Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 9

Mohammad Ilham Daradjat - 1606904964

1. Jelaskan Baja Paduan Rendah (Low Aloy Steel) dan jenis baja mana yang memiliki
kemampulasan yang baik serta faktor apa saja yang digunakan untuk menentukan weldability
baja tsb. Sebutkan penggunaan baja tsb (aplikasinya) di lapangan.
=
Baja Paduan Rendah (Low Alloy Steel) adalah baja yang mengandung unsur paduan berupa
Mn, Si dan Cr dalam porsi yang sedikit. Jenis baja yang memiliki kemampulasan yang baik
adalah High-Strength-Low-Alloy Steels (HSLA), Quenched and Tempered Steels (QT), Heat-
Treatable-Low-Alloy Steels (HTLA), Chromium-Molybdenum Steels (Cr-Mo) Faktor yang
digunakan untuk menentukan weldability baja tersebut adalah kadar karbon yang terkandung
dalam low alloy steel dan kekerasan yang dimiliki material ini. Penggunaan baja (aplikasinya)
di lapangan adalah untuk konstruksi lasan yang besar seperti jembatan, kapal laut dan bejana
tekan

2. Jelaskan Klasifikasi Baja menurut standard Jepang (JIS). Berikan penjelasan jenis jenis baja
apa saja yang dapat di las menurut kode tsb.
=
• Struktur Umum dengan seri SS,
• Struktur Weld dengan seri SM,
• Konstruksi Bangunan dengan seri S,
• High Strength Steel Dengan kekuatan tarik > 490 MPa dengan perlakuan QT, TMCP
disebut dengan HT steel
• Seri HW dan Seri SPV ( Low Temperature Service)
• Seri SLA, Al, Ni, Austenite SS (304, 304L)( High Temperatur Service)
• Seri Sb ( Boiler Equipment)
• Seri SMA ( Corrosion Resistant caused by weather)

3. Jelaskan secara singkat beberapa penguatan baja paduan rendah. Jelaskan peran/fungsi paduan
rendah (low alloys) dalam penguatan baja tsb.
=
Solid Solution Strengthening adalah proses penguatan pada baja paduan rendah dengan
memberikan paduan dalam jumlah yang sedikit, namun paduan ini mampu menghalangi
jalannya dislokasi, sehingga baja paduan rendah ini lebih kuat
Grain Size adalah proses penguatan dengan menambahkan grain refiner pada saat proses
solidifikasi dengan Al-TiB yang membuat butir pada material menjadi lebih halus, sehingga
batas butir semakin banyak dan dislokasi terhambat, sehingga material lebih kuat.
Precipitate adalah proses penghalangan dislokasi dengan pembuatan endapan dalam matrik
material sehingga material bisa menjadi lebih kuat.
Pengerjaan dingin adalah memberikan perlakuan yang bertujuan untuk memadatkan
dislokasi, sehingga dislokasi tidak dapat bergerak dan membuat material menjadi lebih kuat.
4. Pada proses TMCP pada baja, faktor apa saja yang dikontrol diproses tsb agar diperoleh baja
dengan kekuatan yang tinggi.
=
Pada proses TMCP pada baja, faktor yang dikontrol adalah ukuran butir dari material. Dengan
TMCP, butir dari material yang dirolling akan menjadi halus dan hal ini membuat material
menjadi lebih kuat. Hal ini dikarekan pemadatan dislokasi dengan proses rolling semakin
dioptimalkan dengan adanya proses penghalusan butir, sehingga dislokasi semakin sulit
bergerak.

