Anda di halaman 1dari 12

2019

BAB - V
KESIMPULAN

5.1 ARSITEKTUR

5.1.1. Penggalan Arsitektur Bangunan Sumatera Utara

Bangunan-bangunan yang terdapat di Sumatera Utara memiliki nama-nama


yang berbeda-beda antara bangunan yang satu dengan yang lainnya.
Perbedaan ini disebabkan oleh bentuk atap dan pintu yang berbeda-beda pada
masing-masing bangunan tempat tinggal.

Sistem pembagian ruangan pada Bangunan-Bangunan tinggal dapat


dihubungkan dengan pandangan masyarakat tentang kedudukan dan fungsi
masing-masing anggota keluarga dari penghuni suatu Bangunan. Pembagian itu
didasarkan kepada tiga daerah yang terpisah terbedakan penggunaannya yaitu
: daerah wanita, daerah laki-laki, daerah netral ( dipergunakan bagi wanita
dan laki-laki).

Secara tipologi bentuk bangunan pada arsitektur tradisional Sumatera Utara


adalah Bangunan panggung yaitu ada perbedaan peil ketinggian dari jalan
dengan lantai Bangunan. Bentuk ini diperkirakan berawal dari ketika manusia
tinggal hutan-hutan yang berusaha melindungi diri dari gangguan hewan.

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 1
2019

5.1.2. Kesimpulan

Kabupaten Humbang Hasundutan yang secara de Jure dan de Facto termasuk


daerah Sumatera Utara, sehingga di dalam perjalanan perancangan arsitektur
perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup Prov.
Sumatera Utara dan UPT Kab. Humbang Hasundutan maka diperlukan suatu
konsep arsitektur pola arsitektur Sumatera Utara, yang modern dan selaras
dengan lingkungannya.

5.1.3. Saran

Untuk mewujudkan perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Dinas


Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Utara dan UPT Kab. Humbang Hasundutan
dengan suatu konsep arsitektur pola Arsitektur Sumatera Utara, yang modern
dan selaras dengan lingkungannya, maka ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan :
1. Pola bangun dan ruang yang simetri namun jelas pembagian zona ruang
sesuai dengan aktivitas dan fungsinya.
2. Karakter bangunan yang merupakan bangunan sarana dan prasarana
pelayanan ibadah dan memiliki karakter agamis, berwibawa dan mandiri
(ketegasan bentuk) serta ramah terhadap sekitarnya, sebagai cerminan
swatantra wibawa mukti. Hal ini ditandai oleh adanya muka fasade yang
lebih maju dengan kolom sebagai unsur vertikal yang menegaskan bentuk
simetri.
3. Bangunan memiliki unsur kaki, badan dan kepala yang seimbang
komposisinya sehingga menegaskan kewibawaan.
4. Adanya perbedaan peil bangunan dengan jalan sebagai penegasan unsur
kaki bangunan dan keamanan posisi bangunan.
5. Badan bangunan yang mengkomposisikan kolom dengan bukaan jendela
yang tipis, tinggi dan berulang menegaskan karakter wibawa dan arif
karena selaras dengan lingkungannya dan ditujukan untuk penghawaan
ruang yang nyaman.

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 2
2019

6. Kepala bangunan digambarkan dengan atap jurai arsitektur Jawa Barat


dan ujung bubungan dari tembaga sebagai unsur arsitektur betawi,
dengan komposisi atap yang besar untuk menegaskan bentuk simetri dan
kenyamanan ruang didalamnya.
7. Material banyak menggunakan unsur alam yang terdapat disekitar
sehingga menggambarkan kesederhanaan.

5.2. STRUKTUR

5.2.1. Sistem Struktur Bawah

Sub struktur adalah suatu struktur pondasi untuk mendukung beban bangunan.
Pondasi perlu direncanakan sedemikian rupa supaya aman, efisien dan
ekonomis.

 Pondasi Dangkal
Apabila lapisan tanah keras tidak dalam, maka akan direncanakan untuk
pondasi dangkal dengan menggunakan dengan pondasi telapak.

5.2.2. Sistem Struktur Atas

Upper struktur untuk pekerjaan pembangunan Bangunan direncanakan akan


menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan kemudahan untuk
dilaksanakan, tetapi aman terhadap kekuatan konstruksi, efisien, dan
ekonomis.

