Anda di halaman 1dari 66

PE TUil JUK PENYETETIIGGARAAil

DEWATT KERJA PENEGAK DAru

PAilDEGA PUTERI PUTERA

j

; GErIAT<ANI PRAMTJKA

PE TUII J UK PE ItI YEIE]IIGGABAAiI

DEWA]'I KERJA PETUEGAK DAIT

PAI{DEGA PUTEBI PUTEBA

DITERBITKAN OLEH :

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA JAKARTA

KATA PENGANTAR

Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan non formal yang rnenggunakan

prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan serta sistem among,

dalam membantu pemerintah dan masyarakat melaksanakan program pembina- an dan pengembangan generasi muda. Gerakan Pramuka melaksanakan kegiatan nyata membina disiplin nasional, kepemimpinan nasional, kesukaan bekerja ke- ras, cermat, jujur, prasahaja, dengan penuh rasa pengabdian dan tanggung jawab,

serta mengusahakan adanya keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan batini-

ah.

Anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 16 sampai 20 tahun disebut

Pramuka Penegak, sedang yang berusia 21 iampai 25 tahun disebut Pramuka

Pandega. Pramuka seusia ini sudah mulai aktif membaktikan diri dan terjun da-

lam kegiatan masyarakat. Oleh karena ini kepada mereka perlu diberikan sesuatu

pola pembinaan dan mekanisme kerja.yang terarah dan mantap, sehingga dapat

melakukan fungsinya sebagai kader Gerakan Pramuka, kader pembangunan,

kader pemimpin dan anggota masyarakat yang mampu bertanggungjawab atas kelangsungan hidup bangsa dan negaranya. Untuk itu Kwartir Nasional dengan surat Keputusan Nonpr 105 Tahun 1980

dan Nomor 106 Tahun 1980 telah menetapkan Petunjuk Penyelenggaraan ten-

tang Fembinaan Pramuka Penegak dan Pandega beserta mekanisme kerjanya,

sebagai pegangan bagi para Pramuka Penegak maupun Pramuka Pandega itu sen-

diri, serta para Andalan, Pelatih, Pembina Pramuka, dan bahkan bagi para

Anggota Majelis Pembimbing. Agar petunjuk penyelenggaraan ini benar-benar dapat mencapai sasaran yang

diinginkan, maka oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka petunjuk penyeleng- garaan iiriditerbitkan dalam bentuk buku. Akhirnya kepada semua fihak yang telah membantu penerbitan buku ini, kami

sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.

.il

DAFTAR ISI

 

Halaman

KataPengantar

Surat Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 105 Tahun 1980 tentang Pola Pembinaan Penegak dan Pandega Lampiran I Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 105

 
 

Tahun 1980

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

3

B. Maksud

3

C. Tujuan

4

D. Dasar/Landasan .

4

E. Pengertian Umum/Maksud dan Tujuan Pola Pembinaan

Penegak dan Pandega

Bab ll.

PENGERTIAN PEMBINAAN

A. PengertianPembinaan

5

B. Landasan Pembinaan

5

C. Arah Pembinaan

6

BAB III.

BAB IV.

TUJUAN, FUNGSI DAN WADAH PEMBINAAN

A.

Tuiuan Pembinaan

B.

C,

 

-

Fungsi Pembinaan

Wadah

. Pembinaan

D.

Pengelola Pembinaan

SASARAN PEMBINAAN

A. Dasar Pembinaan Sasaran

B. Arah Proses Pembinaan

C. Pelaksanaan Proses

Pengembanagan

. D. Sasaran Pembinaan

BAB V.

E. ProsesPembinaan'.

PRINSIP PEMBINAAN

A. Umum

"/"

B. Khusus

BAB VI.

MATERI PEMBINAAN

BAB VII.

PRINSIP KEGIATAN

BAB VIII.

MATERIKEGIATAN

BAB IX

USAHA PENGEMBANGAN

BAB X.

PENUTUP

B

I

12

14

14

1 5

18

18

19

19

19

20

21

22

22

ilt

Lampiran ll

Keputusan Kwarnas Gerakan pramuka Nomor l0S

Tahun 1982.

BAB I.

PENDAHULUAN

BAB II.

BAB III.

'

BAB IV.

A. Umum

B. Maksud dan Tujuan

C. Ruang Lingkup

.

LANDASAN, AZAS, FUNGSI DAN KEBIJAKSANAAN

UMUM

A.

Landasan

B.

C.

Fungsi-fungsi Utama .

D.

KebijaksanaanOperasional

.

.

.

.

MEKANISME PEMBINAAN

A. Wadah Pembinaan

B. Bentuk Mekanisme pembinaan

C. Mekanisme Koordinasi pembinaan

BERBAGAI MASALAH DALAM HUBUNGAN DENGAN PEMBINAAN

A. Umum

B. Masalah Pembinaan

C. Organisasi
D.

E. Keanggotaan

Manajemen

F. Kegiatan

G. Data

BAB V.

PEN DE

KATAN TE R HADAP MASALAF,I

A. Diskusi

B. Petunjuk

C. Pengumpulan Data

D. Lembaga-lembaga

E. Lain-lain

SARANA PENUNJANG

A. Program Jangka

peqdidikan

BAB VI.

Panjang

B. Program Jangka Pendek

C. Program Darurat

BAB VII. PENUTUP.

33

34

23

24

24

24

25

25

25

27

28

2g

30

30

32

33

33

34

35

35

35

35

35

35

36

.tv

Surat Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 106 Tahun.1980

Dewan Kerja Penegak dan Pandega

tentang Petunjuk Penyelenggaraan

PuteriPutera

37

Lampiran l. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 106

Tahun 1980.

BAB I.

UMUM

 

ft.

1.

Maksud

40

Pt.

2.

Tujuan

40

BAB II.

MAKSUD, TUJUAN, BENTUK.DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA

 
 

Pt. 3.

Maksud

40

Pt. 4.

Tujuan

40

Pt. 5.

Bentuk

40

 

_

Pt. 6.

Kedudukan

40

BAB III.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN KERJA

 

Pt. 7. Tugas Pokok

 

.

.

41

ft. I

Fungsi

.

41

BAB IV.

TANGGUNG JAWAB DAN LAPORAN DEWAN KERJA

 

pt.

9.

TanggungjawabdanLaporan

41

BAB V.

STRUKTUR ORGAN]SASI DEWAN KERJA

 
 

Pt. 10

Pt. 11.

Struktur Organisasi

.

.

,

.

42

Susunan Pengurus

42

 

Pt.'l2.Pembidangan

 

.,

42

BAB VI.

GAR.+S HUBUNGAN ORGANISASI DEWAN KERJA

 

Pt, 13. Hubungan Dewan Kerja dengan Kwartir

 

.

.

.

.

43

Pt. 14. Antara Dewan Kerja dengan Dewan

Kerja .

 

.

.

.

43

BAB VII. PEMBAGIAN TUGAS DALAM DEWAN KERJA.

 
 

ft.

15. Pembagian

Tugas

.

.

43

BAB VIII. MASA BAKTI DAN WILAYAH KERJA

 
 

Pt.

16.WilayahKerja

44

Pt. 17. Masa Bakti

 

.

.

44

BAB IX.

PERSYARATAN ANGGOTA DEWAN KERJA

 

Pt.

18. PersyaratanAnggota

45

BAB X.

MUTASI, PEMBERHENTIAN DAN PENGGANTIAN ANGGOTA.

 

Pt. 19. Mutasi

 

45

ft. 20. Pemberhentian

 

46

Pt. 21. Penggantian

 

.

.

46

BAB XI.

MUSYAWARAH

 

Pt.22. Musyawarah

Pt. 23. Jenis

 

147

 

t47

n.24. TingkatMusyawarah

 

147

Pl.25. WaktuMusyawarah.

147

 

Pt. 26.

PenyelenggaraanMusyawarah

48

 

Pt.27. PesertaMusvawarah

 

,

48

 

Ft. 28.

PimpinanMusyawarah

49

 

ft. 29. PenasehatMusyawarah Pt. 30. AcaraMusyawarah

 

49

49

Pt. 31. PengambilanKeputusan

 

49

BAB XII.

TIM FORMATUR

 

Pt.32.TugasTimFormatur

 

50

Pt. 33. SusunanAnggotaTim

Fonnatur

.

.

.

.

.

.

50

ft.

34. Penasehat Tim

Formatur

 

51

Pt. 35. Persyaratan Anggota Tim

51

Pt. 36. LaporanTimFormatur

 

51

BAB XIII.

PERSIDANGAN DAN RAPAT-RAPAT DEWAN KERJA

 

Pt.

37. Jenis Sidangdan Rapat

.

.

.

51

Pt. 38. PesertaSidangdan Rapat-rapat

.

.

.

.

.

.

.

52

Pt. 39. PenasehatSidangParipurna

 

53

Pt.40. Hasil-hasil

danRapat-rapat

53

BAB XIV.

Pt. 41. Pimpinan Sidang dan itapat .

PENUTUP.

Pt. 42. Lain-lain.

ATURAN PERALIHAN

Pt. 1. PembentukanDewanKerjadi Kwartir

Pt. 2.

Bagi Kecamatan yang belum merubah status

54

54

55

ATURAN TAMBAHAN.

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DEWAN KERJA. BAGAN STRUKTUR PENGURUS DEWAN KERJA.

'1

KEPUTUSAN

KwARil R NAsrorl# fjll$AN PRAMUKA

TENTANG POLA PEMBINAAN PENEGAK DAN PANDEGA

Menimbang :

Ketua Kwartir Nasional gerakan pramuka.

1. Bahwa telah dibuat suatu pola Umum Gerakan pra-

muka sebagai pedoman dari gerak dan langkah Ge-

rakan Pramuka dalam rangka mencapai sasaran Ge- rakan Pramuka;

ff y; J;' i.;'iH

"#il-ffil: i'J.H' [11 f 1l:

perinci;

2

3. Bahwa Pola Pembinaan bagi golongan penegak dan

"

Pandega sebagai kader utama pelanjut misi Gerakan

Pramuka perlu dibuat berdasarkan Pola Umum Ge-

rakan pramuka agar gerak langkah pembinaan terse-

but dapct effektif dan mencapai sasaran;

4. Bahwa Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional telah mengajukan konsep Pola Pembinaan Penegak dan Pandega serta Mekanisme Pembinaan Penegak

dan Pandega;

5. Bahwa Kwartir Nasional Gerakan Pramuka perlu se- gera menetapkan Pola Pembinaan Penegak dan Pan-

dega sebagai kelengkapan Pola Umum Gerakan Pra- muka.

Mengingat

l. Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor

238 Tahun 1961 Juncto Keputusan Presiden Repu-

blik lndonesia Nomor 12 Tahun 1971;

2. Keputusan Kwartir Nasional 'Gerakan Pramuka No-

mor 045/KN/74 Tahun 1974 tentang Anggaran Ru-

mah Tangga Gerakan Pramuka;

3. Keputusan Musyawarah Kerja ANPUDA lll Tahun

1966 diPasar Minggu, Jakaru;

4. Keputusan Musyawarah Penegak dan Pandega Puteri Putera Nasional lV Tahun 1978 di Gibubur, Jakarta;

2

Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan pramuka Tahun 1978 di Bukittinggi, Sumatera Bar,at;

6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan pramuka No- mor 063 Tahun 1979 tentang penyempurnaan pola

Umum Gerakan Pramuka;

7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan promuka No_

mor l30Tahun 1979 tentang petunjuk penyelengga_

raan Kwartir Ranting.

Memperhatikan

1.

2.

Menetapkan

Saran dan usul Dewan Kerja penegak dan pendega

Nasional.

Saran dan usul Tim. Kerja penyempurnaan Konsep-

konsep Kepenegakan dan Kepandegaan.

Saran dan usul Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional

Gerakan Pramuka.

MEMUTUSKAN

Pertama

Kedua

Pola Pembinaan Penegak dan pandega beserta Mekanisme

Pembinaan Penegak dan pandega sebagai tercantum dalarn lampiran I dan ll dari keputusan ini sebagai satu kesatuan

yang tak terpisahkan dari keputusan ini.

Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini,

maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tairggal 30 Oktober ,l9g0. Ketua Kwartir Nasional,

.3

LAMPIRAN I KEPUTUSAN

rwnRti H'unsrbRnr- cE RAKAN pRAMUKA NOMOR 105 TAHUN T98O

POLA PEMBINAAN PENEGAK DAN PANDEGA

;.

'r

ij'

BAB I

PENDAHULUAN

.

A. DASAR PEMIKIRAN.

1.

Bahwa organisasi Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi

Oen{iditcan,. kepgndual !i Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan 5a9! gnak-anak dan penuda di luar sekolah dan di luar keluarga dengan

prinsip-prinsip dasar metodik pendikan kepanduan yang disesuaikan

2.

:

3.

'ddngan situasi dan kondisi lndonesia.

Bahwa tujuan Gerakan Pramuka adalah meningkatkan perkembangan

fisik, mental, sosial dan spiritual anak-aqrak dan pemuda lndonesia agar

mereka dapat menempatkan diri secara layak di tengah-tengah masya- rakat.

Bahwa 'untuk mencapai tujuan itu, Gerakan Pramuka menghimpun

4.

anak-anak dan pemuda pada Gugusdepan-gr.gusdepan sebagai organi- sasi yang terkecil dan terdepan

Bahwa bugusdepan,gugusdepan yang tersebar di seluruh wilayah ber-

" furiEsi 'sebabai'wiain'pembinain anak-anak dan pemuda dibawah pim-

pinan dan bimbingan orang dewasa.

5. Bahwa remaja dan pemuda yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun di- ' gglgl.Skan sebagai- P.glegak Oan yang berusia 21 sampai dengan 25 ta- huh diQolongkan'sebagai Pandega.

6. !alwa.,disgmping

'

rangsbng

latihan:latihan rutin di Gugusdepan, maka untuk me-

aktivitas dan menyalurkan bakat para Penegak dan Pandega,

diperlukan suatu wadah pembinaan berunq Satuan Karya-Satuan Kar-

''

ya

.s:99sa! :g Janq, P9ng€mbqngan

ketrampi lan yang secara organ isatoris

pengendalian dan bimbingn Kwartir Ca-

beiada di bawah. wewen3ng,

bang.

B. MAKSUD.

f .

nf"'"iaU.itan'.Pota Umum

Gergkan Pramuka ke dalam suatu Pola

' '" Perii6iniin Fehbghk dan Pandega.

2. Miningkatkai mutu dan hasil pembinaan Gerakan Pramuka terhadap

3. ir'tr$:il1?.tl';"",naan densan situasi dan kondisiPenesak dan

Pandega.

4

4. Menghilangkan kesimpangsiuran tentang pembinaan penegak dan

Pandega.

c. TUJUAN.

1'

Diperolehnya kejelasan pengelolaan dan pengorganisasian penegak dan

Pandega.

2.

Tercapainya kesatuan sikap terhadap usaha pembinaan penegak dan

Pandega dari tingkat Nasional sampai Gugusdepan.

D. DASAR/LANDASAN.

Pola Pembinaan Penegak dan Pandega ini didasarkan kepada pola umum

Gerakan Pramuka sesuai dengan Keputusan.Kwartir

Nasional Gerakan pra-

. muka Nomor 063 Tahun 1979, tentang penyempurnaan pola Umum Ge-

rakan Pramuka.

E. PENGERTIAN UMUM, MAKSUD DAN TUJUAN POLA PEMBINAAN

PENEGAK DAN PANDEGA.

1. Pengertian Pola Pembinaan Penegak dan pandega,

Pola Pembinaan adalah kerangka kegiatan untuk melaksanakan penga-

turan sesuatu bentuk pembinaan agar dapat dikerjakan dengan baik,

tertib, teratur, rapi dan seksama menurut rencana/program

sehingga

' pelaksanaannya dapat dikendalikan secara efektif dan efisien untuk

mencapai tujuan dan memperoleh hasil yang

diharapkan.

2. Maksud Pola Pembinaan Penegak dan pandega.

a. Merupakan pedoman pimpinan untuk menentukan kebijaksanaan umum dalam usaha pengerahan pembinaan dan pengembangan

b. irT:fff"r:111''.nl'u.n,*ir dan bertindak basi penesak dan pan.

dega.

3. Tujuan Pola Pembinaan Penegak dan pandega.

Diperoleh kebijaksanaan umum yang selalu konsisten dan terarah serta

terpadu dengan kebutuhan organisasi disatu pihak dan pengembangan

peserta didik dilain pihak.

4. Posisi Pola Pembinaan Penegak dan pandega.

a. Sebagai pengembangan

dari pola Umum Gerakan pramuka.

b'

Uraian dan penjabaran tentang keteg.san kedudukan dan peranan Penegak dan Pandega dalam lingkungan peserta didik dan di da-

lam Gerakan Pramuka.

c. Pendukung dan Pelengkap bagi pola Umum Jangka panjang.

.5

F. RUANG LINGKUP.

Naskah Pola Pembinaan Penegak dan Pandega ini meliputi :

'l

.

Pendahuluan.

2. Pengertian, Landasan dan Arah Pembinaan'

3. Tuiuan, Fungsi, Wadah dan Pengelolaan Pembinaan'

4. Sasaran Pembinaan.

5. PrinsiP Pembinaan.

6. Materi Pembinaan.

7. PrinsiP Kegiatan.

8. Materi Kegiatan.

9. Usaha Pengembangan.

10. Penutup.

BAB II

PENGERTIAN, LANDASAN DAN ARAH PEMBINAAN

A. PENGERTIAN PEMBINAAN.

1. Secara umum pembinaan sering diartikan sebagai usaha untuk memberi-

kan pengarahan dan bimbingan guna mencapai suatu tuiuan tertentu'

2. Pengertian pembinaan di dalam Gerakan Pramuka adalah usaha pendi- dikan yang dilakukan secara'terus menerus oleh orang dewasa terhadap

peserta didik dengan menggunakan sistim among dan prinsip dasar metodik pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan situasi dan

kondisi lndonesia.

3. Pengertian pembinaan bagi Penegak dan Pandega adalah proses pendi- dikan ketrampilan, kepemirnpinan dan budi pekerti luhur serta kesem-

patan untuk berkembang sendiri.

B. ' LANDASANPEMBINAAN.;

1. Landasan ldeal dan Konstitusional.

Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

2. Landasan Moral.

a. Tri Satya untuk Penbgak dan Pandega sebagai janji terhadap diri

sendiri.

b. Dasa Darma untuk Penegak dan Pandega sebagai ketentuan moral

anggota Gerakan Pramuka.

3. Landasan Operasional dan Struktural.

a. Operasional.

6

2. Ketentuan

Undang-undang yang

bOrlal.tl,r,.,,r

.

:f;: i " :

3. Keputusan Kwartir Nasional,,Gerokan kartruka;Nomor 063

I

Tahun 1979

tentang penyempurnaan:.pola,.Urnum Gerakan

,.;,i. r ,,.r i

,-,.

.

j

Pramuka. :

b. Struktural.

Keputusan Presiden Republik rndonesia Nomsr

23g rahun rg61

juncto Keputusan Presiden Repubrik,kldsnesia Nomor"r2 Tahun

1 97 1 tentang Anggaran Dasar Gerakqn, prqrnuka juncio:Keputusan

Kwartir Nasional Gerakan pramuka Nornor o45lKNlT4 Tahun

1974 tentang Anggaran

Rumah Tangge Geratan praiut a.

.::

,: ,:l

4. Landasan Konsepsional

5.

Pola Umum

Pembinaan Generasi Muda.

Landasan Historis.

4.

a. Sejarah perjuangan bangsa lndonesia.
b.

Sejarah

perkembanggn Giiakan prpmu!4,

Landasan Normatif.

Etika dan tata nilai serta adat istiadat yang luhu.tr yanghrdgp dal?m ma- syarakat.

C. ARAH PEMBINAAN.

Arah pembinaan Penegak da;'r

pqndega adarah lieseraiasdn dan keutuhan an.

tara tiga sumbu orientasi hidup yiitu :

1'

orientasi ke atas kgoada Tuhan yang Mala E99., nilqi;nire-l,keronanian

yang luhur dan faliafah hidup pancasila, yaitu pepgembangn sebagai

M?ha Esa, Bgltaqwi Oan .Uqiirnan kepada.

Nya, serta mengamalkan ajaran'

insan ber Ke Tuhanan Yary

ajaianNva,

.Ouq;rn ;rpek ieniOupannya,

'.

'

berbudi luhur dan bermoral Pancasila.

2'

orientasi ke dalam terhadap diri pribadi,

,

,

vr'iir'prng.rbingan sebagai

insan biologis, insan intelek dan kejiwaan serta insan kerja guna me.

ngembangkan bakat bakat dan kemampuan jasmaniah dan rohaniah

agar dapat memberikan prestasi yang semaksimal mungkin dengan

3.

mengembangkan

Orientasi ke luar yaitu :

faktor faktor kemampudri (Dotiniii Ogtim diri4ya.

a. terhadap lingkungan (sosial, budaya, alami,"iatafi pengembangan

sebagai :

1) insan soiial budaya.

2l

insan sosiar poritik dan

'

I

sebagai

insan'patriotik pembela negsra.

1ih.tg!-nienggali;

,daya alam serta

3) insan sosial ekonomi, termasuk sebagai insan kerja dan insn

memanfa.

profesi yang memili k i kemampuan

atkan dan mendaya gunakan sumber-silmber

sekal igus mampu memelihara tetesta?idiiiVa.

7

b. terhadap masa depan untuk menumbuhkan kepekaan Penegak dan

Pandega terhadap situaii masa kini dalam kaitan dan hubungannya

dengan menumbuhkan kemampuan untuk mawas diri, kreatif dan

konstruktif, serta menumbuhkan kesadaran bagi kesinambungan

nilai nilai luhur bangsa dan negara.

BAB III

TUJUAN, FUNGSI DAN WADAH PEMBINAAN

I A. TUJUAN PEMBINAAN

1. Tujuan Umum ;

Terbentuknya remaja dan pemuda {Penegak dan Pandega) yang :

. kuat keyakinan beragamanya
b.

a.

tinggi mental, kuat fisik dan rohani,nya.

c. berguna bagi dirinya pribadi, keluarga dan masyarakat serta bangsa

dan negaranya.

2. Tujuan Khusus :

Terbentuknya remaja dan pemuda {Penegnk dan Pandega} yang:

a. memiliki keyakinan beragama, kesadaran berkaidah dan beridiologi

Pancasila.

b. memiliki kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

c. memiliki kesadaran internasional untuk mengembangkan persatu- an/persaudaraan dalam rangka membina perdamaian dunia.

3. Tujuan Normatif:

Terbentuknya remaja dan pemuda (Penegak dan Pandega) yang :

a. memiliki kemampuan untuk menghayati dan mengamalkan Panca-

sila.

b. memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab terhadap ke- luarga, masyarakat, bangsa dan negara.

4. Tujuan Kwalitatif :

Agar setelah Penegak dan Pandega mengakhiri proses pendidikannya :

a.

b.

c.

d.

e.

f.

S.

memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin dan rasa tanggung jawab.

mengembangkan patriotisme dan idealisme.

memiliki kesadaran sosiai clan kesadaran nasional.

memantapkan kepribadian dan budi pekerti luhur.

memiliki sifat julur, adil dan sukarela.

mengembangkan jiwa gotong royong pengabdian dan meningkat- kan daya kreasi.

mengamalkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan dan wi-

raswasta.

'

8

h.

memiliki dan

mengembangkan sikap yang ;

1) Prinsipal (tidak oportunistis).

2l

Normatif (tidak liar dan

sewenang-wenang).

3)

Kritis (tidak menerima begitu saja apa yang disodorkan kepa-

 

danya).

 

4l

Obyektif (tidak subyektif, tapi mau mempertimbangkan ke-

adaan dalam dan luar dirinya atau orang lain).

Rendah

5)

hati (tidak tinggi hati, tidak menonjolkan diri).

5. Tujuan Kwantitatif :

a. Menjaga kesinambungan keanggotaan dari golongan Siaga sampai dengan golongan Pandega.

b. Setiap Gugusdepan memiliki sedikitnya satu Ambalan dan atau sa-

tu Racana.

c. Setiapssepuluh orang peserta didik memiliki satu orang Pembina.

B. FUNGSI PEMBINAAN.

1.

Umum. Pembinaan memiliki fungsi-fungsi :

a. Motivasional:

Memberi pengarahan untuk melakukan sesuatu.

Fungsi ini memberi tugas kepada Pembina untuk memberikan pe-

ngarahan kepada calon peserta didik atau peserta didik memasuki

Gerakan Pramuka. Fungsi ini bertugas memberi pengarahan, do-

rongan, keperciyaan dan keyakinan kepada mereka.

Direksional :

Menumbuhkan kesadaran atas kemampuan dan memberikan arah

gerak.

