Anda di halaman 1dari 26

Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor

Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara


Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT


(R.K.S) TEKNIS
PEMELIHARAAN RUTIN/ BERKALA GEDUNG KANTOR
MUSEUM NEGERI PROVINSI SUMATERA UTARA
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

PERSYARATAN TEKNIS
Standard-standard yang berlaku

Semua pekerjaan dalam RKS ini harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi
persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam Persyaratan Normalisasi Indonesia (NI)
dan peraturan-praturan Nasional maupun peraturan-peraturan setempat lainnya yang
berlaku atas jenis-jenis pekerjaan yang bersangkutan yaitu :

 PUBI – 1982 : Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia


 NI – 8 : Peraturan Semen Portland Indonesia
 PPI – 1983 : Peraturan pembebanan Indonesia
 ASTM : American Society for Testing & Materials
 NI – 10 : Bata Merah Sebagai bahan bangunan
 PBI – 1971 : Peraturan Beton Bertulang Indonesia
 SII : Standar Industri Indonesia
 PPBBI : Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia
 AV 1941 : Algemene Voorwarden
 Peraturan Nasional Pembangunan Indonesia
 Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia (PKKI NI-5/1961).
 Peraturan Direktorat Jendral Perawatan Depnaker tentang penggunaan Tenaga Kerja,
Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja.
 Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia disingkat DTPI 1980.
 Pedoman Tata cara Penyelenggaraan Pembangunan Gedung Negara oleh Departemen
Pekerjaan Umum.
 Peraturan - peraturan Pembangunan Pemda setempat.

Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standard-standard yang tersebut


diatas, maupun standard Nasional lainnya maka diberlakukan standard Internasional yang
berlaku atas pekerjaan-pekerjaan tersebut atau setidak tidaknya berlaku standard-
standard persyaratan teknis dari Negara-negara asal bahan pekerjaan yang bersangkutan.

Sebelum setiap memulai pekerjaan pembangunan dan pemasangan bahan/material


dimulai, Pemborong wajib dan harus menyerahkan :
a. Time Schedule
b. Spesifikasi bahan/material dari pabrik pembuatan untuk bahan material tertentu
sesuai dengan perintah Direksi Pengawas dan Konsultan Perencana.
c. Gambar Pelaksanaan (Shop Drawing).
d. Contoh bahan, warna termasuk mock-up untuk pekerjaan tertentu sesuai dengan
permintaan Direksi, Pengawas, dan Konsultan Perencana.
e. Referensi, lisensi, sertifikat khusus dari pihak yang berwenang untuk pekerjaan
tertensu sesuai permintaan Direksi/Pengawas dan Konsultan Perencana.
f. Izin Pelaksanaan dari Direksi Pengawas diperlukan untuk diteliti dan disetujui oleh
Direksi Pengawas jika tidak memenuhi syarat akan ditolak dan harus diganti sampai
memenuhi syarat yang diminta atas tanggung jawab dan biaya Pemborong.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 1


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Data data Umum


Seluruh titik ukuran sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada ukuran setempat,
yaitu titik-titik ukuran yang ada di lapangan.

Penyerahan Pekerjaan
Pekerjaan harus diserahkan oleh Pemborong sampai selesai sama sekali hingga
memuaskan, sisa pembongkaran dan lain-lain yang sudah tidak terpakai dikeluarkan dari
lokasi pekerjaan.

Pasal 1
PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1. Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan :


1. Kontraktor harus memulai pekerjaan dari garis-garis yang telah disetujui oleh
Konsultan Pengawas dan bertanggung jawab penuh atas pengukuran-pengukuran yang
dibuatnya Kontraktor harus menyediakan semua bahan peralatan dan tenaga kerja,
termasuk juru-juru ukur (surveyor) yang dibutuhkan sehubungan dengan pengukuran
dan pematokan untuk setiap pekerjaan yang memerlukannya.
Kontraktor diwajibkan untuk memelihara patok-patok serta tugu-tugu ukur utama
selama masa pembangunan.
2. Kontrakan diwajibkan melakukan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan
dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah, lantai, letak batas-
batas dengan alat-alat yang sudah diterapkan kebenarannya.
3. Ketidak-cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang
sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas untuk dimintakan
keputusannya.
4. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras
hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
5. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggung jawab Kontraktor, dengan
biaya sesuai kontrak.

1.2. Alat dan perlengkapan pekerjaan dan Tenaga Lapangan


1. Kontraktor dan bagian-bagian lainnya yang mengerjakan pekerjaan pelaksanaan dalam
proyek ini, harus menyeidakan alat-alat dan pekerjaannya sesuai dengan bidangnya
masing-masing, seperti:
 Alat-alat ukur (theodolith, waterpas dan lain-lain)
 Alat pemotong, penduga, dan alat bantu
 Topi pengaman dan sepatu lapangan

a) Disamping itu juga harus menyediakan buku-buku laporan (harian, mingguan), buku
petunjuk alat-alat yang akan dipakai, rencana kerja dan menempatkan tenaga-tenaga
lapangan yang bertanggung jawab penuh untuk memutuskan segala sesuatunya di
lapangan dan bertindak atas nama kontraktor.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 2


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Penyimpanan barang-barang dan material (Gudang material)


1. Kontraktor wajib membuat gudang sementara/sewa tempat penimbunan material
seperti pasir, koral, besi beton dan lain-lain. Material harus terlindung dengan baik.
Gudang dilengkapi dengan pintu serta kunci secukupnya. Gudang semen, lantainya
dibuat bebas dari kelembaban udara minimal 30 cm diatas permukaan lantai plesteran.
Gudang dibongkar setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas
2. Kontraktor diwajibkan untuk menempatkan barang-barang dan material pelaksanaan
baik diluar (terbuka) ataupun didalam gudang-gudang sesuai dengan sifat-sifat barang
dan material tersebut dengan persetujuan Konsultan Pengawas, sehingga akan
menjamin keamanannya dan terhindar dari kerusakan-kerusakan yang diakibatkan
oleh cara penyimpanan yang salah.
3. Khusus untuk simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil harus dibuatkan kotak simpan
dengan pagar dari papan, sehingga masing-masing bahan tidak tercampur dengan
lainnya.
4. Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan langsung
pada pekerjaan yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk disimpan didalam site.

Pembersihan dan Keleluasaan Halaman


Kontraktor diwajibkan menjaga keleluasaan halaman dengan menempatkan barang-barang
dan material sedemikian rupa sehingga :
 Memudahkan pekerjaan
 Menjaga kebersihan sampah-sampah, kotoran-kotoran bangunan (puing-
puing), air yang menggenang
 Tidak menyumbat saluran-saluran air.

Fasilitas-fasilitas lapangan
 Listrik penerangan dan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan serta air kerja
menggunakan milik pemberi pekerjaan.
 Kamar mandi dan WC untuk para pekerja lapangan menggunakan milik pemberi
tugas.

Disediakan oleh kontraktor :


 Air minum atau air bersih yang dapat diminum, untuk kebutuhan pelaksanaan
pekerjaan dan semua petugas-petugas yang ada di Proyek .
 Alat-alat pemadam kebakaran ringan
 Alat-alat PPPK

Air Kerja dan Listrik Kerja


Air kerja selama pelaksanaan pekerjaan menggunakan air milik pemberi pekerjaan,
kontraktor menyediakan perlengkapan untuk penyambungan instalasi air maupun listrik.

Persiapan Lokasi
Kontraktor diwajibkan membersihkan lokasi dari sampah sampah dan kotoran yang
terdapat di lokasi pembangunan. Semua biaya yang diakibatkan dari pembersihan lokasi
tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 3


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Pasal 2
PEKERJAAN PENGUKURAN

Syarat-syarat-Pelaksanaan Pelaksanaan secara umum.


1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi
renovasi dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian
bangunan dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.
2. Ketidak-cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang
sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Direksi Pengawas untuk dimintakan
keputusannya.
3. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga
phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh
Direksi Pengawas.
4. Segala pekerjaan pengukuran persiapan menjadi tanggung jawab Kontraktor dengan
biaya sesuai kontrak.

Pasal 3
PEKERJAAN BONGKARAN

Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, alat-alat yang diperlukan untuk
menyelesaikan semua pekerjaan bongkaran seperti yang disyaratkan serta sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas. Meliputi bongkaran lantai, dinding partisi gypsum,
batu bata/plesteran, beton, dan langit-langit dan penutup atap, pembersihan dari
bongkaran dan angkutan keluar site untuk seluruh material bekas bongkaran.
2.1. Pekerjaan bongkaran instalasi :
a. Pembongkaran dinding partisi/batu bata termasuk pelapisnya, sesuai dengan
yang ditunjukkan dalam gambar.
b. Pembongkaran Kusen dan Pintu.
c. Pembongkaran lantai keramik.
d. Pembongkaran plafond.
e. Pembongkaran instalasi dan unit AC split outdoor.
f. Pembongkaran instalasi listrik berikut armature-nya.
g. Pembongkaran instalasi sprinkler dan head sprinkler.
h. Pembongakaran dinding beton koneksitas gedung.
i. Pekerjaan bongkaran instalasi meliputi instalasi plumbing, elektrikal dan
armature serta grill diffuser AC, yang tak akan digunakan lagi, diganti dengan
instalasi baru.
j. Semua bahan hasil bongkaran tak boleh digunakan lagi, harus diangkut keluar

Syarat-syarat-Pelaksanaan secara umum.


1. Pelaksanaan dari seluruh pekerjaan bongkaran yang ditentukan dalam uraian dan
syarat-syarat ini, harus dilakukan secermat-cermatnya sehingga tidak mengganggu
kepentingan dan keamanan umum yang ada disekelilingnya.
2. Tidak diperkenankan pada waktu pelaksanaan bongkaran, terjadi kegaduhan yang
dapat mengganggu ketertiban dan keamanan umum.
3. Kontraktor harus melokalisir areal penimbunan sementara dari seluruh material
bongkaran dan sampai pembuangan agar tidak mengganggu kepentingan umum.
4. Kontraktor wajib mengambil langkah-langkah demi pengamanan terhadap material
bongkaran yang menurut petunjuk Direksi Pengawas harus dibongkar dengan
baik/tanpa cacat/utuh, serta setelah dibongkar harus dijaga keamanannya bila
dikehendaki/sesuai petunjuk Direksi Pengawas.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 4


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

5. Puing-puing bekas bongkaran harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan dan
pembuangannya harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu
kepentingan umum.
6. Semua daerah bongkaran harus dipelajari, dilihat/dikontrol secara seksama,
pengaruh dan segala kemungkinan dari akibat pekerjaan bongkaran, harus
diperhatikan agar tidak mengganggu aktifitas umum dan tidak mengganggu
peralatan yang ada. Kontraktor harus melakukan secara baik, benar dan tepat dalam
melakukan pekerjaan bongkaran.
7. Kontraktor wajib melakukan pengukuran dan peninjauan kondisi existing untuk
penyesuaian dengan perencanaan.
8. Kontraktor dapat mengajukan usulan-usulan teknis penyelesaian, termasuk
pelaksanaan pembongkaran bagian yang ditentukan, berdasarkan hasil termuan di
lapangan.
9. Wajib untuk membuat shop drawing untuk pekerjaan pembongkaran yang
memperlihatkan bagian yang akan dibongkar serta rencana support untuk menjaga
kestabilan bagian disekitarnya.
10. Kontraktor harus menyediakan seluruh peralatan untuk bongkaran dan
pengadaan bahan dari mutu terbaik yang sesuai jenisnya untuk perbaikan dan
finishing.
11. Segala resiko pekerjaan diluar kontrak yang terjadi selama melakukan pekerjaan
bongkaran, pembersihan dan pembuangan ke luar lokasi pekerjaan menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
Konsultan Perencana tidak bertanggung jawab atas:
a) Performance bentuk kontrak,
b) Hasil pekerjaan konstruksi (kecuali telah dilakukan test terlebih dahulu),
c) Kelalaian atau akibat pekerjaan Kontraktor, sub kontraktor, manufaktur,
supplier, fabricator, ataupun pihak Ketiga (atau anggotanya) yang bekerja untuk
pemilik.
12. Lokasi / area renovasi harus dalam keadaan siap kerja, dimana terbebas dari
seluruh barang-barang termasuk furniture

A. Pekerjaan Bongkar Pelapis Lantai dan keramik :


1. Pekerjaan bongkaran lantai dilakukan meliputi lapisan finishing lantai saja
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
Meliputi pekerjaan pembongkaran pelapis lantai seluruh ruangan yang
direncanakan ganti yang baru.
Pembongkaran meliputi pelapis lantai dan keramik dinding, berikut adukan
perekatnya (mortar), Sementara pasir urug yang ada tetap dipertahankan
untuk digunakan bagi rencana pemasangan lantai baru, kecuali ditentukan
lain.
2. Kontraktor harus menjaga agar segala jaringan dan peralatan yang dalam
ketentuan/persyaratan tidak dibongkar, tidak akan terganggu dan rusak
akibat bongkaran yang dilakukan.
3. Bila ternyata terjadi kerusakan/gangguan, maka Kontraktor harus
mengganti /memperbaiki dengan biaya sendiri tanpa mengurangi mutu dan
fungsi dari peralatan tersebut.
4. Semua bahan pengganti harus dari mutu terbaik, memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan dan yang telah disetujui Direksi Pengawas.
5. Sisa / bekas bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan
dan pembuangan dilakukan diluar lokasi pekerjaan.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 5


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

6. Kontraktor harus senantiasa memperhatikan keamanan


terhadap pekerjaan-pekerjaan di sekelilingnya dengan mengambil langkah-
langkah pengamanan seperlunya.
7. Semua biaya perbaikan, penggantian, pembersihan dan angkutan menjadi
biaya proyek.

B. Pekerjaan Bongkar Dinding Batu Bata / Partisi dan Pelapisnya.


1. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan demi
terlaksananya pekerjaan dengan baik.
Pada gambar dokumen lelang ditunjukkan dinding / partisi yang akan dibongkar,
secara bertahap berdasarkan tahapan area kerja.
Pembongkaran harus dilakukan secara hati-hati, termasuk pembongkaran rangka-
rangka dinding (kolom praktis, ring balk).
Semua bagian bekas bongkaran ini harus diangkut ke luar dan tidak boleh
dipergunakan kembali untuk pekerjaan lainnya kecuali seijin Konsultan Pengawas.
2. Pekerjaan bongkaran dinding bata ini meliputi sebagian dinding bata berikut
pintu dan jendela yang ada sesuai yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
petunjuk Direksi Pengawas.
3. Kontraktor harus menjaga agar segala jaringan dan peralatan yang dalam ketentuan
tidak dibongkar, tidak akan terganggu dan rusak karenanya.
4. Bila terjadi kerusakan Kontraktor harus mengganti/memperbaiki kembali.
5. Bahan pengganti harus dari mutu terbaik, memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
dan disetujui Direksi Pengawas.
6. Sisa/bekas bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan serta
dikeluarkan di luar pekerjaan.
7. Kontraktor harus senantiasa memperhatikan keamanan terhadap pekerjaan-
pekerjaan disekelilingnya dengan mengambil langkah-langkah pengamanan
seperlunya.
8. Semua biaya pembersihan dan angkutan menjadi dibayarkan sesuai kontrak.

C. Pekerjaan Bongkar Langit-langit.


1. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan demi
terlaksananya pekerjaan ini dengan baik dan aman.
2. Pekerjaan bongkaran langit-langit ini meliputi rangka-rangka plafond, lampu-
lampu, grill diffuser, fire alarm dan fixtrure M&E yang ada sesuai yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Pengawas.
3. Kontraktor harus menjaga keamanan pada jaringan dan peralatan yang
disyaratkan.
4. Material bongkaran harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan serta
dibuang keluar lokasi pekerjaan.
5. Kontraktor harus senantiasa memperhatikan keamanan terhadap pekerjaan-
pekerjaan disekelilingnya dengan mengambil langkah-langkah pengamanan
seperlunya.
6. Semua biaya pembersihan dan angkutan menjadi dibayarkan sesuai kontrak.

D. Pekerjaan Bongkar instalasi.


Pekerjaan bongkaran instalasi meliputi instalasi plumbing, elektrikal dan armature
serta grill diffuser AC, yang tak akan digunakan lagi, diganti dengan instalasi baru.
Semua bahan hasil bongkaran tak boleh digunakan lagi, harus diangkut keluar.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 6


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Pasal 4
PEKERJAAN DINDING BATA

4.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan- bahan, peralatan dan alat-
alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan
hasil yang baik.
Pekerjaan pasangan bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan tebal 1/2
(setengah) batu pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
petunjuk Direksi Pengawas.

