Anda di halaman 1dari 32

TIPS TRICK OSCE CONTOH SOAL DAN LANGKAH PENGERJAAN

*note:

Hai, selamat belajar! tips trick ini dibuat supaya kita tau gambaran ujian OSCE seperti apa Karena ini dibuat oleh kami (re: mahasiswa) juga, jadi kami menerima kritik dan saran atau perbaikan

dari dokumen ini, langsung saja hubungi tim OSCE

Salam hangat, tim OSCE: Ditha, Arnold, Yelian, Rifa, Tilla, Nabila

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

2

PENJELASAN DAN TIPS UMUM

3

Station 1 - PEMBUATAN 1: PERANCANGAN

5

Station 2 - EMBUATAN 2: PRODUKSI

7

Station 3 - PEMBUATAN 3: QC/QA

10

Station 4 - DISTRIBUSI 1: PERENCANAAN, PENGADAAN, PENERIMAAN

13

Station 5 - DISTRIBUSI 2: PENYIMPANAN, PENYALURAN, PEMUSNAHAN

18

Station 6 - PELAYANAN 1: OBAT NON RESEP (SWAMEDIKASI)

20

Station 7 - PELAYANAN 2: SKRINING RESEP, ANALISIS DRP

23

Station 8 - PELAYANAN 3: COMPOUNDING (NON STERIL/STERIL)

27

Station 9 - PELAYANAN 4: DISPENSING, PEMANTAUAN TERAPI, MESO

31

PENJELASAN DAN TIPS UMUM

Bagian ini dibahas dengan bahasa santai ya

Jadi OSCE itu ujian praktek apa yang sudah kita pelajari sebagai apoteker, nanti ada 10 station:

Station 1 Station Station 10 2 Station Station 9 3 Station Station 8 4 Station
Station
1
Station
Station
10
2
Station
Station
9
3
Station
Station
8
4
Station
Station
7
5
Station 6
Station
6

Istirahat

- 3 station Pharmaceutical Science/Industri

- 4 station Clinical Science/Pelayanan

- 2 station distribusi -> distribusi ini bisa di PBF atau distribusi di unit pelayanan

- 1 station istirahat (kalo di awal dapet

station istirahat, berarti ngga akan ada istirahat lagi, akan beruntun 9 station terus menerus; begitupun dengan orang yang mendapat station istirahat di akhir)

- Saat OSCE, station ini diacak yaa, jadi ga berurutan seperti pada dokumen ini

- Cakupan materi: obat, alat kesehatan, herbal, suplemen, kosmetik

Nanti tiap stationnya akan dijelasin di bawah

Bagian penilaian ada 7 aspek kompetensi yang tersebar dalam setiap station, 1 station pasti terdiri dari beberapa aspek penilaian. Aspek penilaiannya yaitu:

1. Pengumpulan data dan informasi

2. Penetapan masalah

3. Penyelesaian masalah

4. Monitoring dan evaluasi

5. Pencatatan dan pelaporan

6. Komunikasi efektif

7. Sikap dan perilaku professional

Tahapan dan tips umum:

- 1 menit baca soal: baca soalnya tenang, ga usah terburu buru karena di dalem ruangan biasanya disediakan lagi kok soalnya. Baca dengan seksama, terutama bagian perintah, pahami apa yang diminta dalam station itu. 9 menit di dalam ruangan/station untuk melakukan apa yang diperintahkan.

- Masuk ruangan -> langsung liat apa saja properti yang ada di ruangan itu, jangan panik dan kebingungan, yang penting tenang

o Akan ada 1 penguji dan dia pasti terlihat mengamati, megang pulpen dan lembar penilaian wkwk. Kalo pengujinya liat kita pas masuk, senyumin aja (biar sopan), btw kita juga ga boleh nanya ke penguji, anggep aja ga ada. Bisa aja sih ngga ada penguji, berarti nilainya hanya dari apa yang kita tuliskan (kaya ujian tertulis)

Ada juga yang bilang kemungkinan tugas kita adalah menjawab pertanyaan lisan dari penguji/aktor, tapi sepertinya kemungkinannya sangat kecil

o

Liat di meja ada form atau engga, kalau ada berarti itu harus diisi, skrining form itu membutuhkan data apa saja, jd kita tau data apa yang harus dicari

o

Kalau ada APD seperti jaslab, glove dll biasanya harus digunakan (saat sation compounding).

o

Kalau ada orang lain selain penguji, berarti kemungkinan konseling atau berdiskusi dengan aktor, kemungkinan sekitar 3-4 station konseling/diskusi (swamedikasi pasti konseling)

o

Aktor bukan hanya jadi pasien, bisa saja dia manager QC/QA dan kita harus merekomendasikan usulan atas masalah di soal ke manager, bisa saja perawat dan kita harus memberikan KIE ke perawat tentang obatnya. Kalau ada pasien butuh perawatan, ingat! profesi kita bukan untuk merawat pasien, panggil perawat (harusnya ada aktornya lg sih sebagai perawat), amit amitnya kalo ga ada banget yaudah tenangin pasien itu, pilih obat tapi kita ga boleh pura” nyuntik atau memberikan pertolongan selain pertolongan pertama <- jarang sih ada kejadian kaya gini, stationnya aneh kalo ada wkwk

- Mulai lakukan pekerjaan, waktu pengerjaan kan cuma 9 menit jadi hanya lakukan apa yang diperintahkan saja, karna seharusnya waktu sudah diperhitungkan. Kalau ragu, boleh sih lakukan tambahan asal waktunya cukup. Yang penting adalah menyelesaikan apa yang diperintahkan

o Contoh: compounding dari tablet hanya disuruh sampai bagi menjadi 10 sama banyak, yasudah lakukan sampai bagi saja, tidak usah dilipat. Karena biasanya compounding jg ada form yang harus kita isi berapa jumlah tablet yg diambil dan cara pengerjaannya.

- Bila ada yang salah saat konseling, pintar pintarlah menunjukkan kalau hal itu perlu diperbaiki namun tidak menyalahkan seorang apoteker. Contoh salah pilih obat, ambil obat yang benar dan bilang “ibu maaf ini ternyata ada obat yang lebih baik untuk sakit ibu”. Kalau konseling selesai baru sadar obatnya salah, telpon lagi aja pasiennya dan suruh datang, kemudian berikan obat dan jelaskan yang obat benar dengan cepat, manfaatkan sisa waktu.

