Anda di halaman 1dari 31

Bahan Ajar

Matematika Wajib
Kelas XII Semester 1

PELUANG
A. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Indikator

KI SPIRITUAL (KI 1) DAN KI SOSIAL (KI 2)

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KI PENGETAHUAN (KI 3) KI KETERAMPILAN (KI 4)

KI 3 : Memahami, menerapkan, KI 4 : Mengolah, menalar dan menyaji


menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkret dan ranah
konseptual, prosedural, dan abstrak terkait dengan
metakognitif berdasarkan rasa ingin pengembangan dari yang
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, bertindak secara efektif
humaniora dengan wawasan dan kreatif, serta mampu
kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metode sesuai kaidah
kenegaraan, dan peradaban terkait keilmuan
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan pada
bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 KOMPETENSI DASAR DARI KI 4
3.3. Menganalisis aturan pencacahan 4.3. Menyelesaikan masalah kontekstual
(aturan penjumlahan, aturan perkalian, yang berkaitan dengan kaidah
permutasi, dan kombinasi) melalui pencacahan (aturan penjumlahan,
masalah kontekstual aturan perkalian, permutasi, dan
kombinasi)

3.4. Mendeskripsikan dan menentukan 4.4 Menyelesaikan masalah yang


peluang kejadian majemuk (peluang berkaitan dengan peluang kejadian
kejadian-kejadian saling bebas, saling majemuk (peluang kejadian-kejadian
lepas, dan kejadian bersyarat) dari saling bebas, saling lepas, dan
suatu percobaan acak kejadian bersyarat)

INDIKATOR PENCAPAIAN INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI (IPK) DARI KD 3.3 & 3.4 KOMPETENSI (IPK) DARI KD 4.3 & 4.4
3.3.1. Mengidentifikasi konsep aturan 4.3.1 Menyelesaikan masalah kontekstual
penjumlahan melalui beberapa yang berkaitan dengan aturan
contoh nyata penjumlahan
3.3.2. Mengidentifikasi konsep aturan 4.3.2 Menyajikan penyelesaikan masalah
perkalian melalui beberapa contoh yang berkaitan dengan aturan
nyata penjumlahan
3.3.3. Membedakan aturan penjumlahan 4.3.3 Menyelesaikan masalah kontekstual
dan perkalian yang berkaitan dengan aturan
3.3.4. Menemukan perluasan aturan perkalian
penjumlahan 4.3.4 Menyajikan penyelesaikan masalah
3.3.5. Menemukan perluasan aturan yang berkaitan dengan aturan
perkalian perkalian
3.3.6. Menentukan banyak cara penyusunan 4.3.5 Menyelesaikan masalah kontekstual
(Permutasi) melalui masalah yang berkaitan dengan penyusunan
kontekstual (Permutasi)
3.3.7. Menentukan banyak cara 4.3.6 Menyajikan penyelesaikan masalah
pengambilan (Kombinasi) melalui yang berkaitan dengan penyusunan
masalah kontekstual (Permutasi)
3.3.8. Menemukan persamaan dari 4.3.7 Menyelesaikan masalah kontekstual
penyusunan dan pengambilan yang berkaitan dengan pengambilan
3.3.9. Menemukan perbedaan dari (Kombinasi)
penyusunan dan pengambilan 4.3.8 Menyajikan penyelesaikan masalah
3.3.10. Menemukan rumus umum untuk yang berkaitan dengan pengambilan
masalah permutasi 𝑟 unsur dari 𝑛 (Kombinasi)
unsur 4.3.9 Menyelesaikan masalah kontekstual
3.3.11. Menemukan rumus umum untuk yang berkaitan dengan Permutasi
masalah kombinasi 𝑟 unsur dari 𝑛 dengan beberapa unsur sama
unsur 4.3.10 Menyajikan penyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan Permutasi
3.3.12. Menemukan rumus umum untuk
dengan beberapa unsur sama
masalah permutasi 𝑛 unsur dengan
4.3.11 Menyelesaikan masalah kontekstual
beberapa unsur yang sama
yang berkaitan dengan permutasi
3.3.13. Menemukan rumus umum untuk
siklis 𝑛 unsur
masalah permutasi siklis 𝑛 unsur
4.3.12 Menyajikan penyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan permutasi
3.4.1. Mendefinisikan konsep kejadian
siklis 𝑛 unsur
majemuk
3.4.2. Menentukan notasi gabungan atau
4.4.1 Menyelesaikan masalah yang
irisan dari kejadian majemuk
berkaitan dengan peluang kejadian
3.4.3. Mendefinisikan konsep peluang saling bebas
saling lepas 4.4.2 Menyajikan penyelesaikan masalah
3.4.4. Menentukan peluang kejadian saling yang berkaitan dengan peluang
lepas dari suatu percobaan acak kejadian saling bebas
3.4.5. Mendefinisikan konsep peluang 4.4.3 Menyelesaikan masalah yang
saling bebas berkaitan dengan peluang kejadian
3.4.6. Menentukan peluang kejadian saling saling lepas
bebas dari suatu percobaan acak 4.4.4 Menyajikan penyelesaikan masalah
3.4.7. Mendefinisikan konsep peluang yang berkaitan dengan peluang
bersyarat kejadian saling lepas
3.4.8. Menentukan peluang kejadian 4.4.5 Menyelesaikan masalah yang
bersyarat dari suatu percobaan acak berkaitan dengan peluang kejadian
bersyarat
4.4.6 Menyajikan penyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan peluang
kejadian bersyarat

PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR


1. Setiap peserta didik wajib mempelajari bahan ajar ini sesuai dengan kegiatan
belajar yang bersangkutan atau sesuai dengan petunjuk guru.
2. Apabila dalam mempelajari bahan ajar ini peserta didik mengalami kesulitan,
hendaknya menanyakan kepada para guru ataupun mencari lewat buku-buku
penunjang lainnya.
3. Setelah selesai kegiatan belajar yang bersangkutan, setiap peserta didik
menjawab soal-soal latihan dan menyelesaikan uji kompetensi sesuai
petunjuk.

A. KAIDAH PENCACAHAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapan dengan satu masalah yang
mengharuskan kita menentukan banyak kemungkinan yang mungkin terjadi dari suatu
pristiwa. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dapat digunakan kaidah atau aturan
pencacahan. Kaidah pencacahan adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan menentukan
banyaknya cara suatu percobaan dapat terjadi. Menentukan banyakya cara suatu percobaan
dapat terjadi dilakukan dengan: aturan penjumlahan, aturan perkalian.

1. ATURAN PENJUMLAHAN
Jika ada sebanyak a benda pada himpunan pertama dan ada sebanyak b benda pada himpuan
kedua, dan kedua himpuan itu tidak beririsan, maka jumlah total anggota di kedua himpuan
adalah a + b.
Contoh 1.1
Jika seseorang akan membeli sebuah sepeda motor di sebuah dealer. Di dealer itu tersedia 5
jenis Honda, 3 jenis Yamaha, dan 2 jenis Suzuki. Dengan demikian orang tersebut
mempunyai pilihan sebanyak 5 + 3 + 2 = 10 jenis sepeda motor.

Contoh 1.2
Ibu Alya seorang guru SMK. Ia mengajar kelas XII Akuntansi yang jumlahnya 40 siswa,
kelas XII penjualan yang jumlahnya 42 siswa, kelas XII bisnis, yang kumlahnya 45 siswa,
maka jumlah siswa yang diajar Ibu Alya adalah 40 + 42 + 45 = 127 siswa.

