Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pelaksanaan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif , efektif dan
menyenangkan baik yang akan dilaksanakan dalam ruangan maupun diluar ruangan
diperlukan persiapan yang matang oleh pendidik pada semua mata pelajaran. Persiapan
yang dimaksud yaitu persiapan dalam penyusunan RPP yang merupakan skenario dari
pembelajaran. Dalam penyusunan RPP guru perlu memperhatikan pendekatan dan metode
jenis apa yang akan digunakan dalam pembelajaran. Pemilihan pendekatan dan metode
pembelajaran ini harus disesuaikan dengan tuuan pembelajaran danjuga materi yang akan
diajarkan. Pada hakikatnya satu mata pelajaran dapat menggunakan gabungan dari metode
pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunkan banyak metode yang sesuai dengan
materi akan menunjang proses pembelajaran danjuga pencapaian tujuan pembelajaran.
Biologi merupakan salah satu canbang ilmu sanis yang bjek pembelajarannya
adalah makhluk hidup dan interaksi dengan lingkungannya. Agar proses pelajar mengajar
dapat berjaan dengan baik maka seorang pendidik harus mengetahui dan mengetahui
strategi apa yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran. Perbaikan kualitas
pembelajaran biologi dapat ditempuh melalui perbaikan metode yang digunakan guru
dalam mengajar. Penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas dalam proses belajar mengajar. Model pendidikan abad XXI salah satu cirinya
adalah metode belajar mengajar kreatif. Setiap individu itu memiliki keunikan dan keahlian
yang berbeda, maka metode belajar mengajarnya pun harus memperhati- kan keberagaman
“learning style” dari masing-masing individu.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pendekatan fakta?
1.2.2 Bagaimana penerapan pendekatan fakta pada pembelajaran biologi ?
1.2.3 Apa yang dimaksud dengan pendekatan konsep ?
1.2.4 Bagaimana penerapan pendekatan konsep pada pembelajaran biologi ?
1.2.5 Apa yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses ?
1.2.6 Bagaimana penerapan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran
biologi ?
1.2.7 Apa yang dimaksud dengan pendekatan kontruktivis ?
1.2.8 Bagaimana penerapan pendekatan kontruktivis pada pembelajaran biologi ?
1.2.9 Apa yang dimaksud dengan pendekatan kontekstual ?
1.2.10 Bagaimana penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran biologi?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan fakta
1.3.2 Mahasiswa dapat mengetahui penerapan pendekatan fakta pada pembelajaran
biologi
1.3.3 Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan konsep
1.3.4 Mahasiswa dapat mengetahui penerapan pendekatan konsep pada
pembelajaran biologi
1.3.5 Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan keterampilan proses
1.3.6 Mahasiswa dapat mengetahui penerapan pendekatan keterampilan proses pada
pembelajaran biologi
1.3.7 Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan kontruktivis
1.3.8 Mahasiswa dapat mengetahui penerapan pendekatan kontruktivis pada
pembelajaran biologi
1.3.9 Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan kontekstual
1.3.10 Mahasiswa dapat mengetahui penerapan pendekatan konstektual pada
pembelajaran biologi
2.7 Pendekatan Pembelajraran Konstruktivisme

Kontruktivisme berasal dari kata constructivism yang berasal dari kata kerja Inggris "to
construct". Kata ini berasal dari bahasa Latin "con struere" yang berarti membuat struktur atau
menyusun. Dalam pendekatan pembelajaran konstruksionisme memuat dua proses
pembelajaran, yaitu kegiatan belajar dan mengajar (learning and teaching process).
Konstruktivisme pertama kali dikemukakan oleh Giambatista Vico tahun 1710. Filsafat
konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi manusia
melalui interaksi dengan objek, lingkungan dan fenomena pengalaman mereka (Suparno 1997)

Menurut Suparno (1997:49) prinsip-prinsip konstruktivisme yang diambil adalah :

1) Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara sosial maupun personal
2) Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan keaktifan
siswa sendiri untuk bernalar
3) Siswa aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga akan terjadi perubahan
konsep menuju ke konsep yang lebih lengkap, rinci, serta sesuai dengan konsep ilmiah
4) Guru berperan dalam membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi
siswa berjalan dengan baik.
2.8 Penerapan pendekatan kontruktivis dalam pembelajaran Biologi