6.2 Persyaratan Bahan


 Bata harus memenuhi NI-10.
 Semen Portland harus memenuhi NI-8.
 Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.
 Air harus memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.

6.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang, terlebih dahulu harus
diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan
persetujuannya.
b. Seluruh dinding dari pasangan bata/bata merah, dengan campuran 1 PC : 5
pasir pasang, kecuali pasangan bata/bata merah semen raam.
c. Untuk semua dinding semen raam/rapat air dengan campuran 1 PC : 3 pasir
pasang, yakni pada dinding dari permukaan sloof/balok sampai minimum 20
cm diatas permukaan lantai setempat, dinding ruang-ruang basah (dapur)
setinggi minimum 150 cm dari permukaan lantai setempat, atau seperti
yang tertera pada gambar.
d. Bata merah yang digunakan bata merah press ukuran 5x10x20 cm ex lokal,
dengan kualitas terbaik, siku dan sama ukuran, sama warna dan tidak
diperkenankan memasang bata merah yang patah dua atau lebih, tanpa
persetujuan Direksi Pengawas.
e. Setelah bata terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1
cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan
disiram air.
f. Pasangan dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih
dahulu dan siar-siar dibersihkan.
g. Pemasangan dinding bata dilakukan bertahap, setiap tahap maksimum 24 lapis
perharinya, serta diikuti dengan cor kolom praktis.
h. Bidang dinding bata yang luasnya lebih dari 9 m 2 harus ditambahkan kolom dan
balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm dan 12 x 24 cm dengan
tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm jarak 20 cm, jarak
antara kolom maksimum 3 meter.
i. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama
sekali tidak diperkenankan.
j. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan
beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 8 mm jarak 75 cm,
yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan
bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali
ditentukan lain.
k. Pasangan dinding bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal
15 cm dan untuk tebal 1 batu dengan tebal finish 30 cm setelah diplester
(lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Pelaksanaan pasangan harus

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 7


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

cermat, rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan
bidang rata.
l. Pasangan bata harus dilaksanakan dengan toleransi deviasi bidang pada arah
diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci/diplester).
m. Toleransi terhadap as dinding adalah kurang lebih 1 cm (sebelum
diaci/diplester).
n. Khusus untuk pertemuan antara pasangan bata dan beton guna menghindarkan
retak-retak setelah diplester, maka dipasang kawat kasa dengan ukuran
lubang-lubangnya 1 x 1 cm pada pertemuan itu sebelum diplester

Pasal 5
PEKERJAAN PLESTERAN DINDING

5.1 Lingkup Pekerjaan


Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan yang diperlukan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik.
Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding bata/bata merah
bangunan, serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.

5.2 Persyaratan Bahan


 Semen harus memenuhi NI-8.
 Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982.
 Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10.
Campuran (Aggregate) : Untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan
bebas dari segala macam kotoran. Pasir untuk finishing harus bersih dan diayak.

5.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Seluruh plesteran dinding bata dengan aduk campuran 1 PC : 5 pasir pasang,
kecuali pada dinding bata semenraam/rapat air.
b. Pada dinding bata semenraam/rapat air diplester dengan aduk campuran 1 PC : 3
pasir pasang (dapur, dan bagian-bagian yang ditentukan dalam gambar).
c. Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan
seperti yang dipersyaratkan.
d. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi dibutuhkan untuk
penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari
jenisnya dan disetujui Direksi Pengawas.
e. Bahan semen yang dikirim ke lokasi harus dalam keadaan tertutup atau dalam
kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan
tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak bercacat.
f. Bahan harus diletakkan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung,
bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini, dan
dilindungi sesuai dengan jenisnya, sesuai dengan persyaratan pabrik.
g. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan /persyaratan pabrik
yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material
yang mutunya sesuai dengan yang disyaratkan tanpa biaya tambahan.
h. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa lokasi, apakah
sudah sesuai dengan syarat-syarat hingga pekerjaan ini dapat dimulai.
i. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya,
Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi Pengawas.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 8


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

j. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat dalam hal


kelainan/perbedaan ditempat itu, sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
k. Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 15 cm dan 30 cm
atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.
Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk
membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya.
l. Untuk setiap pertemuan permukaan dalam satu bidang datar yang berbeda
jenisnya misalnya dengan kosen dan lain-lain, harus diberi/ dibuat naat (tali air)
dengan lebar 7 mm dalamnya 5 mm, kecuali bila ada petunjuk lain dalam gambar.
m. Plesteran halus (acian) dengan campuran PC dan air sampai mendapatkan
campuran yang homogen, dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari /
kering betul.
n. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar
tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali
terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan
penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat.
o. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang mengganti bila ada kerusakan yang
terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya sendiri selama
kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas/Pemakai.
p. Plesteran pada permukaan beton harus diawali dengan membuat permukaan
beton menjadi kasar dan dibersihkan dri debu maupun kotoran kemudian
dikondisikan menjadi basah permukaan selanjutnya diberikan pletseran dengan
adukan 1pc : 2ps melalui ayakan halus dan diaci ; Ketebalan plesteran tidak boleh
kurang dari 10mm dan tidak boleh lebih dari 15mm kecuali bila ditentukan lain.

Pasal 6
PEKERJAAN KERAMIK

6.1 Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik & sempurna.
a. Pekerjaan finishing lantai bangunan yang disebutkan /ditunjukkan dalam detail
gambar.
b. Pekerjaan finishing dinding yang disebutkan /ditunjukkan dalam detail gambar

6.2 Persyaratan Bahan


Bahan yang digunakan adalah jenis keramik buatan dalam negeri yang bermutu
baik dan disetujui Direksi Pengawas. Warna akan ditentukan kemudian,
untuk masing-masing warna harus seragam, warna yang tidak seragam akan ditolak.
Bahan perekat dari adukan spesi 4 bagian pasir pasang : 1 bagian PC.
Penggunaan keramik pada area Selasar, menggunakan keramik yang sesuai dengan
yang ditunjukkan pada gambar
 Penggunaan keramik ROMAN, MASTERINA atau setara untuk lantai kamar mandi
 Penggunaan keramik ROMAN, MASTERINA atau setara untuk dinding kamar
mandi.
 Penggunaan lantai Vinyl

6.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus
diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3 jenis produk yang
berlainan) kepada Direksi Pengawas.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 9


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

b. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari


pola keramik yang disetujui Direksi Pengawas.
c. Keramik yang akan dipasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat
dan tidak bernoda serta direndam dalam air sampai jenuh.
d. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 4 Pasir Pasang.
e. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata.
f. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar),
harus sama lebar miminum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai
detail gambar serta petunjuk Direksi Pengawas, yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-
siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan,
warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya.
g. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai
persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.
b. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada
permukaannya, hingga betul-betul bersih.
c. Pinggulan pasangan keramik harus dilakukan dengan alat gurinda, sehingga
diperoleh hasil pengerjaan yang teratur, siku dan memperoleh bentuk tepian
yang sempurna.
d. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama
1 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada permukaan lantai
Kontraktor harus menyediakan material keramik untuk persediaan dalam kurun
waktu masa pemeliharaan

Pasal 7
PEKERJAAN PLAFOND

7.1 Lingkup Pekerjaan


Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan
dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini hingga dapat dicapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan ini dilakukan meliputi
pemasangan plafond pada ruang-ruang sesuai yang disebutkan/ditunjukkan dalam
gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas.

