Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP


PDGK 4302
Modul 3
PENGORGANISASIAN KELAS

DISUSUN OLEH

RIFTIA ANDRIYANI 834893091


RENA MAYETTI SIBURIAN 834902294
RIZKY EDDY TRI TUNGGAL DEWI 836248139
SANTI 834893149
SELVITA ANDRIYANI 834893123

PROGRAM STUDI : 119/PGSD S1 (BI.E)


POKJAR : BEKASI
MASA REGISTRASI 2018.2
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ JAKARTA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mencapai suatu kegiatan belajar mengajar yang konkret, maka perlu dilakukan
upaya-upaya yang harus dilakukan oleh seorang guru diantaranya adalah meningkatkan
kualifikasi guru di sekolah dasar.
Dalam modul III membahas tentang pengorganisasian kelas, yang merupakan salah
satu kondisi yang dapat mendukung penerapan pengorganisasian dalam pengertian fisik
dan dalam pengertian kegiatan kelas. Pengorganisasian kelas ini dibagi menjadi 2 aspek,
diantaranya ; pengorganisasian dalam pengertian fisik dan dalam pengertian kegiatan
kelas.

B. Identifikasi Masalah
Seperti telah diuraikan diatas bahwa permasalahan yang dihadapi seorang guru ialah
apakah perlu pengorganisasian kelas untuk menunjang pembelajaran PKR?

C. Tujuan
Berdasarkan tujuan yang didapat dari identifikasi masalah diatas, ialah :
1. Melakukan penataan ruang kelas yang kondusif sehingga dapat memperlancar
kegiatan pembelajaran PKR.
2. Mengorganisasikan murid dalam kegiatan pembelajaran sehingga terjadi kegiatan
belajar aktif.
3. Meningkatkan disiplin belajar murid-murid sehingga dicapai kegiatan pembelajaran
yang efektif.
BAB II
PEMBAHASAN

Kegiatan Belajar 1
Penataan Ruang Kelas
Penataan ruang kelas merupakan salah satu unsur dari pengorganisasian kelas
secara kesuluruhan yang memerlukan perhatian dan perencanaan yang serius. Dalam
PKR penataan ruang kelas perlu dilaksanakan dengan terencana untuk mendukung
pembelajaran. Ini disebabkan karena aktifitas dan mobilitas siswa dalam belajar
sangatlah tinggi.
Dalam menghadapi murid yang bervariasi baik umur, kemampuan, kematangan
maupun minat, perlu diciptakan lingkungan yang bervariasi. Betapa pun matangnya guru
dalam memberikan materi dan bagusnya persiapan mengajar yang disusunnya,
kemungkinan besar ia akan menghadapi masalah dalam proses pembelajaran apabila ia
tidak mampu mengorganisasikan lingkungan kelasnya. Oleh karena itu, pengaturan
ruang kelas perlu dilakukan secara periodik, untuk menunjukkan dan mencerminkan
kebutuhan belajar yang sewaktu-waktu berubah. Maka, untuk menunjang hal itu semua
harus mengetahui hal-hal sebagai berikut ;

A. Penataan Ruang
Pada umumnya penataan ruang kelas di sekolah dasar adalah berbentuk persegi,
dalam hal ini guru hanya bertugas untuk mengidentifikasi dan mendaftar aset-aset yang
ada didalam kelas.
1. Penataan Fisik Kelas
a. Daerah pajangan
Guru harus bisa menentukan letak-letak pajangan di dalam kelas, dan sebaik-
baiknya untuk memanfaatkan ruang dinding yang kosong agar pajangan terlihat rapi.
b. Kemudahan bergerak
Dalam suatu ruangan hendaknya murid dan guru merasa nyaman dan tidak terasa
sesak serta guru bisa leluasa bergerak didalam kelas. Idealnya ruangan kelas berisi
sekitar 30 orang murid.
c. Sinar
Sinar matahari akan sedikit mengganggu kegiatan pembelajaran murid apabila posisi
bangku berhadapan langsung dengan cahaya matahari.
d. Panas dan ventilasi
Ruangan kelas identic dengan pengap atau lembab dan minim cahaya, maka posisi
ventilasi sangatlah diperhatikan.
e. Papan tulis
Pada pembelajaran PKR harus tersedia minimal 2 papan tulis untuk masing-masing
kelas yang diajarkan.
f. Bangku dan kursi
Sebaiknya kursi yang digunakan ialah satu kursi untuk satu murid atau bukan
bangku panjang, ini dilakukan agar pada posisi melingkar dalam pembelajaran diskusi
tidak menyulitkan murid.
g. Meja guru
Meja guru diposisikan agar pandangan luas terhadap murid.
h. Sudut aktifitas
Sudut aktifitas yaitu sudut dimana murid-murid dapat melakukan kegiatan belajar
secara individu tanpa menggangu murid lain yang belajar. Diantara contoh-contoh
sudut aktifitas yaitu ;
1. Sudut membaca.
2. Sudut IPA.
3. Sudut hasil seni.
4. Warung.
5. Sudut rumah tangga.
6. Gudang/tempat menyimpan alat-alat pembelajaran.

