Anda di halaman 1dari 7

BAB II

LAPORAN KASUS

3.1 Identitas Pasien


Nama : Tn. MZK
Umur : 36 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petani
Alamat : Lubuk Sanai
Tanggal MRS : 24 April 2019
RM : 01.04.70.95

3.2 Anamnesa
Keluhan Utama
Bengkak pada buah kemaluan kiri sejak kurang lebih dua belas jam sebelum masuk
rumah sakit.

Riwayat Penyakit Sekarang


 Bengkak pada buah kemaluan kiri sejak kurang lebih dua belas jam sebelum masuk
rumah sakit.
 Bengkak dirasakan ketika pasien sedang bersantai di rumah sehabis bekerja dengan
mesin pemotong rumput gendong di ladang.
 Bengkak disertai rasa sakit di perut.
 Rasa sakit dirasakan menjalar dari perut bawah kiri hingga ke punggung kiri bawah.
 Tidak ada mual. Tidak ada muntah.
 Rasa penuh di perut kiri bawah.
 Rasa kembung.
 Tidak ada buang angina dan BAB sejak keluhan bengkak muncul.
 Pasien pergi ke RSUD Muko-Muko dan dirujuk ke RSUP dr.M Djamil karena alat
operasi tidak tersedia.

Riwayat Penyakit Dahulu


 Pasien sudah mengalami keluhan bengkak sejak usia 10 tahun. Biasanya bengkak
akan hilang sendiri apabila pasien beristirahat dengan berbaring.
 Pasien sempat memakai celana penyangga yang dibuat oleh keluarga pasien, namun
sejak usia 15 tahun, pasien tidak menggunakannya lagi.
 Pasien memiliki riwayat hypertensi sejak 10 tahun ini, namun tidak dikontrol ke
dokter.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit yang sama seperti pasien.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, dan Kebiasaan


Pasien adalah seorang petani dan merupakan seorang perokok dengan Indeks Brigmann
sedang.

3.3 Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Fisik Umum
Keadaan Umum : Sakit sedang
Kesadaran : GCS 15 (E4M6V5)
TekananDarah : 110/70 mmHg
Nadi : 78 kali/menit
Nafas : 20 kali/menit
Suhu : 36,8 ºC
Nyeri : VAS 2

Status Generalisata
Kepala : Normocepal
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,
Telinga : Tidak ditemukan kelainan
Hidung : Tidak ditemukan kelainan
Kulit : Turgor kulit baik, CRT < 2s
Gigi dan mulut : Tidak ditemukan kelainan
Leher : Tidak ditemukan kelainan, tidak ada pembesaran KGB
Thoraks
1.Paru
- Inspeksi : simetris kanan = kiri
- Palpasi : fremitus kanan = kiri
- Perkusi : sonor kanan = kiri
- Auskultasi : suara napas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
2. Jantung
- Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
- Palpasi : Iktus kordis teraba 1 jari LMCS sinistra RIC V
- Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
- Auskultasi : BJ 1 dan 2 normal, irama regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen :
- Inspeksi : Distensi (-)
- Palpasi : Muscle rigidity (-), nyeri tekan (-), nyeri lepas(-)
- Perkusi : Timpani
- Auskultasi : Bising usus (+) N

Status Lokalis (Regio Inguinal Kiri)


 Inspeksi : Terlihat benjolan sebesar telur ayam di daerah Inguinalis Sinistra,
diameter ± 6 cm.

- Warna kulit sama dengan daerah sekitarnya

- Tidak terdapat fistel

 Palpasi : - Teraba benjolan, bentuk lonjong, sebesar telur ayam, konsistensi


kenyal, nyeri tekan (+)

- Benjolan dapat didorong masuk dengan jari kelingking dalam posisi


pasien berbaring

 Auskultas : Bising usus (+)

Foto klinis pasien


Gambar 4.1 Tampak Atas

Gambar 4.2 Tampak Samping


Gambar 4.3 Tampak Bawah

3.4 Diagnosis Kerja


Hernia inguinalis lateralis sinistra repondible

3.5 Pemeriksaan Penunjang


Laboratorium Hematologi
Hb : 14,6 g/dl
Leukosit : 7.700/mm3
Trombosit : 222.000/mm3
Hematokrit : 41%
Kesan : Dalam batas normal

