Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINISABORTUS IMMINENS

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


1/3

RSUP.Dr.KARIADI
SEMARANG
TANGGAL TERBIT : Ditetapkan oleh DirekturUtama

dr.BambangWibowo, SpOG(K), MARS


NIP. 19610820 198812 1 001
Abortus ialah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi, sebelum janin
PENGERTIAN dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan
kurang 20 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram.
Abortus imminens ialah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi
perdarahan pervaginam sedangkan ostium uteri masih tertutup dan hasil
konsepsi masih baik dalam kandumgan.

ANAMNESIS 1. Riwayat terlambat haid atau amenore kurang dari 20mingg.


2. Perdarahan pervaginam tidak disertai jaringan hasil konsepsi.
3. Rasa sakit atau kram perut di daerah atas simfisis
PEMERIKSAAN 1. Keadaan umum : kesadaran
FISIK 2. Tanda vital :
Tekanan darah, frekwensi jantung, frekwensi napas, Nadi, dan
suhu
3. Pemeriksaan dalam :
- terjadi perdarahan melalui ostium uteri eksternum
- Serviks belum membuka
- Uterus membesar tidak sesuai dengan umur kehamilan
KRITERIA
DIAGNOSIS 1. Abortus immminens :
- hamil sebelum 20 minggu.
- perdarahan melalui ostium uteri eksternum.
- mulas sedikit atau tidak sama sekali.
- uterus membesar sebesar usia kehamilan.
- serviks belum membuka
- tes kehamilan positif.

DIAGNOSIS
KERJA Abortus imminens

DIAGNOSIS - Abortus kompletus


BANDING - Abortus inkompletus
- Abortus insipien
- Missed abortion
- Kehamilan ektopik terganggu

PEMERIKSAAN Pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada abortus imminens, abortus


PENUNJANG habitualis dan missed abortion:
- tes kehamilan.
- Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin
masih hidup, untuk menentukan prognosis.
Pemerikasaan kadar fibrinogen pada missed abortion

TERAPI - Pengelolaan abortus imminens meliputi :


- istirahan ditempat tidur, agar aliran darah ke uterus meningkat dan rangsang
mekanik kurang.
- Bila perlu diberi penenang Phenobarbital 3 x 30 mg/hari, dan spasmolitika
misalnya papaverin.
- Untuk melihat prognosis kehamilannya dilakukan pemeriksaan ultrasonografi.
Penderita bisa pulang setelah perdarahan pervaginam berhenti dengan hasil dari
pemeriksaan kehamilan baik, dengan anjuran 2 minggu kemudian ke poliklinik
Ginekologi.

KOMPETENSI PPDS I Obstetri dan Ginekologi dengan Supervisi DPJP

KOMPETENSI Merah Kuning Hijau


PPDS Diagnosis √ √ √
Pengelolaan - √ √
medis
Prosedur - - √
PERANAN 1. Melakukan verifikasi terhadap diagnosis dan terapi yang akan
diberikan PPDS
DPJP/SUPERVI 2. Memberikan persetujuan terapi/ tindakan yang akan dilakukan
SOR PPDS
3. Melakukan secara langsung proses diagnosis dan terapi terhadap
pasien

EDUKASI - Informed consent penyakit, pemeriksaan, penyebab dan terapi


- Penjelasan tentang efek samping dari terapi

PROGNOSIS Ad Vitam : dubia at bonam


Ad Santionam : dubia at bonam
Ad Fungsionam : dubia at bonam
CATATAN Pada kondisi tertentu masih ada kemungkinan diagnosa/ tindakan klinis
diputuskan berdasarkan pertimbangan klinis yang berbeda sesuai dengan
keadaan klinis masing masing pasien
TINGKAT Diagnosa : I / II / III / IV ( referensi no... )
EVIDENS Terapi : I/ II / III / IV ( referensi no... )
INDIKATOR Klinis, laboratorium, ultrasonografi
MEDIS
KEPUSTAKAAN William Gynecology