2. Pengaturan Denah Ruang Kelas


Secara garis besar masih banyak sekolah dasar yang menggunakan denah ruang kelas
persegi, pengaturan denah tersebut kurang efektif untuk pembelajaran PKR dikarenakan
oleh hal-hal berikut ;
a. Tidak luwes atau kurang sigap jika guru beralih dari bentuk kegiatan klasikal
menjadi kegiatan kelompok.
b. Sulit mengadakan kegiatan bervariasi dalam satu waktu bersamaan.
c. Terbatasnya ruang gerak guru dalam melakukan supervise dan memberikan umpan
balik secara individual.
3. Mengatur Pajangan
Pajangan mempunyai peranan penting untuk menjadikan ruang kelas menarik dan
membuat murid-murid betah di dalam kelas. Pajangan-pajangan tersebut bisa berbentuk
grafik, gambar atau hasil karay murid yang mengandung nilai kependidikan.

Kegiatan Belajar 2
Pengorganisasian Murid
Ada dua hal yang mencakup pengorganisasian murid, diantaranya ; kelompok
belajar dan tutor. Perlu diingat bahwa ruang kelas bukan hanya sebagai tempat guru
mengajar dan murid duduk mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru.
Ruangan kelas adalah tempat kegiatan belajar yang menitikberatkan pada interaksi
dan aktifitas belajar murid. Oleh karena itu, keharmonisan perpaduan pengorganisasian
kelas dan pengorganisasian murid akan sangat mendukung terciptanya kelas yang
berinteraksi pada kegiatan pembelajaran. Salah satu dari dua hal tersebut terlepas maka
pembelajaran yang diharapkan tidak akan terjadi dengan efektif.
A. Kelompok Belajar
Kelompok belajar sangatlah penting karena guru tidak selamanya dapat bersama-sama
murid di satu kelas. Terkadang guru harus melihat kelas lain untuk membelajarkan kelas
tersebut.
Kelompok belajar adalah sekumpulan murid yang terdiri dari beberapa orang
misalnya 5-6 orang murid yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan belajar secara
bersama dan dalam waktu yang telah ditetapkan (dimodifikasi dari Karolyn J. Snyder,
1986: 211).
Dalam pembentukan kelompok belajar harus dipertimbangkan agar guru dapat
menggerakkan kelompok belajar menjadi kelompok aktif belajar ( KAB).
1. Cara Membentuk Kelompok Belajar
Kelompok belajar dibentuk untuk mengaktifkan murid-murid belajar secara mandiri
dalam rangka mencapai keberhasilan belajar. Kelompok belajar dapat dibentuk sesuai
kebutuhannya.
a. Kelompok belajar berdasarkan persamaan kemampuan
Yaitu murid-murid dikelompokkan sesuai kemampuannya masing-masing.
Keuntungan dari kelompok belajar ini adalah :
1) Memungkinkan murid-murid bekerja sana dengan kemampuan yang sama.
2) Memeudahkan bagi guru untuk menyampaikan materi.
b. Kelompok belajar berdasarkan kemampuan yang berbeda
Kelompok ini terdiri dari murid-murid yang kemampuannya berbeda satu dengan
yang lainnya. Kelompok ini cocok untuk kegiatan bersama-sama, misalnya
pengamatan, studi wisata, olaharaga dan kesenian.
Pengelompokan seperti ini akan menguntugkan bagi murid yang memiliki
kemampuan kurang dari murid yang lain, keuntungan lainnya dalah mereka akan
terbimbing oleh murid yang pintar dan murid yang pintar jadi berkembang.
c. Kelompok belajar berdasarkan pengelompokan sosial
Kelompok ini didasarkan pada kecocokan diantara murid, dan mencerminkan
keharmonisan dalam lingkungan belajar. Kelompok seperti ini mempunyain manfaat
untuk meningkatkan keyakinan diri pada murid yang lemah dan mereka juga tidak
akan canggung atau segan karena yang dipilih adalah kelompok teman-teman
akrabnya. Kelompok belajar ini cocok dalam pembelajaran PKK, olahraga dan
kesenian.
2. Merencanakan Kegiatan Kelompok Belajar
Perencanaan kegiatan belajar dalam kelompok mutlak diperlukan, apabila kelompok
belajar ingin berhasil. Salah satu keuntungannya adalah menentukan waktu yang tepat,
dan memprogramkan kegiatan yang mantap.
Ada 5(lima) aspek dalam perencanaan yang harus diperhatikan ;
a. Menentukan bagaimana cara murid bekerja sama
b. Menentukan program pelatihan bagi pengembangan ketrampilan bekerja sama.
c. Memberikan tugas yang dapat dihasilkan oleh kelompok.
d. Meletakkan dasar-dasar kerja secara mandiri.
e. Memeutuskan bagaimana belajar bersama akan dievaluasi.
3. Cara Meningkatkan Ketrampilan Belajar Kelompok
Morris ( Cohen, 1996) memberikan ilustrasi tentang jenis ketrampilan yang
diperlukan sebagai panduan agar semua murid aktif berpartisipasi. Oleh karena itu, murid
hendaknya diberikan penjelasan seperti berikut ;
a. Setiap murid diharuskan mengemukakan gagasan
b. Setiap murid diberikan kesempatan untuk berbicara
c. Murid memperhatikan dan dapat menangkap gagasan atau pendapat orang lain.
d. Menanyakan pada murid lainnya apakah mempunyai gagasan.
e. Berikan alasan untuk setiap gagasan, dan diskusikan apabila ada gagasan yang
berbeda.
f. Mendorong murid-murid untuk bertanya.

