Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

STUDI KELAYAKAN USAHA APOTEK

DOSEN PENGAMPU : AMNAN

DISUSUN OLEH :

RAUDATUL RIZKY (1608060013)

OKTAVIANI RIZKIAH (1608060012)

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA NUSA TENGGARA BARAT

FAKULTAS KESEHATAN

PRODI S1 FARMASI

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah
melimpahkan rahmat, dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga sayadapat menyelesaikan
makalah tentang STUDI KELAYAKAN USAHA APOTEK ini. Makalah ini telah saya susun
dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat mempelancar
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada banyak
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan
tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat
memperbaikinya.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ini memberikan manfaat kepada pembaca.

Mataram, 10 April 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................i

DAFTAR ISI……………………………………………………………. ..........ii

BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................iii

A. LATAR BELAKANG............................................................................iii
B. RUMUSAN MASALAH........................................................................iii
C. TUJUAN..................................................................................................iii

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................1

A. Pengertian….…….......................................................................................... 1

B. Proses Pembuatan Studi Kelayakan………………………………............ 2

C. Aspek-aspek Penilaian Studi Kelayakan…………...…………………...... 5

D. Penilaian Aspek Pasar…………………………………………….…......... 9

E. Contoh study kelayakan Apotek…………………………………….……11

F. Strategi pembuatan Apotek………………………………………….…....11

G. Aspek Lokasi dari pembuatan Apotek…………………………….….…13

H. Rencana study pengembangan…………………………………….….…13

I. Alat perbekalan farmasi yang diperlukan…………………………..……14

J. Analisis Break Even Point (BEP)………………………………….….…..16

BAB III PENUTUP..........................................................................................23

A. KESIMPULAN.....................................................................................23
B. SARAN..................................................................................................23

Daftar Pustaka……………………………………………………………..... 24
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang dilaksanakan
secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk
menunjang keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan adalah dengan menyediakan
sebuah sarana yang dapat memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat,
berupa pelayanan kefarmasian yang memungkinkan pasien untuk lebih memahami pengobatan
yang efektif dan efesien. Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan
swasta adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009, dinyatakan


bahwa apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh
apoteker. Hal ini semakin menegaskan berubahnya paradigma farmasi dari yang berorientasi
obat (drug oriented) menjadi berorientasi pasien (patient oriented) sehingga diperlukan
perubahan dalam praktek pelayanan kefarmasian di apotek saat ini. Berdasarkan Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2003, definisi apotek adalah tempat dilakukan
pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnnya kepada masyarakat.
Dalam peraturan ini seorang apoteker bertanggung jawab atas pengelolaan apotek, sehingga
pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas maupun
kuantitasnya.

Apotek merupakan suatu instansi yang memiliki dua fungsi, yang pertama sebagai
pelayanan kesehatan (non profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan, fungsi
apotek adalah menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimal. Dari fungsi yang pertama ini, maka apoteker harus dalam wajah
yang sosial, penuh nilai etika dan moral. Sedangkan fungsinya yang kedua sebagai instansi
bisnis, apotek selayaknya untuk mendapatkan keuntungan (profit) mengingat investasi yang
ditanam pada pendirian operasionalnya juga tidak sedikit. Namun apotek bukan hanya suatu
badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi
sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik
dan terjamin keabsahannya.

Apotek ini dibuat untuk memperluas akses obat terjamin kepada masyarakat. Selain
memperluas akses, apotek ini juga bertujuan untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan
ilegal, serta memberikan kesempatan pada apoteker untuk memberikan pelayanan kefarmasian.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian dari Apotek ?