Materi Biologi dapat diartikan sebagai pembelajaran tentang makhluk hidup yang
mencakup semua fenomena hidup dari mikroorganisme, hewan, tumbuhan danjuga manusia.
Pembelajaran Biologi pada dasarnya merupakan interaksi antara siswa (subjek) dengan objek
yang berupa benda danjuga kejadian alam, proses maupun produk. Carin & Sund (1989: 15)
menjelaskan bahwa dalam proses pembelajaran sains Biologi, siswa harus dapat melakukan
dan merefleksikan cara-cara mencari danjuga menemukan konsep atau teori sains.
Pandangan yang kontruktivistik terhadap content of science memiliki penerapan yang
penting terhadap pembelajaran biologi di kelas. Kontruktivisme memandang bahwa konsep-
konsep biologi dibentuk melalui konstruksi peserta didik, dan memberikan tantangan bagi guru
dalam penyelenggaraanya. Pembelajaran berbasis konstruktivisme mengandung empat
kegiatan inti. Pertama, pembelajaran konstruktivisme sangat berkaitan dengan pengetahuan
awal (prior knowledge) siswa. Kedua, pembelajaran konstruktivisme mengandung kegiatan
pengalaman yang nyata (experience). Ketiga, dengan pembelajaran konstruktivisme terjadi
interaksi sosial (social interaction). Keempat, pembelajaran konstruktivisme akan membentuk
kepekaan siswa terhadap lingkungan (sense making) (Tatang. 2008) .
Pembelajaran dengan menggunakan teori kontruktivisme meliputi tiga tahapan utama
(Suparno, 1997) yaitu:
1) Pada tahap persiapan, siswa mulai diajak untuk memikirkan fenomena yang akan
diajarkan
2) Pada tahap penyajian, guru menjelaskan konsep-konsep dasar.
3) Pada tahap penerapan dan integrasi, siswa menerapkan konsep ke dalam konteks yang
berbeda kemudian mengintegrasikan konsep yang telah mereka pahami.
Kontruktivisme tidak hanya berorientasi pada belajar yang hanya sekedar memperoleh
pengetahuan dan penambahan pengetahuan akan tetapi juga menekankan pada belajar autentik,
menekankan proses interaksi peserta didik dengan objek yang dipelajari. Oleh karena itu,
pembelajaran kontruktivisme dalam materi biologi perlu didukung dengan penyediaan objek
biologi. Seperti objek biologi yang berada di sekitar lingkungan sekolah, yang merupakan
potensi lokal dari sekolah (Widowati.2010).
Kehadiran media mempunyai arti yang sangat penting dalam pembelajaran biologi.
Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Hal ini dikarenakan siswa
lebih dihadapkan pada peristiwa yang lebih aktual. Karena dalam kegiatan tersebut
ketidakfahaman materi yang disampaikan dapat dibantu dengan media sebagai perantara guna
mencapai tujuan pembelajaran Biologi, sehingga pembelajaran akan lebih efektif
(Widowati.2010).
Dalam pelaksanaan teori belajar konstruktivisme terdapat beberapa saran yang
berkaitan dengan rancangan pembelajaran yaitu:
1) Siswa diberikesempatan untuk mengutrakan pendapat dengan menggunakan bahasanya
sendiri.
2) Siswa diberikan kesempatan untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga siswa akan
lebih kreatif.
3) Siswa diberikan kesempatan untuk membuat gagasan baru
4) Memberikan pengalaman kepada siswa yang berhubungan dengan gagasan yang telah
dimiliki siswa
 Keuntungan dan kelemahan pembelajaran biologi menggunakan pendekatan
kontruktivisme
Keuntungan pembelajaran dengan pendekatan kontruktivisme yaitu dapat membiasakan
siswa belajar mandiri dalam memecahkan masalah,menciptakan suatu kreativitas dalam
belajar, terjalinnya kerjasama antar siswa dan siswa terlibat langsung dalam melakukan
kegiatan pembelajaran sertaa dapat melatih siswa berpikir kritis dan kreatif.
Kelemahan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontruktivisme yaitu dalam
mengkontruksi pengetahuannya terkadang siswa tidak cocok dengan hasil kontruksi para ahli
biologi (terjadi perbedaan konsep) (Tatang.2008).
Carin, Arthur A and Sund, Robert B. (1989). Teaching Science Through Discovery Sixt
Edition. Ohio: Charles E Merill Publishing Company.

Paul Suparno. 1997. Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Tatang Suratno. 2008. Konstruktivisme, konsepsi alternatif dan perubahan konseptual dalam
pendidikan IPA. Jurnal Pendidikan Dasar Nomor 10.

Widowati, A. 2010.Optimalisasi Potensi Lokal Sekolah Dalam Pembelajaran Biologi Berbasis


Kontruktivisme. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta