Anda di halaman 1dari 130

1

BAGIAN 1

PERSIAPAN & PERENCANAAN TEKNIS


(PENYUSUNAN PROPOSAL KEGIATAN)
KATA PENGANTAR

Kegiatan Lingkungan yang dilaksanakan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat


(KSM) merupakan salah satu bagian pelaksanaan yang didanai program PNPM
Mandiri Perkotaan secara stimulan untuk mengentaskan dan memperbaiki
kualitas hidup masyarakat miskin. PNPM Mandiri Perkotaan hanya
menyediakan alternative kegiatan pembangunan lingkungan, namun masyarakat
sendiri yang menentukan jenis dan bentuk kegiatan prasarana dan sarana agar
sejalan dengan kebutuhan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Pelaksanaan seluruh tahapan pembangunan kegiatan prasarana dan sarana


lingkungan yang meliputi perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan perlu
didukung dengan berbagai kriteria teknis sehingga dapat tepat sasaran,
terlaksana dengan baik, memiliki umur kelayakan yang optimal untuk
mendukung pemanfaatan sesuai dengan harapan P2KP khususnya PNPM
Mandiri Perkotaan. Untuk mencapai hal tersebut maka petunjuk pelaksanaan
berupa supplemen teknis pelaksanaan kegiatan prasarana dan sarana mutlak
untuk diberikan, dipahami dan dilaksanakan seluruh pelaku kegiatan lingkungan.

Supplemen Teknis Pelaksanaan Kegiatan Prasarana dan Sarana Lingkungan


dibuat sebagai acuan bagi pelaku kegiatan lingkungan yang juga mengatur hal-
hal teknis yang wajib dilaksanakan pelaku agar proses perencanaan,
pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan berjalan baik dan tepat sasaran
sesuai dengan program pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri
Perkotaan.

Melalui buku Supplemen Teknis ini, diharapkan pelaksanaan kegiatan prasarana


dan sarana lingkungan bagi masyarakat miskin dalam rangka program
penanggulangan kemiskinan dapat dilaksanakan oleh seluruh pelaku secara
efektif dan optimal.

Semoga bermanfaat

Jakarta, Agustus 2008


Direktur Jendral Cipta Karya
Departemen Pekerjaan Umum

Budi Yuwono P
DAFTAR ISI
Daftar Isi .................................................................................................... i
I. PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1 Maksud dan Tujuan ...................................................................... 1
1.2 Ruang Lingkup ............................................................................. 2
II. KSM LINGKUNGAN ............................................................................ 2
2.1 Pengertian KSM ........................................................................... 2
2.2 Mengapa KSM Perlu Dilibatkan ................................................... 3
2.3 Peran KSM Lingkungan ............................................................... 3
2.4 Kriteria Kelayakan KSM Lingkungan ............................................ 3
III. KOMPONEN KEGIATAN LINGKUNGAN ........................................... 5
IV. MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN ................................... 13
V. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN USULAN ........................... 16
5.1 Penyediaan Lahan ..................................................................... 18
5.2 Survey Teknis Prasarana ........................................................... 22
5.3 Survey & Investigasi Swadaya Masyarakat ............................... 31
5.4 Survey & Investigasi Harga Satuan ............................................ 32
5.5 Survey Calon Tenaga Kerja ........................................................ 35
5.6 Rembug Warga Kesepakatan Swadaya .................................... 36
5.7 Rembug Warga Kesepakatan Harga Satuan ............................. 37
5.8 Pembuatan Desain & Gambar Rencana..................................... 39
5.9 Pengamanan Dampak Lingkungan ............................................ 46
5.10 Perhitungan RAB ...................................................................... 49
5.11 Penyusunan Jadwal Pelaksanaan ........................................... 67
5.12 Penyusunan Rencana Pengadaan .......................................... 74
5.13 Pembentukan Organisasi Lapangan ........................................ 77
5.14 Pernyataan Kesanggupan Pemeliharaan ................................ 80
5.15 Susunan Dokumen Proposal .................................................... 81
VI. TATA CARA VERIFIKASI USULAN KEGIATAN ............................. 81
6.1 Mekanisme & Pembagian Tugas Tim ........................................ 82
6.2 Langkah-langkah Teknis Pelaksanaan ...................................... 82

LAMPIRAN :
1. SURVEY SEDERHANA UNTUK JALAN & CONTOH FORMULIR SURVEY
2. CONTOH FORMULIR SURVEY & BA KESEPAKATAN HARGA SATUAN
3. REFERENSI DAFTAR UJI IDENTIFIKASI DAMPAK LINGKUNGAN
4. OUTLINE PROPOSAL KSM LINGKUNGAN
5. CONTOH FORMULIR & BA VERIFIKASI KEGIATAN LINGKUNGAN

Bagian-1 : Persiapan & Perencanaan TeknisKegiatan Pembangungan Sarana & Prasarana (i)
I. PENDAHULUAN
Persiapan & perencanaan teknis merupakan salah satu tahapan (tahap awal)
kegiatan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana. Yang merupakan
serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh KSM dalam rangka Penyusunan Usulan
Kegiatan Sarana & Prasarana sebelum melaksanakan proses pelaksanaan
pembangunan (fisik/konstruksi) sarana & prasarana. Keseluruhan proses kegiatan
tersebut selanjutnya dituangkan dalam Dokumen yang disebut Doumen Proposal
Usulan Kegiatan KSM. Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi KSM
Lingkungan, terutama :
a) Untuk mendapatkan usulan kegiatan yang baik dan layak secara teknis,
keuangan dan aman terhadap lingkungan & sosial (safeguards);
b) Untuk memampukan masyarakat dalam membuat rencana pelaksanaan
kegiatan;
c) Memenuhi persyaratan bagi Panitia untuk melaksanakan kegiatan PNPM Mandiri
Perkotaan;
Baik KSM sebagai Pelaksana Kegiatan Lingkungan maupun Kegiatan Lingkungan
yang diusulkan oleh KSM untuk dilaksanakan melalui PNPM Mandiri Perkotaan
harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Program.
1. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari buku ini adalah untuk dijadikan pegangan dalam pelaksanaan
Persiapan & Perencanaan Teknis, khususnya dalam rangkaian kegiatan
Penyusunan Proposal Usulan Kegiatan KSM Lingkungan dalam rangka
memenuhi persyaratan pelaksanaan kegiatan lingkungan program PNPM Mandiri
Perkotaan.
Tujuannya adalah untuk memberikan petunjuk dalam pelaksanaan kegiatan
Persiapan & Perencanaan Teknis, khususnya dalam rangkaian kegiatan
Penyusunan Proposal Usulan Kegiatan KSM Lingkungan agar memenuhi
ketentuan teknis dan administrasi kegiatan sesuai dengan persyaratan kegiatan
lingkungan yang telah ditetapkan program PNPM Mandiri Perkotaan.
2. RUANG LINGKUP
Buku ini mencakup maksud, tujuan, ruang lingkup, ketentuan-ketentuan
Penyusunan Proposal Usulan Kegiatan Lingkungan, yang mencakup : Organisasi
KSM Lingkungan, Komponen Kegiatan Lingkungan, Mekanisme Umum
Pelaksanaan Kegiatan Lingkungan, Langkah-langkah teknis Penyusunan Usulan
Kegiatan dan Tatacara Verifikasi Kelayakan Usulan Kegiatan Lingkungan.
Buku ini juga sekaligus dapat digunakan sebagai pedoman teknis pelaksanaan
kegiatan PAKET maupun ND yang sumber dananya berasal dari BLM,
khususnya kegiatan sebagaimana diuraikan dalam Bagian II, Persyaratan
Kelayakan Teknis Kegiatan, Bagian III Komponen Kegiatan, Bagian V, semua
Kegiatan Perencanan Teknis (kecuali PAKET yang harus menyesuaikan kegiatan
Pernyataan Kesanggupan O&P dan dapat menggunakan Formulir Pengamanan
Dampak Lingkungan bila tidak memerlukan proses UPL/UKL) dan Bagian VI,
khususnya komponen Verifikasi pada Aspek Manajemen & Kelayakan Teknis
Kegiatan.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 1


II. KSM LINGKUNGAN
1. Pengertian KSM/Panitia
Kelompok Swadaya Masyarakat
disingkat KSM adalah kumpulan
orang/masyarakat yang
menyatukan diri secara sukarela
dalam kelompok dikarenakan
adanya ikatan pemersatu, yaitu
adanya kepentingan dan
kebutuhan yang sama, sehingga
dalam kelompok tersebut memiliki
kesamaan tujuan yang ingin
dicapai. Sedangkan PANITIA
adalah sebutan bagi KSM yang mengelola kegiatan Lingkungan
(pembangunan sarana dan prasarana) dalam program PNPM Mandiri
Perkotaan.
Panitia merupakan suatu kelompok kemasyarakatan yang ada di kel/desa
setempat, bukan di kel/desa lain. Kelompok ini tumbuh dan berkembang serta
diakui keberadaannya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
KSM/PANITIA ini dapat merupakan kelompok swadaya yang sudah tumbuh
sejak lama atau baru dibentuk karena adanya kesamaan kepentingan dan
kebutuhan dalam kelompok tersebut. Jadi bukan organisasi yang dibentuk
karena mengejar keuntungan (finansial) dari melaksanakan kegiatan proyek
PNPM Mandiri Perkotaan.
KSM yang dikembangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan mempunyai
filosofi, yaitu ”KSM adalah Yang Mengusulkan/Merencanakan, Melaksanakan
dan Memanfaatkan & Memelihara Sarana dan prasarananya sendiri”. Artinya
bahwa KSM sendirilah yang merencanakan kegiatannya, melaksanakan
proses pembangunan apa yang sudah direncanakannya dan memanfaatkan
& memelihara hasil kegiatan pembangunan (sarana & prasarana) yang telah
dibangunnya.
KSM/PANITIA dibentuk oleh masyarakat dan beranggotakan masyarakat itu
sendiri. Organisasi ini biasanya dibentuk berdasarkan kepentingan tertentu
atau sebagai wadah bagi suatu kelompok yang ada dalam masyarakat.
Organisasi kemasyarakatan ini misalnya, Lembaga Adat, Karang Taruna,
PKK, Kelompok Tani, Kelompok Nelayan, Kelompok Pedagang dan
sejenisnya yang sungguh – sungguh mengemban dan mengupayakan
perwujudan kepentingan masyarakat desa/kelurahan. KSM bisa merupakan
pengembangan dari organisasi kemasyarakatan yang sudah ada atau
pembentukan organisasi baru. Tatacara pembentukan/pengembangan KSM
dapat dilihat dalam buku Pedoman Teknis Pembentukan/Pengembangan
KSM PNPM Mandiri Perkotaan.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 2
2. Mengapa KSM/Panitia perlu dilibatkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan?
1. Memberikan kesempatan kepada masyarakat ikut berpartisipasi dalam
perencanaan pembangunan sarana & prasarana di wilayahnya.
2. Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri masyarakat baik dalam
hal pengelolaan pembangunan yang bersifat teknis maupun dalam hal
berorganisasi.
3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap prasarana yang
akan dibangun.
4. Memberikan peluang dan kesempatan berfungsinya gerakan
keswadayaan modal masyarakat untuk turut serta di dalam proses
pembangunan, seperti menyumbangkan tanah atau tanaman yang
terkena proyek, sumbangan bahan/alat yang dibutuhkan, ikut bekerja
langsung, dll.
5. Dalam rangka lebih mendaya gunakan dan melibatkan organisasi/lembaga
kemasyarakatan yang ada terkait dengan pembangunan daerahnya
(kel/desa).
3. Peran KSM/PANITIA pada tahap Persiapan & Perencanaan
Pembangunan Infrasrtuktur
Peran KSM/Panitia dalam tahap kegiatan Persiapan & Perencanaan Teknis
kegiatan pembangunan sarana & prasarana, antara lain adalah :
1. Membangun/Mengembangkan Organisasi KSM/PANITIA;
2. Melakukan Perencanaan Teknis Pembangunan sarana & prasarana;
3. Mensosialisasikan program PNPM;
4. Mendorong masyarakat untuk berswadaya dalam pelaksanaan dan
pemeliharaan sarana & prasarana yang dibangun diwilayahnya;
4. Kriteria bagi KSM sehingga terpilih menjadi pelaksana kegiatan
Kriteria kelayakan Panitia untuk menjadi
pelaksana kegiatan pembangunan sarana
& prasarana, dapat dilihat dari dua aspek
yang harus dipenuhi dari Aspek
Organisasi KSM dan Manajemen & Teknis
Kegiatannya, yaitu :
1. Aspek Organisasi :
a) Memiliki struktur organisasi
pengurus, anggota dan aturan main
organisasinya;
b) Anggota KSM minimal 30% adalah
perempuan;
c) Mendaftarkan diri pada BKM/LKM
setempat dan Dinyatakan Layak oleh BKM/LKM;
d) Merupakan Pemanfaat & Pemelihara Infrastruktur yang dibangun;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 3


2. Aspek Manajemen dan Teknis Kegiatan :
a) Jumlah Total dana BLM PNPM yang diajukan dalam proposal tidak
melampaui Rp. 50 Juta per
KSM;
b) Mempunyai Rencana Kerja
Pelaksanaan, seperti RAB,
Jadwal, Organisasi & Tim
Pelaksa Pekerjaan dan cukup
ketersediaan tenaga kerja
yang akan terlibat;
c) Memiliki atau mampu
menyediakan tenaga yang
berpengalaman, atau mampu
membaca gambar kerja atau
memiliki ketrampilan teknis
konstruksi yang ditempatkan
dalam Tim Pelaksana sebagai Koordinator/Ketua Tim atau Pelaksana
Lapangan (minimum 1 orang dengan pengalaman sebagai Tukang atau
Mandor);
d) Prasarana yang diusulkan tercantum didalam dokumen Renta/PJM-
Pronangkis. KSM tidak diperbolehkan melakukan perubahan jenis
kegiatan yang akan dilaksanakan dari Renta/PJM. Perubahan jenis
kegiatan hanya boleh dilakukan karena suatu alasan tertentu/terpaksa
melalui Kesepakatan Musyawarah BKM/LKM yang melibatkan seluruh
warga (Ada Berita Acara Perubahan Kegiatan);
e) Tidak bertentangan dengan Daftar Kegiatan Terlarang;
f) Tidak berpotensi menimbulkan Dampak Negatif (merusak) terhadap
Lingkungan dan Sosial;
e) Desain/perencanaan teknis harus aman dan dapat tahan lama (sesuai
standar teknis yang ditetapkan oleh instansi teknis, seperti PU);
f) Dapat dilaksanakan oleh Panitia (secara langsung atau melalui
kerjasama dengan pihak ketiga);
g) Waktu pelaksanaan kegiatan dapat diselesaikan sesuai ketentuan
program;
h) Mempunyai potensi swadaya masyarakat baik untuk tahap pelaksanaan
maupun tahap pemeliharaannya;
i) Prasarana yang akan dibangun tidak sedang dibangun oleh Pemerintah
atau program lain;
j) Khusus, Untuk sarana dan prasarana yang bersifat kompleks atau
berteknologi tinggi, maka pelaksanaan kegiatannya harus mendapat
persetujuan Tim KMW atau instansi teknis terkait (seperti PU) didaerah
setempat;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 4


III. KOMPONEN KEGIATAN LINGKUNGAN
Jenis kegiatan lingkungan atau infrastruktur atau sarana & prasarana yang
dibangun oleh KSM/PANITIA dalam PNPM Mandiri Perkotaan pada dasarnya
bersifat sangat luwes (flexible) sesuai usulan/kebutuhan masyarakat, terutama
kegiatan perbaikan dan pembangunan sarana/prasarana perumahan dan
permukiman baik untuk kepentingan umum (kolektif) maupun kepentingan
individu masyarakat miskin (Individual). Semua jenis kegiatan yang akan
dilaksanakan tersebut haruslah memenuhi persyaratan kelayakan teknis
kegiatan sebagaimana telah diuraikan pada kriteria kelayakan teknis kegiatan
yang diusulkan oleh KSM/PANITIA (lihat poin (d) s/d (k) pada aspek
Manajemen & Teknis Kelayakan KSM/PANITIA diatas).
Secara umum jenis – jenis sarana/prasarana yang dibangun dalam PNPM
Mandiri Perkotaan, antara lain, meliputi :

3.1. JALAN dan Bangunan Pelengkapnya


Jalan disini adalah jalan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antar
desa/kelurahan atau ke lokasi pemasaran, atau berfungsi sebagai penghubung
hunian/perumahan, serta juga berfungsi sebagai penghubung desa/kelurahan
ke pusat kegiatan yang lebih tinggi tingkatannya (kecamatan/kab/kota).
Jalan dibangun atau ditingkatkan untuk membangkitkan manfaat-manfaat bagi
masyarakat, seperti :
ƒ Membuka isolasi; Mempermudah pengiriman sarana produksi;
ƒ Mempermudah pengiriman hasil produksi ke pasar, baik yang di desa
maupun yang diluar, dan
ƒ Meningkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan dan
penyuluhan.
Jenis-jenis konsrtuksi jalan dibedakan atas 3, yaitu Jalan Tanah, Jalan
Diperkeras dan Jalan Beraspal.
Jalan Tanah, merupakan badan jalan tanah yang tidak diberikan lapis
perkerasan sebagai penutup dan dipadatkan. Jalan ini dapat merupakan jalan
tanah didaerah galian atau didaerah timbunan.
Untuk dapat melindungi badan jalan dari pengaruh lalu lintas atau perubahan
alam, maka diatas badan jalan diberi lapisan perkerasan (Jalan Diperkeras
dan Jalan Beraspal). Jenis lapis perkerasan yang umum dipergunakan dalam
pembangunan jalan adalah :
Jalan Beraspal :
1. Lapis Permukaan Buras (Pelaburan Aspal), merupakan hasil
penyiraman/penyomprotan aspal diatas permukaan jalan, kemudian ditabur
dengan pasir dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
2. Lapis Penetrasi Makadam (Lapen), dimana bahan perkerasan terdiri dari
susunan batu pokok (3-5cm), batu pengunci (1-2cm) dan batu penutup

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 5


(pasir) dan campuran aspal panas sebagai pengikat diantara tiap lapisan
dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
3. Lapis Asbuton Agregat (Lasbutag), dimana bahan perkerasan terdiri dari
campuran agregat kasar (batu 3-5cm), agregat halus (batu 2-3cm), bahan
pelunak/peremaja dan aspal buton yang dicampur secara dingin sebagai
pengikat dan dipadatkan sebagai lapis penutup.
Lingkup pekerjaan Pembangunan Jalan Beraspal dibatasi dengan prioritas (1).
Perbaikan jalan beraspal yang telah ada (2). Peningkatan jalan Diperkeras
yang telah ada.
Jalan Diperkeras :
4. Perkerasan sirtu/kerikil (pasir campur batu), dimana bahan perkerasan
Sirtu terdiri dari campuran pasir batu yang langsung diambil dari alam
(sungai) atau campuran antara kerikil ukuran 2 – 5 cm dengan pasir urug.
Ketebalan minimum perkerasan Sirtu ini adalah 10 cm.
5. Perkerasan batu belah (telford), terdiri atas pasir urug, batu belah, batu
pengisi dan batu tepi. Batu belah disusun sesuai dengan spesifikasi diatas
alas pasir urug dengan ketebalan 20 cm. Badan jalan harus sudah
dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pasir dihamparkan. Perkerasan
Telford harus bebas dari akar, rumput atau sampah dan kotoran lain. Untuk
ketebalan pasir urug minimal 3 cm.
6. Perkerasan Makadam Ikat Basah (Waterbound Macadam), bahan
perkerasan Makadam terdiri atas agregat pokok ukuran 3 - 5 cm, agregat
pengunci dengan ukuran 1 – 2 cm dan pasir penutup.
7. Perkerasan Beton Tumbuk (Rabat Beton), dibuat dari bahan semen pasir
dan kerikil dengan perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir : 5 kerilil/batu
pecah. Perkerasan ini dipergunakan untuk jalan lingkungan/permukiman
atau di daerah yang tanah dasarnya labil, mudah pecah, lembek, pada
turunan/tanjakan dan diatas singkapan batu. Tebal perkerasan rabat beton
ini minimal 7 cm.
Bangunan Pelengkap Jalan
Infrastruktur Bangunan Pelengkap Jalan dapat berupa (1). Gorong-gorong
yang berfungsi untuk mengalirkan air yang melewati badan jalan dan (2)
Penahan Lereng/Tebing Jalan yang berfungsi untuk menahan terjadinya
kelongsoran tanah ke badan jalan atau kelongsoran badan jalan dan (3).
saluran samping jalan.
Penjelasan lebih detail system dan spesifikasi Jalan mengacu pada Pedoman
Sederhana Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan yang diterbitkan oleh
Badan Penelitian dan Pengembangan, Puslitbang Jalan- Dep. PU, 1996.
3.2. DRAINASE
Kegiatan drainase disini dapat meliputi saluran pembuangan air hujan di
permukiman, termasuk sumur resapan.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 6


3.3. JEMBATAN
Jembatan adalah suatu bangunan konstruksi di atas sungai atau jurang yang
digunakan sebagai prasarana lalu lintas darat.
Tujuan dari pembangunan jembatan di perdesaan adalah untuk sarana
penghubung pejalan kaki atau lalu-lintas kendaraan ringan di perdesaan.
Konstruksinya sederhana dengan mempertimbangkan sumberdaya setempat
(tenaga kerja, material, peralatan, teknologi) sehingga mampu dilaksanakan
oleh masyarakat setempat.
Jenis jembatan dikembangkan antara lain terdiri dari : (1). Jembatan Beton,
Pelimpas/Bronjong/Batu; Jembatan Gantung; Jembatan Gelagar Besi;
Jembatan Kayu, dll.
Penjelasan lebih detail system dan spesifikasi Jembatan mengacu pada Pedoman
Sederhana Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan yang diterbitkan oleh
Badan Penelitian dan Pengembangan, Puslitbang Jalan- Dep. PU Tahun 1996 .