2. ATURAN PERKALIAN
Setiap orang pasti pernah dihadapkan dalam permasalahan memilih atau mengambil
keputusan. Misalnya: setelah tamat sekolah akan memilih program studi dan di perguruan
tinggi yang mana? Ketika berangkat ke sekolah memilih jalur yang mana. Dalam matematika
kita dibantu untuk menentukan banyak pilihan yang akan diambil. Untuk lebih memahami
cermati masalah dan kegiatan berikut.

Pada aturan perkalian ini dapat diperinci menjadi dua metode, namun keduanya saling
melengkapi dan memperjelas. Kedua metode itu adalah menyebutkan kejadian satu persatu
dan aturan pengisian tempat yang tersedia.

a) Menyebutkan kejadian satu per satu


Perhatikan contoh berikut:

Contoh 2.1

Setiap orang pasti pernah dihadapkan dalam permasalahan memilih atau mengambil
keputusan. Misalnya: Pada pemilihan pengurus OSIS terpilih tiga kandidat yakni Abdul,
Beny, dan Cindi yang akan dipilih menjadi ketua, sekretaris, dan bendahara. Aturan
pemilihan adalah setiap orang hanya boleh dipilih untuk satu jabatan. Berapakah
kemungkinan cara untuk memilih dari tiga orang menjadi pengurus OSIS?

Alternatif Penyelesaian :
Ada beberapa metode untuk menghitung banyak cara dalam pemilihan tersebut yaitu:

 Mendaftar
Mari kita coba untuk memilih tiap-tiap jabatan, yaitu:
a. Jabatan ketua OSIS
Untuk jabatan ketua dapat dipilih dari ketiga kandidat yang ditunjuk yakni Abdul (A),
Beny (B), dan Cindi (C) sehingga untuk posisi ketua dapat dipilih dengan 3 cara.

b. Jabatan sekretaris OSIS


Karena posisi ketua sudah terisi oleh satu kandidat maka posisi sekretaris hanya dapat
dipilih dari 2 kandidat yang tersisa.
c. Jabatan bendahara OSIS
Karena posisi ketua dan sekretaris sudah terisi maka posisi bendahara hanya ada satu
kandidat.

Dari uraian di atas banyak cara yang dapat dilakukan untuk memilih tiga kandidat
untuk menjadi pengurus OSIS adalah 3 × 2 × 1 = 6 cara.

 Diagram
Untuk dapat lebih memahami uraian di atas perhatikan diagram berikut.

Ada juga metode lain untuk menghitung banyak cara dalam pemilihan.
b) Aturan pengisian tempat yang tersedia
Menentukan banyaknya cara suatu percobaan selalu dapat diselesaikan dengan
meyebutkan kejadian satu persatu. Akan tetapi, akan mengalami kesulitan kejadiannya
cukup banyak. Hal ini akan lebih cepat jika diselesaikan dengan menggunakan aturan
pengisian tempat yang tersedia atau dengan mengalikan.
Perhatikan contoh berikut.

Contoh 2.2
Misalkan tersedia dua buah celana masing-masing berwarna bitu dan hitam, serta tiga buah
baju masing-masing berwarna kuning, merah dan putih. Ada berapa banyak pasangan warna
pasangan celana dan baju yang dapat disusun?
 Tabel Silang
Warna baju
k (kuning) m (merah) p (putih)
Warna celana
b (biru) (b,k) (b,m) (b,p)
h (hitam) (h,k) (h,m) (h,p)

Berdasarkan tabel silang di atas, terlihat bahwa pasangan warna celana dan baju yang
dapat disusun ada 6 macam cara.

Contoh 2.3
Salma mempunyai 5 baju, 3 celana, 2 sepatu dan 4 topi. Tentukan berapa cara Salma dapat
memakainya?
Baju Celana Sepatu Topi
Baju Celana Sepatu Topi
5 cara 3 cara 2 cara 4 cara
Jadi, ada 5 × 3 × 2 × 4 cara = 120 cara.

Berdsarkan deskripsi diatas, diambil kesimpulan secara umum :


Misalkan terdapat n buah tempat tersedia, dengan:

k1 adalah banyak cara untuk mengisi tempat pertama,

k2 adalah banyak cara untuk mengisi tempat kedua, setelah tempat pertama terisi

k3 adalah banyak cara untuk mengisi tempat ketiga, setelah tempat pertama dan
kedua terisi,

..., demikian seterusnya.

kn adalah banyak cara untuk mengisi tempat ke-n, setelah tempat-tempat


pertama, kedua, ketiga, ...., dan ke (n – 1) terisi.

Banyak cara untuk mengisi n tempat yang tersedia secara keseluruhan adalah

k1 × k2× k3 × ... × kn
Aturan tersebut dikenal sebagai aturan pengisian tempat yang tersedia (filling slots) dan
sering pula disebut sebagai aturan dasar membilang atau aturan perkalian.

Contoh 2.4
Tentukan banyaknya bilangan ganjil yang terdiri tiga angka yang disusun dari angka-angka 1,
2, 3, 4 dan 5.
a) Angka tidak berulang
b) Angka boleh berulang
Penyelesaian:
a) Angka tidak berulang
Ratusan Puluhan Satuan
4 angka 3 angka 3 angka
Bilangan yang disusun adalah bilangan ganjil, maka kotak satuan dapat diisi dengan
angka 1, 3, dan 5 (3 cara)
Ada syarat angka tidak berulang, maka kotak ratusan bisa diisi dengan 4 cara (karena
sudah diambil satu angka), dan kotak puluhan dapat diisi dengan 3 cara.
Jadi banyaknya bilangan = 4 × 3 × 3 bilangan
= 36 bilangan
b) Angka boleh berulang
Ratusan Puluhan Satuan
5 angka 5 angka 3 angka
Karena yang disusun bilangan ganjil, maka kotak satuan diisi dengan 3 cara
Angka boleh berulang, maka kotak ratusan dapat diisi angka 1, 2, 3, 4 dan 5 (5 cara)
dan kotak puluhan juga 5 cara.
Jadi banyaknya bilangan = 5 × 5 × 3 bilangan
= 75 bilangan

Contoh 2.5:
Biasanya di kota-kota besar terdapat banyak jalur alternatif menuju suatu tempat dan jalur ini
diperlukan para pengendara untuk menghindari macet atau mengurangi lama waktu
perjalanan. Contoh berikut mengajak kita mempelajari banyak cara memilih jalur dari suatu
kota ke kota lain.

Alternatif Penyelesaian :
- Perhatikan jalur dari kota A ke kota D melalui kota B
Dari kota A ke kota B terdapat 4 jalur yang dapat dilalui, sedangkan dari kota B terdapat
3 jalur yang dapat dilalui menuju kota D.
Jadi banyak cara memilih jalur dari kota A menuju kota D melalui kota B adalah 4 x 3 =
12 cara
- Perhatikan jalur dari kota A ke kota D melalui kota C
Terdapat 3 jalur dari kota A menuju kota C dan 3 jalur dari kota C menuju kota D. Jadi
banyaknya cara memilih jalur dari kota A menuju kota D melalui kota B adalah
3 x 3 = 9 cara

Jadi banyaknya cara yang dapat dilalui melalui kota A ke kota D adalah 12 + 9 = 21

Latihan

1. Buatlah diagram pohon untk menggambarkan semua susunan yang mungkin dari kemeja
berukuran S (small), M (medium), L (large), XL (extra large) dan warnannya biru, hijau,
coklat.
2. Tentukan banyak bilangan yang terdiri dari 5 angka yang dapat dibentuk dari angka
2,3,4,5,6,7 dengan catatan angka tidak boleh ada yang sama.
3. Seorang siswa SMA kelas XI bernama Dody mempunyai tiga kemeja dan dua celana.
Celana dan kemeja tersebut akan dipakai pada acara perpisahan sekolah untuk kelas XII.
Berapa banyaknya pilihan celana dan kemeja yang berbeda yang dapat Dody gunakan
untuk pergi ke acara perpisahan sekolah?