2. Bagaimana gambaran mengenai kriteria dan studi kelayakan usaha sebuah Apotek ?
3. Apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan Apotek ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari Apotek
2. Untuk mengetahui gambaran mengenai kriteria dan studi kelayakan usaha sebuah
Apotek
3. Untuk mengetahui hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan Apotek
BAB II

PEMBAHASAN

STUDY KELAYAKAN APOTEK

A. PENGERTIAN

Didalam kehidupan manusia sehari-hari factor kesehatan menjadi sebuah factor yang
harus diperhatikan untuk kelangsungan hidup manusia. Kesehatan menjadi suatu hal yang selalu
dicari agar mampu bertahan hidup. Ada banyak hal yang dapat mengganggu kesehatan manusia
antara lain gaya hidup, lingkungan, makanan ataupun penyakit keturunan. Banyak nya macam
penyakit yang dapat menyerang manusia bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak diinginkan, oleh
karena itu diperlukan sarana kesehatan yang memadai serta mudah dijangkau oleh semua
masyarakat, oleh karena itu diperlukan pembangunan sarana kesehatan yang merata ditiap
daerah. Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan Nasional bertujuan untuk
mempertinggi derajat kesehatan termasuk keadaan gizi masyarakat dan penyediaan obat-obatan
di Apotek dalam rangka peningkatan kualitas dan taraf hidup serta kecerdasan dan kesejahteraan
masyarakat Indonesia.

Salah satu bentuk pembangunan sarana kesehatan yaitu dengan mendirikan Apotek.
Usaha apotek merupakan suatu kombinasi dari usaha pengabdian profesi farmasi, usaha social,
dan usaha dagang yang masing-masing aspek ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain
nya dari usaha Apotek. Apotek sendiri merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang
melakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat.
Peraturan mengenai apotek tentang dalam peraturan menteri kesehatan No.
1332/Menkes/SK/X/2002.

Studi kelayakan (Feasibility Study) apotek adalah suatu rancangan secara komprehensif
mengenai rencana pendirian apotek baru untuk melihatkelayakan usaha baik dari pengabdian
profesi maupun sisi bisnis ekonominya.Tujuannya adalah untuk menghindari penanaman modal
yang tidak efektif dan berguna untuk mengetahui apakah apotek yang akan didirikan cukup layak
atau dapat bertahan dan memberi keuntungan secara bisnis.Dalam studi kelayakan diperlukan
perhitungan yang matang sehingga apotek yang akan didirikan nanti tidak mengalami kerugian.

Apotek merupakan suatu bentuk usaha yang mempunyai fungsi ekonomi dan fungsi
sosial. Selain itu apotek merupakan tempat dilaksanakan suatu pekerjaan kefarmasian dimana
farmasis mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam memberikan
pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien dalam pengobatan yang rasional.Sebagai
salah satu tenaga kesehatan, seorang apoteker harus mampu menempatkan profesinya diantaranya
yaitu pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan pengadaan, peyimpanan dan distribusi
obat, pelayanan atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003, maka definisi


apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan,dan perbekalan
kesehatan lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini seorang apoteker bertanggung jawab
atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin
keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya. Apotek merupakan suatu institusi yang di
dalam pelaksanaanya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient
oriented) dan unit bisnis (profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan,
fungsi apotek adalah menyediakan obat‐obatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimal.Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek
bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang
ditanam pada apotek dan operasionalnya juga tidak sedikit.

B. Proses Pembuatan Studi Kelayakan

Tahapan atau proses dalam membuat sebuah studi kelayakan pendirianapotek, dapat
terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap penemuan gagasan (ide), penelitianlapangan, evaluasi data,
pembuatan rencana dan pelaksanaan rencana kerja.

1. Penemuan suatu gagasan


Gagasan merupakan sebuah pemikiran terhadap sesuatu yang inginsekali untuk
dilaksanakan. Gagasan yang baik untuk didiskusikan dandianalisis sebelum dilaksanakan
adalah gagasan yang memenuhi beberapacriteria diantaranya yaitu bahwa ide harus:
 Sesuai dengan visi organisasi

 Dapat menguntungkan organisasi

 Sesuai dengan kemampuan sumber dayanya yang dimiliki organisasi

 Tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku

 Aman untuk jangka panjang

2. PenelitianSetelah gagasan disetujui,

Langkah berikutnya adalah melakukan penelitianlapangan.