5. 3. UTILITAS BANGUNAN
Persyaratan

Utilitas yang berada di dalam dan di luar bangunan gedung harus memenuhi
persyaratan standar utilitas bangunan (SNI) yang berlaku. Spesifikasi teknis
utilitas bangunan gedung meliputi ketentuan-ketentuan :

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 3
2019

a. Air bersih

1. Setiap pembangunan baru bangunan gedung harus dilengkapi dengan


prasarana air bersih yang memenuhi standar kualitas, cukup jumlahnya
dan disediakan dari saluran air minum kota (PDAM), atau sumur.
2. Setiap bangunan gedung , selain rumah (yang bukan dalam bentuk
rumah susun), harus menyediakan air bersih untuk keperluan
pemadaman kebakaran dengan mengikuti ketentuan dalam SNI yang
berlaku.
3. Bahan pipa yang digunakan harus mengikuti ketentuan teknis yang
ditetapkan.

b. Saluran air hujan

1. Pada dasarnya semua air hujan harus dialirkan ke jaringan umum kota.
Apabila belum tersedia jaringan umum kota, maka harus dialirkan
melalui proses peresapan atau cara lain dengan persetujuan instansi
teknis yang terkait.
2. Ketentuan lebih lanjut mengikuti ketentuan dalam SNI yang berlaku.

c. Pembuangan air kotor


1. Semua air kotor yang berasal dapur, kamar mandi, dan tempat cuci,
pembuangannya harus melalui pipa tertutup dan/atau terbuka sesuai
dengan persyaratan yang berlaku.
2. Pada dasarnya pembuangan air kotor yang berasal dari dapur, kamar
mandi, dan tempat cuci, harus dibuang atau dialirkan ke saluran umum
kota.
3. Tetapi apabila ketentuan dalam butir 2) tersebut tidak mungkin
dilaksanakan, karena belum terjangkau oleh saluran umum kota atau
sebab-sebab lain yang dapat diterima oleh instansi teknis yang
berwenang, maka pembuangan air kotor harus dilakukan melalui proses
pengolahan dan/atau peresapan.

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 4
2019

d. Pembuangan limbah
Setiap bangunan gedung yang dalam pemanfaatannya mengeluarkan
limbah cair atau padat harus dilengkapi dengan tempat penampungan dan
pengolahan limbah, sesuai ketentuan dari peraturan yang berlaku
1. Tempat penampungan dan pengolahan limbah dibuat dari bahan kedap
air, dan memenuhi persyaratan teknis yang berlaku sehingga tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

e. Pembuangan sampah

1. Setiap bangunan gedung harus dilengkapi dengan tempat


penampungan sampah sementara yang besarnya disesuaikan dengan
volume sampah yang dikeluarkan setiap harinya, sesuai dengan
ketentuan dari peraturan yang berlaku.
2. Tempat penampungan sampah sementara harus dibuat dari bahan
kedap air, mempunyai tutup, dan dapat dijangkau secara mudah oleh
petugas pembuangan sampah dari Dinas Kebersihan setempat.

f. Instalasi listrik

1. Pemasangan instalasi listrik harus diperhitungkan dan aman sesuai


dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik yang berlaku.
2. Setiap bangunan gedung yang dipergunakan untuk kepentingan umum,
bangunan khusus, dan gedung kantor tingkat
Departemen/Kementrian/Lembaga Tinggi/Tertinggi , harus memiliki
pembangkit listrik darurat sebagai cadangan, yang besar dayanya dapat
memenuhi kesinambungan pelayanan.
3. Penggunaan pembangkit tenaga listrik harus memenuhi syarat
keamanan terhadap gangguan dan tidak boleh menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan.

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 5
2019

5.5 PERENCANAAN LANJUTAN PEMBANGUNAN KANTOR

DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROV. SUMATERA UTARA DAN UPT

DI KAB. HUMBANG HASUNDUTAN

22 21 20 19 18 17 16
25.00
4.00 4.00 4.00 4.00 4.00

22 RENCANA GERBANG II
16
2.00

2.00
23 PARKIR ATAS
15
4.00
4.00

4.00
24 14
4.00

4.00
1800

3.00 4.30
25 GEDUNG UPT. 13
4.00

4.00
26 12
30.00

30.00
4.00

4.00
27 1.70
11
9.00
4.00

4.00
POS
28 10
GERBANG UTAMA

4.00

HALAMAN PAVING BLOCK T = 6 CM


1400

9
1
3.75
2.00

2 8
2.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 3.00
25.00

1 2 3 4 5 6 7 8

Gambar Perencanaan Siteplan

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 6
2019
DENAH

DENAH
3.75 4.00 4.00 4.00
2.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 3.00
25.00 16.00