Rangkuman
Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep aturan pencacahan, beberapa hal penting dapat kita
rangkum sebagai berikut.

1. Aturan pencacahan merupakan metode untuk menentukan banyak cara/susunan/pilihan pada saat
memilih k unsur dari n unsur yang tersedia. Aturan pencacahan ini meliputi aturan penjumlahan,
aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi.
2. Jika ada sebanyak a benda pada himpunan pertama dan ada sebanyak b benda pada
himpuan kedua, dan kedua himpuan itu tidak beririsan, maka jumlah total anggota di
kedua himpuan adalah a + b.
3. Banyak cara untuk mengisi n tempat yang tersedia secara keseluruhan adalah
1. k1 × k2× k3 × ... × kn

Uji Kompetensi

1. Dari angka 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 tentukan banyaknya bilangan (dengan angka yang


berbeda) yang dapat dibentuk jika:
a. Bilangan terdiri dari 4 angka
b. Bilangan itu terdiri dari 3 angka dan lebih dari 300
2. Rafa akan pergi ke rumah neneknya yang berada di desa Jabung, melalui desa Jetis.
Jika dari desa Ngasinan ke Jetis terdapat 2 jalan dan dari Jetis ke Jabung terdapat 3
jalan, maka
a. ada berapa macam carakah Rafa dapat pergi ke rumah neneknya?
b. ada berapa carakah perjalanan Rafa dari berangkat hingga pulang kembali?
3. Dari 8 orang calon pengurus yang terdiri dari 3 putra dan 5 putri, akan dipilih 3 orang
sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Tentukan banyaknya formasi yang mungkin
dalam pemilihan tersebut jika :
a. Bebas
b. Ketua harus putra

4. Hitunglah :

𝟏𝟕 ! 𝟏𝟐 ! 𝟖!
a. 7! b. 𝟎 !𝟏𝟔 ! c. d.
𝟐!𝟖! 𝟓!

5. Tentukan nilai n dari (n + 3)! = 10(n + 2)!

Kunci Jawaban
1. a. | 5 | 5 | 4 | 3 |
Banyak Bilangan = 5 x 5 x 4 x 3 = 300 bilangan
(digit pertama 0 tidak boleh sehingga ada 5 angka yang mungkin menempati,
digit ke-2: angka 0 dan 4 angka sisanya sehingga juga ada 5 angka yang mungkin
menempati, digit ke-3: tersisa 4 angka yang mungkin, dan digit terakhir tersisa 3
angka yang mungkin)
b. | 3 | 5 | 4 |
Banyak Bilangan = = 3 x 5 x 4 = 60 bilangan
(digit pertama hanya boleh ditempati angka 3, 4 atau 5. Ada 3 angka)

2.

a. Banyak cara = 2 x 3 = 6 cara


b. Banyak cara = 2 x 3 x 3 x 2 = 36 cara

3. a. |8|7|6|
Banyak cara = 8 x 7 x 6 = 336 cara / macam formasi
(tempat pertama ada 8 orang yang mungkin menjadi Ketua, setelah ketua terpilih
maka ada 7 orang yang mungkin menempati posisi sekretaris, dan terakhir tersisa
6 orang untuk memperebutkan posisi sebagai bendahara)
b. |3|7|6|
Banyak cara = = 3 x 7 x 6 = 126 cara / macam formasi
(tempat pertama ada 3 orang yang mungkin menjadi Ketua, setelah ketua terpilih
maka ada 7 (2 putra dan 5 putri) orang yang mungkin menempati posisi
sekretaris, dan terakhir tersisa 6 orang untuk memperebutkan posisi sebagai
bendahara)

6. a. 7! = 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 5.040
𝟏𝟕 ! 𝟏𝟕 × 𝟏𝟔 !
b. = = 17
𝟎 !𝟏𝟔 ! 𝟏 × 𝟏𝟔 !

𝟏𝟐 ! 𝟏𝟐 × 𝟏𝟏 ×𝟏𝟎 × 𝟗 × 𝟖!
c. = = 5940
𝟐 !𝟏𝟖 ! 𝟐× 𝟖!

𝟖! 𝟖 ×𝟕 ×𝟔 ×𝟓 !
d. = = 336
𝟓! 𝟓!

7. (n + 3)! = 10(n + 2)!  (n +3)(n + 2)! = 10(n + 2)!


 n + 3 = 10
n=7

3. PERMUTASI

3.1 Faktorial dari Bilangan Asli

Faktorial dari suatu bilangan asli didefenisikan sebagai berikut.


Defenisi:

Untuk setiap bilangan asli n, didefenisikan:

n! = n × (n – 1) × (n – 2) × (n – 3) × ... × 3 × 2 × 1.
Lambang atau notasi n! Dibaca sebagai n faktorial.

Perkalian-perkalian semua bilangan bulat positif berurut di atas dalam matematika


disebut faktorial, yang biasa disimbolkan dengan " ! "
Maka perkalian tersebut dapat dituliskan ulang menjadi:
1) 3 × 2 × 1 = 3!
2) 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 5!
3) 7 × 6 ×5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 7!
4) 9 × 8 × 7 × 6 ×5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 9!

3.2 Permutasi

Permutasi adalah susunan dari semua atau sebagian suatu elemen himpunan yang
mementingkan urutan elemennya (urutan diperhatikan).

Permutasi dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu permutasi dari unsur-unsur yang
berbeda, permutasi yang memuat beberapa unsur yang sama, permutasi siklis.
a. Permutasi dengan unsur yang berbeda

Permutasi k unsur dari n unsur yang tersedia biasa dituliskan 𝑃𝑘𝑛 atau nPkserta P(n, k)
dengan k ≤ n.

 Banyak permutasi n unsur ditentukan dengan aturan


𝑃𝑛𝑛 = n × (n -1) ×( n – 2) × L × 3 × 2 × 1= n!

 Banyak permutasi unsur dari n unsur yang tersedia, dapat ditentukan dengan:
𝑛!
𝑃(𝑛, 𝑘) =
( 𝑛 − 𝑘 )!

b. Permutasi dengan unsur yang sama

Setiap unsur pada permutasi tidak boleh digunakan lebih dari satu kali, kecuali
dinyatakan secara khusus. Banyaknya permutasi dari n unsur yang memuat k1 unsur yang
sama, k2 unsur yang sama, k3 unsur yang sama, ...., kn unsur yang sama, dengan (k1 + k2 +
k3 + ... + kn≤ n ) dapat ditentukan dengan rumus :

𝒏!
𝑷=
𝒌𝟏! 𝒌𝟐! 𝒌𝟑! … 𝒌𝒏 !

Contoh 3.1

Berapa banyak susunan huruf yang dapat disusun dari setiap huruf pada kata ADALAH.

