Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN III

ISOLASI PIPERIN DARI LADA HITAM

OLEH :

NAMA : MARINI LEDYANA

STAMBUK : F1C1 17 078

KELOMPOK : I (SATU)

ASISTEN : WA ODE HAERANNISAH

LABORATORIUM KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah

dunia. Rempah tidak hanya dijadikan bumbu masakan, rempah juga sering

digunakan masyarakat sebagai obat tradisional untuk berbagai macam penyakit.

Tersedianya berbagai jenis rempah ini berpotensi untuk diteliti kandungannya dan

dijadikan penemuan obat baru. Tanaman lada merupakan salah satu kekayaan

rempah yang memiliki potensi besar untuk dijadikan tanaman obat. Lada hitam

dikenal masyarakat sebagai bumbu dapur atau penambah rasa dan aroma

makanan. Selain itu juga dikenal masyarakat sebagai obat perut kembung, tekanan

darah tinggi, sesak nafas dan peluruh keringat. Lada hitam mengandung serat dan

vitamin serta senyawa metabolit sekunder yaitu berupa alkaloid. Kandungan yan

terdapat pada lada antara lain alkaloid piperin (5-9%), minyak volatil (1-2,5%)

serta resin (6,0%).

Piperin merupakan suatu senyawa yang sangat bermanfaat dalam

kesehatan. Piperin (1-piperil piperidin) C17H19O3N merupakan alkaloid dengan

inti piperidin. Piperin berbentuk Kristal berwarna kuning. Piperin dapat

mengalami foto-isomerisasi oleh sinar membentuk isomer isochavisin (trans-cis),

isopiperin (cis-trans), chavisin (cis-cis), danpiperin (trans-trans).

Salah satu cara pengambilan piperin dari lada adalah dengan cara isolasi.

Pada isolasi piperin dari lada hitam dilakukan dengan menggunakan metode

soxhletasi. Soxhletasi merupakan pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu
padatan dengan menggunakan bantuan pelarut. Pemisahan terjadi atas dasar

kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran /

pemilihan jenis pelarut ini didasarkan atas beberapa faktor, yaitu selektivitas,

kelarutan, kemampuan tidak saling campur, reaktivitas, titik didih, dan criteria

lainnya. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka sangatlah penting untuk dilakukannya

percobaan tentang isolasi piperin dari lada hitam.

A. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan isolasi piperin dari lada hitam adalah:

1. Bagaimana mengisolasi alkaloid dalam tanaman lada hitam dengan metode

soxhlet?

2. Baagaimana mengetahui jenis alkaloid apa yang terkandung dalam tanaman

lada hitam?

B. Tujuan Percobaan

Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan isolasi piperin dari lada hitam

adalah:

1. Untuk mengisolasi alkaloid dalam tanaman lada hitam dengan metode

soxhlet.

2. Untuk mengetahui jenis alkaloid apa yang terkandung dalam tanaman lada

hitam.
C. Manfaat

Manfaat yang diperoleh pada percobaan isolasi piperin dari lada hitam

adalah:

1. Untuk mengetahui alkaloid dalam tanaman lada hitam dengan metode

soxhlet.

2. Untuk mengetahui jenis alkaloid apa yang terkandung dalam tanaman lada

hitam.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Menurut (Tjitrosoepomo, 2004) klasifikasi tanaman lada hitam adalah sebagai

berikut:

Kingdom : Plantae

Divisio :Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Kelas :Monocotyledoneae

Sub Kelas : Monochlamidae (Apetalae)

Ordo : Piperales

Famili : Piperaceae

Genus : Piper

Spesies : Piper nigrum L.

Gambar 1. Tanaman Lada

Sumber: (UCLA Louise M. Darling Biomedical Library, 2002)


Gambar 2. Lada Hitam

Sumber: (MDidea Extract Profesional, 2012)

Gambar 3. Struktur Molekul Piperine

Sumber: (Jurnal ilmiah farmasi, 2015)

Genus Piper L. (keluarga Piperaceae) terdiri dari lebih dari seribu spesies,

yang tersebar terutama di daerah tropis di dunia. Piper nigrum L. (lada hitam)

adalah spesies paling terkenal dari genus ini, ia dikenal sebagai “raja rempah-

rempah” karena prinsipnya piperine yang tajam dan popularitas yang digunakan

untuk penyedap makanan di seluruh dunia. Di sisi lain , P. nigrum (Piper nigrum)

telah digunakan untuk tujuan pengobatan di banyak bagian dunia sejak zaman

kuno. Penggunaan medis P. nigrum termasuk antibakteri, antijamur, antiapoptotic,

antidepresan, antidiare, anti-inflamasi, antimutagenik, antioksidan, antipiretik,

antispasmodik, antitumor, untuk meningkatkan nafsu makan dan daya pencernaan,

anti-dingin, anti-batuk, dyspnea, untuk pengobatan dari penyakit tenggorokan,


demam anti-intermiten, anti-kolik, anti-disentri, menyingkirkan cacing dan

tumpukan (Abdallah dan Wail, 2018).

