Anda di halaman 1dari 7

Analisis Life Cycle Cost: Studi Kasus Bangunan Diklat Sumatera Selatan

Peter F. Kaming
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, INDONESIA

Okta Marzantio F
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, INDONESIA
Oktamarzantioo@gmial.com

INTISARI

Life Cycle Cost (LCC) adalah motode yang sederhana, keputusan investasi yang relavan dengan keputusan
menghasilkan biaya yang ditentukankan berdasarkan keputusan. Sebagai langkah maju melalui sejumlah tahapan
menyarankan biaya siklus hidup. Semua tahapan dalam siklus pengembangan akan dilewati selama umur
bangunan, dan tentu saja dalam menjalankan semua biaya. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengidentifikasi
service life komponen bahan bangunan gedung diklat Sumatera Selatan serta merencanakan life cycle cost sampai 25 tahun
mendatang dengan menggunakan data awal biaya tahun 2016. Pada analisis biaya konstruksi pembangunan, biaya
terbesar terdapat pada pekerjaan struktur beton memiliki persentase sebesar 39,90% dengan biaya pekerjaan
sebesar Rp 1.466.899.793,66. Pada biaya operasional gedung diklat Sum-sel, biaya terbesar terdapat pada biaya
operasional adalah biaya utilitas dengan biaya sebesar Rp 3.850.000. Pada biaya keseluruhan LCC bangunan
gedung diklat Sum-sel, biaya terbesar terdapat pada Initial Cost of Construction dengan biaya sebesar Rp
4.043.757.959 dengan persentase 43,89%.
Kata kunci: Life Cycle Cost, Bangunan.

1 PENDAHULUAN murah. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya


awal dari suatu bangunan, agar memperoleh
Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil keuntungan yang lebih. Namun pembangunan dengan
pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kualitas bahan bangunan dibawah standar
kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di mengakibatkan bangunan cepat mengalami kerusakan
atas atau di dalam tanah atau air, yang berfungsi sehingga menyebabkan pemeliharaan yang lebih rutin.
sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik Dengan adanya pemeliharaan yang rutin, maka
untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan frekuensi penggantian dan perbaikan akan semakin
keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, sering dilakukan selama umur rencana bangunan,
maupun kegiatan khusus seperti kegitaan pelatihan sehingga menghasilkan biaya pemeliharaan yang
yang mengharuskan adanya gedung diklat atau tinggi, maka biaya keseluruhan siklus proyek juga
pelatihan. Gedung diklat atau pelatihan adalah gedung akan tinggi.
yang berfungsi sebagai tempat untuk
diselenggarakannya pelatihan. Keberadaan bangunan Salah satu metode yang dapat digunakan untuk
gedung mempunyai peranan penting dalam kehidupan menganalisa nilai ekonomis sebuah bangunan dengan
manusia, sesuai dengan tujuan dibangunnya bangunan mempertimbangkan biaya pengoperasian sepanjang
tersebut. Setelah selesai dibangun suatu bangunan umur hidup bangunan adalah metode Life Cycle Cost
diharapkan mampu menjalankan fungsinya sesuai (LCC). Dalam merencanakan life cycle cost kita perlu
umur rencananya. Akan tetapi dengan bertambahnya tahu service life komponen-komponen bahan
umur suatu bangunan, terjadi penurunan kinerja bangunan yang digunakan, ini sesuatu hal yang
bangunan yang disebabkan oleh berbagai faktor, menarik karena selama ini penilaian service life hanya
misalnya faktor lingkungan disekitar bangunan dan dilakukan pada suatu bangunan secara keseluruhan.
juga penggunaan bahan material yang tidak tepat. Service life merupakan umur layan dari suatu
komponen bahan bangunan. Menentukan service life
Seringkali pembangunan suatu bangunan bertujuan untuk memudahkan perhitungan pada fase
dilakukan dengan menggunakan bahan bangunan perawatan dan penggantian komponen bahan
dengan kualitas tidak baik. Dengan kata lain terjadi bangunan yang sudah melewati batas service life-nya.
pemilihan bahan bangunan dengan harga yang lebih Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk

1
mengidentifikasi service life komponen bahan Tahapan ini adalah memilih kontraktor pelaksana
bangunan gedung diklat Sumatera Selatan serta dengan menyertakan dokumen perencanaan, aturan
merencanakan life cycle cost sampai 25 tahun teknis dan administrasi yang lengkap, produk
mendatang dengan menggunakan data biaya tahun tahapan detail desain. Dari proses ini diperoleh
2016. penawaran yang kompetitif dari kontraktor dengan
tingkat akuntabilitas dan transparansi yang baik.
2 LANDASAN TEORI 5. Tahap Implementasi
Tahap ini terdiri atas kegiatan, design engineering
2.1 Studi Analisis Life Cycle Cost pada Bangunan yang rinci, pembuatan spesifikasi dan kriteria,
Diklat Sumatera Selatan pembelian peralatan dan material, fabrikasi dan
konstruksi, inspeksi mutu, uji coba, startup,
Life Cycle Cost (LCC) adalah suatu konsep
demobilisasi dan laporan penutup proyek. Tujuan
pemodelan perhitungan biaya dari tahap permulaan
sampai pembongkaran suatu aset dari sebuah proyek akhir proyek adalah mendapatkan kinerja biaya,
mutu, waktu dan keselamatan kerja paling
sebagai alat untuk mengambil keputusan atas sebuah
maksimal, dengan melakukan proses perencanaan,
studi analisis dan perhitungan dari total biaya yang
ada selama siklus hidupnya, dengan kata lain biaya penjadwalan, pelaksanaan dan pengendalian yang
lebih cermat serta terperinci dari proses
bangunan adalah biaya selama umur rencana
sebelumnya.
bangunan. Karena itu, Life Cycle Cost dapat
6. Tahap Operasi dan Pemeliharaan
dirumuskan sebagai berikut:
Tahap ini terdiri atas kegiatan operasi rutin dan
𝐿𝐶𝐶 = 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑤𝑎𝑙 + 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 + pengamatan prestasi akhir proyek serta
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖𝑎𝑛 pemeliharaan fasilitas bangunan yang dapat
digunakan untuk kepentingan sosial dan ekonomi
2.2 Siklus Proyek Konstruksi masyarakat.
Setiap bangunan proyek mempunyai tahapan-tahapan 2.3 Rencana Life Cycle Cost
selama umur rencananya. Dari beberapa jenis proyek,
tahapan kegiatan pada siklus proyeknya dapat berbeda Rencana Life Cycle Cost merupakan suatu rencana
karena pola penanganan dan pengelolaannya cukup mengenai pengeluaran usulan dari suatu proyek
berbeda. Siklus proyek menggambarkan urutan konstruksi sepanjang usia proyek tersebut. Pada
langkahlangkah sejak proses awal hingga proses pelaksanaan pembangunan, mulai dari ide, studi
berakhirnya proyek. Berikut ini adalah tahapan kelayakan, perencanaan, pelaksanaan, sampai pada
kegiatan dalam siklus proyek konstruksi berdasarkan operasi pemeliharaan dan pembongkaran
durasi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan. membutuhkan bermacam-macam biaya yang
dikelompokkan menjadi beberapa komponen yaitu:
1. Tahap Konseptual Gagasan
Tahapan ini terdiri atas kegiatan, perumusan  Biaya Modal
gagasan, kerangka acuan, studi kelayakan awal, Biaya modal adalah jumlah semua pengeluaran
indikasi awal dimensi, biaya dan jadwal Proyek. yang dibutuhkan mulai dari pra studi sampai
2. Tahap Studi Kelayakan proyek selesai dibangun.
Studi kelayakan dengan tujuan mendapatkan  Biaya Penggunaan
keputusan tentang kelanjutan investasi pada proyek Waktu sebuah proyek selesai dibangun merupakan
yang akan dilakukan. Informasi dan data dalam waktu awal dari umur proyek sesuai dengan
implementasi perencanaan proyek lebih lengkap rekayasa teknik yang telah dibuat pada waktu
dari langkah di atas, sehingga penentuan dimensi detail desain. Pada saat ini pemanfaatan proyek
dan biaya proyek lebih akurat lagi dengan tinjauan mulai dilaksanakan selama pemanfaatan proyek
terhadap aspek sosial, budaya, ekonomi, finansial, masih memerlukan biaya sampai umur proyek
legal, teknis dan administrative yang selesai. Karenanya biaya penggunaan merupakan
komprehensif. biaya berkala yang mungkin terjadi setiap tahun
3. Tahap Detail Desain ataupun dalam periode waktu tertentu.
Tahapan ini terdiri atas kegiatan, pendalaman  Biaya Pemeliharaan
berbagai aspek persoalan, design engineering dan Ini akan diperlukan selama periode pertanggung
pengembangan, pembuatan jadwal induk dan jawaban atas kerusakan. Desain yang benar,
anggaran serta menentukan perencanaan sumber pemilihan material, metode konstruksi dan
daya, pembelian dini, penyiapan perangkat dan penggunaan setiap komponen secara tepat akan
penentuan peserta proyek dengan program lelang. membantu mengurangi biaya dan masalah
4. Tahap Pengadaan perawatan. Pemeliharaan yang teratur akan selalu

2
diperlukan untuk menjaga proyek agar tetap dalam maksimal dan perawatan ini diharapkan dapat
kondisi standar. Pengeluaran uang berdasarkan membuat kondisi bangunan semakin nyaman dengan
waktu dan material untuk pemeliharaan bangunan fasilitas yang baik.
adalah bersifat ekstensif, dan meningkat akibat
adanya kebutuhan untuk mempertahankan jumlah 2.4 Lingkup Perawatan Bangunan Gedung
stok material yang sudah tua. Umumnya terdapat Pekerjaan perawatan meliputi perbaikan dan/atau
hubungan antara biaya pemeliharaan dan usia penggantian bagian bangunan, komponen, bahan
bangunan. bangunan, dan/atau prasarana dan sarana berdasarkan
Tujuan utama dari proses pemeliharaan adalah: dokumen rencana teknis perawatan bangunan gedung,
1. Untuk memperpanjang usia bangunan dengan mempertimbangkan dokumen pelaksanaan
2. Untuk menjamin ketersediaan perlengkapan konstruksi.
yang ada dan juga mendapatkan keuntungan
dari investasi yang maksimal 3 METODE PENELITIAN
3. Untuk menjamin keselamatan manusia yang
menggunakan bangunan tersebut. 3.1 Mengubah Layout
4. Untuk menjamin kesiapan operasional dari Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan
setiap peralatan atau perlengkapan dalam penelitian dengan tahapan pelaksanaan dalam lingkup
menghadapi situasi darurat seperti kebakaran pengambilan data meliputi data primer yang diambil
dan lain sebagainya. langsung dilapangan yang diperoleh melalui observasi
Perawatan komponen bangunan memerlukan
perhatian yang serius agar diperoleh hasil yang
lapangan serta pengambilan data sekunder yang pembongkaran selama umur rencana bangunan
meliputi data yang telah ada sebelumnya yaitu tersebut. Untuk memudahkan perhitungan maka perlu
Rencana Anggaran Biaya (RAB), daftar harga bahan adanya patokan dalam menganalisi biaya yaitu dengan
dan upah, analisis pekerjaan dan data penunjang data Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan daftar harga
lainnya. Pada tahap ini dilakukan analisis data, data satuan bahan dan upah.
yang diperoleh diolah dan digunakan analisis life
cycle cost (LCC) dan yang terakhir adalah tahap 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
kesimpulan dan saran berdasarkan data yang telah
dianalisis yang berhubungan langsung dengan tujuan 4.1 Proses Pengolahan Data
penelitian.
4.1.1. Analsis Life Cycle Cost
Metode yang kedua adalah menggunakan metode
Analisa ini menggunakan Life Cycle Cost pada
teknik pengolahan data dengan melakukan studi
gedung bangunan diklat Sumatera Selatan.
literatur dan lapangan. Metode yang terakhir adalah Perhitungan Life Cycle Cost digunakan pada elemen
metode analisis data yang meliputi identifikasi lokasi
pekerjaan kusen pintu dan jendela, pekerjaan
penelitian dengan cara survey dan rencana anggaran
pelapisan lantai, pelapis dinding, realing, dan plin,
biaya banguanan. Data yang dipergunakan untuk
pekerjaan plafon, instalasi air bersih, pekerjaan
analisis life cycle cost (LCC) bangunan meliputi
instalasi air kotor, pekerjaan elektrikal, pekerjaan
semua biaya yang diperlukan dalam sebuah bangunan
pengecatan, pekerjaan sanitair, pekerjaan drainase,
mulai dari tahap pelaksanaan, pemeliharaan,dan dan pekerjaan lain-lain seperti pada table dibawah ini:

Tabel 1 Service Life Bangunan Diklat Sumatera Selatan


JENIS PEKERJAAN URAIAN PEKERJAAN SERVICE LIFE (Year)
Kusen dan daun pintu P1 + Aksesoris 20
Kusen dan daun pintu P3 + Asesoris 20
Kusen dan daun pintu P4+ Aksesoris 20
PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN Kusen dan daun jendela PJ1 + Aksesoris 20
JENDELA Kusen dan daun jendela J1 + Aksesoris 20
Kusen dan daun jendela J2 + Aksesoris 20
BV 1 + Aksesoris 10
BV 2 + Aksesoris 10
BV 3 + Aksesoris 10

3
Keramik lantai ukuran 60 x 60 20
PEKERJAAN PELAPIS LANTAI, Keramik lantai KM/WC ukuran 20 x 20 20
PELAPIS DINDING, REALING, Keramik dinding ukuran 20 x 25 20
DAN PLIN Plin keramik ukuran 10 x 30 8
Stepnosing tangga 8
Langit-langit gypsumboard 10
Langit-langit kalsiboard 10
PEKERJAAN PLAFON Rangka besi hollow 40x40x2 mm, modul 10
60 x 60, plafon
List profil sudut 10
Pembuatan Sumur bor lengkap + Pompa 8
INSTALASI AIR BERSIH air (submersible)
Groundtank 8
Jaringan pipa air bersih, pipa PVC dia. 8
3/4"
Jaringan air kotor, pipa PVC dia. 3" 8
PEKERJAAN INSTALASI Jaringan air tinja, pipa PVC dia. 4" 8
AIR KOTOR Bak Air Kotor 8
Biofil BF-06 kap.2145 lt 8
Sumur peresapan 8
Panel Penerangan 1 (PP-1) Pengadaan dan
pemasangan Peralatan Utama Elektrikal,
lengkap terpasang dengan alat bantu dan 5
accessories lain yang diperlukan sesuai
gambar dan spesifikasi teknis.
PEKERJAAN ELEKTRIKAL Instalasi listrik titik lampu dan stop kontak 5
Pemasangan stop kontak 5
Pas. Lampu TL 2x18 W 5
Pas. Lampu SL 14 W 5
Pas. Saklar tunggal 10
Pas. Saklar ganda / double 10
Cat dinding dalam 8
PEKERJAAN PENGECATAN Cat dinding luar 8
Cat Plafond 8
Cat List Plafond 8
Pasang Kran air 3/4" 3
PEKERJAAN SANITAIR Pasang Closet jongkok 15
Pasang Floor drain 15
Pasang Wastafle 8
PEKERJAAN Saluran drainase 8
DRAINASE Bak kontrol 8
Railing tangga, kayu bengkirai 6/12 profil 15
PEKERJAAN LAIN-LAIN

Dari tabel diatas menerangkan bahwa pada pekerjaan setiap 20 tahun dan 8 tahun. Pada pekerjaan plafon
kusen pintu dan jendela untuk periode pemakaian untuk periode pemakian ditentukan pergantian setiap
ditentukan pergantian setiap 20 dan 10 tahun. 10 tahun. Pada pekerjaan instalasi air bersih dan air
Pekerjaan pelapis lantai, pelapis dinding, realing, dan kotor untuk periode pemakaian ditentukan pergantian
plin untuk periode pemakaian ditentukan pergantian setiap 8 tahun. Pekerjaan elektrikal untuk periode

4
pemaikan ditentukan pergantian setiap 5 tahun dan 10 dengan total biaya konstruksi + ppn 10% sebesar Rp
tahun. Pada pekerjaan pengecatan untuk periode 4.043.757.959,00 . Pada tabel 2. Biaya konstruksi
pemakaian ditentukan pergantian setiap 8 tahun. Pada awal menjelaskan bahwa persentase setiap uraian
pekerjaan sanitair untuk periode pemakaian pekerjaan memiliki perbedaan terlihat pada gambar
ditentukan pergantian setiap 3 tahun untuk poin berikut:
pertama, 15 tahun untuk poin kedua, dan 8 tahun
untuk poin ketiga. Pada pekerjaan drainase untuk
periode pemakaiannya ditentukan pergantian setiap 8
tahun, dan yang terakhir adalah pekerjaan lain-lain
dibutuhkan pergantian setiap 15 tahun sekali.

