Anda di halaman 1dari 82

EVALUASI PELAKSANAAN PAKET PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN

SECARA LONG SEGMENT

Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono (ATM), MT., IPU.


Guru Besar Transportasi UGM - Ketua Presidium MTI - DPP HPJI
Jakarta, 15 Januari 2019
Outline Presentasi :
▪ PENGANTAR KEGIATAN
▪ METODOLOGI DAN OBYEK PENELITIAN
▪ KERANGKA EVALUASI PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
▪ HASIL ANALISIS SEM (STRUCTURAL EQUATIONAL MODELLING)
▪ HASIL EVALUASI PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
▪ SIMPULAN HASIL EVALUASI PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
▪ REKOMENDASI PERBAIKAN PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT

2
PENGANTAR KEGIATAN

3
PRESERVASI JALAN:
Menuju Jalan Nasional yang Mantap
 BBPJN/BPJN bertanggungjawab mengelola kinerja pelayanan jalan nasional
menuju performance mantap, nyaman, selamat, berdayaguna dan
berhasilguna agar jalan nasional dapat melayani lalulintas hingga umur
rencana.
 Salah satu upaya yang harus dilakukan : menerapkan program preservasi aset
jalan nasional sesuai Renstra Ditjen Bina Marga 2015-2019.
 Permen PU Nomor 13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan
Penilikan Jalan, “Preservasi Aset Jalan” meliputi :
✓ pemeliharaan jalan : → bersifat fungsional
▪ pemeliharaan rutin (minor & kondisi)
▪ pemeliharaan berkala (preventif & rehabilitasi minor)
✓ rehabilitasi mayor jalan → bersifat struktural
✓ rekonstruksi jalan → bersifat struktural
 Sebelum tahun 2015, semua program pemeliharaan rutin (minor dan kondisi)
jalan nasional dilaksanakan secara swakelola, berdasarkan catatan Auditor
banyak belanja barang yang tidak sesuai dengan tertib prosedur administrasi
dan dirasa sangat terbatas ketersediaan sumber daya (tenaga pelaksana, biaya,
material dan peralatan) di lapangan.
4
PRESERVASI JALAN:
Menuju Jalan Nasional yang Mantap

 Sejak dibentuknya Direktorat Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga (2015),


program preservasi aset jalan dilaksanakan oleh Kontraktor yang diawasi
langsung oleh Konsultan Supervisi dengan Kontrak Kerja Konstruksi.
 Untuk menjamin pelaksanaan preservasi jalan yang lebih efektif dan efisien,
Ditjen Bina Marga (SE : 08/SE/Db/2015; 09/SE/Db/2015) menerapkan
program preservasi secara Long Segment, yang dibuat dalam paket
penanganan jalan tiap 100-200 km, yang di dalamnya meliputi :
✓ pemeliharaan rutin minor : diimplementasikan bersifat fungsional
✓ Pemeliharaan rutin kondisi : diimplementasikan bersifat fungsional
✓ pemeliharaan preventif : belum diimplementasikan? Why?
✓ rehabilitasi : diimplementasikan bersifat struktural
✓ Rekonstruksi : diimplementasikan bersifat struktural
 Perubahan dari swakelola menuju sistem kontrak kerja konstruksi
memerlukan perubahan paradigma baru bagi kontraktor yang tadinya
hanya sebagai pelaksana maka harus berubah menjadi manajer jalan yang
harus peka dan peduli terhadap tipe dan jenis kerusakan fungsional dan
struktural jalan selama durasi kontrak yang disepakati.
5
Saya terlibat aktif : Kajian Preservasi Jalan :
 2013 :
▪ Monitoring dan Evaluasi Program Pemeliharaan Rutin/Berkala terhadap
Capaian Fungsi dan Manfaat Jalan Nasional di Ditbinlak Wilayah-I
 2015 :
▪ Inventarisasi, Identifikasi, Evaluasi Data dan Informasi Pelaksanaan Preservasi
Jalan Nasional (Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Bali, NTB)
▪ Penyusunan Indikator Kinerja Pelaksanaan Preservasi Jalan Nasional
▪ Penyusunan Usulan Rekomendasi Teknis Pengembangan Teknologi Bahan dan
Peralatan Preservasi Jalan Nasional
 2016 :
▪ Pembimbingan intensif 14 Tesis S2 Beasiswa Bina Marga terkait Preservasi Jalan
▪ Pemaparan 12 karya ilmiah terkait Preservasi Jalan di jurnal terakreditasi
 2017 :
▪ Penyusunan Kriteria Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan
▪ Evaluasi Pelaksanaan Preservasi Jalan dan Jembatan secara Long Segment di
BBPJN-II (Sumut, Riau) dan di BBPJN-VIII (Jatim dan Bali).
 2018 :
▪ Model Penilaian Kinerja Preservasi Jalan Jembatan di Provinsi Sumut & Riau.
▪ Instruktur Workshop terkait bahasan preservasi jalan pada beberapa PTN/PTS 6
METODOLOGI & OBYEK PENELITIAN
(Metode Pengumpulan Data, Metode Analisis & Evaluasi)

7
PROSES PENGUMPULAN DATA
▪ METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
✓ Wawancara terstruktur dengan purposive sampling responden
✓ FGD & pengisian kuesioner survei oleh responden
✓ Observasi/pengamatan dengan kunjungan lapangan
▪ JENIS DATA PRIMER YANG DIKUMPULKAN :
✓ Data tingkat kepentingan dan tingkat penanganan :
problem perencanaan program preservasi jalan → kuesioner survei-1
✓ Data tingkat kepentingan dan tingkat permasalahan : proses
procurement paket preservasi secara long segment → kuesioner survei-2
✓ Data tingkat permasalahan : proses pelaksanaan preservasi jalan secara
long segment → kuesioner survei-3
▪ JENIS DATA SEKUNDER YANG DIKUMPULKAN:
✓ Data kondisi fungsional dan struktural perkerasan jalan dan jembatan
✓ Data sebaran lokasi preservasi jalan secara long segment
✓ Data biaya tiap lingkup preservasi jalan secara long segment
✓ Data jumlah PPK preservasi, penyedia jasa (kontraktor dan konsultan
pengawas) paket preservasi jalan secara long segment
METODE ANALISIS & EVALUASI
▪ Analisis SEM (Sructural Equational Modelling) : suatu teknik
modeling statistik yang mempertimbangkan pemodelan interaksi
antar variabel, non-linearitas, variabel bebas yang berkorelasi
(correlated independents), &, gangguan atau kesalahan yang
berkorelasi (correlated error terms).
▪ Analisis SEM sangat diperlukan untuk menilai dan mengevaluasi
kontribusi & interaksi tiap faktor (variabel) thd problem
preservasi jalan, termasuk dapat dihasilkan bobot pengaruh tiap
faktor.
▪ Uji akurasi hasil analisis SEM :
✓ Uji normalitas, validitas, dan realibilitas
✓ Standard deviasi dan nilai mean
▪ Evaluasi yang dilakukan :
✓ Evaluasi proses perencanaan program preservasi long segment
✓ Evaluasi proses procurement paket preservasi long segmnet
✓ Evaluasi proses pelaksanaan preservasi secara long segment
Kriteria Responden/Obyek Penelitian
No Pemetaan Kriteria Responden Stakeholder Responden

1 Perencana Program Preservasi Jalan


dan Jembatan P2JN, Konsultan Perencana
2 Pelaksana Lelang Paket Preservasi Kelompok Kerja (Pokja) Unit
Jalan dan Jembatan Layanan Pengadaan (ULP)
3 Pengawas pelaksanaan pekerjaan
preservasi jalan dan jembatan Konsultan Pengawas
4 Pelaksana pekerjaan preservasi jalan
dan jembatan Kontraktor
5 Pengendali pekerjaan pelaksanaan
preservasi jalan dan jembatan Ka-Satker PJN, PPK
6 Peneliti dan pemerhati pelaksanaan Pakar Praktisi & akademisi
preservasi jalan dan jembatan bidang jalan dan jembatan

Pengalaman Responden minimal 8 tahun di bidang pelaksanaan jalan, khusus


praktisi dan akdemisi minimal berpengalaman 15 tahun dalam riset dan karya ilmiah
bidang perkerasan jalan.
Capaian Jumlah Responden
No Instansi BBPJN-II BBPJN-VIII Keterangan
1 SATKER 10 11

2 PPK 25 32

3 KONTRAKTOR 25 32
KONSULTAN
4 6 7 TARGET
PERENCANA
RESPONDEN ▪ Realisasi Target
KONSULTAN
5 25 32
Responden 88,2%
PENGAWAS
6 PAKAR/AKADEMISI 4 8 ▪ Target akumulasi
7 POKJA 8 11 Responden yg
Total 103 133 mengembalikan/
1 SATKER 10 11
mengisi form online
+ responden yang
2 PPK 25 32
berdiskusi langsung
3 KONTRAKTOR 25 27
REALISASI (FGD)
KONSULTAN
4 4 4 CAPAIAN
PERENCANA
RESPONDEN:
KONSULTAN
5 18 24 88,2% > 50%
PENGAWAS
6 PAKAR/AKADEMISI 4 7

7 POKJA 8 9

Total 94 114 11
KERANGKA PROSES EVALUASI

12
▪ Survei Analisis SEM:
Proses Tingkat kontribusi Analisis
Faktor
Perencanaan Penanganan faktor dan statistik data
dan Hasil evaluasi
Program ▪ Survei indikator thd hasil capaian
Indikator proses
Preservasi capaian proses kinerja
perencanaan perencanaan
kinerja perencanaan
program program
program preservasi
preservasi preservasi

Proses
Faktor
Procurement ▪ Survei
dan
(Pelelangan) Tingkat Analisis SEM: Analisis
Indikator
EVALUASI Paket Preservasi Penerapan kontribusi statistik data
PRESERVASI ▪ Survei faktor dan hasil capaian Hasil evaluasi
JALAN capaian indikator thd kinerja proses
NASIONAL kinerja proses proses
SECARA procurement
procurement procurement paket
LONG paket
Proses paket preservasi
SEGMENT
preservasi preservasi
Pelaksanaan
Preservasi :
▪ Pemeliharaan ▪ Survei
rutin minor Tingkat
▪ Pemeliharaan Permasalah
rutin kondisi Faktor an
▪ Rehabilitasi dan ▪ Survei Analisis SEM: Analisis
Minor Indikator capaian kontribusi statistik data
▪ Rehabilitasi Hasil evaluasi
kinerja faktor dan hasil capaian
Mayor proses
indikator thd kinerja pelaksanaan
▪ Rekonstruksi proses proses preservasi
▪ Pelebaran
▪ Data pelaksanaan pelaksanaan
▪ Pemeliharaan
sekunder : preservasi preservasi
Jembatan
HPP vs HPS
HASIL ANALISIS SEM :
Problem Perencanaan Program Preservasi
secara Long Segment

14
Hasil Analisis SEM Problem Perencanaan Program Preservasi Long Segment

Problem
Proses & Hasil
Bobot
Perencanaan
Preservasi

Ketidaktepatan
20
Lokasi Segmen

Keterbatasan
29
Data Teknis

Ketidaktepatan
25
HSP

Ketidaktepatan
terhadap 14
Waktu

Ketidaktepatan
Teknologi
12
Bahan &
Peralatan

TOTAL 100
Hasil Analisis SEM Problem Perencanaan Program Preservasi Long Segment

Faktor yang Mempengaruhi Proses Perencanaan Program Preservasi Bobot Pengaruh ( ) Faktor Problem Perencanaan
No.
secara Long Segment Program Preservasi secara Long Segment
1 Keterbatasan Data Teknis 0,29
2 Ketidaktepatan Jenis Preservasi pd lokasi segmen yang di preservasi 0,20
3 Ketidaktepatan jenis preservasi thd waktu pelaksanaan preservasi 0,14
4 Ketidaktepatan HSP (harga satuan pekerjaan) preservasi jalan 0,25
5 Ketidaktepatan teknologi bahan dan peralatan preservasi jalan 0,12

Problem Perencanaan Program Preservasi secara Long Segment = Ф {(0,29.


Keterbatasan Data Teknis) + (0,20. Ketidaktepatan Jenis Preservasi pd lokasi
segmen yang dipreservasi) + (0,14. Ketidaktepatan jenis preservasi terhadap waktu
pelaksanaan preservasi) + (0,25. Ketidaktepatan HPS preservasi jalan) + (0,12.
Ketidaktepatan teknologi bahan dan peralatan preservasi jalan)}

Solusi Problem Perencanaan Program Preservasi Jalan dan Jembatan Secara Long
Segment, dipengaruhi kontribusi :
▪ 29,0% Faktor Keterbatasan Data Teknis
▪ 20,0% Faktor Ketidaktepatan Jenis Preservasi pada Lokasi Segmen yang Dipreservasi
▪ 14,0% Faktor Ketidaktepatan Jenis Preservasi terhadap Waktu Pelaksanaan Preservasi
▪ 25,0% Faktor Ketidaktepatan HPS (harga perkiraan sendiri) Preservasi
▪ 12,0% Faktor Ketidaktepatan Teknologi Bahan dan Peralatan Preservasi
16
HASIL ANALISIS SEM :
Problem Procurement Paket Preservasi
secara Long Segment

17
Hasil Analisis SEM Problem Procurement Paket Preservasi Long Segment

Problem Proses
Bobot
Procurement

Kelengkapan
7
HPS

Kelengkapan
Syarat – Syarat 11.5
Umum Kontrak

Kelengkapan
Syarat – Syarat 17
Khusus Kontrak

Kelengkapan
Spesifikasi 19
Teknis

Evaluasi Teknis
Dokumen 14.5
Penawaran

Evaluasi Harga
Dokumen 15
Penawaran

Klarifikasi dan
16
Negosiasi

Total 100
Hasil Analisis SEM Proses Procurement Paket Preservasi Long Segment
Faktor yang Mempengaruhi Proses Procurment Paket Bobot Pengaruh ( ) Faktor Problem Procurment
No.
Preservasi secara Long Segment Paket Preservasi secara Long Segment
1 Ketepatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 0.070
2 Kelengkapan Syarat-Syarat Umum Kontrak 0.115
3 Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak 0.170
4 Kelengkapan Spesifikasi Teknis 0.190
5 Evaluasi Teknis Dokumen Penawaran 0.145
6 Evaluasi Harga Dokumen Penawaran 0.150
Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Harga serta
7 0.160
Penetapan Pemenang
Problem Procurement Paket Preservasi secara Long Segment = Ф {(0,07 Ketepatan Harga
Perkiraan Sendiri (HPS)) + (11,5 Kelengkapan Syarat-Syarat Umum Kontrak) + (0,17
Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak)+ (0,19 Kelengkapan Spesifikasi Teknis) + (14,5
Evaluasi Teknis Dokumen Penawaran) + (0,15 Evaluasi Harga Dokumen Penawaran) + (0,16
Kualifikasi dan Negosiasi)}
Solusi Problem Procurement Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Secara Long Segment,
dipengaruhi kontribusi :
▪ 7,0% Faktor Ketepatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
▪ 11,5% Faktor Kelengkapan Syarat-Syarat Umum Kontrak
▪ 17,0% Faktor Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak
▪ 19,0% Faktor Kelengkapan Spesifikasi Teknis
▪ 14,5% Faktor Evaluasi Teknis Dokumen Penawaran
▪ 15,0% Faktor Evaluasi Harga Dokumen Penawaran
▪ 16,0% Faktor Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Harga serta Penetapan Pemenang 19
HASIL ANALISIS SEM :
PROBLEM PELAKSANAAN PAKET PRESERVASI
SECARA LONG SEGMENT

20
Hasil Analisis SEM :
Problem Pelaksanaan PEMELIHARAAN RUTIN MINOR JALAN
secara Long Segment

21
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
PEMELIHARAAN RUTIN MINOR JALAN secara Long Segment
Rutin Minor
Bobot
Jalan

Tenaga Kerja
31
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 14
Pengawas

Kinerja PPK 10
Penggunaan
7
Material

Peralatan
0
Berat

Peralatan Uji
0
Mutu

Metode Kerja 5

Kondisi
Keuangan 8
(Biaya)
kondisi
lingkungan
15
dan lalu lintas
di Lokasi
Pemenuhan
Indikator 10
Kinerja

Total 100
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Minor
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap Problem


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Pemeliharaan Rutin Minor
Pemeliharaan Rutin Minor secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.31


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.14
3 Problem kinerja PPK 0.10
4 Problem Penggunaan Material 0.07
5 Problem Peralatan Berat 0.00
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.00
7 Problem Metode Kerja 0.05
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.08
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.15
10 Respon Pemenuhan Indikator Kinerja 0.10

Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Minor Jalan secara Long Segment = Ф {(0,31 . Problem Tenaga
Kerja Kontraktor) + (0,14 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,10 . Problem kinerja PPK) +
(0,07 . Problem Penggunaan Material) + (0,00 . Problem Peralatan Berat) + (0,00 . Problem Peralatan Uji
Mutu) + (0,05 . Problem Metode Kerja) + (0.08 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,15 . Problem
kondisi lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,10 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

23
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan PEMELIHARAAN RUTIN KONDISI JALAN
secara Long Segment

24
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
PEMELIHARAAN RUTIN KONDISI JALAN secara long segment
Rutin Bobot
Kondisi Jalan (%)
Tenaga Kerja
22
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 16
Pengawas

Kinerja PPK 11

Penggunaan
7
Material
Peralatan
6
Berat
Peralatan Uji
5
Mutu

Metode Kerja 6

Kondisi
Keuangan 9
(Biaya)
kondisi
lingkungan
10
dan lalu lintas
di Lokasi

Pemenuhan
Indikator 8
Kinerja

TOTAL 100
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Kondisi
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap Problem


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Pemeliharaan Rutin Kondisi
Pemeliharaan Rutin Kondisi secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.22


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.16
3 Problem kinerja PPK 0.11
4 Problem Penggunaan Material 0.07
5 Problem Peralatan Berat 0.06
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.05
7 Problem Metode Kerja 0.06
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.09
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.10
10 Respon Pemenuhan Indikator Kinerja 0.08

Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Kondisi Jalan secara Long Segment = Ф {(0,22 . Problem Tenaga
Kerja Kontraktor) + (0,16 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,11 . Problem kinerja PPK) + (0,07
. Problem Penggunaan Material) + (0,06 . Problem Peralatan Berat) + (0,05 . Problem Peralatan Uji Mutu) +
(0,06 . Problem Metode Kerja) + (0.09 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,10 . Problem kondisi
lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,08 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