3.4. PRASARANA IRIGASI (BANGUNAN AIR)


Irigasi yang dimaksud disini adalah irigasi yang dikelola oleh masyarakat.
Tujuan pembangunan jaringan irigasi perdesaan, yaitu;
ƒ Meningkatkan produksi pangan terutama beras.
ƒ Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan air irigasi.
ƒ Meningkatkan intensitas tanam.
ƒ Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat dalam pembangunan
jaringan irigasi perdesaan.
Lingkup pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi sederhana dibatasi dengan
prioritas sebagai berikut :
1. Perbaikan/ rehabilitasi jaringan irigasi yang telah ada.
2. Peningkatan irigasi perdesaan yang telah ada.
3. Pembangunan baru irigasi perdesaan.
Jenis infrastruktur Bangunan Pengairan/Irigasi yang dapat dibangun antara lain
: Embung, Bendung Cerucuk, Bendung Bronjong, Saluran Pembawa & Boks
Bagi, Bangunan Pelindung Pantai Sederhana dgn Turap, Bangunan Penahan
Longsoran Tanah, dll.
Standar Irigasi mengacu pada Pedoman Teknis Sederhana Pembangunan
Bangunan Pengairan untuk Perdesaan yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan, Puslitbang Pengairan - Dep. PU Tahun 1995.
3.5. PRASARANA AIR BERSIH
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang
kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah
dimasak. Pembangunan prasarana Air Bersih ini bersifat mendekatkan akses
air bersih dan atau memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat desa,
khususnya warga miskin.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 7
Prasarana air bersih dikelompokkan dalam dua sistem yaitu ;
1. Sistem Komunal, Efisien diterapkan untuk pelayanan lebih dari 20 KK.
Jenis prasarana pendukung antara lain : Pelindung Mata Air (PMA);
Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS), seperti SPL/SKNT; Sumur Bor
(SBR); Hidran Umum (HU); Perpipaan, dll
2. Sistem Individual, Dapat melayani 1-4 KK, jaraknya kurang dari 100 m.
Jenis prasarana pendukungnya antara lain : Sumur Gali (SGL); Sumur
Pompa Tangan (SPT); Penampung Air Hujan (PAH)
Sistem air bersih sangat ditentukan oleh sumber airnya, karena itu survey
sumber air harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
a) Pembuatan Perlindungan Mata Air (PMA)
Yang dimaksud dengan PMA adalah bangunan yang dibangun untuk
melindungi mata air terhadap pencemaran yang dilengkapi dengan bak
penampung.
Bak Penampung adalah bangunan bak kedap air yang berfungsi sebagai
penampung air dari mata air sebelum di distribusikan ke masyarakat. Bak
penampung dilengkapi dengan penguras, pipa masuk, pipa keluar, pipa
peluap dan meter air.
PMA dapat dilengkapi dengan bangunan penangkap yaitu bangunan yang
berfungsi sebagai penangkap dan pengumpul dari mata air.
b) Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS)
Yang dimaksud dengan IPAS adalah bangunan pengolah air baku yang
mampu mengolah air dengan tingkat kekeruhan kurang dari 150 NTU
menjadi bersih secara sederhana untuk pelayanan secara komunal. Kata
sederhana diartikan sebagai : Mudah dalam pelaksanaan pembuatan,
Murah dalam pembiayaan, Murah dan mudah dalam operasi dan
pemeliharaan IPAS.
c) Sumur Bor (SBR)
SBR adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur dalam yang dibuat
dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air
sesuai dengan yang diinginkan. Sumur bor direncanakan apabila
penggunaan sumur pompa tangan tidak bisa dilakukan. Untuk
pembangunan sumur bor ini harus ada data potensi air tanah dalam dari
dan yang direkomendasikan dari instansi berwenang (seperti P2AT, Dinas
Pertambangan, Dinas Sumber Daya Air setempat). Selama proses
pelaksanaan pengoboran, harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
untuk mendapatkan bimbingan dan pengawasan.
d) Hidran Umum (HU)
Hidran umum adalah sarana penyediaan air bersih yang sumbernya
berasal dari air permukaan yang dialirkan melalui perpipaan ke tempat atau
distribusi yang bersifat komunal.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 8
Jenis bak penampung terdiri dari : Fibre glass, Pasangan bata dan
Ferrocement. Bangunan Hidran umum terdiri dari : pondasi, bak
penampungan air , lantai dan saluran drainase;
Bentuk hidran umum merupakan pemasangan keran dengan diameter
tertentu didalam satu areal pemukiman yang dilengkapi dengan lantai yang
dapat dipergunakan sebagai sumber air minum dan untuk kegiatan
mencuci. Perencanaannya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan
beberapa kekeluarga (komunal).
e) Sistem Perpipaan
Sistem penyediaan Air Bersih Perpipaan merupakan jaringan pengaliran
(transmisi) air bersih melalui pipa dari bangunan pengambil (sumber air
baku) sampai ke pelanggan (SR dan HU) secara gravitasi maupun pompa.
Bangunan dan perlengkapan system perpipaan ini terdiri atas :
1. Bangunan pengambil air baku (intake, sumur bor, bronkaptering);
2. Jaringan pipa transmisi dan pipa distribusi;
3. Bangunan penunjang seperti reservoir, Bak pelepas tekan, instalasi
pengolah air minum, rumah jaga, dll.
4. Perlengkapan pipa seperti : katup (valve), meter air, katup udara, katup
penguras, dll;
5. Bangunan Pelayanan, seperti Sambungan Rumah (SR), HU;
6. Jembatan pipa (siphon).
f) Sumur Gali (SGL)
Sumur gali adalah sarana untuk menyadap dan menampung air tanah dari
akifer yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air bersih dan mampu
menghasilkan air sebanyak minimal 400 liter setiap hari per keluarga atau
harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya.
g) Sumur Pompa Tangan (SPT)
SPT adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat
dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air
sesuai dengan yang diinginkan.
Pengambilan air baku dilakukan dengan menghisap atau menekan air
kepermukaan tanah dengan menggunakan pompa yang digerakkan dengan
tangan dan biasa disebut dengan pompa tangan.
h) Penampungan Air Hujan (PAH)
Yang dimaksud dengan PAH adalah tangki untuk menampung dan
menyimpan air hujan yang akan dipergunakan selama musim kemarau
dengan sistem individual. Fungsi utama tangki ini adalah untuk menampung
air hujan yang ditangkap oleh atap rumah dan disalurkan melalui talang
pada musim hujan dan akan digunakan pada musim kemarau. Disamping
itu tangki ini juga digunakan untuk menampung air bersih lain seperti dari

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 9


PDAM yang didistribusikan melalui mobil-mobil tangki. Mengingat kuantitas
air yang ditampung terbatas, air ini hanya akan digunakan untuk keperluan
air minum saja. Direncakan untuk memenuhi kebutuhan 1 keluarga (bukan
fasilitas umum) dan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air + 30
liter/orang/hari.
3.6 PRASARANA MANDI, CUCI, KAKUS
Dapat berupa MCK Umum (Komunal) dan Jamban/WC Keluarga (Individual).
MCK dapat dibedakan atas 2, yaitu;
1. MCK umum permukiman, adalah suatu sarana atau fasilitas umum pada
lingkungan pemukiman yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga
(10 – 25 jiwa), untuk mandi, cuci dan buang air dilokasi tertentu yang terdiri
dari bangunan bawah yang berupa cubluk atau tangki resapan.
2. MCK pelayanan umum, adalah suatu sarana atau fasilitas umum didaerah
komersial (pasar, pertokoan atau stasiun) yang digunakan bersama oleh
beberapa jiwa (10-25 jiwa) untuk mandi, cuci dan buang air dilokasi tertentu
yang terdiri dari bangunan bawah berupa cubluk atau tangki resapan.

3.7. PRASARANA PERSAMPAHAN


Prasarana persampahan yang dimaksudkan disini adalah prasarana
persampahan dilingkungan permukiman yang mencakup rumah sampah
(termasuk TPS) dan Gerobak sampah.
3.8. PRASARANA KESEHATAN
Kegiatan yang berkaitan dengan upaya kesehatan yang berbasis masyarakat
(UKBM) yang dikembangkan dalam PNPM Perkotaan antara lain: Pos
Kesehatan Desa (Poskesdes), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos
bersalin desa (Polindes), dalam cakupan layanan wilayah kelurahan/desa.
Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan atau renovasi atau
pembangunan baru prasarana pelayanan kesehatan disini harus
dikoordinasikan (termasuk desain dan penataan ruang) dan tidak bertentangan
dengan kebijakan/perencanaan umum dari dinas Kesehatan/sektor terkait di
daerah.
3.9. PRASARANA PENDIDIKAN
Kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan sarana/prasarana pendidikan
disini diprioritaskan pada perbaikan atau renovasi pembangunan baru
prasarana pendidikan yang ada ditingkat kelurahan/desa, mencakup
renovasi/pembangunan baru bangunan Taman Kanak-kanan (TK), Renovasi
Sekolah Dasar/Madrasah dan Sekolah Menengah Pertama/MTs. Seluruh
kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan atau renovasi prasarana pendidikan
disini harus dikoordinasikan dan tidak bertentangan dengan
kebijakan/perencanaan umum dari dinas/sector terkait di daerah.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 10


3.10 PRASARANA PERUMAHAN/PERMUKIMAN
Prasarana/kegiatan lingkungan permukiman yang dibangun dalam PNPM
merupakan jenis prasarana/kegiatan yang bersifat individu bagi masyarakat
miskin, misalnya perbaikan dan pembangunan prasarana rumah tangga
(renovasi rumah warmis, dll).
3.11. PRASARANA PENERANGAN UMUM
Prasarana/kegiatan lingkungan penerangan umum yang dibangun dalam
PNPM merupakan jenis prasarana/kegiatan yang bersifat umum/kepentingan
umum bagi masyarakat miskin yang pengelolaannya dilakukan sendiri oleh
masyarakat, bentuk kegiatannya dibatasi pada penerangan jalan/tempat umum
(Tiang + Lampu) dan Pembangkit Listrik (Genset/PLTM + Jaringan + Rumah
Genset).
3.12 PRASARANA PERDAGANGAN
Prasarana/kegiatan Perdagangan yang dibangun dalam PNPM Mandiri
Perkotaan merupakan jenis prasarana/kegiatan yang bersifat
umum/kepentingan umum bagi masyarakat miskin, misalnya Pasar Desa
(termasuk Kios didalamnya) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
3.13 TAMBATAN PERAHU
Yang dimaksud dengan tambatan perahu adalah tempat untuk mengikat/
menambat perahu-perahu saat berlabuh.
Fungsi tambatan perahu sebagai tempat untuk mengikat perahu saat berlabuh
dan tempat penghubung antar 2 tempat yang dipisahkan oleh laut, sungai
maupun danau.
Terdapat 2 tipe tambatan perahu; terdiri dari :
1. Tambatan tepi, digunakan apabila dasar tepi sungai atau pantai cukup
dalam, dibangun searah tepi sungai atau pantai.
2. Tambatan dermaga, digunakan apabila dasar sungai atau pantai cukup
landai, dibangun menjalar ketengah.
Secara lebih rinci pengelompokan prasarana dan jenis komponen kegiatan
lingkungan beserta satuan pengukurannya sebagaimana diuraikan pada
diagram berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 11


DIAGRAM : RINCIAN JENIS SARANA & PRASARANA BESERTA SATUAN PENGUKURANNYA

Prasarana Jalan & Prasarana Prasarana Prasarana Penerangan Bangunan Air/ Prasarana Prasarana
Pelengkapnya MCK Persampahan Air Bersih Umum Irigasi Perdagangan Perumahan

Tanah Mandi, Wadah Sumur Gali Penerangan Box Pasar Rehab


Rabat Beton Cuci Kakus Besi Sumur P. Umum Unit Pengambil Tempat Rumah
Unit Unit Unit
Sirtu/Kerikil Jamban/ Wadah Ps Tangan (Kabel +Tiang Bebas Pelelangan Warga
Meter Makadam Kakus Unit Bata/Batu Unit Penampung + Lampu) Sal. Ikan (TPI) Miskin
Unit
Telford TPS Air Hujan Pemb. Listrik Pembawa &
Aspal Gerobak Hidran (Genset/PLTM Meter Box Bagi
Drainase +Jaringan +
Paving Blok Sampah Umum Sal.
Permukiman Rmh Genset)
Tembok Meter/ Air Bersih Pembuang
Penhan Beton Sal. Pas. Km Perpipaan Bend.
Turap Kayu Bata/Batu Penangkap Cerucuk
Meter
Tembok Ps Sal. Mata Air Bend.
Meter
Bata/Batu Tanah Instalasi Bronjong
Meter Bronjong Sal. Pengolah Unit Pintu Air
Sal. Ps. Bata/ Beton Unit Air Embung/
Sederhana Unit
Batu Sumur Waduk
Unit (SPL/SKNT)
Saluran Resapan
Tanah Sumur Bor
Saluran Beton Kran Umum
Gorong2
Meter/Unit
Beton/Plat

Prasarana
Jembatan
Prasarana Prasarana Prasarana
Kayu
Kesehatan Pendidikan Lain-Lain
Baja/pipa besi
Meter Beton Taman
Poskesdes Balai
Pelimpas Kanak2 Unit Pertemuan
Gantung Unit Posyandu
Rehab. Warga
Polindes Unit
SD … …….
Prasarana T. Perahu Rehab.
SMP
Unit Tambatan Perahu

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 12


IV. MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN
LINGKUNGAN
Secara umum mekanisme pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan oleh KSM/PANITIA
dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan
sarana & prasarana, mencakup 3 tahapan
yaitu a). Tahap Persiapan & Perencanaan
Teknis, b). tahap pelaksanaan pembangunan
dan c). tahap pasca konstruksi (pemanfaatan
& pemeliharaan). Masing-masing tahapan
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan dan Perencanaan
Teknis, mencakup :
a. Mengikuti Pelatihan-pelatihan/Coaching yang diselenggarakan oleh Tim
KMW & UPL
b. Pengorganisasian KSM/Panitia : Pada tahap ini, KSM/Panitia pada
dasarnya melaksanakan kegiatan–kegiatan persiapan organisasi
KSM/Panitia agar dapat mengikuti atau melaksanakan kegiatan
pembangunan infrastruktur di Kelurahan/desanya. Beberapa kegiatan
yang harus dilakukan disini adalah mencakup :
a) Pembentukan/Pengembangan Organisasi KSM/Panitia;
b) Pendaftaran KSM/Panitia ke BKM/LKM;
c) Registrasi KSM/Panitia oleh BKM/LKM : KSM/Panitia mendapatkan
nomor registrasi/pendaftaran sebagai calon pelaksana kegiatan
pembangunan infrastruktur.
c. Perencanaan Teknis/Penyusunan Usulan Kegiatan : pada tahap ini
KSM/Panitia melaksanakan/membuat rencana teknis kegiatan yang
lebih rinci dan detail yang menjadi muatan/substansi usulan kegiatan
KSM. Beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh KSM/Panitia pada
tahap ini mencakup :
d) Penyediaan Lahan,
e) Survey dan Identifikasi : dilakukan untuk Swadaya Masyarakat,
Teknik Infrastruktur, Harga Satuan Upah/Bahan/Alat, serta Calon
Tenaga Kerja;
f) Dokumentasi (Photo-photo) Infrastruktur kondisi awal/nol prosen
(0%);
g) Pembuatan Desain/gambar-gambar perencanaan sederhana;
h) Pengamanan Dampak Lingkungan dan Sosial
i) Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pelaksanaan
Pekerjaan;
j) Pembuatan Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 13


k) Pembuatan Rencana Pengadaan Bahan/Alat’
l) Penyusunan Struktur Organisasi & Tim Pelaksana Pekerjaan;
m) Penyusunan Dokumen Proposal Pelaksanaan Kegiatan.
Keseluruhan kegiatan tahap ini pada dasarnya adalah merupakan
serangkaian kegiatan penyusunan usulan kegiatan (Proposal).
2. Tahap Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur (Tahap Konstruksi) :
a. Persiapan Pelaksanaan Konstruksi, meli[uti kegiatan :
a) Membentuk Struktur Organisasi & Pengurus Pemanfaatan &
Pemeliharaan (Pengelola) prasarana (termasuk rencana kerja dan
aturan mainnya);
b) Mengikuti Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Konstruksi (MP2K);
c) Melaksanakan penandatanganan Surat Perjanjian Pemanfaatan
Dana kegiatan Lingkungan (SPPD-L);
d) Mengikuti Kegiatan Coaching/Pelatihan Teknis dan Administrasi
atau On The Job Trainning yang diselenggarakan oleh Tim
Fasilitator dan UPL;
e) Pembuatan & Pemasangan Papan Nama Kegiatan dilokasi proyek;
f) Sosialisasi Kegiatan KSM/Panitia kepada warga.
b. Pelaksanaan Konstruksi;
Pada tahap ini, KSM/panitia melaksanakan kegiatan-kegiatan
pembangunan infrastruktur dan melakukan pengendalian terhadap
pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini meliputi :
a) Pencairan Dana (Uang Muka dan Termin)
b) Mobilisasi Tenaga Kerja/Bahan/Alat;
c) Melaksanakan kegiatan pembangunan Prasarana/fisik;
d) Supervisi kegiatan Konstruksi
e) Musyawarah Pengadaan Bahan dan Alat (bila ada);
f) Membuat Administrasi/Laporan Harian, Mingguan;
g) Membuat Dokumentasi (Photo-photo) kondisi 50%, 100%;
h) Pemantauan Dampak Lingkungan kondisi 50%, 100%;
i) Melakukan Rapat Evaluasi Kemajuan Mingguan Lapangan;
j) Melakukan Pemeriksaan & Membuat Berita Acara Penyelesaian
Pekerjaan (BAP2);
k) Menyusun & menyampaikan laporan Akhir/Pertanggungjawaban
Pelaksanaan Kegiatan kepada BKM/UPL.
3. Tahap Pasca Konstruksi, yaitu pelaksanaan Pemanfaatan &
Pemeliharaan sarana & prasarana yang telah dibangun.