4.1.2. Analisis Biaya Konstruksi Pembangunan

Tabel 2 Biaya Konstruksi Pembangunan


No Uraian pekerjaan Biaya (rp)
1 Pekerjaan persiapan Rp 33.690.525,00
2 Pekerjaan galian dan Rp 177.772.751,52
urugan Gambar 1 Persentase Biaya Pembangunan
3 Pekerjaan pasangan Rp 627.812.111,21 Pada gambar 2 menjelaskan perbedaan persentase
dan plesteran biaya disetiap uraian pekerjaan yaitu, pada pekerjaan
4 Pekerjaan struktur Rp 1.466.899.793,66 persiapan memiliki persentase sebesar 0,92%, pada
beton pekerjaan galian dan urugan memiliki persentase
5 Pekerjaan kusen pintu Rp 192.318.399,90 sebesar 4,84%, pekerjaan pasangan dan plesteran
dan jendela memiliki persentase sebesar 17,08%, pekerjaan
6 Pekerjaan pelapis Rp 316.590.199,20 struktur beton memiliki persentase sebesar 39,90%,
lantai, pelapis dinding pekerjaan kusen pintu dan jendela memiliki persentase
, realing dan plin sebesar 5,23%, pekerjaan pelapis lantai, pelapis
7 Pekerjaan plafon Rp 173.538.277,77 dinding, realing dan plin memiliki persentase sebesar
8 Pekerjaan mekanikal Rp 214.491.988,78 8,61%, pada pekerjaan plafon memiliki persentase
elektrikal sebesar 4,72%, pekerjaan mekanikal elektrikal
9 Pekerjaan pengecatan Rp 132.220.059,62 memiliki persentase sebesar 5,83%, pekerjaan
10 Pekerjaan sanitair Rp 32.803.947,00 pengecatan memiliki persentase sebesar 3,60%,
pekerjaan sanitair memiliki persentase sebesar 0,89%,
11 Pekerjaan drainase Rp 69.902.780,28
pekerjaan drainase memiliki persentase sebesar
12 Pekerjaan rangka atap Rp 237.322.414,16 1,90%, pekerjaan rangka atap dan penutup atap
dan penutup atap memiliki persentase sebesar 6,46%, dan pada
13 Pekerjaan lain-lain Rp 780.351,00 pekerjaan lain-lain memiliki persentase sebesar 0,02%
Biaya Konstruksi Rp 3.676.143.599,09 dengan total persentase keseluruhan pada pekerjaan
Ppn 10% Rp 367.614.359,91 sebesar 100%.
Biaya Konstruksi + Ppn 10% Rp 4.043.757.959,00 4.1.3. Analisis Biaya Operasional dan Pemeliharaan

Nilai biaya konstruksi berdasarkan informasi dan data Biaya opersional dan pemeliharaan pada analisis Life
dari manajemen pembangunan gedung Diklat Cycle Cost ini dibedakan menjadi dua, yaitu biaya
Sumatera Selatan sebesar Rp 3.676.143.599,09 operasional dan biaya pemeliharaan/perawatan pada
dengan baiay Ppn 10% sebesar Rp 367.614.359,91 setiap pekerjaan.

a) Analisis Biaya Operasional


Tabel 3 Biaya Operasional
No Kelompok Item Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah Harga
1 Cleaning CS 1 Man-Month Rp 1.750.000 Rp 1.750.000
Bahan & Alat 1 Ls Rp 250.000 Rp 250.000
Sub-total Rp 2.000.000
2 Security Satpam 2 Man-Month Rp 1.750.000 Rp 3.500.000
Alat 1 Ls Rp 150.000 Rp 150.000
Sub-total Rp 3.650.000