Fungsi ini berarti pula membimbing peserta didik untuk mengerja-

kan sesuatu dengan jalan menimbulkan keyaicinan pada diri peserta didik dan dengan memberikan arah gerak dari sesuatu yang akan dikerjakannya.

Konsultasional:

Menampung dan membantu memecahkan masalah yang timbul.

Dalam suatu proses pendidikan, konsultasi merupakan fungsi pem- binaan yang paling menonjol. Fungsi ini menebalkan rasa percaya pada diri peserta didik dan menyuburkan sifat kedewasaan peserta

didik. Dasar konsultasi adalah kesamaan dan bersifat bantuan pemikiran, bukan pengambilan keputusan. Dengan konsultasi,

pengarahan tidak ditgtakan sebagai sesuatu yang dipaksakan, tetapi

dirasakan

lebih bersifat saran{aran. Kehadiran Pembinaan'sangat

9

langsung dan berpengaruh terhadap proses pembindan kepribadian

peserta didik.

d,

lnstruksional:

Memberikan tugas dan kewajiban untuk berkembangannya tangi

gung jawab.

e.

Stimulasional :

Memberikan

rangsangan untuk berkembangnya kreatjvitas.

f.

Simulasional Memberikan kesempatan untuk berdiri sendiri.

2. lmplementasi Fungsi Pembinaan.

a. Dalam menjalankan fungsi pembinaan di segala tingkat Penegak

memerlukan Pembina yang

:

,1) Memiliki kemampuan bergaul, bijaksana, dikagumi, dirasakan wibawanya secara positif dan dapat dijadikan tempat menu-

angkan pikirarr Jan perasaan.

Mau dan berani memberikan kesempatan kepada Penegak

yang dibinanya untuk memikirkan, merencanakan, melaksana.

kan dan mengadakan evaluasi segala kegiatan Penegak, serta berani cjan mau bertanggung jawab atas segala resikonya.

3) Mampu memberikan motiva$i kepada Penegak agar mendapat

Zl

b,

keyakinan atas kebenaran langkah yang

ditempuh.

Dalam menjalankan fungsi pembinaan, Pandega memerlukan Pem. bina yang :

1) Memiliki kemampuan bergaul, dipercaya sebagai tempat pen.

2l

curahan pikiran dan perasaan,

Bersikap sebagai teman akrab yang penuh rasa tanggung ja.

wab dan penuh pengertian.

3) Mau dan berani menyerahkan kesempatan kepada Pandega

C.

4l

untuk memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan menga- dakan evaluasi untuk suatu kegiatan dengan segala tanggung jawab dan resikonya. Mampu memberi motivasi sehingga Pandega dapat menentukan sikap dengan mengambil keputusan sendiri.

.WADAH PEMBINAAN

1. Pengertian wadah pembinaan.

a. Ambalan adalah wadah pembinaan bagi para Penegak di tingkat

Gugusdepan.
b.

Racana adalah wadah pembinaan bagi para Pandega di tingkat Gu-

gusdepan.

10

c'

Dewan Kerja adalah wadah di tingkat Kwartir r"intuk mengerora

Penegak dan Pandega yang terdiri dari para penegak dan pandega yang dipilih dalam suatu Musyawarah penegak dan pandega puteri

Putera yang akan diatur dalam petunjuk penyelenggaraan Dewan

Kerja.

d. Satuan Karya adalah wadah pembinaan penegak dan

pandega un.

Anggota

tuk menambah ketrampilan dan pengetahuan khusus.

Satuan Karya adalah para penegak dan pandega yang pada saat

tertentu mengikuti secara langsung kegiatan Satuan

Karya.

e. Kel-o;npok Kerja adalah wadah pembinaan penegak dan pandega

. ,lntuk belajar dan tnengembangkan suatu ilmu pengetahuan dan

Anggota

ketrampilan tertentu guna kebutuhan suatu program"

Kelompok Kerja adalah penegak, pandega pembina, pelatih dan orang-orang yang dianggap mampu dan ahli dalam suatu bidang

ilmu atau ketrarnpilan tertentu untuk membuat perencanaan dalam

f.

\suatu

progranr kegiatan dari Ambalan. Racana atau Dewan

Kerja.

