Anda di halaman 1dari 30

GASTRITIS

1. Gastritis (Tukak lambung)


Tukak peptik : gangguan saluran gastrointestinal Mukosa lambung.
Yang memperparah gastritis H. Pylori, NSAID, STRESS, Makanan
Pedas dan Minuman (Cafein), Merokok.

Istilah istilah terminologi pada Penyakit Gastritis :


Gastritis = radang lambung
Gastropathy = penyakit lambung
Gastralgia = Sakit lambung
Peptic ulcer = tukak peptik
Eptigastritis = radang lambung bagian atas

Montion sicknes Dymetil Hidramin (Antimo)


Morning Sicknes Vitamin B6 (Pyridoxin)
Mual muntah pasca operasi Ondancentron
Mual Muntah Kemoterapi Ondancentron, Metoclopramid
Bahan Alam yang melapisi lambung (Kerjanya seperti sukralfat) Pati
Lerut
Gangguan lambung Rutin minum yougourt Pagi dan Malam

Obat –obat gastritis :


 Antagonis reseptor H2 (Simetidin, ranitidin, Famotidin)
 PPI (Omeprazole, lanzoprazole pantoprazole) Lazimnya 1 kali
sehari pemakaian.
 Sukralfat
 Koloid bismut
 Antasida
Sel pariental lambung Penghasil HCL
HCL disekresi : HCL akan disekresi apabila ada rangsangan dari reseptor.
 Saat puasa (irama sikardian)
 Saat makanan masuk ke lambung
Pepsinogen + suasana Asam PEPSIN
Pengobatan terapi pasien terkena H. Pilory menggunakan 2 antibiotik
(klaritomicin dan Amoxicillin).
NOTULEN
Yang menyebab kan tukak lambung itu bukan stress, makanan pedas asam,
kopi tetapi semua itu akan memperparah tukak lambung.
 Terapi tukak peptic disebabkan bakteri H.pylori itu bagaimana dan
dosisnya berapa?
Terapi tukak lambung akibat bakteri H.pylori yaitu menggunakan terapi triple dan
kuadrupel.Terapi tripel yaitu menggunakan PPI (Omeprazol 20 mg 2xsehari atau
Lansoprazol 30 mg 2xsehari ) dan kombinasi 2 antibiotik biasanya klaritomisin
500 mg 2xsehari dan amoksisilin 1 g 2xsehari jika atau alternative lain
menggunakan metronodazol 500 mg 2xsehari. Kalau terapi kuadrupel masih
menggunakan terapi tripel tapi ditambah dengan bismuth subsilat 500mg 4xsehari .
 Antibiotik yang sesuai untuk terapi tukak peptic akibat bakteri H.pylori itu
apa?
Bisa menggunakan antibiotik amoksisilin, klaritomisin, tetrasiklin.
 Perbedaan gejala tukak peptik karena infeksi dan non infeksi itu apa?
Tidak ada perbedaan gejala antara tukak peptik karena infeksi dan non infeksi,
gejalanya masih umum yaitu mual, muntah, tidak nafsu makan dan nyeri ulu hati tapi
untuk tuksk peptik karena infeksi bakteri biasanya lebih lama sakitnya. Dan untuk
menunjang diagnosis bisa melalukan rangkaian tes diantaranya endoskopi, breathtest,
uji tinja dll.
 Apa perbedaan gastritis dan tukak peptic
Gastritis yaitu peradangan pada permukaan mukosa lambung. Sedangkan tukak
peptic mukosa sudah mengalami perlukaan dan akan merangsang timbulnya inflamasi
pada lambung.
GERD (Gastroesophageal Refluks Disease)
Kondisi Gejala Tatalaksana
Asam lambung naik ke esofagus Rasa panas di dada, muntah dan
dan menyebabkan iritasi susah menelan. 1. Pengontrolan Asam
Lambung

1st: antasida, non farmakologi


(hindari makanan asam dan
pedas), H2 Blocker dosis rendah
2nd: Supresi Produk asam
dengan H2 Blocker/PPI
3rd: Pembedahan / Surgery
2. Pengosongan Lambung

Gunakan metoklopramid
3. Perlindungan Mukosa

Gunakan Sukralfat
Keterangan: Jika dalam rentang waktu 2 minggu gejala tidak berkurang segera ke dokter.
Pilihan Terapi Kondisi pediatri:
antasida (suspensi), ranitidine, sukralfat.
Pilihan Terapi Kondisi Hamil dan Menyusui:
antasida, ranitidine (perhatian untuk menyusui), sukralfat.
PEPTIC ULCER
Kondisi Gejala Tatalaksana
Gangguan Sekresi HCL Mual, Nyeri ulu hati, tanpa gas
- PPI

Peningkatan HCL Sendawa, kembung, mual


- Antasida, Bikarbonat (antasida
asorbable)

Stress Sendawa pahit


- H2 Blocker

Iritasi, luka pada mukosa Perih saat makan, ada pendarahan


pada muntahan, demam, feses - PPI disertai Sukralfat
berdarah
Keterangan:
- Interaksi sukralfat dengan antasida menyebabkan penurunan efek obat (absorbsi menurun dan
membentuk kelat dengan logam antasida) Solusi : Penggunaan keduanya dijeda setidaknya setengah jam
- Ibu Hamil aman menggunakan antasida. PPI dapat digunakan namun harus dimonitoring.
- Ranitidin kategori B untuk hamil, dan berhati-hati untuk ibu menyusui (crosses breast milk). Sukralfat
kategori B
- Iritasi, luka pada mukosa, yang menyebabkan adanya gejala infeksi → tatalaksana yang diberikan sesuai
dengan tatalksana pada infeksi saluran cerna
HIPERTENSI
Klasifikasi Tekanan Tek Darah Sistolik mmHg Tek Darah Diastolik mmHg
Darah
Normal <120 Dan < 80
Prehipertensi 120-139 Atau 80-89
Hipertensi Stage 1 140-159 Atau 90-99

