Anda di halaman 1dari 2

Rumput Gajah

Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di


daerah dengan minimal nutrisi. Tanaman ini dapat hidup pada tanah yang kritis, dimana
tanaman lain biasanya tidak dapat tumbuh dengan baik (Sanderson dan Paul 2008). Rumput
gajah memiliki ciri yaitu tahan kering, berproduksi tinggi, bernilai gizi tinggi dan merupakan
rumput yang disukai oleh ternak ruminansia. Menurut Ella (2002), rumput gajah merupakan
bahan pakan yang unggul dari tingkat pertumbuhan. Kandungan nutrisi rumput gajah terdiri
atas, bahan kering (BK) 19.9%, protein kasar (PK) 10.2%, lemak kasar (LK) 1.6%, serat
kasar (SK) 34.2%, abu 11.7% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42.3% (Lubis 1992).
Tanaman rumput gajah yang dipotong setiap 2 sampai 4 minggu memiliki nilai gizi
komposisi kadar air dan protein kasar sebesar (11.50%) serta lemak kasar dan serat kasar
sebesar 29.3% (Rukmana 2005).
Menurut Tumianti (2016), pada saat pemotongan umur rumput gajah sangat
berpengaruh terhadap kandungan nutrisinya, semakin tua umur tanaman ketika pemotongan
maka semakin bekurang kadar proteinnya dan serat kasarnya makin tinggi. Pada tanaman
umur muda kualitasnya lebih baik karena serat kasarnya lebih rendah dan kadar proteinnya
lebih tinggi.
Sanderson MA and Paul RA. 2008. Perennial forages as second generation bioenergy crops.
International Journal of Molecular Sciences. 9:768-788.
Ella A. 2002. Produktivitas dan Nilai Nutrisi Beberapa Renis Rumput dan Leguminosa
Pakan yang Ditanam pada Lahan Kering Iklim Basah. Makassar (ID): Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan.
Rukmana R. 2005. Budi Daya Rumput Unggul. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius.
Tumianti. 2016. Pengaruh ensilase campuran rumput gajah (pennisetum purpureum) dengan
daun gamal (gliricidia maculata) terhadap ph, bahan kering dan protein kasar.
[skripsi]. Makassar (ID): Universitas Hassanudin.
Kandungan Nutrisi Dedak Padi
Dedak padi merupakan salah satu limbah dari hasil pertanian yang cukup banyak
ketersediaannya, selain itu mudah untuk didapatkan. Dedak padi berasal dari gabah yang jika
digiling akan menghasilkan beras sebanyak 50-60%,dan sisanya yaitu menir 1-17%, sekam
20-25%, dedak 10-15% dan bekatul 3% (Setiawan 2017). Dedak merupakan sumber vitamin
B dan disukai ternak. Kandungan nutrisinya cukup baik, namun kandungan serat kasarnya
cukup tinggi. Menurut Utami (2011), dedak padi mengandung nutrisi bahan kering 88,93%,
protein kasar 12.39%, serat kasar 12.59%, kalsium 0.09% dan posfor 1.07%. Dedak padi
selain mengandung serat kasar yang tinggi, mengandung asam fitat yang cukup tinggi yaitu
2.42%, hal ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ternak. Salah satu cara untuk
meningkatkan nilai nutrisi pada dedak padi yaitu dengan melakukan fermentasi (Anggorodi
1995). Dedak padi yang berkualitas baik mempunyai ciri fisik seperti baunya khas, tidak
tengik, teksturnya halus, lebih padat dan mudah digenggam karena mengandung kadar sekam
yang rendah, dedak yang seperti ini mempunyai nilai nutrisi yang tinggi (Rasyaf 2002).
Setiawan B. 2017. Kandungan protein kasar dan serat kasar dedak padi yang difermentasi
dengan mikroorganisme lokal. [skripsi]. Makassar (ID): Universitas Hassanudin.
Utami Y. 2011. Pengaruh imbangan feed suplemen terhadap kandungan protein kasar,
kalsium dan fosfor dedak padi yang difermentasi dengan Bacillus amyloliquefaciens.
[skripsi]. Padang (ID): Universitas Andalas.
Anggorodi R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.
Rasyaf M. 2002. Pakan Ayam Broiler. Yogyakarta (ID): Cetakan Penerbit Kanisius.