Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ANTROPOLOGI

PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Disusun oleh:
Fuji Tri Lestari
Gina Amalia Nurpratiwi
Haffid Syah Bathin
Hamdi
Hana Karohmawati
Hetty Peggy Aprilianti

AKADEMI KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH CIREBON


TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji sukur sama-sama kita ucapkan atas kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat
dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Proses social dan Interaksi social” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu tugas kelompok yang diberikan kepada kami oleh dosen pengampu
matakuliah “Antropologi”
Diharapkan dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,
dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai proses serta interaksi social dalam
kehidupan kita dan insya Allah bisa bermanfaat untuk bidang kehidupan lainnya, khususnya
bagi kami para penyusun. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka kami selaku
penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih
baik.

Cirebon, 16 septembe2017
Mengetahui

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................i


Daftar Isi ........................................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................................2
BAB II Pembahasan
2.1 Pengertian sosial dan interaksi social .....................................................................3
2.2 Ciri-ciri interaksi social ..........................................................................................4
2.3 Tujuan Proses Sosial dan Interaksi Sosial ..............................................................5
2.4 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Proses Sosial dan Interaksi Sosial .................5
2.5 Agen Sosialisasi .....................................................................................................6
2.6 Syarat-syarat Interaksi Sosial .................................................................................7
2.7 Bentuk-bentuk Interaksi Sosial ..............................................................................7
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan.............................................................................................................10
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka
waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku
dalam kehidupan masyarakat. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling
mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari
hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan
diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial
itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan - aturan dan nilai – nilai yang ada dapat
dilakukan dengan baik.
Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing, maka proses sosial itu
sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari
tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya,ia akan
selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun
bertukar pikiran.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian proses sosial dan interaksi sosial ?
2. Apakah ciri – cirri interaksi sosial ?
3. Apa tujuan dari proses sosial dan interaksi sosial ?
4. Apakah faktor faktor yang mendasari interaksi sosial?
5. Siapakah yang menjadi agen sosialisasi ?
6. Apa syarat terjadinya interaksi sosial ?
7. Apa saja bentuk bentuk interaksi sosial?
3.1 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian proses sosial dan interaksi sosial.
2. Untuk mengetahui cirri – cirri interaksi sosial.
3. Untuk mengetahui tujuan dari proses sosial dan interaksi sosial.
4. Untuk mengetahui apa faktor yang mendasari interaksi sosial
5. Untuk mengetahui siapa yang menjadi agen sosialisasi.
6. Untuk mengetahui syarat terjadinya interaksi sosial.
7. Untuk mengetahui bentuk bentuk interaksi sosial.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Proses Sosial dan Interaksi Sosial


1. Proses sosial
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat jika individu dan kelompok
sosial saling bertemu dan menetukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa
yang terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang
telah ada. Proses sosial dapat di artikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi
kehidupan bersama atau didalam kehidupan sosial, misalnya saling mempengaruhi antara
sosial dan politik, politik dan ekonomi, ekonomi dan hukum, dan seterusnya.
Proses sosial juga dapat di artikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi
kehidupan orang perorang atau kelompok secara bersama.
2. Interaksi sosial
Secara harfiah interaksi berarti tindakan (action) yang berbalasan antara individu atau
antar kelompok. Tindakan saling mempengaruhi ini sering kali dinyatakan dalam bentuk
simbol-simbol atau konsep konsep sedangkan kata sosial bisa di artikan sebagai segala
macam aspek di mana berhubungan pada manusia serta kondisi sosial lingkungan
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan
invidu, individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja
sama, persaingan, ataupun pertikaian.
Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian proses sosial dan
interaksi sosial (Gunawan, 2010) :
1. Adham Nasution
Proses sosial adalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling
berhubungan, yang merupakan bentuk antara aksi sosial, ialah bentuk-bentuk yang nampak
kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu sama
lain. Kemudian ditegaskan lagi, bahwa proses sosial adalah rangkaian sikap/tindakan manusia
(human actions) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam
hubungannya satu sama lain.
2. Abu Ahmadi
Proses sosial dimaksudkan cara-cara interaksi (aksi dan reaksi) yang dapat diamati
apabila perubahan-perubahan mengganggu cara hidup yang telah ada. Dengan konsep
interaksi sosial, ia memberikan batasan proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara
individu dan golongan di dalam usaha mereka untuk memecahkan persoalan yang dihadapi
dan di dalam usaha mereka untuk mencapai tujuannya.
3. Soerdjono Dirdjosisworo
Proses sosial sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Ia
kemudian memperinci pengertian rumusan ini sebagai berikut :
a. Pengaruh timbal balik sebagai akibat hubungan timbal balik antara individu dengan
kelompok dan kelompok dengan kelompok mengenai berbagai aspek kehidupan manusia
seperti politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.
b. Berbagai segi kehidupan tersebut adalah penerapan aspek-aspek utama dalam
kehidupan sosial yang mewarnai bahkan menentukan perkembangan dalam kehidupan
bersama.
Interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial timbal balik yang
dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perorangan, antara
kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia.
4. Roucek dan Warren
Interaksi adalah suatu proses melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut
menjadi unsur penggerak bagi tindak balas dari kelompok yang lain. Ia adalah suatu proses
timbal balik, yang mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan
dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain.
5. Gillin dan Gillin
Proses-proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang
perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta
bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-
perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