Secara lebih rinci keseluruhan tahapan tersebut dapat dilihat pada diagram -
1. Mekanisme pelaksanaan kegiatan lingkungan berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 14


DIAGRAM-1 : MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SARANA & PRASARANA (TINGKAT KELURAHAN/DESA)

SIKLUS : PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KSM & USULAN KEGIATAN SIKLUS : PEMANFAATAN BLM PASCA
KONSTRUKSI
PERSIAPAN PERENCANAAN TEKNIS PERSIAPAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI PELAKSANAAN KONSTRUKSI

PJM/
RENTA

PENGEMBANGAN
KSM
Pembentukan Teknis
Desain & Gambar/
& Pendaftaran Prasarana
Spesifikasi Teknis
(Photo 0%)
SURVEY & INVESTIGASI

KSM

Justifikasi
Pengamanan
KSM Swadaya Rembug
Dampak
Masyarakat Kesepakatan
Lingkungan
Swadaya
Registrasi (Safeguards)
KSM
Penyediaan Harga Satuan
Lahan Upah/Bahan Rembug Penyusunan
(Safeguards) / Alat Kesepakatan RAB
Coaching
KSM: Teknis Harga
Penyusunan
Usulan Rencana
Kegiatan Calon Tenaga
Jadwal
Kerja

Rencana Rembug
Pengadaan Penyiapan Rembug
Organisasi Pengadaan
& R. Kerja Bahan,
Organisasi O&P Alat
Lapangan Pelaksanaan Konstruksi,
Pencairan Dana,
Musyawarah
Pernyataan Mobilisasi Pengamanan Dampak,
T. Tangan Persiapan
Kesnggupan (T. Kerja, Laporan Kemajuan,
SPPD-L Pelaksanaan
O&P Bahan, Rapat Evaluasi Lapangan,
Konstruksi
Alat) Administras,
(MP2K) PHOTO (50%, 100%)

Penyusunan
Dok. Proposal Penajaman Coaching
& Penyampaian Rencana KSM Praktek Kerja Lapangan (OJT)
ke UPL/BKM Kerja (Teknis,
Adminstrasi
Keuangan) Supervisi Pelaksanaan

Sosialisasi Kegiatan

Penyusunan Usulan Kegiatan & Verifikasi Kelayakannya

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 15


V. LANGKAH LANGKAH PENYUSUNAN USULAN
KEGIATAN LINGKUNGAN
Sejalan dengan uraian umum mekanisme pelaksanaan kegiatan diatas,
maka langkah awal persiapan penyusunan usulan kegiatan adalah
melakukan pengorganisasian KSM/PANITIA. Setelah kegiatan persiapan
tersebut selesai maka dilakukan serangkaian kegiatan perencanaan
teknis dalam rangka penyusunan Usulan kegiatan.

Sebelum melakukan kegiatan perencanaan teknis, KSM harus terlebih


dahulu memastikan beberapa hal berikut :
1. KSM telah mendapatkan bimbingan teknis dari Faskel/UPL/Relawan
terkait dengan substansi dan prosedur pelaksanaan kegiatan
penyusunan proposal kegiatan lingkungan;
2. Telah memperoleh salinan/copy hasil Justifikasi/verifikasi Berita Acara
Pembentukan & Pendaftaran KSM dari BKM/LKM yang telah
dinyatakan layak;
3. Telah memperoleh Nomor Registrasi Pendaftaran dari BKM/LKM;
4. Cek kembali pada Dokumen PJM/Renta, apakah jenis kegiatan yang
akan diajukan sudah tercantum di dalam PJM/Renta (atau untuk
kegiatan yang mengalami perubahan, apakah sudah ada Berita Acara
Perubahan Kegiatan dari BKM/LKM);

Agar kegiatan penyusunan proposal dapat berjalan lebih efektif dan


terkoordinasi dengan baik maka sebaiknya KSM membentuk Tim
kecil/khusus yang akan bertanggungjawab untuk hal tersebut (disarankan
tim ini melibatkan beberapa orang yang paham kegiatan perencanaan
teknik infrastruktur) sedangkan pelaksanaan seluruh kegiatannya
dilakukan secara partisipatif.

Adapun langkah-langkah/proses kegiatan penyusunan usulan kegiatan


lingkungan yang harus dilakukan oleh KSM (setelah persiapan diatas
selesai), secara grafis dapat dilihat pada diagram-2 langkah-langkah
penyusunan usulan kegiatan.

Dan selanjutnya setiap kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 16


Diagram-2. Langkah-langkah Penyusunan Usulan Kegiatan Lingkungan

PJM/
RENTA

Teknis Desain & Gambar/


Pembentukan &
Prasarana Spesifikasi Teknis
Pendaftaran
(Photo 0%)
Panitia
Justifikasi

SURVEY & INVESTIGASI


Panitia Pengamanan
Rembug
Registrasi Swadaya Dampak
Masyarakat Kesepakatan Lingkungan
Panitia Swadaya (Safeguards)

Penyediaan Rembug
Harga Satuan
Lahan Kesepakatan Penyusunan RAB
Upah/Bahan/
Alat Harga

Rencana Jadwal
Calon Tenaga
Kerja
Organisasi Lapangan

Pernyataan
Kesanggupan O&P

Penyusunan Dok.
Proposal &
PERSIAPAN PERENCANAAN TEKNIS Penyampaian ke
UPL/BKM

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 17


1. PENYEDIAAN LAHAN
Untuk mewujudkan bangunan sarana dan prasarana yang telah disepakati
bersama oleh masyarakat dalam PJM Pronangkis, diperlukan ketersediaan
lahan/tanah sebagai lokasi pembangunannya. Sementara disisi lain, tanah
memiliki sifat yang terbatas dan keberadaannya dilindungi oleh hukum.
Tidak ada pihak manapun yang diperkenankan membangun tanpa seijin
pemilik tanah karena bukti kepemilikan diakui secara sah dalam hukum.
Dan jika terjadi pelanggaran (membangun diatas tanah tanpa seijin
pemiliknya) maka pihak yang melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi
sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Seringkali ditemukan adanya kegiatan infrastruktur yang telah dibuat
perencanaannya dengan matang dan siap dibangun kemudian menjadi
batal atau adanya bangunan infrastruktur yang telah selesai dibangun
kemudian harus dibongkar kembali (atau tidak bisa dimanfaatkan) hanya
karena permasalahan lahan/lokasinya yang kemudian tidak disetujui oleh
pemilik/yang terkena dampaknya. Kebutuhan akan lahan kosong untuk
lokasi pembangunan infrastruktur juga menambah tingkat kesulitan lain
dalam proses penyediaan lahan karena seringkali didalam suatu lahan,
juga terdapat aset bernilai lainnya seperti bangunan, tanaman produktif
dan harta/benda lain yang bernilai.
Berangkat dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersebut maka proses
penyediaan lahan (termasuk aset-aset bernilai didalamnya) yang
dilakukan oleh KSM merupakan salah satu hal penting yang perlu menjadi
perhatian sejak awal penyiapan kegiatan pembangunan infrastruktur.
Tujuan utamanya adalah agar diperoleh lahan yang sesuai kebutuhan
dan jangan sampai menimbulkan/ada dampak sosial bagi masyarakat,
khususnya bagi pemilik dan semua warga yang terkena dampak termasuk
penduduk asli disekitarnya.
Sejalan dengan itu maka pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui
PNPM MP meletakan penyediaan lahan/pembebasan lahan sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan teknisnya,
dilakukan sesuai ketentuan/norma-norma yang berlaku sehingga tidak
menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Dan secara teknis seluruh
proses penyediaan lahan beserta-bukti-bukti tertulisnya harus disampaikan
dalam dokumen proposal usulan kegiatan KSM bersangkutan dan
diverifikasi oleh fasilitator.
Beberapa prinsip dalam proses penyediaan lahan adalah :
9 Menghindarkan atau meminimalkan adanya dampak sosial bagi
masyarakat, termasuk bagi penduduk asli setempat;
9 Transparan, semua pihak (termasuk yang terkena dampak/pemiliknya)
dapat mengetahui dan memahami semua informasi yang ada
termasuk konsekuensi atau akibat-akibatnya,

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 18


9 Partisipatif, melibatkan semua pihak (termasuk yang terkena
dampak/pemiliknya) dalam proses/forum pengambilan keputusannya;
9 Akuntabel/dapat dipertanggungjawabkan, bahwa semua proses
dilakukan secara benar sesuai ketentuan yang berlaku, proses
didokumentasikan dan hasil-hasil kesepakatan/keputusan dibuat
secara tertulis dan dihadapan saksi-saksi.
Berdasarkan pengalaman P2KP lalu, dimana kegiatan infrastruktur adalah
bersakala kecil/sederhana, maka secara umum ada 3 pola penyediaan
lahan yang terjadi dalam kegiatan pembangunan infrastruktur, yaitu :
1) Penyediaan lahan melalui kontribusi lahan oleh warga penerima
manfaat langsung
2) Penyediaan lahan melalui mekanisme kompensasi (ganti rugi tunai).
Biasanya lokasi ini memang merupakan lokasi yang tidak dapat
digantikan dgn lokasi lain seperti kasus penampungan air didekat mata
air;
3) Penyediaan lahan melalui kontribusi pemerintah setempat. Biasanya
lokasi ini adalah lahan negara (state land) untuk pembangunan
prasarana/sarana yang pembiayaannya dilakukan secara patungan
seperti pada kegiatan Paket/Panitia Kemitraan. Dimana Proposal
kegiatan juga disusun bersama antara masyarakat dan pemerintah
setempat.
Sedangkan cara kontribusinya, dapat dilakukan melalui :
(1). Hibah, kontribusi secara sukarela yang disertai dengan pelepasan hak
milik dari pemiliknya kepada pihak lain tanpa ada batas waktu tertentu
(selamanya);
(2). Ijin pakai, kontribusi secara sukarela tanpa disertai pelepasan hak
milik dari pemiliknya kepada pihak lain dan hanya dalam kurun waktu
tertentu;
(3). Ijin dilalui, pada prinsipnya sama dengan ijin pakai, hanya disini
bahwa pemilik masih tetap diperbolehkan memanfaatkan tanah
tersebut sepanjang tidak merusak kepentingan pihak yang diberi ijin.
Contoh sederhana adalah ijin pemasangan pipa air bawah tanah yang
melewati pekarangan rumah warga, dimana pemilik masih
diperbolehkan memanfaatkan tanah tersebut (bagian
atas/permukaannya) sebagai tempat lalulintas orang atau ternaknya,
dll.
(4). Kompensasi atau gantirugi tunai, penyediaan lahan yang diberikan
oleh pihak pemilik dengan persyaratan ada ganti rugi tunai.
Dalam penyediaan lahan ini, bentuk kontribusi warga dapat berupa tanah,
tanaman produktif atau aset lain didalamnya dan tidak harus melalui satu
cara yang digunakan, tetapi dapat merupakan kombinasi dari kesemua
cara dan pola tersebut diatas.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 19


Proses pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara partisipatif dengan
langkah-langkah kegiatan adalah sebagaimana terlihat pada diagram
proses penyediaan lahan. Diagram tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut. :
1. Periksa, apakah kegiatan infrastruktur yang diusulkan membutuhkan
pembebasan tanah? Jika tidak maka kegiatan ini tidak perlu dilakukan,
misalnya untuk kegiatan yang bersifat perbaikan atau rehabilitasi ringan
atau kegiatan yang bersifat individu bagi warga miskin seperti jamban
keluarga,dll. Dan jika Ya, lanjutkan ke langkah berikut.
2. Kumpulkan informasi dasar/minimum berupa :
9 Luas Lahan Yang Dibutuhkan ?
9 Alamat Lokasi tanah yang diperlukan tersebut ?
9 Siapa Pemiliknya?
9 Apa Status Kepemilikan-nya (milik pribadi/milik keluarga/adat/milik
perusahaan, pemerintah, dll)
9 Apa Peruntukan Lahan tersebut saat ini?
Informasi ini dapat diperoleh dengan cara menanyakan langsung
kepada warga atau pemerintah kelurahan setempat atau pemantauan
langsung kelapangan atau melalui informasi/data-data hasil PS atau
dokumen PJM pronangkis yang sudah ada di BKM/LKM.
3. Lakukan pertemuan/rembug dengan pihak pemilik/yang terkena
dampak dan melibatkan pihak-pihak lain seperti Lurah/Kades, Ketua
RT/RW, tokoh masyarakat/adat, BKM/LKM dan lain-lain yang dianggap
perlu.
a. Dalam rembug ini agar dapat dijelaskan semua informasi dasar yang
telah diperoleh sebelumnya (poin 2) termasuk bentuk/cara2
kontribusi bagi masyarakat, konsekuensi/akibat-akibat yang akan
diterima oleh pihak yang akan terkena dampak/pemiliknya.
b. Pertemuan ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga KSM
memperoleh kesepakatan dengan semua pihak yang terkena
dampak/pemiliknya.
c. Buat dokumentasi : Daftar hadir, Catatan Hasil/Notulen dan photo-
photo pelaksanaan pertemuan tersebut.
d. Apabila kesepakatan yang dicapai dengan pemilik/pihak-pihak yang
terkena dampak adalah kontribusi dalam bentuk Ijin Pakai atau Ijin
Dilalui maka harus disepakati juga batas waktunya (minimal 5 tahun)
dan bentuk sanksi-sanksi/syarat bagi pemilik dan pemakai.
e. Apabila kesepakatan yang dicapai dengan pemilik/pihak-pihak yang
terkena dampak adalah kompensasi atau ada ganti rugi tunai maka
harus disepakati besarnya biaya ganti rugi, siapa yang akan
membiayai ganti rugi dan kapan penyerahan ganti rugi tersebut.
f. Buatlah Peta lokasi lahan yang dikontribusikan tersebut.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 20


Diagram Proses Penyediaan Lahan Lokasi Infrastruktur

SELESAI
Apakah Subproyek (Verifikasi oleh
Tidak
membutuhkan UPL &
Pembebasan Lahan ? Fasilitator)
Ya
Kumpulkan Informasi Dasar :
1. Berapa Luas Lahan Yang Dibutuhkan? Penyerahan
2. Dimana Alamat Lokasi tersebut? Lahan
3. Siapa Pemiliknya?
4. Apa Status Kepemilikan-nya (milik probadi/milik
keluarga/adat/milik perusahaan, dll)
5. Apa Peruntukan Lahan tersebut saat ini?

Notulen
Lakukan Rembug2 Kesepakatan & Photo2
Pembebasan Lahan
(KSM dengan Pemilik) Daftar Hadir

Pernyataan
Apakah Hibah
Buat Surat :
Kesepakatan Ya Surat
1. Pernyataan HIBAH dari
Pembebasan Pemisahan Hak
Pemilik;
Lahan : Milik (PPAT)
2. Surat Pelepasan Hak Milik;
“HIBAH”
3. Permhnan Pemisahan Hak
?
Ti dak

Apakah
Kesepakatan Buat Surat Kesepakatan Pernyataan Ijin
Pembebasan Ya Pakai/Ijin Dilalui
“ Ijin Pakai atau Ijin Dilalui”
Lahan : (KSM dengan Pemilik Lahan)
Ijin Pakai/
Dilalui”
?
Ti dak

Surat Pernyataan
Apakah Gantirugi
Kesepakatan Buat Surat Kesepakatan
Tidak Ya “Ganti Rugi”
Pembebasan
Lahan : (KSM dengan Pemilik Lahan)
“Gantirugi” Kuitansi
?
Membuat Surat : Surat
1. Bukti Pelunasan Gantirugi. Pemisahan Hak
2. Surat Pelepasan Hak Milik; Milik (PPAT)
3. Permhnan Pemisahan Hak

4. Berdasarkan hasil kesepakatan yang dicapai, buatlah administrasi


pertanggungjawaban yang diperlukan sesuai bentuk kontribusinya :
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 21
a. Hibah : Surat Pernyataan Hibah, Surat Pelepasan Hak Milik, Surat
Permohonan Pemisahan Hak Milik dari Pemilik dan Surat
Pemisahan Hak Milik dari Pejabat Pembuat Akta Tanah/intansi lain
yang berwenang setempat.
b. Ijin Pakai/Ijin Dilalui : Surat Pernyataan Ijin Pakai atau Ijin Dilalui
dari Pemilik, yang juga mencantumkan batasan waktu dan
sanksi/syarat-syaratnya.
c. Kompensasi : Surat Pernyataan Ganti Rugi, Surat Pelepasan Hak
Milik, Surat Permohonan Pemisahan Hak Milik dari Pemilik, Kwitansi
Pembayaran/Bukti Pelunasan Ganti rugi dan Surat Pemisahan Hak
Milik dari Pejabat Pembuat Akta Tanah/intansi lain yang berwenang
setempat.
5. Seluruh proses dan administrasi yang diperlukan selanjutnya diverifikasi
kelayakannya oleh Fasilitator Kelurahan bersama UPL;
Adapun contoh bentuk Surat Pernyataan Kontribusi Lahan dapat
mengacu pada formulir yang telah disediakan (lihat contoh Form 2,
Proposal) terlampir.
Catatan :
1. Dana BLM PNPM MP tidak dapat dipergunakan untuk membiayai
ganti rugi penyediaan lahan, termasuk aset-aset didalamnya;
2. Uraian terkait penyediaan lahan atau pembebasan lahan dalam buku
ini hanya merupakan penjelasan teknis yang mengacu pada buku
Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan (Bab VI
Pengamanan, beserta Lampirannya). Oleh karena itu maka untuk
memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh, dipersilahkan
membaca buku Pedoman PNPM Mandiri Perkotaan tersebut.
3. Penerima Dampak yang harus diperhatikan adalah pemilik lahan
atau warga lain disekitar lahan tersebut, termasuk penduduk asli
setempat (Dampak Sosial);
4. Oleh karena proses pengurusan Surat Pemisahan Hak dari Pejabat
Pembuat Akta Tanah/Instansi lain yang berwenang setempat
memerlukan waktu yang cukup panjang maka administrasi ini tidak
perlu dilampirkan dalam dokumen proposal usulan kegiatan KSM.
2. SURVEY TEKNIS PRASARANA
Tujuan Survey Teknis prasarana ini adalah untuk mendapatkan data-
data/informasi kondisi/situasi awal lokasi pembangunan infrastruktur yang
sebenarnya. Data-data/informasi tersebut selanjutnya akan dipergunakan
dalam menentukan desain dan gambar rencana bangunan yang akan
dibangun.
Sebelum melakukan survey, KSM yang memiliki keahlian teknik dan
relawan/ masyarakat yang berminat perlu dibekali dengan pemahaman
teknik, terutama mencakup :
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 22
ƒ Jadwal dan Urutan kegiatan;
ƒ Pembentukan Tim Survey dan pembagian tugas masing-masing;
ƒ Kebutuhan data-data yang diperlukan (sesuai jenis prasarana);
ƒ Teknik pengumpulan data/Cara pengisian formulir survey;
ƒ Cara penggunaan alat survey yang akan digunakan;
ƒ Persiapan peralatan yang dibutuhkan, seperti : patok2, meteran, dll;
Selanjutnya kegiatan survey teknis dan pengukuran lebih detail dapat
dilakukan oleh Tim Survey secara partisipatif yang dibentuk dan difasilitasi
oleh fasilitator teknik, UPL dan Relawan. Hasil Survey dan pengukuran ini
dimasukan kedalam format-format survey yang telah disediakan
sebelumnya, seperti SAP, VAP dan MAP (Form ST1-ST6, Lampiran 1).
Perlu menjadi perhatian juga sebelum melakukan langkah-langkah survai
untuk perencanaan, harus dilakukan konsultasi awal dengan Lurah/Kepala
Desa bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu
koordinasi yang sebaik-baiknya dengan pihak Institusi, sehingga pekerjaan
perencanaan ini tidak akan mendapatkan rintangan.
Hal – hal lain yang penting untuk disurvei karena akan berkaitan dengan
desain dan pelaksanaan adalah :
ƒ Gambar lokasi dan lingkungan prasarana, seperti : permukiman, sawah,
jalan, sungai, hutan, dll;
ƒ Situasi lokasi dan tataletak prasarana, meliputi : ukuran letak
prasarana, ketinggian/elevasi, ukuran letak dengan bangunan lain yang
ada, dll;
ƒ Kondisi lingkungan lokasi, seperti jenis tanah, kedalaman tanah keras,
air tanah, saluran air, material yang ada, dll;
ƒ Akses/jalan masuk lokasi untuk pengangkutan material/alat.