Data-data yang dibutuhkan antara lain :

 Ilmiah : melalui analisa data-data bisnis mengenai kondisi lingkunganeksternal yang ada
di sekitar lokasi yang ditetapkan seperti :

- Nilai strategi sebuah lokasi

- Data kelas konsumen

- Peraturan yang berlaku di daerah tersebut

- Tingkat persaingan yang ada saat ini.

 Non ilmiah yaitu : melalui intuisi (intuition) atau feeling yang diperolehsetelah melihat
lokasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya.
3. Evaluasi Data
Dalam melakukan evaluasi terhadap data hasil penelitian dilapangan, dapat dilakukan
dengan cara yaitu :
A. Memperhatikan faktor yang berpengaruh, terdiri dari :
1.) Eksternal
Faktor tipe konsumen yang akan melayani (pemukiman, kondisi
perkantoran).
Tingkat keuntungan yang akan diperoleh, keamanan. Peraturan tentang
perkembangan tata kota (pelebaran jalan) ditempat lokasi yang ditetapkan.
2.) Internal
Faktor kemampuan keuangan ketersediaan tenaga kerja. Ketersediaan
produk kemampuan pengelolaan (Manajement).
B. Membuat usulan proyek (project appraisal), yang meliputi :
1.) Pendahuluan : Mengenai Latar belakang, munculnya gagasan.
2.) Tujuan : Analisis tekhnis mengenai :peta lokasi dan lingkungan di sekitarnya
desain unterior dan exterior jenis produk.
3.) Analisis pasar : jenis pasar dan strategi persaingan yaitu gambaran mengenai :
 Pasar oligopoli
 Pasar persaingan bebas
 Potensi pasar
 Jenis konsumen
 Daya tarik laba
 Target pasar (konsumen sasaran).
4.) Analisis manajemen mengenai :
 Bentuk badan usaha
 Struktur organisasi
 Jenis pekerjaan
 Jumlah kebutuhan tenaga kerja
 Program kerja
5.) Analisis keuangan mengenai :
 Berapa jumlah investasi dan modal kerja mengenai:
 Berapa jumlah biaya investasi yang

dibutuhkan dan digunakan untuk keperluan apa saja?

 Berapa lama waktu pengembalian (paybackperiod)?


 Berapa besar tingkat pengembalian internalyang aman (internal rate of
return)?
 Aliran kas
 Bagaimana situasi aliran kasnya selama periode

investasi, apakah negatif atau positif?


 Langkah apa saja yang dilakukan bila aliran kasnyaselama periode
investasi negatif?
 Sumber pendanaan
 Dari mana sumber biaya investasi diperoleh?
 Berapa besar tingkat efisiensinya dibanding sumberlain?
 Jenis pinjamannya, jangka pendek atau jangkapanjang?

4. Pembuatan rencanasetelah usulan proyek disetujui, kemudian menetapkan waktu


(timeschedule) untuk memulai pekerjaan sesuai dengan skala prioritas:

- Menyediakan dana biaya investasi dan modal kerja

- Mengurus izin

- Membangun, merehabilitasi gedung

- Merekrut karyawan

-Menyiapkan barang dagangan, sarana pendukung

-Memulai operasional

5. Pelaksanaan rencana kerjadalam melakukan setiap jenis pekerjaan, dibuatkan suatu


format yangberisi mengenai:
 Jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan
 Mencatat setiap penyimpangan yang terjadi
 Membuat evaluasi dan solusi penyelesaiannya

C. Aspek-aspek Penilaian Studi Kelayakan

Aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan bila akan membuatsuatu usaha
apotek, antara lain adalah:

 Management dan Staff


 Teknis
 Pasar
 Finansial
 Resiko Bisnis

Penilaian Aspek Manajemen dan StafPenilaian terhadap aspek manajemen operasional antara
lain dapatmeliputi mengenai rencana :

1.) Strategi Manajemen

Strategi manajemen yaitu : suatu strategi yang akan digunakan untukmengubah kondisi
yang ada saat ini (current condition) menjadi kondisidi saat yang akan (future condition) datang
dalam suatu periode waktutertentu.

Strategi manajemen tersebut antara lain mengenai

Visi : cita-cita, yang akan dicapai oleh pendiri atau pemiliknya.

Misi : beban tugas utamanya.

Strategi : siasat untuk mencapai tujuan.

 Program kerja : cara-cara untuk memperoleh sasaran.

 Standar prosedur operasional (SPO) : tata cara (langkah-langkah)

melaksanakan suatu kegiatan, yang berlaku sebagai peraturan.

2.) Bentuk dan Tata Letak Bangunan

Dalam menetapkan bentuk dan tata letak bangunan, terdapat beberapahal yang harus
diperhatikan yaitu

a.) Bentuk bangunan, dapat menggambarkan


 Identity company image, untuk membentuk opini konsumen.
 Nuansanya (physical evident) baik interior ataupun exterior, sesuaidengan target
konsumen yang akan dilayani.
 Kemudahan untuk dikembangkan.
b.) Sistem tata letak (lay out) dapat memberi

 Kemudahan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian mutasebarang.


 Kemudahan bagi konsumen untuk memperolehnya (untuk barang otc/bebas).

c.) Estetika, rapih,teratur dan tersusun dengan baik.

d.) Kesesuaian dengan peraturan yang berlaku dansifat barang, karena dalam pengelolaan
sediaan farmasi di apotek telah diatur oleh undang-undang dan adanya sifat obat yang
mudahterpengaruh oleh berbagai macam keadaan.

3.) Jenis Produk Yang Akan Dijual

Persediaan merupakan elemen penting dalarn perusahaan retail. Seperti diketahui dalam
melakukan penilaian terhadap analisis produk yang akandijual berkaitan dengan beberapa
hal yaitu :

 Target konsumen, bila target konsumennya yang menengah-atas, maka barang yang
dijual juga barang menengah-atas.
 Jumlah dan jenis (lini, item) produk kebutuhan konsumen, umumnya konsumennya yang
menengah-atas meminta perhatian yang lebih dari penjual. Oleh sebab itu lini dan jumlah
itemnya terpenuhi agar kelengkapannya terjaga.

A.) Menentukan tipe toko dan penyimpanan


B.) Menentukan tempat dan ukuran penyimpanan yang cocok
 Menentukan tempat:

- Renovasi : paling cepat dan murah, bila telah memilikitempat

- Menyewa : cepat dan mengurangi kebutuhan modal, tapi perlu mencari-cari


tempat yang sesuai

- Membeli: cepat, tapi perlu mencari-cari

- Membangun gedung standar

- Membangun gedung yang disesuaikan dengan tujuan

 Alasan dilakukan penentuan ukuran:

- Untuk mendaftar lokasi & gedung yang sesuai


- Membuat desain yang realistis

- Mempersiapkan anggaran dana

C.) Memilih metode dalam menentukan tempat dan pengaturan ruangan

D.) Menentukan kerangka kerja (Job Description)

 Nyaman dan aman : daerahnya tidak jorok, tidak macet dan sempit dan tingkat
kriminalnya rendah (bukan daerah premanisme).

 Prospek pertumbuhan pasarnya relatif cepat dan besar : jumlah konsumen dan daya beli
(income perkapita) nya relatif tinggi.

1.) Bentuk Badan Usaha

Bentuk badan usaha yang akan ditetapkan tentunya memiliki tujuan tertentu misalnya
:  Koperasi untuk memperoleh fasilitas kemudahan dalam mengurus izin,

tetapi kurang mendapat perhatian dari kalangan konsumen, investor, kreditor

 Persero (Pt) untuk memperoleh perhatian dari kalangan konsumen, investor,


kreditor tertentu, tetapi dalam mengurus izin dikenakan biayayang relatif mahal
dibandingkan dengan koperasi.

2.) Struktur Organisasi dan Staff

Tujuan pembentukan struktur organisasi untuk memberi gambaran mengenai

 Jumlah jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan

 Fungsi-tugas dan wewenang-tanggung jawab setiap pekerjaan

 Persyaratan jabatan pada setiap jenis pekerjaan

 Hirarkhi dalam pengambilan keputusan Dalam struktur organisasi, besar-kecilnya


bagan dan jumlah pegawai yang dibutuhkan tegantung pada :
 Jenis dan volume pekerjaan, bila jumlah dan volume pekerjaan banyak,maka struktur
diperbesar. Sebaliknya bila volume pekerjaan sedikit, struktur dirampingkan, agar lebih
efisien.

 Penempatan setiap pegawai sesuai dengan persyaratan jabatannya (theright man on the
right place) yang telah ditetapkandalam mengelola sebuah apotek, perlu dilakukan cara
mengelola fungsi-fungsi manajemen dalam menyusun rencana kerja (planning) untuk
mencapai suatu tujuan. Karena untuk melaksanakan rencana kerja tidak mungkin
dilakukan oleh satu fungsi, maka organisasi (apotek) membagi-bagi pekerjaan yang ada
di apotek dengan tugas, wewenang, dan tanggungjawab pada setiap fungsi. Masing-
masing fungsi ini akan melaksanakan rencana kerja sesuai dengan fungsi pekerjaan dan
sasaran yang dicapainya.

1.) PSA/Pemilik Saham

Pemilik saham berkoordinasi dengan apoteker dalam pelaksanaan operasional dan


program-program apotek terutama dalam hal penyediaan modal.

2.) Apoteker penanggung jawab apotek

APA berkoordinasi dengan pemilik saham dan apotekerpendamping memiliki wewenang


penuh dalam pengelolaan apotek,memiliki tugas melaksanakan tanggung jawab profesional
kefarmasian di apotek, yang mencakup :

 pengelolaan perbekalan kesehatan dan mengontrol persediaan barang

 Administrasi keuangan

 menerima resep dari pasien dan memberikannya secara langsungdisertai

 dengan pemberian informasi obat

 memberikan layanan kefarmasian berupa informasi obat, konsultasi,edukasi

 monitoring penggunaan obat kepada pasien

 mengawasi dan mengontrol kinerja semua karyawan apotek

3.) Apoteker Pendamping


Apoteker pendamping memiliki tugas yaitu menggantikan tugas

APA apabila berhalangan hadir, yaitu dalam hal penerimaan resep dan pemberian obat,
memberikan layanan informasi, konseling, edukasidan monitoring obat serta mengontrol
dan mengawasi kinerjabawahannya.

4.) Asisten Apoteker

Asisten apoteker bertugas untuk membantu APA dan Apoteker pendamping dalam
peracikan resep dan penyediaan obat ke pasien, bertanggung jawab juga terhadap
terpeliharanya sarana dan prasarana apotek.

5.) Tenaga Administrasi

Tenaga Administrasi bertugas melaksanakan kegiatan operasional apotek sehari-


hari, termasuk kasir dan membanu delivery service ke konsumen serta bertanggung jawab
terhadap terpeliharanya sarana dan prasarana apotek.

D. Penilaian Aspek Pasar

Kelayakan aspek pasar bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, pada permintaan
dan kapasitas penduduk di rencana pembangunan kawasan pada kepemilikan unit apotek, serta
melakukan analisis perbandingan dengan kemampuan penyediaan kawasan. Dalam menilai
aspek pasar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

A. Penentuan harga

Penentuan harga dilakukan dengan menghitung biaya operasional, biaya untuk tenaga
kerja, dan biaya peralatan usaha. Penghitungan ini dilakukan agar pemilik apotek dapat
memperhitungkan berapa pendapatan yang diinginkan agar dapat mencapai break even point,
yaitu suatu titik yang menggambarkan bahwa keadaan kinerja apotek berada pada posisi yang
tidak memperoleh keuntungan ataupun kerugian. Penentuan harga jual ini sangat sulit dilakukan
karena harus memperhatikan jumlah keuntungan yang ingin didapat dengan adanya kompetitor
dan kepuasan pelanggan. Bila suatu apotek menjual obat dengan harga jual yang rendah,
keuntungan yang diperoleh apotek tersebut menjadi lebih kecil. Bila suatu apotek menjual obat
dengan harga jual yang tinggi, keuntungan yang diperoleh apotek menjadi lebih besar, tetapi ada
kemungkinan pelanggan tidak kembali ke apotek tersebut dan beralih ke apotek lain. Oleh karena
itu, dalam menentukan harga jual obat di apotekharus memperhatikan hal-hal berikut :