7.2 Persyaratan Bahan


Bahan Rangka Baja :
a. Sebagai rangka langit-langit gypsum board rata digunakan Cross-T dan Main-T
dengan pola plafond 600mm x 1200mm atau sesuai dengan gambar detail, yang
digantungkan pada rangka atap dengan memakai penggantung yang didrat dan
pakai mur. Rangka Gypsum yang digunakan dengan ketebalan 0,35 mm merk
jayaboard atau setara
b. Penutup langit-langit Kalsiboard/GRC/PVC :
Digunakan Kalsiboard yang bermutu baik, merk Eternit Gresik, Jaya board, Cipta
Papan atau setara yang disetujui Direksi Pengawas. Bahan yang digunakan harus
sesuai persyaratan dan yang telah disetujui dalam arti ketebalan, mutu, jenis dan
produk dari bahan tersebut. Alat-alat pembantu lainnya dari jenis dan ukuran
disesuaikan dengan ukuran bahan yang digunakan
c. Penutup langit-langit Gypsum Tile :
Digunakan Gypsum Tile yang bermutu baik, merk Elephant, Knauf, Jayaboard
atau setara yang disetujui Direksi Pengawas. Bahan yang digunakan harus sesuai
persyaratan dan yang telah disetujui dalam arti ketebalan, mutu, jenis dan produk

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 10


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

dari bahan tersebut. Alat-alat pembantu lainnya dari jenis dan ukuran
disesuaikan dengan ukuran bahan yang digunakan
d. Bahan finishing :
Finishing penutup langit-langit menggunakan cat yang bermutu baik (lihat spek.
Cat) dan yang telah disetujui Direksi Pengawas. Warna dan corak akan ditentukan
kemudian.
e. Peng-akhiran plafon pada dinding diberikan list W, yang memberikan jarak antara
plafond dengan dinding/partisi

7.3 Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil),
termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out/ penempatan,
cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
b. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran / bentuk / mekanisme
kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah
disesuaikan keadaan dilapangan, shop drawing harus mendapat persetujuan
Direksi Pengawas.
c. Bilamana diinginkan, Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan
dimulai dan dipasang.
d. Sebelum pemasangan, penimbunan bahan rangka, gypsum board dan material
yang lain ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan
sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari
kerusakan dan kelembaban.
e. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut,
angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya
dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidang-
bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan.
f. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Direksi
Pengawas dan sesuai gambar rencana.
g. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang
dari persyaratan.
h. Semua rangka harus terpasang siku, rata pada permukaan bawahnya dan sesuai
peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringin yang
diizinkan dari masing-masing bahan yang digunakan).
i. Perhatikan semua sambungan dengan material lain, sudut-sudut
pertemuan dengan bidang lain. Bilamana tidak ada kejelasan dalam
gambar, Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Direksi Pengawas.
j. Setelah pemasangan, Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap
benturan-benturan, benda-benda lain dan kerusakan akibat
kelalaian pekerjaan, semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab
Kontraktor.
k. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-
petunjuk gambar.
l. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan
kerapihan dan kekuatannya. Lubang-lubang bekas pemasangan, dan
penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan
dapat menjamin kekuatannya.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 11


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Pasal 8
PEKERJAAN CAT

8.1 Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan, hingga dapat tercapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Meliputi pengecatan dinding/ beton
bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam
gambar. Definisi pekerjaan cat adalah semua pelapisan permukaan pada berbagai
material untuk maksud-maksud perlindungan/ pemberian warna, pemberian
texture dan memberi kemungkinan untuk dicuci dari material tersebut.
Perincian dari pekerjaan cat ini meliputi jenis-jenis berikut:
 Pekerjaan pengecatan dasar atau primer dan pendempulan.
 Pekerjaan cat dinding
 Pekerjaan cat langit-langit

8.2 Persyaratan Bahan


a. Persyaratan Standar/Mutu bahan
 Pengecatan seluruh pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi dari
pabrik cat yang digunakan.
 Standar dari bahan prosedur pengecatan ditentukan pabrik pembuat cat dan
Kontraktor tidak dibenarkan merubah standar dengan jalan mencampur dan
mencairkan yang tidak sesuai dengan instruksi pabrik atau tanpa ijin dari
Direksi/Pengawas.
b. Pengiriman dan Penyimpanan Bahan
 Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak
cacat. berapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak aslinya yang masih
tersegel dan erlabel pabriknya.
 Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup, kering,
tidak lembab dan bersih, sesuai dengan jenisnya.
 Kontraktor bertanggung-jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan
penyimpanan dan pelaksanaan.
c. Bahan Yang Digunakan
 Untuk cat dinding interior dan cat langit-langit digunakan jenis Acrylic
Emulsion merk Vinilex atau yang setara.
 Untuk cat dinding exterior digunakan jenis cat yang tahan cuaca watershield
dengan merk dulux atau setara

8.3 Syarat-syarat Pelaksanaan/Syarat Umum


Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukan kepada Direksi/Pengawas
beserta ketentuan/persyaratan/jaminan pabrik untuk mendapatkan persetujuan.
Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. Jika dipandang perlu
diadakan penukaran/penggantian bahan pengganti harus disetujui
Direksi/Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor.
Pekerjaan pengecatan jangan dilakukan di daerah terbuka dalam keadaan
cuaca lembab dan hujan atau keadaan angin berdebu yang akan mengurangi kualitas
pengecatan.
a. Setiap pekerjaan yang akan dimulai pada suatu bidang harus mendapat
persetujuan dari Direksi/Pengawas.
Sebelum memulai pelaksanaan pengecatan, Kontraktor wajib melakukan
percobaan untuk disetujui Direksi/Pengawas.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 12


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

b. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila ada


kelainan/perbedaan di tempat itu sebelum kelainan/perbedaan tersebut
diselesaikan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dan lain-lainnya,
maka Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi Pengawas.
Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi mengganti kerusakan yang terjadi
selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas beban biaya Kontraktor.

8.4 Gambar Detail Pelaksanaan :


Bila diperlukan, Kontraktor harus membuat gambar kerja pelaksanaan pengecatan
(untuk bagian-bagian yang dianggap perlu)

8.5 Cara Pelaksanaan :


Lakukan pengecatan dengan data terbaik yang umum dilakukan kecuali spesifikasi
lain. Urutan pengecatan, penggunaan lapisan-lapisan dasar dan tebal lapisan
penutup minimal sama dengan syarat yang dikeluarkan pabrik. Pengecatan harus
rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran atau ada bekas-bekas yang menunjukan
tanda-tanda sapuan,semprotan dan roller. Sapukan semua dasar dengan cat
dasar dan kuas, penyemprotan hanya diijinkan dilakukan bila disetujui
Direksi/Pengawas.

8.6 Pengecatan Kembali :


Dilakukan bila ada cat dasar atau cat akhir yang kurang menutupi, atau lepas.
Pengulangan pengecatan dilakukan sebagaimana ditunjukan oleh Direksi/Pengawas,
serta harus mengikuti petunjuk dan spesifikasi yang dikeluarkan pabrik yang
bersangkutan.

Pembersihan permukaan, pekerjaan termasuk penggunaan biaya, pengupasan cat


teksture, pencucian dengan air, maupun pembersihan dengan kain kering, harus
mendapat persetujuan. Kerapihan pekerjaan cat ini dituntut untuk tidak mengotori
dan mengganggu pekerjaan finishing lain, atau pekerjaan lain yang sudah
terpasang. Pekerjaan yang tidak sempurna diulang dan diperbaiki atas tanggungan
Kontraktor.

8.7 Syarat Pengamanan Pekerjaan


Agar daerah-daerah yang sedang dicat ditutup dari pekerjaan-pekerjaan lain,
maupun kegiatan lain dan juga daerah tersebut terlindung dari debu dan
kotoran lainnya sampai cat daerah tersebut kering.

Lindungi pekerjaan ini dan juga pekerjaan atau material lain yang dekat dengan
pekerjaan ini seperti fitting-fitting, kosen-kosen dan sebagainya dengan cara
menutup/melindungi bagian tersebut selama pekerjaan pengecatan berlangsung.
Kontraktor bertanggung jawab memperbaiki atau mengganti material yang rusak
akibat pekerjaan pengecatan tersebut.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 13


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Pasal 9
PEKERJAAN ELEKTRIKAL

9.1 Persyaratan Teknis Umum Bahan dan Peralatan :


1. Umum
Pemasanan instalasi pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan
sebagai berikut :
a. PUIL tahun 2000 ;
b. Peraturan-peaturan yang lain yang dikeluarkan olhe Perumtel, Ditjen Bina
Lindung, dan Lembaga Pemerintah lainnya yang berwenang ;
c. ASHRAE, ARI, ASTM, ASME, dan SMACNA ;
d. National Fire Protection Association (NFPA) ;
e. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Ibukota Jakarta No. 1173 tahun 1982 ;
f. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/MEN/1982 ;
g. Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, seperti
PLN, DInas Pemadam Kebakaran, d.l.l ;
h. Petunjuk dari pabrik pembuat peralatan.

Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki tenaga
ahli yang mempunyai surat izin Pemasangan Instalasi dari Instansi berwenang
yang telah biasa mengerjakan suatu daftar referensi pemasangan.

