Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Binti Asfaki Ludiyah, Marina Annisa Fitri 2017. Pengontrolan Kecepatan Exhaust
Pada Ruang Merokok Menggunakan Deteksi Asap Rokok Dengan Konsep Wireless
Sensor Network. Laporan Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik
Telekommunikasi. Politeknik Negeri Malang
Pembimbing 1 : Mochammad Taufik,ST., Pembimbing 2 : Abdul Rasyid, Ir.MT
Indonesia setiap tahunnya mengkonsumsi 215 milyar batang rokok. Konsumsi
rokok tersebut meningkat sejak tahun 1970 Didalam asap rokok terdapat lebih dari
4000 zat dan 2000 diantaranya zat tersebut merupakan zat yang berdampak bagi
kesehatan. Zat yang berbahaya tersebut 3 diantaranya yaitu TAR,karbon monoksida
dan nikotin. Merokok merupakan kebiasaan orang yang sering dilakukan di area
fasilitas umum sehingga mengganggu kenyamanan dan juga dapat membahayakan
oranglain yang berada di tempat tersebut. Hal itu membuat pemerintah menetapkan
peraturan untuk menyediakan ruangan tersendiri untuk para perokok berat. Untuk
mengkondisikan udara pada ruang merokok agar tetap terjaga segar maka diperlukan
exhaust dimana selama ini untuk mengatur sirkulasi udaranya, exhaust bekerja dengan
kontrol manual.
Sehingga pada laporan akhir ini, dibuat sebuah sistem pengaturan dalam
mengontrol kecepatan exhaust yang dibuat secara otomatis yaitu dengan deteksi asap
rokok menggunakan sensor polusi asap MQ-135 pada ruang khusus merokok untuk
mendeteksi konsentrasi gas karbon monoksida (CO) yang terkandung pada asap rokok
yang diolah menggunakan Arduino Uno. Selain itu, pada penelitian ini juga
memonitoring kondisi ruangan agar kondisi udaranya tetap stabil yaitu dengan
menggunakan konsep wireless sensor network dengan modul utamanya prosesor Xbee
keluaran Digi Internasional yang dapat mengolah data dan mentransmisikan secara
wireless.
Hasil dari laporan akhir ini, didapatkan kecepatan Exhaust sesuai dengan nilai
kadar CO di dalam ruangan, yaitu ketika kadar CO bernilai 1 ppm sampai dengan 8
ppm maka lampu LED warna hijau akan menyala dan kecepatan exhaust 1000 rpm
(pelan), kadar CO lebih dari 8 ppm sampai dengan 16 ppm maka lampu LED warna
kuning akan menyala dan kecepatan exhaust 2000 rpm (sedang), kadar CO lebih dari
16 ppm sampai 25 ppm maka lampu LED warna merah akan menyala, buzzer berbunyi
dan kecepatan exhaust 3000 rpm (kencang).
Sehingga dapat disimpulkan jika kecepatan Exhaust 1000 rpm (pelan), kecepatan
Exhaust 2000 rpm (sedang), kecepatan Exhaust 3000 rpm (kencang). Kecepatan
exhaust 3000 rpm (kencang) kemudian buzzer menyala yang menandakan asap di
dalam ruangan sudah tidak baik untuk kesehatan.

Kata kunci: Rokok, Exhaust, sensor MQ 135, Arduino Uno, Xbee

v
vi

ABSTRACT

Binti Asfaki Ludiyah, Marina Annisa Fitri, 2017. Exhaust Velocity Control In Smoking
Spaces Using Cigarette Smoke Detection With Wireless Sensor Network Concepts,
Telecommunication Engineering Program. Politeknik Negeri Malang
Pembimbing 1 : Mochammad Taufik,ST., Pembimbing 2 : Abdul Rasyid, Ir.MT

Indonesia annually consumes 215 billion cigarettes. Cigarette consumption has


increased since 1970 In cigarette smoke there are more than 4000 substances and 2000
of them are substances that affect health. The harmful substances are 3 of them are
TAR, carbon monoxide and nicotine. Smoking is a habit of people who are often done
in the area of public facilities so as to disturb the comfort and can also harm other
people who are in place. It makes the government set rules to provide its own space for
heavy smokers. To condition the air in the smoking room to keep it fresh, exhaust is
required where during this time to regulate air circulation, exhaust work with manual
control.

So in this final report, a regulation system is created to control the exhaust speed
that is made automatically by the detection of cigarette smoke using the smoke
pollution sensor MQ-135 in a special smoking room to detect the concentration of
carbon monoxide (CO) gas contained in tobacco smoke that is processed using Arduino
Uno. In addition, in this study also monitors the condition of the room to keep the air
condition stable by using the concept of wireless sensor network with the main module
Xbee processor Digi International output that can process data and wirelessly transmit.

The results of this final report, obtained Exhaust speed in accordance with the value of
CO levels in the room, that is when the CO value is worth 1 ppm to 8 ppm then the green LED
light will light up and exhaust speed 1000 rpm (slow), CO levels more than 8 ppm up to 16
ppm then the yellow LED light will light up and exhaust speed 2000 rpm (medium), CO levels
more than 16 ppm to 25 ppm then the red LED light will light up, buzzer sounds and exhaust
speed 3000 rpm (fast).

So it can be concluded if the speed of Exhaust 1000 rpm (slow), Exhaust 2000
rpm (medium speed), Exhaust speed 3000 rpm (fast). Exhaust speed 3000 rpm (fast)
then buzzer lights indicating smoke in the room is not good for health.

Keywords: Cigarette, Exhaust, sensor MQ 135, Arduino Uno, Xbee