Alternatif Penyelesaian:

𝟔! 𝟔 ∙ 𝟓 ∙ 𝟒 ∙ 𝟑!
𝐏= = = 𝟔 ∙ 𝟓 ∙ 𝟒 = 𝟏𝟐𝟎 𝐜𝐚𝐫𝐚
𝟑! 𝟑!
c. Permutasi siklis

Penentuan susunan melingkar dapat diperoleh dengan menetapkan satu objek pada
satu posisi, kemudian menentukan kemungkinan posisi objek lain yang sisa, sehingga bila
tersedia n unsur berbeda, maka :

Banyaknya permutasi siklis dari n unsur = (n – 1)!Atau 𝑷𝒔𝒊𝒌𝒍𝒊𝒔 = ( 𝒏 − 𝟏 )!

Contoh 3.2
Di sebuah sekolah ada 4 orang guru yang dicalonkan untuk mengisi posisi bendahara dan
sekertaris. Coba kalian tentukan banyaknya cara yang dapat digunakan untuk mengisi posisi
tersebut!

Alternatif Penyelesaian:

Soal di atas dapat dituliskan sebagai permutasi P(4,2), n(banyaknya guru) = 4 k (jumlah
posisi) = 2, masukkan ke dalam rumus:
𝟒! 𝟒 × 𝟑 × 𝟐 × 𝟏 𝟐𝟒
𝐏(𝟒, 𝟐) = = = =𝟐
(𝟒 − 𝟐)! 𝟐 ×𝟏 𝟏

Contoh 3.3
Berapakah banyaknya bilangan yang dibentuk dari 2 angka berbeda yang dapat kita susun
dari urutan angka 4, 8, 2, 3, dan 5?

Alternatif Penyelesaian:
Pertanyaan di atas dapat disimpulkan sebagai permutasi yang terdiri dari 2 unsur yang dipilih
dari 5 unsur maka dapat dituliskan sebagai P(5,2). tinggal kita masukkan ke dalam rumus.

𝟓! 𝟓 × 𝟒 × 𝟑 × 𝟐 × 𝟏 𝟏𝟐𝟎
𝐏(𝟓, 𝟐) = = = = 𝟐𝟎
(𝟓 − 𝟐)! 𝟑 × 𝟐 ×𝟏 𝟔

Maka ada 20 cara yang dapat dilakukan untuk menysyn bilangan tersebut menjadi 2 angka
yang berbeda-beda (48, 42, 43, 45, 84, 82, 83, 85, 24, 28, 23, 25, 34, 38, 32, 35, 54, 58, 53,
52).

Latihan

1. Hitunglah:
a. 9! + 6! + 5!
b. 4! × 4!
9! 10!
c. ×
8! 11!

2. Dalam suatu organisasi akan dipilih ketua, bendahara dan sekretaris dari 8 calon yang
memenuhi kriteria. Banyak susunan yang mungkin dari 8 calon tersebut adalah...
3. Sebuah bangku panjang hanya dapat diduduki oleh 5 orang. Banyak cara 8 orang
menduduki bangku sama dengan...
4. Banyak permutasi atau susunan yang berbeda 6 orang duduk mengelilingi suatu meja
bundar adalah.
5. Misal 6 orang akan duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Jika ada dua orang tertentu
yang harus duduk sebelah menyebelah, maka banyak susunan yang berbeda yang mungkin
sama dengan...

Rangkuman
Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep aturan pencacahan, beberapa hal penting dapat kita
rangkum sebagai berikut.

1. Faktorial dinyatakan dengan n! = n × (n – 1) × (n – 2) × (n – 3) × ... × 3 × 2 × 1.


2. Permutasi adalah susunan k unsur dari n unsur tersedia dalam satu urutan. Terdapat tiga jenis
unsur permutasi yakni:
 Permutasi dengan unsur-unsur yang berbeda
 Permutasi dengan unsur-unsur yang sama
 Permutasi siklis.
Secara umum banyak permutasi dinyatakan dengan:
𝑛!
𝑃𝑘𝑛 = ( 𝑛−𝑘 )!
dengan n ≥ k
Uji Kompetensi
1. Sebuah dalam tim olahraga ada 10 orang siswa yang dicalonkan untuk menjadi
pemain. Namun hanya 5 orang boleh menjadi pemain utama. Tentukan banyak cara
yang bisa dipakai untuk memilih para pemain utama tersebut?
2. Pada sebuah upacara pembukaan turnamen olah raga disusun beberapa bendera klub
yang ikut bertanding. Terdapat 4 bendera berwarna putih, 3 bendera berwarna biru, 2
bendera berwarna merah dan 1 bendera kuning. Tentukanlah susunan bendera yang
ditampilkan pada acara upacara pembukaan tersebut!
3. Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 10 orang akan mengadakan rapat dan
duduk mengelilingi sebuah meja, dengan berapa carakah mereka dapat duduk saling
berdampingan, jika :
a. Posisi duduk sembarang
b. ada 2 orang mahasiswa yang duduk saling berdekatan?
4. Ada berapa macam susunan yang mungkin dibentuk dari kata PAPA? Buatlah
susunan yang mungkin!
5. Pengurus takmir masjid Ar Rahmah yang terdiri dari Ketua, Sekretaris,
Bendahara,dan 5 orang bagian seksi-seksi akan mengadakan musyawarah dengan
posisi dudukmelingkar. Tentukan macam posisi duduk yang mungkin jika:
a. Posisi duduk bebas.
b. Ketua dan Sekretaris harus selalu berdampingan.
c. Ketua, Sekretaris, dan Bendahara harus selalu berdampingan

Kunci Jawaban

1. Diketahui :
Permutasi P (10,5) atau 10P5 dengan n =10 dan r =5
Ditanya :
P(10,5) = ...... ?
Penyelesaian :
𝑛!
Permutasi unsur yang berbedaP(n,r) =( 𝑛−𝑟 )!
𝑛!
P(n,r) =( 𝑛−𝑟 )!
10 !
= ( 10−5 )!
10 × 9 × 8 × 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1
= 5 ×4 ×3 ×2×1
= 30240

2. Diketahui :
Banyak unsur yang tersedia 10
unsur yang sama adalah : a. 4 bendera berwarna putih
a. 3 bendera berwarna biru
b. 2 bendera bewarna merah
c. 1 bendera bewarna kuning
n = 10 , k1 = 4 , k2 = 3 , k3 = 2 , k4 = 1
ditanya :
10
𝑃4,3,2,1 = …………??
Penyelesaian :
𝒏!
Permutasi dengan unsur Yang sama𝑷𝒏𝒌𝟏 𝒌𝟐 ….𝒌𝒏 = 𝒏
𝒏 × 𝒏𝒏 ×…× 𝒏𝒏
banyak permutasi dari 10 unsur yang memuat 4 unsur yang sama, 3 unsur yang sama, 2
unsur yang sama dan 1 unsur yang sama adalah:
𝑃!
𝑃𝑃
𝑃1 𝑃2 𝑃3 𝑃4 = 𝑃1 × 𝑃2 × 𝑃3 × 𝑃4
10 !
𝑃10
4,3,2,1 = 4 ×3 ×2 ×1
10×9×8×7×6 ×5 ×4×3×2×1
= 4×3×2×1
= 151200

3. Diketahui :
n = 10 unsur
ditanya :
Berapa carakah mahasiswa dapat duduk saling berdampingan, jika :
a. Posisi duduk sembarang
b. ada 2 orang mahasiswa yang duduk saling berdekatan
Penyelesaian :
Permutasi siklis {Psiklis = ( n – 1 )! }
a. posisi duduk sembarang
Psiklis = ( n – 1 ) !
= ( 10 – 1 ) !
=9!
=9×8×7×6×5×4×3×2×1
= 362880
b. Sebenarnya ada total 10 orang. Tapi karena dua orang harus berdampingan jadi
dianggap berjumlah satu. Akhirnya total ada 9 orang yang akan dihitung.
Maka n = 9 unsur
Psiklis = ( n – 1 ) !
=(9–1)!
=8!
=8×7×6×5×4×3×2×1
= 40320

4. Diketahui :
kata PAPA memiliki 4 unsur, n = 4
dengan huruf A memiliki 2 unsur yang sama dan P memiliki 2 unsur yang sama
Ditanya :
𝑃42,2 = ....... ?
Penyelesaian :
Dari soal, susunan yang mungkin adalah:
PAPA PPAA PAAP APPA APAP AAPP PAPA PPAA
PAAP APPA APAP AAPP PAPA PPAA PAAP APPA
APAP AAPP PAPA PPAA PAAP APPA APAP AAPP
Misalkan antara A ke1 dan A ke2, antara P ke1 dan P ke2 dianggap berbeda, maka
terdapat 24 macam susunan = 4!