- Di station apapun, berlakulah profesional dan sopan dalam bekerja. Karena nilai sikap profesional ada di setiap station, dan inget kan kemaren kata bu Lucy? Nilai sikap profesional ITB masih dibawah rata – rata :”) yukk kita bikin ITB unggul di semua aspek penilaan yuhuuu

STATION 1 PEMBUATAN 1: PERANCANGAN

A. Keterampilan yang Dibutuhkan Perancangan Sediaan Farmasi

1. Melakukan penelusuran informasi terkait bahan obat, bahan tambahan (eksipien), serta regulasi sebagai landasan perancangan sediaan farmasi

2. Merancang komponen formulasi dan/atau penetapan formula sediaan farmasi

3. Merancang spesifikasi bahan baku, sediaan, dan bahan kemasan

4. Merancang prosedur pembuatan mengacu pada ketentuan CPOB

5. Merancang prosedur evaluasi mutu mengacu pada ketentuan CPOB

6. Merancang kemasan, label, brosur dan/atau leaflet

7. Merancang uji stabilitas dan penetapan ED

8. Melaksanakan studi praformulasi:

9. Membuat sediaan

10. Melakukan pengujian mutu

11. Menetapkan formulasi

12. Mendokumentasikan data/informasi dan hasil studi praformulasi

B. Tips dan Trick Mengerjakan

Ada beberapa kemungkinan pada station ini, bisa saja perancangan skala industri (perancangan formula, teoritis dan tertulis menggunakan lembar kerja) atau perancangan di apotek (peracikan membuat sediaan baru contoh dengan pengenceran)

Pelajari teori sediaan dan eksipien yang dibutuhkan untuk setiap sediaan

Analisis fisiko kimia zat aktif (cocok dalam sediaan apa) liat contoh sediaan di pasaran

Pelajari perhitungan pembuatan formula/pengujian

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai

Kebenaran jawaban/solusi dan alasan

Kebenaran analisis fisikokimia

Kebenaran perhitungan

KIE yang baik dan benar (jika ada), perilaku profesional

D. Contoh Soal / Skenario

Seorang pasien 35 tahun mengalami kecelakaan, ingin membeli alkohol 70% untuk membersihkan lukanya. namun di apotek hanya tersedia alkohol 95% dan apoteker bisa meraciknya menjadi alkohol 70%. Yakinkan kepada pasien bahwa yang diracik sama khasiatnya seperti yg sudah langsung dikemas pabrik.

E. Langkah pengerjaan

- Hitung cara merubah konsentrasi alkohol 95% menjadi 70% dengan menggunakan

V1.N1=V2.N2

- Gunakan APD, lakukan pengenceran menggunakan properti yang disediakan

- Serahkan alkohol 70% dan informasi lengkap ke pasien

F. Pembahasan Jelaskan pada pasien bahwa alkohol 70% dapat digunakan untuk membersihkan luka tertutup. Maka alkohol harus diencerkan. Kalau luka terbuka, disarankan jangan menggunakan alkohol 70% karena akan merusak jaringan kulit. Lebih baik menggunakan larutan NaCl steril 0,9%.

STATION 2 PEMBUATAN 2: PRODUKSI (SOLIDA, SEMISOLIDA, LIKUIDA, STERIL)

A. Keterampilan yang Dibutuhkan (gabung dengan QC/QA)

1. Menyiapkan ruang produksi dengan menerapkan prinsip manajemen mutu (QA & QC)

2. Menyiapkan lembar kerja, perhitungan dan penyiapan bahan untuk produksi

3. Membuat sediaan sesuai rancangan dengan menerapkan prinsip manajemen mutu (QA & QC)

4. Menguji mutu sediaan (selama proses, produk antara, produk akhir):

a. Menyiapkan bahan dan peralatan

b. Mengambil, menangani, dan menyiapkan sampel uji

c. Melaksanakan pengujian mutu

5. Melaksanakan uji stabilitas dan penetapan ED

6. Menetapkan kesesuaian mutu terhadap spesifikasi yang direncanakan

7. Melakukan pengemasan, penandaan, pelabelan sediaan

8. Menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang benar

9. Mendokumentasikan proses pembuatan sediaan, evaluasi mutu, studi stabilitas, dan penetapan kelayakan sediaan

B. Tips dan Trick Mengerjakan

1. Memeriksa kebersihan ruang produksi sebelum membuat sediaan (penerapan CPOB)

2. Belajar perhitungan semua sediaan (mulai dari perhitungan sederhana seperti konversi zat aktif kalau yang digunkan bentuk garamnya, perhitungan buffer dan tonisitas, HLB, dll bisa diliat di pharmaceutical calculations)

3. Membuat sediaan dengan memperhatikan penerapan CPOB (memakai masker dan sarung tangan)

4. Evaluasi sediaan sesuai FI V dengan memperhatikan jumlah sampel dan prosedur pengerjaan)

5. Bisa belajar dari materi bu jessi

6. Outputnya memenuhi syarat atau tidak

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai

Compounding (kalkulasi, penimbangan, peracikan, etiket, apograph): Kandidat menimbang dan menghitung dengan benar

Evaluasi: Kandidat melakukan evaluasi sesuai dengan FI V atau pustaka lain yang valid (jumlah sampel, prosedur dan tahap evaluasi benar)

Pembuatan etiket: Kandidat membuat etiket dengan aspek yang lengkap

Perilaku profesional: meracik obat dengan tertib dan bersih

D. Contoh Soal / Skenario

Contoh 1

Anda diminta melakukan pengujian pH sediaan krim o/w menggunakan pH meter. Produksi 1 bets sebanyak 100.000 tube. Tugas:

1. Lakukan uji pH sediaan krim o/w dan isi form hasil uji pH dengan lengkap!

2. Catat dan laporkan kesimpulan hasil uji tersebut!

Contoh 2

Soal : Disediakan pH meter (Catatan: pH meter sudah dikalibrasi pada hari itu), kandidat diminta untuk mengukur pH sediaan Injeksi Ketorolac.

Tugas:

a. Catat pH awal larutan uji.

b. Adjust pH larutan uji sampai memenuhi persyaratan (monografi disediakan).

