Anda di halaman 1dari 9

KALKULASI BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Akuntansi

Dosen Pengampu :

Dr. Elok Sri Utami, S.E., M.Si.

Dibuat Oleh :

Fajar Andika Dwi Putra 180820101047


Cahaya Ramadhani 180820101014

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Magister Manajemen

2018/2019
KALKULASI BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

I. BIAYA PER UNIT PRODUK


Pada suatu perusahaan sederhana yang hanya menghasilkan satu jenis
produk, konsep biaya per unit sangatlah sederhana. Secara konseptual, biaya
perunit produk adalah total biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi
dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Namun apabila kita bedah lebih
dalam, perlu adanya definisi lebih dari total biaya, apakah yang dimaksud adalah
hanya biaya produksi, atau biaya produksi ditambah dengan biaya pemasaran,
atau ditambah dengan biaya organisasi.
Pengukuran total biaya, meliputi jumlah biaya bahan baku langsung,
tenaga kerja langsung, biaya overhead yang digunakan dalam proses produksi.
Perhitungan biaya produksi dapat berupa biaya actual, atau biaya estimasi. Biaya
estimasi umumnya diperlukan untuk mempercepat pengambilan keputusan, dan
sebagai fungsi kontrol atas pengendalian biaya actual.
Biaya perunit produk sangat penting bagi perusahaan manufaktur ataupun
perusahaan jasa. Dalam sudut pandang perusahaan manufaktur, biaya perunit
produk sangat penting untuk penentuan tingkat laba, jumlah persediaan, dan
pengambilan beberapa keputusan penting terkait produksi dan pemasaran.
Pengungkapan biaya persediaan dan penentuan tingkat laba dibutuhkan dalam
membuat pelaporan keuangan perusahaan setiap akhir periode. Disisi lain,
estimasi biaya perunit dapat digunakan untuk mempermudah pengambilan
keputusan terkait pembelian bahan baku, keputusan rancangan produk, keputusan
menyetujui atau menolak pesanan khusus diluar kapasitas produksi rutin.
Bagi perusahaan jasa, biaya perunit produk digperlukan juga untuk
menetapkan besaran tingkat profitabilitas, kelayakan untuk memperkenalkan
produk/layanan baru, membuat keputusan harga, dll. Namun karena perusahaan
jasa tidak menghasilkan produk fisik, mereka tidak menetapkan biaya perunit
dengan tujuan untuk mengetahui persediaan produk mereka.
II. KALKULASI BIAYA AKTUAL DAN NORMAL: DUA CARA
MENGUKUR BIAYA
Terdapat dua kalkulasi untuk mengukur biaya per unit, yaitu konsep biaya
actual dan konsep biaya normal. Pengertian atas kedua konsep tersebut dijelakan
sebagai berikut:
2.1 Kalkulasi Biaya Aktual
Sistem biaya aktual (actual cost-system) adalah perhitungan biaya yang
menggunakan biaya actual untuk bahan langsung, tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead produksi. Biaya bahan langsung dan tenaga kerja
langsung dilakukan dengan menelusuri secara tepat waktu saat proses
produksi. Permasalahan pada system ini adalah saat penetapan biaya
overhead produksi.
2.2 Kalkulasi Biaya Normal
Sistem biaya normal digunakan untuk mencari solusi atas perhitungan
biaya overhead produksi. Dalam kalkulasi biaya normal, tarif overhead
sampai dengan akhir tahung ditentukan terlebih dahulu diawal tahun
(predertemined overhead rate) dihitung dengan menggunakan rumus :

Tarif Overhead = Overhead yang dianggarkan


Penggunaan aktifitas yg dianggarkan

Mayoritas perusahaan manufaktur membebankan biaya overhead ke


produksi berdasarkan tarif yang telah ditentukan terlebih dahulu.

III. KALKULASI BIAYA PRODUK TRADITIONAL


Dalam kalkulasi biaya traditional, pembebanan biaya produksi hanya
dilakukan pada produk. Dalam system biaya traditional hanya penggerak aktivitas
di tingkat unit yg digunakan untuk membebankan biaya kepada produk.
Penggerak aktivitas tingkat unit (unit-level activity drivers) adalah faktor-
faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit yang
diproduksi. Penggunaan hanya penggerak berdasarkan unit untuk membebankan
biaya overhead ke produk menghasumsikan bahwa overhead yang dikonsumsi
produk berkorelasi tinggi dengan jumlah unit yg diproduksi. Contoh penggerak
tingkat unit yang umumnya digunakan untuk membebankan biaya overhead
meliputi:
 Unit yg diproduksi
 Jam tenaga kerja langsung
 Nominal biaya tenaga kerja langsung
 Jam Mesin
 Bahan langsung
Perhitungan Tarif Pabrik Menyeluruh
Setelah mengidentifikasi penggerak di tingkat unit yg memungkinkan,
tetap harus diprediksi tingkat keluaran aktivitas yg diukur oleh penggerak
tersebut. Untuk lebih jelas, berikut disajikan diagram pembebanan biaya overhead
pada kalkulasi biaya produk traditional:

Biaya Overhead

Penelusuran Langsung
Pembebanan Biaya

Kelompok Pabrik Tahap pertama,


secara menyeluruh pembentukan kelompok

Pembebanan biaya Penggerak tingkat unit

Produk Tahap kedua, pembebanan


biaya

Perhitungan tarif pabrik secara menyeluruh dapat lebih jelas dipahami


dalam contoh kasus sebagai berikut:
Diilustrasikan perusahaan Samsung memproduksi 2 jenis mobile phone, Samsung
Galaxy dan Samsung Neo. Perusahaan Samsung mempunyai data estimasi dan
data actual untuk tahun 2019 sbb:
- Overhead yg dianggarkan $ 500.000
- Aktivitas yg diharapkan (dlm jam tenaga kerja langsung) $ 100.000
- Aktivitas actual (dlm jam tenaga kerja langsung) $ 100.000
Overhead actual $ 700.000
Kemudian diasumsikan bahwa perusahaan mendasarkan tarif overhead
yang ditentukan terlebih dahulu pada aktifitas produksi yang diharapkan, yg
diukur dlm tenaga kerja langsung utk th 2019:
Tarif Overhead yg ditentukan = Overhead yang dianggarkan
terlebih dahulu Penggunaan aktifitas yg dianggarkan
= $500.000
100.000 jam tenaga kerja langsung (JTKL)
= $5 per JTKL
Tarif overhead yg ditentukan terlebih dahulu digunakan untuk
membebankan biaya overhead ke produksi setelah aktivitas produksi actual
terjadi. Total overhead yg dibebankan ke produksi actual pada setiap waktu
disebut overhead yg dibebankan (Applied overhead). Overhead yg dibebankan
dihitung dengan rumus:
Overhead yg dibebankan = Tarif Overhead x Output aktivitas actual

Atas kasus perusahaan Samsung diatas, overhead yg dibebankan untuk th 2019


adalah sbb:
Overhead yg dibebankan = Tarif Overhead x Output aktivitas actual
= $5 x 100.000 JTKL
= $ 500.000
Perbedaan antara overhead actual dengan overhead yg dibebankan disebut
Varians overhead. Untuk kasus diatas, varians overhead adalah $ 200.000
($700.000 - $500.000).

Biaya produksi perunit adalah penjumlahan dari biaya utama (prime cost) dan
biaya overhead. Untuk mengilustrasikan biaya perunit, dapat dijabarkan dari data
actual masing-masing produk sbb :
Samsung Galaxy Samsung Neo
Unit yg diproduksi 10.000 50.000
Biaya Utama $ 200.000 $750.000
Jam tenaga kerja langsung 10.000 50.000
Perhitungan Biaya per Unit: Tarif Pabrik Menyeluruh
Samsung Galaxy Samsung Neo
Biaya Utama $ 200.000 $ 750.000
Biaya Overhead
$5 x 10.000 $ 50.000
$5 x 50.000 $ 250.000
Total Biaya Produksi $ 250.000 $ 1.000.000
Unit diproduksi 10.000 50.000
Biaya per unit $ 25 $ 20

Tarif Departemental
Sebagaimana tarif pabrik menyeluruh, pada tarif departemental juga
terbagi atas dua tahapan pembebanan biaya. Pada tahap pertama department
adalah objek biaya dan biaya overhead pabrik secara keseluruhan dibagi-bagi dan
dibebankan ke masing-masing department produksi, menciptakan kelompok biaya
departemental.
Dasar pemikiran untuk tarif departemental adalah sederhana. Beberapa
department mungkin lebih “intensif dalam mengeluarkan biaya overhead”
dibanding department produksi yang lain.Oleh sebab itu, produk yang
menghabiskan waktu lebih banyak pada department dengan intensif overhead
akan dibebankan biaya overhead yang lebih besar dari pada yang menghabiskan
waktu lebih sedikit. Tarif departemental dapat memperhitungkan dampak yg
mungkin terjadi ini, sedangkan tarif pabrik menyeluruh tdk dapat
memperhitungkannya karena menggunakan rata-rata.

