Anda di halaman 1dari 8

2019

BAB - I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kabupaten Humbang Hasundutan secara astromis terletak pada 2°1' - 2°28’'
Lintang Utara dan 98°10' - 98°58' Bujur Timur ketinggian antara 330 - 2.075 m
di atas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan ±
251.765,93 (ha) dengan 17°C - 29°C.

Motto daerah adalah :

" BEKERJA KERAS, BEKERJA CERDAS, BEKERJA SERIUS "

VISI
“Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermentalitas Unggul”
Humbang Hasundutan yang “HEBAT”
H = Humbang Hasundutan Na Martuhan jala maduma (Peningkatan Keimanan
Kesejahteraan dan Kualitas SDM dan Sumber Daya Alam)
E = Eme Na Godang Tano Na Bidang (Mewujudkan Ketahanan Pangan)
B = Bahen Murah Arga Ni Pupuk (Penyediaan Saprodi dan Alsintan)
A = Asa Sinur Na Pinahan Gabe Na Niula (Peningkatan Ekonomi Kerakyatan)
T = Ture Dalan Tu Huta Sahat Tu Balian Asa Langku Na Ni Ula Dohot Tiga-Tiga
(Peningkatan Kualitas Infrastruktur)

MISI
Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam;
Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
Meningkatkan Kedaulatan Pangan dan Ekonomi kerakyatan;
Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan pengembangan wilayah.

bab-1| 1
LAPORAN PERENCANAAN
2019

Pembangunan Gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Utara


dan UPT di Kab. Humbang Hasundutan bertujuan untuk Unit Pelayanan Teknis
(UPT) Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba sudah berjalan selama 2 tahun
dengan sumber dana APBD Prov. Suamtera Utara.

Hasil perencanaan desain ini perlu mencapai parameter yang lebih dari
sekedar memenuhi standar minimal saja, tetapi harus dapat memberikan
banyak alternatif desain yang inovatif. Desain harus mampu membentuk
lingkungan hidup yang lebih baik di dalam tapak maupun dengan sekitarnya
dalam skala waktu jangka panjang, tembus generasi, bertahan lama, dan
historikal. Visi arsitektur yang jauh ke masa depan perlu mempertimbangkan
perkembangan bangunan pada tapaknya sendiri dan pada lingkungan kota.
Desain arsitektur terbangunnya harus mampu menjadi katalis membangun
komunitas urban yang sehat dan mampu menghadapi transformasi budaya.

Arsitektur sangat mempertimbangkan faktor estetika, kenyamanan dan


kemudahan, di samping juga wajib mengikuti standar teknis bangunan yang
menyangkut keamanan sosial, kehandalan bangunan, dan keselamatan
manusia. Oleh karena itu kepatuhan desain terhadap semua peraturan perlu
dijaga dengan tetap mendorong inovasi dalam meningkatkan kualitas estetika,
kenyamanan dan kemudahan.

Arsitektur juga sangat mempertimbangkan konteks kearifan sosial dan


budaya. Sehingga karakter fisik perlu disesuaikan dengan sosial dan budaya
setempat dengan tetap berpijak pada Fungsi dan Peran Bangunan, sehingga
terbentuk wujud fisik bangunan yang monumental, elegan, berwawasan
lingkungan.

bab-1| 2
LAPORAN PERENCANAAN
2019

Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup Prov.


Sumatera Utara dan UPT di Kab. Humbang Hasundutan yang secara langsung
dapat ditindak lanjuti dengan DED (Detail Engineering Desain). Untuk itu
desain yang dihasilkan perlu mengadaptasi kepentingan rekayasa membangun
dengan metode yang dipersyaratkan oleh pemberi tugas untuk menjamin
keterbangunannya terhadap konstruksi bangunan dikemudian hari.

1.2 Maksud, Tujuan dan Manfaat

Maksud
Dihasilkannya dokumen rinci (Detail Engineering Design) yang representatif
berdasarkan aturan teknis yang berlaku dalam pembangunan Unit Pelayanan
Teknis (UPT) Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba di Tipang Kec. Bakti Raja
Kab. Humbang hasundutan.

Tujuan
Merencanakan suatu area yang terpadu sebagai dasar dan pedoman teknis
pelaksanaan implementasi pekerjaan konstruksi di lapangan sehingga
diperoleh efisiensi dan efektifitas dan bangunan yang handal.