 Harga harus menutupi biaya agar tidak terjadi kerugian


 Harga harus dievaluasi dan disesuaikan terus-menerus

Faktor-faktor yang menentukan harga jual antara lain :

 Biaya pembelian

Biaya pembelian merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membeliproduk yang akan
dijual, termasuk biaya transportasi.

 Biaya operasional

Biaya operasional meliputi gaji karyawan dan biaya untuk listrik air, danlain sebagainya.

 Modal

Modal merupakan biaya yang diperlukan untuk memperoleh peralatan untuk memulai
dan mempertahankan kegiatan operasional.

Penentuan harga (pricing) terbagi dalam lima tipe, yaitu

1. Berdasarkan proyeksi penjualan


 Perkiraan jumlah barang atau jasa yang diharapkan terjual selama 5 tahun pertama
2. Cost plus pricing
 Penentuan harga dengan memperhitungkan total biaya yang dikeluarkan ditambah
dengan laba yang diinginkan. Biaya tersebut meliputi, harga beli produk, tenaga kerja,
dan biaya lain-lain.
3. Competitive pricing
 Penentuan harga mendekati harga di pasaran. Jika harga jual tidak dapat menutupi modal,
maka penentuan harga dengan cara ini menjadi tidak layak.
4. Mark-up pricing
 Penentuan harga berdasarkan patokan harga beli produk
5. Value-based pricing
 Penentuan harga berdasarkan jumlah uang yang dapat dihemat oleh konsumen.
E. CONTOH STUDI KELAYAKAN APOTEK
 NAMA DAN ALAMAT APOTEK
Nama Apotek : Apotek RIZKY FARMA
Alamat : Jalan pariwisata nomor 75 gunung sari, kecamatan Batu
Layar
Apoteker (APA) : Raudatul Rizky, S.Farm, Apt.
Apoteker Pendamping : Oktaviani , S.Si, Apt

F. STRATEGI
Strategi dari apotek adalah :
1. Melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya sesuai
dengan pola kebutuhan masyarakat sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan
mempercepat tercapainya Break Event Point
2. Menjamin terapi obat yang diberikan kepada pasien tepat, efektif, nyaman dan aman
3. Membuka praktek Apoteker bagi masyarakat yang membutuhkan informasi obat yang
digunakan secara khusus.
4. Memberikan KIE kepada pasien
5. Mengatasi adanya DRP yang mungkin timbul pada resep
6. Meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan memberlakukan sistem reward dan punishment
bagi seluruh karyawan.
7. Merancang standart operating procedure dan standar organisasi kerja
8. Melakukan efisiensi biaya pengobatan

G. ASPEK LOKASI
Apotek Rizky Farma yang akan didirikan terletak di lokasi di jalan pariwisata nomor 75
gunung sari, kecamatan Batu layar. Lokasi apotek ini tergolong sangat strategis yang dapat
mendorong keberhasilan dan erat hubunganya dengan profit yang diperoleh nantinya.
1. Denah lokasi (Terlampir)
2. Data-data pendukung:
a. Kepadatan penduduk
Apotek “Rizky Farma” berada didaerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi ± 400
KK, dekat dengan perumahan warga,Perumahan KODIM, sekolah, Bengkel, rumah makan, dan
tempat perbelanjaan.
b. Tingkat sosial dan ekonomi
Tingkat pendidikan masyarakat tinggi mengingat penduduknya sebagian besar pegawai,
siswa dan wiraswasta. Tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat cukup tinggi. Tingkat
ekonomi & konsumsi penduduk secara umum cenderung menengah kebawah.
c. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yaitu terdapat Praktek dokter dan Rumah
sakit Ibu dan Anak Sakinah

d. Jumlah Apotek
Jumlah Apotek terdekat sebagai mitra adalah 2, yaitu Apotek Anisa ( ± 5 0 0 m) dan
Apotek Blunya (1 Km). Dengan melihat lokasi yang strategis maka diharapkan apotek dapat
bersaing dengan apotek lainnya.
e. Aman
Lingkungan Apotek “Rizky Farma” relatif aman karena berada dekat dengan perumahan
KODIM 0734
f. Mudah dijangkau
Lokasi apotek mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan, memiliki area parkir.