Hipertensi Stage 2 ≥ 160 Atau ≥ 100

Algoritma diagnosa Hipertensi

Berdasarkan JNC 8, target terapi dan pilihan regimen dalam penatalaksanaan


hipertensi adalah sebagai berikut
: Kondisi Pilihan Obat
Normal
- Tunggal: ACEi ARB, CCB, atau tiazid-diuretic
- ACEi atau ARB + tiazid-diuretic; serta ACEi atau
ARB + CCB

CKD ACEi atau ARB


Diabetes Mellitus
- First Line : ACEi atau ARB
- Second Line : CCB
- Third Line : tiazid-diuretic atau BB

Heart Failure ACEi atau ARB + BB + diuretic + spironolactone


Post-MI BB + ACEi atau ARB
CAD ACEi, BB, diuretic, CCB
Pencegahan Kekambuhan Stroke ACEi, diuretic
Kehamilan Labetolol (first line), nifedipin, metidopa
Lainnya Beta-Bloker Selektif Beta-1 seperti metoprolol,
bisoprolol, betaxolol, dan acebutolol lebih aman
untuk pasien dengan PPOK, asma, dibetes dan
peripheral vascular disease
Mekanisme kerja
1. CCB : Obat Calcium channel blocker adalah obat yang digunakan untuk
menurunkan tekanan darah. Fungsi Calcium channel blocker adalah untuk
memperlambat gerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding pembuluh darah
yang membuat lebih mudah bagi jantung untuk memompa dan memperlebar
pembuluh darah. Akibatnya, jantung tidak harus bekerja keras dan tekanan darah
dapat turun.
Contoh obatnya: Norvasc (Amlodipine) 1 x 5 mg/ hari, Plendil (Felodipine),
DynaCirc (Isradipin), Cardene (Nicardipine), Adalat (Nifedipine), Cardizem,
Dilacor, Tiazac, Diltia XL (Diltiazem), Sular (Nisoldipin), Isoptin, Calan,
Verelan, Covera-HS (Verapamil).
2. Ace Inhibitor : ACE inhibitor bekerja dengan cara menghambat enzim dalam
tubuh untuk memproduksi hormon angiotensin II atau zat yang dapat
menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan kerja jantung. Dengan obat ini,
pembuluh darah menjadi melebar, sehingga tekanan pada pembuluh darah
berkurang, begitu pun jumlah cairan yang mengalir dalam pembuluh darah.
Contoh obatnya: captopril 2x 12,5 mg per hari (sediaan tablet 12,5 mg dan 25
mg) , Ramipril 1x 2,5 mg/ hari (sediaan tablet 2,5 mg dan 5 mg), imidapril 1x
5 mg/ hari (sediaan tablet 5 mg dan 10 mg ), enalapril 1 x 5 mg/ hari (sediaan
tablet 5 mg, 10 mg), lisinopril 1x 10 mg/ hari (sediaaan tablet5 mg dan 10 mg).
3. ARB : ARB bekerja dengan menghambat efek angiotensin II atau senyawa yang
menyempitkan pembuluh darah. Dengan menghambat zat angiotensin II,
pembuluh darah bisa diperlebar agar sirkulasi darah berjalan lancar sekaligus
menurunkan tekanan darah.
Contoh obatnya: Losartan 1x 50 mg/ hari (sediaan tablet 50 mg dan 100 mg),
valsartan 1x 80 mg/ hari (sediaan tablet salut 40, 80 mg, 160 mg), candesartan
1 x8 mg/ hari (sediaan tablet 8 mg dan 16 mg), irbesartan 1x 150 mg / hari
(sediaan tablet 150 mg dan 300 mg), telmisartan 1x 40 mg/ hari (sediaan
tablet 40 mg dan 80 mg).
4. Diuretik kuat : Furosemid 40 mg 1 kali sehari
5. Diuretik hemat kalium : spironolacton 25 mg dan 100 mg
Terapi non farmakoogi :
Labu siam, mentimun, mengkudu, seledri, blimbing wuluh, bawang putih
Fix dose combination hipertensi : Amlodipin+ valsartan
Hipertensi pada ibu hamil : metildopa 250 mg 2- 3 kali sehari
Preeklamsia jika penggunaan metildopa sudah tidak bisa menurunkan dapat
digunakan NIFEDIPIN