1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan


a. Lingkup proyek meliputi :
1. Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup
Prov. Sumatera Utara dan UPT. dalam Hal ini Unit Pelayanan Teknis
(UPT) Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba di Tipang Kec. Bakti Raja
Kab. Humbang hasundutan.

b. Lingkup pekerjaan meliputi :


a. Perencanaan Lahan / Tapak / Landscape
b. Perencanaan Arsitektur
c. Perencanaan Struktur / Civil work
d. Perencanaan Mekanikal / Elektrikal

bab-1| 3
LAPORAN PERENCANAAN
2019

1.4 Lingkup Pekerjaan Konsultan


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana berpedoman
meliputi :
1. Rancangan Pelaksanaan Arsitektur berdasarkan data eksisting yng
diperoleh dari lapangan;
2. Perencanaan Struktur dan konstruksi bangunan (termasuk perhitungan);
Perencanaan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing beserta perhitungannya;
3. Pembuatan Anggaran Biaya termasuk perhitungan volume, harga satuan
bahan, serta analisa pekerjaan;
4. Pembuatan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), yang meliputi
persyaratan umum administrasi dan persyaratan teknis;
5. Pekerjaan-pekerjaan lain yang dianggap perlu

Lingkup pekerjaan Perencanaan terdiri dari :


1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi
lapangan, membuat interprestasi secara garis besar terhadap KAK.
(termasuk penyelidikan tanah sederhana) membuat interpretasi secara
garis besar terhadap KAK dan konsultasi dengan Pemerintah Daerah
Setempat mengenai Peraturan Daerah / perijinan bangunan,
Perencanaan bangunan meliputi perkiraan biaya, dan membantu dalam
pengurusan ijin bangunan sampai mendapatkan keterangan rencana kota,
keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan.
2. Penyusunan pra rencana seperti rencana tapak, pra rencana bangunan
termasuk program dan konsep ruang, perincian biaya dan mengenai
perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota, keterangan
persyaratan bangunan dan lingkungan dan IMB pendahuluan dari
Pemerintah Daerah setempat.

bab-1| 4
LAPORAN PERENCANAAN
2019

3. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :


a.Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi
maket yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas
b. Rencana struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya.
Perhitungan struktur harus ditanda tangani oleh tenaga ahli yang
mempunyai sertifikat.
c.Rencana utilitas, dan tata hijau dan landscape beserta uraian konsep
dan perhitungan.
d. Perkiraan biaya
4. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :
a.Gambar-gambar detail arsitektur, detail struktur, detail utilitas
(mekanikal elektrikal dan plumbing) yang sesuai dengan gambar
rencana yang telah disetujui
b. Semua gambar arsitektur, struktur dan utilitas ditanda tangani oleh
Penanggung Jawab perusahaan dan penanggung jawab teknik/tenaga
ahli yang bersertifikat
c.Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
d. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya
pekerjaan konstruksi (EE)
e. Laporan akhir perencanaan

1.5 Studi Pendahuluan

Untuk mendapatkan suatu produk perencanaan yang komprehensif perlu


dilakukan kajian dan studi pendahuluan terhadap semua aspek teknis yang
menjadi bahan pertimbangan dan analisis, sehingga dengan data-data yang
akurat, didapat produk berupa gambar, spesifikasi dan harga yang tepat
untuk diimplementasikan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Studi
pendahuluan ini dimulai dengan kegiatan pengumpulan data di lokasi sekitar.
Data-data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer.

1.5.1 Studi Pustaka


Studi pustaka, berupa studi kepustakaan terhadap bahan-bahan awal
yang telah diperoleh dari pengumpulan data awal yang berkaitan
dengan lokasi pekerjaan. Pustaka penunjang berupa landasan teori
yang diambil dari teks books, hasil studi-studi terdahulu, dan

bab-1| 5
LAPORAN PERENCANAAN
2019

peraturan-peraturan lain yang berlaku yang terkait dengan


permasalahan bangunan. Studi kepustakaan ini dimaksudkan untuk
mengidentifikasi karakteristik daerah, permasalahan yang ada di
lokasi, kondisi eksisting topografi, geologi dan geoteknik. Hasil studi
ini dijadikan panduan untuk menentukan sasaran program kerja
selanjutnya dan sebagai masukan dalam penyusunan rencana kerja
secara menyeluruh dan terpadu. Dalam hal ini sebagai tindak lanjut
pelaksanaan perencanaan dalam pembangunan Unit Pelayanan Teknis
(UPT) Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba di Tipang Kec. Bakti Raja
Kab. Humbang hasundutan.