26
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan REHABILITASI MINOR JALAN
secara Long Segment

27
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
REHABILITASI MINOR JALAN secara long segment
Rehabilitasi
Bobot
Minor Jalan
Tenaga Kerja
18
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 14
Pengawas

Kinerja PPK 8

Penggunaan
9
Material

Peralatan Berat 8

Peralatan Uji
5
Mutu

Metode Kerja 8

Kondisi
Keuangan 10
(Biaya)
kondisi
lingkungan dan
11
lalu lintas di
Lokasi
Pemenuhan
Indikator 9
Kinerja

TOTAL 100
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Rehabilitasi Minor
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap Problem


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Rehabilitasi Minor Jalan
Rehabilitasi Minor Jalan secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.18


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.14
3 Problem kinerja PPK 0.08
4 Problem Penggunaan Material 0.09
5 Problem Peralatan Berat 0.08
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.05
7 Problem Metode Kerja 0.08
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.10
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.11
10 Respon Pemenuhan Indikator Kinerja 0.09

Problem Pelaksanaan Rehabilitasi Minor Jalan secara Long Segment = Ф {(0,18 . Problem Tenaga Kerja
Kontraktor) + (0,14 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,08 . Problem kinerja PPK) + (0,09 .
Problem Penggunaan Material) + (0,08 . Problem Peralatan Berat) + (0,05 . Problem Peralatan Uji Mutu) +
(0,08 . Problem Metode Kerja) + (0.10 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,11 . Problem kondisi
lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,09 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

29
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan REHABILITASI MAYOR JALAN
secara Long Segment

30
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
REHABILITASI MAYOR JALAN secara long segment
Rehabilitasi Bobot
Mayor Jalan (%)
Tenaga Kerja
19
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 14
Pengawas

Kinerja PPK 8

Penggunaan
9
Material

Peralatan
9
Berat

Peralatan Uji
6
Mutu

Metode
8
Kerja
Kondisi
Keuangan 10
(Biaya)
kondisi
lingkungan
dan lalu 8
lintas di
Lokasi
Pemenuhan
Indikator 9
Kinerja
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Rehabilitasi Mayor
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap Problem


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Rehabilitasi Mayor Jalan
Rehabilitasi Mayor Jalan secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.19


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.14
3 Problem kinerja PPK 0.08
4 Problem Penggunaan Material 0.09
5 Problem Peralatan Berat 0.09
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.06
7 Problem Metode Kerja 0.08
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.10
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.08
10 Respon Pemenuhan Indikator Kinerja 0.09

Problem Pelaksanaan Rehabilitasi Mayor Jalan secara Long Segment = Ф {(0,19 . Problem Tenaga Kerja
Kontraktor) + (0,14 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (008 . Problem kinerja PPK) + (0,09 .
Problem Penggunaan Material) + (0,09 . Problem Peralatan Berat) + (0,06 . Problem Peralatan Uji Mutu) +
(0,08 . Problem Metode Kerja) + (0.10 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,08 . Problem kondisi
lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,09 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

32
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan REKONSTRUKSI JALAN
secara Long Segment

33
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
REKONSTRUKSI JALAN secara long segment
Rekon-
Bobot
struksi
(%)
Jalan

Tenaga Kerja
18
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 14
Pengawas

Kinerja PPK 8

Penggunaan
9
Material
Peralatan
9
Berat
Peralatan Uji
7
Mutu
Metode
8
Kerja
Kondisi
Keuangan 10
(Biaya)
kondisi
lingkungan
dan lalu 8
lintas di
Lokasi
Pemenuhan
Indikator 9
Kinerja
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Rekonstruksi Jalan
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap Problem


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Rekonstruksi Jalan
Rekonstruksi Jalan secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.18


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.14
3 Problem kinerja PPK 0.08
4 Problem Penggunaan Material 0.09
5 Problem Peralatan Berat 0.09
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.07
7 Problem Metode Kerja 0.08
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.10
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.08
10 Respon Pemenuhan Indikator Kinerja 0.09

Problem Pelaksanaan Rekonstruksi Jalan secara Long Segment = Ф {(0,18 . Problem Tenaga Kerja
Kontraktor) + (0,14 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,08 . Problem kinerja PPK) + (0,09 .
Problem Penggunaan Material) + (0,09 . Problem Peralatan Berat) + (0,07 . Problem Peralatan Uji Mutu) +
(0,08 . Problem Metode Kerja) + (0.10 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,08 . Problem kondisi
lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,09 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

35
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan PELEBARAN JALAN
secara Long Segment

36
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
PELEBARAN JALAN secara long segment
Pelebaran Jalan Bobot

Tenaga Kerja
19
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 13
Pengawas

Kinerja PPK 8

Penggunaan
7
Material

Peralatan Berat 9

Peralatan Uji
8
Mutu

Metode Kerja 8

Kondisi
Keuangan 9
(Biaya)
kondisi
lingkungan dan
10
lalu lintas di
Lokasi

Pemenuhan
9
Indikator Kinerja

TOTAL 100
Kontribusi Faktor terhadap Problem Pelaksanaan Pelebaran Jalan
secara Long Segment

Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap


Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem
No. Problem Pelebaran Jalan
Pelebaran Jalan secara Long Segment
secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.19


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.13
3 Problem kinerja PPK 0.08
4 Problem Penggunaan Material 0.07
5 Problem Peralatan Berat 0.09
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.08
7 Problem Metode Kerja 0.08
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.09
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.10
10 Pemenuhan Indikator Kinerja 0.09

Problem Pelaksanaan Pelebaran Jalan secara Long Segment = Ф {(0,19 . Problem Tenaga Kerja Kontraktor)
+ (0,13 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,08 . Problem kinerja PPK) + (0,07 . Problem
Penggunaan Material) + (0,09 . Problem Peralatan Berat) + (0,08 . Problem Peralatan Uji Mutu) + (0,08 .
Problem Metode Kerja) + (0.09 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,10 . Problem kondisi lingkungan
dan lalu lintas di Lokasi) + (0,09 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}

38
Hasil Analisis SEM
Problem Pelaksanaan PEMELIHARAAN RUTIN JEMBATAN
secara Long Segment

39
Hasil Analisis SEM: Faktor yang Berkontribusi pada Problem Pelaksanaan
PEMELIHARAAN RUTIN JEMBATAN secara Long Segment
Pemeliharaan
Bobot
Rutin Jembatan
Tenaga Kerja
30
Kontraktor

Tenaga Ahli
Konsultan 15
Pengawas

Kinerja PPK 12

Penggunaan
9
Material

Peralatan Berat 0

Peralatan Uji Mutu 0

Metode Kerja 7

Kondisi Keuangan
9
(Biaya)

kondisi lingkungan
dan lalu lintas di 10
Lokasi

Pemenuhan
8
Indikator Kinerja

TOTAL 100
Kontribusi Faktor thd Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Jembatan
secara Long Segment

Faktor yang Berkontribusi terhadap Problem Bobot Pengaruh ( ) Faktor terhadap


No. Pemeliharaan Rutin Jembatan Problem Pemeliharaan Rutin Jembatan
secara Long Segment secara Long Segment

1 Problem Tenaga Kerja Kontraktor 0.30


2 Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas 0.15
3 Problem kinerja PPK 0.12
4 Problem Penggunaan Material 0.09
5 Problem Peralatan Berat 0.00
6 Problem Peralatan Uji Mutu 0.00
7 Problem Metode Kerja 0.07
8 Problem Kondisi Keuangan (Biaya) 0.09
9 Problem kondisi lingkungan & lalu lintas di Lokasi 0.10
10 Pemenuhan Indikator Kinerja 0.08

Problem Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Jembatan secara Long Segment = Ф {(0,30 . Problem Tenaga
Kerja Kontraktor) + (0,15 . Problem Tenaga Ahli Konsultan Pengawas) + (0,12 . Problem kinerja PPK) + (0,09
. Problem Penggunaan Material) + (0,00 . Problem Peralatan Berat) + (0,00 . Problem Peralatan Uji Mutu)
+ (0,07 . Problem Metode Kerja) + (0.09 . Problem Kondisi Keuangan (Biaya)) + (0,10 . Problem kondisi
lingkungan dan lalu lintas di Lokasi) + (0,08 . Pemenuhan Indikator Kinerja)}
Hasil Analisis SEM :
Problem Pelaksanaan Paket Preservasi
Secara Long Segment

42
Hasil Analisis SEM : Kontribusi TIAP JENIS PENANGANAN thd
Problem Pelaksanaan Preservasi Jalan Nasional Secara Long Segment
Hasil Analisis SEM : Kontribusi TIAP JENIS PENANGANAN thd
Problem Pelaksanaan Preservasi Jalan Nasional Secara Long Segment
Jenis penanganan yang Berkontribusi terhadap Bobot Pengaruh ( ) Jenis Penanganan thd
No. Problem Pelaksanaan Preservasi Jalan dan Jembatan Problem Pelaksanaan Preservasi Jalan dan
secara Long Segment Jembatan Secara Long Segment
1 Problem pemeliharaan rutin minor jalan 0,14
2 Problem pemeliharaan rutin kondisi jalan 0,31
3 Problem rehabilitasi minor 0,07
4 Problem rehabilitasi mayor 0,16
5 Problem rekonstruksi 0,08
6 Problem pelebaran menuju standar 0,09
7 Pemeliharaan rutin jembatan 0,15