NOTULEN HIPERLIPIDEMIA
PENYANGGAH
YULIANTI
1. Amlodipin tidak ada diagnosis hipertensi tambahkan di DRP ada obat dan
tidak ada indikasi
Jawab:
Nyeri pada dada karena kemungkinan pasien mengalami angina pectoris
akibat hiperlipidemia yang diderita
2. Ada nyeri di dada ditambahkan DRP ada indikasi dan tidak ada obat?
Jawab:
Nyeri dada yang dirasakan pasien dapat diobati dengan amlodipin, karena
amlodipin sesuai dengan jurnal dapat digunakan sebagai obat angina pectoris.
PERTANYAAN:
1. SEKAR
Hiperlipid biasanya orangnya gemuk bisa tidak kalau menyerang orang
kurus? Ikan gindara ada tidak?Jika ada mahal ada atau tidak?
Jawab: Hiperlipid tidak hanya terjadi pada orang gemuk bisa juga pada orang
kurus karena yang tinggi TG dan kolesterolnya. Tinggi resiko terkena
hiperlipid biasanya pada orang obesitas.
Ikan gindara Ada, tetapi mahal. Ikan gindara dikonsumsi dengan cara direbus
sebagai terapi penunjang hiperlipid.
2. ADIYAT
Fibrat biasa digunakan untuk menurunkan TG, kenapa dikasus
digunakan golongan fibrat, bisakan golongan fibrat digunakan untuk
menurunkan kolesterol saja?
Jawab: golongan fibrat spesifik menurunkan kadar TG. Pada kasus ini
menurut kelompok kami hiperlipid yang diderita pasien etrmasuk dalam
kategori 2B , sehingga digunakan kombinasi 2 obat: gemfibrozil dan
simvastatin agar menimbulkan efek sinergisme. Fibrat digunakan penurunan
kolesterol kurang efektif, kalau golongan statin lebih efektif.
3. SUCI
Wanita hamil biasa terkena hiperlipidemia? Pengobatannya apa?
Jawab: Orang hamil memiliki risiko terkena hiperlipidemia. Menurut PERKI
(2013) pada wanita hamil kadar LDL akan meningkat dan TG akan berlipat
ganda. Obat golongan statin pada kehamilan kategori X. Yang aman untuk
ibu hamil yaitu golongan Bile Acid Resins kolesteramin dan kolestipol.
Niacin dan ezetimid golongan C.
4. Statin dikombinasi kan dengan co-enzim Q10 karna penggunaan statin
mengganggu dari co-enzim Q10. Co enzim Q10 lebihke jantung.
5. BAIQ
Kenapa tidak digunakan kombinasi obat golongan selain fibrat?
Jawab: menurut jurnal yang kelompok kami dapatkan, kombinasi antara statin
dan fibrat (simvastatin dan gemfibrozil dapat menurunkan kolesterol dan TG,
kemudian juga dapat meningkatkan HDL, walaupun ada interaksi pada
penggunaan keduanya. Interaksi tersebut dapat dicegah dengan penggunaan
yang tidak bersamaan (penggunaan sesuai dengan plan pada presentasi).
6. ADHIKA
Apakah obat herbal yang dapat digunakan untuk hiperlipid?
Jawab: bisa digunakan daun dandang gendis, selain itu juga bisa daun
tempuyung, daun jati belanda daun kemuning.
7. FILZAH
Kenapa hiperlipid bisa disebabkan oleh alkoholisme? Bagaimana
mekanismenya?
Jawab: karena alkohol memiliki gugus hidroksi (OH) yang mudah teroksidasi,
apabila gugus tersebut pecah dan bertemu dengan lemak jenuh (ikatan lemah)
lemak jenuh tersebut akan memiliki rantai yang lebih panjang dan strukturnya
akan berubah menjadi radikal yang dapat menyebabkan berbagai macam
penyakit salah satunya adalah hiperlipid.
8. X
Pada kasus ada interaksi obat yang menyebabkan Miopati, bagaimana
penanganannya?
Jawab: pada resep pasien mendapatkan vitamin B kompleks, dimana berisi
Vit b1, b2, b3, b5, b6 dan b12. Ada kompenen b6 yang dapat membantu
perbaikan syaraf pasien, kemudian ada b3 (niasin) yang dapat membantu
menurunkan kolesterol, LDL serta meningkatkan HDL.
9. KIKI
Bagaimana penggunaan obat-obat hiperlipidemia? Apakah terus
dikonsumsi seumur hidup atau dihentikan ?
Jawab: obat-obat hiperlipid digunakan untuk menurunkn kadar kolesterol
didalam tubuh. Apabila kolesterol dalam tubuh sudah berada dibatas normal,
maka penggunaannya dapat dihentikan. Kemudian perlu dimonitoring kadar
lipid secara berkala dan dilakukan diet. Serta hindari faktor2 pemicu
peningkatan kadar lipid. Kemudian pada usia 20than perlu dilakukan cek
kadar lipid atau tes kolesterol total setiap 5 tahun sekali.
10. CAHYA
Adakah perbedaan pemberian obat hiperlipidemia pada orang gemuk
atau kurus? Apakah mempengaruhi ADME?
Jawab: pada proses absorbsi tidak ada pengaruh antara orang gemuk dan
kurus, tetapi pada proses lainnya DME tergantung pada BSA masing-masing
orang.
11. FEBRI
Bisakah hiperlipidemia diderita oleh anak-anak? Selain dari faktor
keturunan dan bagaimana gejalanya.
Jawab: hiperlipid bisa diderita oleh anak-anak karena healthy life style,
makan-makanan yang berlemak, dan tidak sehat. Gejala hiperlipidemia tidak
spesifik. Pada anak-anak pengobatan yang digunakan adalah diet dan gunakan
obat golongan statin.
 Hiperlipidemia adalahsuatu keadaan patologis yang ditandai dengan
peningkatan fraksi lipid di dalam darah yang melebihi batas
normal.Peningkatan lipid yang dimaksud adalah kolesterol, trigliseriddan
lipoprotein jenisLow Density Lipoproteins (LDL)
 Hiperlipid primer
Peningkatan Perubahan Gejala Utama
Tipe
Lipoprotein Profil Lipid
I Kilomikron Trigliserid Abdominal pain (pancreatitis) lipemia
retinalis, xanthoma, hepatosplenomegali
IIa LDL Kolesterol Xanthelasma, arkus senilis, tendon
xanthoma
Trigliserid dan -
IIb LDL+VLDL
Kolesterol
Trigliserid dan -
III IDL
Kolesterol
IV VLDL Trigliserid -
VLDL + Trigliserid dan -
V
Kilomikron Kolesterol

 Tanda dan gejala yang umum yaitu xantoma, xanthelasma, nyeri dada,
nyeri perut, hepatosplenomegali, kadar kolesterol atau trigliserida tinggi,
serangan jantung, obesitas, intoleransi glukosa, lesi menyerupai jerawat
pada sekujur tubuh, plak ateromatosus pada pembuluh darah arteri, arkus
senilis, dan xantomata

Kolesterol Total
<200 mg/dL Diinginkan
200-239 mg/dL Sedikit tinggi (borderline high)
> 240 mg/dL Tinggi
LDL
<100 mg/dL Optimal
100-129 mg/dL Mendekati optimal
130-159 mg/dL Sedikit tinggi (Borderline high)
160-189 mg/dL Tinggi
> 190 mg/dL Sangat tinggi
HDL
<40 mg/dL Rendah
> 60 mg/dL Tinggi
Trigliserid
<150 mg/dL Normal
150-199 mg/dL Sedikit tinggi (Borderline high)
200-499 mg/dL Tinggi
> 500 mg/dL Sangat tinggi
Kolestiramin
4-24 gram
Kolestipol5-
30 gram