1.5.2 Pengumpulan Data Sekunder


Tujuan dari pengumpulan data sekunder yaitu untuk mengumpulkan
semua data yang ada (data sekunder), yang berkaitan dengan kondisi
fisik teknis yang diperlukan dalam perencanaan bangunan seperti data
curah hujan, data angin, gempa, Data-data yang diambil dapat
diperoleh dari Masterplan ataupun instansi-instansi terkait.

1.5.3 Peta
Peta digunakan sebagai salah satu acuan referensi dalam perencanaan
khususnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan topografi dan geologi.
Peta yang dikumpulkan sebagiannya merupakan peta keluaran terbaru
dari instansi terkait. Jenis-jenis peta yang diperlukan antara lain:
a. Peta Topografi / Rupa bumi skala 1:500/1:1000
b. Peta Satelit bisa di peroleh dari Google Earth

1.5.4 Data Hidrologi Untuk Perencanaan Drainase


Data hidrologi diperlukan untuk merencanakan dimensi saluran
pembuang air / drainase disekitar bangunan.

Pengumpulan data sekunder hidrologi meliputi


a. Data Curah Hujan Harian dari Stasiun Pengamat Hujan yang
berpengaruh di sekitar lokasi pekerjaan 10 tahun terakhir
b. Data Klimatologi yaitu data angin.

bab-1| 6
LAPORAN PERENCANAAN
2019

1.5.5 Data ekonomi


Dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya diperlukan standar harga
yang berlaku di suatu daerah pemerintahan sehingga didapat
perkiraan harga (Engineer Estimate) yang akurat.
Data yang dimaksud adalah Peraturan Gubernur Propinsi Sumatra
Utara tentang harga satuan bahan bangunan / material dan upah.

1.6. Metodologi Perencanaan

Untuk melaksanakan kegiatan Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor


Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Utara dan UPT. sebagaimana
diuraikan pada sub-bab di atas, perlu disusun suatu tahap-tahap metodologi
pelaksanaan kegiatan agar dihasilkan efektifitas serta effisiensi proses kerja
yang diharapkan dapat mendapatkan keluaran sesuai dengan apa yang telah
ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), sebagai berikut :
Diagram 1.1
Alur Proses Perencanaan

bab-1| 7
LAPORAN PERENCANAAN
2019

PERSIAPAN
PERSIAPAN

PENDATAAN DAN
KOMPILASI DATA
PENDATAAN
INVESTIGASI DAN
LAHAN
KOMPILASI DATA
INVESTIGASI LAHAN

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN ANALISIS + KONSEP
ANALISIS + KONSEP KONSULTASI TIM
KONSULTASI
TEKNIS TIM
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TEKNIS
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

GAMBAR PRA-RANCANGAN
GAMBAR PRA-RANCANGAN
ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
TIDA
K

YA

PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN MULTI DISIPLIN
MULTI DISIPLIN
PERANCANGAN
PERANCANGAN

DRAF
DRAF TIDA KONSULTASI
K TIM TEKNIS
KONSULTASI
TIM TEKNIS

YA

LAPORAN
LAPORAN PERENCANAAN
PERENCANAAN GAMBAR
PERANCANAAN
GAMBAR
PERANCANAAN
1.7. Struktur Organisasi Perencanaan

Operasional pekerjaan Perencanaan, sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK)


dikendalikan oleh seorang ketua tim (Team Leader). Team Leader membawahi secara
langsung tim-tim ahli dari disiplin ilmu : Arsitektur, Struktur dan Tim Pendukung yang
terdiri dari : Surveyor, Drafter CAD, Operator Komputer dan Administrasi Proyek.
Diagram 1.2
AHLI AHLI
Struktur
AHLI
ARSITEKTUR Organisasi Perencanaan STRUKTUR
AHLI
ARSITEKTUR STRUKTUR

Level Strategi PEMERINTAH


PEMERINTAH
PROVINSI
PROVINSI
SUMATERA
Level Pendukung SUMATERA
UTARA bab-1| 8
Level Pendukung
LAPORAN PERENCANAAN UTARA

SURVEYOR AUTO CAD


PA/PPTK OPERATOR
SURVEYOR AUTO
LH CAD
PA/PPTK
DINAS OPERATOR
KOMPUTER
KOMPUTER
DIREKTUR LH
DINAS
Level Operasional TEAM LEADER
DIREKTUR
KONSULTAN TIM
TEAM LEADER
KONSULTAN