Anda di halaman 1dari 20

Laporan Individu Hari Pelaksanaan : Senin

MK. Penilaian Konsumsi Pangan Tanggal Pelaksanaan : 05 Februari 2019

Menghitung Kebutuhan Gizi Sehari, Penimbangan Makanan yang


Dimakan dalam Sehari, serta Penimbangan Bahan Mentah &
BDDnya

Oleh :
Cindy Maidesta (1711221006)

Dosen Mata Kuliah :


Dr. Helmizar, S.K.M., M. Biomed
Dr. Idral Purnakarya, S.K.M., M.K.M

PROGRAM STUDI GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Survei diet atau penilaian konsumsi makanan adalah salah satu metode
yang digunakan dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok. Pada
awal tahun empat puluhan survei konsumsi, terutama recall 24 jam banyak yang
digunakan dalam penelitian kesehatan dan gizi. Pelaksanaan kegiatan survei
konsumsi makanan ini merupakan suatu keahlian atau kompetensi yang harus
dimiliki oleh seorang ahli gizi, karena dari pelaksanaan survei konsumsi makanan
inilah akan didapatkan data untuk membuat kebijakan oleh pemerintah dan
keputusan oleh seorang ahli gizi.
Di Amerika Serikat survei konsumsi makanan digunakan sebagai salah
satu cara dalam penentuan status gizi (willet,1990). Indonesia telah melaksanakan
survei konsumsi pangan ini dalam skala besar, seperti Survei Diet Total (SDT)
yang dilaksanakan pada tahun 2014 yang lalu, dan melibatkan 33 propinsi,
beberapa ratus kecamatan dari 6.793 kecamatan, beberapa ribu kluster dari 79.075
kelurahan/desa, serta ratusan ribu individu yang ada di seluruh Indonesia. Metode
yang digunakan saat itu adalah recall (kualitatif) yang digabung dengan metode
penimbangan / weighing (kuantitatif) untuk beberapa bahan/makanan yang baru
dikenal atau muncul disuatu daerah.
Metode pendekatan yang umum digunakan dalam pengukuran survei
konsumsi makanan ini dikenal dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan
gabungan. Namun, harus diakui bahwa masing-masing pendekatan yang ada
tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. Oleh sebab itu, petugas
pelaksana harus mampu menggunakan pendekatan terpilih yang mempunyai bias
sekecil mungkin agar hasil yang didapatkan mendekati hasil ukur yang
sebenarnya.
Banyak pengalaman membuktikan bahwa dalam melakukan penilaian
survei konsumsi makanan (survei dietetik) banyak terjadi bias tentang hasil yang
diperoleh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; ketidaksesuaian
dalam menggunakan alat ukur, waktu pengumpulan data yang tidak tepat,
instrumen tidak sesuai dengan tujuan, ketelitian alat timbang makanan,
kemampuan petugas pengumpulan data, day ingat responden, daftar komposisi
makanan yang digunakan tidak sesuai dengan makanan yang dikonsumsi
responden dan interpretasi hasil yang kurang tepat.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik tentang cara-cara
melakukan survei konsumsi makanan, baik untuk individu, kelompok maupun
rumah tangga. Walaupun data konsumsi makanan sering digunakan sebagai salah
satu metode penentuan status gizi, sebenarnya survei konsumsi tidak dapat
menentukan status gizi seseorang atau masyarakat secara langsung. Hasil survei
hanya dapat digunakan sebagai bukti awal akan kemungkinan terjadinya
kekurangan gizi pada seseorang.

1.2 Rumusan Masalah


1) Apakah yang dimaksud dengan penilaian konsumsi pangan?
2) Bagaimana kebutuhan asupan makanan individu dalam sehari?
3) Bagaimana komposisi berat bahan masak, bahan mentah, dan BDD nya yang
dikonsumsi dalam sehari?
4) Bagaimana hasil asupan gizi yang dikonsumsi individu dalam sehari?
5) Bagaimana perbandingan kebutuhan gizi individu dengan AKG dalam sehari?
6) Bagaimana persentase hasil asupan gizi individu dalam sehari?