Niacin adalah agen lini pertama atau alternatif untuk pengobatan


hipertrigliseridemia dan dislipidemia diabetik do awal 500/hari (4mggu) do max
2g/hari
Mekanisme kerja
1. Resein asam empedu : mengikat asam empedu diusus dgn cara meningkatklan
pembuangan LDL dari aliran darah . direkomendasikan untuk pasien yg
intolerensi thdp statin
2. Inhibitor Reduktase HMG-CoA/ Statin mekanismenya mengganggu
konversi HMG-CoA ke mevalonate, langkah pembatasan laju biosintesis
kolesterol. Pengurangan sintesis LDl dan peningkatan katabolisme LDL.
Penurunan lipid paling eektiff.
a. Simvastatin : 5-10 x1 perhari pada malam hari max 40mg/hari (5mg,
10mg,20mg)
b. Atorvastatin :1x0 mg dgn interval 4 mgg max 80 mg(10,40 mg)
c. Lovastatin : 1x20mg/hari (20mg)
3. Fibra fibratmenurunkan kadar trigliserit menyebabkanmeningkatnya
konsentrasi kolesterol HDL. Pilihan utama untuk pasien hiperlipid bberat.
a. Fenofibrat ::1x200-400 mg ; anak 5mg/kgbb (00,200,300mg)
b. Gemfibrosil : 2x600mg/hari 30 menit sebelum makan do max 1,5 g /hari
(300,600 mg kapsul)
4. Asam nikotinat /Niasin ) mengurangi sintesis hati VLDL Niasin juga
meningkatkan HDL. . Niacin adalah agen lini pertama atau alternatif untuk
pengobatan hipertrigliseridemia dan dislipidemia diabetik.
Asam nikotinat : ER 500mg/hari selama 4 minggu n dinaikan dlm 4 mgg. Do
max 2g/hari
5. Inh. Absorsi kolesterol
a. Ezitimibe :  lini pertama menghambat absorbs lemaktanpa
mempengaruhi absrbsi nutrisi. Bias diminum untuk mencegah absorbs
lemak saat makan makanan berlemak agar lemak tidak terserap.
Do : 1x10 mg secara tunggal ato komb. Dgn statin.
6. Suplementasi Minyak Ikan
Diet tinggi asam lemak tak jenuh ganda omega-3 (dari minyak ikan),
paling umum asam eikosapentaenoat (EPA), mengurangi kolesterol,
trigliserida, LDL, dan VLDL dan dapat meningkatkan kolesterol HDL.

VLDL Di dalam tubuh senyawa ini difungsikan sebagai pengangkut trigliserida


dari hati ke seluruh jaringan tubuh.
LDL merupakan lipoprotein pengangkut kolesterol terbesar pada manusia
seringkali disebut lemak “jahat. LDL merupakan metabolit VLDL, fungsinya
membawa kolesterol ke jaringan perifer
HDL disintesis dari hati dan usus.HDL berfungsi sebagai pengangkut kolesterol
dalam darah dari jaringan tubuh ke hati
a. Terapi Non farmakologi
penurunan berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik
berhenti merokok dan mengendalikan hipertensi
Peningkatan asupan serat larut (oat bran, pektin, psyllium)
NOTULEN DIABETES MILITUS FTM
Pertanyaan
1. Afri diyah
Pada kasus DM ada komplikasi hipertensi. Apakah ada hubungan
antara DM dengan hipertensi?
Jawab: Efek resistensi insulin akibat diabetes itu sendiri juga dapat
menyebabkan hipertensi. Resistensi insulin membuat tubuh tidak
merespon hormon insulin dengan baik, sehingga gagal menyerap gula
dalam darah (glukosa) untuk dijadikan energi atau simpanan lemak.
Kondisi ini mengakibatkan peningkatan lemak tubuh. Penumpukan lemak
dalam tubuh bisa mengganggu kerja sistem saraf, termasuk sinyal yang
mengatur tekanan darah.
2. Rifka choirinisa
Bagaimana caranya mendeteksi awal terjadinya DM?
Jawab : Dilihat dari gejala atau keluhan pasien, harusnya segera dicek
gula darah puasa, lalu kalau sudah ada tandanya segera konsultasi ke
dokter dan dicek HbA1c.
3. Andi
Jika pasien mengalami hipoglikemia. Misalkan hanya ada permen /
coklat. Apakah bisa dikonsumsi?
Jawab : Bisa yang jelas ada asupan gula untuk penolongan pertama pada
pasien hipoglikemia.
4. Rifatul
Apa first line terapi untuk ibu hamil yang terkena DM? Bagaimana
algoritma terapi Dm tipe 2?
Jawab :
obat DM yang cocok untuk ibu hamil adalah insulin dan pada penelitian
terbaru metformin juga aman digunakan pada ibu hamil.
5. Nurul yuliani
Pada kasus DM neuropati apakah perlu adanya tambahan terapi ?
Jawab : Perlu adanya tambahan terapi dengan vitamin neurotropik seperti
vit B, B2, B6. Karena DM dengan neuropati itu jenis kerusakan pada
syaraf yang terjadi karena kadar gula dalam darah terlalu tinggi (Diabetes
Militus).
6. Hogi
Apakah anak-anak dan remaja bisa terkena DM?
Jawab :
Bisa, karena kurang menjaga pola makan. Biasanya yg terjadi di usia <30
tahun adalah DM tipe 1.
7. Yuliyati
Misalkan pasien terkena DM diterapi dengan 3 obat biar tidak ada
komplikasi ke ginjal. Terapi non farmakologi apa yang cocok?
Jawab :
a. Banyak konsumsi air putih
b. Hindari pemakaian alkohol
c. Makanan rendah GI
d. Kurangi minum manis
8. Rifka ulfi
Terapi herbal yang digunakan untuk diabetes militus?
Jawab :
Terapi herbal lidah buaya, dandang gendis, daun salam dan daun sereh,
kayu manis, semut jepang, undur-undur.
9. Cahya buana
Pemakaian obat antidiabetik oral pada saat puasa bagaimana?
Jawab : Bagi pasien diabetes mellitus yang minum obat pada saat puasa
sebagai berikut :
 Obat DM dosis tunggal (1x sehari) bisa diminum saat berbuka
puasa.
 Obat DM (2x sehari) bisa diminum saat sahur dan saat berbuka
puasa.
 Obat DM (3x sehari ) bisa diminum saat sahur, saat berbuka puasa
dan sebelum tidur atau sehabis sholat tarawih.
 Insulin bisa digunakan 1x sehari saat berbuka puasa (contoh lantus,
levemir)
10. Adiyat anjas
Perlu tidak memantau SGPT,SGOT pada hati?
Jawab:
Perlu dimonitoring. Karena DM jg bisa menyebabkan sirosis hati.
Meskipun kadar gulanya dapat turun menjadi normal tapi livernya rusak
(sirosis)
 Cirri khas DM
- Polidipsi (banyak minum)Polifagi (banyak makan) Poliuria
(banyakkencing/sering kencing di malam hari), nafsu makan bertambah
namu berat badan turun dengan cepat (5-10 kg dalam waktu 2-4
minggu), mudah lelah.
- Gejala kronik diabetes melitus yaitu : Kesemutan, kulit terasa panas atau
seperti tertusuk tusuk jarum, rasa kebas di kulit, kram
 HbA1c : normal 5,7-6,5
 DM 1  AUTOIMUN, Insulin dependent (tergantung insulin) Insulin
Dependen Diabetes Mellitus(IDDM) pancreas rusak. Data dideritaa anak
n dewasa
 Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana tubuh pasien tidak cukup menerima
insulin, sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi.
 Komplikasi : Retinopati, Nefropati, Neuropati, Diabetic Foot,
Makroangiopati
 Pemeriksaan DM:
HbA1C (%) Glukosa darah puasa Glukosa plasma 2 jam
(mg/dL) setelah TTGO (mg/dL)
Diabetes > 6,5 > 126 mg/dL > 200 mg/dL
Prediabetes 5,7-6,4 100-125 140-199
Normal < 5,7 < 100 < 140
 Alogaritma