Yang harus diisi pada form: pH awal, pH yang diharapkan, hasil pengukuran, larutan yang digunakan untuk adjust pH dan jumlahnya.

E. Langkah Pengerjaan

Contoh 1

Prinsip dasar dalam pengukuran pH

1. Gunakan atribut seperti jas lab, masker, sarung tangan, penutup kepala, dan lain-lain

dalam melakukan pengujian.

2. Pastikan pH meter sudah terkalibrasi (Lakukan kalibrasi pH meter pada berbagai pH

standar bila diperlukan).

3. Lakukan pengukuran pH sampel sediaan secara benar dan runut.

4. Lakukan pencatatan hasil pengukuran pH.

5. Lakukan pencatatan pada form hasil pengujian dengan lengkap dan benar (nomor bets,

hasil, kesimpulan, paraf, inisial, tanggal/bulan/tahun)

6. Memastikan bahwa proses pengukuran dilakukan dengan rapi dan bersih.

Petunjuk atau pedoman untuk menyelesaikan tugas :

1. Pahami tentang prinsip pengukuran pH menurut literatur standar (farmakope, dll).

2. Pahami tentang cara atau prosedur pengukuran pH sediaan krim o/w dengan tahapan pengukuran yang benar dan runut sesuai literatur standar.

3. Pahami cara pengisian form hasil uji dan penarikan kesimpulan dengan benar.

4. Lakukan dangan sikap dan perilaku professional.

5. Lakukan simulasi pengukuran pH sediaan krim o/w dengan skenario tersebut dan lakukan sebagaimana instruksi

Contoh 2

Prinsip pengerjaan sama seperti Contoh 1 namun yang harus diisi pada form diantaranya adalah pH awal, pH yang diharapkan, hasil pengukuran, larutan yang digunakan untuk adjust pH dan jumlahnya.

F.

Pembahasan Jangan lupa sehabis mencelupkan elektroda ke sediaan atau ke kalibrator, bilas dengan air, kemudian lap dengan tisue secara perlahan sebelum memasukkannya ke sediaan/kalibrator lain. Jangan biarkan elektroda tergantung bergitu saja apabila sudah selesai, kembalikan lagi elektroda dengan merendamnya pada larutan KCl.

STATION 3 PEMBUATAN 3: QC/QA

A. Keterampilan yang Dibutuhkan (gabung dengan produksi)

1. Menyiapkan ruang produksi dengan menerapkan prinsip manajemen mutu (QA & QC)

2. Menyiapkan lembar kerja, perhitungan dan penyiapan bahan untuk produksi

3. Membuat sediaan sesuai rancangan dengan menerapkan prinsip manajemen mutu (QA & QC)

4. Menguji mutu sediaan (selama proses, produk antara, produk akhir):

a. Menyiapkan bahan dan peralatan

b. Mengambil, menangani, dan menyiapkan sampel uji

c. Melaksanakan pengujian mutu

5. Melaksanakan uji stabilitas dan penetapan ED

6. Menetapkan kesesuaian mutu terhadap spesifikasi yang direncanakan

7. Melakukan pengemasan, penandaan, pelabelan sediaan

8. Menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang benar

9. Mendokumentasikan proses pembuatan sediaan, evaluasi mutu, studi stabilitas, dan penetapan kelayakan sediaan

B. Tips dan Trick Mengerjakan

1. Pahami prinsip yang terdapat pada QC (IPC, pengujian produk akhir) dan QA

2. Pahami tahapan pengujian yang benar dan runut sesuai literatur standar (Farmakope V, dll), atau bisa lihat materi yang diupload di drive

3. Pelajari juga pengujian steril ya (uji pirogenitas, uji sterilitas, uji mikroba pada ruang

kelas CPOB)

4. Pahami interpretasi data, cara perhitungan (jika ada), dan cara penarikan simpulan dari hasil uji

5. Biasanya disediakan juga literatur FI V, coba coba buka dan cari pengujian pengujian. Lebih baik sudah paham terlebih dahulu karena terlalu memakan waktu kalau membuka literatur

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai

Poin lengkap didapatkan apabila memenuhi:

1. Kebenaran prosedur

2. Kebenaran interpretasi hasil

3. Kebenaran menghitung

4. Kesimpulan

5. Sikap profesional (kalo ada APD pake yaa)

D.

Contoh Soal / Skenario

Contoh 1

Mahasiswa diminta melihat persyaratnannya berapa tablet yang harus ditimbang untuk uji Keragaman bobot di FI V. Kemudian diminta untuk menimbang tabletnya satu - persatu dan nulis penimbangannya di formu;ir yang disediakan. Tentukan bobot 10 tablet dan rata2nya, hitung rata2 kadarnya dan hitung nilai L1nya. Tengukan apakah sampel Memenuhi Syarat atau Tidak Memenuhi Syarat

Tugas:

1.

Lakukan uji keragaman bobot dan isi form hasil uji dengan lengkap!

2.

Lakukan perhitungan data hasil uji keragaman bobot tersebut!

3.

Catat dan laporkan kesimpulan hasil uji tersebut!

Contoh 2

Sebuah Industri akan melakukan uji kerapuhan pada tablet amlodipin 10 mg

E. Langkah Pengerjaan Contoh 1

- Gunakan atribut seperti jas lab, masker, sarung tangan, penutup kepala, dan lain- lain dalam melakukan pengujian.

- Lakukan pengujian keragaman sediaan secara benar dan runut.

- Lakukan pencatatan hasil pengujian keragaman sediaan.

- Lakukan perhitungan data hasil uji keragaman sediaan secara benar dan runut.

- Lakukan pencatatan pada form hasil pengujian dengan lengkap dan benar (nomor bets, hasil, kesimpulan, paraf, inisial, tanggal/bulan/tahun)

- Memastikan bahwa proses pengukuran dilakukan dengan rapi dan bersih

Contoh 2

Peserta masuk ke ruangan diberikan soal. Sebagai seorang Apoteker di Industri tersebut saudara diminta untuk membuat rancangan uji kerapuhan. Langkah penulisannya adalah, sebagai berikut:

1. Lembar 1

- Alat yang digunakan

- berapa lama

- berapa tablet yang digunakan

- data analisis

- pedoman

Setelah itu berikan lembar 1 ke pengawas di ruangan

2. Lakukan pengujian kerapuhan tablet

Penting! Lakukan prosedur pengujian dengan baik dan benar, termasuk menimbang tablet

di awal dan di akhir pengujian, jangan lupa menggunakan masker dan handskun

3. Buat hasil dari uji kerapuhan tablet di lembar 2, dan ambil keputusan apakah hasil

memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS)

F.