Biaya Overhead
Alokasi
Penelusuran Langsung Pembebanan Biaya Penelusuran penggerak

Departement Kel A Tahap Pertama Departement Kel B

Pembebanan Biaya Pembebanan Biaya

Produk Produk
Tahap Kedua
IV. KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA TRADITIONAL
Tarif pabrik menyeluruh dan tarif pabrik departemental telah digunakan
selama beberapa dekade dan terus digunakan oleh banyak organisasi. Namun ada
beberapa perusahaan yang tidak cocok untuk menggunakan skema tersebut.
Perusahaan-perusahaan yg beroperasi pada wilayah lingkungan produksi canggih
(advance manufacturing envirovment) bercirikan kompetisi yang tinggi, perbaikan
terus enerus, manajemen mutu total (TQM), kepuasan total pelanggan , dan
teknologi yg canggih.
Seringkali organisasi mengalami gejala ketidakcocokan dengan jenis
system akuntansi karena dirasa ketinggalan jaman dengan jenis usahanya.
Contohnya pada perusahaan Sharp Paper Company. Bila biaya terdistorsi dan
kalkulasi menjadi terlalu tinggi atas suatu volume produk yang besar, maka
penawaran yang diajukan akan kalah walaupun perusahaan telah merasa
menggunakan strategi pemasaran agresif. Sebaliknya, apabila harga pesaing
terlihat sangat tidak realistis, maka manajer harus mengevaluasi ketepatan system
akuntansi biaya mereka sendiri.
Beberapa hal yang dapat dijadikan indikator apakah system akuntansi
biaya perusahaan terlihat tidak tepat atau tidak antara lain sbb:
a. Hasil penawaran sulit dijelaskan
b. Harga pesaing nampak demikian rendah, sehingga tidak masuk akal
c. Produk-produk yg sulit diproduksi menunjukkan laba yg tinggi
d. Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yg kelihatannya
menguntungkan
e. Margin laba sulit untuk dijelaskan
f. Perusahaan memiliki cerukan untuk menghasilkan keuntungan yg tinggi
hanyabagi perusahaan sendiri.
g. Departement akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberikan
data biaya bagi proyek khusus.
h. Beberapa department menggunakan system akuntansinya sendiri
i. Biaya overhead berubah karena perubahan peraturan pelaporan keluangan
V. KALKULASI BIAYA UMUM BERDASARKAN AKTIVITAS
Kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas (Activity Based Cost/ ABC)
membebankan biaya ke unit organisasi kemudian melakukan penelusuran biaya
kepada produk, oleh sebab itu ABC merupakan proses dua tahap. Perbedaannya
dengan system biaya traditional, adalah ABC melakukan penelusuran biaya
langsung dan penelusuran penggerak (menekankan hubungan sebab-akibat)
sedangkan penelusuran biaya traditional cenderung intensif-alokasi (sangat
mengabaikan sebab-akibat).

Biaya Overhead

Penelusuran Langsung Pembebanan Biaya Penggerak Sumber Daya

Kelompok Pabrik
secara menyeluruh
Tahap pertama,
Pengelompokan Aktivitas
Penggerak aktivitas Pembebanan biaya

Produk Tahap kedua, pembebanan


biaya

Pada prosedur tahap pertama, aktivitas biaya akan diidentifikasi dan


dikaitkan pada masing-masing aktivitas, dan dikelompokkan pada kumpulan yang
sejenis (homogen). Identifikasi biaya memerlukan daftar aktivitas dari masing-
masing jenis pekerjaan yg berbeda-beda misalnya penanganan bahan baku, proses
rekayasa, dan penyempurnaan produk. Suatu perusahaan mungkin memiliki
berates-ratus aktifitas yg berbeda.
Pada tahap tersebut perusahaan dapat menentukan penggerak aktivitas
yang berkaitan dengan setiap aktivitas dan menghitung masing-masing tariff
overhead aktifitas. Untuk rata-rata situasi, hal ini dapat menghasilkan ratusan tarif
overhead, sehingga tidak perlu membebankan overhead ke masing-masing
produk.
Untuk mengurangi jumlah tarif overhead yang diperlukan, perusahaan
dapat merampingkan aktifitas dengan pengelompokan menjadi jenis yg sama
berdasarkan karakteristik aktifitas menjadi kelompok biaya sejenis (homogeneus
costpool). Setelah suatu kelompok biaya didefinisikan, biaya perunit dari
penggerak aktifitas dihitung dengan membagi biaya kelompok dengan kapasitas
praktis penggerak aktifitas yg disebut sebagai tarif kelompok (pool rate).
Pada tahap kedua, biaya dari setiap kelompok overhead akan ditelusuri ke
produk. Perhitungannya menggunakan tarif biaya kelompok yg digunakan pada
tahap pertama dengan ukuran sumber daya yg dikonsumsi setiap produk.

Overhead yg dibebankan = Tarif kelompok x unit penggerak yg


(pada suatu produk) dikonsumsi oleh produk