 Terapi noon farmakologi


Asupan kacang-kacangan, buah berry, yogurth, kopi, the
 Terapi Farmakologi
a. Antidiabetik Injeksi
1. Insulin

5-15‘

30-60’

1,5-4j

1-3j
2. Antidiabetes Oral (OAD)
3. Digunakan pada penanganan DM tipe II. : bersama makan
500-300 mg,2-3 max 3000
 Tab/kap 500, 850, XR 500
 100-300/hari(3 do)max 300. Bersama makan dikunyah
 15-45 mg, max 45/hari, tab 15,30,45
 25-100mg/hari
 25,50,100

Obat Dosis (mg) Dosis awal yang Dosis Dosis Durasi kerja Dikonsumsi
disarankan (mg/hari) terapi maksimal
Nonelderly Elderly ekuivale (mg/hari)
n (mg)
Asetoheksamida 250, 500 250 125-250 500 1500 Sampai 16 jam
Klorproaramida 100, 250 250 100 250 500 Sampai 72 jam
Tolazamida 100, 250, 100-250 100 250 1000 Sampai 24 jam
500
Tolbutamida 250, 500 1000-2000 500-1000 1000 3000 Sampai 12 jam Sebelum
makan
Glipizid 5, 10 5 -20 2,5-5 5 40 /20 Sampai 20 jam Sebelum
makan
Glimepirid 1, 2, 3, 4 1-8 0,5-1 2 8 Sampai 24 jam Sebelum
makan
Glibenklamid 1,25 ; 2,5 ; 1,25 ; 2,5 2,5 2,5 20 Sampai 24 jam Sebelum
5 makan

 DM neuropati; vit b1,b6,b12kerusakan syaraf


 Dm ibu hamil metformin n insulin
 Terapi herbal: lidah buaya, daun salam, undur”, semut jepang, daun gendis
URAIAN KASUS
Seorang pasien bernama Ny. S datang ke apotek dengan membawa resep
dokter. Hasil wawancara apoteker terhadap pasien diketahui bahwa pasien berusia
55 tahun Pasien datang dengan keluhan kepala merasa pusing, tengkuk tegang,
badan terasa lemas, sering merasa haus dan lapar, serta sering buang air kecil.
Membawa resep sebagai berikut :

R/ Metformin 500 mg no LX
s.2 dd tab 1
R/ Glimepirid 2 mg no XXX
s.1 dd tab 1
R/ Amlodipine 10 mg no XXX
s.1 dd tab 1 (Malam)
R/ Irbesartan 150 mg no XXX
s 1 dd tab 1 (Pagi)

