Anda di halaman 1dari 9

Menghitung Laba terhadap Beban Tetap

Rumus untuk menghitung rasio laba terhadap beban tetap yang konvensional dan
yang diadopsi oleh SEC, adalah :

a. Laba sebelum pajak operasi rutin ditambah.


b. Beban bunga ditambah.
c. Amortisasi beban utang dan diskon atau premium ditambah.
d. Bagian bunga dari beban sewa operasi ditambah.
e. Persyaratan dividen saham preferen anak perusahaan dengan kepemilikan
mayoritas setelah di sesuaikan pajak ditambah.
f. Jumlah amortisasi bunga yang sebelumnya dikapitalisasi dikurang
g. Laba yang belum dibagikan untuk anak perusahaan atau perusahaan afiliasi
dengan kepemilikan kurang dari 50%.
h. Beban bunga total ditambah.
i. Amortisasi beban bunga dan diskon atau premium ditambah.
j. Bagian bunga dari beban sewa operasi ditambah.
k. Persyaratan dividen saham preferen anak perusahaan dengan kepemilikan
mayoritas setelah disesuaikan pajak.

Tiap komponen pada rasio ini diberi tanda a-h dan dijelaskan berikut :
a. Laba usaha sebelum operasi dalam penghentian sebelum pajak, pos luar
biasa, dan dampak kumulatif perubahan akuntansi.
b. Beban bunga dikurang kapitalisasi bunga.
c. Biasanya dicakup pada beban bunga.
d. Sewa guna usaha pembiayaan (financing lease) dikapitalisasi sehingga
bunga implisit telah tercakup pada beban bunga. Namun, bagian bunga dari
sewa operasi jangka panjang dicakup dalam asumsi bahwa banyak sewa
operasi jangka panjang yang tidak banyak bedanya dengan sewa guna usaha
pembiayaan tetapi banyak memiliki karakteristik transaksi pendanaan.
e. Tidak memasukkan semua pos yang di eliminasi saat konsolidasi. Jumlah
dividen ditambahkan pada laba sebelum pajak yang digunakan untuk
membayar dividen tersebut.
f. Diterapkan untuk perusahaan selain penyedia fasilitas umum. Jumlah ini
sering kali tidak diungkapkan.
g. Hak minoritas atas laba anak perusahaan dengan kepemilikan mayoritas
yang memiliki beban tetap dapat dimasukkan ke dalam laba.
h. Dimasukkan baik yang dibebankan maupun yang dikapitalisasi.
Untuk memudahkan penyajian, dua pos (cadangan) tidak dimasukkan dalam rasio
diatas, tetapi pos ini perlu dimasukkan dalam rasio jika ada :

1. Kerugian anak perusahaan dengan kepemilikan mayoritas harus


diperhitungkan keseluruhan saat menghitung laba.
2. Kerugian investasi pada anak perusahaan dengan kepemilikan kurang dari
50% yang menggunakan metode ekuitas tidak perlu dimasukkan dalam laba
kecuali untuk utang anak perusahaan yang dijamin perusahaan.

Terakhir, SEC mensyaratkan bahwa jika rasio laba terhadap beban tetap kurang
dari 1 perusahaan harus melaporkan besarnya jumlah laba yang kurang untuk
memenuhi beban tetap tersebut.

Ilustrasi Rasio Laba terhadap Beban Tetap

Bagian ini memberikan ilustrasi perhitungan akrual rasio laba terhadap beban
tetap. Kasus pertama adalah CompuTech Corp., yang laporan laba ruginya
disajikan pada tampilan 11.5 bersama dengan catatan atas laporan keuangan
tertentu. Dengan menggunakan informasi CompuTech ini (dalam ribuan $)
dihitung rasio laba terhadap beban tetap (dengan referensi huruf pada definisi rasio)
:

*catatan : SEC mengizinkan dimasukkannya laba hak minoritas dalam laba anak
perusahaan dengan kepemilikan mayoritas yang memiliki beban tetap. Jumlah ini
ditambahkan untuk mengembalikan pengurangan laba sebelumnya.