Solusi Problem Pelaksanaan Preservasi Jalan dan Jembatan Secara Long Segment,
dipengaruhi kontribusi :
▪ 14,0% Problem pemeliharaan rutin minor jalan
▪ 31,0 % Problem pemeliharaan rutin kondisi jalan
▪ 7,0% Problem rehabilitasi minor
▪ 16,0% Problem rehabilitasi mayor
▪ 8,0% Problem rekonstruksi
▪ 9,0% Problem pelebaran menuju standar
▪ 15,0% Pemeliharaan rutin jembatan
44
HASIL EVALUASI PELAKSANAAN
TIAP JENIS PRESERVASI JALAN NASIONAL
SECARA LONG SEGMENT

45
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Perencanaan
Program Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case
Kolmogorov-Smirnova Processing
Standard
Summary
Deviation
Statistic df Sig. Mean
Ketersediaan data teknis ,322 105 ,244* 48 15
Ketepatan jenis preservasi ,275 105 ,177* 44 16
Ketepatan waktu pelaksanaan ,343 105 ,324* 68 8
Ketepatan dana preservasi ,256 105 ,268* 63 10
Ketepatan teknologi preservasi ,298 105 ,309* 67 11
*, This is a lower bound of true significance
a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing
variabel terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”ketepatan jenis preservasi” sebesar 16
→ rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 44 ± 16
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “ketepatan jenis preservasi pada segmen
yang dipreservasi” sebesar 44 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan
berkontribusi signifikan terhadap problem proses perencanaan program preservasi secara
long segment.
46
Hasil Evaluasi Perencanaan
Preservasi Jalan secara Long Segment
100

80
90
Kriteria

Capaian kinerja proses perencanaan program


preservasi Jalan secara long segment (%)
70
80
Capaian
60
Rerata Nilai: Skala 0-100

70 Kinerja:
50
60 >90-100:
40
50
Excelent
30 >80-90:
40
20 Good
30 >60-80:
10
20 Medium
0
Ketersediaan data Ketepatan jenis Ketepatan jenis Ketepatan HSP Ketepatan teknologi
10
0-60 :
teknis pendukung preservasi pada preservasi terhadap (harga satuan bahan dan
perencanaan lokasi segmen jalan waktu pelaksanaan
program preservasi yang dipreservasi preservasi
pelaksanaan)
preservasi jalan
peralatan preservasi
jalan
Poor
jalan dan jembatan
0

▪ Nilai kinerja proses perencanaan preservasi yang paling rendah (sebesar 44 : kurang memadai):
ketepatan jenis preservasi pada lokasi segmen jalan yang dipreservasi
▪ Capaian kinerja proses perencanaan preservasi secara long segment sebesar 55% < 60% (kategori
poor/kurang memadai) : data teknis, pemilihan jenis preservasi, ketepatan HSP.
▪ Perlu perbaikan terkait akurasi data, ketepatan dan kesesuaian jenis preservasi, kecukupan HSP
terhadap kebutuhan lapangan.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Procurement
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case
Kolmogorov-Smirnova Processing
Standard
Summary
Deviation
Statistic df Sig. Mean
Ketepatan HPS ,211 105 ,312* 71 14
Kelengkapan SSUK Preservasi ,169 105 ,177* 66 13
Kelengkapan SSKK Preservasi ,193 105 ,164* 58 16
Kelengkapan Spesifikasi Teknis ,187 105 ,156* 59 11
Evaluasi Teknis Dokumen
,177 105 ,207* 67 12
Penawaran
Evaluasi Harga Dokumen
,164 105 ,309 72 9
Penawaran
Klarifikasi dan Negosiasi ,182 105 ,341 69 10
*, This is a lower bound of true significance
a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”Kelengkapan SSKK Preservasi” sebesar 16→
rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 57± 16
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “kelengkapan SSKK Preservasi” sebesar 57→ indikasi
terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan terhadap problem proses
pelelangan (procurement) program preservasi secara long segment.
Hasil Evaluasi Procurement
Preservasi Jalan secara Long Segment
80
100
70

Capaian kinerja proses procurement paket preservasi Jalan


90
Rerata Nilai: Skala 0-100

60

50
80 Kriteria
Capaian
40 70
Kinerja:

secara long segment (%)


30
60 >90-100:
20 Excelent
50
10 >80-90:
0 40 Good
1 2 3 4 5 6 7 >60-80:
Faktor pada proses procurement preservasi Jalan secara long segment 30
Medium
Keterangan:
1 Ketepatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Preservasi Jalan dan Jembatan 20 0-60 :
2 Kelengkapan Syarat-Syarat Umum Kontrak Preservasi Jalan dan Jembatan Poor
3 Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak Preservasi Jalan dan Jembatan 10
4 Kelengkapan Spesifikasi Teknis terkait Preservasi Jalan dan Jembatan
5 Evaluasi Teknis Dokumen Penawaran Preservasi Jalan 0
6 Evaluasi Harga Dokumen Penawaran Preservasi Jalan
7 Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Harga serta Penetapan Pemenang

▪ Nilai kinerja proses procurement paket preservasi Jalan yang paling rendah (sebesar 58 : kurang memadai):
Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak Preservasi Jalan dan Jembatan
▪ Capaian kinerja proses procurement paket preservasi secara long segment sebesar 66,1% (kategori medium/
cukup memadai)
▪ Regulasi procurement yang perlu diperbaiki terutama terkait dengan : kelengkapan syarat-syarat umum
kontrak, kelengkapan syarat-syarat khusus kontrak, kelengkapan spesifikasi teknis, evaluasi teknis dan harga
penawaran, serta klarifikasi dan negosisasi pemenang tender
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Pemeliharaan Rutin Minor
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary Standard
Kolmogorov-Smirnova
Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor pemeliharaan rutin


,315 105 ,215* 57 10
minor
Tenaga kerja konsultan pemeliharaan rutin minor ,264 105 ,184* 55 13
Kinerja PPK proses pemeliharaan rutin minor ,321 105 ,408* 75 7
Penggunaan material pemeliharaan rutin minor ,288 105 ,255* 75 7
Metode kerja proses pemeliharaan rutin minor ,293 105 ,392* 61 11
Kondisi keuangan pemeliharaan rutin minor ,308 105 ,268* 56 16
kondisi lingkungan dan lalu lintas pemeliharaan
,278 105 ,157* 41 15
rutin minor
Pemenuhan Indikator kinerja pemeliharaan rutin
,302 105 ,144* 51 15
minor
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”kondisi keuangan pemeliharaan rutin minor”
sebesar 16 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 56 ± 16
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “kondisi lingkungan dan lalu lintas pemeliharaan rutin
minor” sebesar 41 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan
terhadap problem proses pemeliharaan rutin minor jalan secara long segment.
Hasil Evaluasi Pemeliharaan Rutin Minor
Preservasi Jalan secara Long Segment
80
100

Performance Perencanaan Preservasi Secara Long Segment


70
90
Rerata Nilai: Skala 0-100

60
80
Kriteria
50
70 Capaian
40
60 Kinerja:
30
50 >90-100:
20
40
Excelent
10 30
>80-90:
0
Good
20
1 2 3 4 5 6 7 8 >60-80:
10
Faktor pada proses pelaksanaan Rutin Minor Jalan Medium
Keterangan:
0 0-60 :
Nilai tiap faktor x Bobot
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses pemeliharaan rutin minor pengaruh terhadap proses Poor
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses pemeliharaan rutin minor pemeliharaan rutin minor
3 Performance kinerja PPK pada proses pemeliharaan rutin minor
4 Performance Penggunaan Material pada proses pemeliharaan rutin minor
5 Performance Metode Kerja pada proses pemeliharaan rutin minor
6 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses pemeliharaan rutin minor
Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas dan lalu lintas di lokasi pada proses pemeliharaan rutin
7 minor
7 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses pemeliharaan rutin minor

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan pemeliharaan rutin minor jalan yang paling rendah (sebesar 41 : kurang memadai):
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pekerjaan
▪ Tingkat capaian kinerja pemeliharaan rutin minor sebesar 56,9% <60,0% (kategori poor/kurang memadai), terutama
terkait indikator :
✓ gangguan lingkungan pada lokasi pemeliharaan rutin minor
✓ sangat rendahnya HPP pemeliharaan rutin minor
✓ lemahnya pengawasan konsultan pada pelaksanaan pemeliharaan rutin minor.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Pemeliharaan Rutin Kondisi
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor rutin kondisi ,166*


,387 105 40 16
Tenaga kerja konsultan rutin kondisi ,325*
,264 105 48 14
Kinerja PPK pada pemeliharaan rutin kondisi ,321 105 ,235* 65 10
Penggunaan material pemeliharaan rutin kondisi ,288 105 ,345* 62 17
Peralatan berat proses pemeliharaan rutin kondisi ,293 105 ,168* 52 8
Peralatan uji mutu pemeliharaan rutin kondisi ,308 105 ,231* 61 8
Metode kerja proses pemeliharaan rutin kondisi ,356 105 ,355* 55 6
Kondisi keuangan pemeliharaan rutin kondisi ,278 105 ,156* 52 13
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi rutin
,236 105 ,187* 41 7
kondisi
Pemenuhan Indikator kinerja pemeliharaan rutin
,255 105 ,177* 47 13
kondisi
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”penggunaan material pemeliharaan rutin kondisi”
sebesar 17 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 62 ± 17
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “tenaga kerja kontraktor pemeliharaan rutin kondisi”
sebesar 40 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan terhadap
problem proses pemeliharaan rutin kondisi secara long segment .
Hasil Evaluasi Pemeliharaan Rutin Kondisi
Preservasi Jalan secara Long Segment
70
100