Selain survey teknis ini, KSM juga sekaligus membuat dokumentasi/photo


awal (0%) kegiatan. Yaitu potret kondisi atau keadaan awal pada lokasi
yang akan dibangun Infrastruktur. Jumlah titik lokasi yang diambil/potret
disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jenis infrastruktur yang akan
dibangun, misalnya untuk Jalan/drainase/saluran irigasi/air bersih
perpipaan dapat diambil pada beberapa titik lokasi (awal, tengah dan
ujung akhir atau tempat lain yang dianggap penting) sedangkan untuk
bangunan seperti MCK, jembatan, air bersih non perpipaan, rehab
perumahan/pendidikan/kesehatan, dll, cukup diambil dari sisi yang
berbeda yaitu sisi depan, samping atau belakang). Penting untuk
diperhatikan bahwa titik lokasi dan arah pengambilan gambar kondisi 0%
ini, nantinya akan menjadi pengambilan gambar pada saat pelaksanaan
konstruksi, yaitu kondisi 50% dan 100%.
Beberapa prosedur yang umum dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan
survei prasarana adalah :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 23


1). Survai Teknis Perencanaan Jalan
Langkah-langkah pelaksanaan survey teknis-nya adalah sebagai berikut :
a. Pemasangan Patok Bench Mark (BM), meliputi;
ƒ Patok BM dibuat dari kayu kasau (5 x 7) cm panjang 1 (satu) meter.
ƒ Patok BM ditanam sedalam 50 cm di dalam tanah dan 50 cm berada
di atas tanah.
ƒ Identitas patok BM dengan di beri nomor (BM No: 1,2, dst…), dan
patok BM tersebut harus jelas tertera di dalam gambar peta ukur
dengan disebutkan nomor BMnya.
b. Pengukuran Teknis
Cara Pengukuran Jalan dapat dilakukan secara sederhana yaitu
dilakukan dengan cara Survai Antar Patok (SAP), VAP, MAP yang sudah
disediakan formulirnya (lihat Lampiran 1-2) terdiri dari :
ƒ Survai antar patok untuk informasi dasar.
ƒ Volume antar patok untuk meghitung volume kegiatan.
ƒ Prakiraan tenaga kerja untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja.
ƒ Dalam melakukan survai lapangan untuk jalan desa yang dilakukan
oleh masyarakat maka kegiatan survey cukup dilakukan tanpa
menggunakan alat-alat ukur sederhana yang ada dan dapat
digunakan oleh masyarakat desa, seperti pita ukur, selang air, dll.
Contoh Format Survey Jalan sebagaimana form : ST1s/ ST3, terlampir.
2). Survai Teknis Prasarana Jembatan
Memilih Lokasi jembatan sebaiknya pada :
9 Bentang sungai/jarak terpendek
9 Daerah sungai yang lurus
9 Lokasi tanah keras
9 Di tebing sungai yang tidak terlalu tinggi/curam
9 Lurus dengan atau pada jalan yang ada
Mengumpulkan informasi jembatan yang akan dibangun :
9 Lebar dan kedalaman sungai
9 Situasi dan kondisi disekitar calon jembatan
Mengukur tinggi muka air normal dan tinggi muka air banjir, didapat dari
informasi penduduk sekitar lokasi.
3). Survai Teknis Prasarana Irigasi
Survai teknis untuk prasarana Irigasi Perdesaan : Bagunan Pengambil,
Saluran Pembawa, Saluran Pembuang, Jalan Inspeksi, Tanggul Pengaman
dan Bangunan Air lainnya), mencakup :
1. Survey dan pengukuran tingkat kerusakan bangunan yang ada serta
membuat sketsa yang dilengkapi ukuran-ukuran yang jelas. Sebaiknya
saat survey ini juga dibuat photo-photo yang untuk mendukung data
survey dan sekaligus akan menjadi photo kondisi 0%.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 24


2. Buat Inventarisasi kondisi bangunan yang berisi kondisi baik, perlu
perbaikan, perlu diganti.
3. Untuk pekerjaan pengembangan jaringan irigasi dan bangunan yang
baru diadakan pengukuran profil memanjang dan melintang dengan jarak
tertentu dengan mencantumkan elevasi-elevasi yang dihubungkan
dengan elevasi yang ada berupa titik BM. Sehingga menjadi acuan bagi
penentuan elevasi rencana, baik untuk jaringan yang baru maupun
bangunan baru.
4. Seluruh data-data akan disusun dalam satu formulir pengukuran yang
dilengkapi dengan sketsa yang jelas. Dimana formulir ini akan digunakan
sebagai dasar pembuatan gambar rencana yang selanjutnya digunakan
sebagai acuan dalam perhitungan RAB.
4). Survai Teknis Prasarana Air Bersih
Survai teknis prasarana disini mencakup prasarana Air Bersih, PMA, SGL,
SPT, PAP, PAH dan lain-lain.
Sistem air bersih sangat ditentukan oleh sumber airnya, karena itu survai
sumber air harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, yang menyangkut
antara lain;
1. Kuantitas, dipilih alternatif sumber air yang kapasitasnya cukup
memenuhi kebutuhan.
2. Kontinuitas debit; dipilih alternatif sumber air yang debit kontinyu
sepanjang tahun.
3. Kualitas; diutamakan sumber air yang kualitasnya sesedikit mungkin
memerlukan pengolahan/perbaikan kualitas.
4. Jarak sumber air ke area yang akan dilayani tidak terlalu jauh, maksimal
6 km.
5. Elevasi; diutamakan ketinggian lokasi sumber air lebih tinggi dari
ketinggian lokasi area yang akan dilayani sehingga air dapat mengalir
secara gravitasi.
6. Trase/lintasan yang dilalui; diutamakan trase yang rata/tidak turun naik,
sehingga pengaliran air tidak terhambat.
‰ CARA PELAKSANAAN SURVEY MATA AIR :
Pada survai teknis mata air cara pengerjaannya adalah sebagai berikut:
1. Tanyakan pada masyarakat setempat lokasi mata air.
2. Tanyakan pada penduduk setempat tentang besarnya air pada musim
kemarau dan musim hujan.
3. Tanyakan pada penduduk setempat apakah pemunculan mata air
tersebut berpindah-pindah.
4. Tanyakan pada penduduk setempat mengenai pemanfaatan mata air
tersebut.
5. Pastikan bahwa sumber mata air tersebut berpotensi untuk digunakan.
6. Ukur debit air dengan alat ukur waktu dan ember atau dengan alat ukur
debit air.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 25
7. Apabila tersedia peralatan, maka ukur parameter kualitas air seperti
suhu, derajat keasaman, dll;
8. Ukur jarak sumber mata air ke kelurahan/desa.
9. Ukur ketinggian sumber mata air dari daerah pelayanan;
10. Gambar sketsa mata air dan sekitarnya secara horizontal dan dilengkapi
dengan ukuran;
11. Buat sketsa penampang sumber mata air dan sekitarnya.
12. Perkirakan jenis batuan dan lapisan tanah pada lokasi sumber mata air.
13. Catat kondisi dan pemanfaatan lahan di atas sumber mata air.
14. Tentukan apakah sumber mata air tersebut layak untuk digunakan.
15. Cari sumber mata air yang lain jika sumber mata air diatas tidak layak
dan ulangi tahapan survai sumber mata air sesuai tahapan diatas.
Data Yang Diperlukan Untuk Survai Air Baku
Jenis
No Sumber Data yang diperlukan Keterangan
Air Baku
1 Mata Air • Lokasi dan ketinggian • Sumber layak dipilih jika
• Kualitas air tidak ada konflik
• Kuantitas dan kontinuitas air kepentingan (musyawarah)
(hasil pengamatan dan • Kualitas dan kuantitas
pengukuran pada musim memenuhi ketentuan yang
kemarau) berlaku
• Peruntukan saat ini
• Kepemilikan lahan di sekitar
mata air
• Jarak ke daerah pelayanan
• Yang mempengaruhi kualitas
• Jalan masuk ke MA
2 Air • Lokasi Untuk mengetahui kondisi air
Tanah • Kualitas, kuantitas dan tanah dalam di lokasi, perlu
kontinuitas dilakukan pemeriksaan
• Peruntukan saat ini geolistrik. Sedangkan untuk
• Kepemilikan mengetahui kondisi air tanah
• Jarak ke daerah pelayanan dangkal dapat melihat peta
• Jalan untuk masuk ke lokasi kondisi air tanah yang
dikeluarkan oleh Ditjen Geologi
Tata Lingkungan
3 Air • Lokasi dan ketinggian
Permuka • Kualitas air (visual dan
an pemeriksaan laboratorium)
• Kuantitas dan kontinuitas air
(hasil pengamatan dan Sumber dipilih jika alternatif 1
pengukuran pada musim dan 2 tidak ada
kemarau)
• Peruntukan saat ini
• Jarak ke unit pengolahan dan
ke daerah pelayanan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 26
Jenis
No Sumber Data yang diperlukan Keterangan
Air Baku
4 Air Hujan • Curah hujan Sumber dipilih jika alternatif 1,
• Kualitas dan kuantitas air 2 dan 3 tidak ada.
hujan

EVALUASI HASIL SURVEY MATA AIR :


‰ EVALUASI KUALITAS AIR
Masalah Alternatif
No Parameter Kesimpulan
Ualitas Pengolahan
1 Bau Bau tanah Kemungkinan Dpat dipakai jika
dengan saringan percobaan pengolahan
karbon aktif berhasil
Bau besi Aerasi + saringan Bisa dipakai dengan
pasir lambat atau pengolahan
aerasi + saringan
karbon aktif
Bau sulfur Kemungkinan aerasi Dapat dipakai jika
percobaan pengolahan
berhasil
Bau lain Tergantung jenis bau Dapat dipakai jika
percobaan pengolahan
berhasil
2 Rasa Rasa asin/payau tergantung jenis bau Dapat dipakai jika
percobaan pengolahan
berhasil
Rasa besi Aerasi + saringan Bisa dipakai dengan
pasir lambat atau pengolahan
aerasi + saringan
karbon aktif
Rasa tanah tanpa Saringan kabron aktif Mungkin bisa dipakai
kekeruhan dengan pengolahan
Rasa lain Tergantung jenis Tidak dapat dipakai
rasa
3 Kekeruhan Kekeruhan Saringan pasir Bisa dipakai bila dengan
sedang, coklat lambat pengolahan
dari lumpur
Kekeruhan tinggi, Pembubuhan PAC + Bisa dipakai bila dengan
coklat dari lumpur saringan pasir pengolahan, dengan
lambat biaya relatif besar
Putih Pembubuhan PAC Dapat dipakai jika
percobaan pengolahan
berhasil
Agak kuning Aerasi + saringan Dapat dipakai jika
sesudah air pasir lambat atau percobaan pengolahan
sebentar diember aerasi + saringan berhasil
karbon aktif
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 27
Masalah Alternatif
No Parameter Kesimpulan
Ualitas Pengolahan
4 Warna Coklat tanpa Kemungkinan Dapat dipakai jika
kekeruhan dengan saringan percobaan pengolahan
karbon aktif berhasil
Coklat bersama Sama dengan Sama dengan kekeruhan
dengan kekeruhan
kekeruhan
Putih Kemungkinan Tidak dapat dipakai
dengan pembubuhan kecuali percobaan
PAC pengolahan berhasil
Lain Tergantung jenis Tidak bisa dipakai kecuali
warna percobaan pengolahan
berhasil

‰ EVALUASI DEBIT AIR


Aliran Fluktuasi MUSIM
Liter/d Musiman Musim basah Musim basah > 2 Permulaan musim Akhir musim
etik sesaat hari yang lalu kemarau kemarau
setelah hujan
<1 lebih aliran cukup aliran cukup kemungkinan hanya
kurang kecil kecil tidak mencukupi memungkin
konstan : pengukuran kan jika
pada akhir lebih besar
musim kemarau dari
kemarau kebutuhan
jelas aliran cukup aliran cukup aliran terlalu hanya
berkuran kecil kecil kecil memungkin
g pada kan jika >
musim 50% lebih
kemarau besar dari
kebutuhan
1-3 lebih aliran cukup kemungkinan hanya hanya
kurang kecil terlalu kecil : memungkinkan memungkin
konstan pengukuran jika > 50% lebih kan jika >
pada akhir besar dari dari
musim kemarau kebutuhan kebutuhan
jelas aliran cukup aliran cukup jelas berkurang hanya
berkuran kecil kecil pada musim memungkin
g pada kemarau kan jika >
musim 50% lebih
kemarau besar dari
kebutuhan
3-5 lebih kemungkina hanya hanya hanya
kurang n terlalu memngkinkn memungkinkan memungkin
konstan kecil : jika 100% lbh jika > 50% lebih kan jika
pengukuran besar dari besar dari lebih besar
pada akhir kebutuhan : jika kebutuhan : jika dari
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 28
Aliran Fluktuasi MUSIM
Liter/d Musiman Musim basah Musim basah > 2 Permulaan musim Akhir musim
etik sesaat hari yang lalu kemarau kemarau
setelah hujan
musim lebih kecillebih kecil kebutuhan
kemarau pengukuran
pengukuran pd
akhir musimpada akhir
kemarau musim kemarau
jelas aliran terlalu kemungkinanhanya hanya
berkuran kecil memungkinkan
terlalu kecil : memungkin
g pada pengukuran jika 100% lebih kan jika >
musim pada akhir besar dari 25% lebih
kemarau kebutuhan : jika
musim kemarau besar dari
lebih kecil kebutuhan
pengukuran
pada akhir
musim kemarau
>5 lebih hanya hanya hanya hanya
kurang memungkink memngkinkn memungkinkan memungkin
konstan an jika jika 100% lbh jika 50% lebih kan jika
200% lebih besar dari besar dari lebih besar
besar dari kebutuhan : jika kebutuhan dari
kebutuhan lebih kecil kebutuhan
pengukuran pd
akhir musim
kemarau
kurang mungkin hanya hanya hanya
jelas pengukuran memungkinkan memungkinkan memungkin
pada pada akhir jika 100% lebih jika100% lebih kan jika
musim musim besar dari besar dari 25% lebih
kemarau kemarau kebutuhan : kebutuhan : jika besar dari
harus dicek lebih kecil kebutuhan
selama musim pengukuran
kemarau pada akhir
musim kemarau

‰ EVALUASI PENGGUNAAN AIR MATA AIR


Penggunaan Air Mata Air Kesimpulan

Air minum, cuci, dan mandi Air bisa digunakan, kalau orang yang
menggunakan sekarang tetap dapat kran umum
dan/ atau MCK. Hal ini akan berpengaruh
terhadap perluasan sistem penyediaan air pada
desa tetangga.
Irigasi sawah atau kolam ikan Air bisa digunakan, namun kesempatan yang
dimiliki oleh orang desa sendiri jelas harus dicapai dengan rakyat pemilik lahan.
Menurut peraturan penyediaan air minum
memiliki prioritasyang lebih tinngi dan normalnya
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 29
Penggunaan Air Mata Air Kesimpulan
masih akan ada air yang tersisa untuk irigasi
selama periode tertentu dalam setahun.
Irigasi sawah atau kolam ikan Mata air tidak dapat digunakan. Resiko untuk
dimiliki oleh orang desa terjadinya konflik mengenai pemakaian air yang
tetangga menimbulkan terjadinya pengrusakan pipa
transmisi adalah cukup besar.
Irigasi sawah atau kolam ikan Mata air dapat digunakan, namun harus ada
dimiliki oleh orang desa penjelasan secara jelas dan membicarakan
tetangga di bawah dengan desa yang berada dibawahnya. Desa
yang berada dibawahnya masih akan
mendapatkan air hampir sepanjang tahun

‰ EVALUASI LOKASI MATA AIR


1. Hitung Jarak Mata air, jika jarak mata air kedaerah pelayanan memenuhi
ketentuan (kurang dari 6 km), maka mata air dapat dipergunakan;
2. Jika lokasi mata air berada didesa lain atau jalur pipa melalui desa lain, maka
mata air belum dapat dipergunakan, kecuali ada ijin dan kesepakatan
bersama untuk mata air dan jalur yang akan dilalui pipa;
3. Bandingkan beda tinggi antara mata air dan daerah pelayanan, dapat
dikategorikan sebagai berikut :

Beda Tinggi
No antara Mata Air Jarak Penilaian
dan Desa
1. Lebih besar dari Lebih kecil dari 2 Baik, system gravitasi
30 m km
2. 10 – 30 m Lebih kecil dari 1 Berpotensi tetapi detail desain perlu
km rinci untuk system gravitasi, pipa
berdiameter besar mungkin
diperlukan
3. 3 – 10 m Lebih kecil dari 0,2 Kemungkinan diperlukan pompa,
km kecuali untuk system yang sangat
kecil
4. Lebih kecil dari - Diperlukan pompa
3m

5). Survai Teknis Prasarana MCK


Survai teknis untuk MCK langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Lakukan pendataan lokasi, seperti nama desa, kampung atau dusun, RT,
RW dan daftar kelompok calon pemakai MCK.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 30


2. Buatkan penempatan rencana lokasi MCK hendaknya dekat dari
lingkungan pemukiman yang dapat dicapai dengan mudah, butkan tata
letaknya.
3. Status kepemilikan tanah harus jelas, milik desa atau masyarakat yang
dihibahkan luas tanah minimum 30 m2.
4. Jenis sumber air bersih yang akan digunakan, berapa jarak dari rencana
lokasi MCK guna menentukan alternatif pemilihan sarana penyediaan air.
5. Catat jumlah orang yang akan menggunakan MCK, berapa KK dan
jumlah jiwa untuk menentukan alternatif pilihan tipe MCK.
6. Lakukan penentuan jenis tanahnya, tinggi muka air tanah dan tingkat
penyerapannya untuk menentukan tipe bangunan bawah.