H. RENCANA STRATEGI PENGEMBANGAN


1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada di sekitar.
2. Kerja sama dengan dokter praktek dalam pelayanan kesehatan guna meningkatkan keberhasilan
terapi yang rasional (Rencana setelah 1 tahun apotek berdiri).
3. Sosialisasi ke warga di sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau leaflet kesehatan setiap
satu minggu sekali di bulan awal apotek didirikan.
4. Memberikan pelayanan kefarmasian dengan komunikasi yang efektif dan elegan untuk
mendapatkan customer loyality sesuai dengan Branch image yang akan apotek “Rizky Farma”
bangun.
5. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola kebutuhan pasien.
6. Memberikan diskon atau free gift bagi customer selama periode tertentu, misal seperti stiker
tentang tips-tips kesehatan.

I. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA


Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan Human Capital yang memiliki
komunikasi efektif dan elegan dalam menangani setiap kegiatan baik yang berhubungan dengan
administratif maupun pelayanan di Apotek sehingga visi dan misi Apotek dapat terlaksana.
Apotek “Rizky Farma” merekrut 4 karyawan dengan susunan sebagai berikut:
1. Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang
2. Apoteker Pendamping : 1 orang
3. Administrasi umum : 2 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah:
1. Jam kerja :07.00-22.00, dibagi menjadi 2 shift yaitu jam 07.00-14.30 dan jam 14.30-22.00 (hari
besar keagamaan libur). Apoteker masuk mulai 07.00-14.30 dan 14.30-22.00.
2. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya dari PSA)
3. Sumber daya manusia merupakan Human Capital, oleh karena itu SDM di Apotek “Rizky
Farma” haruslah orang-orang yang memiliki value creating yang tidak dapat ditiru oleh apotek
lain yang mampu menciptakan keunggulan yang kompetitif sehingga akan menciptakan
kepuasan customer (customer satisfaction) dan meningkatnya profit apotek.

J. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN


1. Bangunan

a. Bangunan apotek terdiri dari ruang pelayanan resep, ruang peracikan, kasir, ruang kerja
apoteker dan konsultasi obat, ruang administrasi, ruang praktek dokter (rencana setelah 1
tahun apotek berdiri), ruang tunggu pasien, tempat parkir, dan toilet.
b. Bangunan dilengkapi dengan, kipas angin, penerangan, sumber air yang memenuhi
persyaratan, ventilasi dan sanitasi yang mendukung dan tempat sampah.
c. Papan nama berukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm dengan tulisan hitam di atas
dasar putih, tinggi huruf minimal 7 cm dengan tebal 7 mm, dilengkapi dengan neon box.
Papan nama terdiri dari papan nama apotek dan papan nama apoteker dengan SIA
terpasang jelas.

2. Perbekalan Farmasi
Perbekalan Farmasi yang diperlukan
a. Obat Keras (Obat dengan Resep dan OWA)
b. Obat bebas (OTC) dan bebas terbatas
c. Alat Kesehatan : timbangan badan, pispot, masker,tutup kepala, termometer, perban, sarung
tangan, kateter, spuit, dll
d. Kosmetik, Produk jamu, makanan dan minuman kesehatan, perlengkapan bayi (bedak, botol
susu bayi, sabun, susu, madu, energy drink, dll)

K. Analisis Break Even Point (BEP)

BEP ialah titik yang menggambarkan bahwa keadaan kinerja apotek

berada pada posisi yang tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak memperoleh kerugian

BEP terjadi bila TR = TC TR = Total pendapatan (total revenue)

TC = Total biaya, terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap TR=PXQ
TR = jumlah penjualan (total revenue)

P = harga (price)

Q = jumlah unit barang (quantity)

TC=VC+FC
TC = Total biaya (total cost)

VC = biaya variabel (variable cost)

FC = biaya tetap (fix cost)

Laba = TR –TC
Laba = Keuntungan (profit)

Kegunaan BEP ialah untuk mengetahui batas penjualan dimana apotek memperoleh laba atau
kerugian.