2.2 Ciri –ciri interaksi sosial


1. Dilakukan dua orang dan ada reaksi €dari pihak lain sebagai bentuk social.
2. Adanya kontak sosial dan komunikasi
3. Bersifat timbal balik, positif dan berkesinambungan
4. Ada penyesuaian norma dan bentuk – bentuk interaksi sosial
5. Pola interaksi bentuk sosial terjalin dengan baik harus berdasarkan kebutuhan yang
nyata, efektifitas, efesiensi, penyesuaian diri pada kebenaran, norma, tidak memaksa
mental, dan fisik merupakan ciri terakhir interaksi ini.
2.3 Tujuan Proses Sosial dan Interaksi Sosial
1. Terciptanya hubungan yang harmonis
2. Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan
3. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup ( kehidupan sosial masyarakat )

2.4 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Proses Sosial dan Interaksi Sosial

1. Faktor Internal

Adapun yang menjadi dorongan dari dalam diri seseorang untuk berinteraksi sosial
meliputi hal-hal berikut :

a. Dorongan untuk meneruskan keturunan


b. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
c. Dorongan untuk mempertahankan kehidupan
d. Dorongan untuk berkomunikasi
2. Faktor Eksternal
a. Faktor Imitasi
Yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap
penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di
lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.
b. Faktor Sugesti
Adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu
lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan
rasional.
c. Faktor Identifikasi
Adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang individu untuk menjadi sama (identik)
dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui
serangkaian proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiawaan yang
sangat mendalam.

d. Faktor Simpati

Yaitu proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau
kelompok orang dikarenakan sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang
sedemikian rupa.
e. Faktor Motivasi
Yaitu rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada
individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang
dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi biasanya
diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa.Contohnya :
motivasi dari seorang ayah kepada anaknya dan dari seorang guru kepada siswa.
f. Faktor Empati
Faktor empati mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan
saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam (intens).

2.5 Agen Sosialisasi


Menurut Fuller dan Yacobs (1973), ada 4 agen sosialisasi yaitu :
1. Keluarga
Bisa keluarga inti (nuclear family) maupun keluarga besar (extended family) misalnya
selain kedua orang tuanya dimungkinkan kakak, nenek, paman, bibi, atau pengasuhnya (
pembantu Rumah Tangga, babysister, penitipan anak/TPA).
2. Teman Bermain
Disini anak mendapatkan pengalaman bermain atau berinteraksi dengan kelompok
yang berusia sederajat dengannya. Pada tahap ini anak mempelajari nilai-nilai keadilan,
mempelajari aturan yang mengatur peran orang yang kedudukannya sederajat (game stage),
dari teman bermainnya, atau bagaimana seorang anak berupaya untuk dapat masuk kedalam
kelompoknya.
3. Sekolah
Pendidikan formal mengajarkan peran-peran baru untuk persiapan dikemudian hari,
yaitu kemandirian, prestasi, universalisme (perlakuan yang sama), dan spesifisitas (pada anak
dapat terjadi kekurangan pada suatu pelajaran, tetapi untuk pelajaran yang lain, anak tetap
dihargai keberhasilannya). Sekolah harus dapat mengembangkan peran-peran baru yang
dapat membuat anak menjadi lebih percaya diri.
4. Media massa
Berbagai tayangan di media massa elektronik telah mengubah perilaku seseorang
dalam beberapa dekade terakhir, terutama setelah televisi, internet telah menjadi alat
komunikasi dan informasi yang menguasai setiap kehidupan umat manusia, sejak masa
kanak-kanank hingga masa dewasa. Sehingga media akan menjadi media yang efektif untuk
merubah suatu pikiran maupun perilaku masyarakat dalam waktu yang relatif singkat,
terutama bila dilingkungan keluarga maupun sekolah tidak ada model yang kuat sebagai
benteng pertahanan.

2.6 Syarat-syarat Interaksi Sosial

1. Kontak Sosial

Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung antara satu pihak
dengan pihak yang lain. Kontak sosial secara tidak langsung dapat terjadi karena adanya
bantuan peralatan komunikasi sebagai perantara misalnya : radio, telepon, e-mail, surat dan
lain sebagainya.
2. Komunikasi Sosial
Merupakan syarat pokok lain dalam proses sosial, yang mengandung pengertian bila
suatu hubungan sosial tidak terjadi komunikasi, maka dalam keadaan demikian tidak terjadi
kontak sosial. Dengan komunikasi, maka sikap dan pikiran disatu pihak dapat diketahui oleh
pihak lain.
Pada dasarnya interaksi sosial/komunikasi sosial dapat berjalan secara verbal dan non
verbal. Untuk interaksi sosial yang non verbal dapat disebutkan bahwa gerakan tubuh,
merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan sejak zaman manusia purba.