Namun karena ada dua A dan dua P yang sama, maka hanya terdapat 6 macam
susunan yang berbeda, yaitu:
PAPA PPAA PAAP APPA APAP AAPP

Atau dapat dicari dengan


𝒏!
Permutasi dengan unsur Yang sama 𝒏𝒏
𝒏𝒏 𝒏𝒏 ….𝒏𝒏 = 𝒏
𝒏 × 𝒏𝒏 ×…× 𝒏𝒏
𝒏!
𝒏𝒏
𝒏𝒏 𝒏𝒏 ….𝒏𝒏 = 𝒏
𝒏 × 𝒏𝒏 ×…× 𝒏𝒏
𝒏!
𝒏𝒏
𝒏,𝒏 = 𝒏 ! × 𝒏 !
𝒏 ×𝒏 ×𝒏 ×𝒏
= 𝒏 ×𝒏 ×𝒏 ×𝒏
= 6 cara

5. Diketahui :
n = 8 unsur, yaitu : Ketua, Sekretaris, Bendahara,dan 5 orang bagian seksi-seksi
ditanya :
berapa banyak cara posisi duduk yang mungkin jika:
a. Posisi duduk bebas.
b. Ketua dan Sekretaris harus selalu berdampingan.
c. Ketua, Sekretaris, dan Bendahara harus selalu berdampingan.

Penyelesaian :
Permutasi siklis {Psiklis = ( n – 1 )! }

a. Banyaknya = (8 –1)!
= 7!
=7×6×5×4×3×2×1
= 5040 cara
b. Ketua dan sekertasris selalu berdampingan maka dianggap 1
Banyaknya = (7 – 1)!× 2!
= 6! × 2!
=(6×5×4×3×2×1)×2×1
= 1440 cara
c. Ketua, sekertasris dan bendahara selalu berdampingan maka dianggap 1
3 unsur dianggap 1 karena selalu bersama sehingga dicari permutasi siklis dari 6
unsur, 3 unsur tersebut bisa pindah posisi sebanyak P(3, 3) = 3!)
Banyaknya = (6 - 1)! × 3!
= 5! × 3!
=(5×4×3×2×1)×3×2×1
= 720 cara
Kombinasi
Misalkan terdapat 5 orang siswa, yaitu Ani, Betty, Cici, Dedi, dan Endah. Untuk
mengikuti lomba cerdas cermat dipilih 3 orang dengan diseleksi. Berapa macam susunan
yang mungkin dapat dibentuk dari 5 orang tersebut?
Dari ilustrasi tersebut objek percobaannya adalah 5 orang siswa, yaitu O = {Ani,
Betty, Cici, Dedi, Endah} dan seleksi untuk menentukan 3 orang disebut cara percobaan.
Adapun hasil-hasil percobaannya dapat digambarkan sebagai berikut.

Dari diagram tersebut tampak bahwa terdapat 10 susunan yang mungkin dibentuk
untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Apabila kalian perhatikan dengan saksama dalam
masalah di atas, susunan Ani – Betty – Cici tidak dibedakan dengan susunan Ani – Cici –
Betty atau Betty – Ani – Cici atau Betty – Cici – Ani atau Cici – Ani – Betty atau Cici –
Betty – Ani. Karena dari keenam susunan tersebut yang terpilih tetap 3 orang, yaitu Ani,
Betty, dan Cici. Jadi, dalam hal ini perhitungan susunan tidak memperhatikan urutan. Cara
penyusunan unsur yang tidak memperhatikan urutan disebut kombinasi. Kombinasi k unsur
dari n unsur didefinisikan sebagai berikut:

Definisi

Perhatikan perhitungan kombinasi di bawah ini.


1.Kombinasi
8!k unsur
= dari = 8n unsur biasa dituliskan 𝐶𝑘 ; n 𝐶𝑘 ; C (n, k) atau (𝑘 )
𝑛 𝑛
8×7!
𝐶8 =
7 (8−7)!.7! 1!.7!

2.Banyak
𝐶27 = kombinasi k 28×27!
unsur=dari n unsur yang tersedia, tanpa memperhatikan
28 28!
(28−27)!.27!
= 28
1!.27!
urutan susunannya
11! dapat ditentukan dengan :
11×10!
3. 𝐶111 = (11−1)!.1! = 10!.1! = 11
100! 100! 𝑛!
100
4. 𝐶100 𝐶𝑘𝑛 =
= (100−100)!.100! = 0!.100! = 1
(𝑛 − 𝑘)! 𝑘!

dengan n ≥ k, n, k merupakan bilangan asli.


Sifat Kombinasi

𝑛!
Diketahui 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! dengan n ≥ k.

𝑛!
1. Jika n – k = 1, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 𝑛.
Bukti: 𝑛!
2. Jika k = 1, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 𝑛.
𝑛!
3. Jika n = k, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 1
𝑛! 𝑃𝑘𝑛
4. Jika 𝑃𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)! , maka 𝐶𝑘𝑛 = 𝑘!

Penerapan Kombinasi

Contoh:
1. Seorang petani akan membeli 3 ekor ayam, 2 ekor kambing, dan 1 ekor sapi dari seorang
pedagang yang memiliki 6 ekor ayam, 4 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Dengan berapa
cara petani tersebut dapat memilih ternak-ternak yang diinginkannya?
Jawab:
6! 6! 6×5×4×3!
Banyaknya cara memilih ayam = 𝐶36 = (6−3)!.3! = 3!.3! = = 20 𝑐𝑎𝑟𝑎
3×2×1.3!
4! 4! 4×3×2!
Banyaknya cara memilih kambing = 𝐶24 = (4−2)!.2! = 2!.2! = = 6 𝑐𝑎𝑟𝑎
2×1.2!
3! 3! 3×2!
Banyaknya cara memilih sapi = 𝐶13 = (3−1)!.1! = 2!.1! = 2!×1 = 3 𝑐𝑎𝑟𝑎
Jadi, petani tersebut memiliki pilihan sebanyak = 20 × 6 × 3 = 360 𝑐𝑎𝑟𝑎

