Anda di halaman 1dari 8

Mata Kuliah: Akuntansi Keuangan II

CRITICAL JURNAL REVIEW

Dosen Pengampu:
Drs. Saut Maratur Silaban, M.Pd
Ali Fikri Hasibuan, M.Si

Disusun Oleh:
Ahmad Fadhil
7151142003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan YME, atas segala kebesaran
dan limpah nikmat yang diberikan-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Critical Jurnal
Review ini.
Adapun penulisan CJR ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi
Keuangan II. Dalam tulisan ini, berbagai hambatan telah saya alami. Oleh karena itu,
terselesaikannya tulisan ini tentu saja bukan karena kemampuan saya semata-mata. Namun
karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Dalam penyusunan CJR ini, saya menyadari pengetahuan dan pengalaman saya masih
sangat terbatas. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari
berbagai pihak agar makalah ini lebih baik dan bermanfaaat. Akhir kata saya ucapkan semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 16 November 2017

Ahmad Fadhil
REVIEW JURNAL UTAMA

Judul Cross-sectional Variation in the Economic Consequences of International


Accounting Harmonization: The Case of Mandatory IFRS
Adoption in the UK
Jurnal The International Journal of Accounting
Download Google Scholar
Vol & Hal vol. 24, 341-379
Tahun 2007
Penulis Hans B. Christensen, Edward Lee , Martin Walker
Reviewer Ahmad Fadhil
Abstrak International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan isu hangat
yang sedang marak diperdebatkan di berbagai negara. Beragam reaksi
muncul terhadap isu ini, baik reaksi mendukung maupun menentang adopsi
IFRS. Penelitian terkait dengan dampak adopsi IFRS selama ini lebih
berfokus pada perubahan informasi komponen laba untuk tujuan penilaian
terhadap pengenalan IFRS, namun belum menggambarkan bagaimana pasar
merespon informasi laba tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan
investigasi apakah adopsi IFRS akan berpengaruh positif terhadap earnings
response coefficient perusahaan di Inggris dan Jerman serta apakah
informasi laba direspon lebih tinggi oleh investor setelah adopsi IFRS.
Dengan memakai model regresi berganda, penelitian ini membuktikan
bahwa adopsi IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi dan
direspon secara positif oleh para investor. Selain itu terbukti pula bahwa
informasi laba dinilai lebih tinggi setelah adopsi IFRS dibandingkan sebelum
adopsi IFRS.
Tujuan Untuk mengetahui apakah adopsi IFRS akan berpengaruh positif terhadap
Penelitian earnings response coefficient perusahaan di Inggris
Metode Metode penelitian Deskriptif
Penelitian
Variabel  Variabel Terikat : Earnings Response Coefficient (ERC)
Penelitian  Variabel Bebas : Dummy, 1 setelah mengadopsi, 0 sebelum
mengadopsi
 Variabel Kontrol : Persistensi Laba (PL), Struktur Modal (SM), Risiko
(β), Kesempatan bertumbuh (MB), Ukuran Perusahaan (UP)
Hasil Penelitian  Pengujian antara variabel dummy dengan variabel ERC menunjukan
nilai koefisien variabel dummy adalah sebesar 0,266 dengan tingkat
signifikansi 0,05.
 Pengujian terhadap variabel interaksi antara variabel dummy dengan
variabel laba menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,111 dengan
tingkat signifikansi 0,05.
Kesimpulan  Variabel dummy mempengaruhi secara signifikan positif terhadap
Penelitian variabel ERC. Artinya investor menganggap bahwa adopsi IFRS
mampu menaikkan value relevant informasi akuntansi dan kemudian
menggunakan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan.
 Informasi laba direspon secara positif lebih tinggi oleh pasar pada
periode setelah adopsi IFRS dibandingkan pada periode sebelum adopsi
IFRS

Pendapat Menurut saya jurnal ini sudah cukup baik, namun akan lebih baik apabila
Mengenai dikemudian hari dikembangkan dengan menggunakan data-data yang ada di
Jurnal Indonesia, agar hasil penelitian tersebut dapat di implementasikan di
perusahaan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga dapat memyakinkan
investor lain bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi
perusahaan tersebut.