Fungsi analisis BEP ialah untuk merencanakan jumlah:

 Penjualan, di mana dapat diketahui pada tingkat penjualan berapalaba dapat menutup
biaya variabel dan biaya tetap yang dikeluarkanapotek.
 Laba dan rugi, di mana dapat diketahui berapa jumlah keuntunganatau kerugian yang
akan diperoleh apotek ketika jumlah penjualandan jumlah biaya mencapai tingkat
tertentu.

Penjelasan mengenai resiko yang dihadapi dan akan dihadapi oleh apotek (analisisSWOT),
meliputi:

 karakteristik internal
 keunikan
 penanaman modal
 ramalan ekonomi
 Perubahan regulasi
 perkembangan teknologi

3. Studi kelayakan pendirian apotek

a. MODAL

=>Modal Tetap

Sarana fisik : tanah dan bangunan dengan luas bangunan 4 x 7 m (1 lantai)

Harga : Rp 200.000.000,-

 Sarana penunjang

Rak kaca etalase kecil : Rp 3.000.000,-


Rak kaca etalase besar : Rp 4.000.000,

Meja kerja : Rp 500.000,-

Meja racik : Rp 300.000,-

Penjualan Obat Bebas :23% x 1,1 (dr obat bebas 10%) = 0, 25

Laba kotor : 0,25 x 100%1,25=20% = 20% x Rp 608.400.000 = Rp. 121.680.000

Biaya Tetap : Rp. 54.800.000Pajak 10% : Rp. 12.168.000 -

Laba Netto (laba bersih) : Rp. 54.712.000,-

Pay Back Periode (PP)= Rp 272.800.000,- x 1 tahun Rp. 54.712.000,-= 5 tahun

ROI (% untuk 1 tahun)= Rp. 54 . 712 .000,- x 100% Rp 272.800.000,-= 20,06 %Break Event
Point (BEP)
BAB III

KESIMPULAN

A. KESIMPULAN

Study kelayakan berguna untuk memberikan gambaran bagaimana cara mendirikan


apotek dengan baik, sehingga apotek dapat berkembang.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang dilaksanakan
secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk
menunjang keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan adalah dengan menyediakan
sebuah sarana yang dapat memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat,
berupa pelayanan kefarmasian yang memungkinkan pasien untuk lebih memahami pengobatan
yang efektif dan efesien. Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan
swasta adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek.

Studi kelayakan (Feasibility Study) apotek adalah suatu rancangan secara komprehensif
mengenai rencana pendirian apotek baru untuk melihatkelayakan usaha baik dari pengabdian
profesi maupun sisi bisnis ekonominya.Tujuannya adalah untuk menghindari penanamanmodal
yang tidak efektif dan berguna untuk mengetahui apakah apotek yang akandidirikan cukup layak
atau dapat bertahan dan memberi keuntungan secara bisnis.Dalam studi kelayakan diperlukan
perhitungan yang matang sehingga apotek yangakan didirikan nanti tidak mengalami kerugian.

B. SARAN

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan
pengetahuann lebih dalam tentang kelayalakan dalam sebuah apotek. Dan semoga dengan
adanya makalah ini kita dapat belajar tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan
apotek.
DAFTAR PUSTAKA

 Umar, M.. Manajemen Apotek PraktisCetakan Ke-3. Wira Putra Kencana. 2009
 Rofiya, Naiti. (2008). Laporan Praktek KerjaProfesi Farmasi Komunitas di Apotek Kimia
Farma Medan. Medan :Universitas Sumatera Utara.

Anda mungkin juga menyukai