B. BAGAIMANA MEMAKSIMALKAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR


YANG ADA AGAR PARA MURID BELAJAR MANDIRI
Belajar mandiri adalah pendidikan yang menekankan pada inisiatif individu dalam
belajar, atau suatu kondisi dimana seseorang mengambil inisiatif dengan atau tanpa
bantuan orang lain, baik dalam mendiagnosis kebutuhan belajar, menunjukkan sumber
manusia dan sumber bahan untuk kepentingan belajar, memilih dan melaksanakan
strategi belajar yang cocok, serta mengevaluasikan hasil belajarnya sendiri. Bisa juga
disebut belajar yang sepenuhnya atau sebagian besar dibawah kendali murid sendiri.
Dalam konsep mandiri dalam mengajar seorang guru dituntut tidak terlalu bergantung
kepada cukupnya jumlah guru yang ada disekolah, lengkapnmya fasilitas, memadainmya
buku paket dan lain-lain.
Prinsip mandiri adalah menciptakan berbagai situasi belajar mengajar yang terlepas
dari ketergantungan terhadap alasan yang serba kekurangan. Lingkungan menjadi salah
satu sarana penunjang dalam pembelajaran atau bisa disebut dengan “ Laboratorium
Raksasa “. Baik lingkungan alam maupun lingkungan social bisa menjadi pendukung
murid untuk melaksanakan belajar mandiri.
Agar sumber belajar dapat dimanfaatkan, para murid harus diaktifkan untuk bekerja
yang dalam artian belajar. Lembar Kerja Murid (LKM) merupakan suatu sarana agar
murid lebih aktif dalam belajar secara mandiri. LKM merupakan panduan untuk
melakukan sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan,
misalnya melakukan pengamatan, percobaan, demonstrasi dan simulasi.
1. Bagaimana memanfaatkan Pusat Sumber Belajar
Pusat sumber belajar (PSB) adalah suatu cara yang baik untuk memantapkan dan
memperkaya belajar murid-murid. Contoh memanfaatkan PSB adalah sebagai berikut :
a. Mengembangkan ketrampilan atau konsep, yang meliputi :
1) Kecermatan
2) Penerapan konsep.
b. Menempatkan semua hasil karya murid dimana murid-murid lain dapat belajar
dengan cara belajar mandiri.
c. Mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan sehingga baik guru maupun
murid dapat menghabiskan waktunya untuk belajar di PSB.
Salah satu cara agar murid dapat belajar mandiri, dapat dilakukan dengan
menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM). LKM merupakan panduan bagi murid untuk
melakukan pengamatan, percobaan, demonstrasi, simulasi, berdiskusi dan memecahkan
masalah. LKM merupakan sarana yang paling efektif untuk menunjang penggunaan PSB.
2. Tutor Sebagai Organisator Kelas
Tutor adalah orang yang dipilih dari kalangan murid atau orang lain yang mempunyai
kemampuan lebih untuk membantu murid lain dalam belajar. Oleh karena itu, peranan
tutor sangatlah penting dan diperlukan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
waktu. Tutor juga bisa dikatakan sebagai “perpanjangan tangan guru” (membantu guru
dalam proses pembelajaran murid karena ia bukan pengganti guru).
Tutor ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu tutor sebaya, tutor kakak, tutor tamu
dari masyarakat, dan penjagan sekolah. Sebelum program tutorial ada 5 hal yang peril
