrasi maksimum, waktu filtrasi harus selalu lebih besar untuk membolehkan
hambatan pada cloth (ditunjukkan oleh B2V. Pada umumnya hambatan sepesifik
dari cake yang lebih rendah, akan meningkatkan ketebalan ekonomis pada frame
[2].
b. The Chamber Press
The chamber press hampir sama pada plate and frame tetapi frame yang
digunakan disingkirkan dengan menghentikan tekanan pada permukaan dari plate,
jadi filter chamber akan dibentuk di antara palte secara keseluruhan.
c. The Feed Channel
The feed channel berbeda penggunaanya dengan plate and frame. Semua
chamber dikoneksikan dengan alat yang mempunyai lubang besar di bagian
tengah dari tiap plate and clothes yang posisinya aman dengan menggunakan
screwed union.
Slurry mengandung partikel padatan yang cukup besar. Tipe ini dapat
ditangani dengan tekanan tanpa menutup saluran umpan. Luas piringannya dibuat

13
14

secara bertahap dengan rubber mouldings atau polipropilena tetapi akan terjadi
penyimpangan jika terjadi temperatur tinggi.
Area kedua dengan kemajuan mekanisme memungkinkan membuka dan
menutup secara otomatis. Pembukaan dan penutupan dapat dilakukan dengan
driven hydraulic atau dengan motor electric. Dua pengikat yang beroprasi dengan
beberapa pertimbangan. Desain yang lebih baik memberikan drainase yang lebih
baik pula, sehingga menghasilkan pencucian yang lebih baik, waktu cycle lebih
pendek, dan dapat diaplikasikan untuk cake yang tipis dan seragam.
Keuntungan-keuntungan dari filter press:
 Ongkos maintenancenya murah;
 Lebih cocok untuk yang bertekanan tinggi;
 Cocok untuk produk utama cake atau liquid;
 Dibutuhkan untuk penerapan pada area filter besar dengan jarak lantai
yang kecil dan untuk sedikit penambahan unit;
 Lebih serba guna dan digunakan untuk jarak yang luas, material yang
bervariasi dan bisa beroprasi pada cake yang tebal dan bertekanan;
 Kebocoran lebih mudah terdeteksi;
Kerugian-kerugian dari filter press:
 Tidak bisa dioprasikan dengan lama dan pembongkaran secara kontinu
lebih tepat karena pemakaian yang tinggi;
 Meskipun perkembangan-perkembangan telah disebutkan di atas, namun
sangat sukar untuk dikerjakan dan tidak cocok untuk aliran yang tinggi.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Perhitungan Filter Batch

15
16
17
18
3.2 Perhitungan Filter Kontinyu

19
20
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Filtrasi merupakan salah satu aplikasi dari pengaliran fluida melalui packed bed
yang paling sering ditemui di industri-industri. Tujuan dari proses filtrasi adalah
untuk memisahkan solid dari fluida pembawanya. Faktor terpenting dari
pemilihan filter adalah tahanan spesifik dari filter cake, kuantitas yang akan
difilterkan, dan kosentrasi solid.

21