REVIEW JURNAL PEMBANDING I

Judul Accounting Conservatism under IFRS


Jurnal The International Journal of Accounting
Download Google Scholar
Vol & Hal Vol. 5, No. 2, 71–100
Tahun 2008
Penulis Niclas Hellman
Reviewer Ahmad Fadhil
Metode Penelitian Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan ini termasuk jenis penelitian studi kasus. Kasus
yang diangkat terkait dengan dokumen Standar Akuntansi Keuangan hasil
konvergensi yang telah ditetapkan sebagai standar penyusunan laporan
keuangan perusahaan di Indonesia. Dokumen tersebut akan diteliti tentang
kandungan informasi yang mengatur metode pelaporan keuangan baik yang
mendukung maupun tidak mendukung penerapan prinsip konservatisme.
Unit analisis penelitian ini menggunakan unit analisis berupa perlakuan
akuntansi yang diatur dalam standar akuntansi keuangan. Perlakuan
akuntansi meliputi: 1) identifikasi; 2) pengukuran dan penilaian; 3)
Pengakuan; dan 4) penyajian dan pengungkapan.
Sumber Data
Sumber data data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk
lembaran PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) hasil dari
konvergensi dari IFRS. Data tersebut tersedia secara publik dalam bentuk
buku PSAK tahun 2011. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode
observasi terhadap dokumen yang tersedia dengan mendasarkan pada unit
analisis yang telah ditetapkan.
Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan adalah content analysis. Yaitu analisis
terhadap kandungan informasi standar yang terdiri atas sejumlah paragraf.
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan isi prinsip konservatisme
yang terkandung dalam standar akuntansi keuangan (SAK) hasil konvergensi
Keuangan Internasional Standar Pelaporan (IFRS)
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi konservatisme masih
memainkan peran dalam pelaksanaan IFRS. IASB Standar (IFRS) tidak
merujuk secara eksplisit penerapan prinsip konservatisme, karena tidak
sesuai dengan kerangka kerja konseptual IFRS. Namun, konservatisme tidak
dihilangkan hanya karena tidak "menekankan" dalam standar. Dalam hal ini,
ketidakpastian dalam penerapan konservatisme akan tetap dalam laporan
keuangan.
Kesimpulan Konservatisme akuntansi tetap “bermain” atas pengimplementasian IFRS.
Penelitian Standar-standar IASB (IFRS) tidak merujuk secara eksplisit prinsip
penerapan konservatisme, karena memang tidak sesuai dengan kerangka
teori IFRS. Namun, konservatisme tidak hilang hanya karena tidak
“ditekankan” dalam standar. Dengan adanya ketidakpastian maka akan tetap
ada penerapan konservatisme dalam penyajian laporan keuangan
Pendapat Mengenai Saya selaku pembaca, setelah membaca jurnal ini. Menurut saya jurnal ini
Jurnal sudah cukup baik, bisa dipahami oleh pembaca, serta cukup detail dalam
menjelaskan latar belakang terjadinya konvergensi IFRS. Selain itu, jurnal
ini juga menampilkan perbedaan antara kerangka konseptual SAK dan IFRS
Namun menurut saya jurnal ini masih terdapat beberapa kekurangan seperti
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Content Analysis
(Analisis isi). Dalam hal ini, Analisis isi tidak dapat dipakai untuk menguji
hubungan antar variable serta tidak dapat melihat hubungan sebab akibat,
hanya dapat menerima kecenderungan. Seharusnya penulis
mengkombinasikan metode Content Analysis dengan metode penelitian lain
jika ingin menunjukan hubungan sebab akibat.

