Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA LANJUTAN
NAMA /NIM : Audry Putriani P17335118072
Exsa Franciska BM. P17335118044
Dhita Auliya P17335118026
Meri Aprilia P17335118010
Mochamad Anwar P17335118060
Tita Alpira P17335118036
TINGKAT : 1B
BENTUK SEDIAAN : Suspensi
SERI, NO. RESEP, MEJA : 1, 1B, 7 dan 13
MEJA : 7 DAN 13
TANGGAL PRAKTIKUM : 4 April 2019

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG


JURUSAN FARMASI
2019
I. TUJUAN
 Mampu membuat sediaan potio.
 Terampil dalam membuat sediaan potio.

II. RESEP

III. KELENGKAPAN RESEP


- Paraf dokter
- Umur pasien
IV. RESEP STANDAR
OBH / Potio Nigra (Fornas ed II hal 251)
Tiap 300 mL mengandung :
-Glycirrihizae Succus 10 g
-Ammonii Chloridum 6g
-Ammoniae Anisi Spiritus 6g
-Aquadest ad 300 mL

Allerzin (ISO vol 48 hal 70)


Tiap 5 mL mengandung :
-Prometazin HCl 5 mg
V. DAFTAR OBAT/PENGGOLONGAN OBAT
- Golongan obat narkotika : -
- Golongan obat psikotropika : -
- Golongan obat keras : Amonii Chloridum.
- Golongan obat bebas terbatas : Prometazin HCl.
- Golongan obat bebas : Glycirrihizae Succus, Ammoniae Anisi Spiritus.
VI. TEORI
1. Glycirrihizae Succus (F.I ed. III halaman 276)
Nama lain : Ekstrak akar manis
Pemerian : Batang berbentuk silinder atau bongkah besar, licin, agak
mengkilap, hitam coklat tua, atau serbuk berwarna coklat; bau lemah
khas, rasa manis, khas.
Kelarutan : Larut dalam 10 bagian mendidih
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan : Zat tambahan.
2. Amonii Chloridum (F.I ed. III halaman 87)
Nama lain : Salmiak
Pemerian : Serbuk butir atau hablur; putih; tidak berbau; rasa asin
dan dingin; higroskopik.
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam gliserol P; lebih mudah
larut dalam air mendidih; agak sukar larut dalam etanol (95%) P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Khasiat dan penggunaan : Ekspektoran
Dosis Maksimum : 1 hari = 10 g
3. Prometazin HCl (F.I ed. III halaman 526)
Nama lain : Prometazina Hidroklorida
Pemerian : Serbuk hablur, putih atau agak kekuningan; tidak berbau.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) P
panas dalam kloroform P, praktis tidak larut dalam eter P, dalam
aseton P dan etil asetat P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat dan penggunaan : Antihistaminikum.
Dosis Maksimum : 1x = 50 mg, 1 hari = 150 mg
VII. USUL
- Allerzin yang digunakan adalah zat berkhasiatnya yaitu Prometazin HCl
VIII. DISPENSASI
-
IX. PERHITUNGAN DOSIS MAKSIMUM
1. Ammonii Chloridum

DM 1 hari = 10000 mg / 10 g

(F.I ed. III hal 960 )

DM umur
15
1 hari = × 10000
20

= 7500 mg
5
Dalam 5 mL mengandung = 100 × 2500

= 125 mg

% DM 1 hari
125×2
= × 100%
7500

= 3,33% < 100%

2. Prometazin HCl

DM 1× = 50 mg / 0,005 g

DM 1 hari = 150 mg / 0,15 g

(F.I ed. III hal 986 )

DM umur
15
1× = × 50
20

= 37,5 mg
15
1 hari =20 × 150

= 112,5 mg
5
Dalam 7,5 mL mengandung = 100 × 75

= 3,75 mg

% DM 1×
3,75
= 37,5 × 100%

= 10 % < 100%

% DM 1 hari
3,75 × 2
= × 100%
112,5

= 6,67% < 100%

Jadi resep dapat dibuat


X. PERHITUNGAN BAHAN
25×5
1. Glycirrihizae Succus = × 10
300

= 4,15 g / 4150 mg
2. Kelarutan Glycirrihizae Succus = 1 : 10
= 4,15 : 41,5 mL
25×5
3. Ammonii Chloridum = ×6
300

= 2,5 g / 2500 mg
4. Kelarutan Ammonii Chloridum = 1 : 10
= 2,5 : 25 mL
25×5
5. Ammonii Anisi Spiritus = ×6
300

= 2,5 g / 2500 mg
75
6. Prometazin HCl = ×5
5

= 0,075g / 75 mg
7. Kelarutan Prometazin HCl =1:1
= 0,075 : 0,075 mL ~ 5 mL
8. Aquadest = 100 – (4,15+2,5+2,5+0,075)
=90,1 mL
XI. PENIMBANGAN
1. Glycirrihizae Succus = 4,15 g / 4150 mg
2. Ammonii Chloridum = 2,5 g / 2500 mg
3. Ammonii Anisi Spiritus = 2,5 g / 2500 mg
4. Prometazin HCl = 0,075 g / 75 mg
5. Aquadest = ad 100 mL (± 90,1 mL)
XII. PROSEDUR
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Timbangan disetarakan.
3. Botol dikalibrasi 60 mL dan cawan ditara.
4. Bahan-bahan ditimbang sesuai penimbangan.
5. Glycirrihizae Succus dilarutkan dengan Aquades panas 41,5 mL di dalam
beker glass, aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas
dengan aquadest.
6. Ammonii Chloridum dilarutkan dengan Aquades 25 mL di dalam beker
glass, aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan
aquadest.
7. Prometazin HCl dilarutkan dengan Aquades 5 mL di dalam beker glass,
aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan
aquadest.
8. Ammonii Anisi Spiritus dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan
aquadest.
9. Aquadest dimasukan kedalam botol ad 100 mL (±90,1 mL).
10. Botol ditutup, dan dikocok ad homogen.
11. Dikemas, diberi etiket dan label.
12. Diserahkan.

XIII. KEMASAN/WADAH
Botol 100 mL

XIV. ETIKET

XV. LABEL

XVI. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini dibuat sediaan dalam bentuk potio. Potio adalah
solution yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam (per oral). Sediaan yang
dibuat adalah potio sebanyak 100 mL. Sediaan yang dibuat terdiri dari Obat batuk
hitam dan Tablet Allerzin.
OBH atau obat batuk hitam terdiri dari Glycirrihizae Succus, Ammonii
Chloridum, Ammonii Anisi Spiritus. Sedangkan Allerzin terdiri dari Prometazin HCl.
Untuk Allerzin yang digunakan adalah zat aktifnya yaitu Prometazin HCl.

Glycirrihizae Succus memiliki nama lain ekstrak akar manis. Dengan pemerian
batang berbentuk silinder atau bongkah besar, licin, agak mengkilap, hitam coklat
tua, atau serbuk berwarna coklat; bau lemah khas, rasa manis, khas. Glycirrihizae
Succus memiliki kelarutan Larut dalam 10 bagian mendidih. Penyimpanan untuk
Ammonii Bromidum dalam wadah tertutup baik. Memiliki khasiat dan keguanaan
zat tambahan.

Ammonii Chloridum memiliki nama lain Salmiak. Dengan pemerian serbuk


butir atau hablur; putih; tidak berbau; rasa asin dan dingin; higroskopik. Ammonii
Chloridum memiliki kelarutan mudah larut dalam air dan dalam gliserol P; lebih
mudah larut dalam air mendidih; agak sukar larut dalam etanol (95%) P.
Penyimpanan untuk Ammonii Chloridum dalam wadah tertutup rapat. Memiliki
khasiat dan keguanaan ekspektoran.

Prometazin HCl memiliki nama lain Prometazina Hidrokloridum. Dengan


Serbuk hablur, putih atau agak kekuningan; tidak berbau. Prometazin HC memiliki
kelarutan sangat mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) P panas dalam
kloroform P, praktis tidak larut dalam eter P, dalam aseton P dan etil asetat P.
Penyimpanan untuk Prometazin HCl dalam Dalam wadah tertutup rapat,
terlindung dari cahaya. Memiliki khasiat dan keguanaan antihistaminikum.

Dalam pembuatan potio kali ini menggunakan Ammonii Chloridum,


Prometazin HCl, Amonii Anisi Spiritus, sebagai zat aktif dan Glycirrihizae Succus
sebagai zat tambahan.

Pada prosedur pembuatan sediaan hal yang pertama dilakukan adalah


menyiapkan alat dan bahan. Setelah itu melakukan kalibrasi botol 100 mL dan
menara cawan. Setelah itu menimbang seluruh bahan sesuai penimbangan.
Glycirrihizae Succus dilarutkan dengan Aquades panas 41,5 mL di dalam beker
glass, aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan
aquadest. Ammonii Chloridum dilarutkan dengan Aquades 25 mL di dalam beker
glass, aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan
aquadest. Prometazin HCl dilarutkan dengan Aquades 5 mL di dalam beker glass,
aduk ad larut, dan dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan aquadest.
Ammonii Anisi Spiritus dimasukan kedalam botol, wadah dibilas dengan aquadest.
Aquadest ditambahkan ke dalam botol hingga 100 mL (± 90,1 mL) . Lalu botol
ditutup setelah itu dikocok agar homogen. Diberi etiket dan label pada botol
setelah itu sediaan diserahkan.

Pada pembuatan sediaan kali ini etiket yang digunakan etiket putih karena
sediaan kali ini ditunjukan untuk pemakaian dalam (per oral). Sediaan ditunjukan
untuk Singsong dengan penggunaan pagi 5 mL dan malam 5 mL. Label yang
digunakan yaitu label kocok dahulu dan label NI. Label NI digunakan karena dalam
sediaan terkandung obat keras. Kemasan yang digunakan yaitu botol 120 mL.

Anda mungkin juga menyukai