1.3 Tujuan
1) Dapat mengetahui pengertian penilaian konsumsi pangan.
2) Dapat mengetahui kebutuhan asupan makanan individu dalam sehari.
3) Dapat mengetahui komposisi berat bahan masak, bahan mentah, dan BDD nya
yang dikonsumsi dalam sehari.
4) Dapat mengetahui hasil asupan gizi yang dikonsumsi individu dalam sehari.
5) Dapat mengetahui perbandingan kebutuhan gizi individu dengan AKG dalam
sehari.
6) Dapat mengetahui persentase hasil asupan gizi individu dalam sehari.

1.4 Manfaat
1) Manfaat bagi penulis, laporan praktikum ini memberikan pengetahuan dan
mengasah keterampilan dalam penilaian konsumsi pangan.
2) Manfaat untuk pembaca, laporan praktikum ini dapat digunakan sebagai
bahan kajian atau referensi tambahan bagi dunia ilmu kesehatan terutama di
bidang gizi.
3) Praktikan mampu menghitung kebutuhan energi perharinya dengan
menggunakan salah satu rumus.
4) Praktikan mampu hitung dan menimbang berat matang-mentah dan berat
dapat dimakan (BDD) bahan pangan dan makanan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penilaian Konsumsi Pangan


Merupakan salah satu metode tidak langsung yang digunakan dalam
penentuan status gizi perorangan atau kelompok dengan melihat jumlah dan jenis
zat gizi yang dikonsumsi. Secara umum survei konsumsi pangan dimaksudkan
untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan
makanan dan zat gizi pada tingkat kelompok, rumah tangga dan perorangan serta
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi pangan tersebut. Sedangkan
secara khusus, dimaksudkan untuk menentukan tingkat kecukupan konsumsi
pangan nasional dan kelompok masyarakat, menentukan status gizi keluarga
maupun individu, sebagai dasar perencanaan dan program pengembangan gizi.
Berdasarkan jenis data yang diperoleh dapat dihasilkan data yang bersifat
kualitatif dan kuantitatif. Secara kuantitatif akan diketahui jumlah pangan yang
dikonsumsi sehingga dapat dihitung menggunakan Daftar Komposisi Bahan
Makanan (DKBM). Metode pengumpulan data yang dapat digunakan adalah
metode recall 24 jam, food records, dan weighing method. Secara kualitatif akan
diketahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi menurut jenis bahan makanan,
menggali informasi tentang kebiasaan makan serta cara memperoleh bahan
makanan. Metode pengumpulan data yang dapat digunakan adalah food
frequency questioner dan dietary history.
Konsumsi pangan merupakan banyaknya atau jumlah pangan, secara
tunggal maupun beragam, yang dikonsumsi seseorang atau sekelompok orang
yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan sosiologis.
Konsumsi pangan merupakan faktor utama untuk memenuhi kebutuhan gizi yang
selanjutnya bertindak menyediakan energi bagi tubuh, mengatur proses
metabolisme, memperbaiki jaringan tubuh serta untuk pertumbuhan (Harper et al
1986). Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi konsumsi pangan adalah jenis,
jumlah produksi dan ketersediaan pangan. Untuk tingkat konsumsi lebih banyak
ditentukan oleh kualitas dan kuantitas pangan yang dikonsumsi. Kualitas pangan
mencerminkan adanya zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yang terdapat dalam
bahan pangan, sedangkan kuantitas pangan mencerminkan jumlah setiap gizi
dalam suatu bahan pangan.
Konsumsi makanan pada tingkat individu utamanya ditujukan untuk
mengetahui cukup tidaknya asupan zat gizi dari setiap individu, kesukaan
terhadap makanan tertentu,atau pantangan terhadap suatu makanan,tempat yang
paling sering digunakan untuk mengkonsumsi dan jenis pengolahan makanan
yang sering digunakan. Kesemuanya ini ada hubungannya dengan gaya hidup
seseorang. Konsumsi makanan pada tingkat individu menjadi sangat penting
apabila dihubungkan dengan pencegahan penyakit. Terapi suatu penyakit, dan
pencegahan timbulnya efeksamping terutama pada penderita penyakit degenaratif
seperti diabetes.
Kecukupan gizi adalah rata-rata asupan gizi harian yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan gizi bagi hampir semua (97,5%) orang sehat dalam
kelompok umur, jenis kelamin dan fisiologis tertentu. Nilai asupan harian zat gizi
yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gizi mencakup 50% orang sehat
dalam kelompok umur, jenis kelamin dan fisiologis tertentu disebut dengan
kebutuhan gizi. Kecukupan energi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur,
jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologis, kegiatan, efek termik, iklim dan
adaptasi. Untuk kecukupan protein dipengaruhi oleh faktor-faktor umur, jenis
kelamin, ukuran tubuh, status fisiologi, kualitas protein, tingkat konsumsi energi
dan adaptasi.
Perencanaan pemenuhan kecukupan zat gizi dapat dilakukan melalui
beberapa langkah, di antaranya adalah dengan menentukan kebutuhan zat-zat gizi
masing-masing individu, memperhatikan zat gizi pada bahan pangan yang akan
dikonsumsi, serta upaya pemenuhan menu sesuai dengan pedoman umum gizi
seimbang (Azwar 2004).
2.2 Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah salah satu
cara untuk mencapai kesetimbangan energi. Kesetimbangan energi dapat dicapai jika
makanan yang dikonsumsi dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang sama
dengan energi yang dikeluarkan. BMI ditentukan oleh pengukuran berat dan tinggi
badan, dengan rumus sebagai berikut:

2.3 Basal Metabolic Rate (BMR)

Basal Metabolic Rate (BMR) atau Angka Metabolisme Basal (AMB) adalah
kebutuhan minimal energi untuk melakukan proses tubuh vital. Proses tubuh vital
meliputi mempertahankan tonus otot, sistem peredaran darah, pernapasan,
metabolisme sel, dan mempertahankan suhu tubuh.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi BMR, antara lain jenis kelamin,
umur, ukuran tubuh (berat badan), komposisi tubuh, tingkat kesehatan, suhu
lingkungan, suhu tubuh, aktivitas, sekresi hormon, status gizi, kebiasaan merokok,
dan keadaan hamil dan menyusui.
2.4 Cara menghitung BMR

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung nilai BMR,
yaitu:
a. Berdasarkan berat badan
Untuk laki-laki, cara menghitung BMR-nya adalah BMR laki-laki =
BB kg x 1.0 kkal x 24 jam. Sedangkan untuk perempuan, begini cara
menghitungnya: BMR perempuan = BB kg x 0.9 kkal x 24 jam.
b. Berdasarkan Standar WHO, FAO, dan UNU
Menurut WHO, FAO, dan UNU, nilai BMR bisa didapatkan dengan
memperhatikan umur, jenis kelamin, dan berat badan (BB).

c. Berdasarkan rumus Harris-Benedict (1918)


Penghitungan BMR dengan menggunakan rumus Harris-Benedict juga
dikenal dengan metode REE (resting energy expenditure). Metode RRE
menghitung jumlah energi untuk proses tubuh vital (BMR) serta energi untuk
aktivitas ringan dan pencernaan. RRE berlaku untuk laki-laki dengan usia
lebih dari 10 tahun dan perempuan semua usia.

d. Berdasarkan rumus Harris-Benedict yang telah direvisi oleh Roza dan Shizgal
(1984)
Rumus menghitung BMR berdasarkan Harris-Benedict dengan revisi
dari Roza dan Shizgal adalah sebagai berikut:
BMR laki-laki = 88.362 + (13.397 x BB kg) + (4.799 x TB cm) – (5.677 x
umur tahun)
BMR Wanita = 447.593 + (9.247 x BB kg) + (3.098 x TB cm) – (4.330 x
umur tahun)

2.5 AKG (Angka Kecukupan Gizi)

Angka kecukupan gizi (AKG) merupakan suatu nilai yang digunakan untuk
menentukan jumlah zat yang baik dikonsumsi oleh tubuh dan zat apa saja yang
dibutuhkan oleh tubuh kita. Angka kebutuhan gizi sangat bermanfaat untuk
kelangsungan hidup, dalam hal itu dibutuhkan suatu ilmu yang telah digunakan untuk
mengetahui dengan jelas bagaimana tatacara perhitungan gizi tersebut.
Konsep kecukupan energi kelompok penduduk adalah nilai rata-rata
kebutuhan, sedangkan pada kecukupan protein dan zat gizi lain adalah nilai rata-rata
kebutuhan ditambah dengan 2 kali simpangan baku(2 SD).

