Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu penelitian


3.1.1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Negeri 1 Gorontalo. Jl. M.H
Thamrin No 8, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi
Gorontalo.
3.1.2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, pada semester genap
tahun ajaran 2016/2017. Satu bulan untuk observasi dan perencanaan, satu bulan
untuk pengambilan data dan satu bulan untuk pengolahan serta interpretasi data.

3.2. Metode Penelitian dan Desain Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu
karena penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar fisika antara
siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran dengan menggunakan simulasi
PhET dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional
menggunakan power point pada pelajaran fisika khususnya pada materi bunyi kelas
XI SMA Negeri 1 Gorontalo.
Desain penelitian ini adalah dengan rancangan Posttest-Only Control Group
Desain, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1. Desain Penelitian
Perlakuan Post test
Kelas eksperimen X1 01
Kelas kontrol X2 02
Keterangan:
X1 : Pembelajaran dengan menggunakan media PhET
X2 : Pembelajaran menggunakan media power point
O1 :Tes akhir (post test) untuk kelas eksperimen

35
O2 :Tes akhir (post test) untuk kelas control
(Arikunto,2010:210)
3.3. Variabel Penelitian
Variabel penelitian menurut Sugiyono (2009:60) adalah suatu atribut, sifat,
atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.Variabel dalam
penelitian ini terdiri atas 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel
bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab perubahan
timbulnya variabel terikat (dependen), variabel bebas disebut juga dengan variabel
perlakuan, dalam penelitian ini yang bertidak sebagai variael bebas adalah media
PhET. Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi akibat dari
adanya variabel bebas. Variabel terikat disebut juga sebagai variabel output atau
konsekuen dan dalam pnelitian ini yang bertindak sebagai variabel terikat adalah hasil
belajar.

3.3.1. Definisi Konseptual


 PhET merupakan suatu media berbasis komputer yang berisi simulasi kegiatan di
laboratorium fisika. PhET dibuat untuk menggambarkan reaksi-reaksi yang
mungkin tidak dapat terlihat pada keadaan nyata.
 Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku peserta didik akibat proses kegiatan
belajar mengajar, yang berupa perubahan dalam hal ini aspek kognitif yang
meliputi C2, C3, C4, dan C5.

3.3.2. Definisi Operasional


 PhET merupakan media animasi yang digunakan dalam pembelajaran di kelas
eksperimen untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam meningkatkan hasil
belajar fisika siswa pada materi bunyi.
 Hasil belajar adalah kemampuan peserta didik dalam menjawab butir soal dalam
bentuk essay.

36
3.4. Populasi dan Sampel
3.4.1. Populasi
Menurut Sugiyono (2009:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas obyek-obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA
SMA Negeri 1 Gorontalo yang tersebar di 8 kelas dengan jumlah setiap kelas 36
sampai dengan 43 orang.

Tabel 3.2
Sebaran Siswa Kelas XI IPA SMA N 1 Gorontalo
Kelas Jumlah Siswa
XI IPA 1 40
XI IPA 2 42
XI IPA 3 40
XI IPA 4 42
XI IPA 5 40
XI IPA 6 42
XI IPA 7 36
XI IPA 8 43
Sumber data: Tata usaha SMA N 1 Gorontalo
Tahun ajar: 2016-2017

3.4.2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari
obyek yang merupakan sumber data. Penentuan sampel pada penelitian ini diambil
dengan menggunakan tekhnik cluster random sampling (penarikan sampel secara
berkelompok), yang diberlakukan pada 8 kelas sehingga diperoleh dua kelas sebagai
sampel. Penarikan sampel dilakukan dengan melihat dua kelas yang paling homogen
ditinjau dari jumlah siswa, kemampuan siswa, materi yang diajarkan, bahan ajar yang
digunakan serta guru yang mengajar sehingga didapatkan kelas XI IPA 7 dan XI IPA
8 yang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada. Kelas eksperimen

37
dan kelas kontrol ditentukan melalui undian dengan alat bantu koin. Kelas yang
mendapat bagian angka menjadi kelas eksperimen dan bagian gambar menjadi kelas
kontrol. Dari pengundian ini terpilih kelas XI IPA 8 sebagai kelas kontrol, dan kelas
XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen.

3.5. Teknik Pengumpulan Data


Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa pada
mata pelajaran fisika khususnya pada materi bunyi statis. Sumber data tersebut adalah
seluruh siswa yang menjadi sampel. Data hasil belajar siswa diperoleh dengan
menggunakan instrument berupa tes hasil belajar siswa setelah pembelajaran (post
test).

3.5.1. Instrumen Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan teknik
pengumpulan data menggunakan tes. Tes adalah sejumlah soal yang diberikan kepada
siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa pada materi tertentu. Tes ini
bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa setelah pembelajaran serta untuk
melihat perbandingan pengetahuan siswa dikelas eksperimen dan di kelas kontrol.
Tes yang digunakan untuk penelitian ini adalah tes essay dengan jumlah 10 butir soal.
Tes hasil belajar disusun berdasarkan indikator-indikator pada kompotensi dasar yang
mengacu pada kurikulum 2013.