$ngga Kerja adalah wadah pembinaan penegak dan pandega untuk

melaksanakan suatu program kegiatan. Anggota Sangga

Kerja ada_

lah Penegak dan Pandega yang mempunyai tugas melaksanakan

program kegiatan Ambalan, Racana atau Dewan Kerja.

2':

Pengorgan isasian.

a.

.

-

PengorganisasianAmbalan.

1)

Ambalan adalah satuan penegak terdiri dari warga Ambalan

yaitu :

2l

Penegak, Calon Penegak dan Tamu Ambalan.

a). Untuk menggerakkan Ambalandibentuk Dewan Ambalan.

.Dewan Ambalan terdiri dari semua penegak .1ang sudah

dilantik.

b). Dewan Ambalan dipimpin oleh :

(1 ) Seorang Pradana.

(2) Seorang Kerani.

(3) Seorang Bendahara.

(4)

Seorang Pemangku Adat.

c) Tugas Dewan Ambalan merencanakan, melaksanakan pro-

gram berdasarkan keputusan Musyawarah penegak.

3) Apabila diperlukan, Ambalan dapat membentuk Sangga.

4l

sangga. Dalam melaksanakan program, Dewan Ambalan dapat

membentuk Sangga Kerja.

Untuk menyelesaikan masalah-masalah

yang menyangkut ke_

hormatan anggota, maka dibentuk Dewan Kehormatan yang

11

terdiri dari Pradana Ambalan, Pemangku Adat dan beberapa

anggota Ambalan yang dianggap perlu hadir oleh Pemangku

Adat ierta Pembina sebagai Penasehat.

5) Musyawarah Penegak dilaksanakan sedikitnya 1 (satu) tahun

sekali yang dihadiri oleh seluruh anggota Ambalan dengan

acara :

a). Memilih pengurus Dewan 'Ambalan berikutnya'

b)

c)

d)

Mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

Merencanakan kegiatan Arnbalan yang akan datang'

Membicarakan Adat lstiadat Ambalan'

b. Pengorganisasian Racana.

1 )

ilacana adalah satuan Pandega terdiri dari warga Racana yaitu:

Pandega dan Calon Pandega.

2l

a.

Untuk menggerakkan Racana dibentuk. Dewan Racana.

 

Dewan Racana terdiri dari semua Pandega yang sudah di"

lantik.

 

b.

Dewan Racana diPirrPin oleh :

(1 ) Seorang Ketria.

i2) Seorang Sekretaris. {3} Seorang Bendahara.

(4)

Seorang Pemangku Adat.

3) Apabila d!perlukan, Racana dapat membentuk Fleka-reka.

4i

5)

Dalanr melaksanakan prog!'am, Dewan Racana dapat memben'

tuk Sangga Kerja. Untuk nrenyelesaikan masalah-masalah

yang menyangkut ke'

hormatan anggota maka dibentuk Dewan Kehorrnatan yang

terdiri dari Ketua Dewan Racana, Pemangku Adat dan bebe'

rapa anggcta Flacana yang dianggap periu hadir oleh Pemangku

Adat serta Pembina Racana sebagai Penasehat.

Musyawarah Pandega dilaksanakan sedikitnya 1 (satu) tahun

sekali yang dihadiri oleh seluruh anggota Racana dengan acara:

a)

b)
c)

d)

Memilih pengurus

Mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan

Merencanakan kegiatan Racana yang akan datang.

Membicarakan Adat lstiadat Racana.

Dewan Racana berikutnya.

c. Pengorganisasian Dewan Kerja. 1) Penegak dan Pandega Puteri Putara diberi kesempatan mene-

menam'

bah pengetahuan dan pengalaman-pengalamannya serta me-

. ngembangkan kepemimpinannya di Dewan Kerja Penegak dan

rapkan kemampuan dan ketrampi!an L'erorganisasinya,

2l

3)

12

Pandega. Dewan Kerja Penegak dan Pandega.adalah suatu

badan kolegial yang terdiri dari Penegak dan Pandega Puteri

Putera yang membantu Kwartir dalam mengelola Penegak dan

Pandega serta dalam proses pengelolaan Kwartir,

Dewan Kerja Penegak dan Pandega mempunyai pengurus yang

terdiri dari :

a) Seorang Ketua merangkap anggota.

b) Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.

</