2.6 Nutrisurvey

Nutrisurvey adalah sebuah software yang dibuat oleh Jurgen Erhadt dan
Reiner Gross. Software yang peruntukannya for non commercial use only ini berguna
untuk menganalisis zat gizi makanan dari menu atau survei konsumsi. Nutrisurvey
dikembangkan tahun 2005 dan versi terbaru keluar tahun 2007 dan kedua versi
tersebut berbahasa Inggris. Translasi Nutrisurvey dalam bahasa Indonesia
dikembangkan oleh Usman Sikumbang dari Poltekkes Padang berdasarkan versi
2005.
Nutrisurvey adalah salah satu software yang biasa digunakan oleh ahli gizi
atau ahli pangan untuk menganalisis kandungan gizi bahan makanan. Nutrisurvey
2007 merupakan versi paling baru dari program ini.
Nutrisurvey memiliki banyak keunggulan, karena tidak hanya mampu
menganalisis nilai gizi bahan makanan, akan tetapi anda juga bisa menganalisis hasil
Food Frequency dan menghitung status gizi anak balita.

2.7 Bagian Yang Dapat Dimakan (BDD)

BDD atau bagian yang dapat dimakan adalah bagian makanan setelah dibuang
bagian yang tidak dapat dimakan, misalnya kulit, tulang, sisik, biji, atau serat-serat
yang tidak dapat dimakan. Angka dalam BDD menunjukkan presentase bagian yang
dapat dimakan dari suatu makanan. Daftar BDD ini diperlukan untuk membantu
perhitungan kadar zat gizi makanan karena kadar zat gizi dalam daftar komposisi
bahan makanan yang digunakan adalah dalam 100 gram bagian yang dapat dimakan.
Perhitungan BDD:
BDD = Faktor konversi BDD x Berat Mentah Kotor
BAB III
METODOLOGI

3.1 Data Makanan yang Dimakan dalam Sehari


Nama : Cindy Maidesta
BP : 1711221006
Hari / Tanggal : Senin/ 4 Februari 2019 (Weekday)

URT & Berat Makanan Konversi Konversi


Waktu Rincian
Jenis Metode yang Dikonsumsi Berat Garam Minyak
No Makan Bahan
Makanan Pengolahan Gram/ Total Mentah
(WIB) Makanan URT Gram Gram
URT Gram

1. 06.40 Nasi Nasi Rebus 2 Mgc 100 50

Ikan Ikan 5 Ekor


Digoreng 25 40 2,5
Sapek Sapek (Kecil)

Kentang Kentang Digoreng 2 Sdm 70 155 2,45

2. 09.20 Soto Nasi Rebus 2 Mgc 100 50

Ayam
Digoreng 1 Sdm 10 30 0,9
(Suir)

Bihun Rebus 3 Sdm 30 20

3. 20.15 Nasi Nasi Rebus 2 Mgc 100 50


Ikan Ikan 5 Ekor
Digoreng 25 40 2,5
Sapek Sapek (Kecil)

Kentang Kentang Digoreng 1 Sdm 70 155 2,45

3.2 Kebutuhan Gizi Sehari


Nama : Cindy Maidesta
Jenis Kelamin : Perempuan
BB : 53 Kg
TB : 157 Cm
U : 19 Tahun
Aktivitas Fisik : Sedang (1,55)

 IMT = 53/(1,57)2  BBI = (TB-100) – 10% (TB-100)


= 53/2,46 = (157-100) – 10% (157-100)
= 21,54 (Normal) = 57 – 5,7
= 51,3 Kg

Kebutuhan Energi
BMR = 655 + (9,6 X BB) + (1,8 X TB) – (4,7 X U)
= 655 + (9,6 X 53) + (1,8 X 157) – (4,7 X 19)
= 655 + 508,8 + 282,6 - 89,3
= 1357,1 Kkal
Total Energi = BMR X Total Aktivitas Fisik X Faktor Stress
= 1357,1 X 1,55 X 1
= 2103,5 Kkal
Dari data perhitungan diatas didapatkan kesimpulan bahwa saya Cindy
Maidesta, berjenis kelamin perempuan berumur 19 tahun dengan BB= 53 Kg, TB=
157 cm, memiliki IMT = 21,54 (Normal) serta BBI = 51,3 Kg. Total energi yang
saya butuhkan dalam sehari adalah 2103,5 Kkal dengan aktivitas ringan.