Kasus kedua menggunakan laporan keuangan Quaker Oats Tahun 11 dari Lampiran
A Buku 1 (dalam jutaan $). Rasio laba terhadap beban tetap Quaker Oats Tahun 11
dihitung sebagai berikut (dengan referensi huruf dari definisi rasio).

Tampilan 11.5
1 halaman

Perhitungan Pro Forma Laba terhadap Beban Tetap


Pada kasus dimana beban tetap yang belum terjadi diakui dalam perhitungan rasio
laba terhadap beban tetap (seperti biaya bunga atas prospektif penerbitan utang),
dapat mengestimasi manfaat saling hapus (offsetting benefit) arus kas masuk
masa depan dan memasukkan manfaat tersebut pada laba pro foma. Manfaat dari
utang prospektif dapat diukur dengan berbagai cara, termasuk penghematan
bunga dari aktivitas pendanaan yang direncanakan, pendapatan dari aktivitas
jangka pendek yang menggunakan arus kas masuk, atau estimasi layak atas
manfaat masa depan. Saat dampak rencana pendanaan kembali prospektif
mengubah rasio sebesar 10% atau lebih, SEC biasanya mengharuskan
perhitungan rasio pro forma untuk mencerminkan perubahan yang disebabkan
oleh rencana tersebut.

Analisis Kelipatan Bunga Dihasilkan


Ukuran cakupan laba lainnya adalah rasio kelipatan bunga dihasilkan (times
interest earned ratio). Rasio ini menganggap bunga sebagai satu-satunya beban
tetap yang memerlukan cakupan laba :

Laba + Beban Pajak + Beban bunga


Beban bunga

Rasio kelipatan bunga dihasilkan merupakan ukuran sederhana. Rasio ini


mengabaikan sebagian besar penyesuiaian pada pembilang maupun penyebut
seperti pada pembahasan rasio laba terhadap beban tetap. Karena perhitungannya
sederhana, rasio ini memiliki potensi kesalahan dan tidak se-efektif alat analisis
seperti rasio laba terhadap beban tetap.

Hubungan Arus Kas dengan Beban Tetap


Perusahaan harus membayar beban tetap secara tunai sementara laba bersih
mencakup pendapatan yang dihasilkan dan beban yang tidak selalu menghasilkan
atau membutuhkan kas. Bagian ini menjelaskan ukuran cakupan beban tetap
berbasis kas untuk melihat kelemahan ini

Rasio Arus Kas terhadap Beban Tetap


Rasio arus kas terhadap beban tetap (cash flow to fixed charges ratio) dihitung
dengan menggunakan kas dari operasi sebagai pembilang sebagai ganti laba pada
rasio laba terhadap beban tetap. Kas dari operasi disajikan pada laporan arus kas.
Rasio arus kas terhadap beban tetap dhitung sebagai berikut :

Arus kas operasi sebelum pajak + penyesuaian(b) hingga (g) pada halaman 228
Beban tetap

Dengan menggunakan data keuangan CompuTech dari tampilan 11.5 kita dapat
menghitung kas dari operasi sebelum pajak untuk rasio ini sebagai berikut :

Perhatikan bahwa pembilang tidak mencerminkan pengurangan sebesar $600.000


(laba afiliasi yang belum dibagikan) karena pos tersebut merupakan sumber non
kas, dan telah dikurangi untuk mendapatkan arus kas operasi sebelum pajak. Juga
“bagian laba hak minoritas“ telah ditambahkan kembali untuk menghitung arus
kas operasi sebelum pajak. Beban tetap untuk penyebut rasio adalah :

Beban bunga $900.000


Bagian bunga sewa operasi $300.000
Beban tetap $1.200.000
Rasio arus kas terhadap beban tetap CompuTech dihitung sebagai berikut :