1 2 3 4 5 6 7

10
8

12
11
9
8
TAMPAK DARI LUAR

TAMPAK DARI LUAR


1.50
1.50
MT

1.50

1.50
MT
0.13 2.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00
3.75 4.00 4.00 4.00
25.00
16.00

1 2 3 4 5 6 7 8

10

12
11
9
8
LAYOUT PAGAR - A No. 1 s/d 8 LAYOUT PAGAR - B No. 8 s/d 12
SKALA 1 : 180 SKALA 1 : 180
2.00

GERBANG UTAMA

4.00 6.00 2.00


12.00
DENAH

28 29 2 1
TAMPAK DARI LUAR

1.50
1.50

MT
4.00 6.00 2.00 0.13
12.00

27 28 2 1
LAYOUT PAGAR - F No. 1,2,27 dan 28
SKALA 1 : 180

RENCANA GERBANG II
PARKIR ATAS
DENAH

DENAH

4.00 4.00 4.00 2.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 5.00
14.00 25.00

22 21 20 18 17 16
14

16
12

15
13

19
TAMPAK DARI DALAM

TAMPAK DARI DALAM


1.50

1.50
1.50

MT
3.00

4.00 4.00 4.00 2.00 MT


14.00
4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 5.00
25.00
14

16
12

15
13

LAYOUT PAGAR - C No. 12 s/d 16 22 21 20 19 18 17 16


SKALA 1 : 180

LAYOUT PAGAR - D No. 16 s/d 22


SKALA 1 : 180

2.00 4.00 4.00 4.00 4.00


1800
DENAH

23

25
24

27
26
22
TAMPAK DARI DALAM

1.50
1.50

MT
2.00 4.00 4.00 4.00 4.00
1800
23

25

27
24

26
22

LAYOUT PAGAR - D No. 22 s/d 27


SKALA 1 : 180

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 7
2019

0.70 3.30 0.70

0.07
Teralis Pagar Finishing Cat Relief Finishing Cat
0.10 Dinding Semen Plester + Acian
0.03 Finishing Cat
Relief Finishing Cat
Dinding Finishing Keramik
1.50

Relief Finishing Cat

TAMP. DEPAN ( LUAR ) PAGAR TYPE -A Sloof 200x200


SKALA 1 : 40 Dinding Finishing
Batu Alam Andesit
Uk. 20x40

0.70 3.30 0.70 0.25


0.07

0.07
0.10

0.10
0.03

0.03
0.03 0.03 0.03 0.03 0.03
0.03
1.50

1.50

1.30
0.90

0.10
TAMP. BELAKANG ( DALAM ) PAGAR TYPE -A TAMP. SAMPING PAGAR TYPE -A
SKALA 1 : 40 SKALA 1 : 40

0.70 3.30 0.70


0.05
0.25

0.15

0.25
0.05

0.10 0.05 0.05 0.10 0.10 0.05 0.05 0.10


0.40 0.40
TAMP. ATAS TIPIKAL PAGAR TYPE -A
SKALA 1 : 40

Kolom Beton Bertulang


0.45

Uk. 200x200

Dinding Semen Plester + Acian


Finishing Cat

Lubang Angin Lubang Angin Lubang Angin Lubang Angin


0.60
1.50

0.73 0.15 0.58 0.15 0.58 0.15 0.58 0.15 0.73


0.45

0.20 3.80 0.20


4.00

TAMP. DEPAN ( LUAR ) PAGAR TYPE -B


SKALA 1 : 40

Kolom Beton Bertulang


0.45

Uk. 200x200

Dinding Semen Plester + Acian


Finishing Cat

Lubang Angin Lubang Angin Lubang Angin Lubang Angin


0.60
1.50

0.73 0.15 0.58 0.15 0.58 0.15 0.58 0.15 0.73


0.45

0.20 3.80 0.20


4.00

TAMP. BELAKANG ( DALAM ) PAGAR TYPE -B


SKALA 1 : 40

4.00
0.20 3.80 0.20
0.20

0.15 0.15 0.15 0.15


0.73 0.58 0.58 0.58 0.73

TAMP. ATAS PAGAR TYPE -B


SKALA 1 : 40

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 8
2019

0.25

0.07

0.07
0.70 5.30 0.70
Relief Finishing Cat
Dinding Semen Plester + Acian
Finishing Cat
Relief Finishing Cat
Dinding Finishing Keramik