Kebutuhan Zat Gizi


1. Karbohidrat = 60% X Total Energi
= 60/100 X 2103,5
= 1262,1
= 1262,1/ 4
= 315,53 gr

2. Lemak = 25% X Total Energi


= 25/100 X 2103,5
= 525,88
= 525,88/9
= 58,43 gr

3. Protein = Total Energi – (Karbo + Lemak)


= 2103,5 – (1262,1 + 525,88)
= 2103,5 – 1787,98
= 315,52
= 315,52 / 4
= 78,88 gr

Dari perhitungan diatas dapat diketahui kebutuhan zat gizi yang saya butuhkan
adalah Karbohidrat = 315, 53 gr didapatkan dari 60% dari total energi, untuk
Lemak = 58,43 gr didapatkan dari 25% dari total energi, dan Protein = 78,88 gr
didapatkan dari total energi – (karbohidrat+lemak).
3.3 Daftar Komposisi Berat Bahan Masak, Bahan Mentah & BDD nya yang
Dimakan dalam Sehari
Rumus Perhitungan BDD = Faktor Konversi X Berat Mentah Kotor
Jenis Makanan Berat Mentah Berat Masak BDD
(gr) (gr)
Nasi / Beras 50 100 = 100% X 50
= 50 gr
Ikan Sapek 40 25 = 75% X 40
= 30 gr
Kentang 155 70 = 84% X 155
= 130,2 gr
Nasi / Beras 50 100 = 100% X 50
= 50 gr
Ayam 30 10 = 58% X 30
= 17,4 gr
Bihun 20 30 = 100% X 20
= 20 gr
Nasi / Beras 50 100 = 100% X 50
= 50 gr
Ikan Sapek 40 25 = 75% X 40
= 30 gr
Kentang 155 70 = 84% X 155
= 130,2 gr

3.4 Hasil Nutrisurvey

=============================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=============================================================
Nama Makanan Jumlah m.uns.f.acids m.uns.f.acids
____________________________________________________________________
nasi putih 100 g 0,1 g 0,1 g
ikan sepat kering 25 g 1,2 g 1,2 g
kentang 70 g 0,0 g 0,0 g
nasi putih 100 g 0,1 g 0,1 g
daging ayam goreng 10 g 0,7 g 0,7 g
bihun 30 g 0,0 g 0,0 g
nasi putih 100 g 0,1 g 0,1 g
ikan sepat kering 25 g 1,2 g 1,2 g
kentang 70 g 0,0 g 0,0 g

Meal analysis: mono unsaturated fatty aci 6,7 g (100 %), mono unsaturated fatty aci
6,7 g (100 %)

=============================================================
HASIL PERHITUNGAN
=============================================================
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
____________________________________________________________________

energy 792,7 kcal 1900,0 kcal 42 %


water 0,0 g 2700,0 g 0%
protein 27,5 g(14%) 48,0 g(12 %) 57 %
fat 10,0 g(11%) 77,0 g(< 30 %) 13 %
carbohydr. 143,8 g(75%) 351,0 g(> 55 %) 41 %
dietary fiber 3,4 g 30,0 g 11 %
alcohol 0,0 g - -
PUFA 3,8 g 10,0 g 38 %
cholesterol 92,5 mg - -
Vit. A 43,7 µg 800,0 µg 5%
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,3 mg 1,0 mg 25 %
Vit. B2 0,3 mg 1,2 mg 27 %
Vit. B6 0,9 mg 1,2 mg 74 %
folic acid eq. 0,0 µg - -
Vit. C 18,2 mg 100,0 mg 18 %
sodium 406,7 mg 2000,0 mg 20 %
potassium 912,9 mg 3500,0 mg 26 %
calcium 348,0 mg 1000,0 mg 35 %
magnesium 108,5 mg 310,0 mg 35 %
phosphorus 515,3 mg 700,0 mg 74 %
iron 3,2 mg 15,0 mg 21 %
zinc 3,6 mg 7,0 mg 52 %
Dari hasil nutrisurvey diatas didapatkan hasil analisis zat gizi makro yang
dikonsumsi sebagai berikut :
 Energi : 792,7 kcal (42%), yang direkomendasikan : 1900 kcal
 Karbohidrat : 143,8 gr (41 %), yang direkomendasikan 351 gr
 Protein : 27,5 gr (57 %), yang direkomendasikan : 48 gr
 Lemak : 10 gr (13%), yang direkomendasikan : 77 gr