2. Gambar Rencana
 Gambar Rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan
yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
 Gambar-gambar system ini menunjukkan secara umum tata letak dari
peralatan, sedangkan pemasanan harus dikerjakan dengan memperhatikan
kondisi dari bangunan yang ada.
 Gambar-gambar Arsitektur, Struktur/Sipil, maupun Interior harus dipakai
sebagai referensi untuk Pelaksanaan.

3. Koordinasi
 Pemborong hendaknya bekerja sama dengan teknisi internal (Teknisi Rumah
Tangga) aar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancer sesuai dengan
waktu yang telah ditetapkan..
 Koordinasi dengan Tim Teknis dari Pemberi Tugas dan Tim Pengelola Teknis
PU harus selalu dijalankan agar kendal-kendala yang ada di lapangan dapat
segera diatasi.

4. Pelaksanaan Pemasangan
 Sebelum melaksanakan pemasangan instalasi Pemborong harus
menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Direksi
Lapangan/Pengawas dalam rangkap 4 (empat) untuk disetujui.. Yang
dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam
pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan
lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan
peralatan, dimensi accessories yang dipakai dan Pengawas berhak menolak
gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan diatas.
 Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan
kapasitas peralatan yang akan dipasang, apabila terdapat sesuatu yang
diragukan Pemborong harus segera menghubungi Konsultan Pengawas.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 14


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

 Asumsi-asumsi Konsultan Perencana dalam penentuan performance suatu


peralatan harus diperiksa ulang oleh Kontraktor sesuai dengan peralatan
yang dipilih maupun kondisi actual/lapangan dan dimintakan persetujuan
kepada Konsultan Pengawas.

9.2 Persetujuan Material, Peralatan dan Dokumen yang Diserahkan

1. Umum
Dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setalah menerima
SPK/KONTRAK/SPMK dan sebelum memulai pekerjaan, pengadaan material dan
peralatan, Kontraktor harus menyerahkan shop drawing, daftar peralatan, dan
bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh Konsultan
Pengawas.

Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan
semua biaya yang timbul berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan
contoh/dokumen ini.

2. Shop Drawing
Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang
diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. Dengan mengajukan gambar-gambar
kerja ini berarti Kontraktor sudah mempelajari keadaan lapangan setempat,
gambar-gambar Struktur, Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya

3. Daftar Peralatan dan Bahan


Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada
proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data
teknis,performance dari peralatan/bahan.

Daftar bahan dan peralatan ini harus sesuai spesifikasi.

9.3 Pekerjaan Listrik :


1. Pekerjaan instalasi listrik yan termasuk pekerjaan ini adalah system instalasi
listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman,
sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat
dipergunakan oleh Pengguna Jasa.
2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja
pada frekwensi 50 Hz s.d 60 Hz dan tegangan 220/380 Volt.

9.4 Persyaratan Bahan :


1. Kabel Tegangan Rendah yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan
min. 0,6kV untuk kabel NYM, NYY, & NYFbY dengan spesifikasi :
 Conductor : Plain Copper (NYM & NYY), solid or Stranded (NYY),
Copper/Sector Shape (NYFGbY)
 Insulation : PVC
 Core Filter : Compound Elastic / Soft PVC
 Sheath : PVC
 Produk Kabel : 4 besar (Supreme, Tranka, Kabelindo, Kabel Metal) atau
setara
 Produk conduit : EGA, Cipsal, Double-H atau setara
 Metal Conduit : Maruichi, Matsushita atau setara

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 15


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

2. Pada prinsipnya kabel-kabel instalasi daya dipergunakan adalah :


 Kabel-kabel instalasi daya dipergunakan jenis NYFGbY dan NYY ;
 Kabel instalasi penerangan dan kotak kontak dipergunakan NYM 3x2,5 mm2
dengan HIP conduit diameter minimum 19mm sebagai pelindungnya.

3. Kabel-kabel daya yang ke sub-sub panel harus disertai dengan kawat BC atau NYA
sebagai kawat pentanahan dengan diameter sama dengan diameter kabel
feedernya atau minimal satu rating dibawahnya kecuali diatas diameter 50 mm2
dipergunakan BC 50 mm2.

4. Penampang kabel minimum yang dapat diapaki untuk instalasi adala dengan
diameter 2,5mm, sedangkan untuk arde dengan diameter 6mm.

Pasal 10
PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA

10.1. Lingkup Pekerjaan


a. Tenaga kerja, material dan peralatan.
Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan konstruksi baja termasuk penyediaan
tenaga kerja, pengadaan bahan-bahan baik bahan dasar maupun bahan
penyambung, peralatan baja dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pekerjaan dengan baik dan aman.
b. Pengukuran lapangan.
Pekerjaan pengukuran yang mencakup kondisi lapangan yang ada, seperti hasil
pekerjaan beton yang sudah dilaksanakan, maupun segala penyimpangan yang
terjadi, sehingga dalam gambar kerja diperlukan penyesuaian.
c. Tenaga ahli.
Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli yang berpengalaman di lokasi
pekerjaan, sehingga dapat menyelesaikan segala masalah yang timbul di lapangan
secara cepat dan benar.
d. Gambar kerja/ shop drawings.
Kontraktor harus membuat gambar kerja secara ditail, sebelum pekerjaan dimulai,
termasuk penyesuaian dengan kondisi lapangan sampai mendapatkan persetujuan
dari Pengawas
e. Gambar terlaksana/ As built drawings.
Setelah pekerjaan dilaksanakan, Kontraktor wajib membuat gambar terlaksana
sesuai dengan struktur yang dilaksanakan, dan diserahkan kepada Pemberi Tugas
sesuai dengan kontrak.

10.2. Peraturan - Peraturan


Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya, maka sebagai dasar
pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut :
1. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984 (PPBBI)
2. American Institute of Steel Construction Specification (AISC)
3. American Society for Testing and Materials (ASTM)
4. American Welding Society - Structural Welding Code (AWS)
5. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI-1982)

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 16


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

10.3. Perhitungan Berat Konstruksi Baja


a. Berat jenis baja
Berat jenis baja adalah 7800 kg/m3. Satuan berat elemen baja adalah sesuai dengan
yang tercantum di dalam tabel pabrik pembuat.
b. Berat baja di dalam BQ.
Di dalam menghitung volume baja di dalam Bill of Quantity (BQ), berat baja dihitung
berdasarkan volume (berat) teoritis sesuai dengan gambar struktur. Berat sisa atau
"waste" akibat pemotongan atau pembentukan elemen-elemen struktur dan juga alat
penyambung seperti baut, las, angkur dan pelat buhul harus diperhitungkan di dalam
analisa harga satuan.

10.4. Material
a. Baja
Jika tidak disebutkan secara spesifik di dalam gambar, maka semua material untuk
konstruksi baja harus menggunakan baja yang baru dan merupakan "Hot rolled
structural steel" dengan mutu baja ST 37 (PPBBI-83) atau ASTM A 36 atau SS 41 (JIS.
U 3101-1970), yang memiliki tegangan leleh (yield stress) minimal, Fy = 240 Mpa dan
tegangan tarik (tensile stress) Fu = 400 Mpa. Baja jenis ini umum disebut baja karbon
(Carbon Steel) yang mengandung karbon antara 0.25 - 0.29 %. Semua material baja
harus baru, bebas/bersih dari karat, lobang-lobang dan kerusakan lainnya, lurus,
tidak terpuntir, tanpa tekukan, serta memenuhi syarat toleransi sesuai dengan
spesifikasi ini.
b. Elektroda las.
Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar struktur, maka elektoda las yang
digunakan adalah E70XX, sesuai dengan lokasi penggunaannya.
c. Angkur.
Kecuali ditentukan lain di dalam gambar, maka angkur yang digunakan harus
memiliki kualitas BJTD 40, dengan panjang penjangkaran minimal sedalam 40 kali
diameter. Angkur harus memiliki ulir yang cukup sehingga pada saat digunakan
benar-benar dapat berfungsi secara benar.
d. Cat dasar/primer dan cat finish.
Seluruh material baja harus dilindungi dengan cat dasar Zinc Chromate dengan tebal
seperti tertera di dalam spesifikasi ini. Sedangkan untuk cat finish tertera di dalam
spesifikasi teknis arsitektur dan jika tidak disebutkan harus mengikuti ketentuan di
dalam spesifikasi ini.

