Anda di halaman 1dari 6

Nama : Jesicha Isadora Illiony Minta

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis


Gugus/Absen : 21/001

PENDIDIKAN ADALAH HAK ASASI

(Pendidikan Hak Anak Bangsa)

Hak Asasai Manusia (HAM) mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia,
terutama dalam hubungan antara negara dan warga negara, dan sesama warga negara. HAM
merupakan hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak
yang tidak dapat diabaikan. HAM tidak dapat digganggu gugat oleh siapapun karena HAM
berlaku seumur hidup. Dalam menjadi manusia khususnya menjadi warga negara Indonesia
kita tidak bisa lepas dari dua hal yaitu kewajiban dan hak kita sebagai warga negara yang baik,
kewajiban yang harus kita laksanakan sebagai warga negara yang baik diantaranya ikut
mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pemukaan UUD 1945 alenia 4.
Sebagai warga negara Indonesia setelah kita melaksanakan kewajiban kita yaitu diantaranya
mendapat kesejahteraan hidup, mendapat perlindungan negara, dan masih banyak lagi. Namun
diantara hak-hak yang kita peroleh ada satu hak yang sangat penting bagi kita sebagai warga
negara untuk bekal dalam menyongsong hidup zaman era globalisasi ini. Hak yang paling
penting itu adalah Pendidikan, mendapatkan pendidikan yang layak sebagai warga negara
adalah hal yang sangat utama dalam menjalani hidup terutama dalam menghadapi persaingan
yang semakin ketat di era globalisasi ini.
Dalam hidup ini setiap manusia membutuhkan apa yang dinamakan dengan Ilmu,
dengan Ilmu setiap manusia dapat berkembang menjadi apa yang ia inginkan, menjadi seperti
apa yang ia cita-cita kan, dan mampu bersaing dengan manusia lain dalam berbagai aspek
kehidupan. Ilmu hanya dapat diperoleh melalui Pendidikan terutama dalam pendidikan formal
yaitu sekolah.. Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan bahwa pendidikan merupakan hak bagi
setiap warga negara tetapi pendidikan dasar merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh
setiap warga negara dan pemerintah wajib membiayai kegiatan tersebut. Untuk menjadi bangsa
yang maju seperti yang dicita-citakan ditentukan oleh pendidikan yang ada di Negara tersebut.
Karena dengan pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas
baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak
generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit
dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan. Maka tentunya peningkatan mutu
pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa

"Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup
yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia". -Daoed Joesoef
Nama : Jesicha Isadora Illiony Minta
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Gugus/Absen : 21/001

(Indonesia Tersenyum)

Kehidupan petani di Indonesia saat ini masih di bilang susah, Indonesia di kenal di mata
dunia sebagai Negara agraris atau Negara yang maju dalam sektor pertaniannya, sumber daya
alam di Indonesia sangatlah melimpah, Produksi Beras di Indonesia sangatlah tinggi,Indonesia
merupakan Negara produsen beras ketiga dunia setelah China dan India,Indonesia memasok
beras sebesar 8,5 % atau setara dengan 51 juta ton di dunia. Apabila dilihat dari kondisi yang
terjadi di lapangan. Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan penduduknya
sendiri,Indonesia masih mengimpor bahan makanan pokoknya termasuk beras dan hasil
pertanian dari Negara lain, hal ini di sebabkan karena Indonesia mengalami peningkatan jumlah
penduduk yang tidak terkendali meskipun pemerintah sudah menyuluhkan program Keluarga
Berencana. Namun tetap saja kenaikan jumlah penduduk yang pesat membuat kebutuhan
pangan terus meningkat,dan hal ini tidak berimbang dengan kehidupan petani di Indonesia,
kebutuhan pertanian dalam negeri menjadi keteteran dalam memasok kebutuhan pangan,dalam
kehidupan petani di Indonesia tentunya faktor cuaca sangat menentukan hasil panen, Cuaca
kadang tidak menentu dengan terjadinya pergeseran musim hujan dan musim kemarau.
Menjadi hal yang sangat di pertimbangkan dalam kehidupan petani dalam negeri, karena
mereka akan kesulitan menetapkan waktu yang tepat untuk mengawali masa tanamnya. Dalam
kurun waktu terakhir sekitar tahun 2015 – 2017 Indonesia mengalami penurunan jumlah tenaga
kerja pertanian dari 40,12 juta jiwa menjadi 39,68 juta jiwa. (Dilansir dari bergerak .org). Hal
ini disebabkan karena perkembangan dunia industry yang pesat menjadikan kehidupan petani
semakin ditinggali, orang – orang lebih memilih bekerja di perkotaan atau menjadi buruh
migran,banyak orang yang akhirnya meninggalkan keluarga petani.Namun apabila di nilai dari
tingkat kesulitan pekerjaan bertani memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,seorang petani
dituntut untuk mengetahui banyak hal, mulai dari tanaman, penyakit tanaman, kondisi cuaca,
pupuk tanaman, dan pengolahan tanah yang baik.