Jadi, dapat disimpulkan bahwa asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan
lemak) yang saya konsumsi dalam sehari belum terpenuhi (kurang), dan masih jauh
dari kebutuhan yang seharusnya dipenuhi dalam sehari. Persentase kebutuhan energi
pemenuhannya yaitu karbohidrat 41%, protein 57%, dan lemak 13%.

3.5 Perbandingan dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi) & % AKG


AKG yang digunakan adalah AKG tahun 2013. Dalam AKG yang dijadikan
acuan adalah jenis kelamin dan umur. Dengan keterangan sebagai berikut :
Nama : Cindy Maidesta
Umur : 19 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Kebutuhan Energi di AKG : 2250 kkal
Energi yang didapatkan : 792,7 kkal

Dari tabel AKG 2013 dapat dilihat bahwa kebutuhan energi perhari untuk
perempuan usia 19-29 tahun (AKG) sebanyak 2250 kkal/hari dengan berat badan
ideal 54 kg dan tinggi 159 cm, dengan kebutuhan masing-masing sebagai berikut:
 Protein : 56 gr (acuan AKG)
 Lemak : 75 gr (acuan AKG)
 Karbohidrat : 309 gr (acuan AKG)

Sedangkan dari hasil perhitungan nutrisurvey makan sehari yang saya makan didapat
energi yang diasup selama sehari adalah 792,7 kcal, dengan jumlah:
 Karbohidrat sebanyak 143,8 gr (41%),
 Protein sebanyak 27,5 gr (57%),
 Lemak sebanyak 10 gr (13%).

%AKG dari praktikan adalah:


% AKG (Energi) = 792,7/2250 X 100%
= 0,35 X 100%
= 35%
% AKG (Karbohidrat) = 143,8/309 X 100%
= 0,47 X 100%
= 47%
% AKG (Protein) = 27,5/56 X 100%
= 0,49 X 100%
= 49%
% AKG (Lemak) = 10/75 X 100%
= 0,13 X 100%
= 13%

Didapatkan hasil sebagai berikut :


a) Energi (792,7 kkal) : 35% dari 2250 kkal (anjuran AKG)
b) Karbohidrat (143,8 gr) : 47% dari 309 gr (anjuran AKG)
c) Protein (27,5 gr) : 49% dari 56 gr (anjuran AKG)
d) Lemak (10 gr) : 13% dari 75 gr (anjuran AKG)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa total persen AKG saya masih sangat jauh dari
klasifikasi baik ataupun sedang. Hal ini berarti klasifikasi tingkat konsumsi saya
berada pada level defisit (< 70% AKG). Hal ini disebabkan karena saya memang
agak pemalas untuk makan, kadang dalam sehari saya hanya makan satu kali dalam
sehari, selebihnya saya makan cemilan, dan juga ini dipengaruhi karena faktor jauh
dari orang tua, oleh sebab itu pola makan saya kurang teratur. Maka saya dianjurkan
untuk menambah energi yang diasup sebanyak 1457,3 kkal lagi untuk mencukupi
kebutuhan kalori sehari saya sesuai anjuran AKG 2013.

3.6 Menu Sehari Untuk Kecukupan Asupan Sesuai Dengan Tabel AKG

=============================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=============================================================
Nama Makanan Jumlah m.uns.f.acids m.uns.f.acids
____________________________________________________________________

nasi putih 400 g 0,4 g 0,4 g


daging ayam goreng 60 g 4,3 g 4,3 g
telur dadar 60 g 2,9 g 2,9 g
bubur ayam 300 g 2,4 g 2,4 g
sayur kangkung 30 g 0,0 g 0,0 g
jeruk manis 60 g 0,0 g 0,0 g
pepaya 100 g 0,0 g 0,0 g
jus alpukat 150 g 3,6 g 3,6 g
martabak 70 g 3,2 g 3,2 g
coklat beng beng 64 g 3,5 g 3,5 g
teh manis 100 g 0,0 g 0,0 g

Meal analysis: mono unsaturated fatty aci 40,7 g (100 %), mono unsaturated fatty
aci 40,7 g (100 %)

=============================================================
HASIL PERHITUNGAN
=============================================================
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan
____________________________________________________________________
energy 2053,7 kcal 1900,0 kcal 108 %
water 0,0 g 2700,0 g 0%
protein 60,1 g(12%) 48,0 g(12 %) 125 %
fat 63,1 g(27%) 77,0 g(< 30 %) 82 %
carbohydr. 305,7 g(61%) 351,0 g(> 55 %) 87 %
dietary fiber 10,2 g 30,0 g 34 %
alcohol 0,0 g - -
PUFA 21,4 g 10,0 g 214 %
cholesterol 367,4 mg - -
Vit. A 425,3 µg 800,0 µg 53 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E 0,0 mg - -
Vit. B1 0,5 mg 1,0 mg 51 %
Vit. B2 0,9 mg 1,2 mg 79 %
Vit. B6 0,9 mg 1,2 mg 77 %
folic acid eq. 0,0 µg - -
Vit. C 104,9 mg 100,0 mg 105 %
sodium 198,1 mg 2000,0 mg 10 %
potassium 1277,3 mg 3500,0 mg 36 %
calcium 220,9 mg 1000,0 mg 22 %
magnesium 176,8 mg 310,0 mg 57 %
phosphorus 702,3 mg 700,0 mg 100 %
iron 5,2 mg 15,0 mg 35 %
zinc 6,3 mg 7,0 mg 91 %

Jadi, dapat disimpulkan apabila saya mengonsumsi asupan tambahan seperti


menu diatas maka kebutuhan energi yang saya butuhkan dalam sehari akan terpenuhi.
Setelah saya mengonsumsi asupan tersebut akan didapatkan :
% AKG (Energi) : 2053,7/2250 X 100%
: 0,91 X 100%
: 91%
Hal ini berarti klasifikasi tingkat konsumsi saya berada pada level sedang (80-90%
AKG).
DAFTAR PUSTAKA

Diniari, Embun Bening. 2018. “Apa Itu BMI dan BMR”.


Dalam https://blog.ruangguru.com/apa-itu-bmi-dan-bmr, diakses pada
tanggal 02 Maret 2019
Kementrian Kesehatan RI. 2014. PEDOMAN KONVERSI BERAT MATANG-
MENTAH, BERAT DAPAT DIMAKAN (BDD) DAN RESEP MAKANAN
SIAP SAJI DAN JAJANAN. Studio Diet Total : Jakarta
_________ . 2014. PEDOMAN PERKIRAAN JUMLAH GARAM DAN
PENYERAPAN MINYAK GORENG. Studio Diet Total: Jakarta
Medis. 2017. “Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Per Hari Yang Benar”. Dalam
http://caraharian.com/cara-menghitung-kalori.html, diakses pada 02
Maret 2019
Medis. 2017. “Cara Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh)”. Dalam
http://caraharian.com/cara-menghitung-imt.html, diakses pada tanggal
02 Maret 2019
Saraswati, Fuzy Gusti. 2015. “Penilaian Konsumsi Pangan”. Dalam
http://tentangtekpang.blogspot.com/2015/02/penilaian-konsumsi-
pangan.html, diakses pada tanggal 02 Maret 2019
Oktavia. 2011. Cara instalasi software Nutrisurvey 2007. Dalam
https://gizimu.wordpress.com/2011/12/28/cara-instalasi-software-
nutrisurvey-2007/, diakses pada tanggal 02 Maret 2019