Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam dunia kerja tidak luput dari bahaya kerja yang diakibatkan pekerjaan itu
sendiri. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja
pada khususnya, manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju
masyarakat yang aidil dan makmur. K3 mempunyai banyak pengaruh terhadap faktor
kecelakaan, pekerja harus mematuhi standar K3 agar tidak menjadikan hal-hal yang
negative bagi pekerja itu sendiri.

Di galangan terdapat banyak sekali pekerjaan yang dapat menimbulkan kecelakaan,


baik itu kecelakaan bagi pekerja maupun kecelakanan di lingkungan. Di antara
beberapa bahaya yang mengakibatkan kecelakaan yaitu, dalam pembersihan lambung
kapal merupakan salah satu pekerjaan yang harus diberi pengetahuan K3 bagi pekerja.

Pembersihan badan kapal dimulai setelah kapal diatas dock. Pekerjaan diatas dock
pertama-tama dari pembersihan badan kapal dibawah garis air dari kotoran-kotoran
binatang laut dan tumbuh-tumbuhan laut (Fouling organisme), sisa-sisa cat dan
pengkaatan. Beberapa cara telah kita kenal untuk pembersihan badan kapal
diantaranya: pembersihan dengan cara mekanis yaitu dengan peralatan penyekrapan
dan pemukulan (ketok), pembersihan dengan water jet cleaning, pembersihan dengan
sandblasting, dan lain-lain. Dalam makalah ini di fokuskan mengenai pembersihan
kapal dengan cara sandblasting serta bahaya apa saja yang dapat menimpa pekerja.
Oleh karena itu, untuk mengurangi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi kita harus
mengetahui apa saja yang dapat menimbulkan bahaya dan mengatasinya dengan K3.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan K3?
2. Apa yang dimaksud dengan Sandblasting?
3. Bagaimana Prinsip Kerja Sandblasting?
4. Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh proses Sandblasting?
5. Solusi apa yang diberikan untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi?

C. Tujuan
1. Untuk memahami tentang K3.
2. Untuk mengetahui tentang Sandblasting.
3. Untuk memahami prinsip kerja Sandblasting.
4. Untuk mengetahui Bahaya serta Solusi dari Sandblasting.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian K3
Hakikatnya, setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan
atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja “K3”. Demikian yang disebutkan dalam
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yaitu Untuk
melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang
optimal, diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.

Upaya keselamatan dan kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberikan jaminan


keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara
pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat
kerja, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi.

B. Sandblasting
Sandblasting adalah proses penyemprotan material dengan bahan abrasif, biasanya
berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan
tujuan untuk menghilangkan material – material seperti karat, cat, garam, oli yang
menempel maupun karang. (nb: bahan abrasif ialah bahan alami atau sintetik yang
relative keras untuk untuk mengasah atau menggosok bahan lain yang lebih lunak).

Steel grit

Pasir silika / Pasir kuarsa

Hal-hal yang menentukan hasil sandblasting antara lain adalah keahlian operator,
tekanan udara untuk penyemprotan, ukuran pasir yang digunakan, waktu
penyemprotan, dan jarak penyemprotan. Selain itu proses ini juga bertujuan untuk
membuat kekasaran pada permukaan logam yang optimal sehingga bahan pelapis
seperti cat lebih melekat dan produk tersebut akan lebih tahan terhadap korosi. Korosi

3
sendiri terjadi akibat kerusakan atau memudarnya logam paduan oleh reaksi kimia
atau elektrokimia dengan lingkungannya.

C. Prinsip Kerja Sandblasting


Prinsip utama kerja Sandblasting adalah menyemprotkan pasir bertekanan udara
tinggi ke permukaan pipa agar permukaan pipa menjadi bersih dan siap untuk di cat.
Ilustrasi cara kerja sanblasting dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

selang

Berdasarkan pada gambar di atas, prinsip kerja dari proses penyemprotan ini adalah
pembangkitan udara bertekanan oleh suatu kompresor kemudian udara bertekanan
tersebut dilewatkan melalui dua selang. Selang pertama menuju tabung pasir
sedangkan pipa kedua dilewatkan langsung menuju nozzle. Akhirnya dari ujung
nozzle dihasilkan udara bertekanan dan pasir yang akan mengkikis kotoran yang
melekat pada benda kerja.

Parameter yang bisa mempengaruhi proses Sandblasting antara lain:

1. Ukuran butir pasir (mesh)


Ukuran butir berkaitan dengan bentuk profil permukaan yang terbentuk. Pada
butiran yang kecil, bentuk profil permukaan yang dihasilkan cenderung lebih
halus dibandingkan dengan ukuran butir yang lebih besar.

4
2. Sudut penyemprotan
Sudut penyemprotan adalah besarnya sudut yang digunakan dalam penyemprotan
antara nozzle dengan benda kerja yang disemprotkan sudut yang biasa digunakan
dalam penyemprotan antara 600 – 1200 . Sudut 900 terhadap permukaan
menghasilkan tumbukan yang paling besar.
3. Tekanan penyemprotan
Tekanan penyemprotan mempengaruhi daya dari abrasifnya. Semakin besar
tekanan yang digunakan, maka daya abrasifnya juga semakin besar.
4. Jarak penyemprotan
Jarak penyemprotan adalah jarak antara nozzle dengan benda kerja yang
disemprot. Jarak penyemprotan bisa diatur sesuai dengan hasil yang diinginkan.
5. Waktu penyemprotan
Waktu penyemprotan permukaan dapat mempengaruhi kekasaran permukaan
benda kerja. Semakin lama penyemprotan, maka permukaan yang dihasilkan
semakin kasar. Rentang waktu yang digunakan ketika proses penyemprotan
biasanya didasarkan pengalaman operator. Dalam beberapa kasus waktu yang
diperlukan selama 40 – 80 detik untuk setiap luasan penyemprotan.

