Anda di halaman 1dari 8

Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Pemeriksaan Bleeding Time


1.Tujuan Untuk Mengetahui fungsi kapiler dan menguji trombosit

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan Bleeding time yang baik dan benar sehingga di
lingkup dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan bleeding time


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Mencatat waktu yang diperlukan mulai keluarnya darah dari
langkah luka yang dibuat sampai darah terhenti mengalir.
kegiatan
2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Alat BT steril
b) Stopwatch
c) sphygmomanometer
d) alcohol swab
e) filter paper disc
f) butterfly bandage

3. Cara Kerja :

1. pemeriksaan jumlah trobosit sebelumnya jangan lebih 24 jam


2. jumlah trombosit kurang dari 100.000 akan mempengaruhi hasil
3. persiapan tangan pasien, 5 cm di bawah antecubital, hindari kulit
yang luka
4. pasang tensimeter pada 40 mmHg (20 mmHg pada anak-anak dan
bayi)
5. bersihkan lengan dengan alcohol dan siapkan alat BT
6. secara gentle insisi paralel atau perpendikuler pada antecubital
7. pasang stopwatch
8. setiap 30 detik luka di tempel dengan kertas saring, jangan
mengenai langsung lukanya
9. stop timmer sampai tidak ada warna darah pada kertas saring
10. jika perdarahan masih berlanjut setelah 15 menit. Akhiri
pemeriksaan dan laporkan hasil BT nya > 15 menit
11. bersihkan bekas luka dan pasang butterfly bandage selama 24 jam
untuk menghindari scar

5. interpretasi
Nilai normal : 2,5 sampai 9,5 menit
Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Pemeriksaan clotting time


1.Tujuan Untuk Mengetahui fungsi kapiler dan menguji trombosit

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan clotting time yang baik dan benar sehingga di
lingkup dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan clotting time


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Mengukur waktu yang diperlukan mulai dari perdarahan sampai
langkah terbentuknya bekuan.
kegiatan
2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Spuit
b) Slide
c) Stopwatch
d) Kapas Alkohol 70 %.

3. Cara Kerja :

1. Bersihkan tangan dengan kapas alkohol 70 % , pasang stuwing


2. Tusukkan Vena media cubiti dengan jarum spuit, pada saat darah
keluar stopwatch dihidupkan.
3. Darah diteteskan diatas slide sebanyak 3 tetesan.
4. Setelah 4 menit lihat terbentuknya benang-benang fibrin, bila telah
terbentuk matikan stopwatch dan catat waktunya.

4. interpretasi
Nilai normal : <15 menit
Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Pemeriksaan Protrombin time (PT)


1.Tujuan Untuk Menguji faktor extrinsic

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan protrombin time yang baik dan benar sehingga di
lingkup dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan protrombin time


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Mengukur waktu yang diperlukan untuk membentuk bekuan
langkah fibrin ketika plasma ditambahkan thromboplastin-mix calcium.
kegiatan 2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Cogulation analyzer
b) thromboplastin reagent
(troboplastin,fosfolipid,Ca)
c) mikropipet
d) sampel plasma

3. Cara Kerja :
1. tekan tombol “ON” untuk menyalakan alat
2. tunggu sampai lampu suhu menyala
3. pilih tes “PT”
4. pipet 50 uL sampel ke dalam cuvet
5. masukka cuvet ke posisi tes dan tekan “timer”
6. 5 detik sbelum waktunya habis, siapkan reagent. tunggu waktu
inkubasi (sampai alarm berbunyi)
7. tekan “optik” dan pipet 100 uL reagent ke dalam cuvet
8. ditunggu hingga hasilnya terprint secara otomatis

4. interpretasi
Nilai normal : 10-13 detik
Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Pemeriksaan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT)


1.Tujuan Untuk menguji faktor koagulasi melalui jalur instrinsic

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan activated partial thromboplastin time yang baik


lingkup dan benar sehingga di dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan aktivated partial thromboplastin time


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Mengukur waktu yang dipelukan untuk mengevaluasi jalur
langkah instriksik dan jalur bersama dari proses kuagulasi
kegiatan
2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Cogulation analyzer
b) thromboplastin reagent
(activator,fhosfolipid)
c) mikropipet
d) sampel plasma

3. Cara Kerja :
1. tekan tombol “ON” untuk menyalakan alat
2. tunggu sampai lampu suhu menyala
3. pilih tes “APTT”
4. pipet 50 uL sampel ke dalam cuvet
5. masukkan cuvet ke posisi tes dan tekan “timer”
6. 5 detik sbelum waktunya habis, siapkan reagent. Pada saat alarm
bunyi buka penutup dan masukkan 50 uL reagent APTT
7. tunggu waktu inkubasi
8. tekan “optik” dan pipet 50 uL reagent CaCl2 ke dalam cuvet
9. ditunggu hingga hasilnya terprint secara otomatis