10.5. Penggantian Profil/ Penampang


Pada prinsipnya dalam tahap perencanaan, profil yang digunakan adalah profil yang
diproduksi oleh pabrik. Apabila ternyata profil tersebut tidak tersedia, maka
Kontraktor dapat mengganti profil tersebut dengan profil lain yang disetujui oleh KP.
Usulan perubahan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan yang menunjukkan
bahwa profil pengganti tersebut minimal sama kuat dan kakunya dengan profil yang
digantikan. Juga harus diperhatikan bahwa tinggi profil pengganti harus mempunyai
tinggi maksimal sama dengan profil original, sehingga tidak mengurangi ruang
peralatan M&E. Walaupun perubahan profil tersebut disetujui, Kontraktor tetap
harus mengantisipasi perubahan tersebut, agar tidak terjadi klaim terhadap waktu
pelaksanaan maupun biaya.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 17


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

10.6. Toleransi dimensi, panjang dan kelurusan


a. Toleransi dimensi
Dimensi yang tercantum di dalam gambar rencana adalah dimensi sesuai dengan
yang tertera di dalam tabel pabrik pembuat baja. Di dalam pembuatan terjadi variasi
yang menyebabkan terjadinya perbedaan dengan dimensi rencana. Perbedaan
terhadap panjang, lebar serta tebal diizinkan sebesar harga terkecil antara 1/32 inci
(0.75 mm) atau 5 % dari dimensi rencana.
b. Toleransi panjang.
Untuk elemen baja (balok, kolom) yang dipasang merangka satu terhadap lainnya,
toleransi panjang diizinkan sebesar 1/16 inci (1.50 mm) untuk elemen dengan
panjang kurang dari 9.00 meter dan sebesar 1/8 inci (3.00 mm) untuk panjang lebih
dari 9.00 meter.
c. Toleransi kelurusan
Kelurusan dari elemen baja dibatasi sebesar 1/500 bentang di antara 2 titik
tumpunya, kecuali ditentukan lain oleh KP.

10.7. Uji material


a. Contoh Material.
Kontraktor wajib menyediakan contoh material (baja, baut dan lain lain) untuk diuji
pada laboratorium yang disetujui oleh KP/ Konsultan Pengawas. Segala biaya
pengujian harus termasuk di dalam penawaran yang diajukan.
b. Uji pengelasan.
Apabila dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas, maka akan dilakukan testing pada
hasil pengelasan. Tipe dan jumlah test untuk pengelasan disesuaikan dengan
kebutuhan sesuai AWS serta dilakukan atas biaya Kontraktor.

10.8. Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Gambar kerja/ shop drawing.
Sebelum fabrikasi dimulai, Kontraktor harus membuat gambar-gambar kerja yang
diperlukan dan menyerahkan gambar kerja untuk diperiksa dan disetujui Konsultan
Pengawas. Bilamana disetujui, Kontraktor dapat mulai pekerjaan fabrikasinya.
Pemeriksaan dan persetujuan Konsultan Pengawasatas gambar kerja tersebut hanya
menyangkut segi kekuatan struktur saja seperti :
1. Ukuran/dimensi profil, ketebalan plat-plat, ukuran/jumlah baut/las, tebal
pengelasan. Ketepatan ukuran-ukuran panjang, lebar, tinggi atau posisi dari
elemen-elemen konstruksi baja yang berhubungan dengan pengangkutan
menjadi tanggung jawab Kontraktor. Dengan kata lain walaupun semua gambar
kerja telah disetujui Konsultan Pengawas, tidaklah berarti mengurangi atau
membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab ketidak tepatan serta
kemudahan dalam erection elemen-elemen konstruksi baja.
2. Pengukuran dengan skala dalam gambar sama sekali tidak diperkenankan.
3. Pada gambar kerja harus sudah terlihat bagian-bagian tambahan yang
diperlukan untuk keperluan montase serta cara-cara montase yang
direncanakan.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 18


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

b. Fabrikasi
1. Selama proses fabrikasi Konsultan Pengawasharus menempatkan staffnya yang
berpengalaman dalam fabrikasi baja secara penuh untuk mengawasi
pelaksanaan fabrikasi di bengkel kerja Kontraktor.
2. Kontraktor harus memberikan Fabrication Manual Procedure termasuk
Procedur Quality Control kepada Konsultan Pengawasuntuk disetujui.
3. Fabrikasi dari elemen-elemen konstruksi baja harus dilaksanakan oleh tukang-
tukang yang berpengalaman dan diawasi oleh mandor-mandor yang ahli dalam
konstruksi baja.
4. Semua elemen-elemen harus difabrikasi sesuai dengan ukuran-ukuran dan/atau
bentuk yang diinginkan tanpa menimbulkan distorsi-distorsi atau kerusakan-
kerusakan lainnya dengan memperhatikan persyaratan untuk penanganan
sambungan-sambungan serta las di lapangan dan sebagainya.
5. Pemotongan-pemotongan elemen-elemen harus dilaksanakan dengan rapi dan
pemotongan besi harus dilakukan dengan alat pemotong (brender) atau gergaji
besi. Pemotongan dengan mesin las sama sekali tidak diperbolehkan.

c. Tanda-tanda pada konstruksi baja


1. Semua konstruksi baja yang telah selesai difabrikasi harus dibedakan dengan
kode yang jelas sesuai bagian masing-masing agar dapat dipasang dengan
mudah.
2. Kode tersebut ditulis dengan cat agar tidak mudah terhapus.
3. Pelat-pelat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk
sambungan-sambungan di lapangan, harus dibaut/diikat sementara dulu pada
masing-masing elemen dengan tetap diberi tanda-tanda.

d. Pengelasan
1. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC Specification dan baru
dapat dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.
Pengelasan harus dilakukan dengan las listrik, bukan dengan las karbit.
2. Kawat las yang dipakai adalah harus dari produk yang disetujui oleh KP. Ukuran
kawat las disesuaikan dengan tebal pengelasan.
3. Kontraktor harus menyediakan tukang las yang berpengalaman dengan hasil
pengalaman yang baik dalam dalam melaksanakan konstrksi baja sejenis. Hal ini
harus dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat yang masih berlaku.
4. Kontraktor harus memperhatikan dengan seksama tipe dan ukuran las yang
tercantum di dalam gambar (las sudut, las tumpul dan lain-lain), dan Kontraktor
harus mempunyai alat untuk mengukur tebal las sehingga dengan mudah dapat
diketahui apakah tebal las sudah sesuai dengan gambar atau tidak.
5. Permukaan bagian yang akan dilas harus dibersihkan dari cat, minyak, karat dan
bekas-bekas potongan api yang kasar dengan menggunakan mechanical wire
brush dan untuk daerah-daerah yang sulit dapat digunakan sikat baja. Bekas
potongan api harus dihaluskan dengan menggunakan gurinda agar permukaan
baja menjadi baik. Kerak bekas pengelasan harus dibersihkan dan disikat.
6. Metode pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak timbul
distorsi dan tegangan residual pada elemen konstruksi baja yang dilas.
Pengelasan pada pertemuan elemen-elemen yang padat seperti pada tumpuan
harus dilakukan dengan teknik preheating.
7. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak lapisan las (pengelasan lebih dari satu
kali), maka sebelum dilakukan pengelasan berikutnya lapisan terdahulu harus
dibersihkan dahulu dari kerak-kerak las/slag dan percikan-percikan logam yang
ada. Lapisan las yang berpori-pori atau retak atau rusak harus dibuang sama
sekali.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 19


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

8. Untuk memudahkan pelaksanaan serta mendapatkan mutu pengelasan yang


baik, maka pada dasarnya semua pekerjaan pengelasan harus dilakukan di
bengkel. Bila akan mengadakan pengelasan lapangan harus seijin tertulis dari
Konsultan Pengawas.
9. Perhatian khusus diberikan pada pengelasan yang dilakukan di lapangan (field
weld), dimana posisi dari tukang las harus sedemikian sehingga dapat dengan
mudah melakukan pengelasan dengan hasil yang baik tanpa mengabaikan
keselamatan kerja.
10. Pada semua pengelasan harus dilakukan pemeriksaan visual untuk mengetahui
apakah :
a. persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik (bersih, gap yang cukup
dan lain-lain).
b. las yang ada tidak berpori, undercut, retak permukaan atau cacat-cacat lain.
c. ukuran dan tipe las sudah sesuai gambar.
11. Pada jumlah lokasi 30% dari seluruh lokasi pengelasan juga harus dilakukan
"Liquid Penetrant Test" sesuai dengan AWS D 1.1-90. Lokasi pengetesan
ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
12. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan Pengawasatau apabila ada keraguan
terhadap hasil "Liquid Penetrant Test" tersebut, maka Konsultan Pengawasdapat
meminta pada Kontraktor untuk juga melakukan Radiographic Test sesuai
dengan AWS D 1.1-90.
13. Laboratorium uji las yang ditunjuk harus mendapat persetujuan Konsultan
Pengawasdan semua biaya pengujian las menjadi tanggung jawab Kontraktor.