Untuk melihat keadaan persawahaan secara langsung, saya pergi ke persawahan di


Denpasar Tmur bersama teman saya, disana saya melihat bapak petani yang sedang membajak
sawah. Bapak petani itu bekerja dengan susah payah tanpa keluh kesah sedikitpun. Saat itu
saya bermaksud ingin membantu bapak petani, dengan ramahnya bapak petani
mempersilahkan saya untuk membantunya walau tak seberapa. Beliau juga bersedia dengan
senang hati mengajarkan saya cara memegang traktor sebagai alat yang digunakan saat
membajak sawah. Beliau sudah 17 tahun menjadi petani. Menurutnya pekerjaan sebagai petani
kian tahun kian sulit. Meski begitu ia tetap melanjutkan menjadi petani, karena kebutuhan
ekonomi yang semakin meningkat. Ketika membantu Bapak Ponidi saya menyadari satu hal.
Ternyata semuanya tidak semudah perkiraan saya, membajak sawah lebih susah dari yang
diperkirakan walaupun menggunakan alat khusus tetap saja itu susah untuk bapak Ponidi. Pak
Ponidi sekarang berusia 54 tahun, bila dibandingkan dengan pekerjaanya saat ini tentu tidak
sebanding dengan tenaganya yang tersisa saat ini menimbang umurnya sudah tua, perlu tenaga
ekstra untuk menarik dan mendorong traktor. Namun Beliau tetap menjalankan pekerjaanya
dengan senang hati. Dengan arahan bapak petani tersebut saya berhasil membajak sawah walau
tak selincah Beliau. Saya sangat senang bisa membantu bapak petani untuk membajak
sawahnya sekaligus mendapat ilmu baru hari itu, terlebih melihat senyuman yang di pancarkan
dapat membayar segala tenaga yang telah dikeluarkan. Sekecil apapun pertolongan yang kita
berikan itu akan sangat bermakna bagi mereka.
Pertanian di Indonesia diharapkan dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah Indonesia.
hasil panen negeri Indonesia diharapkan lebih dihargai lagi, sehingga para petani lebih gigih lagi
dalam menaikan hasil panen mereka. Profesi sebagai petani juga diharapkan lebih dihargai di negeri
ini karena pekerjaan sebagai petani bukanlah pekerjaan yang mudah bahkan pekerjaan sebagai
petani bisa dibilang lebih sulit jika dibandingkan dengan pekerjaan kantoran yang sering
dibanggakan oleh masyarakat luas. (harapan untuk pertanian indonesia)

“Kamu tak butuh uang untuk membantu orang lain, kamu hanya membutuhkan hati untuk
membantu mereka
Nama : Jesicha Isadora Illiony Minta
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Gugus/Absen : 21/001

(Dari Udayana, Menggapai Mimpi)

Perkenalkan nama saya Jesicha Isadora Illiony Minta, nama panggilan saya Icha. Saya
merupakan lulusan tahun 2018 di salah satu SMA di labuan bajo . Kini saya akan
mengenyam pendidikan sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Udayana. Saya yakin
memilih Universitas Udayana sebagai pilihan utama dalam seleksi masuk perguruan tinggi
karena melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat serta kebutuhan akan lulusannya
yang semakin meningkat.

Memasuki jenjang perkuliahan merupakan tantangan baru yang harus saya hadapi.
Tentunya disini saya ditantang untuk lebih disiplin dan lebih bertanggung jawab. Saya harus
pandai membagi waktu dan menyusun prioritas agar semua kegiatan berjalan dengan baik.
Akademik tentu menjadi prioritas dalam rencana perkuliahan yang telah saya susun. Saya
memprioritaskan akademik bukan semata-mata hanya untuk mencapai nilai yang tinggi atau
gelar cum laude. Dalam belajar tentu kita harus berusaha semaksimal mungkin dan
menikmati prosesnya. Saya ingin ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah juga bisa
bermanfaat bagi kepada orang-orang di sekitar saya.

Memprioritaskan akademik bukan berarti saya tidak mau bergabung dalam organisasi yang
ada di universitas. Organisasi juga tidak kalah pentingnya dengan akademik, dengan
organisasi kita bisa memperluas jaringan pertemanan, meningkatkan kemampuan
berkomunikasi, melatih kepemimpinan, mengasah kemampuan sosial, dan masih banyak lagi
manfaat positif dari organisasi. Saya memiliki pengalaman organisasi pada saat masih
dibangku SMA. Saya bergabung menjadi anggota dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
dalam dua masa jabatan. Banyak hal yang saya dapat pelajari selama menjadi OSIS terutama
pada softskill. Saya belajar mengatur waktu dan melatih kemampuan leadership. Kegiatan
non akademik sangatlah banyak di lingkungan universitas seperti organisasi atau kepanitiaan
yang diselenggarakan oleh jurusan, fakultas, atau universitas. Saya ingin menjadi bagian
dalam kegiatan tersebut baik menjadi peserta maupun panitia, karena banyak pelajaran yang
dapat diambil dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kegiatan akademik seperti belajar
bekerja sama dengan orang lain serta bertemu dengan orang-orang baru.
Soft Skills juga sangat dibutuhkan untuk menunjang akademik dan bermanfaat saat bekerja
kelak. Kemampuan bekerja sama, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan
komunikasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi hal utama yang harus dimiliki. Dengan
ikut bergabung dalam organisasi atau kegiatan mahasiswa juga dapat melatih dan
meningkatkan kemampuan tersebut mulai dari sekarang.