1.60

1.60
1.50

1.50
TAMP. DEPAN ( LUAR ) GERBANG UTAMA
SKALA 1 : 40

0.70 5.30 0.70


Relief Finishing Cat
Dinding Semen Plester + Acian
Finishing Cat
Tiang Rangka Hollow
1.60

1.60
1.50

TAMP. BELAKANG ( DALAM ) GERBANG UTAMA


SKALA 1 : 40

11.05
0.25

0.25

Rel Siku 40x40x4

0.70 0.70 5.30 0.70

TAMP. ATAS GERBANG UTAMA


SKALA 1 : 40
0.25
0.70

0.40 1.28
1.28
a-a

0.15 0.05
0.10
0.40

0.20
a-a

0.25

2.73
DETAIL TAMAN 0.70
1.50
1.10

SKALA 1 : 30

0.25 1.53 0.70


0.07

0.20

Relief Finishing Cat

Dinding Finishing
Batu Alam Andesit
Uk. 20x40

POTONGAN A- A
1.60
1.50

SKALA 1 : 30

Tanaman

Dinding
Finishing Cat
MT
TAMPAK TAMAN
SKALA 1 : 30

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 9
2019

1% 1%
1.50
1.50
1.50

MT MT Detail A
Skala 1:50

4.00 16.00 4.00

Pot. A - A
Skala 1:100
1.50
1.50
1.50

1.50
A
MT

1.50
4.00 12.00 14.00

Pot. B - B
Skala 1:100

Tamp. Samping Kiri


Skala 1:100 Tamp. Samping Kanan
Skala 1:100

Tamp. Depan Tamp. Belakang


Skala 1:100 Skala 1:100

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 10
2019

CLLC

0.50 1.73 1.73 0.50

1.25

2.50
3.50

0.30 1.00 0.20 0.20 1.00 0.30

POTONGAN JEMBATAN
SKALA 1 : 100

4.00 4.00 4.00


0.10

Deletasi Joint Deletasi Joint Deletasi Joint Deletasi Joint


Sealant Pot-1 Sealant Sealant Sealant
5.00
0.10

MODUL LEBAR JALAN 5 METER


SKALA 1 : 50

?
5.00
0.10 2.50 2.50 0.10

Perkerasan Beton
Mutu f'c=19,3 Mpa t=20 cm Pembesian
Wiremesh M-8
Lapisan Plastik Hitam Levelling ( Sub-base) x 1 Lapis
Sirtu t=10 cm Perkerasan Beton Joint Sealant
fc 19,3 mpa t= 20 cm Pembesian
Wiremesh M-8

DET. TIPIKAL RUAS JALAN - 1 LEBAR 5 M x 1 Lapis

SKALA 1 : 25

Lapisan Plastik Hitam


Levelling (Sub -base)
Sirtu Tebal= 10 cm
POTONGAN -1
SKALA 1 : 12,5

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 11
2019

1.20 1.20 0.60 0.60

0.25 0.10 0.10

0.24 0.10 0.10


0.10

0.10
Besi Siku 30x30 mm Besi Siku 30x30 mm

Besi Nako 10 - 12 mm
1.40

1.40

1.40

1.40
0.76

0.76
Besi Nako 10 - 12 mm
0.10

0.10
0.10 0.38 0.25 0.38 0.10 0.10 0.38 0.10

Jendela 1 Jendela 2
Skala 1:100 Skala 1:100

0.60 0.60
Besi Siku 30x30 mm
0.50

0.10 0.30

Besi Nako 10 - 12 mm

0.10 0.38 0.10

Ventilasi V1
Skala 1:100

1.00 1.00 1.00 1.00


Besi Siku 30x30 mm

Besi Nako 10 - 12 mm

Besi Hollow 100x50

Besi Hollow 100x50

Handle Pintu
2.10

2.10

0.11 0.11

Besi Nako 10 - 12 mm
0.43

0.80

Pintu 1 & 2
Skala 1:100

LAPORAN PERENCANAAN
bab-5| 12