Berikut contoh perhitungan uji keragaman bobot (FI V)

Pembahasan

Pahami interpretasi data hasil pengujian dan penarikan simpulan apakah memenuhi syarat atau tidak

(FI V) Pembahasan Pahami interpretasi data hasil pengujian dan penarikan simpulan apakah memenuhi syarat atau tidak

12

STATION 4 DISTRIBUSI 1: PERENCANAAN, PENGADAAN, PENERIMAAN

A. Keterampilan yang Dibutuhkan Perencanaan, Pengadaan, dan Penerimaan Sediaan Farmasi

1. Melakukan penelusuran informasi terkait pemasok, produk, serta regulasi sebagai landasan pengadaan sediaan farmasi

2. Merancang pengadaan sediaan farmasi dengan menerapkan prinsip pengendalian

persediaan dan perhitungan kebutuhan,

3. Menetapkan metode pengadaan, memilih pemasok, dan melakukan pemesanan

4. Melakukan penerimaan sediaan farmasi dengan menerapkan prinsip penerimaan yang benar

5. Mendokumentasikan data dan informasi rantai pasok, perencanaan dan penerimaan sediaan farmasi

B. Tips dan Trick Mengerjakan

1. Identifikasi permasalahan yang muncul pada skenario tersebut berdasarkan tugas dan dokumen data pendukung. Biasanya station ini ada form yang harus diisi (contoh: form pemesanan, kartu stok, list penerimaan barang). Pelajari ada apa saja di form form tersebut (contoh: jenis, jumlah, supplier, ED, no batch, dll)

2. Cermati setiap informasi yang ada dan kaitkan dengan tugas yang diberikan -> liat di form butuh data apa aja yang dibutuhkan

3. Lakukan penyelesaian masalah yang sudah diidentifikasi, dokumen atau tindakan apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di station ini umumnya ada properti, untuk melengkapi form bisa lihat langsung dari properti yang disediakan (contoh: ED, no batch liat pada masing masing kemasan).

4. Dapat juga melihat properti buku yang disediakan, tapi kalau sudah tau jawaban langsung saja karena untuk melihat referensi memakan waktu cukup banyak. Kalau masih ada waktu baru manfaatkan waktunya untuk verifikasi (cocokin jawaban sama properti referensi yang disediakan)

Contoh form (lebih lengkapnya ada di lampiran peraturan yang ada di drive)

Contoh form (lebih lengkapnya ada di lampiran peraturan yang ada di drive) 14
Contoh form (lebih lengkapnya ada di lampiran peraturan yang ada di drive) 14

14

15
15

C.

Kemungkinan Aspek yang Dinilai Kebenaran dan kelengkapan dalam mengisi form, sikap profesional.

D. Contoh Soal / Skenario

Apoteker penanggung jawab (APJ) di PBF obat akan membuat pesanan obat ke pihak industri farmasi yang terdiri dari 4 produk, yakni: tablet parasetamol 10 dus, amoksisilin dry syrup 5 box, tablet tramadol 1 dus, dan tablet obat flu yang mengandung pseudoefedrin 1 dus. Tugas:

1. Periksa kelengkapan adiminstratif dari dokumen data produk obat terkait dengan pemesanan tersebut 2. Identifikasi kebutuhan formulir surat pesanan dan lakukan pemesanan obat

Properti: undang undang tentang narkotika, psikotropika, MIMS

undang – undang tentang narkotika, psikotropika, MIMS E. Langkah pengerjaan Prinsip dalam pengadaan bahan

E. Langkah pengerjaan Prinsip dalam pengadaan bahan baku/sediaan farmasi/alat kesehatan:

1. Periksa dan cermati kelengkapan dokumen pemesanan bila ada (buku defekta, kartu stok obat, dokumen-dokumen data dukung)

2. Periksa jenis-jenis bahan baku, sediaan farmasi, dan alat kesehatan yang akan di pesan

3. Tentukan jumlah yang harus di pesan sesuai dengan metode-metode perhitungan pengadaan obat

4. Tentukan Distributor yang sesuai untuk pengadaan obat

5.

Buat surat pesanan sesuai dengan peraturan yang berlaku (isi kelengkapan administratif dan form yang dibutuhkan), kalau bingung bisa liat properti referensi yang disediakan

6. Dokumentasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan (kalau ada isian lain yang meminta penjelasan langkah yang dilakukan dalam mengisi form)

F.

Pembahasan Surat pesanan narkotika, psikotropika, prekursor, dan obat biasa dibedakan.

- 1 surat pesanan narkotika hanya untuk 1 produk saja, jadi kalau ada 3 produk narkotika (contoh: codein syrup, codein tablet, morfin injeksi) membutuhkan 3 surat pesanan yang berbeda

- 1 surat pesanan psikotropika dapat untuk beberapa produk

- 1 surat pesanan prekursor dapat untuk beberapa produk

- Surat pesanan produk biasa dapat digabungkan

STATION 5 DISTRIBUSI 2: PENYIMPANAN, PENYALURAN, PEMUSNAHAN

A. Keterampilan yang Dibutuhkan Penyimpanan, Penyaluran, & Pemusnahan Sediaan Farmasi

1. Melakukan penelusuran informasi terkait produk dan regulasi sebagai landasan penyimpanan sediaan farmasi

2. Merancang dan menerapkan kelengkapan ruang untuk penyimpanan sediaan

farmasi

3. Menerapkan prinsip manajemen resiko mutu (quality risk management) pada penyimpanan sediaan farmasi

4. Menerapkan prinsip pemilahan dan penyimpanan sediaan farmasi

5. Menerapkan monitoring mutu pada penyimpanan sediaan farmasi

6. Menerapkan prinsip pemusnahan sediaan farmasi

7. Mendokumentasikan kegiatan penyimpanan dan pemusnahan sediaan farmasi

Penyaluran Sediaan Farmasi

1.

Melakukan penelusuran informasi terkait pelanggan dan regulasi sebagai landasan penyaluran sediaan farmasi

2.