Analisis SOAP
1. Subyektif :
• Nama : Ny. S
• Umur : 55 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Keluhan menderita Diabetes Mellitus tipe II dan disertai dengan hipertensi.
2. Obyektif:
Tidak ada data vital dan data laboratorium yang mendukung.
3. Assessment:
Analisis Penggunaan Obat:
Nama Obat Analisis
Metformin Indikasi : Anti Diabetik Oral Golongan Biguanid
Dosis : 500-3000 mg/ hari (diberikan dalam 2-3
dosis terbagi)
Mekanisme : Menghambat glukogenesis dihati
dan meningkatkan penggunaan glukosa di
jaringan.
Kontra indikasi : gangguan fungsi ginjal ,
ketoasidosis.
Efek samping : diare, rasa lelah, nyeri otot,
sembelit, hipoglikemia.
Glimepiride Indikasi : Anti Diabetik oral golongan
sulfonilurea
Dosis : 1- 8 mg/ hari
Mekanisme : Meningkatkan sekresi insulin oleh
sel beta prankeas.
Kontra Indikasi : Gangguan gungsi hati, gagal
ginjal, porfiria, ketoasidosis, kehamilan dan
menyusui.
Efek samping : Hipoglikemia dan peningkatan
berat badan.
Amlodipine Indikasi : Anti Hipertensi Golongan CCB
Dosis : 1 x 5 mg (dosis awal), 1 x 10 mg (dosis
maximal).
Mekanisme : Amlodipin merupakan CCB yang
bersifat long acting yang memberikan efek
dengan memblokir masuknya transmembran ion
kalsium ke otot, jantung, pembuluh darah dan
otot halus.
Kontra indikasi : Hipersensitivitas terhadap CCB
terhadap dihidropiridin, syok kardiogenik, angina
pektoris tidak stabil.
Efek Samping : Gangguan tidur, Sakit kepala,
Hipotensi.
Irbersartan Indikasi : Anti Hipertensi Golongan ARB
Dosis : 1 x 150 mg/ hari, dosis maximal 300 mg/
hari
Mekanisme : Antagonis non peptida angiotensin
II yang secara selektif menghambat pengikatan
angiotensin II dengan reseptor AT1.
Kontra indiksi : Kehamilan kategori C D pada
trimester 2 dan 3, menyusui .
Efek Samping : Hipotensi, Gagal jantung.
A. Identifikasi DRP:
 DRP ada indikasi tidak ada obat : -
 DRP dosis terlalu tinggi : -
 DRP dosis terlalu rendah: -
 DRP obat tanpa indikasi : -
 DRP efek samping : Pengunaan metformin dan glimepirid
 DRP interaksi obat : Penggunaan amlodipin dan metformin dapat
mengurangi efek dari metformin.
4. Plan:
• Terapi tetap dilanjutkan namun pemberian amlodipin dengan metformin
dijeda 2 – 3 jam dan lakukan monitoring kadar gula darah pasien.
• Metformin diminum setiap 12 jam, pada suapan pertama saat makan.
• Efek samping dari metformin dan glimepirid yaitu mual, pusing, tremor,
jantung berdebar, dan palpitasi. Maka dari itu perlu dilakukan monitoring
pada pasien jika ada efek samping yang muncul dan segera konsultasikan
ke dokter.
• Glimepirid + metformin tidak perlu dilakukan penggantian obat hanya
perlu dilakukan monitoring terhadap kadar gula darah pasien.
KIE
a. Diinformasikan kepada pasien jika terjadi gejala hipoglikemik seperti pusing,
lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi
gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat maka segera makan
atau mengkonsumsi snack. Hipoglikemia lebih sering pada DM tipe 1, yang
dapat di alami 1-2 kali penderita DM tipe 2 jarang terjadi meskipun
mendapatkan terapi insulin. Pemberian glukosa 15–20 g (2-3 sendok makan)
yang dilarutkan dalam air adalah terapi pilihan pada pasien dengan
hipoglikemia yang masih sadar. Jika pasien yang mengalami hipoglikemi
berat segera dibawa ke rumah sakit untuk menerima penanganan medis.
b. Pasien dianjurkan melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM).
c. Diinformasikan kepada pasien untuk memperhatikan jadwal makan, jenis dan
jumlah kandungan kalori. Makan sesuai dengan anjuran ahli gizi, jangan
makan terlalu sedikit.
d. Disarankan pasien memakan kacang-kacangan, buah berry, yogurth, nasi
merah dan mengurangi konsumsi daging merah dan minuman yang
mengandung gula berlebih.
e. Disarankan pasien latihan aerobik yang ringan tidak berlebihan, karena dapat
meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta dapat mengurangi
faktor resiko kardiovaskuler, membantu penurunan berat badan.
TUBERKULOSIS
1. Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh masuknya
M.tuberculosis ke dalam sistem respirasi.
2. Tanda n gejala
Batuk dan berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, batuk
darah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan dan berat badan
menurun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam, walaupun
tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.
3. Diagnose
Tuberkulosis:
Kategori 1 = Pasien Kasus Baru
Kategori 2 = Pasien Kasus Lama (Kambuhan, Pindahan, Lalai, Gagal,
Kronis)
Kategori 3 = Profilaksis TB/Suspek TB (BTA-, bercak +)
Studi terbaru aturan minum OAT: Sebaiknya diminum Sebelum
Makan Karena jika diminum bersamaan makan maka akan terjadi
pengurangan konsentrasi plasma maksimum dalam tubuh.
1. Pemeriksaan mikroskopis:
Pemeriksaan mikroskopis BTA dengan pewarnaan Ziehl Neelsen yang
dilaksanakan untuk:
 Pemeriksaan pendahuluan pada terduga TB Resistan obat, dan dilanjutkan
dengan pemeriksaan biakan dan uji kepekaan M.tuberculosis.
 Pemeriksaan dahak lanjutan (follow-up) dalam waktu-waktu tertentu selama
masa pengobatan, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan biakan untuk
memastikan bahwa M.tuberculosis sudah tidak ada lagi.
4. Biakan dan identifikasi kuman M. Tuberculosis
Golongan Jenis Obat
Golongan-1 Obat Lini Pertama Isoniazid (H)
Rifampisin (R)
Pirazinamid (Z)
Pirazinamid (Z)
Streptomisin(S)
Golongan-2 Obat suntik lini kedua Kanamisin (Km)
Amikasin (Am)
Kapreomisin(Cm)
Golongan-3 Golongan Florokuinolon Levofloksasin(Lfx)
Moksifloksasin (Mfx)
Ofloksasin (Ofx)
Golongan-4 Obat bakteriostatik lini kedua Etionamid (Eto)
Protionamid(Pto)
Sikloserin(Cs)
Terizidon(Trd)
Para amino salisilat (PAS)
Golongan-5 Obat yang belum terbukti Clofazimin (Cfz) Linezolid
efikasi-nya dan belum (Lzd) Amoksilin/ Asam
direkomendasikan oleh WHO Klavulanat (Amx/Clv)
untuk pengobatan standar TB Klaritromisin (Clr)
RR/TB MDR Imipenem (Ipm)
Streptomisin
Jika resisten etambutol diganti dengan streptomisin
Jika resistensi terhadap streptomisin bisa digunakan KANAMISIN
Jika hepatotoksik dan mengalami pengobatan TBC maka diresepkan
hepatoprotektor yaitu curcuma.
Jika menmggunakan obat TB sebaikny juga digunakan vit b6 dan dipoantau
fungsi hati
Flek paru  BTA –, pengobatannya sama dengan TBC tapi tidak menggunakan
Rifampisin
TBC  BTA +
1. Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
a. Isoniazid (INH)
Dalam kombinasi dengan OAT lainnya, dosis dewasa adalah 300 mg satu
kali sehari, atau 15 mg per kg berat badan sampai dengan 900 mg, kadang-
kadang 2 kali atau 3 kali seminggu
b. Rifampisin
Rifampisin adalah antibiotik derivat semi sintetis dari rifamisin B yang
dihasilkan oleh Streptomyces mediterranei.Sediaan dasar dari Rifampisin
adalah tablet dan kapsul 300 mg, 450 mg, dan 600 mg. Untuk dewasa, dosis
yang diberikan adalah 450 mg satu kali sehari, atau 600 mg 2–3 kali
seminggu. Dosis anak 75 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10
kg, 150 mg untuk anak dengan berat badan 10–20 kg, dan 300 mg untuk anak
dengan berat badan 20 -32 kg
c. Etambutol
Derivat etilendiamin ini berkhasiat spesifik terhadap M.tuberculosis.Untuk
dewasa dan anak diatas 13 tahun, dosis yang diberikan adalah 15-25 mg per
kg berat badan, satu kali sehari. Untuk pengobatan awal diberikan dosis 15 mg
per kg berat badan, dan pengobatan lanjutan 25 mg per kg berat badan.-HCl
250 mg atau 500 mg per tablet
d. Streptomisin
Streptomisin adalah suatu aminoglikosida yang diperoleh dari
Streptomyces griseus.Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 15
mg per kg berat badan maksimum 1 gram setiap hari, Untuk anak, 20–40 mg
per kg berat badan maksimum 1 gram satu kali sehari,
2. Perhatian Khusus untuk Pengobatan
Beberapa kondisi berikut ini perlu perhatian khusus :
a. Wanita hamil
Semua jenis OAT (Obat Anti Tuberkulosis) aman untuk wanita hamil,
kecuali streptomisin.
Kasus