3. SURVEY & INVESTIGASI SWADAYA MASYARAKAT


Prasarana yang dibangun melalui dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan
merupakan prioritas kebutuhkan masyarakat yang direncanakan,
dilaksanakan dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat.
Oleh karena itu maka PNPM MP mendorong sebesar besarnya kegiatan
dilaksanakan secara swadaya/gotong royong. Namun bila kegiatan tidak
dapat seluruhnya dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, maka
kegiatan pembangunan prasarana tersebut dapat menggunakan dana
bantuan program/BLM, terutama untuk pengadaan Bahan/Alat Konstruksi.
Tujuan dari Survey & investigasi swadaya masyarakat ini adalah untuk
mengetahui siapa, apa saja bentuknya dan berapa besarnya swadaya
yang akan diberikan oleh masyarakat sebelum kegiatan dilaksanakan.
Jenis dan nilai dari swadaya yang diberikan oleh masyarakat pada
dasarnya tidak dibatasi, namun demikian sesuai dengan kebijakan dan
mekanisme PNPM MP maka komponen keswadayaan masyarakat yang
dapat diperhitungkan untuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelaksanaan
kegiatan pembangunan prasarana, hanyalah difokuskan pada 7
bentuk/komponen, yaitu : Tenaga Kerja, Bahan/Material Bangunan,
Peralatan Kerja, Administrasi proyek, Lahan (Tanah,Tanaman Produktif
dan asset lain yang terkena lokasi kegiatan), Dana Tunai, dan Konsumsi.
Bila ada sumbangan uang tunai, sebaiknya KSM mengarahkannya dalam
bentuk bahan/alat/administrasi sehingga nantinya tidak menyulitkan
pertanggungjawaban keuangannya dan untuk swadaya tenaga kerja agar
dinyatakan dalam bentuk jumlah hari berkerja bukan dengan cara
mengurangi harga upahnya sehingga dalam perhitungan anggaran
pekerjaan lebih mudah.
Tatacara pelaksanaannya adalah Tim Survey yang telah ditetapkan KSM
(secara partisipatif) langsung mendatangi semua warga pemanfaat dan
melakukan wawancara langsung, termasuk memastikan kesanggupan
untuk merealisasikannya. Hal-hal yang perlu ditanyakan adalah nama,
alamat, jenis kelamin, bentuk dan jumlah swadaya yang akan diberikan.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 31


Selain itu untuk tenaga kerja agar bentuk swadayanya langsung
diidentifikasi apakah sebagai tukang, pekerja atau mandor. Seluruh
informasi hasil kegiatan tersebut dicatat pada formulir Daftar Swadaya.
Contoh formulir pencatatan dapat dibuat seperti table berikut :

Cara Pengisian Kolom :


9 No : Diisi nomor urut;
9 Nama : Diisi Nama warga yang berkontribusi;
9 L/P : Diisi Jenis kelamin (L : Laki-laki, P : Perempuan);
9 Alamat : Diisi alamat lengkap warga yang berkontribusi;
9 Bentuk Swadaya : Diisi bentuk swadaya, khusus swadaya tenaga kerja supaya
Langsung diisi dengan kualifikasinya seperti Mandor, dll.
9 Volume & satuan : Diisi jumlah swadaya dan satuannya;
9 Tandatangan : Diisi Tandatangan langsung warga yang berkontribusi

4. SURVEY & INVESTIGASI HARGA SATUAN UPAH/BAHAN/ALAT


Yang dimaksudkan dengan harga satuan upah/bahan/alat disini adalah
harga per satu satuan pengukuran upah tenaga kerja (misalnya harga
Upah Tukang per hari (HOK) Rp. 50.000, Pekerja per hari Rp. 45.000, dll)
atau bahan bangunan (misalnya harga Semen per Zak Rp. 37.000,-, harga
pasir beton per kubik Rp. 95.000, atau alat/peralatan konstruksi (misalnya
biaya sewa alat buldózer per jam Rp. 15.000, dan seterusnya).
Kegiatan ini sangat penting terutama untuk : a). Menyusunan Rencana
Anggaran Biaya Kegiatan dan b). Melaksanakan Pengadaan
(pembelian/sewa) Bahan/Alat pada saat pelaksanaan kegiatan
pembangunan infrastruktur. Sedangkan untuk memperoleh berapa besar
harga satuan tiap jenis tenaga kerja/bahan/alat maka KSM/Panitia harus
melakukan survey harga, minimal pada 3 toko/pemasok
setempat/terdekat.
Sesuai dengan prinsip-prinsip PNPM MP, khususnya untuk meningkatkan
adanya transparansi dan akuntabilitas, maka pihak KSM/Panitia harus
melakukan survey Harga Satuan ini minimal pada 3 toko/pemasok
setempat/terdekat, yang harus dilakukan oleh Tim Survey yang dipilih
secara terbuka dari anggota KSM/Panitia yang dipercaya dan minimal
berjumlah 3 (tiga) orang.
Tujuannya adalah untuk transparansi dan mendapatkan besarnya harga
satuan (termasuk jumlah, kualitas & ketersediaannya) yang paling efisien.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 32
Pada kenyataannya dilapangan, diantara toko/pemasok yang satu dengan
yang lain, besarnya harga satuan bahan/alat tersebut dapat berbeda-beda.
Namun demikian secara umum, harga satuan bahan/alat tersebut dapat
dikelompokan sebagai (a). harga bahan/alat sampai dilokasi proyek, atau
(b). harga dilokasi pemasok/toko (harga dasar).
Mengingat adanya perbedaan-perbedaan harga ditiap toko/pemasok
(harga sampai di lokasi kegiatan atau harga di toko/Pemasok), maka pihak
KSM/panitia didalam menyusun harga harus benar-benar sudah
memastikan bahwa harga satuan yang dibuat adalah harga sampai
dilokasi (sudah termasuk ongkos transportasi bahan/alat kelokasi). Apabila
pihak KSM/Panitia menemui adanya harga hanya dilokasi toko/pemasok
(bahan/alat tidak diantar) maka untuk membuat harga satuan harus
terlebih dahulu menghitung biaya pengangkutan/transport material sesuai
kondisi lapangan. Besarnya biaya transport per satuan bahan/alat dapat
diperoleh langsung ditoko bersangkutan (apabila toko yang mengantar)
atau sesuai harga pengangkutan bahan/alat yang berlaku secara umum
didesa/kelurahan setempat/terdekat. Selanjutnya Harga satuan Bahan/Alat
dapat dihitung dengan menjumlahkan harga satuan (yang dinyatakan oleh
toko tanpa diantar) ditambah semua biaya/ongkos tarnsportasi material
tersebut. Secara sederhana perhitungannya dapat menggunakan rumus :

H ARG A S AT U AN Harga Satuan B ahan/Alat yang Biaya Satuan


B AH AN /AL AT
=
dinyatakan oleh Toko/pem asok
tanpa diantar (H arga Satuan Dasar)
+ Transportasi
B ahan/Alat sam p ai
(Rp)
dilokasi

Tatacara Pelaksanaan Survey Harga Satuan :


Hasil
P. jawab
No Uraian Yang Metode Pelaksanaan
Pelaksana
Dicapai
1 Ketua KSM Ketua Terbentu Tim Survey dipilih secara terbuka
membentuk KSM/Pani knya Tim dari anggota KSM/Panitia minimal
Tim Survey tia Survey 3 orang yang dipercaya untuk
melakukan Survey Harga Satuan
Upah/Bahan/Alat.
2 Pelaksanaan Tim Formulir 1. Tim Survey harus melakukan
Survey Harga Survey isian Survey, minimal pada 3
Satuan. Data toko/pemasok setempat/
Harga terdekat;
Satuan 2. Tim Survey Harga secara
Bahan/Al langsung mendatangi
at Hasil toko/pemasok material atau
Survey penyewa alat;
(formulir 3. Melakukan tanya jawab terkait
ter-isi) harga satuan dasar, biaya
transportasi sampai diproyek,

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 33


Hasil
P. jawab
No Uraian Yang Metode Pelaksanaan
Pelaksana
Dicapai
jumlah stok material yang ada,
tatacara pembayaran, nama
yang ditemui dan keterangan
lain yang perlu. Seluruh
informasi tersebut dicatat pada
formulir survey harga.
4. Setelah kegiatan selesai maka
Tim ini wajib membuat laporan
Hasil Survey Harga sebagai
bahan laporan pada saat Rapat
Kesepakatan/Penetapan Harga
satuan. Laporan dalam bentuk
formulir Isian seperti Contoh
terlampir;

Khusus upah, selain informasi dari calon tenaga kerja setempat juga dapat
menggunakan sumber informasi yang ditetapkan oleh instansi pemerintah
terkait atau Upah Minimum Regional (UMR)/setempat. Contoh Formulir
Pencatatan Hasil Survey Harga dapat dibuat seperti tabel berikut :

Dibuat untuk masing-masing Toko/Pemasok

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 34


5. SURVEY & INVESTIGASI CALON TENAGA KERJA
Selain ketiga survey sebagaimana telah diuraikan diatas maka dalam
perencanaan teknis ini juga perlu dilakukan survey ketersediaan calon
tenaga kerja yang akan terlibat nantinya dalam pelaksanaan kegiatan
pembangunan fisik. Tujuannya adalah untuk memperoleh kepastian
ketersediaan dan siapa saja yang akan terlibat menjadi tenaga kerja.
Selain itu, jumlah dan kualifikasi tenaga kerja ini juga sangat penting
terutama untuk memperoleh kepastian bahwa kegiatan pembangunan
dapat dilaksanakan oleh masyarakat dan dapat diselesaikan sesuai jadwal
yang telah ditetapkan program. Pengalaman/keterampilan yang dimiliki
calon tenaga kerja (seperti Mandor/Ketua regu kerja, Tukang dan Pekerja)
terutama guna menjamin cara pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan
secara benar sehingga dapat memenuhi kualitas fisik yang baik.
Pelaksanaan PNPM MP sangat mendorong keterlibatan masyarakat
dalam pelaksanaan kegiatan sehingga diharapkan sebanyak mungkin dari
masyarakat setempat baik laki2 maupun perempuan. Kehadiran tenaga
kerja dari luar lokasi/kelurahan dibatasi, kecuali bilamana dilokasi
kelurahan tersebut tidak cukup tersedia tenaga kerja yang dibutuhkan.
Hasil yang diharapkan diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya calon
tenaga kerja baik, berupa swadaya maupun tenaga kerja yang akan
dibayar melalui dana BLM. Tenaga kerja BLM boleh dari warga yang juga
memberikan swadaya tenaga kerja ataupun warga lainnya.
Hal penting yang perlu untuk diperhatikan adalah agar calon tenaga kerja
yang dipilih benar-benar sesuai keahlian/kualifikasinya sehingga dapat
dijamin kebenaran cara pelaksanaan pekerjaan dan dapat memenuhi
kualitas hasil pekerjaan yang baik sesuai dengan yang dipersyaratkan.
Tatacara pelaksanaan survey adalah :
9 Untuk calon tenaga kerja dari swadaya pada prinsipnya mengacu pada
informasi swadaya tenaga kerja hasil dari kegiatan Survey & Investigasi
Swadaya Masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya.
9 Untuk tanaga kerja BLM maka Tim Survey yang telah dibentuk KSM
sebelumnya mendatangi langsung warga pemanfaat (khususnya yang
memiliki pengalaman/keterampilan yang sesuai kebutuhan), kemudiaan
menanyakan kesediaannya untuk menjadi tenaga kerja.
9 Waktu pelaksanaan Survey Tenaga kerja ini dapat dilakukan bersamaan
dengan kegiatan survey swadaya dan survey harga satuan, khususnya
terkait informasi tenaga kerja.
9 Catat Hasil kegiatan ini pada formulir tenaga kerja yang telah disiapkan
sebelumnya. Informasi yang perlu dicatat antara lain adalah nama, jenis
kelamin, status kemampuan (mampu,kurang mampu/miskin), umur,
alamat dan tandatangan persetujuaannya.
Contoh formulir Pencatatan Survey Tenaga Kerja dapat dibuat seperti contoh berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 35


6. REMBUG WARGA ”KESEPAKATAN SWADAYA MASYARAKAT”
Hasil Survey & Investigasi Swadaya masyarakat yang telah dilaksanakan
sebelumnya, selanjutnya harus disepakati bersama oleh warga pemanfaat
(KSM) melalui Forum Rembug atau Musyawarah warga. Forum ini
dilakukan oleh KSM bersama-sama dengan seluruh warga selaku
penerima manfaat kegiatan dengan tujuan untuk menyepakati besarnya
nilai rencana/target swadaya yang akan dikontribusikan dalam
pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana & prasarana sekaligus
mensosialisasikannya kepada semua warga. Selain tujuan tersebut,
melalui forum ini juga diharapkan dapat mendorong terbangunnya
komitmen awal warga yang lebih kuat dan transparansi, akuntabilitas bagi
KSM dalam mengelola kegiatan, khususnya terkait dengan swadaya yang
diberikan oleh masyarakat. Rencana swadaya masyarakat yang disepakati
ini diharapkan benar-benar dapat direalisasikan oleh warga sehingga tidak
terjadi kekurangan biaya atau volume pekerjaan dilapangan.
TATACARA REMBUG KESEPAKATAN SWADAYA MASYARAKAT
P. jawab Output/Hasi
N
Uraian Pelaksan l Yang Pelaksanaan
o
a Dicapai
1. Penyampaian Ketua Surat Peserta yang diundang :
Undangan KSM Undangan Semua anggota KSM; BKM; UPL;
Rapat diterima/dik Kepala Desa/Lurah; Tokoh Masy
Kesepakatan etahui dan relawan serta Faskel.
Swadaya peserta
Masyarakat
2. Rembug Ketua 1. Daftar 1. Peserta diminta mengisi Daftar
Kesepakatan KSM Hadir Hadir terlebih dahulu;
Swadaya difasilita Peserta; 2. Acara dibuka oleh Ketua KSM;
berdasarkan si oleh 2. BA Hasil 3. Penjelasan Maksud, Tujuan,
Hasil Survey. UPL/ Kesepak Hasil Yang Ingin Dicapai serta
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 36
P. jawab Output/Hasi
N
Uraian Pelaksan l Yang Pelaksanaan
o
a Dicapai
Relawan atan tatacara Rapat/forum;
/ Faskel. Swadaya 4. Penyampaian Laporan Hasil
Survey Swadaya oleh Tim
Survey
5. Pembahasan Swadaya warga
(konfirmasi kembali hasil survey
dan (dapat ditambahkan dengan
penggalian kembali swadaya
warga). Proses pembahasan
dipandu oleh UPL dan Faskel.
Untuk memudahkan proses
pembahasan sebaiknya Data
Hasil Survey dari Tim Survey
dibagikan kepada semua
peserta.
6. Pembacaan Hasil Kesepakatan;
7. Penyusunan BA Hasil
Kesepakatan Swadaya
Masyarakat;
8. Penutup oleh Ketua KSM;
Nilai-nilai hasil kesepakatan swadaya inilah yang selanjutnya akan
dipergunakan sebagai informasi dasar dalam penyusunan Rencana
Anggaran Biaya Swadaya pekerjaan KSM.
Contoh bentuk Berita Acara Hasil Kesepakatan Swadaya Masyarakat ini
mengacu pada formulir Form-3, Proposal terlampir.
7. REMBUG WARGA ”KESEPAKATAN HARGA SATUAN”
Seperti halnya swadaya masyarakat, Hasil Survey Harga Satuan
Upah/Bahan/Alat yang telah dilaksanakan sebelumnya, juga harus
disepakati bersama oleh warga pemanfaat (KSM) melalui Forum Rembug
atau Musyawarah warga. Forum ini dilakukan oleh KSM bersama-sama
dengan seluruh warga selaku penerima manfaat kegiatan dengan tujuan
untuk menyepakati besarnya nilai harga satuan tiap jenis tenaga kerja,
bahan/alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan
sarana & prasarana, sekaligus juga mensosialisasikannya kepada semua
warga.
Selain tujuan tersebut, melalui forum ini juga diharapkan dapat mendorong
adanya transparansi, akuntabilitas bagi KSM dalam mengelola kegiatan,
khususnya terkait dengan rencana pemanfaatan dana BLM.
Beberapa Ketentuan Penetapan Harga Satuan yang harus diperhatikan :
1. Harga Upah Tenaga Kerja, paling tinggi sama dengan upah standar

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 37


yang ditetapkan oleh Instnasi Pemerintah Setempat atau UMR yang
berlaku untuk desa/kelurahan bersangkutan.
2. Bahan/Alat, pada prinsipnya dipilih bahan yang berkualitas baik sesuai
spesifikasi teknis, dengan harga yang termurah/terendah diantara
minimal 3 Toko/Pemasok setempat yang di Survey;
3. Diprioritaskan menggunakan Tenaga Kerja/bahan setempat yang tetap
memenuhi kualitas teknis yang dipersyaratkan;
4. Harga Satuan Dasar Bahan/Alat yang dipilih harus sudah
memperhitungkan harga sampai dilokasi proyek (termasuk ongkos
angkut bila ada);
5. Sebagai pembanding Harga Satuan hasil survey, maka digunakan
Harga satuan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Instansi
pemerintah setempat. Apabila terdapat Harga Satuan Bahan/Alat
Terpilih lebih besar dari Harga Satuan Kabupaten/Kota maka Harga
Satuan Terpilih tersebut harus di Justifikasi/ada perincian alasannya.
6. Apabila dalam 1 (satu) kelurahan/desa terdapat lebih dari 1 (satu)
kegiatan/prasarana maka harga satuan dasar (bahan/upah/alat) yang
digunakan haruslah satu/tidak berbeda-beda.
TATACARA REMBUG PENETAPAN HARGA SATUAN
P. jawab Output/Hasi
N
Uraian Pelaksana l Yang Metode Pelaksanaan
o
Dicapai
1 Penyampaia Ketua Surat Peserta yang diundang :
n Undangan KSM Undangan Semua anggota KSM/Panitia;
Rapat diterima/dik BKM/LKM; UPL; Kepala
Penetapan etahui Desa/Lurah; Tokoh Masy dan
Harga peserta relawan (bila perlu) serta Faskel.
Satuan
Bahan/Alat
2 Rembug Ketua 3. Daftar 1. Peserta diminta mengisi Daftar
Penetapan KSM Hadir Hadir terlebih dahulu;
Harga difasilitasi Peserta; 2. Acara dibuka oleh Ketua
Satuan oleh UPL/ 4. BA Hasil KSM/Panitia;
berdasarkan Relawan/ Kesepak 3. Penjelasan Maksud, Tujuan,
Hasil Survey. Faskel. at Harga Hasil Yang Ingin Dicapai serta
Satuan tatacara Rapat/forum;
Bahan/ 4. Penyampaian Laporan Hasil
Alat; Survey Harga oleh Tim Survey
5. Pembahasan Harga Satuan
(menyepakati nilai/besarnya
harga satuan tiap jenis
bahan/alat dan membuat
justifikasi bila perlu). Proses
pembahasan dipandu oleh
UPL dan Faskel. Untuk
memudahkan proses

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 38


P. jawab Output/Hasi
N
Uraian Pelaksana l Yang Metode Pelaksanaan
o
Dicapai
pembahasan sebaiknya Data
Hasil Survey dari Tim Survey
dibagikan kepada semua
peserta.
6. Pembacaan Hasil
Kesepakatan;
7. Penyusunan BA Hasil
Kesepakatan Harga Satuan
Bahan/Alat untuk bulan
bersangkutan (contoh form
berita acara terlampir);
8. Penutup oleh Ketua KSM;
Contoh bentuk Berita Acara Hasil Kesepakatan Harga Satuan ini dapat dibuat
seperti format RAB-1, Proposal, terlampir.

