Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Mobilisasi Dini Ibu Post Partum

Disusun oleh :
1. Melinda Setyorini (G0A017053)
2. Ricka Octavia J.S (G0A017054)
3. Nanda Dewi Safitri (G0A017055)
4. Nabila Hikmatul Aulia (G0A017056)
5. Shafira Nurfathika C (G0A017057)
6. Suci Rahayu (G0A017058)
7. Vina Ayu Fitriani (G0A017059)
8. Putri Amalia L.S (G0A017060)
9. Jehan Latifah (G0A017061)
10. Siska Risdayanti (G0A017062)
11. Dian Noviani (G0A017063)
12. Umi Masruroh (G0A017064)
13. Imam Ghozali (G0A017065)
14. Choiriani Anggiani (G0A017066)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019
Mobilisasi Dini Ibu Post Partum

A. PENGANTAR
Sub Pokok Bahasan : Mobilisasi Dini Ibu Post Partum
Hari / Tanggal : Jum’at/29 Maret 2019
Waktu : 10.00-Selesai
Sasaran : Ibu post partum/pasien, keluarga pasien dan
pengunjung
Tempat : RS. Muhammadiyah
Penyuluh : Mahasiswi D3 Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Semarang

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan
mengetahui dan mengenal tentang konsep mobilisasi dini ibu post
partum
b. Tujuan Khusus
Setelah melakukan kegiatan penyuluhan selama 30 menit diharapkan :
1. Menjelaskan pengertian mobilisasi dini post partum
2. Menjelaskan tujuan mobilisasi dini post partum
3. Menjelaskan manfaat mobilisasi post partum
4. Menjelaskan macam-macam mobilisasi post partum
5. Menjelaskan rentang gerak dalam mobilisasi post partum
6. Menjelaskan resiko bila tidak dilakukan mobilisasi dini post partum
7. Menjelaskan tahap-tahap mobilisasi dini post partum

C. SUB POKOK BAHASAN


1. Pengertian mobilisasi dini post partum
2. Tujuan mobilisasi dini post partum
3. Manfaat mobilisasi dini post partum
4. Macam-macam mobilisasi post operasi partum
5. Rentang gerak dalam mobilisasi post partum
6. Resiko bila tidak dilakukan mobilisasi dini post partum
7. Tahap-tahap mobilisasi dini post partum

D. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Penyuluhan mobilisasi dini post partum
2. Sasaran
Ibu post partum/pasien, keluarga pasien dan pengunjung
3. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Diskusi dan Tanya Jawab
4. Media dan Peralatan
a. Lembar bolak-balik
5. Tempat
Penyuluhan akan dilaksanakan di RS. Muhammadiyah
6. Waktu
a. Hari/ Tanggal : Jum;at/ 29 Maret 2019
b. Jam : 10.00 WIB - Selesai

E. Materi
(Terlampir)
F. Kegiatan Penyuluhan

NO. Kegiatan Penyuluahan Respon Peserta Waktu


1. Pembukaan Menjawab salam 5 Menit
 Memberi Salam Memberi salam
 Menjelaskan tujuan Menyimak
penyuluhan
 Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan
disampaikan
2. Pelaksanaan Menyimak dan 20 Menit
Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan
secara berurutan dan teratur.
Materi:
 Pengertian mobilisasi dini
post partum
 Tujuan mobilisasi dini post
partum
 Manfaat mobilisasi dini post
partum
 Macam-macam mobilisasi
post partum
 Rentang gerak dalam
mobilisasi post partum
 Resiko bila tidak dilakukan
mobilisasi dini post partum
 Tahap-tahap mobilisasi dini
post partum
3. Evaluasi Memperhatikan dan 5 Menit
 Menyimpulkan inti menjawab
penyuluhan
 Menyampaikan secara
singkat materi penyuluhan
 Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya
 Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
menjawab pertanyaan yang
di berikan

G. Referensi
Beyer, Dudes (1997). The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing
2nd: Brown Co Biston.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2.
Jakarta : EGC.
Mubarak, W, Cahyati. 2011. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta
: EGC
Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana. Jakarta : EGC
Maritalia, Dewi. 2012. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Edisi
Pertama.
LAMPIRAN MATERI

MOBILISASI DINI POST PARTUM


A. Pengertian
a. Mobilisasi dini adalah kebijakan film untuk selekas mungkin
membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan
membimbingnya selekas mungin berjalan
(Jannah, 2011)
b. Mobilisasi dini adalah beberapa jam setelah melahirkan segera bangun
dari tempat tidur dan bergerak agar lebih kuat dan lebih baik. Gangguan
berkemih dan buang air besar juga dapat teratasi
(Anggraini,2010)
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa mobilisasi dini
adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin
dengan arah membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi
fisiologis. Mobilisasi tidak dibenarkan pada ibu post partum dengan
penyulit misalnya anemia, penyakit jantung, paru-paru, demam, dan
sebagainya.
B. Tujuan
Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison (2004), antara
lain:
1. Mempertahankan fungsi tubuh
2. Memperlancar peredaran darah
3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik
4. Mempertahankan tonus otot
5. Memperlancar eliminasi alvi dan urine
6. Mempercepat proses penutupan jahitan operasi
7. Mengembalikan aktivitas tertentu, sehingga pasien dapat kembali
normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
8. Memberikan kesempatan perawat dan pasien berinteraksi atau
berkomunikasi.
C. Manfaat
1. Melancarkan pengeluaran lokia, mengurangi infeksi puerperium
2. Mempercepat involusi alat kandungan
3. Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan
4. Meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga mempercepat
fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolism
(Manuaba, 2010)