Menerapkan pemeriksaab pemesanan pelanggan

3.

Menerapkan ketentuan regulasi dan pedoman CDOB pada penyaluran sediaan farmasi

4.

Merancang penyaluran sediaan farmasi dengan menerapkan prinsip delivery route dan delivery time

5.

Menerapkan prinsip manajemen resiko mutu (quality risk management) pada penyaluran sediaan farmasi

6.

Menerapkan prinsip inspeksi diri, audit, dan pembuatan corrective & preventive action (CAPA)

7.

Menerapkan prinsip penanganan keluhan dan produk kembalian

8.

Melakukan pencatatan dan pelaporan penyaluran sediaan farmasi sesuai regulasi

B. Tips dan Trick Mengerjakan

- Lihat semua properti yang ada, tidak usah terlalu terburu buru namun kerjakan dengan teliti

- Mempelajari penyimpanan, distribusi, dan pemusnahan obat obatan, baca juga peraturan yang diupload di drive (Permenkes 3/2015, Permenkes 73/2016)

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai Analisis masalah Kebenaran jawaban/solusi Kelengkapan pengisian form Sikap profesional

D. Contoh Soal / Skenario Anda sebagai apoteker penanggung jawab apotek ditugaskan memilih beberapa obat yang sudah tidak layak edar, tuliskan rencana pemusnahannya dan berita acara pemusnahannya. Properti: Obat - obatan, list kadaluarsa, Permenkes 73/2016, 2 form

Obat - obatan, list kadaluarsa, Permenkes 73/2016, 2 form E. Langkah pengerjaan dan Pembahasan - Hanya

E. Langkah pengerjaan dan Pembahasan

- Hanya musnahkan obat yang sudah melewati tanggal ED, obat sebelum tanggal ED tidak dimusnahkan (bisa retur ke PBF atau disimpan sampai terjual sebelum ED)

- Isi form 1: tabel nama obat, ED, rencana cara pemusnahan Rencana cara pemusnahan: semua kemasan primer, sekunder dirusak Tablet: dilarutkan dengan air, buang di saluran air Sirup/suspensi: diencerkan dengan air, buang di saluran air

- Isi form 2: berita acara pemisnahan sesuai lampiran Permenkes 73/2016

STATION 6 PELAYANAN 1: OBAT NON RESEP (SWAMEDIKASI)

A. Keterampilan yang Dibutuhkan

1. Melakukan penggalian data dan informasi terkait keluhan pasien (responding to

symptoms)

2. Menetapkan masalah terkait kebutuhan obat pasien (minor illness or major problems)

3. Menetapkan solusi masalah terkait kebutuhan obat pasien:

a. Rekomendasi obat dengan memperhatikan aspek regulasi, dosis dan durasi penggunaannya (minor illness)

b. Rujuk ke dokter (major problems)

4. Menyampaikan rekomendasi solusi masalah pasien

5. Melakukan monitoring durasi pengobatan dan evaluasi efektivitas pengobatan

6. Mendokumentasikan data diri pasien, masalah, rekomendasi solusi, & tindaklanjut

B. Tips dan Trick Mengerjakan Nah untuk didalam stationnya nanti akan ada pasien dengan keluhannya masing-

masing (tapi bukan pasien yang membawa resep, jadi pasti obat2an yang bisa dibeli bebas/swamedikasi) Bentuknya akan sama seperti konseling pada umumnya, hanya saja tidak ada resep, jadi

- Harus mulai cicil list penyakit2 yang bisa swamedikasi dan paham obat2an dasarnya untuk masing2 penyakit, bisa dibantu dari tugas PF kemarin, bisa juga bikin grup belajar untuk bahas misalnya minimal 1-3 penyakit swamed per hari

- Untuk tips dan triknya sebenernya kita cukup mengerti penyakit2 dasar dan obatnya, karena untuk teknisnya lebih mirip ke konseling, yang prenting alur dan jangan tegang. Bahan belajar bisa cek dokumen di drive tentang “Pedoman Obat Bebas dan Bebas Terbatas”

- Susunan alurnya bisa mengacu ke poin C, atur waktu supaya konseling selesai sampai tahap verifikasi

- Ingat! Pilih sebisa mungkin obat bebas (lingkaran hijau) atau obat bebas terbatas (lingkaran biru), jika tidak ada pilihan lain (tidak ada OB dan OBT) dan memenuhi kriteria untuk penggunaan obat DOWA, dapat dipilih obat keras yang masuk daftar DOWA.

- Pemberian informasi dengan suara jelas dan tegas, tidak ragu ragu, tidak seperti menggurui, gunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti masyarakat umum (tidak menggunakan bahasa ilmiah)

- Dokumentasi konseling: lihat di drive (permenkes 73/2016, lampiran form 5-7)

C.

Kemungkinan Aspek yang Dinilai Diambil dari rubric OSCE, dapat nilai sempurna kalau poin2 tiap nomernya ditanyakan

1. Diskusi pembuka:

Salam

Memperkenalkan diri

Menawarkan bantuan

Meminta waktu untuk menggal iinformasi

Mengelola privasi pasien

2. Assessment data diripasien:

Nama

Umur

Alamat

Nomortelephon

Pekerjaan / gayahidup

3. Assesment penyakit pasien:

Keluhan sekarang

Aktivitas sebelumnya

Sudah berapa lama berlangsung

Kondisi yang membuat penyakit membaik / memburuk

Penyakit lain/kondisi lain (hamil, menyusui), riwayat penyakit keluarga

4. Asesment obat:

Riwayat obat yang sudah dipakai

Hasil dari penggunan obat yang sudah dipakai

Alergiobat

Obat lain yang dipakai (untuk gejala / keluhan lain)

5. Pemilihan obat

6. KIE dan konseling

Nama obat

Khasiat

Dosis dan aturan pakai

Efek samping

Penyimpanan

Terapi non-farmakologi

7. Verifikasi dan diskusi penutup

Kandidat meminta pasien untuk mengulang beberapa hal yang diinformasikan

Kandidat mendengarkan dengan baik (penuh perhatian) apa yang disampaikan pasien

Kandidat memberikan apresiasi

balik

(membetulkan atau mengoreksi) terhadap apa yang disampaikan pasien

Kadidat memberikan apresiasi pada kedatangan pasien di apotik

atau umpan

8. Perilaku Profesional (keseluruhan)

D. Contoh Soal / Skenario Soal : Seorang pasien bernama Anton (22 tahun) mengeluh gatal. Berikan obat yang tepat untuk pasien.

Properti :

a. Caladine lotion

b. Ketokonazol

c.

Klindamisin

d. Bedak caladine

e. Loratadine

f. Dexametasone salep

g. Form yang harus diisi dari kasih pemberian konseling

E. Langkah pengerjaan

a. Gali informasi dari pasien

b. Berikan obat yang sesuai untuk pasien

c. Lakukan komunikasi efektif terkait informasi obat tersebut

d. Lakukan dengan sikap dan perulaku profesional

F. Pembahasan Pasien mengaku gatal terjadi sejak 2 minggu lalu dan timbul bercak putih di bagian lengannya. Pasien mengaku awalnya gatal karena keringat sehabis olahraga dan setelahnya langsung tertidur, tidak mandi dan ganti baju dulu. suspek jamur

Obat yang tepat untuk infeksi jamur = Ketoconazol. Oleskan tipis-tipis dibagian yang terasa gatal, 1-2 kali sehari. Sebelum digunakan, pastikan cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih. Lokasi yang gatal pun dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu. Dapat dioleskan sesudah mandi. Cuci tangan setelah mengoleskan obat ini untuk menghindari penyebaran infeksi. Simpan obat ini pada suhu ruangan (baiknya dalam kotak obat), terlindung dari cahaya matahari langsung dan lembab.

STATION 7 PELAYANAN 2: SKRINING RESEP, ANALISIS DRP

A. Keterampilan yang Dibutuhkan

1. Melakukan penggalian/pengumpulan data dan informasi terkait data pasien dan permintaan obat dalam resep

2. Menetapkan masalah peresepan ditinjau dari aspek:

a. Adminstratif: data pasien, penulisan resep, keabsahan

b. Farmasetik: ketersediaan, inkompatibilitas

c. Klinis: dosis, aturan pakai, durasi penggunaan

d. Masalah terkait penggunaan obat: interaksi, efek samping

3. Menetapkan solusi masalah terkait peresepan dan/atau masalah terkait penggunaan obat

4. Mengkomunikasikan dan menyampaikan rekomendasi solusi masalah kepada penulis resep

5. Mendokumentasikan data diri pasien, masalah terkait peresepan dan/atau penggunaan obat, rekomendasi solusi, & tindaklanjut

B. Tips dan Trick Mengerjakan Ada dua kemungkinan, konseling atau analisis Tips konseling:

- Karena banyak yang harus disampaikan untuk drp, sebisa mungkin sampaikan apa yang penting tanpa bertele tele. Informasi harus tersampaikan, konseling harus sampai tahap verifikasi. Jika waktu dianggap kurang, dapat mengurangi assessment/persingkat di bagian assessment.

- Kalau ada obat yang diganti, pura pura hubungi dokter. Kalau penguji nyaut, lanjutkan saja anggap beliau dokter; kalau penguji diem aja yaudah ngomong sendiri hehe. Percepat konfirmasi ke dokter dengan bahasa yang sopan, karena lebih penting untuk menyampaikan informasi ke pasien.

- Baca soal, kalau tidak diminta menyampaikan KIE pada pasien, tidak usah dilakukan

Tips analisis:

- Skrining Resep Seperti yang telah diketahui terdapat 3 aspek yang harus di’skrining’ dalam suatu resep, yaitu :

1. Aspek administratif

a. Penulis resep Penulis resep seharusnya adalah dokter. Maka peserta harus memastikan bahwa resep yang diterima ditulis atau dikeluarkan oleh seorang dokter. Untuk menyatakan keabsahan suatu resep yang ditulis oleh seorang dokter

maka perlu tercantum nama, SIP, alamat praktek, tanda tangan, dan nomor telfon dokter. Selain penulis resep, tempat asal resep juga harus diperhatikan (misalkan : puskesmas, rumah sakit, atau klinik). Perlu diketahui bahwa resep yang dikeluarkan oleh yankes (pkm atau rs) terkadang tidak mencantumkan SIP dokter tersebut, sehingga peserta harus melihat juga kop dari resep.

b. Kapan resep dibuat Peserta harus memperhatikan tanggal pembuatan resep. Secara logika,

pasien seharusnya sesegera mungkin menebus resep.

c. Penerima resep Peserta harus memastikan identitas penerima resep (pasien) yang tertulis di resep sudah sesuai dengan yang disebutkan oleh penebus resep. Jangan lupa menanyakan hubungan penebus dengan pasien apabila resep tidak ditebus oleh ybs.

d. Item yang diresepkan Peserta harus melihat apakah item obat yang diresepkan bisa atau boleh ditebus di tempat peserta (apotek). Apotek hanya boleh melayani resep narkotika dari resep asli atau salinan resep yang dibuat oleh Apotek itu sendiri yang belum diambil sama sekali atau baru diambil sebagian. Apotek tidak melayani pembelian obat narkotika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain. Kecuali apotek tersebut telah dipilih oleh rumah sakit tertentu sebagai rujukan penebusan resep narkotik-psikotropik RS tsb.

e. Iterasi Peserta harus jeli menengenai signa iterasi pada resep. Harus diperhatikan apakah resep tersebut telah sepenuhnya diambil atau masih terdapat iterasi yang dapat ditebus.

2. Aspek farmasetik Titik kritis : kesesuaian sediaan obat, inkompatibilitas (utamanya racikan), stabilitas obat

3. Aspek farmakologi Titik kritis : Dosis, cara pakai, kesesuaian dengan diagnosis (some cases)

- Analisis DRPs

DRP memiliki 8 poin, yaitu :

1. Indikasi tidak terobati

2. Obat tanpa Indikasi

3. Dosis subterapetik

4. Overdosis

5. Interaksi Obat

6. Reaksi obat merugikan

7. Pemilihan Obat tidak tepat

8. Gagal menerima terapi

Tips : Harus hafal hehe. Kerjakan dari poin yang paling diingat. Misal : kesesuaian obat dengan diagnosis, kemudian dosis, interaksi obat, dst. Kerjakan selengkap mungkin tapi ringkas

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai Pada dua poin yang dibahas dalam tips and trick ini sama2 mementingkan kelengkapan. Namun tetap ada titik kritis yang benar2 harus ada.

