Anda di halaman 1dari 2

Mereka memperkosa atas kondisiku

Polemik kehidupan yang tidak bisa kita hindari dan dianggap sebagian orang dengan
pandangan buta sebelah ialah “kaum penyandang difabel”. Suatu fenomena nyata yang sering
membuat logika tak mampu menerima bahkan menolaknya dengan esensi yang masih tidak
nyata pembuktiannya dalam sebuah kepercayaan di setiap pembauran sebagai makhluk sosial,
dengan kata lain kenyataan berbanding terbalik dengan keinginan manusia. Inilah yang
membuat manusia terkadang merasa berbeda, di kucilkan,terasingi bahkan di rendahkan oleh
manusia lain yang merasa keadaannya lebih baik dengan kesuksesan yang mereka raih dalam
hidup.

Hal-hal yang mendasari sebagian manusia sendiri tergugah akan afeksi yang diyakininya
dan memiliki pemikiran akan membuat sebuah taman hiburan yang mengedukasi bagi khalayak
umum terutama bagi seorang yang dianggap tidak ada (penyandang difabel). dimana mereka
dipandang sebelah dan dianggap rendah. Hal ini diakui ataupun tidak, meraka pantas menjadi
manusia seutuhnya tanpa adanya diversifikasi social. Hal inilah yang menjadikan si penulis
berkeinginan bekeinginan tinggi dan pemberontakan dalam fikiran tentang taman hiburan
yang dinamai dengan “DIFABEL’S ISLAND”.

Difabel’s Island sendiri diharapkan sebagai wadah dan surganya bagi penyandang
difabel. Hal ini bertujuan bagi si penulis menggugah hati dan mata yang tak mau melihat
saudaranya sendiri. Membuka jiwa akan pandangan saudara kita tentang seorang penyandang
difabel berhak, sangat pantas diakui bukan dipandang pinggiran apalagi sebelah mata dan
tempat ini dibuka lebar terutama bagi kaum yang berkebutuhan khusus itu sendiri (difabel). Tak
hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa menikmati segala wahana yang tersedia seperti
taman pintar, rumah cerdas(diajarkan membuat kreatifitas tangan), bianglala, rumah kaca
(taman bunga), kicir-kicir, taman peliharan (bermacam-macam hewan peliharan), kolam
renang, akuarium bawah tanah, air mancur, dan beragam wahana aktraktif lainnya yang
diperuntukan seorang penyandang difabel.

SYIFAUL ANAM
Hal ini menjadi daya tarik kebahagian seorang penyandang difabel akan rasa perhatian
terhadap dirinya dan menumbuh rasa simpati dan empati bagi manusia yang dikarunia
kesehatan rohani maupun jasmani yang normal. Bukan manusia yang memperkosa mereka
akan kondisi yang dialami, mereka sangat berhak bahagia sepertihalnya kita yang dikarunia
fisik dan mental yang baik. Mereka sosok guru kehidupan yang sebenarnya. Karena mereka
mengajarkan akan rasa syukur dimana manusia hanya tau sebatas kata tanpa mengerti kata itu
sendiri.

SYIFAUL ANAM