Senyawa piperin adalah senyawa golongan alkaloid sering digunakan

dalam pengobatan. Senyawa piperin (C17H19O3N)merupakan basa tidak optis

aktif, terbentuk kristal berwarna kuning, sedikit larut dalam air, larut dalam

alkohol, benzen, eter. Piperin bila dikecap mula-mula tidak berasa, lama-lama

terasa tajam mengigit, apabila piperin terhidrolisis akan terurai menjadi piperidin

dan asam piperat. Piperin merupakan senyawa utama dan zat berkhasiat yang

terkandung dalam buah cabe jawa (Piperis retrofracti fructus) dan berfungsi

sebagai penurun demam, mengurangi rasa sakit, antioksidan, mengurangi

peradangan, mempunyai aktivitas pada penyakit tukak lambung, antitumor, dan

sebagai imunomodulator kering (Pradipta dkk., 2017).

Soxhletasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk

mengisolasi minyak lemak. Soxhletasi merupakan ekstraksi padat cair yang

berkesinambungan, disebut ekstraksi padat cair karena substansi yang diekstrak

terdapat di dalam campuran yang berbentuk padat, sedangkan disebut

berkesinambungan karena pelarut yang sama dipakai berulang ulang sampai

proses ekstraksi selesai. Keuntungan dari metode ini antara lain menggunakan

pelarut yag lebih sedikit karena pelarut tersebut akan dipakai untuk mengulang

ekstraksi dan uap panas tidak melalui serbuk simplisia, tetap imelalui pipa

samping. Namun metodesoxhlet extraction memiliki beberapa kelemahan antara

lain, tidak dapat digunakan pada bahan yang mempunyai tekstur yang keras,
selain itu pengerjaannya rumit dan agak lama, karena harus diuapkan di rotavapor

untuk memperoleh ekstrak yang kental (Triesty dan Mahfud, 2017).

Etanol merupakan pelarut ekstraksi yang sangat sering digunakan.

Keuntungan dari pelarut ini antara lain mudah didapat, harganya relatif murah,

dan sifatnya yang dapat campur dengan air pada berbagai konsentrasi atau rasio

memudahkan dalam mengatur kepolaran pelarut untuk mengoptimalkan ekstraksi

metabolit sekunder (Sari dan Liling, 2017).

Ekstraksi merupakan langkah utama dalam penelitian pengambilan

komponen yang larut dari bahan atau campuran seperti pengambilan senyawa

pektin pada albedo durian. Teknik ekstraksi yang digunakan selama ini yaitu

maserasi, soxhlet, dan hidrodistilasi yang pada umumnya berdasarkan pada

pemilihan dan penggunaan sejumlah besar volume pelarut yang tepat disertai

dengan pemanfaatan suhu dan pengadukan. Teknik tersebut membutuhkan banyak

waktu dan volume yang besar serta hasil yang sedikit (Susanti dkk., 2017)
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum Isolasi Piperin dari Lada Hitam dilakasanakan pada hari

Senin, 8 April 2019 pukul 13:00-15:30 WITA, bertempat di Laboratorium Kimia

Anorganik, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu seperangkat alat

soxhlet, gelas kimia 100 mL, corong, gelas ukur 50 mL, timbansgan analitik,

spatula, pipet tetes dan hot plate.

2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu sampel serbuk lada

hitam 14 gram, batu didih, aluminium foil, etanol, akuades, es batu dan kertas

saring.
C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan isolasi piperin dari lada hitam adalah sebagai

berikut:

Biji Lada Hitam

- dibersihkan dari kotoran


- dikeringkan dan digiling menjadi serbuk halus
- dibungkus dengan kertas saring sebanyak 18 g dan di
masukkan kedalam sokhlet.
- diekstraksi selama 5 jam menggunakan pelarut etanol.

Ekstrak
- disaring
- dievaporasi untuk memisahkan pelarut etanol
- dimasukkan 75 mL larutan 10 % KOH-etanol dan
dilakukan penyaringan.

Filtrat Residu
- didiamkan larut basa etanol semalam
- diperoleh kristal berwarna kuning
- dipisahkan kristal dari larutan

Filtrat Residu
- dikristalisasi dengan pelarut etanol 95%
- di uji titik lelehnya

Hasil Pengamatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Rangkaian Alat Soxhlet

2. Data Pengamatan

No. Perlakuan Hasil Pengamatan


1 14 gram serbuk lada hitam Ekstrak berwarna hijau
dibungkus dengan kertas saring
dan dimasukkan dalam soxhlet,
diekstraksi
2 Ekstrak disaring, dievaporasi+ 100 Tidak terbentuk kristal
mL etanol, disaring
3. Analisis Data

Berat kertas saring kosong = 0,45 gram

Berat kristal = (Berat kristal + kertas saring) – kertas saring kosong

= 0,45 gram – 0,45 gram

= gram

berat kristal
Rendamen efesiensi = berat sampel x 100%

0 gram
= x 100 %
30 gram

= 0%

B. Pembahasan

Lada hitam mempunyai kandungan biokimia dan perobatan yang dapat

memberi impak positif kepada kesehatan manusia. Lada hitam mengandung

senyawa piperin yang merupakan senyawa golongan alkaloid. Salah satu cara

pengambilan senyawa piperin dari lada hitam adalah dengan mengekstraksi

menggunakan metode soxhletasi. Soxhletasi merupakan ekstraksi padat-cair yang

berkesinambungan, disebut ekstraksi padat-cair karena substansi yang diekstrak

terdapat di dalam campuran yang berbentuk padat, sedangkan disebut

berkesinambungan karena pelarut yang sama dipakai berulang-ulang sampai

proses ekstraksi selesai. Pelarut yang digunakan dalam percobaan ini yaitu etanol.

Perlakuan pertama yaitu serbuk lada dibungkus menggunakan kertas

saring kemudian dimasukkan dalam timbel dan ditambahkan pelarut etanol

kemudian di soxhletasi. Serbuk lada merupakan sampel yang mengandung

alkaloid piperin. Soxhlet menyaring sampel secara berkesinambungan, dimana


pelarut dipanaskan hingga menguap dan kemudian akan naik ke atas melalui pipa

F dan masuk ke dalam timbel. Uap cairan tersebut memiliki massa jenis yang

rendah sehingga dia akan mencari jalan keluar ketika didalam timbel yaitu melalui

lubang yang akan mengarahkan ke alat kondensor, pelarut terkondensasi menjadi

molekul-molekul cairan penyaring yang jatuh ke dalam selongsong menyaring zat

aktif dan jika cairan penyaring telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan

akan turun kembali ke labu melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi, proses ini

dinamakan satu siklus

Proses sirkulasi ekstraksi dilakukan sebanyak 1 siklus hal ini dilakukan

agar memastikan bahwa kandungan yang berada di dalam sampel lada hitam telah

terekstrak seluruhnya. Setelah ekstraksi dlakukan penyaringan ssehingga

didapatkan ekstrak berwarna hitam kehijauan yang masih bercampur dengan

pelarutnya. Setelah memperoleh ekstrak minyak lada hitam kemudian dilakukan

evaporasi. Tujuan dilakukannya evaporasi yaitu untuk memisahkan pelarut

dengan zat terlarutnya sehingga diperoleh ekstrak yang lebih pekat ekstrak pekat

di filtralisasi kembali dan diambil residunya dan dibiarkan hingga terjadi proses

kristalsasi. Adapun efisiensi kadar dari piperin yang diperoleh yaitu 0%.
V. KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan, maka dapat dibuat kesimpulan

bahwa:

1. Piperin dalam lada hitam dapat diisolasi dengan teknik soxhlet menggunakan

prinsip ekstraksi padat-cair. Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara

berkesinambungan, cairan penyari dipanaskan sehingga menguap, uap cairan

penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan

turun menyari simplisia dalam klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke

dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon.

2. Senyawa alkaloid yang terdapat dalam lada hitam adalah piperine, piperiline,

piperoleine, poperanine, piperonal.


DAFTAR PUSTAKA

Abdallah dan Wail, 2018, Black Pepper Fruits (Piper ningrum L.) as Antibacterial
Agent, Journal of Bacteriology and Mycology, 6 (2).

Febriyanti A.P., Siti J.I. dan Susanti., 2015, Penetapan Kadar Priperin Dalam
Ekstrak Buah Lada Hitam, Jurnal Ilmiah Farmasi, 1(2).

Pradipta, G.D., Buyung K. Dan Tubagus H., 2017, Kandungan Ekstrak Cabe Jawa
untuk Alternatif Energi dalam Aktivitas Olahraga, Jurnal Ilmiah Penjas,
3(2).

Sari, D.I. dan Liling T., 2017, Rendemen dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol
Kulit Batang Bangkal (Nauclea subdita) dengan Metode Maserasi
Ultrasonikasi, Jurnal Pharmascience, 4(1).

Susanti D., Indah H. dan Suwardiyono., 2017, Ekstraksi Berbantu


Gelombang Mikro Pektin Albedo Durian (Durio zzibethinus murray),
Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 2(1).

Triesty, I. dan Mahfud, 2017, Ekstraksi Minyak Atsiri dari Gaharu


(Aquilariamalaccensis) dengan Menggunakan Metode Microwave
hydrodistillation dan Soxhlet Extraction, Jurnal Teknik ITS, 6 (2).