REVIEW JURNAL PEMBANDING II

Judul Jurnal Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) dan


Manajemen Laba di Indonesia
Volume / Halaman Vol. 2 No. 2 / E-ISSN: 2442-8922
Nama Penulis Yona Octiani Lestari
Tahun Jurnal 2013
Reviewer Ahmad Fadhil
Tujuan Penelitian –
Metode Penelitian –
Variabel Penelitian IFRS dan Manajemen Laba
Hasil Penelitian Pada periode 1973-1984, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah
membentuk Komite Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia untuk
menetapkan standar-standar akuntansi, yang kemudian dikenal dengan
Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Menjelang akhir 1994,
Komite standar akuntansi memulai suatu revisi besar atas prinsip-
prinsip akuntansi Indonesia dengan mengumumkan pernyataan-
pernyataan standar akuntansi tambahan dan menerbitkan interpretasi
atas standar tersebut. Revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan
standar akuntansi keuangan, yang sebagian besar harmonis dengan
IAS (International Accounting Standards) yang dikeluarkan oleh
IASB. Hal tersebut mengakibatkan adanya perubahan Kiblat dari US
GAAP ke IFRS. International Financial Reporting Standards (IFRS)
adalah standar, interpretasi dan kerangka kerja dalam rangka
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan yang diadopsi oleh
International Accounting Standards Board (IASB). Pada tahun 1995,
IAI melakukan revisi besar untuk menerapkan standar-standar
akuntansi baru, yang kebanyakan konsisten dengan IAS. Beberapa
standar diadopsi dari US GAAP dan lainnya dibuat sendiri.
Penyesuaian terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap
keterbandingan laporan keuangan dan peningkatan transparansi.
Melalui penyesuaian maka laporan keuangan perusahaan Indonesia
akan dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari
6elati lain, sehingga akan sangat jelas kinerja perusahaan mana yang
lebih baik dan dapat meningkatkan kualitas Standar Akuntansi
Keuangan. Selain itu program konvergensi IFRS juga mengurangi
biaya modal (cost of capital) dengan membuka peluang penggalangan
dana melalui pasar modal secara global, meningkatkan investasi
global, dan mengurangi beban penyusunan laporan keuangan,
meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan,
meningkatkan komparabilitas laporan keuangan dan menciptakan
efisiensi penyusunan laporan keuangan. Disisi lain tujuan konvergensi
IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak
memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan
berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya 6elative sedikit
sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut adanya kesesuaian
dengan IFRS.
Manajemen laba (Earning Management) merupakan intervensi dari
pihak manajemen untuk mengatur laba yaitu dengan menaikkan atau
menurunkan laba akuntansi dengan memanfaatkan atau kelonggaran
penggunaan metode dan prosedur akuntansi. Studi empiris menyatakan
bahwa adopsi IFRS secara mandatory berkaitan dengan likuiditas
pasar dan penurunan biaya modal (cost of capital) perusahaan. Selain
itu penggunaan praktik akuntansi yang sama di berbagai Negara akan
memudahkan investor dalam manajemen laba. Penelitian Ewert dan
Wagenhof (2005) menyatakan bahwa standar akuntansi yang semakin
ketat dapat menurunkan manajemen laba dan meningkatkan kualitas
pelaporan keuangan. Webster dan Thompson (2005) menguji kulaitas
laba dari perusahaan Kanada yang terdaftar di bursa efek Kanada dan
Amerika dimana perusahaan kanada yang menggunakan standar
akuntansi yang Principal Based mempunyai kualitas akrual yang lebih
tinggi dibandingkan perusahaan Amerika yang US GAAP Rules
Based.
Kesimpulan Peralihan kepada konvergensi IFRS diharapkan akan membawa
Penelitian dampak positif diantaranya adalah dari sisi pelaporan keuangan.
Dengan adanya konvergensi IFRS maka akan tercipta suatu pelaporan
yang seragam, sehingga memudahkan para pengguna laporan
keuangan untuk melakukan kebijakan kebijakan yang terkait dengan
performa laporan keuangan suatu perusahaan. Dan hal ini akan
memudahkan investor lintas Negara untuk melakukan kebijakan
investasinya. Konvergensi IFRS bertujuan untuk menghasilkan suatu
laporan keuangan yang relevan dan reliable sehingga akan tercipta
suatu laporan yang lebih berkualitas baik untuk asset, kewajiban,
modal, pendapatan dan beban. Standar IFRS berbasis prinsip akan
lebih condong pada pengunaan nilai wajar dan pengungkapan yang
lebih banyak dan rinci diharapkan dapat mengurangi adanya praktik
manajemen laba.
Pendapat Mengenai Pendapat saya mengenai jurnal ini bahwa jurnal ini cukup baik karena
Jurnal penelitian ini menjelaskan tentang fenomena konvergensi IFRS dan
manajemen laba di Indonesia. Tema yang diangkat juga cukup
menarik untuk diikuti. Jurnal ini memuat informasi yang menarik
seperti riset empiris manajemen laba pasca konvergensi IFRS di
Indonesia. Hanya saja jurnal ini kurang dilengkapi dengan penjelasan
yang lengkap mengenai tujuan penelitian sampai metode penelitian
tidak digambarkan secara jelas.
KESIMPULAN

Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) menjadi Pernyataan


Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berbasis International Financial Reporting Standards
(IFRS) mendorong investor di perusahaan Indonesia untuk menilai implikasi dari perubahan
potensial dalam standar pelaporan keuangan. Perubahan tersebut memberikan kesempatan
bagi banyak pihak untuk menilai ekspektasi investor tentang manfaat atau biaya adopsi IFRS.
Penggunaan PSAK berbasis IFRS diharapkan akan dapat meningkatkan komparabilitas
informasi keuangan yang berkualitas sehingga mengurangi biaya dana. Manfaat dari
penggunaan PSAK berbasis IFRS inilah yang dapat menetukan keputusan investasi yang
akan diambil oleh investor. Perubahan PSAK menjadi PSAK berbasis IFRS ini juga dapat
menarik investasi lintas negara melalui transparansi pada laporan keuangan, mempermudah
akses investasi dan pendanaan dengan skala internasional, meningkatkan integritas pasar
modal secara global, dan memudahkan konsolidasi laporan keuangan perusahaan
multinasional. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan investor institusional dan
pengguna laporan keuangan lainnya. Banyak pro dan kontra dalam penerapan standard
internasional, namun seiring waktu, Standard internasional telah bergerak maju, dan menekan
Negara-negara yang kontra.

Penerapan IFRS di Indonesia saat ini merupakan suatu langkah tepat dalam
mempersiapkan bangsa Indonesia menuju era perdagangan bebas. Meskipun saat ini masih
menjadi pembicaraan hangat di kalangan ekonomi, khususnya dikalangan akuntan. Hal ini
diharapkan akan semakin membawa perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat bersaing
dengan perusahaan internasional lainnya karena dengan melakukan adopsi ini tentunya
penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan juga akan semakin akuntabel
dan transparan.

SARAN

Tiap-tiap jurnal dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi berbagai kalangan
maka dari itu analisis jurnal ini sangat berguna bagi siapapun. Bagi penulis dan peneliti ada
baiknya meneliti tanpa keterbatasan waktu dan sampel sehingga sedikit kemungkinan akan
kekurangan dalam penelitian. Dan kejelasan baik dalam segi bahasa maupun isi dalam
penelitian harus diperhatikan agar tidak menyulitkan bagi pihak pembaca yang ingin belajar
berdasarkan penelitian tersebut.