3.5.2. Validitas Tes


Menurut Supardi (2015:98) sebuah butir instrumen pengukuran dan penilaian
dikatakan valid apabila butir instrumen tersebut menjalankan fungsinya mengukur
apa yang seharusnya diukur secara tepat dan cermat. Validitas suatu butir instrument
penilaian terlihat dari sejauhmana hasil pengukuran menunjukan keadaan sebenarnya
dari apa yang diukur.
Untuk mengukur validitas tes digunakan rumus product moment dari Pearson

38
sebagai berikut :
N  XY   X  Y 
rXY 
N  X 2

  X  N  Y 2   Y 
2 2

Keterangan :
rXY = Koefisien korelasi yang dicari
X = Nilai relatif 1
Y = Nilai relatif 2
N = Jumlah responden/banyaknya subjek pemilik nilai
Soal dikatakan valid apabila rhitung> rtabel dan jika rhitung< rtabel soal tersebut
tidak valid. (Arifin,2011:254)

3.5.3. Reliabilitas Tes


Reliabitas tes diartikan sebagai ketetapan bilamana tes tersebut digunakan
untuk melakukan penilaian berkali-kali hasilnya relatif sama, artinya setelah hasil tes
pertama dan tes berikutnya dikorelasikan terdapat hasil korelasi yang signifikan.
(Supardi,2015:111).
Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai
berikut :

 k 
r11  
 2b  
1  
 k  1   12 
Keterangan :
r11 = Reliabilitas instrumen
k = Banyaknya butir soal
  2 b = Jumlah varian skor tiap-tiap item

 12 = Varians soal
Klasifikasi besarnya koefisien reliabilitas adalah sebagai berikut.
0,00<   0,20 :tingkat reliabilitas sangat rendah
0,20<   0,40 :tingkat reliabilitas rendah

39
0,40<   0,70 :tingkat reliabilitas sedang
0,70<   0,90 :tingkat reliabilitas tinggi
0,90<   1,00 : tingkat reliabilitas sangat tinggi
(Arifin,2011:264)
3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua
bagian, yaitu analisis data deskriptif dan analisis data inferensial. Menurut Sugiyono
(2009:207), analisis data deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum, analisis deskriptif yang digunakan pada
penelitian ini adalah mean, median, modus, simpangan baku dan persentase.
Sedangkan analisis data inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Analisis data inferensial dalam penelitian ini menggunakan uji t dua sampel
independent. Rumus statistiknya adalah sebagai berikut.
X1  X 2
t Sugiyono (2010:138)
S12 S 22

n1 n2

t = Nilai hitung untuk uji t


X1 = Nilai rata-rata kelas eksperimen

X2 = Nilai rata-rata kelas kontrol


n1 = Jumlah anggota sampel kelas eksperimen
n2 = Jumlah anggota sampel kelas eksperimen
S12 = Varians kelas eksperimen

S 22 = Varians kelas kontrol


Syarat uji t dua sampel independent adalah kedua kelompok harus berasal dari
populasi yang berdistribusi normal. Oleh sebab itu sebelum melakukan uji t dua
sampel independen perlu dianalisis normalitasnya. Selain itu untuk memilih uji t

40
independen yang akan digunakan maka kedua kelompok data harus diuji
homogenitasnya.

3.6.1. Normalitas Data


Penggunaan statistik parametris, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap
variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal. Bila data tidak
normal, maka teknik statistik parametris tidak dapat digunakan untuk alat analisis.
Untuk itu sebelum menggunakan teknik statistik parametris sebagai analisis, maka
harus membuktikan terlebih dahulu apakah data yang akan dianalisis itu berdistrbusi
normal atau tidak. Untuk menguji normalitas dalam penelitian ini digunakan rumus
uji liliefors. Menurut Sudjana (2005:466) langkah-langkah uji liliefors sebagai
berikut:
1. Pengamatan X1, X2, … , Xn, dijadikan bilangan baku Z1, Z2, … Zn dengan
Xi  X
menggunakan rumus Z1 
S
 Xi
Dimana X = rata-rata sampel yang diperoleh dengan rumus X 
n

 X  X 
2
2
S = standar deviasi yang diperoleh dengan rumus S
n 1
2. Untuk bilangan baku menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian
dihitung peluang F(Zi = P(Z<Zi)), selanjutnya dihitung profosi Z1, Z2, ….., Zn,
yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(Zi)
maka
Banyaknya _ Z1 , Z 2 ,.....Z n , yang  Z i
S Z1  
n
3. Hitung selisih F(Zi) - S(Zi) kemudian temukan harga mutlaknya
4. Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut yang
disebut L0.
Hipotesis yang akan diuji dinyatakan sebagai berikut

41
Ho : data berdistribus normal
H1 : data tidak berdistribusi normal
Kriteria pengujiannya adalah terima Ho jika Lo  Ltabel, dalam keaaan lain tolak Ho
pada taraf nyata  yang dipilih.

3.6.2. Homogenitas Sampel


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui keseragaman kelas eksperimen dan
kelas kontrol sebagai objek penelitian. Karena dalam penelitian ini hanya
menggunakan dua kelas maka rumus yang digunakan adalah uji kesamaan dua
varians (uji F). Rumus statistiknya adalah
VariansTerbesar
F (Sudjana, 2005:249)
VariansTerkecil
Hipotesis yang akan diuji dinyatakan sebagaiberikut.
Ho =  12   22

H1 =  12   22
Keterangan:
Ho : kedua kelas memiliki kemampuan yang sama (homogen)
H1 : kedua kelas memiliki kemampuan yang tidak sama (tidak homogen)
Kriteria pengujiannya adalah terima Ho jika Fhitung < Ftabel, dalam keadaan lain ditolak
Ho.

3.6.3. Pengujian Hipotesis


Setelah dilakukan pengujian normalitas dan homogenitas varians, selanjutnya
dilakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian. Tekhnik statistik yang digunakan
untuk menguji hipotesis penelitian sebagai berikut;
X1  X 2
t
S12 S 22

n1 n2

42
Keterangan ;

X 1 = rata-rata kelompok I

X 2 = rata-rata kelompok II

s12 = varian kelompok I

s 22 = varian kelompok II
n1 = banyaknya sampel pada kelompok I
n2 = banyaknya sampel pada kelompok II
(Sugiyono,2012:138)

43