60

Performance Perencanaan Preservasi Secara Long


90

Kriteria
Rerata Nilai: Skala 0-100

50 80
Capaian
40 70
Kinerja:
30 60
>90-100:

Segment
20 50 Excelent
40
>80-90:
10
Good
30
0 >60-80:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jenis Preservasi
20 Medium
Keterangan: 10 0-60 :
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses pemeliharaan rutin kondisi
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses pemeliharaan rutin kondisi 0
Poor
3 Performance kinerja PPK pada proses pemeliharaan rutin kondisi Nilai tiap faktor x Bobot
4 Performance Penggunaan Material pada proses pemeliharaan rutin kondisi pengaruh terhadap proses
5 Performance Peralatan Berat pada proses pemeliharaan rutin kondisi pemeliharaan rutin kondisi
6 Performance Peralatan Uji Mutu pada proses pemeliharaan rutin kondisi
7 Performance Metode Kerja pada proses pemeliharaan rutin kondisi
8 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses pemeliharaan rutin kondisi
9 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses pemeliharaan rutin kondisi
10 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses pemeliharaan rutin kondisi

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan pemeliharaan rutin kondisi jalan yang paling rendah (sebesar 40 : kurang
memadai) : Performance tenaga kerja kontraktor pada proses pemeliharaan rutin kondisi.
▪ Tingkat capaian kinerja pemeliharaan rutin kondisi sebesar 49,9% <60,0% (kategori poor/kurang memadai),
terutama terkait indikator : (1) ketidaktepatan penempatan tenaga kerja kontraktor dan tenaga ahli konsultan;
(2) keterlambatan pendatangan material; (3) penyimpangan metode kerja; (4) gangguan lingkungan dan lalu
lintas di lokasi pekerjaan; dan (5) sangat rendahnya HPP terhadap HPS.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Rehabilitasi Minor
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor proses rehabilitasi minor


,231 105 ,143* 75 16
Tenaga kerja konsultan proses rehabilitasi minor
,256 105 ,167* 85 6
Kinerja PPK proses rehabilitasi minor ,146*
,267 105 85 6
Penggunaan material proses rehabilitasi minor ,231*
,341 105 78 9
Peralatan berat proses rehabilitasi minor ,267*
,365 105 86 7
Peralatan uji mutu proses rehabilitasi minor
,344 105 ,231* 84 10
Metode kerja proses rehabilitasi minor ,265*
,321 105 89 8
Kondisi keuangan (biaya) proses rehabilitasi minor ,245*
,276 105 83 12
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
,247 105 ,197* 72 15
rehabilitasi minor
Pemenuhan Indikator kinerja rehabilitasi minor ,197*
,222 105 76 15
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction


▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”tenaga kerja kontraktor proses rehabilitasi minor”
sebesar 16 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 75 ± 16
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
rehabilitasi minor” sebesar 72 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi
signifikan terhadap problem proses rehabilitasi minor secara long segment.
Hasil Evaluasi Rehabilitasi Minor
Preservasi Jalan secara Long Segment
100
90 100

Performance Proses Pelaksanaan Preservasi Secara Long


80
90
Rerata Nilai: Skala 0-100

70
60 80 Kriteria
50 70 Capaian
40
60
Kinerja:
30 >90-100:

Segment
50
20 Excelent
10 40
>80-90:
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
30 Good
Jenis Preservasi 20 >60-80:
Keterangan: 10
Medium
1
2
Performance tenaga kerja kontraktor pada proses rehabilitasi minor
Performance tenaga kerja konsultan pada proses rehabilitasi minor
0-60
0
3 Performance kinerja PPK pada proses rehabilitasi minor Nilai tiap faktor x Bobot Poor
4 Performance Penggunaan Material pada proses rehabilitasi minor pengaruh terhadap proses
5 Performance Peralatan Berat pada proses rehabilitasi minor rehabilitasi minor
6 Performance Peralatan Uji Mutu pada proses rehabilitasi minor
7 Performance Metode Kerja pada proses rehabilitasi minor
8 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses rehabilitasi minor
9 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses rehabilitasi minor
10 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses rehabilitasi minor

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan rehabilitasi minor jalan yang paling rendah (sebesar 72 : cukup
memadai): kondisi lingkungan dan lalu lintas pada lokasi pekerjaan rehabilitasi minor
▪ Tingkat capaian kinerja rehabilitasi minor jalan sebesar 80,48% (kategori good), kecuali kondisi
lingkungan dan lalu lintas , keterampilan tenaga kerja kontraktor , dan penggunaan material.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Rehabilitasi Mayor
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor proses rehabilitasi mayor


,214 105 ,165* 57 18
Tenaga kerja konsultan proses rehabilitasi mayor
,245 105 ,198* 70 17
Kinerja PPK proses rehabilitasi mayor ,210*
,255 105 76 14
Penggunaan material proses rehabilitasi mayor ,235*
,333 105 79 12
Peralatan berat proses rehabilitasi mayor ,215*
,365 105 64 13
Peralatan uji mutu proses rehabilitasi mayor
,378 105 ,236* 78 9
Metode kerja proses rehabilitasi mayor ,128*
,235 105 58 14
Kondisi keuangan (biaya) proses rehabilitasi mayor ,246*
,256 105 68 16
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
,278 105 ,267* 65 15
rehabilitasi mayor
Pemenuhan Indikator kinerja rehabilitasi mayor ,254*
,255 105 72 14
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction


▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”tenaga kerja kontraktor proses rehabilitasi mayor”
sebesar 18 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 57 ± 18
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “tenaga kerja kontraktor proses rehabilitasi mayor”
sebesar 57 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan terhadap
problem proses rehabilitasi mayor secara long segment.
Hasil Evaluasi Rehabilitasi Mayor
Preservasi Jalan secara Long Segment
90

80 100

Performance Proses Pelaksanaan Preservasi Secara Long


70 90
Rerata Nilai: Skala 0-100

60 80 Kriteria
50 70 Capaian
40
60
Kinerja:
>90-100:

Segment
30
50
20
Excelent
40 >80-90:
10
30 Good
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 20
>60-80:
Jenis Preservasi Medium
Keterangan: 10
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses rehabilitasi mayor
0-60 :
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses rehabilitasi mayor
3 Performance kinerja PPK pada proses rehabilitasi mayor
0 Poor
Nilai tiap faktor x Bobot
4 Performance Penggunaan Material pada proses rehabilitasi mayor pengaruh terhadap proses
5 Performance Peralatan Berat pada proses rehabilitasi mayor rehabilitasi mayor
6 Performance Peralatan Uji Mutu pada proses rehabilitasi mayor
7 Performance Metode Kerja pada proses rehabilitasi mayor
8 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses rehabilitasi mayor
9 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses rehabilitasi mayor
10 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses rehabilitasi mayor

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan rehabilitasi mayor jalan yang paling rendah (sebesar 57 : kurang
memadai): Performance tenaga kerja kontraktor pada proses rehabilitasi mayor
▪ Tingkat capaian kinerja rehabilitasi mayor sebesar 67,3% (kategori medium /cukup memadai), terutama
terkait indikator : (1) kompetensi ketrampilan tenaga kerja kontraktor dan keahlian tenaga kerja
konsultan; (2) ketepatan pendatangan material; dan (3) ketepatan metode kerja.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Rekonstruksi
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor proses rekonstruksi


,266 105 ,355* 59 12
Tenaga kerja konsultan proses rekonstruksi
,245 105 ,235* 74 6
Kinerja PPK proses rekonstruksi ,124*
,356 105 73 5
Penggunaan material proses rekonstruksi ,325*
,212 105 82 8
Peralatan berat proses rekonstruksi ,253*
,389 105 63 10
Peralatan uji mutu proses rekonstruksi
,235 105 ,315* 79 7
Metode kerja proses rekonstruksi ,215*
,346 105 78 7
Kondisi keuangan (biaya) proses rekonstruksi ,125*
,357 105 62 13
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
,213 105 ,256* 67 17
rekonstruksi
Pemenuhan Indikator kinerja rekonstruksi ,261*
,238 105 76 13
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction


▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
rekonstruksi” sebesar 17 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 67 ± 17
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “Tenaga kerja kontraktor proses rekonstruksi” sebesar 59
→ indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan terhadap problem
proses rekonstruksi jalan secara long segment.
Hasil Evaluasi Rekonstruksi Jalan
Preservasi Jalan secara Long Segment
90

80 100

Performance Proses Pelaksanaan Preservasi Secara Long


70
Rerata Nilai: Skala 0-100

90
60
80
Kriteria
50
Capaian
40 70
Kinerja:
30
60 >90-100:

Segment
20
50 Excelent
10
40
>80-90:
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Good
30
Jenis Preservasi >60-80:
Keterangan: 20 Medium
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses rekonstruksi
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses rekonstruksi 10 0-60
3 Performance kinerja PPK pada proses rekonstruksi Poor
4 Performance Penggunaan Material pada proses rekonstruksi 0
5 Performance Peralatan Berat pada proses rekonstruksi Nilai tiap faktor x Bobot
6 Performance Peralatan Uji Mutu pada proses rekonstruksi pengaruh terhadap proses
7 Performance Metode Kerja pada proses rekonstruksi rekonstruksi
8 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses rekonstruksi
9 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses rekonstruksi
10 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses rekonstruksi

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan rekonstruksi jalan yang paling rendah (sebesar 59 : kurang memadai): tenaga
kerja kontraktor pada proses rekonstruksi
▪ Tingkat capaian kinerja rekonstruksi sebesar 70,0% (kategori medium/cukup memadai, terutama terkait :
▪ (1) kompetensi ketrampilan tenaga kerja kontraktor dan keahlian tenaga kerja konsultan; dan (2) ketepatan
pendatangan material.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Pelebaran Menuju Standar 7,0 m
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor proses pelebaran


,245 105 ,124* 58 15
Tenaga kerja konsultan proses pelebaran
,322 105 ,253* 66 13
Kinerja PPK proses pelebaran ,124*
,325 105 71 11
Penggunaan material proses pelebaran ,256*
,356 105 75 12
Peralatan berat proses pelebaran ,257*
,364 105 63 16
Peralatan uji mutu proses pelebaran
,376 105 ,336* 74 11
Metode kerja proses pelebaran ,174*
,335 105 72 11
Kondisi keuangan (biaya) proses pelebaran ,246*
,241 105 64 15
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
,356 105 ,357* 45 17
pelebaran
Pemenuhan Indikator kinerja proses pelebaran ,247*
,214 105 63 16
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
pelebaran” sebesar 17 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 45 ± 17
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
pelebaran” sebesar 45 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi
signifikan terhadap problem proses pelebaran jalan secara long segment.
Hasil Evaluasi Pelebaran Menuju Standar 7,0 m
Preservasi Jalan secara Long Segment
80
100
70

Performance Proses Pelaksanaan Preservasi Secara Long


90
60
Rerata Nilai: Skala 0-100

50 80
Kriteria
40 70 Capaian
30 60
Kinerja:
>90-100:

Segment
20
50
Excelent
10
40 >80-90:
0
30
Good
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jenis Preservasi
>60-80:
20
Keterangan: Medium
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m
10 0-60 :
3 Performance kinerja PPK pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m
4 Performance Penggunaan Material pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m 0 Poor
5 Performance Peralatan Berat pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m Nilai tiap faktor x Bobot
6 Performance Peralatan Uji Mutu pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m pengaruh terhadap proses
7 Performance Metode Kerja pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m pelebaran menuju standar
8 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m
9 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m
10 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses Pelebaran menuju Standar 7,0 m

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan pelebaran jalan yang paling rendah (sebesar 45 : kurang memadai) : kondisi
lingkungan dan lalu lintas di lokasi pelebaran jalan.
▪ Tingkat capaian kinerja pelebaran jalan sebesar 63,8% (kategori medium/cukup memadai) terutama terkait
indikator : (1) gangguan lingkungan (penggunaan rumaja dan rumija) dan lalu lintas; (2) disfungsi drainase jalan
dan drainase spasial); (3) kompetensi ketrampilan tenaga kerja kontraktor dan keahlian tenaga kerja konsultan.
Hasil Uji Statistik Data Kinerja Proses Pemeliharaan Rutin Jembatan
Preservasi Jalan secara Long Segment
Tests of Normality Case Processing
Summary
Kolmogorov-Smirnova Standard Deviation
Statistic df Sig. Mean

Tenaga kerja kontraktor proses proses pemeliharaan


,256 105 ,254* 58 13
rutin jembatan
Tenaga kerja konsultan proses pemeliharaan rutin
,315 105 ,215* 55 16
jembatan
Kinerja PPK proses pemeliharaan rutin jembatan ,246 105 ,386* 75 9
Penggunaan material proses pemeliharaan rutin
,256 105 ,245* 75 9
jembatan
Metode kerja proses pemeliharaan rutin jembatan ,367 105 ,266* 65 12
Kondisi keuangan (biaya) proses pemeliharaan rutin
,389 105 ,125* 50 14
jembatan
kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi proses
,235 105 ,326* 51 10
pemeliharaan rutin jembatan
Pemenuhan Indikator kinerja proses pemeliharaan
,221 105 ,255* 59 14
rutin jembatan
*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”tenaga kerja konsultan proses pemeliharaan rutin
jembatan” sebesar 16 → rentang nilai jawaban responden cukup tinggi 55 ± 16
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “kondisi keuangan (biaya) proses pemeliharaan rutin
jembatan” sebesar 50 → indikasi terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi
signifikan terhadap problem proses pemeliharaan rutin jembatan secara long segment.
Hasil Evaluasi Pemeliharaan Rutin Jembatan
Preservasi Jalan secara Long Segment
80
100
70

Performance Perencanaan Preservasi Secara Long Segment


90
Rerata Nilai: Skala 0-100

60

50 80 Kriteria
40 70 Capaian
30
Kinerja:
60
20
>90-100:
50 Excelent
10
40 >80-90:
0
Good
1 2 3 4 5 6 7 8 30
Faktor pada proses pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Jembatan >60-80:
20
Keterangan:
Medium
1 Performance tenaga kerja kontraktor pada proses Rutin Jembatan 10 0-60 :
2 Performance tenaga kerja konsultan pada proses Rutin Jembatan Poor
3 Performance kinerja PPK pada proses Rutin Jembatan 0
4 Performance Penggunaan Material pada proses Rutin Jembatan Nilai tiap faktor x Bobot
pengaruh terhadap proses
5 Performance Metode Kerja pada proses Rutin Jembatan rutin jembatan
6 Performance kondisi keuangan (biaya) pada proses Rutin Jembatan
7 Performance kondisi lingkungan dan lalu lintas di lokasi pada proses Rutin Jembatan
8 Performance pemenuhan indikator kinerja pada proses Rutin Jembatan

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan pemeliharaan rutin jembatan yang paling rendah (sebesar 50 : kurang
memadai) : kondisi keuangan (biaya) pada proses pemeliharaan rutin jembatan
▪ Tingkat capaian kinerja pemeliharaan rutin jembatan sebesar 60,27% (kategori medium/cukup memadai,
berada pada batas bawah kategori medium), terutama terkait indikator : (1) HPP rutin jembatan; (2) gangguan
lingkungan dan lalu lintas di lokasi pekerjaan; dan (3) ketidaktepatan penempatan tenaga kerja kontraktor dan
tenaga kerja konsultan.
HASIL EVALUASI
PELAKSANAAN PRESERVASI JALAN NASIONAL
SECARA LONG SEGMENT

64
HASIL UJI STATISTIK DATA KINERJA PROSES PELAKSANAAN PRESERVASI JALAN
SECARA LONG SEGMENT
Tests of Normality Case Processing
Summary Standard
Kolmogorov-Smirnova
Deviation
Statistic df Sig. Mean

Pemeliharaan rutin minor ,155 105 ,344* 57 7

Pemeliharaan rutin kondisi ,184 105 ,389* 50 17

Rehabilitasi minor ,173 105 ,465* 80 8

Rehabilitasi mayor ,262 105 ,421* 67 12

Rekonstruksi ,233 105 ,306* 70 8

Pelebaran menuju standar ,281 105 ,508* 64 11

Pemeliharaan rutin jembatan ,274 105 ,319* 60 14


*, This is a lower bound of true significance

a. Lilliefors Significance Correction

▪ Semua variabel memiliki nilai Signifikansi (Sig) > 0,05 → semua data pada masing-masing variabel
terdistribusi normal (dapat digunakan dalam statistik parametrik)
▪ Nilai standard deviation tertinggi terjadi pada variabel ”pemeliharaan rutin kondisi” sebesar 19 → rentang
nilai jawaban responden cukup tinggi 50 ± 17
▪ Nilai Mean (rerata) terendah terjadi pada variabel “pemeliharaan rutin kondisi” sebesar 50 → indikasi
terdapat permasalahan pada variabel tersebut dan berkontribusi signifikan terhadap problem proses
preservasi Jalan secara long segment.
Hasil Evaluasi Proses Pelaksanaan Preservasi Jalan
secara Long Segment
90
100
80

Performance Perencanaan Preservasi Secara Long


90
70
Rerata Nilai: Skala 0-100

80 Kriteria
60
70 Capaian
50
60 Kinerja:
40
>90-100:

Segment
50
30
40
Excelent
20
30
>80-90:
10
Good
20
0 >60-80:
1 2 3 4 5 6 7 10
Jenis Preservasi
Medium
0
Keterangan: Nilai tiap faktor x Bobot 0-60 :
Pengaruh terhadap Proses
1 PERFORMANCE PEMELIHARAAN RUTIN MINOR JALAN
Pelaksanaan Preservasi
Poor
2 PERFORMANCE PEMELIHARAAN RUTIN KONDISI JALAN
secara Long Segmen
3 PERFORMANCE REHABILITASI MINOR
4 PERFORMANCE REHABILITASI MAYOR
5 PERFORMANCE REKONSTRUKSI
6 PERFORMANCE PELEBARAN MENUJU STANDAR
7 PERFORMANCE PEMELIHARAAN RUTIN JEMBATAN

