Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KETERATURAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA


RSJ GRHASIA DIY

Disusun Oleh:
Putri Puspita Devi, S.Kep
18310126

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YOGYAKARTA
2018/2019
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETERATURAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA
RSJ GRHASIA DIY

Hari :
Tanggal :
Tempat :

Sleman, Maret 2019


Pembimbing Lahan Pembimbing Akademik

(Puji Sutarjo, S.Kep, Ns, MPH) (Dina Putri Utami Lubis, S.Kep, Ns, M.Kep)

Mahasiswa

(Putri Puspita Devi, S.Kep)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETERATURAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA
RSJ GRHASIA DIY

A. Topik
Pokok Bahasan : Sehat Jiwa
Sub Pokok Bahasan : Keteraturan Minum Obat

B. Pelaksanaan
1. Hari/tanggal : Sabtu, 23 Maret 2019
2. Waktu : 17.00 – 17.30 WIB (30 menit)
3. Tempat : Rumah Pasien
4. Penceramah : Putri Puspita Devi
5. Sasaran : Pasien (Tn.S) dan Keluarga Pasien

C. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan selama 1x30 menit, diharapkan
keluarga klien mampu memahami dan berperan serta dalam keteraturan
minum obat klien dengan gangguan jiwa.
b. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1x30 menit diharapkan klien
dan keluarga klien akan mampu :
1. Menjelaskan pengertian sakit jiwa
2. Menyebutkan ciri sakit jiwa
3. Menjelaskan fungsi minum obat bagi penderita gangguan jiwa
4. Menjelaskan faktor penyebab kekambuhan gangguan jiwa
5. Menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan jika penderita menolak minum
obat
D. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab / diskusi

E. Media :
Leaflet

F. Materi (terlampir)
1. Pengertian sehat jiwa
2. Ciri sehat jiwa
3. Pengertian sakit jiwa
4. Ciri sakit jiwa
5. Fungsi minum obat bagi penderita gangguan jiwa
6. Alasan penderita ganguan jiwa sering tidak teratur minum obat
7. Faktor penyebab kekambuhan gangguan jiwa
8. Yang harus dilakukan jika penderita menolak minum obat

G. Susunan Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan
No Tahap Waktu
Pengampu Keluarga
1 Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan 3. Menyimak hal-hal
umum dan tujuan yang penting
khusus
2 Penyajian 20 menit 1. Menjelaskan materi 1. Menyimak dan
tentang : mencatan penjelasan
 Pengertian sehat yang disampaikan
jiwa penceramah
 Ciri sehat jiwa 2. Menanyakan hal
 Pengertian sakit yang kurang jelas
jiwa 3. Menyimak jawaban
 Ciri sakit jiwa penceramah.

 Fungsi minum obat


bagi penderita
gangguan jiwa
 Alasan penderita
ganguan jiwa sering
tidak teratur minum
obat
 Faktor penyebab
kekambuhan
gangguan jiwa
 Yang harus
dilakukan jika
penderita menolak
minum obat
2. Memberi kesempatan
pada keluarga untuk
bertanya.
3. Menjawab pertanyaan
dari keluarga.

3 Penutup 5 menit 1. Menjawab


1. Memberikan
pertanyaan dari
pertanyaan lisan pada
pengampu.
keluarga.
2. Menyimpulkan 2. Mendengarkan
kegiatan penjelasan
3. Memberi pujian dan pengampu
motivasi pada pasien 3. Mendengarkan
dan keluarga penceramah
4. Kontrak untuk 4. Kesepakatan
pertemuan selanjutnya kontrak
5. Mengucapkan salam 5. Menjawab salam

I. Setting Tempat

MEJA

Keterangan :
: Pasien
: Keluarga Pasien
: Penyuluh

J. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Tempat tersedia dan siap untuk digunakan.
 Media dan alat siap untuk digunakan.
 Kontrak waktu dengan pasien dan keluarga pasien.
2. Evaluasi Proses
 Pasien dan keluarga mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir.
 Pasien dan keluarga dapat bertanya kembali jika tidak paham dengan
materi yang disampaikan oleh penyuluh.
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit pasien dan keluarga dapat
memahami / menjawab pertanyaan berupa :
a) Jelaskan pengertian sakit jiwa?
b) Sebutkan ciri sakit jiwa?
c) Jelaskan fungsi minum obat bagi penderita gangguan jiwa?
d) Jelaskan faktor penyebab kekambuhan gangguan jiwa?
e) Jelaskan hal-hal yang harus dilakukan jika penderita menolak minum
obat?
MATERI
SAKIT JIWA DAN KETERATURAN MINUM OBAT

A. Pengertian sehat jiwa


Sehat jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik,
intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan selaras dengan orang
lain.