10. Percobaan Pengangkatan di Bengkel


Untuk memudahkan pengangkatan konstruksi baja di lapangan, maka disyaratkan
agar dilakukan percobaan pengangkatan di pabrik (workshop assembly), sehingga
dapat diketahui dengan jelas mengenai ketepatan/keakuratan elemen-elemen
konstruksi baja yang terpasang berikut sambungan-sambungannya. Percobaan
tersebut penting untuk dilaksanakan, agar dapat diketahui dengan pasti ketepatan
ukuran dan juga kekuatan konstuksi baja tersebut, serta dapat dilakukan
penyempurnaan sebelum baja tersebut dipasang pada tempatnya.

10.9. Metode Pengangkatan


a. Waktu pengajuan.
Selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pengangkatan dimulai, Kontraktor
harus mengajukan secara tertulis permohonan untuk hal ini. Metode dan skedul
pengangkatan tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Metode
pengangkatan harus mencakup antara lain :
1. Rencana pengiriman baja dari bengkel.
2. Lokasi penyimpanan elemen baja yang hendak dipasang.
3. Alat-alat bantu yang digunakan berikut perlengkapannya.
4. Urut-urutan pengangkatan.
5. Langkah pengamanan selama pengangkatan berlangsung.
6. Pengaku sementara untuk pengaman konstruksi selama pengangkatan
berlangsung.
7. Skedul pengangkatan elemen-elemen baja.
8. Perlengkapan yang diperlukan sebelum dan selama pengangkatan.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 20


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

b. Pemeriksaan akhir sebelum pengiriman.


Kontraktor harus membuat jadual rencana pengiriman dari pabrik ke lapangan
kepada Konsultan Pengawas. Dengan jadual tersebut, Konsultan Pengawasdapat
mengatur waktu untuk pemeriksaan akhir sebelum baja dikirim. Setiap pengiriman
tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dapat ditolak oleh Konsultan Pengawasdan
risiko biaya serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
c. Lokasi penempatan baja di lapangan.
Penempatan elemen baja di lapangan harus pada tempat yang kering/ terlindung
sehingga elemen-elemen tersebut tetap dalam kondisi baik hingga terpasang.
Konsultan Pengawasberhak untuk menolak elemen-elemen baja yang rusak karena
salah penempatan atau rusak akibat proses apapun juga.
d. Waktu pengangkatan.
Pengangkatan elemen-elemen baja hanya boleh dilaksanakan setelah metode dan
jadual pengangkatan disetujui oleh Konsultan Pengawas.
e. Posisi angkur dll.
Sebelum pengangkatan dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali dudukan/
posisi angkur-angkur baja untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik
dan tidak mengalami kerusakan, demikian juga dengan jarak dan lain-lain sesuai
dengan gambar kerja.
Perhatian khusus dalam pemasangan angkur-angkur untuk rangka baja dimana
jarak-jarak/kedudukan angkur-angkur harus tetap dan akurat untuk mencegah
ketidak cocokan dalam erection, untuk ini harus dijaga agar selama pengecoran
angkur-angkur tersebut tidak bergeser, misalnya dengan mengelas pada tulangan
kolom/balok atap.
f. Keselamatan di lapangan.
Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja-pekerjanya di lapangan.
Untuk itu Kontraktor harus menyediakan ikat pinggang pengaman, topi pengaman,
sarung tangan dan alat lain yang diperlukan selama pekerjaan berlangsung.
g. Kegagalan pengangkatan
Kontraktor harus merencanakan pengangkatan ini dengan baik dan mempersiapkan
segala alat penunjang agar proses pengangkatan dapat berjalan sesuai dengan
rencana. Kegagalan pengangkatan akibat kelalaian maupun sebab lainnya menjadi
tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya, baik terhadap biaya maupun waktu.
h. Kerusakan elemen baja
Secara prinsip elemen baja yang rusak baik karena salah pemotongan maupun tidak
memenuhi toleransi yang disyaratkan tidak diizinkan untuk digunakan pada proyek
ini, kecuali diizinkan oleh KP.
i. Tenaga ahli untuk pengangkatan.
Untuk proses pengangkatan di lapangan, Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli
dalam bidang konstruksi baja yang senantiasa mengawasi dan bertanggung jawab
atas pekerjaan ini. Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan tersebut harus mendapat
persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.
j. Las lapangan.
Secara prinsip las di lapangan sedapat mungkin dihindarkan. Jika pengelasan harus
dilakukan di lapangan dengan alasan tertentu, maka Kontraktor wajib membuktikan
bahwa hasil las lapangan tersebut secara teknis memenuhi syarat. Untuk itu
Kontraktor harus mengusulkan cara pengujian atas hasil las lapangan ini, agar dapat
disetujui oleh Konsultan Pengawas. Uji las tersebut meliputi antara lain tebal las,
kualitas las dan kepadatan las.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 21


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

10.10. Pengecatan
a. Persiapan Pengecatan
Semua permukaan elemen baja sebelum dicat harus bebas dari :
1. lapisan mill, yaitu lapisan tipis mengkilap yang berasal dari pabrik baja.
2. karat
3. minyak dan bahan kimia lainnya.
4. kotoran yang akan mempengaruhi kualitas pengecatan.

Pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan "mechanical wire brush" (sikat


baja mekanis) dan tidak boleh menggunakan sikat baja manual, kecuali hanya untuk
permukaan-permukaan yang betul-betul tidak dapat dijangkau oleh "mechanical wire
brush" tersebut, sebelum pengecatan dilakukan. Pembersihan dengan menggunakan
sand blasting sangat dianjurkan, terutama untuk permukaan baja yang mengalami
korosi.

b. Pengecatan Primer/Dasar
Setelah persiapan pengecatan seperti tersebut di atas, elemen baja dicat dasar
sebagai berikut :
Item Cat Dasar
Tipe Zinc Chromate
Merk ICI atau Danapaint
Ketebalan 35 micron
Cat dilakukan di Workshop/ pabrik

Apabila cat dasar yang sudah dilakukan belum sempurna, maka Kontraktor wajib
memperbaiki kondisi ini dengan melakukan pembersihan atas cat dasar tersebut dan
pengecatan diulang kembali sesuai dengan prosedur yang ada.
c. Cat Finish.
Jika tidak disebutkan secara khusus maka cat finish harus dilakukan 2 (dua) kali
dengan ketentuan sebagai berikut :
Item Cat Finish I Cat Finish II
Tipe Cat gloss enamel Cat gloss enamel
Merk ICI atau Danapaint ICI atau Danapaint
Ketebalan 30 micron 30 micron
Cat dilakukan di Pabrik Pabrik

Sama seperti cat dasar, maka cat finish I maupun cat finish II baru boleh dilaksanakan
setelah lapisan cat-cat sebelumnya betul-betul kering. Kontraktor wajib melakukan
pengecatan sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan. Hasil yang
tidak sempurna, harus diperbaiki dan Kontraktor bertanggung jawab atas segala
risiko yang terjadi.
d. Pemeriksaan tebal cat.
Untuk memeriksa tebal cat, Kontraktor harus menyediakan alat ukur khusus untuk
itu.
e. Baja yang dibungkus dan baja sementara.
Khusus untuk elemen baja yang akan dibungkus beton atau baja yang tidak permanen,
maka bagian permukaan tersebut hanya dicat dengan cat dasar saja.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 22


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

10.11. Anti Lendut


Secara umum konstruksi baja harus difabrikasi dengan memperhatikan anti lendut
khususnya untuk kuda-kuda dan kantilever. Besarnya anti lendut adalah minimum
sama dengan besarnya lendutan akibat beban mati. Besarnya anti lendut
tersebut dapat dilihat pada gambar atau jika tidak disebutkan secara khusus besarnya
adalah sebesar 1/350 kali bentang.