8. PEMBUATAN DESAIN/GAMBAR/SPESIFIKASI TEKNIS


Perencanaan teknis prasarana lingkungan yang akan dilaksanakan melalui
bantuan PNPM MP adalah merupakan perencanaan sederhana, namun
harus dapat dipakai untuk menghitung rencana biaya pelaksanaan yang
akan dilaksanakan/dikelola oleh Masyarakat melalui wadah Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM) setempat.
Berdasarkan hasil survey teknis prasarana yang telah dilakukan
sebelumnya maka KSM melakukan pembuatan desain dan gambar rencana
bangunan yang akan dibuat, termasuk spesifikasinya.
Sasaran utama dalam tahap desain ini adalah :
ƒ Menentukan tingkat pelayanan prasarana sesuai dengan kebutuhan,
seperti : kekuatan, ukuran, dll;
ƒ Menghitung dimensi konstruksi sesuai dengan tingkat pelayanannya;
ƒ Menyiapkan sketsa hasil perhitungan.
Beberapa hal yang dianjurkan dalam pemilihan jenis konstruksi prasarana :
ƒ Mendorong peningkatan keswadayaan masyarakat;
ƒ Sedapat mungkin menggunakan konstruksi dan atau teknologi
sederhana, sehingga pembangunan dan pemeliharaannya dapat
dilakukan sendiri oleh masyarakat;
ƒ Sebanyak mungkin menggunakan material dan tenaga kerja setempat;
ƒ Mudah dalam pengadaan material/alat/tenaga kerja;
ƒ Kuat dan tahan lama;
ƒ Memberikan manfaat yang paling besar bagi masyarakat;
ƒ Dapat dibangun oleh masyarakat dengan harga yang seimbang.
ƒ Tidak mempunyai masalah teknis yang sangat berat.
ƒ Tidak merusak lingkungan;
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 39
Kriteria desain untuk setiap jenis infrastruktur yang direncanakan harus
mengacu pada kriteria desian standar yang dikeluarkan oleh instansi teknis
terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum atau instansi teknis terkait lainnya.
Untuk pelaksanaan PNPM MP ini maka dapat dapat dilihat atau mengacu
pada buku Pedoman Teknis Sederhana Pembangunan Sarana & Prasarana
yang telah diperbanyak ulang oleh PNPM MP. Berikut diuraikan kriteria
desain untuk beberapa jenis infrastruktur yang umum dibangun, antara lain :
a). Kriteria desain pembangun jalan yang perlu diperhatikan :
1. Jalan Aspal (Buras/Lapen/Lasbutag) :
ƒ Lebar badan jalan minimal 2,50 m;
ƒ Lebar bahu jalan / berm minimal 0,50 m (kiri + kanan = 1,00m)
ƒ Kemiringan tanjakan / menurun jalan maximal 12 %
ƒ Panjang tanjakan / turunan maximal 150 Mtr
ƒ Memakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
ƒ Harus sudah ada Lapis Pondasi Bawah (LPB) minimal 1 tahun;
2. Jalan Tanah/Kerikil (Sirtu) :
ƒLebar badan jalan minimal 2,50 m;
ƒLebar bahu jalan / berm minimal 0,50 m (kiri + kanan = 1,00m)
ƒKemiringan tanjakan / menurun jalan maximal 12 %
ƒKemiringan Punggung Jalan minimum 3%
ƒKemiringan Bahu Jalan minimum 3-6%
ƒPanjang tanjakan / turunan maximal 150 Mtr
ƒMemakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
3. Jalan Telford / Macadam :
ƒLebar badan jalan minimal 2,50 M
ƒLebar badan jalan / berm minimal 0,50 M (kiri + kanan = 1,00 Mtr)
ƒMemakai batu tepi
ƒKemiringan tanjakan /menurun jalan maximal 12 %
ƒPanjang tanjakan / turunan maximal 150 M
ƒMemakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
Catatan : dijalan menurun / tanjakan kemiringan yang lebih dari 12 %
dapat diberi konstruksi beton/aspal.
4. Jalan Rabat Beton :
ƒLebar badan jalan minimal 1,50 M
ƒKemiringan tanjakan /menurun jalan maximal 12 %
ƒTebal rabat minimal 7 CM (kondisional)
ƒPermukaan rabat dibuat kasar/tidak licin;
ƒMemakai saluran kiri dan kanan (kondisional)
Untuk pembangunan gorong-gorong dapat digunakan bahan dari pasangan
batu kali atau buis beton dengan memperhatikan kriteria :
ƒDiameter minimal 30 CM
ƒAda dinding pengaman pondasi minimal 1,00 Mtr
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 40
ƒAda buick dinding minimal 0,80 Mtr
ƒAda Bak kontrol (Inlet/outlet )
ƒAda bangunan pelimpah (kondisional khusus outlet)
Catatan : apabila diameter <30 CM maka diganti dengan konstruksi plat
beton (plat duicker)
b). Kriteria desain pembangun jembatan yang perlu diperhatikan :
1. Jembatan Beton :
ƒPanjang bentang bersih maximal 6 M
ƒDilengkapi dinding pengaman pondasi
ƒPerlu pengawasan lebih intensif
ƒPosisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan
sungai
Catatan : apabila usulan >6M maka design harus mendapat
persetujuan dari KMW
2. Jembatan Gantung :
ƒ Panjang bentang bersih maximal 60 M
ƒ Lebar lantai bersih maximal 1,20 M
ƒ Menggunakan kabel seling pengaman yang cukup;
ƒ Posisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan
sungai
Catatan : apabila usulan >60Mtr maka design harus mendapat
persetujuan dari KMW
3. Jembatan Gelagar Besi/Jembatan Besi :
ƒ Memakai lantai kayu, tebal minimal : 10 CM
ƒ Panjang bentang bersih maximal 10 Mtr;
ƒ Jumlah gelagar besi minimal 3 ruas
ƒ Memakai landasan roda
ƒ Posisi jembatan tidak berada di tanjakan/turunan jalan dan tikungan
sungai
ƒ Bila tidak diberi perlindungan lantai (permukaan lantai ditutup aspal
+ grosok) maka harus ada landasan untuk roda kendaraan;
Catatan : apabila usulan >10Mtr maka design harus mendapat
persetujuan dari KMW
c). Kriteria pembangunan Irigasi yang perlu diperhatikan :
1. Irigasi tidak tercatat dalam buku inventaris PU Pengairan
2. Luas areal irigasi perdesaan maksimum 150 Ha
3. Pengelolaan, Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi perdesaan
dilaksanakan oleh P3A atau kelompok tani.
4. Merupakan usulan dari masyarakat petani yang didukung adanya
kemauan dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan
pekerjaan dan sanggup melaksanakan operasi dan pemeliharaan
setelah pekerjaan selesai.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 41
5. Dapat merupakan rehabilitasi jaringan tersier dalam daerah irigasi
teknis dan semi teknis.
6. Usulan bendung baru dari pasangan batu atau beton terbatas pada :
ƒ panjang bendung maksimum : 10 m, sedangkan untuk
panjang > 10 m sebaiknya dikoordinasikan dengan instansi teknis
terkait.
ƒ tinggi bendung maksimum : 3m
ƒ debit banjir rencana : 30 m/dtk
7. Pembangunan irigasi baru sederhana harus memenuhi ketentuan :
ƒ ada sumber air cukup; adanya sawah (tadah hujan); ada petani;
kualitas air memenuhi; tanah/ sawah baik untuk pertanian (padi);
ada pemasaran hasil produksi; Daerah irigasi perdesaan bukan
merupakan daerah banjir rutin.
8. Pembangunan Embung harus memenuhi ketentuan :
ƒ Berada didaerah tadah hujan paling luas 100Ha;
ƒ Kolam embung berkapsitas maksimum 100.000 M3
ƒ Tinggi maksimum tubuh embung 5 m
ƒ Pelimpah Tanah, berupa saluran terbuka kapasitas paling besar
sama dengan banjir 50 tahun;
ƒ Embng milik masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan bukan
termasuk dalam daftar inventarisasi PU;
Karena proses pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi peredesaan
(mulai dari penyuluhan, survai, disain sampai pelaksanaan konstruksi)
harus dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran, maka urutan
prioritas ditetapkan sebagai berikut :
1. Diutamakan pekerjaan perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi
yang telah ada, dan tidak memerlukan kajian teknis yang berat.
2. Pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yang telah ada, yang benar-
benar diperlukan.
3. Pembangunan jaringan irigasi baru.
d). Kriteria pembangunan prasarana air minum/air bersih yang perlu
diperhatikan :
Prasarana dan sarana air minum yang akan dibangun, dipilih
berdasarkan berbagai pertimbangan, antara lain ketersediaan sumber air
baku, ketersediaan lahan, bahan, kondisi sosial ekonomi serta budaya
masyarakat setempat.
‰ Sistem penyediaan air minum
Sistem penyediaan air minum didasarkan pada :
a) Sumber air baku yang berupa mata air, air tanah, air permukaan
dan air hujan
b) Pengolahan air, yaitu pengolahan lengkap atau tidak lengkap,
yang berdasarkan dari hasil pemeriksaan kualitas air baku
c) Sistem pendistribusian, yaitu gravitasi atau pemompaan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 42
d) Sistem pelayanan yang berupa sambungan rumah/langsung dan
hidran umum/kran umum
Alternatif sistem penyediaan air minum secara garis besar ditunjukkan pada
gambar 1.

Sumber Air Bangunan


Gravitasi Resevoar Gravitasi Konsumen
Mata air Penangkap air

Sumber Air Sumur bor/


Pemompaan Resevoar Gravitasi Konsumen
Air Tanah Sumur gali

Pemompaan

Sumber Air Bangunan Gravitasi/ Unit Gravitasi/ Gravitasi/


Reservoar Konsumen
Air Tanah Sadap Pemompaan Pengolah Pemompaan Pemompaan

Sumber Air Bak Bak penampung air hujan yang dilengkapai Konsumen
Gravitasi Gravitasi
Air Hujan Penampung Dengan saringan dan kran Hidran Umum

Gambar 1 Alternatif system penyediaan air minum

‰ Alternatif jenis prasarana dan sarana


Jenis prasarana dan sarana yang diperlukan dalam sistem penyediaan
air minum sesuai dengan sumber air baku serta sistem pengolahannya
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel. Alternatif jenis prasarana dan sarana

Pemanfaatan Sistem
Sumber Air Sarana Sistem PAM
No Sumber Pelayanan
1 Mata air Gravitasi Penangkap mata air Sambungan
pemompaan Intake Langsung
Hidran Umum/Kran Hidran Umum
Umum Kran Umum
Terminal Air
2 Air Tanah
- Air tanah SGL ps bata Sumur Gali Hidran Umum
dangkal SGL cincin SPT Dangkal
beton
SPT dangkal
- Air Tanah Pemompaan Pompa Sambungan
dalam Bak Langsung
Penampung/Reser Hidran Umum
voir Hidran Umum/ Kran Umum
Kran Umum Terminal Air
3 Air Permukaan
- Sungai Gravitasi Intake Sambungan
Langsung
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 43
Pemanfaatan Sistem
Sumber Air Sarana Sistem PAM
No Sumber Pelayanan
- Danau/ waduk Pemompaan Sistem Instalasi Hidran umum
Pengolahan
- Embung Air Sederhana (IPAS) Kran Umum
- dll Saringan Pasir Terminal Air
Lambat
4 Air Hujan PAH Cetakan Penampungan Air Kran Umum
Fiber Hujan
PAH ps bata
Catatan : SGL : sumur gali; SPT : sumur pompa tangan; PAH : penampung air hujan

‰ Kriteria Disain
Kriteria disain untuk setiap sistem penyediaan air minum, pipa transmisi
dan pipa distribusi disajikan dalam tabel-tabel berikut ini :
Tabel. Kriteria disain sistem penyediaan air minum
No SPAM Keterangan
1 Penangkap Mata Air • Skala komunal
(PAM) • Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Waktu pengambilan 8 jam – 12 jam
• Pelayanan minimal 20 KK
2 Sumur Gali (SGL) • Skala komunal
• Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Pelayanan minimal 5 KK
3 Penampungan air hujan • Skala komunal
• Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Pelayanan 5 KK – 10 KK
4 Sistem Pengolahan Air • Skala komunal
Sederhana (SIPAS) • Waktu operasional 6 jam – 8 jam
• Kapasitas optimum 0,25 L/detik
• Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Pelayanan 20 KK – 30 KK
5 Hidran Umum/Kran Umum • Skala komunal
• Cakupan pelayanan 60% - 100% penduduk
• Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Jarak minimum penempatan 200 meter
• Pelayanan 20 KK – 30 KK
6 Sumur Pompa Tangan • Skala komunal
• Asumsi kebutuhan 30 L – 60 L perorang/hari
• Pelayanan minimal 5 KK
7 Bangunan • Kecepatan aliran (v) = 0,3m/detik – 2m/detik
penyadap/intake

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 44


No SPAM Keterangan
8 Bak Pengumpul • Waktu detensi = 5 menit – 15 menit
9 Saringan Pasir Lambat • Surface loading/kecepatan filtrasi = 0,1-0,3
m3/m2. jam
• Tinggi air = 0,7 meter – 1 meter
• Tinggi media = 0,7 meter – 1 meter
• Efective Size = 0,15 mm – 0,35 mm

e). Kriteria pembangunan prasarana MCK yang perlu diperhatikan :


1. Harus tersedia lokasi, pemakai dan sistem penyediaan air bersih.
2. Air limbah dari MCK umum harus dibuang melalui unit pengolah,
agar tidak mencemari lingkungan.
3. Sumber / air bersih tersedia, debitnya cukup (meskipun saat musim
kemarau)
4. Lengkap dengan septictank + peresapan
5. Sirkulasi udara kedalam ruang M.K cukup
6. Buangan air limbah tidak mencemari lingkungan
7. Pemilihan bentuk konstruksi memperhatikan kondisi sosial budaya
lokal;

f). Kriteria pembangunan Tambatan Perahu yang perlu diperhatikan :


ƒ Pada sungai yang lurus / tidak pada bagian berbelok
ƒ Tidak pada bagian mudah erosi
ƒ Lalulintas perahu dan kegiatan berada disekitar tamabatan perahu;
ƒ Tidak pada pantai yang ombaknya cukup besar;
ƒ Sekitar lokasi harus bersih;
ƒ Lokasi untuk penempatan bahan bangunan, tempat kerja dan
tambatan perahu harus tersedia.
Selanjutnya berdasarkan sketsa desain dan data-data hasil survey teknis
maka dilakukan pembuatan Gambar Rencana. Gambar rencana ini akan
menjadi acuan perhitungan volume rencana dan sebagai acuan
pembangunan pada tahap pelaksanaan konstruksi.
Terdapat beberapa macam gambar yang perlu disiapkan pada tahap ini,
yaitu:
1. Gambar Peta Situasi : gambar peta situasi ini minimum harus dapat
menunjukan letak prasarana yang akan dibangun. Sebagai dasar
gambar situasi ini, dapat menggunakan gambar peta desa/kelurahan
yang sudah ada.
2. Gambar Denah Bangunan : gambar denah/layout prasarana ini
minimum harus dapat menunjukan ukuran pokok prasarana dan jarak
terhadap patokan ukur, bangunan pelengkap;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 45


3. Gambar Teknik/Detail : gambar ini meliputi gambar bangunan induk dan
bangunan pelengkap yang dibuat secara lebih detail. Gambar ini
sedapat mungkin terdiri atas gambar potongan (2 arah) dengan
memperlihatkan secara jelas detail ukuran, jenis bahan dan spesifikasi
khusus (seperti perbandingan campuran beton) dan kondisi existing, dll.
4. Khusus untuk bangunan yang mempunyai bentuk sama atau
sebahagian dapat menggunakan gambar typikal.
Mengingat pembuatan gambar rencana ini dilakukan oleh masyarakat,
maka semua gambar-gambar tersebut diatas tidak harus dibuat dengan
bentuk standar menggunakan mesin gambar dan juru gambar, tetapi
cukup dibuat sederhana namun jelas dan mudah dimengerti. Gambar-
gambar ini harus diperiksa oleh fasilitator teknik atau askot infrastruktur di
kabupaten/kota sampai dinyatakan layak. Dan untuk untuk infrastruktur
yang lebih kompleks/rumit harus disetujui oleh TA. Infrastruktur KMW atau
Instansi teknis, seperti Dinas PU setempat.
Gambar rencana ini selanjutnya akan dipergunakan untuk menghitung
Volume/Kuantitas Pekerjaan pada perhitungan RAB.
Contoh gambar-gambar konstruksi dapat mengacu pada Pedoman Teknis
Infrastruktur yang sudah ada sedangkan untuk etiket Gambar, dapat
mengacu pada Contoh format Gambar Rencana seperti Format (Form-
Gbr, Proposal) terlampir.

9. PENGAMANAN DAMPAK LINGKUNGAN & SOSIAL


Sebagai program yang sangat terdesentralisasi, PNPM Mandiri Perkotaan
berinvestasi pada sejumlah besar sub-proyek/kegiatan di area miskin di
perkotaan. Melalui BLM, PNPM Mandiri Perkotaan berharap dapat
menyediakan pembangunan infrastruktur (skala sederhana dengan pagu
adalah Rp. 50 juta) yang berkelanjutan. Tidak diperkenankan untuk
membuat suatu kegiatan yang skalanya sangat besar dan kegiatan yang
dampaknya tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama
masyarakat miskin.
Desain kegiatan yang sedemikian (relatif kecil) dan pelaksanaan kegiatan
yang menjamin partisipasi dan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat
lokal dalam pengambilan keputusan secara bersama-sama, mulai dari
pengusulan kegiatan/kebutuhan, pelaksanaan, monitoring dan pemanfaatan
hasil-hasil pembangunan (DOUM) maka diharapkan segala permasalahan
yang muncul dapat dipecahkan secara bersama-sama pula oleh
masyarakat sehingga tidak ada dampak negatif yang signifikan akibat
pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan masyarakat.
Umumnya dampak lingkungan terjadi dari manajemen pembangunan di
lokasi selama konstruksi berlangsung. Oleh sebab itu, dalam hal ini PNPM
Mandiri Perkotaan akan tetap melembagakan mekanisme pemeriksaan,