B. Ciri sehat jiwa


1. Emosi tenang, cukup bahagia, dapat bergaul, bebas dari khawatir, benci, dan
cemas.
2. Dapat memelihara keseimbangan jiwa secara mantap (tabah, memiliki
tanggungjawab, mampu mengambil keputusan).
3. Memiliki masa kanak-kanak yang bahagia.

C. Pengertian sakit jiwa


Sakit jiwa adalah terjadinya perubahan dalam pikiran, performa, perasaan, dan
perilaku umumnya berlebihan, berkurang, atau abnormal.

D. Ciri sakit jiwa


1. Gangguan fungsi tubuh
a. Sukar tidur.
b. Tidak nafsu makan dan makannya hanya sedikit.
c. Buang air kecil lebih sering, mengompol, sulit buang air besar (tinja
keras).
2. Gangguan fungsi mental
a. Perilaku aneh membuat keluarga, orang lain malu dan bingung,
membahayakan diri dan oranglain, aktif sekali, gelisah, mengancam tanpa
tujuan, hilang minat terhadap kegiatan sehari-hari dan lingkungan, duduk
atau berbaring berjam-jam atau menolak untuk bergerak.
b. Banyak bicara atau diam, pembicaraan sulit dimengerti dan tidak
berhubungan.
c. Menunjukkan sedih atau gembira berlebihan.
d. Mungkin mendengar suara atau melihat sesuatu yang tidak dapat
dirasakan oleh orang lain.
e. Melupakan hal-hal yang penting.
f. Tidak mampu mengambil keptusan.
g. Perubahan tingkat kesadaran.
3. Perubahan pribadi dan sosial.
Mengabaikan kebutuhan tubuh dan kebersihan diri (tidak mau mencuci,
menyisir rambut, menolak mandi atau berganti pakaian).

E. Fungsi minum obat bagi penderita gangguan jiwa


1. Penderita umumnya merasa tidak memiliki masalah atau sakit.
2. Untuk memacu atau menghambat fungsi mental yang terganggu.
3. Memperbaiki kondisi penderita.

F. Alasan penderita ganguan jiwa sering tidak teratur minum obat


1. Tidak menyadari kalau sakit.
2. Merasa bosan dengan pengobatan karena membutuhkan waktu yang lama.
3. Adanya efek samping dari pengobatan.
4. Tidak nyaman terhadap jumlah dan dosis obat.
5. Lupa minum obat.
6. Mengakhiri persediaan obat.
7. Tidak mendapat dukungan dari keluarga.
8. Sikap negatif terhadap pengobatan (berhenti pengobatan medis karena
melakukan pengobatan tradisional atau alternatif).
G. Faktor penyebab kekambuhan gangguan jiwa
1. Ketidakteraturan minum obat
2. Dari penderita
a. Keinginan untuk sembuh.
b. Masalah yang dihadapi (sifat masalah, asal, waktu, dan jumlah).
c. Tipe kepribadian penderita (tertutup atau terbuka).
d. Kepatuhan pengobatan.
3. Keluarga dan lingkungan
a. Penolakan terhadap penderita gangguan jiwa (pengucilan, diejek, tidak
diterima).
b. Komunikasi tidak terbuka, tidak melibatkan penderita dalam pergaulan.
c. Kurang/tidak memberikan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan
penderita, kurang pujian terhadap kemampuan positif penderita.
4. Kurang pengetahuan keluarga tentang pola perilaku penderita dan
penanganannya, pengawasan minum obat.

H. Hal-hal yang harus dilakukan jika penderita menolak minum obat


1. Buat kesepakatan dengan penderita (membuat jadwal minum obat).
2. Jelaskan manfaat pengobatan bagi penderita, serta akibat jika lupa/menolak
minum obat.
3. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat, seperti bentuk sirup atau
puyer.
4. Modifikasi pemberian obat, bersama-sama saat makan buah atau dicampur
dengan makanan.
5. Berikan pujian langsung pada penderita saat mempunyai keinginan sendiri
untuk minum obat.
6. Libatkan anggota keluarga untuk mengawasi penderita minum obat
(memastikan obat benar-benar diminum).
DAFTAR PUSTAKA

 Maramis, Willy F, dan Maramis, Albert A (2010). Ilmu Kedokteran Jiwa.


Surabaya : Airlangga
 Slamet, Suprapti dan Sumarmo Markam. (2009). Pengantar Psikologi
Klinis.Jakarta : UI Press
 Stuart, G.W, & Sundeen, SJ. (2008). Buku saku keperawawtan jiwa Edisi 5.
Jakarta : EGC
 Suliswati, dkk. (2015). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta:
EGC
 Yosep, I. (2012). Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: PT Refika Aditama