▪ Nilai kinerja proses pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan yang paling rendah (sebesar 50 : kategori “poor” atau
kurang memadai): performance pemeliharaan rutin kondisi jalan.
▪ Tingkat capaian kinerja proses pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan secara keseluruhan sebesar 60,26% (dalam
60%-80% dalam kategori medium (cukup memadai), terutama terkait dengan :
✓ Rendahnya capaian kinerja pemeliharaan rutin (minor dan kondisi)
✓ Rendahnya capaian kinerja pemeliharaan rutin jembatan
✓ Rendahnya capaian kinerja pelebaran jalan menuju standar 7,0 meter
SIMPULAN HASIL EVALUASI
PELAKSANAAN PRESERVASI JALAN NASIONAL
SECARA LONG SEGMENT

67
SIMPULAN HASIL EVALUASI PROSES PERENCANAAN PROGRAM
PAKET PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT
Faktor yang Mempengaruhi Proses Perencanaan Program Preservasi Jalan
No. Bobot Tiap Faktor
secara Long Segment
1 Ketersediaan Data Teknis Pendukung Pemetaan Jenis Preservasi yang diprogramkan 29,0%
2 Ketepatan anggaran dana preservasi yang diprogramkan 25,0%
3 Ketepatan Jenis Preservasi pada lokasi segmen yang diprogramkan 20,0%
4 Ketepatan jenis preservasi terhadap waktu pelaksanaan yang diprogramkan 14,0%
5 Ketepatan teknologi bahan dan peralatan preservasi yang diprogramkan 12,0%

▪ Tingkat capaian kinerja proses perencanaan program preservasi secara long segment
sebesar 55,0% < 60% (kategori poor), yang perlu diperbaiki :
✓ Keterbatasan jumlah dan rendahnya kualitas data teknis pendukung perencanaan
program preservasi : (1) nilai IRI dan SDI belum merepresentasikan kondisi nyata
kerusakan fungsional dan struktural di lapangan; (2) tidak ada alokasi dana khusus
untuk uji mutu kekuatan struktural lapis perkerasan baik non-destructive test dan
destructive test.
✓ Ketidaktepatan jenis preservasi terhadap jadwal waktu pelaksanaan dan kondisi
kerusakan pada segmen/ruas jalan yang sudah diprogramkan.
✓ Ketidaktepatan penganggaran dana tiap jenis preservasi terhadap kondisi
kerusakan fungsional dan struktural di lapangan.
✓ Ketidaklengkapan spesifikasi teknis khusus preservasi secara long segment.
✓ Ketidaktepatan panjang paket preservasi long segment terhadap kemampuan
manajerial penyedia jasa dan pengguna jasa .
SIMPULAN HASIL EVALUASI PROSES PROCUREMENT (PENGADAAN)
PAKET PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT

No. Faktor yang Mempengaruhi Procurement Paket Preservasi Jalan secara Long Segment Bobot Tiap Faktor

1 Kelengkapan Spesifikasi Teknis 19,0%


2 Kelengkapan Syarat-Syarat Khusus Kontrak 17,0%
3 Klarifikasi dan Negosiasi HPP dalam penentuan pemenang tender 16,0%
4 Evaluasi Teknis Dokumen Penawaran 15,0%
5 Evaluasi Harga Dokumen Penawaran 14,5%
6 Kelengkapan Syarat-Syarat Umum Kontrak 11,5%
7 Ketepatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 7,0%
 Tingkat capaian kinerja proses procurement paket preservasi secara long segment
sebesar 66,1% (dalam rentang 61%-80%, kategori medium/cukup memadai), yang
perlu diperbaiki :
✓ Kelengkapan syarat umum kontrak dan syarat khusus kontrak
✓ Kelengkapan spesifikasi teknis khusus preservasi long segment
✓ Kelengkapan metode evaluasi teknis dan harga dokumen penawaran
✓ Kelengkapan instruksi kerja dalam sistem manajemen mutu preservasi
✓ Kelengkapan metode klarifikasi dan negosiasi bagi calon pemenang tender
khususnya kesanggupan penyedian tenaga kerja, peralatan dan material yang
memenuhi kesepakatan dokumen kontrak.
SIMPULAN HASIL EVALUASI PROSES PELAKSANAAN LAPANGAN
PAKET PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT

Jenis Penanganan yang Berkontribusi terhadap Proses Pelaksanaan Bobot Tiap Tiap Jenis
No.
Preservasi Jalan dan Jembatan secara Long Segment Penanganan Preservasi
1 Proses Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Kondisi 31,0%
2 Proses Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Minor 16,0%
3 Proses Pelaksanaan Rehabilitasi Mayor 15,0%
4 Proses Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin Jembatan 14,0%
5 Proses Pelaksanaan Pelebaran Menuju Standar 7,0 m 9,0%
6 Proses Pelaksanaan Rekonstruksi 8,0%
7 Proses Pelaksanaan Rehabilitasi Minor 7,0%

 Tingkat capaian kinerja proses pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan secara long
segment 60,26% (dalam rentang 61%-80%, kategori medium/cukup memadai)
 Proses pelaksanaan paket preservasi jalan dan jembatan secara long segment yang
harus diperbaiki kinerjanya : (1) pemeliharaan rutin kondisi; (2) rehabilitasi mayor;
(3) pemeliharaan rutin minor; (4) pelebaran jalan menuju standar 7,0 m; dan (3)
pemeliharaan rutin jembatan.
 Artinya kesuksesan proses pelaksanaan paket preservasi jalan dan jembatan secara
long segment sangat ditentukan oleh capaian kinerja pemeliharaan rutin minor dan
pemeliharaan rutin kondisi karena memiliki panjang dan luasan hampir 95% dari
paket preservasi long segment.
SIMPULAN HASIL EVALUASI PROSES PEMELIHARAAN RUTIN MINOR
PAKET PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT
 Tingkat capaian kinerja pelaksanaan pemeliharaan rutin minor jalan sebesar
54,0% <60,0% (kategori poor/kurang memadai), penyebabnya :
✓ Tenaga kerja kontraktor, tidak memiliki : kepedulian, pengalaman, dan
kompetensi ketrampilan.
✓ Tenaga kerja konsultan supervisi, kurang pengendalian di lapangan
✓ PPK, terlalu percaya kepada konsultan supervisi, kurang sidak lapangan
✓ Material, kurang memenuhi persyaratan dan terlambat pendatangannya
✓ Peralatan berat, tidak ada mekanisasi hampir semua padat karya
✓ Peralatan uji mutu tidak ada
✓ Metode kerja, tidak sesuai dengan instruksi kerja
✓ Biaya pelaksanaan tidak cukup karena HPP-nya rata-rata 60% dari HPS
✓ Gangguan lingkungan berupa kemacetan lalulintas dan air hujan serta
air luapan drainase spasial serta gangguan rumaja.
✓ Data teknis seperti IRI dan SDI belum merepresentasikan kondisi
fungsional jalan di lapangan, masih banyak dijumpai kerusakan
struktural.
SIMPULAN HASIL EVALUASI PROSES PEMELIHARAAN RUTIN KONDISI
PAKET PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT
 Tingkat capaian kinerja pelaksanaan pemeliharaan rutin kondisi jalan
sebesar 45,0% <60,0% (kategori poor/kurang memadai), penyebabnya :
✓ Tenaga kerja kontraktor, tidak memiliki kepedulian, pengalaman, dan
kompetensi ketrampilan; serta tidak tepat penempatannya di lapangan.
✓ Tenaga kerja konsultan supervisi, kurang pengendalian di lapangan dan
tidak tepat penempatannya di lapangan, jumlahnya kurang memadai.
✓ PPK, terlalu percaya kepada konsultan supervisi, kurang sidak lapangan
✓ Material, kurang memenuhi persyaratan dan terlambat pendatangannya
✓ Peralatan berat, kurang laik fungsi dan terlambat pendatangannya
✓ Peralatan uji mutu tidak ada
✓ Metode kerja, tidak sesuai dengan instruksi kerja
✓ Biaya pelaksanaan tidak cukup karena HPP-nya rata-rata 63% dari HPS
✓ Gangguan lingkungan berupa kemacetan lalulintas, air hujan, air luapan
drainase spasial serta gangguan rumaja dan rumija.
✓ Data teknis seperti IRI dan SDI belum merepresentasikan kondisi
fungsional dan struktural jalan di lapangan.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI
JALAN DAN JEMBATAN SECARA LONG SEGMENT

73
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DI LINGKUNGAN KERJA BBPJN/BPJN)

 Bidang Perencanaan BBPJN/BPJN dan P2JN, berkoordinasi lebih


intensif dalam penyediaan dan pengendalian akurasi data kekuatan
fungsional (IRI dan SDI) dan kekuatan struktural (lendutan,
modulus E) agar didapatkan kondisi nyata di lapangan.
 Bidang Perencanaan BBPJN/BPJN dan P2JN, harus cermat akurat
dalam membuat DED paket preservasi secara long segment,
mempertimbangkan secara holistik berbagai pengaruh faktor
internal dan eksternal.
 BBPJN/BPJN harus melaksanakan workshop pembuatan HPS tiap
jenis pekerjaan preservasi bagi Pokja agar sesuai dengan kondisi
kerusakan di lapangan.
 BBPJN/BPJN harus melakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada
tenaga kerja kontraktor dan tenaga ahli konsultan supervisi terkait
sistem manajemen mutu pemeliharaan, rehabilitasi dan
rekonstruksi dalam Paket Preservasi secara Long Segment.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DI LINGKUNGAN KERJA BBPJN/BPJN)