diperhatikan ;
a. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai
b. Menetapkan siapa yang akan ikut dalam tutorial
c. Menetapkan tempat dimana tutorial dilaksanakan
d. Penjadwalan tutorial.
e. Menentukan materi mana yang diberikan dalam tutorial.
3. Bagaimana Memilih dan Mempersiapkan Tutor
Dalam pemilihan seorang tutor tidak lah sembarangan, ada beberapa jenis tutor yang
perlu diketahui seperti yang telah diuraikan diatas ;
a. Tutor sebaya
Tutor sebaya yaitu seorang murid yang pandai yang membantu belajar murid
lainnya pada tingkatan kelas yang sama. Dalam memanfaatkan tutor ada 2 cara, yaitu :
1) Mempersiapkan tutor secara matang
Dalam hal ini pemilihan tutor sebaya tidaklah sembarangan, artinya murid
haruslah yang lebih pandai dari murid lain.
2) Tutorial berlangsung tanpa terencana
Maksudnya tutorial yang berlangsung secara spontan karena situasi, kondisi
dan kebutuhan. Namun tuto sebelumnya hendaklah diberi pelatihan secara singkat
terlebih dahulu. Cara melatih tutor secara singkat adalah sebagai berikut :
a. Memperkenalkan materi dalam buku yang harus ditutorialkan
b. Memberikan penjelasan kepada murid yang belum bisa dan membantu
untuk mengetahui kesalahan dan membantu mencoba untuk memecahkan
sendiri.
c. Memberi penjelasan agar perlu untuk membahas suatu materi yang
dipelajari
d. Dilatih membuat penilaian.
Tutor dapat dimanfaatkan dalam kelompok, secara individual atau berpasangan,
1) Tutor dalam kelompok
2) Memanfaatkan tutor untuk membantu individual
3) Memanfaatkan tutor secara berpasangan
b. Tutor kakak
Adalah tutor yang dipilih dari kelas yang lebih tinggi, tentu saja tutor kakak ini
kemampuannya harus diatas rat-rata Karen ia mempunyai peranan penting untuk
membantu pembelajaran adik-adik kelasnya. Tutor kakak pada umumnya diambil dari
kelas tinggi. Penggunaan tutor kakak dapat dilakukan dengan 2 cara ;
1. Cara 1, pemanfaatan tutor kakak yang dilakukan pada kelas yang dirangkap
oleh satu guru.
2. Cara 2, pemanfaatan tutor kakak yang dilakukan pada kelas yang dirangkap
pleh 2 guru.
c. Tutor dari masyarakat
Tutor ini berasal atau diambil dari masyarakat yang berperan untuk membantu
guru dalam menangani kegiatan pembelajaran di sekolah. Peran tutor ini baru dapat
dilaksanakan apabila seorang guru merangkap 3 kelas sekaligus. Tidak ada kriteria
khusus untuk tutor dari masyarakat ini, yang terpenting orang tersebut memiliki
pengetahuan dan ketrampilan yang melebihi muridnya.
d. Tutor dari penjaga sekolah
Dalam hal ini situasi tertentulah yang dapat guru lakukan untuk memanfaatkan
penjaga sekolah sebagai tutor. Akan tetapi guru harus mampu menganalisa keadaan
untuk menempatkan kapan penjaga sekolah dapat dimanfaatkan sebagai tutor.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan ketika memilih memanfaatkan tutor sebaya
dan tutor kakak, adalah sebagai berikut ;
1) Prestasi, yaitu pintar, murid yang termasuk maju dikelasnya.
2) Penampilan, yaitu luwes, dapat bergaul dengan semua murid.
3) Mental, yaitu ramah, tidak pemarah, dan penyabar.