4. interpretasi
Nilai normal : 26,4 sampai 37,6 detik
Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Pemeriksaan Thrombin time


1.Tujuan Untuk Melihat kelainan kadar fibrinogen

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan Thrombin time yang baik dan benar sehingga di
lingkup dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan thrombin time


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Mengukur waktu yang diperlukan untuk thrombin mengubah
langkah fibrinogen menjadi bekuan fibrin insoluble.
kegiatan
2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Cogulation analyzer
b) Reagen human trombin
c) Mikropipets
d) ampel plasma

3. Cara Kerja :
1. tekan tombol “ON” untuk menyalakan alat
2. tunggu sampai lampu suhu menyala
3. pilih tes “TT”
4. pipet 0,2 ml sampel ke dalam cuvet
5. kemudian tambahkan 0,1 ml larutan thrombin
6. masukkan cuvet ke posisi tes dan tekan “Timer” ( tunggu waktu
inkubasi )
7. ditunggu hingga hasilnya terprint secara otomatis

4. interpretasi
Nilai normal : 14 – 18 detik
Pelayanan : Pemeriksaan hemostatis

Prosedur : Percobaan pembendungan ( rumple leed test )


1.Tujuan Untuk Menguju ketahanan kapiler darah dengan pembendungan
Untuk mengetahui apa ada peningkatan trombosit karena adanya penyakit
DBD

2.Ruang Prosedur rumple leed test yang baik dan benar sehingga di dapatkan hasil
lingkup yang akurat.

3.Uraian Melakukan rumple ledd test


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : diberikan pembenanan pada kapiler selama waktu tertentu
langkah sehingga terdapat kapiler diciptakan dalam suasana anoksida
kegiatan dengan adanya bendungan aliran darah vena

2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :


a) stetoskop
b) spignomanometer
c) stopwatch
d) alat tulis

3. Cara Kerja :
1. persiapan pasien
2. atur posisi bisa berbaring / miring
3. cek tekanan darah pasien terlebih dahulu karena melakukan
tindakan ini harus tahu dulu tekanan darah pasien
4. kemudian catat berapa tekanan darah pasien di tambah tekanan
darah pasien sistole dan diastole kemudian dibagi dua
5. setelah mengetahui hasilnya kemudian tensi kembali dan tahan tensi
sesuai dengan jumlah tekanan darah pasien yang telah di hitung tadi
dan tahan kurang lebih 10 menit (5-10)
6. lepaskan tensimeter setelah selesai
7. kemudian jika ada petecie lebih dari 10 positif DBD

4. interpretasi
Nilai normal : < 10 petecie dinyatakan negativ atau normal
Pelayanan : pemeriksaan hemostatis

Prosedur : pemeriksaan golongan darah ABO, Rh


1.Tujuan Untuk Mengetahui jenis golongan darah dan rhesus seseorang

2.Ruang Prosedur Pemeriksaan galongan darah yang baik dan benar sehingga di
lingkup dapatkan hasil yang akurat.

3.Uraian Melakukan Pemeriksaan golongan darah


umum
4.Langkah- 1. Prinsip : Antigen dalam Darah sampel direaksikan dengan antisera (anti
langkah A,B dan AB) kemudian dilihat terjadinya reaksi berupa aglutinasi
kegiatan
2. Alat-alat, Bahan dan reagent yang digunakan :
a) Slide atau kartu gol darah a) Darah vena atau darah kapiler
b) Batang pengaduk b) Antisera A, B, AB, dan Rh
c) Tissue

3. Cara Kerja :

1. Teteskan darah pada kartu golongan darah atau di atas slide sebanyak
1 tetes .
2. Tambahkan masing-masing 2 tetes antisera A, B, AB dan Rh
disamping tetesan darah.
3. Aduk kemudian digoyang-goyangkan selama beberapa detik.
4. Amati terbentuknya gumpalan.

4. Interpretasi Hasil :
a) Golongan darah A : terjadi aglutinasi pada antisera A dan AB
b) Golongan darah B : terjadi aglutinasi pada antisera B dan AB
c) Golongan darah A B : terjadi aglutinasi pada antisera A, B dan
AB
d) Golongan darah O : tidak terjadi aglutinasi pada antisera A, B
dan AB
e) Rh (+) : terjadi aglutinasi dengan antisera Rh
f) Rh (-) : tidak terjadi aglutinasi dengan antisera
Rh