Seorang pasien bernama Tn. Mz berusia 64 tahun, 2 bulan, 8 hari datang ke


Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin. Pasien menderita TBC dan DM
Type II.
Resep yang diterima pasien:
R/ 2FDC L

S 1 d d IV

R/ Diamicron XXX

S1dd1

R/ B6 XXX

S1dd1

Analisis SOAP
Subjek
Nama : Tn. Mz
Umur : 64 tahun, 2 bulan, 8 hari
Berat Badan :-
Keluhan : -
Riwayat penyakit dahulu : -
Diagnosa : TBC dan DM
Objek
Tidak ada data Laboratorium
Assessment
Nama Obat Analisa Obat

Isoniazid Indikasi : first-line drug pada TBC


Mekanisme : menghambat biosintesis dinding sel dengan
mengganggu sintesis lipid dan DNA (bacterisidal)
Dosis : 5 mg/kg BB. Dosis maksimal : 300 mg/hari
Kontra Indikasi : Hipersensitiv
Efek Samping : neuropatik perifer, psikosi toksik, gangguan
fungsi hati, kejang.
Rifampisin Indikasi : first-line drug pada TBC
Mekanisme :
Dosis : 10 mg/kg BB. Dosis maksimal : 600 mg/hari
Kontra Indikasi : Hipersensitiv rifampisin
Efek Samping : gangguan gastrointestinal, urin berwarna merah,
gangguan fungsi hati, ruam kulit, sesak nafas, anemia hematolitik
Diamicron Indikasi : DM type 2
(Glicazide) Mekanisme : meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
Dosis : 30-120 mg/hari
Kontra Indikasi : gangguan fungsi hati, gagal ginjal, porfiria,
ketoasidosis, kehamilan dan menyusui
Efek Samping : hipoglikemia dan peningkatan berat badan, mual,
muntah, diare, konstipasi.
Vitamin B 6 tablet Indikasi : defisiensi vit B 6, neuritis perifer karena obat.
Mekanisme : di dalam hati B6 dengan bantuan ko-factor
riboflavin dan magnesium diubah menjadi zat aktifnya
(piridoksal-5-fosfat (P5P)), zat tersebut berperan penting sebagai
ko-enzim pada metabolism protein dan asam-asam amino, antara
lain pengubahan triptopan melalui okstriptan menjadi serotonin.
Dosis : 25-50 mg/hari
Kontra Indikasi : Hipersensitiv pyridoxin
Efek Samping : Sakit kepala, mual
Analisa DRP
a. DRP ada indikasi tidak ada obat : -
b. DRP tidak ada indikasi ada obat : -
c. DRP tidak butuh obat :-
d. DRP dosis obat berlebih :-
e. DRP dosis kurang :-
f. DRP efek samping obat :
 Isoniazid mempunyai efek samping neuropati perifer, gangguan fungsi hati
g. DRP interaksi obat :
Serius
 Adanya interaksi antara Rafampicin dengan isoniazid, Rifampisin dapat
meningkatkan hepatotoksisitas dari INH
Minor
 Isoniazid + Pyridoxine
Isoniazid akan menurunkan tingkat atau efek piridoksin tanpa spesifikasi
mekanisme.
Plan
 Untuk menanggulangi efek hepatotoksik dapat disarankan penggunaan kurkuma
atau temulawak.
KIE
 Perlu edukasi terhadap kepatuhan minum obat, dimana penggunaan OAT harus
sesuai dengan aturan pemakaian. Perlu diinformasikan bila terlupa satu hari, tidak
diperbolehkan minum dua kali pada hari berikutnya, tetapi harus mengulang
terapi dari awal.
 Memberikan dorongan dan motivasi terhadap pasien untuk berobat secara teratur
hingga pengobatan selesai.
 Menginformasikan efek samping rifampisin adalah air kencing akan berwarna
merah tapi tidak semua orang mengalaminya.
 Menginformasikan efek samping isoniazid adalah kesemutan tapi tidak semua
orang mengalaminya.
 Perlu diinformasikan bahwa cara penularan TB yaitu melalui udara, sehingga
pasien diharapkan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Bila
beraktifitas diluar ruangan dianjurkan memakai masker.
 Karena TB merupakan penyakit menular maka untuk peralatan makan dan minum
pasien harus menggunakan peralatannya sendiri (tidak berbagi dengan orang
lain).
 Udara ruangan harus bersih bebas dari asap dan memiliki ventilasi yang memadai.
 Mengingatkan pasien untuk selalu menjaga kebersihan.
 Mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang dahak secara berkala.
 Makan makanan yang bergizi, bila perlu dapat diberikan suplemen tambahan
untuk menjaga daya tahan tubuh.
 Pemakaian diamicron sebagai obat anti diabetes tidak perlu diminum jika tidak
makan..Diet karbohidrat.
 Olahraga tepuk punggung tangan untuk mengaktifkan insulin.
KASUS
Seorang pasien bernama Ny. B datang ke apotek dengan membawa resep
dokter. Hasil wawancara apoteker terhadap pasien diketahui bahwa pasien berusia
50 tahun dan mengeluhkannyeri pada dada. Hasil pemeriksaan lab menunjukan
bahwa kadar nilai LDL sebesar 201,5 mg/dL dannilai trigliserida sebesar 212
mg/dL.
Analisis SOAP