5
3 Utilitas Listrik 1 Ls Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Telpon & Internet 1 Ls Rp 900.000 Rp 900.000
Water 1 Ls Rp 500.000 Rp 500.000
Generator 1 Ls RP 450.000 Rp 450.000
Sub-total Rp 3.850.000
A Total per bulan ( 1 + 2 + 3 ) Rp 9.500.000
B Total per tahun ( A x 12 Bulan ) Rp 114.000.000
C Total harga selama 25 tahun ( B x 25 Tahun ) Rp 2.850.000.000

Pada biaya operasional terdapat 3 poin yaitu: Cleaning komponen yaitu, keramik lantai ukuran
dengan jumlah 1 orang dengan gaji Rp 1.750.000 per 60x60, keramik lantai KM/WC ukuran 20x20,
bulan dengan bahan dan alat yang digunakan para keramik dinding ukuran 20x25 dengan
pekerja dengan harga sebesar Rp 250.000,00 dengan kelayakan pemakaian selama 20 tahun yang
biaya total pada Cleaning sebesar Rp 2.000.000,00. dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp
Security & Jaga malam dengan jumlah 2 orang 144.165.327,20. Plin keramik ukuran 10x30
dengan gaji masing-masing sebesar Rp 1.750.000 per dan stepnosing tangga dengan kelayakan
bulan dengan alat yang digunakan sebanyak 1 dengan pemakaian selama 8 tahun yang dimana
nilai sebesar Rp 250.000 yang dimana jumlah yang ditotalkan 25 tahun sebesar Rp 26.871.978,15.
dikeluarkan untuk security dan jaga malam sebesar Rp 3) Pekerjaan plafon terdiri dari beberapa
3.000.000,00. Pada poin utilitas terdapat beberapa komponen yaitu, langit-langit gypsumboard,
item yaitu: Listrik untuk 1 Ls dengan biaya yang langit-langit kalsiboard, rangka besi hollow
dikeluarkan sebesar Rp 2.000.000, Telpon & internet 40x40x2mm modul 60x60 palfon, list profil
untuk 1 Ls dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp sudut dengan kelayakan pemakaian selama 10
900.000, Water untuk 1 Ls dengan biaya yang tahun yang dimana ditotalkan 25 tahun
dikeluarkan sebesar Rp 500.000, dan Generator untuk sebesar Rp 177.484.395.
1 Ls dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 4) Pekerjaan instalasi air bersih dan kotor terdiri
450.000 yang dimana total keseluruhan per bulan dari dari beberapa komponen yaitu, pembuatan
biaya cleaning, security, dan utilitas sebesar Rp sumur bor lengkap+pompa air, groundtank,
9.500.000, total keseluruhan biaya cleaning, security, jaringan pipa air bersih, pipa PVC dia. 4”,
dan utilitas sebesar Rp 114.000.000, dan total jaringan air kotor (pipa PVC dia. 3”), jaringan
keseluruhan biaya selama 25 tahun sebesar Rp pipa tinja (pipa PVC dia/ 4”), bak air kotor,
2.850.000. biofilm BF-06 kap. 2145 lt, sumur peresapan
dengan kelayakan pemakaian selama 8 tahun
b) Biaya Pemeliharaan yang dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 366.616.373,60.
No. 24/PRT/M/2008 tentang pedoman 5) Pekerjaan elektrikal terdiri dari beberapa
pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. komponen yaitu, panel penerangan, instalasi
Untuk menganalisis biaya pemeliharaan dan listrik titik lampu dan stop kontak,
pergantian barang dengan rencana 25 tahun pemasangan stop kontak, pas. Lampu TL
terdiri dari beberapa pekerjaan seperti berikut: 2x18 W, pas. Lampu SL 14 W dengan
1) Pekerjaan kusen pintu dan kusen terdiri dari kelayakan pemakaian selama 5 tahun yang
beberapa komponen yaitu, kusen dan daun dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp
pintu P1 + aksesoris, kusen dan daun pintu P3 216.810.000, pas. Saklar tunggal, pas. Saklar
+ aksesoris, kusen dan daun pintu P4 + ganda/double dengan kelayakan pemakaian
aksesoris, kusen dan daun pintu PJ1 + selama 10 tahun yang dimana ditotalkan 25
aksesoris, kusen dan daun pintu J1 + tahun sebesar Rp 4.270.200.
aksesoris, kusen dan daun pintu J2 + aksesoris 6) Pekerjaan pengecatan terdiri dari beberapa
dengan kelayakan pemakaian selama 20 tahun komponen yaitu cat dinding dalam, cat
yang dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp dinding luar, cat plafond, cat list plafond
84.499.947. BV 1 + Aksesoris, BV 2 + dengan kelayakan pemakaian selama 8 tahun
Aksesoris, BV 3 + Aksesoris dengan dengan yang dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp
kelayakan pemakaian selama 10 tahun yang 188.721.571.90.
dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp 7) Pekerjaan sanitair terdiri dari beberapa
30.909.065. komponen yaitu, pasang kran air ¾” dengan
2) Pekerjaan pelapis lantai, pelapis dinding, kelayakan pemakaian selama 3 tahun yang
realing, dan plin terdiri dari beberapa dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp

6
5.192.880. Pasang kloset jongkok dan pasang 3) Pada biaya operasional gedung diklat Sum-sel,
floor drain dengan kelayakan pemakaian biaya terbesar terdapat pada biaya operasional
selama 15 tahun yang dimana ditotalkan 25 adalah biaya utilitas dengan biaya sebesar Rp
tahun sebesar Rp 13.443.705. Pasang wastafle 3.850.000.
dengan kelayakan pemakaian selama 8 tahun
yang dimana ditotalkan 25 tahun sebesar Rp REFERENSI
6.927.475.50.
8) Pekerjaan drainase terdiri dari beberapa Jermias Tjakra, 2016, Analisis Life Cycle Cost pada
komponen yaitu, saluran drainase dan bak bangunan Gedung: Studi Kasus Sekolah St. Ursula
control dengan kelayakan pemakaian selama 8 Kotamobagu.
tahun yang dimana ditotalkan 25 tahun Maryani, D. 2017, Analisis Life Cycle Cost Hotel
sebesar Rp 206.457.071,94. Grand Ambarrukmo Yogyakarta.
9) Pekerjaan lain-lain terdiri dari beberapa
komponen yaitu, railing tangga kayu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
bengkirai 6/12 profil dengan kelayakan 24/PRT/M/2008. Pedoman Pemeliharaan dan
pemakaian selama 15 tahun yang dimana Perawatan Bangunan Gedung. Departemen Pekerjaan
ditotalkan 25 tahun sebesar Rp 780.351.00. Umum.
Setelah didapatkan biaya setiap komponen pekerjaan
akan dikalikan dengan inflansi 4% setiap tahun maka Undang-undang Nomor 28 tahun 2002 tentang
didapat grand total sebesar Rp 2.318.766.342. Bangunan Gedung.

4.1.4. Biaya Keseluruhan LCC Bangunan

Total biaya perencanaan LCC pada gedung diklat


Sumatera Selatan yang terdiri dari Initial Cost of
Construction sebesar Rp 4.043.757.959 dengan
persentase 43,89%. Biaya pada Maintenance Cost
sebesar Rp 2.318.766.342 dengan persentase 25,17%.
Biaya pada Operational Cost sebesar Rp
2.850.000.000 dengan persentase 30,94%. Jadi,
estimasi biaya total selama 25 tahun sebesar Rp
9.212.524.301 dengan persentase sebesar 100%
seperti pada tabel berikut:

Uraian Jenis Jumlah Harga Presentase


No.
Biaya (Rp) (%)
Initial Cost of
Je1 4.043.757.959 43,89
Costruction
Maintenance
2 2.318.766.342 25,17
Cost
3 Operational Cost 2.850.000.000 30,94
Total 9.212.524.301 100,00

5 KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan
mengenai life cycle cost pada gedung diklat Sumatera
Selatan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Pada analisis biaya konstruksi pembangunan, biaya
terbesar terdapat pada pekerjaan struktur beton
memiliki persentase sebesar 39,90% dengan biaya
pekerjaan sebesar Rp 1.466.899.793,66.
2) Pada biaya keseluruhan LCC bangunan gedung
diklat Sum-sel, biaya terbesar terdapat pada Initial
Cost of Construction dengan biaya sebesar Rp
4.043.757.959 dengan persentase 43,89%.