$3.230.000
$1.200.000

Untuk contoh lain, berikut dihitung arus kas operasi sebelum pajak Quaker Oats
ditambah beban tetap sebagai pembilang pada rasio arus kas terhadap beban tetap
sebagai berikut :

Kas dari Operasi yang Permanen


Hubungan antara arus kas operasi perusahaan dengan beban tetap penting dalam
analisis solvabilitas jangka panjang. Karena hubungan ini penting, berikut akan
dinilai sifat “permanen” dari arus kas operasi. Biasanya hal ini dilakukan dalam
evaluasi komponen arus kas operasi. Misalnya, penyusutan yang ditambahkan
kembali pada laba bersih lebih permanen dibandingkan dengan laba bersih karena
pengurangan penyusutan dari penjualan mendahului diterimanya laba. Pada
seluruh jenis usaha, harga jual (dalam jangka panjang) harus mencerminkan biaya
aktiva tetap yang digunakan dalam produksi. Penambahan kembali penyusutan
mengasumsikan arus kas yang berasal dari pemulihan penyusutan yang dapat
digunakan untuk melunasi utang. Asumsi ini dapat dibenarkan hanya pada jangka
pendek. Pada jangka panjang, pengembalian kas ini harus digunakan untuk
mengganti aktiva tetap. Pengecualian dapat terjadi dengan pos yang ditambahkan
kembali seperti amortisasi goodwill yang tidak perlu diganti . Perubahan modal
kerja operasi (aktiva lancar operasi dikurangi kewajiban lancar operasi) yang
permanen sering kali sulit dinilai. Modal kerja operasi lebih tekait dengan
penjualan dibandingkan dengan laba sebelum pajak karenanya sering kali lebih
stabil dibandingkan arus kas operasi.
Cakupan Laba dari Dividen Saham Preferen
Analisis saham preferen sering kali memperoleh manfaat dari ukuran cakupan
laba dividen saham preferen. Analisis ini serupa dengan analisis bagaimana laba
menutup beban tetap terkait utang. SEC mewajibkan pengungkapan rasio
gabungan beban tetap dan dividan saham preferen pada prospektus penerbitan
saham preferen. Menghitung cakupan laba dividen saham preferen harus
memasukkan beban tetap seluruh pengeluaran yang terjadi sebelum dividen
saham preferen. Karena dividen saham preferen bukan merupakan pengurang
pajak, dividen ini dibayar dengan laba setelah pajak. Karenanya, rasio cakupan
laba dari dividen saham preferen (earnings coverage of prefered dividend
ratio) dihitung sebagai berikut :

Dengan menggunakan data keuangan CompuTech Corp. Pada tampilan 11.5,


dapat dihitung rasio cakupan laba dividen saham preferen. Perhitungan ini serupa
dengan perhitungan rasio laba terhadap beban tetap (yang dihitung sebelumnya)
dan menambahkan persyaratan dividn saham preferen setelah disesuaikan pajak.
Perhitungan rasio cakupan laba terhadap dividen saham preferen adalah (dalam
ribuan $) :

Jika terdapat dua atau lebih jenis saham preferen beredar, rasio cakupan biasanya
dihitung untuk tiap penerbitan dengan mengurangi persyaratan dividen penerbitan
berikutnya serta mencakup seluruh beban tetap sebelumnya dan dividen saham
preferen yang telah diterbitkan sebelumnya.
Interpretasi Ukuran Cakupan Laba
Ukuran cakupan laba memberikan pemahaman mengenai kemampuan perusahaan
untuk memenuhi beban tetapnya dari laba berjalan. Terdapat korelasi yang tinggi
antara ukuran cakupan laba dengan tingkat gagal bayar utang – yaitu semakin
tinggi cakupan maka semakin rendah tingkat gagal bayar. Penelitian pengalaman
kreditor dengan utang mengungkapkan gagal bayar dan tingkat imbal hasil (yield)
atas utang yang di kelompokkan berdasarkan rasio kelipatan bunga dihasilkan.

Kelipatan Tingkat Imbal Hasil Imbal Hasil Tingkat


Bunga Gagal Bayar yang yang kerugian
Dihasilkan Dijanjikan Direalisasi
>_3,0 2,1% 4,0% 4,9% -0,9%
2,0-2,9 4,0 4,3 6,1 -0,8
1,5-1,9 17,9 4,7 5,0 -0,3
1,0-1,4 34,1 6,8 6,4 0,4
Dibawah 1,0 35,0 6,2 6,0 0,2

Adalah hal yang masuk akal jika kita memberikan perhatian pada ukuran cakupan
laba karena kreditor menaruh kepercayaan yang besar pada kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dan tetap beroperasi. Kenaikan tingkat
imbal hasil atas utang jarang dapat mengompensasi risiko hilangnya pokok
pinjaman bagi kreditor. Jika kecil kemungkinan bahwa perusahaan dapat
memenuhi kewajibannya melalui operasi rutinnya, maka resiko kreditor akan
cukup tinggi.

Pentingnya Keragaman dan Daya Tahan Laba untuk Cakupan Laba


Faktor penting dalam mengevaluasi ukuran cakupan laba adalah perilaku laba dan
arus kas sepanjang waktu. Semakin stabil pola laba perusahaan atau industri,
semakin rendah ukuran cakupan laba dapat diterima. Misalnya perusahaan
penyedia fasilitas umum jarang mengalami penurunan ekonomi atau kenaikan
cepat dan karenanya kita mengharapkan rasio cakupan laba yang lebih rendah.
Sebaliknya, perusahaan musiman seperti manufaktur mesin dapat mengalami
kenaikan dan penurunan kinerja yang cukup tajam. Ketidak pastian ini
menyebabkan perlunya rasio cakupan laba yang lebih tinggi pada perusahaan
manufaktur. Analisis dapat menggunakan salah satu atau kedua ukuran ini untuk
menentukan standar cakupan laba yang dapat diterima. Daya tahan laba sering
kali diukur sebagai korelasi laba sepanjang waktu.

Pentingnya Ukuran dan Asumsi Cakupan Laba


Menentukan tingkat cakupan laba yang dapat diterima tergantung dari metode
dalam menghitung ukuran cakupan laba. Beberapa ukuran laba telah dijelaskan
pada bab ini. Beberapa dari ukuran ini mengasumsikan definisi laba dan beban
tetap yang berbeda. Untuk definisi yang paling rumit dan ketat, kita
mengharapkan tingkat ukuran cakupan laba yang lebih rendah. Baik SEC maupun
perhitungan rasio laba terhadap cakupan beban tetap kita menggunakan laba
sebelum operasi yang dihentikan, pos luar biasa, dan dampak kumulatif
perubahan akuntansi. Pengeluaran tiga pos tersebut menghasilkan arus laba yang
kurang berfluktuasi, juga mengeluarkan komponen penting yang merupakan
bagian atas aktivitas usaha perusahaan. Karenanya kami menyarankan komponen
ini dimasukkan dalam perhitungan rasio cakupan rata-rata selama beberapa
tahun. Tingkat rasio yang dapat diterima juga berbeda antar ukuran laba, misalnya
laba rata-rata atau laba terburuk, laba terbaik atau kinerja pertengahan. Kualitas
laba merupakan faktor penting lainnya. Sebaiknya kita tidak menghitung rasio
cakupan laba dengan menggunakan jalan pintas atau konservatisme yang
disengaja. Misalnya menggunakan laba sebelum pajak untuk menghitung rasio
cakupan jika beban tetap dapat mengurangi pajak tidak dibenarkan dan
merupakan penerapan konservatisme yang tidak semestinya. Tingkat cakupan
yang dapat diterima pada akhirnya harus mencerminkan keinginan dan
kemampuan kita untuk mengambil resiko (relatif terhadap taksiran tingkat
pengembalian). Lampiran 11A mengacu pada tingkat rasio cakupan yang dapat
diterima dengan menggunakan badan peringkat dalam menganalisis efek utang.

Risiko dan Pengembalian Struktur Modal


Kita perlu mempertimbangkan perkembangan terakhir dalam inovasi keuangan
untuk menilai risiko bawaan (inherent risk) pada struktur modal perusahaan.
Suatu perusahaan dapat meningkatkan risiko (dan potensi pengembalian)
pemegang saham dengan meningkatkan utang. Misalnya, leverage buy out
menggunakan utang untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan dengan
membeli saham. Pembeli ini mengandalkan arus kas masa depan untuk melunasi
utang yang meningkat dan untuk mengantisipasi penjualan aktiva untuk
mengurangi utang.

Potensi manfaat utang lainnya adalah beban yang dapat mengurangi pajak,
sementara dividen yang dibayar pada pemegang saham tidak mengurangi pajak.
Namun mengganti ekuitas dengan utang menghasilkan struktur modal yang lebih
berbahaya. Karenanya, obligasi yang digunakan untuk membiayai beberapa
leverage buy out dinamakan obligasi sampah (junk bonds). Junk bonds, tidak
seperti obligasi dengan kualitas tinggi, merupakan bagian dari struktur modal
risiko tinggi dimana pembayaran bunga dapat dilunasi laba secara minimal.
Kesulitan ekonomi dengan cepat membahayakan pembayaran bunga dan pokok
junk bonds. Junk bonds memiliki risiko ekuitas lebih tinggi dibandingkan dengan
utang yang aman.

Pengalaman keuangan terus mengingatkan mereka yang melupakan hubungan


antara risiko dengan pengembalian. Tidak mengherankan bahwa periode
keuangan yang sangat spekulatif akan mengeluarkan efek yang berisiko. Yang
mengherankan, sebagian orang mengesampingkan arti dari sampah (junk) yang
terdapat pada obligasi. Dengan cara yang sama, obligasi tanpa bunga
menangguhkan seluruh pembayaran bunga hingga jatuh tempo dan menawarkan
beberapa keunggulan dibandingkan utang yang standar. Namun, jika diterbitkan
oleh perusahaan yang reputasinya kurang baik, risiko obligasi tanpa bunga lebih
tinggi dibandingkan dengan utang standar – karena ketidak pastian penerimaan
bunga dan pokok dimasa depan. Salah satu inovasi keuangan yang dinamakan
“pembayaran efek natura” (payment in kind – PIK securities) membayar bunga
dengan menerbitkan utang baru. Asumsinya adalah bahwa debitor mungkin
terlalu lemah untuk membayar bunga saat ini, namun dapat membayar kemudian
hari.

Meskipun inovasi aktivitas pendanaan usaha perusahaan terus berlanjut, dan


beberapa istilah baru diciptakan, analisis harus terpusat pada substansi yang
mengungguli bentuk. Kebenaran dasar mengenai hubungan antara risiko dengan
pengembalian pada struktur modal tetap ada. Faktor yang mempengaruhi risiko
dan sarana analisis yang tersedia (dibahas pada bab ini dan bab sebelumnya)
mengarahkan kebutuhan adanya analisis keuangan yang lengkap dan benar.
Mengandalkan peringkat kredit atau peringkat lainnya merupakan pemindahan
tanggung jawab analisis dan evaluasi. Berbahaya bagi kita untuk menempatkan
sebagian atau seluruh keyakinan pada sumber analisis ini. Betapa pun suatu
sumber dapat dipercaya, namum sumber ini tidak dapat mencakup harapan atas
risiko dan pengembalian kita yang unik.