 Bidang Perencanaan BBPJN/BPJN, dalam menentukan panjang ruas paket


preservasi long segment harus mempertimbangkan :
✓ kemampuan manajerial penyedia jasa (kontraktor dan konsultan
supervisi) dengan mencermati hasil efektivitas keberhasilan tahun 2016-
2018), sebaiknya panjang per paket long segment 50-75 km.
✓ jarak sumber material terhadap titik ujung, titik tengah dan titik pangkal
ruas paket long segment.
✓ waktu tempuh pengangkutan material dari quaryy ke titik ujung, titik
tengah & titik pangkal ruas paket long segment.
✓ mobilisasi jumlah alat berat dibandingkan dengan panjang ruas paket
long segment serta sebaran jenis preservasinya.
✓ mobilisasi tenaga pengawas konsultan yang jumlahnya sedikit untuk
mengendalikan mutu, waktu dan volume pekerjaan di lapangan.
 PPK paket preservasi long segment dan P2JN harus mempertimbangkan
kecukupan jumlah tenaga konsultan pengawas yang diperlukan dalam
penyusunan HPS pekerjaan konsultansi.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DI LINGKUNGAN KERJA BBPJN/BPJN)
 BBPJN/BPJN mengusulkan besaran anggaran untuk pekerjaan pengawasan
harus disesuaikan dengan jumlah tenaga pengawas yang diperlukan di
lapangan dengan mempertimbangkan panjang ruas paket long segment.
 BBPJN/BPJN harus menginstruksikan Pokja untuk menegaskan kepada
penyedia jasa agar memiliki peralatan berat sendiri (tidak boleh sewa)
terutama peralatan berat untuk pekerjaan pemeliharaan rutin (minor dan
kondisi) dan rehabilitasi.
 BBPJN/BPJN menginstruksikan Pokja utk menyusun kerangka berpikir
metode pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan secara long segment, agar
eveluasi metode pelaksanaan dapat dilakukan secara lebih obyektif.
 BBPJN/BPJN mengintruksikan PPK untuk mengendalikan proses uji mutu
secara lebih serius, terutama uji mutu hasil pemeliharaan rutin kondisi,
khususnya terkait pengangkutan bahan material beraspal cenderung cukup
jauh antar spot-spot kerusakan sehingga dapat berisiko pengurangan mutu.
 BBPJN/BPJN berkoordinasi lebih intensif dengan Dinas Teknis terkait
penertiban gangguan fungsi jalan ketika proyek preservasi long segment
berlangsung di lapangan.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DIREKTORAT PRESERVASI JALAN)

 Direktorat Preservasi Jalan, harus mengalokasikan dana dan peralatan uji


mutu untuk memperoleh data kekuatan struktural perkerasan jalan di
wilayah kerja BBPJN/BPJN atau P2JN.
 Direktorat Preservasi Jalan, harus menyusun pedoman analisis kondisi
kekuatan struktural jalan dan cara penentuan jenis teknologi preservasi
khususnya pemeliharaan rutin kondisi, rehabilitasi minor/mayor, dan
rekonstruksi, sebagai panduan teknis untuk perencanaan program dan
pelaksanaan paket preservasi long segment.
 Direktorat Preservasi Jalan, harus membuat pedoman praktis dalam
menganalisis tipe/jenis kerusakan struktural dan fungsional perkerasan
serta level kerusakannya yang dapat ditangani dengan ketepatan pilihan
teknologi preservasi.
 Direktorat Preservasi Jalan, harus mampu menjelaskan dan meyakinkan
DPR agar menyetujui peningkatan biaya preservasi sesuai kebutuhan
kondisi kerusakan di lapangan, karena kerusakan struktural jalan sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal (banjir spasial akibat cuaca ekstrem,
gangguan rumaja dan rumija, kemacetan lalulintas dan beban overload
sumbu kendaraan berat)
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DIREKTORAT PRESERVASI JALAN)

 Direktorat Preservasi Jalan, harus mengevaluasi efektivitas


anggaran pemeliharaan rutin kondisi per km yang ada saat ini,
dengan mempertimbangkan pemenuhan 6 IKU yang ditetapkan.
 Direktorat Preservasi Jalan, harus menyusun pedoman kriteria
penentuan jenis teknologi bahan dan peralatan preservasi yang
disesuiakan dengan tipe/jenis kerusakan (luasan, kedalaman,
sebaran) agar tidak menyama-ratakan sepanjang segment dengan
teknologi yang sama padahal terdapat jenis kerusakan jalan yang
bervariasi dan memerlukan penanganan yang berbeda.
 Direktorat Preservasi Jalan, harus membuat kebijakan perlunya
program pemeliharaan jalan nasional secara swakelola, terutama
pada segmen/ruas yang mengalami gangguan tinggi, karena
rendahnya tingkat kepedulian dan kesadaran kontraktor terhadap
penerapan respon time perbaikan kerusakan jalan selama masa
kontrak preservasi long segment.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DIREKTORAT PRESERVASI JALAN)

 Direktorat Preservasi Jalan, menyiapkan pedoman perhitungan


volume pekerjaan preservasi dan analisis prediksi penambahan
volume pekerjaan preservasi selama masa kontrak berlangsung agar
tidak terjadi kekosongan pemeliharaan pada segmen tertentu.
 Direktorat Preservasi Jalan, mengusulkan penyempuraan dalam
Syarat Umum/Khusus Kontrak :
✓ aspek kepastian hukum bagi Pokja untuk menetapkan
pemenang tender dengan kriteria evaluasi HPP pemeliharaan
rutin dan kondisi minimal 90,0% terhadap HPS-nya.
✓ kepemilikan quarry oleh penyedia jasa khusus untuk paket
preservasi jalan secara long segment pada lintas utama.
✓ kewajiban bagi personil inti yg ditempatkan secara penuh di
lapangan agar menghadiri proses unwizing dan PCM serta
memiliki sertifikat kompetensi ketrampilan (kontraktor) &
sertifikat kompetensi keahlian (supervisi).
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DIREKTORAT PRESERVASI JALAN)

 Direktorat Preservasi Jalan, mengusulkan pemberlakuan


spesifikasi khusus paket preservasi long segment agar lebih
pasti keputusan di lapangan.
 Direktorat Preservasi Jalan berkordinasi dgn Ditjen Bina
Kontruksi dan BPSDM memperbanyak penyelenggaraan
workshop atau diklat peningkatan keterampilan tenaga kerja
preservasi jalan dan jembatan.
 Direktorat Preservasi Jalan dan BPSDM harus mengadakan
diklat manajerial PPK khusus dalam pengendalian paket
preservasi jalan dan jembatan secara long segment.
 Direktorat Preservasi Jalan harus memperhatikan masukan
dari PPK terkait kebutuhan jumlah dan diklat penilik jalan
yang memadai, agar target kemantapan jalan dan pemenuhan
6 IKU dapat tercapai.
REKOMENDASI PERBAIKAN PAKET PRESERVASI SECARA LONG SEGMENT
(YANG HARUS DILAKUKAN DIREKTORAT PRESERVASI JALAN)

 Direktorat Preservasi Jalan berkordinasi dgn Ditjen Bina Kontruksi


dan LPJK/LSP mempercepat sertifikasi kompetensi ketrampilan
(kontraktor) dan keahlian (konsultan supervisi) terhadap penerapan
teknologi peralatan dan material yang terkait langsung dengan
pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan secara long segment.
 Direktorat Preservasi Jalan, membuat pedoman monitoring dan
evaluasi pelaksanaan preservasi yang berbasis android :
▪ Petunjuk teknis penilaian pemenuhan indikator kinerja jalan dan
jembatan untuk menetapkan besaran potongan pembayaran,
selama ini PPK dan kontraktor pelaksana paket preservasi long
segment kesulitan memahami dan menerapkan serta mencapai
kesepakatan pemotongan pembayaran.
▪ Pedoman penilaian kinerja pasca preservasi jalan dan jembatan
yang berbasis 6 (enam) IKU, sebagai input pertimbangan untuk
program perencanaan preservasi jalan dan jembatan secara long
segment
Early Warning
Preservasi Jalan dan Jembatan menuntut perubahan paradigma bagi
kontraktor dari karakter “pelaksana” menjadi “manajer jalan” dalam
durasi kontrak paket long segment.

Seharusnya tidak semua paket pemeliharaan jalan (rutin minor, rutin


kondisi, dan preventif) dilaksanakan dalam paket preservasi long
segment, perlu sebagian dilaksanakan dengan Swakelola dalam bentuk
UPR dengan perbaikan sistem pengelolaan pertanggung jawaban
administrasi proyek. UPR tersebut sebagai laboratorium lapangan yang
memberikan kesempatan nyata bagi engineer muda Bina Marga dalam
lebih memahami akar masalah kerusakan jalan

(ATM : Yogyakarta, 14 Januari 2019)