Kegiatan Belajar 3
Disiplin Kelas
Dalam hal ini yang dimaksud dengan disiplin kelas bukanlah murid-murid yang
tenang, diam dan tidak rebut, melainkan suatu kondisi dimana murid-murid tetap dituntut
aktif belajar sehingga suasana kelas menjadi hidup dan “hangat”. Suasana seperti ini akan
terasa gaduh, namun tetap terarah sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Disiplin
kelas yang dimaksudkan adalah guru menciptakan peraturan dan kegiatan agar murid
terikat oleh kegiatan belajar sehingga mereka tidak sempat lagi melakukan kegiatan-
kegiatan yang mengganggu ketertiban dan disiplin kelas. Aturan itu dinamakan “ Aturan
Rutin Kelas “(ARK) dan “Kegiatan Siap” (KS).
A. Apa yang dimaksud ARK ?
Aturan rutin kelas (ARK) adalah aturan-aturan dan procedural yang dirumuskan oleh
guru serta dimengerti oleh muris, untuk mengatur kegiatan dan perilaku sehari-hari (Ian
Collingwood, h. 79).
1. Mempersiapkan ARK
Seorang guru harus mempersiapkan ARK terlebih dahulu, dan seyogyanya
seorang guru harus sudah mempunyai nya. Berikut contoh-contoh ARK :
a. Papan tulis
b. Alat tulis
c. Sumber bahan
d. Tutor
ARK yang efektif adalah yang memungkinkan murid untuk dapat memulai
kegiatannya secara terarah dan cepat.
2. Kegiatan siap atau stand-by
Kegiatan siap (KS) adalah kegiatan yang diciptakan guru yang dapat diberikan
apabila ada murid yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya lebih cepat dari yang
diperkirakan atau pada waktu luag pada saat kegiatan berlangsung.
Kegiatan PKR dapat dilakukan dalam berbagai jenis lingkungan baik itu klasikal,
kelompok atau individual. Masalah yang akan dering dihadapi yaitu adanya murid
yang cepat selesai mengerjakan tugasnya ( Early-finisher). Untuk mengatasinya maka
digunakanlah KS ini.
Satu hal yang penting apabila menghadapi murid yang lebih cepat selesai adalah
memanfaatkan mereka untuk menjadi tutor. Sebagaimana yang diuraikan diatas
mengenai jenis-jenis kegiatan PKR adalah sebagai berikut ;
a. Pembelajaran secara klasikal
Pembelajaran ini merupakan kunci keberhasilan dalam PKR karena memupuk
kebersamaan dalam bekerja. Dalam pembelajaran ini dapat berupa, pengajaran
percakapan, bercerita, olahraga, kesenian dan studi lingkungan.
b. Pembelajaran individual
Pembelajaran ini dapat diartikan bahwa guru dapat memberikan pelajaran
secara individual. Pembelajaran ini bukanlah diberikan kepada satu persatu murid
dalam satu kelas, melainkan memberikan pembelajaran kepada murid yang lemah
atau belum bisa.
c. Pembelajaran dalam kelompok
Kelompok murid yang dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhannya.
Kelompok murid campuran dapat diberikan tugas pengamatan percobaan atau jenis
permainan kelompok. Sedangkan bagi kelompok yang terdiri dari kelompok social,
tidak banyak berbeda dengan kelompok campuran diatas, misalnya dalam
melakukan percobaan, pengamatan atau simulasi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Salah satu penunjang dalam kegiatan PKR adalah pengorganisasian kelas yang
meliputi 2 aspek, aspek fisik dan kegiatan kelas.
Aspek fisik salah satu contohnya adalah penataan ruang kelas karena penataan ini
sangatlah penting dalam pembelajaran PKR, penataan ruangan kelas yang tidak teratur
akan mengakibatkan pembelajaran tidak nyaman dan membuat jenuh.
Pada umumnya yang kita jumpai di beberapa sekolah dasar penataan ruangan kelas
masih menggunakan bentuk persegi, ruangan kelas yang seperti ini kurang cocok untuk
menunjang pembelajaran kelas rangkap.
Selain itu penunjang lain dalam kegiatan PKR adalah pengorganisasia murid dan disiplin
kelas.
B. Saran
Setelah kita membahas uraian mengenai pengorganisasian kelas guru diharapkan :
a. Dapat melakukan penataan ruang kelas yang kondusif sehingga dapat
memperlancar kegiatan PKR.
b. Dapat mengorganisasikan murid dalam kegiatan pembelajaran sehingga terjadi
kegiatan belajar aktif.
c. Dapat meningkatkan disiplin belajar murid-murid sehingga dicapai kegiatan
pembelajaran yang efektif.