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 46


meninjau serta menerapkan prosedur khusus untuk menjamin setiap
masalah lingkungan yang terjadi dapat diatasi .
Prinsip-prinsip dasar dalam penilaian kelayakan lingkungan adalah sebagai
berikut :
1). Usulan yang diajukan sedapat mungkin menghindari atau mengurangi
dampak negatif terhadap lingkungan. Usulan tersebut harus telah
mengkaji alternatif desain lainnya yang tepat untuk memperkecil dampak
negatifnya;
2). Usulan tersebut harus mengacu pada Rencana Umum Tata Ruang
(RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RTDR), serta menghindari
kawasan lindung yang telah ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan
Hidup, kecuali jika usulan kegiatan tersebut untuk mengembangkan
kawasan lindung; dan
3). Usulan yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan, harus
dilengkapi dengan suatu perencanaan pengelolaan dampak lingkungan
untuk mengurangi dampak negatifnya.
Setiap proposal KSM yang mengajukan kegiatan infrastruktur (proyek/sub-
proyek) akan diperiksa dengan prosedur/kriteria pemeriksaan lingkungan
Pemerintah Indonesia untuk memastikan tidak ada sub-proyek/proyek yang
membutuhkan pemeriksaan lingkungan secara penuh. Pada pemeriksaan
awal, tipe proyek, skala, lokasi, sensitifitas dan potensi dampak terhadap
alam dan lingkungan hidup akan diidentifikasi untuk menentukan kegiatan
tersebut layak atau tidak, sesuai kriteria pemeriksaan berikut :
9 Usulan Kegiatan yang membutuhkan Analisis Dampak Lingkungan
(ANDAL) secara menyeluruh tidak akan didanai oleh PNPM Mandiri
Perkotaan;
9 Usulan kegiatan yang membutuhkan UKL (Upaya Pengelolaan
Lingkungan) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) berdasarkan
kajian yang terbatas dan spesifik lokasi sub-proyek hanya akan didanai
bilamana telah disetujui hasil study UKL/UPLnya sesuai kriteria yang
ditetapkan Menteri PU dan Menneg LH. Diharapkan tidak ada proposal
yang masuk kategori ini.
9 Usulan-usulan yang cukup ditangani dengan prosedur operasi standar
(standard operation procedure), dimana praktek yg baik (good practice)
cukup menyelamatkan lingkungan. Direktorat Jenderal Cipta Karya telah
menetapkan pedoman/prosedur operasi standar utk proyek/sub proyek
jenis itu (termasuk pengendalian debu, kebisingan, lalulintas di lokasi
konstruksi, spesifikasi pengisian tanah dan penghijauan dilahan kritis,
prosedur mengendalikan dampak negatif pengangkutan sampah, dsb).
Diharapkan sebagian proposal akan masuk kategori ini
Prinsip dasar yang melandasi pengendalian dampak lingkungan dalam
PNPM Mandiri Perkotaan adalah meminimumkan efek negatif dan
memaksimumkan dampak positif dari setiap kegiatan konstruksi (termasuk
dampak negatif atas pembebasan lahan). Oleh sebab itu, maka pendekatan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 47
penanganan pengamaman dampak (safeguards), akan dilakukan melalui :
a). Desain perencanaan teknis bangunan yang mengacu pada kriteria
desain/standar teknis pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan
instansi teknis seperti Departemen Pekerjaan Umum; dan b). Pemeriksaan
terhadap dampak lingkungan kegiatan PNPM MP (skala kecil/sederhana)
melalui prosedur khusus atau prosedur operasi standar/POS untuk setiap
kegiatan infrastruktur yang diusulkan, yaitu Daftar Periksa/Uji Identifikasi
Dampak Lingkungan. Penyusunan Daftar Periksa Dampak Lingkungan ini
dilaksanakan :
1) Dalam proses perencanaan (kondisi awal atau kemajuan 0%), digunakan
daftar periksa (checklist) identifikasi kemungkinan/potensi persoalan
lingkungan dan menyusun berbagai tindakan yang harus dilakukan
dalam rangka mencegah atau memperbaiki persoalan lingkungan
(mitigasi);
2) Pada tahap pelaksanaan yaitu (a). kira-kira pertengahan proses kontruksi
(kondisi kemajuan 50%), disaat peluang untuk memperbaiki masih ada
maka dilakukan pemantauan kelapangan dimana daftar yang sama
(checklist tadi) di cocokkan lagi, apakah semua tindakan yang telah
direncanakan telah dilakukan atau belum. Dan terakhir, (b). Di akhir
konstruksi (kondisi kemajuan 100%), daftar yang sama (checklist tadi)
dicocokkan lagi dibandingkan dengan rencana aslinya guna memastikan
bahwa semua tindakan pengamanan yang telah direncanakan, telah
dilakukan.
Untuk lebih menyederhanakan proses perencanaan dan pelaksanaan
pengendalian dampak lingkungan dan dampak sosial akibat dari kegiatan
infrastruktur PNPM MP maka telah ditetapkan prosedur operasi standar
yang akan menjadi pedoman dilapangan, khususnya bagi KSM Lingkungan,
yaitu :
1. Daftar Periksa Kegiatan Terlarang (Negatif List) : Formulir ini telah
menyediakan identifikasi semua masalah/kegiatan yang dilarang untuk
dibiayai melalui dana BLM PNPM MP. KSM pada tahap perencanaan,
tinggal memeriksa kegiatannya terhadap butir-butir kegiatan yang
dilarang tersebut, apakah ada yang sama atau termasuk dalam salah
satu kegiatan yang dilarang tersebut. Apabila terdapat kegiatan yang
dilarang maka usulan kegiatan KSM ditolak atau tidak dapat didanai;
Adapun contoh bentuk dan kriteia kegiatan terlarang secara lengkap
mengacu pada formulir Daftar Kegiatan Terlarang (List Negatif)
sebagaimana pada formulir : Form-4, Proposal terlampir.
2. Daftar Periksa/Uji Identifikasi Dampak Lingkungan : Formulir ini
merupakan daftar identifikasi awal berupa, Potensi sumber dampak,
usulan alternatif tindakan penanganannya dan rencana pemantauannya.
KSM pada tahap perencanaan, memeriksa desain/usulan kegiatannya
terhadap potensi sumber dampak dan membuat jenis tindakan

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 48


pengamanan/mitigasinya yang sesuai. Kemudian pada tahap
pelaksanaan kegiatan, dilakukan pemantauan ulang untuk memastikan
bahwa semua tindakan penanganan dampak yang direncanakan/dipilih
telah dilaksanakan dilapangan. Pemantauan ulang ini dilakukan
sebanyak 2 kali masing-masing pada tahap kemajuan pekerjaan
mencapai kira-kira 50% dan kemajuan mencapai 100% atau telah
selesai.
Adapun contoh bentuk Identifikasi Dampak Lingkungan ini secara
lengkap mengacu pada formulir Uji Identifikasi Dampak Lingkungan
sebagaimana pada formulir : Form-5, Proposal terlampir.
Adapun cara pengisian kedua formulir tersebut adalah sebagai berikut :
1) Daftar Periksa Kegiatan Terlarang (Negatif List) : Periksa setiap usulan
kegiatan, Apakah desain/spesifikasi/rencana kegiatan yang diusulkan
ada yang sama atau termasuk dalam salah satu butir kegiatan yang
dilarang sebagaimana tercantum pada kolom Item/Butir yang dilarang.
Jawaban atas pertanyaan tersebut dituliskan dengan tanda (√) pada
kolom ”Ya” atau ”Tidak” yang sesuai/dipilih.
2) Daftar Uji Identifikasi Dampak Lingkungan : Untuk pengisian formulir ini
dapat mengacu pada Referensi Daftar Uji Identifikasi Dampak
Lingkungan (Lampiran-4). Periksa setiap usulan kegiatan, apakah
terdapat potensi sumber dampak lingkungan seperti butir-butir potensi
yang telah dicantumkan dalam Daftar (tersedia pada kolom potensi
sumber dampak). Apabila Ada, maka pilih tindakan
penanganannya/mitigasi yang sesuai (tersedia pada kolom alternatif
penanganan dampak). Salin Potensi dan Rencana Penanganan yang
dipilih ke format Daftar Uji Identifikasi Dampak Lingkungan (Form-5,
Proposal). Bilamana ditemukan ada potensi dan atau tindakan
penangana lain yang belum tercantum pada Daftar tersebut, silahkan
ditambahkan/dimasukan.

10. PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)


Pada dasarnya semua jenis kegiatan pembangunan sarana & parasana dapat
dikerjakan langsung oleh KSM dengan cara swadaya masyarakat, seperti
bergotong royong. Namun karena jumlah infrastruktur yang dibutuhkan
masyarakat cukup banyak dan tidak semua kegiatan tersebut dapat dipenuhi
(mampu ditangani) dengan cara swadaya maka melalui program PNPM
(kegiatan Lingkungan), disediakan stimulan bantuan dana (dari pinjaman Luar
Negeri) untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan tersebut.
Jadi penting untuk dipahami/dilihat bahwa dana BLM/PNPM hanyalah
merupakan pendukung dari swadaya masyarakat sehingga pemenuhan
terhadap kebutuhan pembangunan sarana & prasarana yang dihasilkan dapat
lebih banyak. Hal ini juga berarti bahwa melalui program PNPM ini,
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 49
masyarakat harus senantiasa mengupayakan sebanyak-banyaknya swadaya
(termasuk sumber-sumber pendanaan dari pemerintah atau pihak swasta
setempat) dan tidak berhenti hanya dengan adanya dana BLM saja.
Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan/proyek/sub-proyek adalah
merupakan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh
kegiatan pembangunan prasarana sesuai dengan rencana (Gambar dan
spesifikasi teknis yang dipersyaratkan).
Sesuai ketentuan program PNPM MP dalam pemanfaatan dana Bantuan
Langsung Masyarakat (BLM) maka pembiayaan usulan kegiatan prasarana
yang akan dibangun oleh masyarakat berasal dari dana Swadaya
masyarakat dan dana BLM/PNPM MP.
Oleh karena itu maka nilai RAB kegiatan prasarana adalah merupakan
gabungan perhitungan biaya dari kedua sumber dana tersebut. Atau dengan
kata lain bahwa didalam perhitungan RAB Kegiatan/Prasarana, sudah harus
dengan jelas memperlihatkan besarnya komponen dana swadaya dan
komponen dana PNPM MP /BLM.
Kegiatan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan/prasarana
merupakan tahap yang cukup penting dan dalam pelaksanaannya harus
memperhatikan proses/langkah-langkah kegiatannya, agar hasil yang
diperoleh paling mendekati nilai biaya pada saat pelaksanaan kegiatan
(realistis) serta sesuai dengan ketentuan PNPM MP dan dapat
dipertanggunjawabkan.
Adapun manfaat RAB adalah :
9 Untuk mengetahui berapa besar rencana biaya yang diperlukan untuk
menyelesiakan kegiatan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan;
9 Mengetahui jumlah/volume kebutuhan tenaga kerja, bahan dan alat yang
diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan;
9 Sebagai pedoman pada saat pelaksanaan kegiatan pembangunan
prasarana, khususnya pada saat melakukan pengadaan tenaga kerja,
bahan dan alat, baik menyangkut jumlah, jenis, maupun harga satuannya
masing-masing.
Hal yang perlu dipahami disini bahwa RAB sifatnya adalah suatu
perkiraan/rencana, artinya bahwa nilai volume maupun harga satuan tiap
jenis tenaga/bahan/alat yang paling menentukan dalam penyelesiaan
pekerjaan ádalah nilai kebutuhan nyata (realisasi) dilapangan. Dan
seharusnya nilai realisasi ini sama atau tidak berbeda jauh dengan RAB
yang dibuat sebelumnya;
9 Untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus dibuat didalam
dokumen proposal usulan pelaksanaan kegiatan KSM/Panitia.
Sedangkan Hasil/Keluaran yang diharapkan dari seluruh proses perhitungan
RAB adalah :
9 Masyarakat memperoleh/mengetahui volume/kuantitas kebutuhan tenaga
kerja, bahan, alat termasuk administrasi yang diperlukan untuk
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 50
melaksanakan/menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur. Hal ini
diharapakan agar pada saat pelaksanaan konstruksi nantinya KSM lebih
mudah dan efisien dalam mengelola/mengalokasian dana-nya (tidak terjadi
pembelanjaan yang berlebih yang mengakibatkan pemborosan dana);
9 Mayarakat mengetahui total nilai biaya kegiatan dari kontribusi swadaya
masyarakat dan total kebutuhan dana dari BLM.
9 Adanya integrasi kontribusi swadaya warga dengan dana BLM PNPM MP;
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan RAB :
9 RAB disusun oleh KSM/Panitia, yaitu Ketua Panitia dibantu oleh anggota
KSM yang mampu dan memahami cara pembuatan RAB;
9 RAB harus disusun secara teliti/hati-hati dan benar sehingga diperoleh nilai
RAB yang seimbang dengan biaya pelaksanaan pembangunan prasarana
yang telah direncanakan (RAB realistis). Atau dengan kata lain bahwa RAB
yang disusun tidak berlebihan (pemborosan) atau kekurangan dana
(kualitas atau kuantitas pekerjaan tidak dapat dipenuhi);
9 RAB bersifat terbuka, artinya siapapun warga boleh mengetahui RAB;
9 Dana BLM/PNPM tidak dapat digunakan untuk membiayai ganti rugi.
Masalah ganti rugi harus diselesaikan oleh masyarakat sendiri;
9 Apabila terjadi kekurangan dana pada tahap pelaksanaan pembangunan,
maka harus diusahakan/ditambah melalui swadaya agar memenuhi
kualitas/kuantitas pekerjaan sesuai yang direncanakan;
9 Dan sebaliknya apabila terdapat kelebihan dana maka harus digunakan
kembali hanya pada paket kegiatan tersebut dengan cara menambah
volume atau menyempurnakan parasarana yang dibangun tersebut;
Informasi atau data-data awal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan
penyusunan RAB :
1. Rencana Swadaya berdasarkan hasil rembug/musyawarah
”Kesepakatan Swadaya Masyarakat” (Berita Acara Rembug Swadaya);
2. Harga Satuan Upah/Bahan/Alat berdasarkan hasil rembug/musyawarah
”Kesepakatan Harga Satuan” (Berita Acara Rembug Harga);
3. Gambar-gambar rencana prasarana yang akan dibangun, termasuk data-
data pendukung hasil survey teknik sebelumnya;
4. Metode/Cara pelaksanaan setiap kegiatan (apakah menggunakan tenaga
kerja atau peralatan);
5. Menyiapkan formulir-formulir perhitungan RAB yang diperlukan.
Setelah data-data hasil kegiatan tersebut (poin 1,2,3) diperoleh maka
proses perhitungan RAB dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut :
1) Perhitungan Volume/Kuantitas Pekerjaan
2) Perhitungan Volume/Kuantitas Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan, Alat
3) Perhitungan Anggaran Biaya
Ketiga langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 51


10.1 PERHITUNGAN VOLUME/KUANTITAS PEKERJAAN
Yang harus dipersiapkan :
Gambar Rencana Detail yang sudah mencantumkan semua ukuran
prasarana dan spesifikasi (jenis/kualitas dari material/alat) yang
harus dipenuhi serta didukung dengan data-data hasil survey teknis.
Formulir perhitungan Kuantitas Pekerjaan (Form : RAB 2 & 2A).
Langkah – langkah Perhitungan Volume Pekerjaan :
1. Buat daftar inventarisasi jenis-jenis (item) kegiatan yang akan
dilaksanakan untuk mewujudkan bangunan prasarana sebagaimana
yang direncanakan. Daftar item pekerjaan tersebut harus sudah
mencantumkan satuan pengukurannya. Sebagai contoh misalnya :
Item Pekerjaan Satuan
1. Pekerjaan Penyiapan Tanah Dasar/Badan Jalan M2
2. Penimbunan Badan Jalan M3
3. Lapis Pondasi Bawah Kelas C (Sirtu) M3
4. Galian Parit M3
5. Pekerjaan Beton M2
6. Pekerjaan Saluran Ps. Batu Kali M3
Untuk menentukan jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam
pembangunan prasarana/infrastruktur maka secara teknis harus ada
gambar perencanaan infrastruktur, minimal gambar denah dan
potongan dari prasarana/infrastruktur yang akan dibangun tersebut.
Sebab dari gambar-gambar tersebut dapat diketahui kegiatan-
kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk membangun
infrastruktur tersebut sampai selesai. Apabila gambar-gambar tidak
tersedia maka diperlukan orang yang sudah mempunyai pengalaman
dalam melakukan pekerjaan yang sama dengan prasarana yang
hendak dibuat, misalnya tukang atau mandor bangunan. Kemudian
Urutan jenis-jenis atau item pekerjaan tersebut hendaknya dibuat
sesuai urutan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
2. Lakukan perhitungan kuantitas/volume tiap jenis/item pekerjaan.
Volume pekerjaan yang dimaksudkan disini adalah banyaknya
pekerjaan yang harus dibuat (rencana) menurut satuan pengukuran
pekerjaannya.
Ketentuan perhitungan volume tiap item pekerjaan adalah :
ƒ Volume harus sesuai dengan satuan pengukuran pekerjaannya atau
dengan kata lain bahwa setiap item pekerjaan yang satuan
pengukurannya berbeda mempunyai cara perhitungan volume
pekerjaan yang berbeda pula.
Misalnya ;
Volume pekerjaan penyiapan badan jalan yang diukur dalam satuan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 52
meterpersegi (m2) = panjang tanah dasar yang akan disiapkan x
lebar yang harus disiapkan;
Berbeda dengan
Volume Penimbunan Badan Jalan yang diukur dalam satuan
meterkubik (m3) = panjang timbunan x lebar x tinggi (atau tebal)
timbunan.
ƒ Sedangkan ukuran (panjang, lebar, tinggi/tebal) harus sesuai
dengan yang direncanakan (sesuai ukuran pada gambar).
Agar diperoleh ketelitian dan memudahkan perhitungan volume
pekerjaan maka sebaiknya perhitungan dilakukan per item pekerjaan
sesuai urutan item pekerjaan pada daftar yang telah dibuat
sebelumnya. Cara melakukan perhitungan dapat dibuat format Tabel
Contoh perhitungan Volume Pekerjaan sederhana (Form-RAB2A).
Karena Perhitungan Volume Pekerjaan tersebut akan menjadi acuan
pada pelaksanaan pembangunan prasarana maka perhitungan
volumenya harus cukup teliti, sederhana dan jelas sehingga mudah
dipahami.

No Uraian Pekerjaan Satuan Sketsa dan Perhitungan Volume

T= 20cm
1. Lapis Pondasi M3 L= 2m
80
Bawah Kelas C
(Sirtu) P (panjang)= 200m

Vol. = P x L x T
= 200 x 2 x 0,2
= 80
Dst.

3. Buat Rekapitulasi Daftar Kuantitas/Volume seluruh pekerjaan.


Daftar Rekapitulasi Kuantitas ini berupa tabel yang
menggambarkan/memuat volume dan satuan tiap jenis pekerjaan
secara keseluruhan kegiatan (proyek). Adapun sumber informasinya
adalah hasil perhitungan langkah 2 diatas. Adapun Contoh bentuk
fomatnya adalah seperti pada tabel / formulir (RAB-2) berikut.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 53


Cara Pengerjaan Formulir :
9 No. Urut : Isi nomor urut jenis pekerjaan;
9 Uraian Pekerjaan : Diisi nama jenis pekerjaan
9 Satuan : Diisi dengan satuan pengukuran pekerjaan
9 Volume/Kuantitas Diisi dengan nilai volume pekerjaan

10.2 PERHITUNGAN VOLUME/KUANTITAS KEBUTUHAN PEKERJAAN


(Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan/Material dan Peralatan)
Komponen kebutuhan untuk melaksanakan suatu kegiatan konstruksi
yang harus diperhitungkan biayanya disini adalah mencakup komponen
Tenaga Kerja, Bahan Bangunan, Peralatan dan Administrasi. Untuk
komponen Tenaga Kerja, Bahan dan Alat harus dihitung berdasarkan
kebutuhan tiap jenis/item pekerjaan yang akan dilakukan dilapangan
sedangkan untuk administrasi dihitung sekaligus untuk keseluruhan
penyelesaiaan pekerjaan atau proyek/sub-proyek (tidak diperhitungkan
langsung pada tiap jenis/item pekerjaan).
Perhitungan Volume kebutuhan disini mencakup 3 tahapan, yaitu :
a. Perhitungan Volume Kebutuhan Total Pekerjaan/Proyek;
b. Perhitungan Volume Kebutuhan Swadaya masyarakat;
c. Perhitungan Volume Kebutuhan BLM/PNPM;
Masing-masing tahapan dapat diuraikan sebagai berikut :
A). Perhitungan Volume Total Kebutuhan Kegiatan/Proyek/Sub-proyek
Sebagai dasar perhitungan Volume Kebutuhan Bahan, Tenaga kerja dan
peralatan yang akan digunakan untuk menyelesaikan seluruh kegiatan
pembangunan prasarana adalah Hasil Perhitungan Kuantitas/Volume
tiap item Pekerjaan sebelumnya (lihat Langkah 2) dan rencana metode
pelaksanaan pekerjaan yang dipilih. Metode kerja disini lebih kepada
apakah pekerjaan dilakukan secara padat karya (menggunakan tenaga
manusia) atau dengan menggunakan peralatan (mesin).
Langkah – langkah Perhitungan Volume Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan, Alat dan
administrasi untuk seluruh kegiatan proyek :
1. Hitung kebutuhan tenaga kerja/bahan/alat tiap jenis pekerjaan.
Lakukan perhitungan ini sampai semua jenis (item) pekerjaan selesai.
Sebagai dasar acuan jenis-jenis pekerjaan dapat mengacu pada
Daftar Kuantitas Pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya.
2. Buat Rekapitulasi Kebutuhan total Tenaga kerja, bahan dan alat yang
diperlukan untuk menyelesaikan seluruh kegiatan/proyek.
3. Hitung kebutuhan administrasi untuk menyelesaikan seluruh
kegiatan/proyek.
Masing-masing langkah dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Perhitungan kebutuhan tenaga kerja/bahan/alat tiap jenis pekerjaan.
Cara pelaksanaannya adalah :
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 54
a. Berdasarkan metode pelaksanaan yang dipilih, maka setiap item
pekerjaan, perlu diidentifikasi/ditentukan semua jenis/macam dari :
¾ Tenaga Kerja yang diperlukan, misalnya Mandor/ketua
kelompok, Tukang, Pekerja;
¾ Material/bahan yang dibutuhkan, misalnya pasir, semen, besi,
dll;
¾ Peralatan Kerja yang dibutuhkan, misalnya beton molen, mesin
gilas, dll. Untuk alat seperti cangkul, linggis, ember dapat
dikelompokan menjadi satu set alat dan biasa disebut alat bantu;
b. Kemudian harus ditentukan/diketahui besarnya kebutuhan dasar
untuk menyelesaikan satu satuan pengukuran pekerjaan tersebut
atau biasa disebut koefisien dari setiap jenis/macam Tenaga Kerja,
Material/bahan, Peralatan Kerja.
c. Hasil identifikasi dan koefisien masing-masing tenaga kerja, bahan
dan alat dicatat untuk masing-masing item pekerjaaan yang ada.
d. Berdasarkan data hasil poin a,b, Lakukan perhitungan kebutuhan
untuk semua jenis/item kegiatan selesai. Sebagai dasar acuan
jenis-jenis pekerjaan dapat mengacu pada Daftar Kuantitas
Pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya.
e. Prinsip dasar perhitungan Volume kebutuhan ini adalah : koefisien
tiap jenis kebutuhan dikali volume tiap jenis pekerjaan. Dengan
demikian maka kebutuhan untuk masing-masing jenis/macam dari
Tenaga Kerja, Bahan, Alat, dapat dihitung dengan rumus umum
berikut :
Volume TK = Koefisien TK x Volume Pekerjaan