Laboraturium Kimia Klinik


GDS : 98 mg/dl

Pemeriksaan Radiologi : -

3.6 Diagnosis
Hernia inguinalis lateralis sinistra repondible

3.7 Tatalaksana
 Medikamentosa
 Paracetamol 500mg 3 x 1
 Ranitidin 150mg 2 x 1
 Metoclopramid 10 mg 3 x 1
 Edukasi
 Menjelaskan tentang penyakit yang diderita pasien kepada keluarga à
penyebab, perjalanan penyakit, perawatan, prognosis, komplikasi serta usaha
pencegahan komplikasi
 Edukasi untuk tindakan operasi
 Pemenuhan kebutuhan gizi

3.8 Prognosis
- Quo ad vitam : dubia ad bonam
- Quo ad sanam : dubia ad bonam
- Quo ad functionam : dubia ad bonam

BAB III
DISKUSI

Seorang pasien laki-laki berusia 36 tahun dibawa ke RSUP Dr. M. Djamil Padang
dengan keluhan bengkak pada buah kemaluan kiri sejak kurang lebih dua belas jam sebelum
masuk rumah sakit. Bengkak dirasakan ketika pasien sedang bersantai di rumah sehabis
bekerja dengan mesin pemotong rumput gendong di ladang. Bengkak disertai rasa sakit di
perut. Rasa sakit dirasakan menjalar dari perut bawah kiri hingga ke punggung kiri bawah.
Tidak ada mual. Tidak ada muntah. Rasa penuh di perut kiri bawah. Terdapat keluhan
kembung. Tidak ada buang angina dan BAB sejak keluhan bengkak muncul.
Berdasarkan amannesis pasien mengaku sudah pernah mengalami keluhan bengkak
sejak usia 10 tahun. Biasanya bengkak akan hilang sendiri apabila pasien beristirahat dengan
berbaring. Pasien sempat memakai celana penyangga yang dibuat oleh keluarga pasien,
namun sejak usia 15 tahun, pasien tidak menggunakannya lagi.
Pasien datang dengan kesadaran GCS 15 (E4M6V5) dengan hasil vital sign di IGD :
tekanan darah : 110/70 mmHg, HR : 78x/menit, RR : 20x/menit, suhu : 36,8◦C.
Pemeriksaan daerah inguinal sinistra menunukkan benjolan sebesar telur ayam di
daerah Inguinalis Sinistra, diameter ± 6 cm, warna kulit sama dengan daerah sekitarnya.
Konsistensi benjolan kenyal, nyeri tekan (+). Benjolan dapat didorong masuk dengan jari
kelingking dalam posisi pasien berbaring. Pada auskultasi didapatkan bising usus (+).
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik terhadap pasien tersebut, dapat
ditegakkan diagnosa hernia inguinalis lateralis sinistra repondible. Pasien dirujuk dari RSUD
Muko-Muko dengan diagnosa hernia inguinalis lateralis sinistra irrepondible. Hal ini dapat
terjadi karena pasien telah lama berbaring dari sejak keluhan dirasakan hingga proses
perujukan dari Muko-Muko ke Padang. Berbaring lama ini dapat menyebabkan isi hernia
kembali ke rongga abdomen. Sehingga pada saat di IGD RSUP M.Djamil, kasus hernia
pasien bukan merupakan kasus kegawatdaruratan yang harus segera ditangani. Pasien
disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke poli bedah dan bila setuju, direncakan untuk
operasi elektif.

Prinsip dasar pada operasi hernia terdiri adalah herniotomy dan hernioplasty.
Herniotomy merupakan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka dan
isi hernia dibebaskan kalau ada perlengketan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit
ikat setinggi mungkin kemudian dipotong. Hernioplasty merupakan tindakan memperkecil
annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis ingunalis. Hernioplasty
lebih penting artinya dalam mencegah terjadinya residif dibandingkan dengan herniatomy.