- Kelengkapan pengkajian resep maupun DRP

- Cara pemaparan masalah terkait skrining maupun DRP kepada pasien atau dokter

- Cara menyelesaikan masalah terkait (telfon dokter, tanya sejawat, buka UUD, dll. Mana jalan yang kamu pilih)

- Pemahaman terhadap soal (disuruh sampai mana di soal tersebut, misal disuruh sampai pemaparan dan konfirmasi saja atau mungkin justru disuruh memberi penjelasan terkait penggantian obat/konseling obat baru hasil penggantian)

D. Contoh Soal / Skenario Skenario:

Anda merupakan Apoteker Penanggung Jawab Apotek Kimia Organik. Pada pukul 9.15 WIB datang seorang wanita membawa resep untuk anaknya dan menyerahkan kepada anda untuk menebus resep tersebut.

Soal :

R/ amoxicillin

I

Paracetamol

½ tab

mf. la pulv dtd X

s. 3 dd 1

Tugas : Skrining permasalahan resep dan tentukan solusinya. Sampaikan pada pasien

Properti: Lembar kerja, MIMS, buku informasi obat

permasalahan resep dan tentukan solusinya. Sampaikan pada pasien Properti: Lembar kerja, MIMS, buku informasi obat 25

E. Langkah pengerjaan

1. Perkenalan dan tanya keperluan (perkenalkan saya apoteker blablabla, ada yang bisa dibantu?)

2. Konfirmasi untuk siapa resep tsb dan dari dokter mana (pertanyaan terbuka), pastikan apakah yg menebus itu pasien sendiri atau bukan, tanya hubungan ybs dengan pasien (kalau bukan pasien yg menebus)

3. Boleh ditanya keluhan

4. Izin menyiapkan dulu, skrining resep secara administratif, farset, dan farmol

5. Identifikasi masalah Lembar kerja 1 : Identifikasi kesesuaian farmasetik, kesesuaian dosis (pokoknya kaya kajian administratif, klinis, sama farmasetik) di sampingnya ditanya resepnya absah dan bener atau ngga, dosisnya bener atau ngga Lembar kerja 2 : disuruh isi form yang ada nama pasien, alamat, gitu2 (data pasien). Terus bawahnya informasi obat (nama obat, kekuatan obat, no bets, tanggal kadaluarsa, dkk)

6. Melakukan solusi (konfirmasi ke dokter)

7. Apabila ada pergantian obat, sebelum disiapkan harus konfirmasi dulu ke pasien (setiap masalah terkait resep seharusnya diberitahukan ke pasien)

8. Menyerahkan obat ke pasien (setelah melalui penyelesaian masalah). tidak ada properti obatnya, pura pura memberikan saja

F. Pembahasan Masalah klinis -> pasien diberikan antibiotik dan parasetamol yang diracik menjadi satu. Kalau dilihat dari tujuan pengobatannya, antibiotik harus diminum sampai habis sedangkan paracetamol hanya jika perlu (prn), maka tidak seharusnya diracik menjadi satu. Jangan lupa konfirmasi ke dokter. Dalam kasus ini kita harus mengisi form juga, jika ada konseling, isilah form dengan singkat dan lengkap.

STATION 8 PELAYANAN 3: COMPOUNDING (NON STERIL/STERIL)

A. Keterampilan yang Dibutuhkan

Compounding Sediaan Farmasi Nonsteril

1. Melakukan pengumpulan data dan informasi terkait data pasien dan permintaan obat dalam resep.

2. Menghitung kebutuhan obat.

3. Menetapkan masalah terkait pencampuran sediaan.

4. Menetapkan solusi masalah terkait pencampuran sediaan.

5. Menyiapkan peralatan dengan memperhatikan aspek kebersihan.

6. Menyiapkan sediaan racikan.

7. Menentukan batas waktu penggunaan sediaan (beyond use date).

8. Melakukan pengemasan sediaan akhir (wadah, etiket, label).

9. Mendokumentasikan data dan informasi terkait proses peracikan.

Compounding Sediaan Farmasi Steril (i.v. admixture) 1. Melakukan pengumpulan data dan informasi terkait data pasien dan permintaan obat dalam resep.

2. Memastikan kesesuaian permintaan rekonstitusi obat dengan kebutuhan pasien.

3. Menghitung kebutuhan regimen obat dengan memperhatikan sediaan yang tersedia.

4. Menetapkan masalah terkait pencampuran sediaan.

5. Memilih pelarut dan menghitung kebutuhan pelarut.

6. Merencanakan teknis aseptis, memilih alat pelindung diri.

7. Menyiapkan bahan, ruangan dan peralatan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan prinsip aseptis.

8. Mencampur sediaan injeksi kedalam pelarut/pembawa dengan menerapkan teknis aspetis.

9. Menentukan batas waktu penggunaan sediaan (beyond use date).

10. Melakukan pengemasan sediaan akhir (wadah, etiket, label).

11. Mengelola limbah produk steril.

12. Mendokumentasikan data dan informasi terkait proses pencampuran sediaan steril.

B. Tips dan Trick Mengerjakan

Seperti praktikum farmasetika dasar namun compounding dari sediaan yang udah ada (contoh dari tablet, atau meracik suspensi kering dll) -> jadi persis seperti compounding di apotek, ingat ingat yaaa waktu di apotek gimana ajaa

Perhatikan semua properti, bisa jadi tidak semua properti digunakan (contoh untuk pengambilan ½ tablet cukup dipetek saja seperti di apotek, tidak usah digerus dan dibagi dua dengan timbangan walau ada properti timbangan)

Gunakan APD, kalau disediakan alkohol gunakan untuk membersihkan tangan

Pengerjaan di atas kain lap

Memutar mortir berlawanan jarum jam

Kalau dari tablet, gerus tablet dengan dosis terkecil terlebih dahulu

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai

Compounding (kalkulasi, penimbangan, peracikan, etiket, apograph)

Perilaku profesional

D. Contoh Soal / Skenario Terdapat resep:

Resep 1 dr. Cantik SIP: XXX Dokter Hewan Istana Regency 11 Bandung Telp. XXX

Bandung, 11 Januari 2019

R/ San Prima ½ tab Trichlodazol 125 mg Mf pulv dtd No. XV 3 dd 1

Pro

Alamat :

: XXX

Umur:

Properti resep 1:

Trichodazol 500mg, San Prima, mortir, stamper, kain lap, alkohol 70 %, masker, sarung tangan, tissue, perkamen, MIMS.

