Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

HASIL

4.1 Profil Peserta

Peserta penyuluhan dalam kegiatan mini project ini adalah aparatur


dan perwakilan kepala desa, tokoh masyarakat, kader kader kesehatan
masyarakat, dan warga di desa Kerobokan yang berjumlah 30 orang

4.2 Proses Pelaksanaan

Pada hari ,tgl. Juni 2017 dilakukan koordinasi dengan dr. selaku
pendamping dokter internsip mengenai rencana kegiatan mini project
bersama Bapak Komang Maharjana selaku pemegang program promosi
kesehatan Puskesmas Sawan I. Koordinasi yang dilakukan berupa pemilihan
topik penyuluhan, sasaran penyuluhan, serta waktu dan tempat penyuluhan
akan dilaksanakan. Setelah koordinasi, ditetapkan bahwa materi yang akan
diangkat berupa Penyakit Rabies, bertempat di Kantor Kepala Desa
Kerobokan sekitar bulan Juni 2017. Pengangkatan tema Penyakit Rabies
didasarkan atas terjadinya peningkatan angka kejadian GHPR di wilayah
kerja Puskesmas Sawan I sampai kali lipat jumlahnya dan kabupaten
Buleleng merupakan yang terbanyak kasus rabies ini dan belum
menunjukkan tanda penurunan jumlah penderita yang berobat ke Puskesmas
Sawan I.

Berdasarkan keterangan dan data yang didapat dari Puskesmas Sawan


I, bahwa kemungkinan peningkatan GHPR ini disebabkan oleh banyaknya
jumlah anjing liar yang berkeliaran yang diperburuk oleh kurangnya
pengetahuan masyarakat mengenai penyakit rabies, baik mengenai penyebab
rabies, gejala rabies, hewan apa saja yang bisa menularkan rabies,
pencegahan rabies dan penanganan awal penderita GHPR.

Pada hari ,tgl Juni 2017 dilakukan survei lokasi ke desa Kerobokan.
Pada kesempatan tersebut diadakan pertemuan dan koordinasi dengan kepala
desa Kerobokan, yaiotu pak Putu Wisnu Werdana ndan dijelaskan mengenai
yang akan dilaksanakan di desa tersebut. Berdasarkan wawancaradengan
Kepala Desa, dikatakan bahwa memang banyak masyarakat yang mengeluh
mengenai peningkatan GHPR