D. Bahaya Sandblasting
Dalam proses sandblasting terdapat beberapa bahaya yang dapat mengancam
keselamatan dan kesehatan pekerja yang dimuat dalam tabel sebagai berikut:

Sandblastplate Hazard/bahaya Risk / Resiko akibat

1. kebisingan Terpapar bising Tuli / kemampuan


mendengar berkurang

2. debu Terpapar debu Iritasi mata dan infeksi


saluran pernapasan

3. Tabung bertekanan tinggi Pecah / meledak Luka / meninggal

4. Selang bertekanan tinggi Menghantam Luka / meninggal


pekerja

5
Sandblasting dalam proses fabrikasi plate bertujuan untuk membersihkan plate dari
debu dan karat sebelum dicat dan dipasang kembali ke dalam tanki. Pada proses
sandblasting ini diketahui terdapat potensi bahaya yang dapat mengancam kesehatan
dan keselamatan pekerja. Saat mesin sandblast dihidupkan/ bekerja, suara yang
dihasilkan dari mesin sandblast ini sangat keras dan termasuk dalam kategori
kebisingan. Paparan bising dari mesin sandblast tersebut berisiko menimbulkan
ketulian/ berkurangnya kemampuan dengar para pekerja. Bahaya ini merupakan
bahaya kesehatan kerja dengan jenis bahaya fisik.

Bahaya selanjutnya yang teridentifi kasi adalah bahaya paparan debu. Sand/ pasir
merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses sandblast. Pasir tersebut akan
disemprotkan dengan tekanan yang tinggi ke arah plate sehingga karat dan
kotorankotoran yang ada pada plate dapat menghilang. Akibat semprotan sand/ pasir
itulah selama proses sandblast banyak terdapat paparan debu yang berasal dari
pasir/sand yang digunakan tersebut. Paparan debu ini apabila mengenai pekerja dapat
berisiko terjadi iritasi mata dan infeksi saluran pernafasan seperti penyakit silikosis
akibat debu silika.

Alat-alat dalam proses sandblasting juga dapat menimbulkan celaka bagi para
pekerjanya. Salah satu komponen alat yang digunakan dalam proses sandblast plate
adalah tabung dengan tekanan tinggi. Tabung dengan tekanan tinggi ini harus selalu
dirawat dan dicek kondisinya agar tidak menimbulkan bahaya bagi pekerja sebab
dalam penggunaannya terdapat risiko pecah/meledaknya tabung bertekanan tersebut.
Pecah/meledaknya tabung bertekanan tersebut dapat melukai bahkan menyebabkan
kematian bagi pekerja.

Selain tabung bertekanan, dalam proses sandblast terdapat selang yang memiliki
tekanan tinggi pula. Selang ini berfungsi saat proses penyemprotan sand/ pasir kearah
plate. Seperti halnya tabung bertekanan, kondisi selang bertekanan tersebut juga perlu
mendapat perhatian dan perawatan agar tidak menimbulkan bahaya bagi pekerja.
Apabila selang bertekanan tersebut kondisi dan penggunaannya tidak dalam keadaan
baik, selang tersebut dapat lepas dan menghantam tubuh pekerja. Hantaman selang
tersebut dapat melukai pekerja bahkan dapat menimbulkan kematian.

6
E. Solusi bagi pekerja Sandblasting
1. APD (Alat Pelindung Diri) Sandblasting

2. Dust Containment System


Salah satu cara untuk menghilangkan bahaya debu pada proses sandblasting
adalah dengan memasang sistim penampung debu seperti bag filter, dust collector,
dll.

7
BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Keselamatan dan kesehatan kerja yaitu untuk memberikan jaminan keselamatan dan
meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara pencegahan
kecelakaan, pada proses sand blasting terdapat beberapa hazard/bahaya yang dapat
terjadi diantaranya: kebisingan yang mengakibatkan pekerja terpapar kebisingan
sehingga menyebabkan tuli / kemampuan mendengar berkurang, debu yang
mengakibatkan pekerja terpapar debu sehingga menyebabkan iritasi mata dan infeksi
saluran pernapasan, dan lain-lain. Nah upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko
kecelakaan yaitu menerapkan aturan APD (alat Pelinfung Diri) Sandblasting untuk
menghindari kontak langsung dengan paparan kebisingan dan debu, serta penggunaan
dust containing system sebagai penampung debu agar tidak menimbulkan paparan
debu di lingkungan.

B. Saran
Perlunya survey langsung ke galangan untuk melihat proses sandblasting yang
sebenarnya.

8
DAFTAR PUSTAKA

Aristy yulanda ambarani, abdul rohim tualeka. 2016. hazard identification and risk
assessment (hira) pada proses fabrikasi plate tanki 42-t-501a pt pertamina (persero) ru vi
balongan. Fakultas kesehatan masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Erwin Sulistyo, Putu Hadi Setyarini. 2011. Pengaruh Waktu Dan Sudut Penyemprotan Pada
Proses Sand Blasting Terhadap Laju Korosi Hasil Pengecatan Baja AISI 430. Jurusan Teknik
Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

http://labpl.teknik.ub.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/SAND-BLASTING.pdf

http://muwafiqul.blogspot.com/2011/10/pembersihan-lambung-kapal.html