2. Tersedia 10 siswa yang memenuhi syarat menjadi tim olimpiade matematika suatu SMA.
Dari sejumlah calon itu, 6 siswa pandai komputer dan 4 siswa pandai bahasa inggris. Tim
yang dibentuk beranggotakan 3 siswa yang terdiri dari 2 siswa pandai komputer dan 1
siswa pandai bahasa inggris. Berapa banyak susunan yang mungkin dapat dibentuk?
Jawab:
 Akan dipilih 3 orang sebagai sebuah tim yang mewakili sekolah dengan rincian 2
siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa inggris
 Banyak cara pemilihan 2 siswa dari 6 siswa pandai komputer adalah:
6! 6! 6×5×4!
𝐶26 = (6−2)!.2! = 4!.2! = = 15 𝑐𝑎𝑟𝑎
4!.2×1
 Banyak cara pemilihan 1 siswa dari 4 siswa pandai bahasa inggris adalah:
4! 4! 4×3!
𝐶14 = (4−1)!.1! = 3!.1! = = 4 𝑐𝑎𝑟𝑎
3!.1
 Karena 2 siswa pandai komputer dan 1 siswa pandai bahasa inggris harus terpilih
SEKALIGUS, maka berlaku “aturan perkalian”. Sehingga total cara pemilihan 3
siswa yaitu:
𝐶26 × 𝐶14 = 15 × 4 = 60 𝑐𝑎𝑟𝑎
3. Pak Sinaga memiliki 5 warna cat berbeda yaitu warna Merah, Putih, Biru, Kuning, dan
Hijau. Pak Sinaga ingin memiliki warna cat selain kelima warna yang telah dimilikinya
itu, dan Pak Sinaga pun mempunyai ide yaitu dengan mencampur dua jenis warna cat
dari 5 warna cat yang ada. Ada berapakah warna cat baru yang diperoleh oleh Pak
Sinaga?
Jawab:
 Dua warna cat yang dicampurkan akan diperoleh warna baru. Misalkan warna Merah
dicampur dengan Hijau hasilnya akan sama dengan warna Hijau dicampurkan dengan
warna Merah. Ini artinya urutan tidak diperhatikan sehingga kita bisa menggunakan
konsep kombinasi.
 Dua warna akan dicampurkan dari 5 warna yang ada, artinya kita akan memilih 2
unsur dari 5 unsur dengan banyak cara yaitu:
5! 5! 5×4×3!
𝐶25 = (5−2)!.2! = 3!.2! = = 10 𝑐𝑎𝑟𝑎
3!.2×1
Jadi, ada 10 warna cat baru yang mungkin diperoleh Pak Sinaga setelah mencampurkan 2
warna dari 5 warna cat yang ada

A. Latihan
1. Timnas karate kelas 60 kg akan memilih 3 orang dari 10 orang yang memenuhi syarat.
Banyak cara memilih ketiga pemain tersebut adalah...
2. Dari 20 orang siswa yang berkumpul, mereka saling berjabat tangan, maka banyaknya
jabatan tangan yang terjadi adalah...
3. Seorang peserta ujian harus mengerjakan 6 soal dari 10 soal yang ada. Banyak cara
peserta memilih soal ujian yang harus dikerjakan adalah ...
4. Sebuah kotak berisi 4 bola putih dan 5 bola biru. Dari dalam kotak diambil 3 bola
sekaligus, banyak cara pengambilan sedemikian hingga sedikitnya terdapat 2 bola biru
adalah ... cara
5. Sebuah kantong berisi 6 kelereng biru dan 7 kelereng merah. Dari dalam kotak
diambil 4 kelereng sekaligus, banyak cara pengambilan sedemikian hingga sedikitnya
terdapat 3 kelereng merah adalah ... cara

B. Rangkuman

 Kombinasi adalah suatu pilihan dari unsur-unsur yang ada tanpa


memperhatikan urutannya. Banyaknya kombinasi k unsur dari n
𝑛!
unsur dinyatakan dengan 𝐶𝑘𝑛 dan dirumuskan: 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!.𝑘!
 Sifat-sifat kombinasi:
𝑛!
Diketahui 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! dengan n ≥ k.

𝑛!
5. Jika n – k = 1, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 𝑛.
𝑛!
6. Jika k = 1, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 𝑛.
𝑛!
7. Jika n = k, maka 𝐶𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)!𝑘! = 1
𝑛! 𝑃𝑘𝑛
8. Jika 𝑃𝑘𝑛 = (𝑛−𝑘)! , maka 𝐶𝑘𝑛 =
𝑘!
C. Uji Kompetensi
1. Tentukan nilai n dari persamaan kombinasi 𝐶2𝑛 = 4𝑛 + 5 dan tentukan nilai 𝐶9𝑛 !
2. Dalam pertemuan untuk menentukan tanggal kelulusan siswa, 20 orang guru
diundang. Setelah memutuskan tanggal kelulusan, mereka saling berjabat tangan.
Berapa banyak jabat tangan yang terjadi?
3. Budi mengikuti UTS pelajaran Matematika. Ada 15 soal yang diujikan di kelas. Dari
15 soal yang ada, setiap siswa harus memilih 12 soal untuk dikerjakan. Dari 12 soal
yang dipilih, soal nomor 1 sampai nomor 5 wajib dikerjakan. Tentukan banyak cara
pemilihan soal yang dapat dilakukan oleh Budi?
4. Pada bidang datar tertentu terdapat 20 titik dan tidak ada 3 titik yang terletak pada
satu garis.
a. Tentukan banyak garis yang terbentuk
b. Tentukan banyak segitiga yang terbentuk
5. Dalam pelatihan bulu tangkis terdapat 10 orang pemain putra dan 8 orang pemain
putri. Berapakah pasangan ganda yang dapat diperoleh untuk:
a. ganda putra
b. ganda putri
c. ganda campuran

Jawaban
1. Diketahui : kombinasi 𝐶2𝑛 = 4𝑛 + 5
Ditanya : nilai n dan nilai 𝐶9𝑛 ?
Penyelesaian:
 𝐶2𝑛 = 4𝑛 + 5
𝑛!
⇔ (𝑛−2)!.2! = 4𝑛 + 5
𝑛(𝑛−1)(𝑛−2)!
⇔ (𝑛−2)!.2!
= 4𝑛 + 5
𝑛(𝑛−1)
⇔ = 4𝑛 + 5
2×1
2
⇔ 𝑛 − 𝑛 = 8𝑛 + 10
⇔ 𝑛2 − 9𝑛 − 10 = 0
⇔ (𝑛 − 10)(𝑛 + 1)
n = 10 atau n = -1 (Karena n bilangan asli, maka yang memenuhi adalah n =10)
 Menentukan nilai 𝐶9𝑛 , n = 10
10! 10×9! 10
𝐶910 = (10−9)!.9! = = = 10
1!.9! 1
2. Jabat tangan biasanya hanya dilakukan antar 2 orang saja, artinya untuk menentukan
banyaknya jabat tangan yang terjadi sama saja dengan kita menentukan banyaknya cara
memilih 2 orang untuk berjabat tangan dari 20 orang guru yang ada. Dua orang jabat
tangan tidak memperhatikan urutan sehingga kita menggunakan konsep kombinasi
Total banyak cara jabat tangan yaitu memilih 2 orang dari 20 orang guru yaitu:
20! 20! 20×19×18! 380
𝐶220 = (20−2)!.2! = 18!.2! = 18!.2×1
= 2
= 190
Jadi, totalnya ada 190 jabat tangan yang terjadi.
3. *) Untuk pemilihan soal, urutan tidak diperhatikan. Misalkan Budi mengerjakan soal
nomor 2 dan nomor 5 akan sama saja dengan Budi mengerjakan soal nomor 5 dan nomor
2. Sehingga untuk menyelesaikannya kita menggunakan konsep kombinasi.
*) Soal nomor 1 sampai nomor 5 wajib dikerjakan, artinya Budi tinggal memilih 12 – 5 =
7 soal tersisa dari soal nomor 6 sampai nomor 15 yang ada karena 5 soal sudah pasti
nomor 1 sampai nomor 5
*) Memilih 7 soal dari nomor 6 sampai nomor 15, artinya kita memilih 7 soal dari 10
soal tersisa dengan banyak cara:
10! 10×9×8×7! 720
𝐶710 = (10−7)!.7! = = = 120 cara
3×2×1.7! 6
Jadi, 120 cara untuk Budi melakukan pemilihan soal yang dikerjakannya.

4. Dalam pemilihan titik (baik 2 titik atau 3 titik), urutan tidak diperhatikan sehingga kita
menggunakan konsep kombinasi.
a. Karena tidak ada 3 titik yang segaris, maka untuk membuat garis kita cukup
menghubungkan dua titik saja. Ini artinya kita hanya butuh 2 titik saja yang dipilih
dari 20 titik yang ada dengan banyaknya cara pemilihan 2 titik dari 20 titik yang ada
yaitu:
20! 20×19×18!
𝐶220 = (20−2)!.2! = = 190 𝑐𝑎𝑟𝑎
18!.2×1
Jadi, totalnya ada 190 garis yang terbentuk dari 20 titik yang ada.

b. Karena tidak ada 3 titik yang segaris, maka untuk membuat segitiga kita cukup
menghubungkan tiga titik saja. Ini artinya kita hanya butuh 3 titik saja yang dipilih
dari 20 titik yang ada dengan banyak cara pemilihan 3 titik dari 20 titik yang ada
yaitu:
20! 20×19×18×17!
𝐶320 = (20−3)!.3! = = 1140 𝑐𝑎𝑟𝑎
17!.3×2×1
Jadi, totalnya ada 1.140 segitiga yang terbentuk dari 20 titik yang ada.

5. a. Karena banyaknya pemain putra ada 10 dan akan dipilih 2 untuk bermain ganda, maka
banyak cara pemilihan 2 putra dari 10 putra yang ada yaitu :
10! 10×9×8! 90
𝐶210 = (10−2)!.2! = = = 45 cara
8!.2×1 2
b. Karena banyaknya pemain putri ada 8 orang dan dipilih 2, maka banyaknya cara
pemilihan 2 putri dari 8 putri yang ada yaitu :
8! 8×7×6! 56
𝐶28 = (8−2)!.2! = = = 28 cara
6!.2×1 2
c. Ganda campuran berarti 10 putra diambil satu dan 8 putri diambil 1, maka:
10! 8! 10×9! 8×7!
𝐶110 × 𝐶18 = (10−1)!.1! × (8−1)!.1! = × = 10 × 8 = 80 cara
9!.1 7!.1
Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Lepas

S Kejadian A dan B dikatakan saling lepas


A B
Jika A  B =  atau P (A  B) = 0

Jika P (A  B) = 0 maka P (A  B) = P(A) + P (B)

Kesimpulan :

Jika A dan B kejadian saling lepas, maka:


P (A  B) = P(A) + P (B)

Contoh 1 :

Dari satu set kartu bridge diambil 1 kartu secara acak.

Berapa peluang untuk mendapatkan kartu As atau king?

Penyelesaian :

Jika A = kejadian mendapatkan kartu A  n (A) = 4

B = kejadian mendapatkan kartu king  n (B) = 4

n(A  B) = 

Maka : P (A  B) = P(A) + P (B)

4 4
= 
52 52

2
=
13

2
Jadi peluang untuk mendapatkan kartu As atau king adalah
13

Contoh 2:

Dua buah dadu dilambungkan bersama-sama. Berapa peluang jumlah angka


kedua dadu sama dengan 5 atau 10.
Penyelesaian :

n (S) = 6  6 = 36

jika A = {jumlah angka sama dengan 5}

= {(1, 4), (4, 1), (2, 3) (3, 2)}

n (A) = 4

jika B = {jumlah angka sama dengan 10}

= {(4, 6), (6, 4), (5, 5)}

n (B) = 3

AB=

n (A  B) = 0

Maka : P (A B) = P (a) + P(B)

4 3
= 
36 36

7
=
36

7
Jadi nilai kemungkinan jumlah angka kedua mata dadu 5 atau 10 adalah
36

Contoh 3:

Di dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah dan 4 bola putih. Dari dalam kotak
tersebut diambil dua bola sekaligus. Berapa peluang kedua boila itu berwarna
sama?

Penyelesaian :

n (S) = 9C2 = 36

Dua bola berwarna sama, berarti dua merah atau dua putih

A = {dua merah}, n (a) = nC2 = 10


n (A) 10
P(A) = 
n (S) 36
B = {dua putih}, n (B) = 4C2 = 6
n (B) 6
P(B) = 
n (S) 36
Karena A dan B saling lepas maka:
P (A  B) = P (A) + (P (B)
10 6
= 
36 36

16
=
36

4
=
9

4
Jadi peluang kedua bola itu berwarna sama adalah
9

Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Bebas

Kejadia A dan B dikatakan saling bebas jika kejadian A tidak mempengaruhi kejadian B dan
kejadian B tidak mempengaruhi kejadian A. Misalkan kita melambungkan dua buah dadu, maka
angka yang muncul pada dadu pertama tidak mempengaruhi angka yang muncul pada dadu
kedua.

Secara umum dapat dirumuskan

Jika A dan B saling bebas maka berlaku: P(A dan B) = P(A) . P(B)

Contoh 1:
P (A  B) = P (A)  P (B)

Dadu kuning dan dadu hijau dilambungkan bersamaan. Jika A merupakan kejadian muncul mata
3 pada dadu kuning dan B merupakan kejadian muncul mata 5 pada dadu hijau,

a) tentukan P(A), P(B)


b) tentukan peluang muncul mata 3 pada dadu kuning dan muncul mata dadu 5 pada dadu hijau.
Penyelesaian :

a) S ={(1, 1), (1, 2), (1, 3),..., (6, 6)}  n (S) = 36


A = {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)}  n (A) = 6

B = {(1, 5), (2, 5), (3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)}  n (B) = 6
n (A) 6 1
P (A) =  
n (S) 36 6
n (B) 6 1
P (B) =  
n (S) 36 6
b) A  B = {(3, 5)}  n (A  B) = 1
Sehingga
n ( A  B) 1
P (A  B) = 
n (S) 36
Atau dapat dicari :
P (A  B) = P (A)  P (B)
1 1 1
=  
6 6 36

Contoh 2:

Dalam sebuah kantong terdapat 5 kelereng merah dan 6 kelereng putih. Kemudian diambil
sebuah kelereng dengan acak secara berurutan sebanyak dua kali. Setelah kelereng pertama
diambil, kelereng itu dikembalikan kemudian mengambil kelereng kedua. Tentukan peluang
bahwa yang terambil :

a) kelereng merah pada pengambilan pertama dan kedua


b) kelereng merah pada pengambilan pertama dan putih pada pengambilan kedua
Penyelesaian :

a) Jika A = {kelereng merah pada pengambilan pertama}


5
Maka : P (A) =
11

Jika B = {kelereng merah pada pengambilan kedua}

5
Maka : P (B) = (karena pengambilan pertama dikembalikan)
11

Sehingga : P (A  B) = P (A)  P (B)


5 5
= 
11 11

25
=
121

Jadi peluang untuk pengambilan pertama dan kedua diperoleh kelereng merah adalah
25
121

b) Jika A = {kelereng merah pada pengambilan pertama}


5
Maka : P (A) =
4

Jika B = {kelereng putih pada pengambilan kedua}

6
Maka : P (B) =
11

Sehingga :

P (A  B) = P (A)  P (B)

5 6
= 
11 11

30
=
121

Jadi peluang untuk memperoleh kelereng merah pada pengambilan pertama dan putih
30
pada pengambilan kedua adalah
121

Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Bebas

Jika kejadian A dan B tidak saling bebas, kejadian B dipengaruhi oleh kejadian A atau kejadian B
dengan syarat A, maka dinamakan kejadian bersyarat. Peluang dari kejadian bersyarat disebut
peluang bersyarat, dirumuskan dengan:

P(B/A) = kejadian B dengan syarat


P(A  B)
P (B/A)
Atau =
P(A)

P (A  B) = P (A) P(B / A)
Contoh 1 :

Di dalam sebuah kantong terdapat 6 kelereng hitam dan 5 kelereng putih. Dari dalam kantong
tersebut diambil dua kelereng secara berturut-turut tanpa pengambilan. Tentukan peluang bahwa
kelereng itu berwarna hitam !

