Anda di halaman 1dari 1

Soal 1: (Dosen: Ferry Hermawan, ST, MT, PhD)

Data hasil uji kuat tekan silinder beton di Laboratorium dan Uji Hammer seperti disajikan pada
Tabel 1. Dari 20 sampel uji akan dilakukan analisis uji beda rata-rata.
Tabel 1. Data Uji Silinder dan Uji Hammer
Uji Hammer Uji Silinder
No Sampel Uji STA kg/cm2 kg/cm2
1 STA 0+000 342.0052 381.9022
2 STA 0+006 338.2045 326.1133
3 STA 0+012 345.9200 381.8200
4 STA 0+024 362.4051 400.5422
5 STA 0+042 321.5348 374.2844
6 STA 0+066 264.7485 322.2756
7 STA 0+090 390.1420 381.5422
8 STA 0+108 305.9240 329.9511
9 STA 0+138 273.4807 410.2267
10 STA 0+156 360.4451 311.4911
11 STA 0+200 441.7220 378.2689
12 STA 0+212 461.0241 373.8956
13 STA 0+218 235.1891 394.8600
14 STA 0+248 268.8418 348.3778
15 STA 0+260 284.8118 311.4911
16 STA 0+272 429.6501 337.3889
17 STA 0+284 429.7324 326.0067
18 STA 0+828 346.5001 347.9933
19 STA 0+834 276.8650 402.1689
20 STA 0+840 298.6875 389.0867
Sumber: Analisis Lab Bahan dan Konstruksi Departemen Teknik Sipil UNDIP
Hammer: Tipe/Seri : N-34 / 104685
Permasalahan:
Pada peningkatan pembangunan jalan di Jalan Toroh-Dimoro Paket 2 Kecamatan Toroh Kabupaten
Grobogan-Jawa Tengah, menggunakan jenis perkerasan kaku (Rigid Pavement). Kendali mutu beton
dilakukan dengan menguji kuat tekan karakteristik kokoh silinder benton. Namun berdasarkan hasil uji
silinder di laboratorium dari beberapa sampling saat pengecoran tidak semua lokasi mencapai mutu yang
diinginkan. Oleh karena itu dilakukan investigasi lapangan dengan uji hammer. Dari lokasi STA yang sama
dicatat hasil kuat tekan beton karakteristiknya. Maka diperlukan pengujian yaitu Uji Perbedaan Rata-rata
Pengujin Beton Silinder terhadap Hasil Uji Hammer agar dapat diambil keputusan dilanjutkan atau tidaknya
pengecoran atau perlukah pembongkaran beton karena tidak memenuhi spesifikasi standar mutu beton yang
diinginkan pada konstruksi Rigid Pavement tersebut.
Pertanyaan:
(1) Ujilah beda rata-rata dari data uji beton di atas, kemudian berikan rekomendasi teknis untuk manajemen
di lapangan, apakah bisa dilanjutkan atau tidak pelaksanaan pengecoran pada STA selanjutnya? (Gunakan
tahapan Uji Hipotesis secara urut) (2) Apa komentar dan saran saudara supaya hasil uji sampel di
laboratorium tidak meragukan seperti permasalahan di atas?