2.7 Bentuk-bentuk Interaksi Sosial


Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu lain,
atau antara individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Bentuk-bentuk
interaksi dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
A. ASOSIATIF
Jenis interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan dapat meningkatkan hubungan
solidaritas antarindividu/kelompok.klasifikasi proses ini sebagai berikut:
1. Kerjasama
Kerjasama akan terjadi apabila orang-orang yang akan terlibat menyadari bahwa
mereka mepunyai kepentingan yang sama, pada saat yang sama, sehingga mereka dapat
mengembalikan kepentingan-kepentingan pribadi menjadi kepentingan bersama. Pada
dasarnya kerjasama akan terjadi apabila ada keuntungan-keuntungan yang diperoleh sebagai
akibat kerjasama tadi, dibanding bekerja sendiri-sendiri. Berbagai bentuk kerja sama sebagai
berikut :
 Koalisi

Yaitu kerja sama dua organisasi politik atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama
dengan cara bergabung menjadi satu.
 Kooptsi
Yaitu bentuk kerja sama yang di lakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang akan
di tunjuk untuk mengendalikan jalanya organisasi atau kelompok.
 Tawar menawar
Yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara 2 pihak atau lebih.
 Patungan
Yaitu kerja sama 2 badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan dalam bidang
ekonomi.
2. Akomodasi
Akomodasi terjadi bila hubungan kedua belah pihak seimbang, masing-masing menerima
nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku atau menyelesaikan pertikaian. Bentuk-
bentuk akomodasi sebagai berikut:
 Kompromi
Yaitu persetujuan dengan dengan jalan damai untuk saling mengurangi tuntutan.

 Toleransi

Yaitu suatu sikap menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat.

 Arbitrasi

Yaitu suatu usaha penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang di pilih oleh
kedua belah pihak yang bersengketa.
 Mediasi
Yaitu proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang netral dalam
penyelsaian suatu perselisihan.
 Ajudikasi
Yaitu penyelesaian konflik atau perselisihan di pengadilan.
3. Alkuturasi
Proses penerimaan dan pengolahan unsure –unsure kebudayaan asing menjadi bagian
dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian atau pun cirri khas
kebudayaan yang asli.
4. Asimilasi
Yaitu peleburan 2 atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan
tunggal yng di rasakan sebagai kebudayaan milik bersama.
5. Amalgamasi
Yaitu meleburnya 2 kelompok budaya menjadi satu dan melahirkan kelompok budaya
baru.
B. DISASOSIATIF
Interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan. Bentuk interaksi sosial sebagai berikut :
1. Persaingan
Suatu proses sosial yang dilakukan individu atau kelompok untuk mencari keuntungan
melalui bidang bidang kehidupan tertentu.
2. Pertentangan
Suatu proses sosial ketika seorang / kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang
pihak lain di sertai ancaman atau kekerasan untutk mendapat keinginan/ tujuanya.
3. Kontravensi
Usaha untuk merintangi atau menggagalkan tercapainya tujuan pihak lain. Cara cara
kontravensi berupa gangguan, fitnah, provokasi, dan intimidasi.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan makalah di atas dapat disimpulkan :
1. Proses sosial
Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka
waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku
dalam kehidupan masyarakat.Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.
2. Tujuan dari proses sosial dan interaksi sosial :
a. Terciptanya hubungan yang harmonis.
b. Tercapainya tujuan hubungan dan kepentingan.
c. Sebagai sarana dalam mewujudkan keteraturan hidup (kehidupan sosial masyarakat).
3. Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial :
a. Faktor internal
 Dorongan untuk meneruskan keturunan
 Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
 Dorongan untuk mempertahankan kehidupan
 Dorongan untuk berkomunikasi
b. Faktor eksternal
 Faktor Imitasi
 Faktor Sugesti
 Faktor Identifikasi
 Faktor Simpati
 Faktor Motivasi
 Faktor Empati
4. Agen sosialisasi :
a. Keluarga
b. Teman Bermain
c. Sekolah
d. Media massa
5. Syarat terjadinya interaksi sosial
a. Kontak Sosial
b. Komunikasi Sosial
6. Bentuk interaksi sosial
a. Kerjasama
b. Persaingan
c. Pertikaian
d. Akomodasi
DAFTAR PUSTAKA

 Gunawan, Hery. 2010. “Makalah Proses Sosial dan Interaksi sosial”. http://herry-
gunawan.blogspot.com/2010/12/makalah-proses-sosial-dan-interaksi.html.
 http://beilmin.blogspot.co.id/2016/10/makalah-proses-sosial-dan-interaksi.html

Anda mungkin juga menyukai