5. Jelaskan metoda pendekatan (approach) apa yang dilakukan dalam mengurangi cacat (problem)
“Cold Cracking” pada baja paduan rendah. Beri contohnya.
=
Metoda pendekatan (approach) yang dilakukan dalam mengurangi cacat“Cold Cracking” pada
baja paduan rendah adalah dengan memberikan Post Weld Heat Treatment dengan suhu 6500-
7600C. Contohnya pada Cr-Mo Steel yang diwelding, akan rentan mengalami cold cracking
sehingga diperlukan PWHT setelah baja ini disambung dalam range temperature 650 0-7600C

6. Jelaskan metoda pendekatan (approach) apa yang dilakukan dalam mengurangi cacat (problem)
“Reheat Cracking” pada baja paduan rendah. Beri contohnya.
=
Metoda pendekatan (approach) yang dilakukan dalam mengurangi cacat (problem)
“Reheat Cracking” pada baja paduan rendah adalah dengan memprediksi dengan nilai Psr.
Nilai Psr yang lebih dari 0 akan memungkinkan adanya cracking pada saat di PWHT, sehingga
ada yang dapat dilakukan yakni dengan memilih material dengan sedikit pengotorm atau
dengan memberikan perlakuan tambahan yakni buttering, temper-bead dan PWHT dengan 2
kali pengerjaan. Sehingga Reheat Cracking dapat dihindarkan. Contoh material yang
mengalami reheat cracking adalah Cr-Mo Steel yang diberikan 2 stages PWHT untuk
mencegah adanya reheat cracking

7. Jelaskan penyebab terjadinya ”temper embrittlement” pada lasan baja paduan rendah.
=
Penyebab terjadinya ”temper embrittlement” pada lasan baja paduan rendah adalah segregasi
dari elemen pengotor yang ada dalam baja paduan rendah di batas butir. Temperatur yang bisa
membuat temper embrittlement adalah 3500-6000C. Hal ini dapat diprediksi dengan nilai J.
Jika nilai J lebih dari 180, maka material rawan terkena temper embrittlement. (Nilai J dihitung
dari adanya kandungan Si, P, Sn, dan Mn pada baja paduan rendah tersebut.

8. Jelaskan weldability baja Cr-Mo Steel secara singkat: probelem apa saja yang terjadi dan
jelaskan cara mengatasinya.
=
Weldability baja Cr-Mo Steel dikatagorikan baik, karena dapat dilas walaupun dalam keadaan
harus diheat treatment setelah proses pengelasan dilakukan. Namun masalah yang sering
timbul dari pengelasan baja Cr-Mo ini adalah rawan cold cracking dan reheat cracking.
Sehingga untuk menghindarkan ini terjadi, perlu diberikan perlakuan PWHT setelah proses
pengelasan selesai dilakukan.

9. Jelaskan weldability baja HSLA secara singkat: probelem apa saja yang terjadi dan jelaskan
cara mengatasinya.
=
Weldability baja HSLA baik, namun sering terjadi beberapa problem pada saat pengelasan baja
jenis ini. Diantaranya adalah terjadinya dilusi unsur Nb, Ti dan V dari base metal, terjadi
softening di daerah HAZ dan rawan terjadinya HAC sehingga untuk menghindarinya perlu
diadakan perhitungan CE sehingga didapatkan temperatur yang valid untuk melakukan preheat
dan PWHT pada baja HSLA sebelum dan sesudah dilas.

10. Jelaskan weldability baja galvanis (Galvanized Steels) secara singkat : probelem apa saja yang
terjadi dan jelaskan cara mengatasinya.
=
Weldability baja galvanis (Galvanized Steels) juga dapat dikatakan baik, hal ini dikarenakan
kadar C dari baja jenis ini masih rendah. Namun masalah yang sering dihadapi pada baja jenis
ini apabila di las adalah terbentuknya retak bila di las menggunakan metoda las busur listrik,
Retak ini terjadi karena adanya intergranular penetration Zn ke logam las dan ini yang disebut
zinc penetration cracking. Baja menjadi rapuh dengan adanya seng yang mencair. Seng yang
mencair ini dapat menyerang logam las baja karbon disepanjang batas butir dan membentuk
senyawa yang rapuh yang akan mengalami retak jika tegangan sisa cukup tinggi. Untuk
menanggulanginya perlu dilakukan single atau double bevel, menghilangkan lapisan dan
menjaga root opening yang sesuai dengan minimun (0.06 inch), dan elektroda yang disarankan
untuk metoda SMAW adalah E6012, E6013 dan E7016.