E. Langkah pengerjaan

a. Baca resep dengan seksama, lihat apakah dosis untuk setiap obat atau dibagi dosis tersebut dibagi menjadi beberapa bagian. Jika ada dtd (da tales doses), dosis yang di maksud adalah dosis untuk setiap serbuk.

b. Hitung berapa tablet yang dibutuhkan.

c. Pakai sarung tangan dan masker.

c.

Gunakan kain lap sebagai alas mortar. Bersihkan mortar dengan alkohol 70% dan keringkan dengan menggunakan tissue.

d. Ambil tablet menggunakan sendok atau perkamen (tidak dengan tangan langsung)

e. Gerus tablet searah jarum jam.

f. Bagi serbuk pada kertas perkamen

g. Serbuk dibungkus rapi, dihitung, dan dimasukkan ke plastik klip,

F.

Pembahasan Soal harus diperhatikan dengan seksama, sehingga peserta tahu hingga tahap mana yang harus dikerjakan. Di cek pada soal apakah perlu dibuat etiket atau tidak. Nilai maksimal bila:

Kandidat menghitung San Prima sebanyak (1/2 tab x 15) = 7,5 tablet, mengambil obat jadi San Prima tablet dan memasukannya ke dalam mortar

Kandidat menghitung Trichlodazol sebanyak : (125 x 15)/500 = 3,75 tablet, mengambil tablet Trichlodazol 500 mg dan memasukannya kedalam mortir.

Meracik dengan tertib dan bersih

CONTOH RESEP LAINNYA

Resep Asli 1 Resep Asli 2 Dr. Cahaya Dokter Hewan SIP. XXX Jalan Cikaso No.
Resep Asli 1
Resep Asli 2
Dr. Cahaya
Dokter Hewan
SIP. XXX
Jalan Cikaso No. 88 B, Sukamaju Kota
Bandung
KLINIK PRATAMA SEHAT SELALU
Jl. Maribaya No. 53 Lembang, Bandung
Telp. XXX
dr. Matahari
Bandung, 13/1/2019
Bandung, 13/1/2019
R/ Doxycyclin caps 13 mg
HP Pro caap 1/5
mf pulv da in cap
dtd No. XXX
bdd 1 caps pc
R/ Salep Hydricortison 2,5% No. I
Salep Gentamicin
mf ungt
dtd No. XXX
3dd ue
Pro
: XXX
Umur:
Pro
: XXX (Kucing)
Umur:
Alamat :
Alamat :

STATION 9 PELAYANAN 4: DISPENSING, PEMANTAUAN TERAPI, MESO

A. Keterampilan yang Dibutuhkan Dispensing Sediaan Farmasi (KIE)

1. Melakukan pengumpulan data dan informasi terkait pasien dan sediaan yang akan diserahkan

2. Menetapkan informasi yang perlu disampaikan kepada pasien

3. Menyerahkan sediaan farmasi kepada pasien disertai pemberian informasi dan edukasi terkait obat, aturan pemakaian, cara menggunakan, durasi penggunaan, kemungkinan adanya efek samping & cara mengatasinya, cara menyimpan, batas waktu penggunaan (beyond use date), life style yang menunjang, cara membuang sisa obat

4. Mendokumentasikan data dan informasi terkait pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan rencana tindaklanjut

Pemantauan Terapi dan/atau Monitoring Efek Samping Obat

1.

Melakukan penggalian data dan informasi terkait pasien dan pengobatan yang

 

diberikan

2.

Menetapkan prioritas pemantauan

3.

Mengidentifikasi adanya:

a. Masalah terkait obat pasien dan menentukan prioritas masalah

b. Kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki

c. Adanya obat-obat dan kondisi pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami ESO

4.

Menetapkan solusi masalah: intervensi asuhan kefarmasian dan/atau solusi ESO

5.

Menyampaikan rekomendasi solusi masalah terapi dan/atau adanya ESO

6.

Melakukan:

 

a. Pemantauan lanjutan efektivitas penggunaan obat

b. Mengevaluasi hasil pemantauan ESO; analisis kausalitas menggunakan

algoritma (Naranjo, NGA, WHO)

7.

Mendokumentasikan:

Data diri pasien, hasil evaluasi penggunaan obat, rekomendasi solusi, & tindaklanjut

a.

b.

Data efek samping obat

8.

Membuat laporan ESO

B. Tips dan Trick Mengerjakan

- Biasanya konseling ke pasien, pelajari motivational interviewing

- Aspek konseling seperti yang sudah dijelaskan di station swamedikasi, lakukan sampai selesai (sampai tahap verifikasi)

- Latihan waktu 9 menit untuk konseling, lengkap namun tidak bertele - tele

- Pelajari form PTO dan MESO (lampiran 9-10 Permenkes 73/2016)

C. Kemungkinan Aspek yang Dinilai Pengumpulan data dan informasi Penetapan masalah Penyelesaian masalah Monitoring dan Evaluasi Komunikasi efektif Sikap profesional

D. Contoh Soal / Skenario Seorang wanita (50 tahun) mengidap DM tipe II mendatangi apotek untuk menceritakan keluhan yang dialami. Beliau sudah mengonsumsi metformin 500 mg dua kali sehari. Beliau akan menceritakan gejala lain yang dihadapinya.

Saat menggali informasi, beliau mengaku sedikit buang air kecil, jarang minum, dan kakinya bengkak.

Tugas :

1. Mengidentifikasi masalah pasien

2. Mengisi monitoring efektivitas pengobatan

3. Memberikan saran pengobatan bagi pasien

E. Langkah pengerjaan dan pembahasan

- Gali informasi pasien, identifikasi penyebab keluhan pasien (tanya apakah ada hasil laboratorium)

- Assessment apakah pemilihan obat sudah benar

- Lakukan konseling dan motivational interviewing agar pasien mengerti bahwa penyakit DM tipe II sangat membutuhkan sikap patuh dari pasien dalam mengonsumsi obat