D. Macam-macam mobilisasi post partum (Saiffudin,2010)


1. Mobilisasi penuh
Yaitu seluruh anggota dapat melakukan mobilisasi secara normal.
Mobilisasi penuh mempunyai peranan penting dalam menjaga
kesehatan baik secara fisiologis maupun psikologis.
2. Mobilisasi sebagian
Yaitu sebagian dari anggota badan yang dapat melakukan mobilisasi
secara normal. Terjadi pada pasien dengan gangguan saraf motoric dan
sensorik, terdiri dari :
 Mobilisasi sebagian dengan temporer, disebabkan oleh trauma
yang reversible
 Pada system musculoskeletal
 Mobilisasi sebagian permanen disebabkan karena rusaknya
sistem saraf yang reversible (hemiplagi karena kecelakaan)

E. Rentang gerak dalam mobilisasi post partum


Menurut Manuaba (2010), dalam mobilisasi dini terdapat tiga rentang
gerak yaitu:
1. Rentang gerak pasif
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan
persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya
perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien.
2. Rentang gerak aktif
Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan
cara menggunakan otot-ototnya secara aktif misalnya berbaring pasien
menggerakkan kakinya.
3. Rentang gerak fungsional
Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan melakukan
aktifitas yang diperlukan.

F. Resiko bila tidak dilakukan mobilisasi dini post partum


Menurut Manuaba (2010), berbagai masalah dapat terjadi bila tidak
melakukan mobilisasi dini, yaitu :
a. Peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik
sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi,
salah satu tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.
b. Perdarahan yang abnormal, dengan mobilisasi dini kontraksi uterus
akan baik, sehingga fundus uteri keras, maka resiko perdarahan yang
abnormal dapat dihindarkan. Karena kontraksi membentuk
penyempitan pembuluh darah yang terbuka.
c. Involusi uteri yang tidak baik, apabila tidak dilakukan mobilisasi dini
akan menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga
menyebabkan terganggunya kontraksi uterus. Selain resiko diatas,
dampak yang dapat terjadi bila mobilisasi dini tidak dilakukan adalah
kurangnya suplai darah dan pengaruh hipoksia pada luka. Luka dengan
suplai darah yang buruk akan sembuh dengan lambat. Jika factor-faktor
esensial untuk penyembuhan, seperti oksigen, asam amino, vitamin dan
mineral, sangat lambat mencapai luka karena lemahnya vaskularisasi,
maka penyembuhan luka tersebut akan terhambat, meskipun pada
pasien-pasien yang nutrisinya baik. (Morison, 2011)
G. Tahap-tahap mobilisasi dini post partum
Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila
persalinan berlangsung lama, karena ibu harus cukup beristirahat, dimana
ibu harus tidur telentang selama 2 jam post partum untuk mencegah
perdarahan post partum. Kemudian ibu boleh miring ke kiri dan ke kanan
untuk mencegah terjadinya thrombosis dan tromboemboli. Lalu belajar
duduk setelah dapat duduk, lalu dapat jalan-jalan dan biasanya boleh
pulang. Mobilisasi dini ini tidak mutlak, bervariasi tergantung pada adanya
komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka. Sebaiknya ibu nifas
dapat melakukan mobilisasi dini setelah kondisi fisiknya mulai membaik.
Menurut Ifafan (2010), mobilisasi dini dilakukan secara bertahap
yaitu :
a. Miring kiri / miring kanan setelah 2 jam post partum.
b. Duduk sendiri setelah 6-8 jam post partum.
c. Berjalan setelah 12 jam post partum.
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mobilisasi dini adalah kebijakan film untuk selekas mungkin
membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya
selekas mungin berjalan. Mamfaatmya adalah melancarkan pengeluaran
lokia, mengurangi infeksi puerperium, mempercepat involusi alat
kandungan, melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan,
meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga mempercepat fungsi
ASI dan pengeluaran sisa metabolism. Macam-macam mobilisasi ada dua
yaitu mobilisasi penuh dan mobilisasi sebagian.

B. Saran
Untuk ibu yang sedang hamil dan akan melakukan persalinan ataupun yang
siudah melakukan persalinan diharapkan untuk lebih aktif mencari
informasi untuk menambah pengetahuannya tentang mobilisasi dini post
partum serta lebih termotivasi untuk melakukan mobilisasi dini pasca
persalinan.
Daftar Pustaka

Farrer, Helen. 2010. Keperawatan Maternitas. Edisi 2. Jakarta : EGC


Mubarak, W, Cahyati. 2011. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta
: EGC
Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana. Jakarta : EGC
Maritalia, Dewi. 2012. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Edisi
Pertama.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Brunner&Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Vol 1. Jakarta:
EGC
Beyer, Dudes (1997). The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing
2nd: Brown Co Biston.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2.
Jakarta : EGC.