Subyektif
• Nama : Ny. B
• Umur : 50 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Keluhan :Nyeri pada dada
Obyektif
Pemeriksaan laboratorium menunjukan nilai
LDL : 201,5 mg/dL (Reference range : < 130 mg/dL)
Trigliserida : 212 mg/dL (Reference range : <150 mg/dL)
Assessment
A. Analisis Penggunaan Obat:
Nama Obat Analisis

Amlodipin  Indikasi :
Anti Hipertensi Golongan CCB
 Dosis:
1 x 5 mg (dosis awal), 1 x 10 mg (dosis maximal).
 Mekanisme :
Amlodipin merupakan CCB yang bersifat long acting yang memberikan
efek dengan memblokir masuknya transmembran ion kalsium ke otot,
jantung, pembuluh darah dan otot halus.
 Kontra indikasi :
Hipersensitivitas terhadap CCB terhadap dihidropiridin, syok
kardiogenik, angina pektoris tidak stabil.
 Efek Samping :
Gangguan tidur, Sakit kepala, Hipotensi.
Simvastatin  Indikasi :
Antihiperlipidemia golongan statin
 Dosis:
5-10mg/hari (max 80mg) dosis tunggal pada malam hari.
Jika LDL>100mg/dL dan TG> 150mg/dL dapat diberikan simvastatin
dengan dosis 20mg (Dorotea dkk, 2013).
 Mekanisme :
Menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A (HMG-CoA)
reduktase, dan mengganggu konversi HMG-CoA ke mevalonate,sehingga
terjadi pembatasan laju biosintesis kolesterol yang berakibat pada
penurunan kadar LDL.
 Kontra indikasi :
Pasien dengan penyakit jantung, kehamilan dan hipersensitif terhadap
golongan statin.
 Efek Samping :
Miositis bersifat sementara, sakit kepala, mual, muntah, kembung,, nyeri
abdomen, dan miopati pada otot (penggunaan statin harus dihentikan).
Gemfibrozil  Indikasi :
Antihiperlipidemia golongan fibrat, khususnya tipe II a/b, III,IV dan V.
 Dosis:
2x600 mg/hari, diberikan 30 menit sebelum makan.
 Mekanisme :
Gemfibrozil mengurangi sintesis VLDL pada tingkat lebih rendah, dan
apolipoprotein B dengan peningkatan serentak dalam tingkat
penghapusan lipoprotein kaya trigliserida dari plasma, sehingga
kadartrigliserida menurun.
 Kontra indikasi :
Gangguan fungsi hati berat dan ginjal, penyakit kantung empedu,
hipersensitifitas, penggunaan bersama HMG-CoA reductase inhibitor
(simvastatin dan serivastatin) dan rapiglinid.
 Efek Samping :
Miopati, rhabdomiolisis, mual dan muntah, nyeri abdomen, diare, lelah,
sakit kepala, ruam dan eksim.
Vitamin B  Indikasi :
Komplek Multivitamin untuk menunjang terapi hiperlipid
 Dosis:
1-2 tablet/hari
 Mekanisme : -
 Kontra indikasi :
Hipersensitifitas terhadap thiamin
 Efek Samping :-
Identifikasi DRP
 DRP ada indikasi tidak ada obat :-
 DRP dosis terlalu tinggi :-
 DRP dosis terlalu rendah :
 Dosis gemfibrozil terlalu rendah
 DRP obat tanpa indikasi : -
 DRP efek samping : -
 DRP interaksi obat :
 Simvastatin dan gemfibrozil dapat memperparah efek samping miopati
jika diminum bersamaan.
 Simvastatin dan amlodipin dapat memperparah efek samping miopati
jika diminum bersamaan.
Plan
Disarankan dosis gemfibrozil ditingkatkan menjadi 2 x
600mg/hari.
Terapi kombinasi simvastatin dan gemfibrozil tetap dilanjutkan.
Waktu konsumsi obat golongan fibrat (gemfibrozil): pada pagi
(07.00wib) dan sore (19.00wib), golongan statin (simvastatin) pada
malam hari (22.00wib).
Disarankan penggunan Vitamin B komplek 1 x/hari pada pagi hari.
Amlodipin diminum pagi hari.
KIE
Nonfarmakologi:
1. Lakukan Diet
 Menurunkan kadar LDL, dilakukan diet asupan lemak jenuh dan
tingkatkan asupan serat.
 Menurunkan Trigliserid dilakukan diet asupan lemak dan asupan
karbohidrat.
(Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh : keju, mentega dan
krim susu)
2. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang 30 menit sehari dalam seminggu,
misalnya: senam.
3. Konsumsi ikan gindara untuk pemeliharaan kadar lipid di dalam darah.
4. Banyak minum air putih