Penyelesaian :

Misal : A = kejadian pertama terambil kelereng hitam

B = kejadian kedua terambil kelereng hitam


6
Maka : P(A) =
11
5
P(B/A) =
10

(kejadian B dengan syarat A atau pengambilan pertama kelereng hitam dan


tidak dikembalikan)

Sehingga :

P (A  B) = P (A)  P (B/A)

6 1
= 
11 2

3
=
11

3
Jadi peluang bahwa kedua kelereng itu berwarna hitam adalah
11

Contoh 2:

Dari satu set kartu bridge (52 lembar) diambil satu kartu secara berturut-turut dua kali tanpa
pengembalian. Tentukan peluang pengambilan pertama diperoleh AS dan pengambilan kedua
diperoleh king!

Penyelesaian :

Misal A = pengambilan pertama, terambil AS

B = pengambilan kedua, terambil King


4 1
Maka : P (A) = 
52 13

4
P (B/A) =
51

Sehingga :

P (A  B) = P (A)  P (B/A)

1 4
= 
13 51

4
=
663

Contoh 3:
Di dalam suatu ruangan terdapat dua kotak, kotak pertama berisi 4 bola merah dan 5 bola putih
sedangkan kotak kedua berisi 3 bola merah dan 2 bola putih. Jika ruangan dalam jkeadaan gelap,
kemudian seorang ingin mengambil sebuah bola, tentukan peluang bola yang terambil itu
berwarna merah dan dari kotak pertama.
Penyelesaian :
Peluang terpilihnya kotak pertama : P(A) = ½
4
Peluang terambilnya bola merah dari kotak pertama : P (B/A) =
9
P (A  B) = P (A)  P(B/A)
1 4
= 
2 9
2
=
9
2
Jadi peluang bola yang terambil itu berwarna merah dan dari kotak pertama adalah
9
REMEDIAL DAN PENGAYAAN PELUANG SALING LEPAS

A. Remedial

1. Dua dadu dilemparkan satu kali secara bersamaan. Tentukan peluang muncul mata
dadu berjumlah 5 atau 7.
2. Sebuah dadu bermata enam dilantunkan satu kali. Berapa peluang munculnya mata
dadu ganjil atau mata dadu genap ?
3. Dua dadu mata enam dilempar bersama-sama. Berapa peluang muncul dua mata
dadu yang jumlahnya 3 atau 10 ?
4. Dalam sebuah kotak terdapat 3 bola merah, 2 bola putih, dan 4 bola biru. Dari
dalam kotak diambil sebuah bola, tentukan probabilitas bahwa yang terambil bola
merah atau biru.
5. Sebuah kartu diambil dari satu set kartu bridge. Tentukan peluang yang terambil
karu Skop atau kartu bergambar

B.Pengayaan

1. Seorang manajer suatu perusahaan mengambil sebuah berkas lamaran pekerjaan


secara acak untuk diperiksa dari lima belas berkas yang diajukan oleh 10 lulusan
PTN dan 5 lulusan PTS. Para pelamar yang mengajukan terdapat 3 pelamar
memiliki pengalaman kerja kurang dari 2 tahun, 7 pemalaran m emiliki pengalaman
kerja lebih dari 2 tahun, dan 5 pelamar belum memiliki pengalaman kerja. Tentukan
kejadian saling lepas yang mungkin terjadi dan hitunglah peluang dari kejadian
saling lepas yang diperoleh!
2. Kotak A berisi 5 kelereng merah, dan 6 kelereng putih, sedangkan kotak B berisi 4
kelereng merah, dan 5 kelereng putih. Dari masing-masing kotak diambil sebuah
kelereng. Tentukan peluang terambil kelereng berbeda warna.
REMEDIAL DAN PENGAYAAN PELUANG SALING BEBAS

A. Remedial

1. Sebuah dadu dan sebuah koin dilantumkan secara bersamaan sebanyak satu kali,
berapa peluang munculnya mata dadu genap pada dadu munculnya gambar (G)
pada koin?
2. Dalam sebuah kantong terdapat sepuluh kelereng yang terdiri
dari 6 kelereng merah dan 4 kelereng putih, diambil dua kelereng
satu persatu dengan pengambilan. Berapa peluang terambilnya
kedua-duanya kelereng terambilnya kedua-duanya kelereng
putih?
3. Di dalam kandang terdapat 40 ekor ayam, yaitu 18 ekor ayam jantan, 6
diantaranya berbulu tidak hitam dan 21 ekor ayam berwarna hitam. Ibu memilih
2 ekor ayam untuk dipotong, maka tentukanlah peluang bahwa ayam yang
terpilih untuk dipotong adalah ayam betina berbulu tidak hitam.

B.Pengayaan

1. Dua dadu sis enam dilempar secara serentak sekal. Kejadian A


adalah kejadian munculnya angka 3 pada dadu pertama, sedangkan
kejadian B adalah kejadian munculnya jumlah angka kedua dadu
sama dengan 8. Apakah kejadian A dan kejadia B sling bebas?
2. Dua dadu dilantunkan dua kali. Berapa peluang mendapat jumlah 7
dan 11 dalam dua kali lantunan?
REMEDIAL DAN PENGAYAAN PELUANG BERSYARAT

A. Remedial

1. Sebuah dadu ditos sekali. Tentukan peluang munculnya mata dadu angka genap
jika disyaratkan munculnya mata dadu angka prima terlebih dahulu.
2. Sebuah dadu dan uang logam ditos sekali. Tentukan peluang munculnya mata
dadu angka ganjil jika disyaratkan munculnya mata angka terlebih dahulu pada
uang logam.

B.Pengayaan

Sebuah kartu diambil dari satu set remi. Berapa peluang bahwa kartu yang
terambil lebih besar dari 2 dan lebih kecil dari 10 berwarna merah?

Daftar Pustaka
Johanes, S.Pd., M.Ed., Kastolan, S.Pd, Sulasim, S.Pd. Kompetensi Matematika 2A. 2006.
Jakarta: Yudistira

Kemendikbud. Buku Matematika Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK.2014. Jakarta

Noormandiri, B. K. Matematika untuk SMA Kelas XI Program IPA. 2007. Jakarta: Erlangga

Sukino. Matematika untuk SMA Kelas XI. 2007. Jakarta: Erlangga

Wirodikromo, Sartono. Matematika untuk SMA Kelas XI Program Ilmu Alam. 2007. Jakarta:
Erlangga

http://matematrick.blogspot.com

www.pdfquickstart.com/peluang