PASAL 11
PEKERJAAN RANGKA BAJA RINGAN DAN
PENUTUP ATAP

11.1. Rangka Atap Baja Ringan


Pekerjaan atap yaitu pekerjaan rangka atap baja ringan untuk semua rangka
penutup, penutup atap genteng metal untuk semua penutup atap.
Material :
a. Profil yang digunakan untuk perkerjaan rangka atap harus mempunyai lapisan
tahan karat dengan seng dan aluminium dengan komposisi yang memenuhi
standar dan berkualitas baik, setara Smartruss;
b. Profil yang digunakan untuk rangka atap adalah profil lip-chanel berbahan
zincalume steel AZ 100, dengan tipe dan ukuran sebagai berikut:
- Top Chord Braching C Truss-75.75 ukuran 40.38.75 (ketebalan dasar baja
0,75 mm);
- Web Chord Braching C Truss-75.75 ukuran 40.38.75(ketebalan dasar baja
0,75 mm); dan
- Bottom Chord Braching C Truss-75.100 ukuran 40.38.75 (ketebalan dasar
baja 1,00 mm);
- Reng Ts 40.45 ukuran 15.30.40.
c. Profil yang digunakan untuk reng adalah profil top hat (U terbalik) berbahan
zincalume steel AZ 100, tipe Reng Ts 40.45 ukuran 15.30.40, dengan ketebalan
dasar baja 0,45 mm.
d. Talang/talang jurang menggunakan material mutu baja yang digunakan setara
G550 dengan pelapisan AZ100 dan memiliki ketebalan dasar baja 0,33; 0,45
mm.
e. Strap Bracing merupakan tali pengikat untuk menahan beban
lateral/horizontal tarik seperti angin atau gempa, yang berfungsi membuat
struktur secara keseluruhan menjadi lebih kaku/rigid. Material yang digunakan
setara G550 dengan pelapisan AZ100 dan memiliki dimensi lebar 25mm x tebal
1 mm; dan lebar 35 mm x tebal 0,75 mm.

11.2. Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan


Pemasangankuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerjasebagai berikut:
a. Langkah 1: Persiapan kerja
1. Menyiapkan desain/gambar rencana atap dan perletakkan kuda kuda,
yang didukung oleh analisis perhitungan yang akurat serta memenuhi
kaidah-kaidah teknik yang benar dalam perancangan standard dan tidak
diperkenankan menggunakangambar draft sebagai panduan.
2. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dankesehatan
kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan
pekerjaan diatas ketinggian.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 23


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

3. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, dan


keseluruhan instrumen pekerjaan ini.

b. Langkah 2: Leveling dan marking


1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan
siku, dengan menggunakan selangair (waterpass) dan penyiku sebagai alat
bantu
2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian
bangunan dan tersambung secara benar dengan kolom yang ada
dibawahnya.
3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda
4. Mengukur jarak antara kuda-kuda

c. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda


1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan
kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit
2. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya diatas ring balok atau wall-
plate.
3. Memastikan posisi kiri dan kanan kuda-kuda tidak terbaik.Sisi kanan dan
kiri kuda kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerjaa melihat
kuda-kuda.
4. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan
ringbalok menggunakan benang dan lot.
5. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan meggunakan
4 buah screw 12-14x20 HEX.
6. Mengencangkan plat L dengan ringbalok menggunakan dynabolt,, dan
menambahkan balok peopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak
berubah.
7. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-
kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
8. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2
meter)
9. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama(datar)
10. Memasangbalok nok
11. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angi.
Bracing dipasang diatas top-chord dan dibawah reng.
12. Bila menggunakan alumunium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu
diatas truss, jurai dan rafter.
13. Memasang reng (roof) battens engan jarak menyesuaikan jenis penutup
atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat
memakai screw sebanyak 2 buah.
14. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang
menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang
sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda
terluar dan jarak antar outrigger 120 cm. Outrigger harus diletakkan di-
screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
15. Memasang ceilling battens dengan jarak abtar masing-masing ceilling
battens adalah 120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan bagian
atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Untuk pertemuan ceilling
battens dengan ring balok diberi buntalan bracket yang di ikat memakai 2
buah dynabolt.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 24


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

11.3. Pekerjaan Pemasangan Penutup Atap


1. Memerikasa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok
maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dangan benar.
2. Bila menggunakan Alumunium foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu
diatas jurai dan rafter.
3. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan,
kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10-
16x16 HEX.
4. Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah keatas. Pemasangan
penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak belok-
belok.
5. Penutup atap dan Rabung atap menggunakan atap jenis :
a. Atap Genteng Metal Pasir warna hitam digunakan pada bagian atap tegak
badian luar bagunan
b. Atap spandek dengan ketebalan 3 mm digunakan pada bagian dalam
bangunan.
6. Penutup atap dari bahan polycarbonat + rangka digunakan pada bangunan ruang
kelas baru.
7. Penutup Atap Kaca + rangka hollow digunakan pada roof garden pada ruang
kelas baru.

11.4. Inspeksi Teknis


Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-serpihan akibat proses
pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja
ringan, seperti : pengikat dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak
standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang
menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat besar. Oleh
karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran
maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun bereada disekitar
struktur baja ringan.

11.5. Pemasangan Lisplank


Bahan yang digunakan untuk lisplank yaitu GRC.
Terdapat dua teknis model cara pemasangan Linsplank, yaitu:
- Pemasangan lisplank secara Vertikal (tegak luus)
Sistem pemasangan seperti ini banyak diterapkan pada pekerjaan Perumahan
karena teknis kerjanya yang simpel dan mudah, yaitu dengan Penyekrupan
Lisplank secara langsung pada Reng Baja Ringan.
- Pemasangan lisplank secara Diagonal (tegak lurus terhadap rangka atap)
Lisplank didudukan pada Profil C Baja Ringan yang sebelumnya mesti dipasang
terlebih dahulu, sehingga memerlukan Profil C Baja Ringan yang lebih banyak.
Cara ini lebih baik dari segi kekuatan, karena Lisplank tersebut dapat disekrup 2
buah (2 baris) pada setiap profil melintangnya.

11.6. Pemasangan Talang Air ½ Lingkaran


Bahan yang digunakan untuk Talang Air ½ lingkaran adalah seng BJLS 30
berdiameter 15 cm.
Pekerjaan pemasangan talang air harus dilaksanakan dengan teliti agar ketika
bangunan sudah mulai beroperasi, talang air dapat bertahan lama dalam
mengalirkan air aliran hujan. Sudut atau kemiringan talang air yang paling utama
harus diperhatikan.

Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 25


Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Jl. H. M. Joni No. 51 Teladan Barat, Medan, Sumatera Utara 20217

Pasal 12
PEMBERSIHAN DAN PEMELIHARAAN

12.1. Kontraktor harus bertanggungjawab atas setiap kerusakan atau kesalahan pada
borongan yang disebabkan oleh kelalaian kontraktor pada waktu pelaksanaan
maupun dalam masa pemeliharaan atau kekurangan setelah serah terima pertama
dilaksanakan.

12.2. Bilamana terjadi kecelakaan pada borongan sebelum diserah terimakan dari
kesalahan atau kekeliruan kontraktor atau sub kontraktor atau karena bahan yang
kurang baik atau dikarenakan kesalahan pelaksanaan yang dibuat kontraktor dan
belum mendapat persetujuan dari direksi atau konsultan supervisi (kecuali
perencanaan yang diserahkan direksi) seluruhnya adalah tanggungan kontraktor.

12.3. Selama dalam masa pemeliharaan setelah serah terima 100%, kontraktor bertangung
jawab memperbaiki secepat mungkin segala kerusakan dan kekurangan-kekurangan
akibat dari kesalahan atau kalalaian pemborongan.

PASAL 13
PENUTUP

13.1. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan pemyelesaian di lapangan
akan dibicarakan dan diatur oleh Pengawas dengan Penyedia dan bila diperlukan
akan dibicarakan bersama Konsultan dan Pengawas dalam Rapat Evaluasi Berkala.

13.1. Segala Sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini dan ternyata diperlukan, akan
dicantumkan dalam berita acara aanwijzing.

Medan, 2018

Konsultan Perencana

Dibuat Oleh :

(Wahyu Mukjizat, ST)


Team Leader

DisetujuiOleh: Mengetahui :
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengguna Anggaran (PA)
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara

Martina Silaban, SH Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si


Pembina Tk. I Pembina Utama Muda
NIP. 19660301 198603 2 005 NIP. 19630406 199003 2 002
Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) 26