Volume Bahan x Volume Pekerjaan


= Koefisien Bahan

Volume Alat = Koefisien Alat x Volume Pekerjaan

Untuk memudahkan proses perhitungan Kebutuhan tiap item


pekerjaan maka dapat dibuat formulir seperti Formulir RAB-3 berikut.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 55


Cara Pengerjaan Formulir :
9 Uraian : Diisi nama tiap jenis komponen biaya Tenaga Kerja, Bahan,
Peralatan yang sesuai kebutuhan pekerjaan tersebut;
9 Satuan : Diisi dengan satuan pengukuran tiap jenis komponen biaya
pekerjaan
9 Volume/Kuantitas per satu satuan pekerjaan (koefisien): Diisi dengan nilai
volume persatuan pekerjaan
9 Jumlah/Volume Kebutuhan : Diisi dengan nilai Volume/kebutuhan untuk
masing-masing Tenaga Kerja, Bahan dan Alat. Caranya Tuliskan hasil
Perkalian antara angka Koefisien dengan Volume Item Pekerjaan;
2. Buat Rekapitulasi Kebutuhan total Tenaga kerja, bahan dan alat yang
diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proyek.
Dasar perhitungan rekapitulasi ini adalah hasil perhitungan volume
kebutuhan tiap pekerjaan (lihat langkah 1 diatas). Prinsip
perhitungannya adalah Jumlah total masing-masing kebutuhan tiap
jenis/macam dari Tenaga Kerja, Bahan dan Alat yang dibutuhkan
pada tiap jenis pekerjaan dijumlahkan untuk seluruh jenis pekerjaan
yang ada. Untuk memudahkan proses perhitungan maka dapat dibuat
tabel bantu seperti berikut :
Tabel bantu Perhitungan Rekapitulasi Kebutuhan Proyek/Sub Proyek :

Vol. Kebutuhan T. Kerja Volume Kebutuhan Bahan Vol. Kebutuhan Alat


Mandor

Tukang
Tukang

Pekerja

Bt Bata
Bt. Kali
Semen

Kerikil

Dst….

Dst….
Molen

Bantu
Beton

Mesin
Gilas
Pasir

Alat
Ka.

No Uraian Pekerjaan

(HOK) (HOK) (HOK) (HOK) (Zak) (M3) (M3) (M3) (Buah) (…..) (Jam) (Jam) (Set) (….)

1
2
dst

Total

Cara Pengerjaan Formulir :


9 No : Diisi Nomor urut pekerjaan;
9 Uraian Pekerjaan : Diisi nama tiap jenis pekerjaan;
9 Kolom Volume Kebutuhan Tenaga Kerja (Mandor/Ka. Tukang,
Tukang,Pekerja) diisi nilai volume/jumlah masing-masing sesuai jenis
pekerjaannya;
9 Kolom Volume Kebutuhan Bahan dan Volume Kebutuhan Alat, prinsip
pengisiannya sama dengan Volume Kebutuhan Tenaga Kerja
9 Baris Total pada setiap kolom kebutuhan : Diisi hasil penjumlahan Volume
Kebutuhan dari kegiatan pertama (baris teratas) sampai kegiatan terakhir
(baris terbawah);

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 56


Hasil perhitungan rekapitulasi ini akan menjadi masukan volume total
kebutuhan tenaga kerja, bahan, alat untuk perhitungan biayanya.
Salinlah nilai-nilai total dari setiap jenis kebutuhan yang ada pada
tabel tersebut kedalam Formulir Rencana Anggaran Biaya (Formulir
RAB-4) pada kolom Volume Kebutuhan ”Total” (Kolom 4) untuk
masing-masing komponen yang sesuai.
3. Hitung Kebutuhan Administrasi yang diperlukan untuk menyelesaikan
seluruh kegiatan/proyek.
Komponen kegiatan administrasi untuk menyelesaikan seluruh
kegiatan/proyek, disini hanya mencakup kegiatan administrasi minimal
yang harus dibuat/dilakukan oleh KSM selama pelaksanaan
konstruksi, yaitu mencakup komponen :
¾ Pembuatan Papan Nama Proyek;
¾ Pembuatan administrasi Harian dan Mingguan Lapangan;
¾ Pembuatan Laporan Kegiatan KSM (Kemajuan Dwi-Mingguan
dan Pertanggungjawaban/Akhir);
¾ Photo copy (seperti dokumen proposal, laporan, administrasi, dll);
¾ Pengadaan ATK yang diperlukan;
¾ Dokumentasi/photo-photo kegiatan (0%, 50%, 100%);
¾ Materai secukupnya;
¾ Pengujian Kualitas Air Minum (1 sampel/contoh benda uji), hanya
untuk infrastruktur Air Minum yang sumber airnya bukan berasal
dari air hujan, PDAM atau perusahaan air minum lainnya.
Besarnya volume kebutuhan untuk tiap komponen administrasi
tersebut pada dasarnya dihitung sesuai kebutuhan lapangan. Dalam
hal volume setiap komponen tidak dapat diperkirakan dengan pasti
maka dapat digunakan volume 1 (satu) dengan satuan ”Lumpsum”
(Ls), kecuali untuk pengujian kualitas air minum, yaitu 1 (satu)
sampel/contoh benda uji.
Hasil perhitungan ini akan menjadi masukan volume total kebutuhan
kegiatan administrasi untuk perhitungan biaya proyek. Salinlah nilai-
nilai volume dari setiap jenis kebutuhan administrasi tersebut kedalam
Formulir Rencana Anggaran Biaya (Formulir RAB-4) pada kolom
Volume Kebutuhan ”Total” (Kolom 4) untuk komponen administrasi.
Beberapa hal yang perlu dipahami berkaitan dengan penggunaan
koefisien tenaga kerja, bahan dan alat :
Koefisien selalu dinyatakan dalam bentuk angka, bisa angkanya bulat
(1, 2, dst) atau angka pecahan (ada angka dibelakang koma seperti
0,003 atau 0,03, dst);
Angka koefisien dapat berbeda-beda untuk tiap jenis tenaga kerja,
bahan, alat serta untuk tiap jenis pekerjaan;
Angka koefisien biasanya diperoleh dari hasil pengujian yg dilakukan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 57
khusus untuk itu (meskipun juga ada yang bisa dihitung sendiri),
sehingga didalam penyusunan RAB umumnya koefisien mengacu
pada referensi/sumber yang diterbitkan secara resmi seperti Analisa
BOW, Analisa SNI, Analisa K, informasi yang diterbitkan oleh
pemerintah, dinas/sektor terkait di daerah;
Pengertian KOEFISIEN :
‰ Yang dimaksud dengan koefisien tenaga kerja atau biasa disebut
produktivitas tenaga kerja disini adalah banyaknya volume
pekerjaan yang mampu dikerjakan/diselesaikan oleh seorang
tenaga kerja dalam satu satuan waktu tertentu atau banyaknya
tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan satu satuan
pengukuran pekerjaan dalam satu satuan waktu tertentu. Satuan
yang digunakan adalah Hari Orang Kerja (HOK). Satu HOK
biasanya sama dengan 6 sampai 8 jam kerja (sesuai kondisi
setempat).
Sebagai contoh, misalnya untuk pekerjaan 1 M3 pasangan pondasi batu kali
adukan 1semen : 4 pasir, maka koefisien tenaga kerja adalah :
9 0,18 untuk Mandor/Kepala Kelompok
9 0, 12 untuk Kepala Tukang Batu
9 1,20 untuk Tukang Batu
9 3,60 untuk Pekerja
Pengertiannya adalah 0,18 mandor + 0,12 kepala tukang + 1,2 tukang + 3,6
pekerja, bekerja bersama dalam 1 hari dapat menyelesiakan 1 m3 pasangan
pondasi batu kali.

‰ Yang dimaksud dengan koefisien bahan/material disini adalah


banyaknya/jumlah bahan/material yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan satu satuan pengukuran pekerjaan. Satuan yang
digunakan adalah sama dengan satuan pengukuran bahan,
misalnya pasir dinyakatakan dalam m3, semen dinyatakan dalam
zak, dst.
Sebagai contoh, misalnya untuk pekerjaan 1 M3 pasangan pondasi batu kali
adukan 1semen : 4 pasir, maka koefisien bahan :
9 1,20 M3 untuk batu kali
9 0,522 M3 untuk pasir pasangan
9 2,86 untuk zak semen

‰ Yang dimaksud dengan koefisien alat/peralatan atau biasa disebut


juga produktivitas peralatan adalah banyaknya volume pekerjaan
yang mampu dihasilkan oleh suatu peralatan dalam satu satuan
waktu tertentu atau banyaknya suatu peralatan yang diperlukan
untuk melaksanakan/menyelesiakan pekerjaan dalam satu satuan
waktu tertentu. Satuan yang digunakan adalah jam atau hari untuk
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 58
Sebagai contoh, misalnya untuk pemadatan pekerjaan lapis pondasi sirtu per
m3 dengan menggunakan alat mesin gilas, maka koefisien alat mesin gilas
adalah 0,083 per m3.

B). Perhitungan Volume Swadaya Masyarakat


Perhitungan Volume tiap jenis swadaya yang diberikan oleh
masyarakat pada tahap ini mencakup seluruh komponen swadaya
masyarakat yang dikontribusikan oleh warga, berupa: Tenaga Kerja,
Bahan, Peralatan, Administrasi, Dana Tunai, Lahan dan Konsumsi.
Data atau informasi utama untuk perhitungan volume swadaya ini
adalah Daftar Swadaya masyarakat yang telah disepakati pada
Rembug Kesepakatan Swadaya sebelumnya.
Sedangkan proses perhitungannya, pada prinsipnya sama dengan
membuat rekapitulasi volume kebutuhan proyek diatas, yaitu dengan
menjumlahkan semua volume tiap macam bentuk swadaya yang
sama, misalnya berapa jumlah dari tiap jenis Tenaga Kerja Mandor,
Kepala Tukang, Tukang, Pekerja, semen, alat bantu cangkul, dll.
Hasil perhitungan rekapitulasi swadaya ini akan menjadi masukan
volume kebutuhan swadaya untuk perhitungan RAB. Salinlah nilai-nilai
volume kontribusi swadaya ini kedalam Formulir Rencana Anggaran
Biaya (Formulir RAB-4) pada kolom Volume Kebutuhan ”Swadaya”
(Kolom 5)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1) Apabila ada swadaya dalam bentuk dana tunai yang belum
dijadikan menjadi bentuk barang seperti bahan/alat/administrasi
pada waktu rembug kesepakatan swadaya masyarakat
sebelumnya, maka dalam proses perhitungan RAB ini perlu terlebih
dahulu diubah nilainya kedalam bentuk komponen swadaya non
dana tunai (berupa barang) yang sebanding, misalnya menjadi
bahan semen 1 zak, atau biaya administrasi pembuatan papan
nama proyek, dll.
2) Untuk tiap jenis tenaga kerja (mandor, kepala tukang, tukang,
pekerja) maka perlu diperhatikan bahwa satuannya harus dibuat
dalam bentuk HOK, yaitu jumlah hari kerja yang disawadayakan
dikali jumlah jam kerja perhari. Besarnya Jam Kerja perhari
biasanya 6 sampai 8 jam (dipilih sesuai jam kerja setempat).
C). Perhitungan Volume Kebutuhan BLM/PNPM MP
Volume kebutuhan untuk sumber dana dari BLM PNPM hanya
mencakup 4 komponen utama biaya konstruksi, yaitu berupa :
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 59
Tenaga Kerja, Bahan, Peralatan, Administrasi (termasuk Biaya
Pengujian Kualitas Air Minum, untuk infrastruktur Air Minum yang
sumber airnya bukan berasal dari air hujan, PDAM atau perusahaan
air minum lainnya).
Dasar perhitungannya adalah dilakukan dengan cara Kebutuhan Total
Proyek dikurangi dengan Kebutuhan swadaya masyarakat untuk
masing-masing komponen tenaga kerja, bahan alat dan administrasi
yang sesuai.
Proses perhitungannya dapat langsung menggunakan formulir
Formulir Rencana Anggaran Biaya (Formulir RAB-4 kolom 6) yaitu
”nilai volume kebutuhan total” (kolom 4) dikurangi ”volume kebutuhan
swadaya” (kolom 5).
Hasil akhir kegiatan perhitungan volume kebutuhan tenaga kerja,
bahan dan alat ini akan diperoleh gambaran :
1. Rekapitulasi dan rincian Volume kebutuhan Bahan, Tenaga kerja
dan Peralatan yang akan digunakan dari seluruh item pekerjaan
pembangunan prasarana
2. Rekapitulasi dan rincian Volume/kuantitas kebutuhan Bahan,
Tenaga kerja dan Peralatan dari kontribusi swadaya masyarakat
untuk pembangunan prasarana.
3. Rekapitulasi dan Rincian Volume/kuantitas kebutuhan Bahan,
Tenaga kerja dan Peralatan, untuk porsi sumber dana BLM.
10.3 PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Swadaya & BLM
Perhitungan RAB disini adalah mencakup perhitungan RAB Prasarana
yang dirinci untuk masing-masing sumber dana swadaya (kontribusi
warga) dan sumber dana BLM PNPM MP.
Prinsip dasar perhitungan RAB ini adalah diperoleh dengan cara
menjumlahkan biaya (RAB) dari setiap komponen yang diperlukan.
Sedangkan besarnya biaya setiap komponen adalah Volume setiap
komponen dikali harga satuannya. Dasar perhitungan RAB, secara
sederhana dapat digunakan rumus berikut :

RAB = VOLUME x HARGA SATUAN

Adapun proses perhitungan RAB disini, mencakup :


A. RAB Swadaya Masyarakat dan RAB BLM/PNPM MP;
B. Rekapitulasi RAB Swadaya dan BLM (Diperlukan bilamana usulan
kegiatan KSM lebih dari satu jenis).
A). Perhitungan RAB Swadaya Masyarakat dan BLM/PNPM MP
o Swadaya Masyarakat :
Komponen biaya kontribusi/swadaya masyarakat yang
diperhitungkan pada RAB disini, mencakup 7 (tujuh) komponen,
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 60
yaitu : komponen Tenaga Kerja, Bahan, Peralatan, Dana Tunai,
Lahan, Konsumsi dan Administrasi proyek;
Sebagai dasar perhitungan RAB Swadaya masyarakat adalah
data/informasi hasil perhitungan volume kebutuhan/kontribusi
swadaya yang telah dibuat sebelumnya (langkah 10.2.B) dan data
harga satuan. Harga satuan yang dipergunakan untuk menilai
swadaya ini adalah sama dengan harga satuan yang telah disepakati
(hasil survey 3 toko) dan khusus untuk tanah/tanaman produktif,
konsumsi dan administrasi maka dapat menggunakan harga pasar
setempat.
o BLM/PNPM MP :
Komponen RAB kegiatan yang diperhitungkan dari sumber dana
BLM PNPM MP adalah mencakup komponen biaya : upah tenaga
kerja, material/bahan, peralatan dan biaya Administrasi.
Khusus untuk pembiayaan kegiatan administrasi KSM, sangat didorong
untuk dipenuhi dari dana Swadaya masyarakat atau dukungan pihak ketiga
lainnya. Namun demikian dimungkinkan dapat menggunakan secara
terbatas sumber dana dari BLM/PNPM, sepanjang dapat dipastikan
penggunaannya oleh konsultan dan ini tidak menutup kemungkinan adanya
swadaya. Penggunaan dana tersebut harus diverifikasi baik
perencanaannya maupun realisasinya oleh Tim Konsultan dan BKM/UPL.
Batasan besarnya pagu per KSM dan cara pengalokasiannya dapat dilihat
pada penjelasan Catatan Yang Harus Diperhatikan, pada bagian akhir
penjelasan Rekapitulasi RAB.
Sebagai dasar perhitungan RAB kegiatan dari sumber dana BLM
PNPM MP adalah data/informasi hasil perhitungan volume
kebutuhan tenaga kerja, material/bahan, peralatan dan administrasi
untuk BLM yang telah dibuat sebelumnya (langkah 10.2.C) dan data
Harga satuan hasil survey 3 toko yang telah disepakati.
Adapun Penjelasan Cara Perhitungan tiap komponen biaya dalam
RAB tersebut sebagaimana diuraikan pada tabel berikut :
Jenis Harga Satuan Nilai/Biaya
No Satuan Volume
Komponen (Rp) (Rp.)
1. Tenaga Kerja HOK Jumlah Org TK Sesuai Nilai Upah Jum. HOK x
(Mandor/K.Klp, dikali jumlah hari harian setempat Upah perhari
Tukang,Pekerja, dlll) kerja yang atau untuk tk. Kota
diberikan untuk dapat memakai
tiap jenis TK. UMR perhari
(sesuai jumlah yg
telah disepakati
KSM)
2. Bahan Bangunan Sesuai Sesuai jumlah Sesuai Harga Jumlah Volume
(Pasir, Batu, satuan yang telah satuan dasar tiap x Harga Satuan
Semen,dll) jenis bahan disepakati KSM jenis bahan Dasar Bahan
(m2,m3,za untuk tiap jenis termasuk biaya
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 61
Jenis Harga Satuan Nilai/Biaya
No Satuan Volume
Komponen (Rp) (Rp.)
k, dll) Bahan transportnya
sampai dilokasi.
3. Alat/Peralatan Kerja Sesuai Sesuai jumlah Sesuai Nilai Jumlah Volume
(pacul, pengaduk satuan yang telah pembelian/ x Harga Satuan
semen, ember beton, jenis Alat disepakati KSM pembuatan/ sewa, Alat
dll) (bh, zak, untuk tiap jenis untuk tiap jenis
dll) Alat Alat
4. Administrasi :
¾ Papan Nama
Proyek; Sesuai Dihitung sesuai Dihitung biaya Jumlah Volume
¾ Administrasi satuan kebutuhan tiap sesuai kebutuhan x Harga Satuan
Harian/Mingguan kebutuhan komponen untuk tiap komponen tiap komponen
¾ Laporan Kegiatan tiap keseluruhan
KSM (Kemajuan komponen kegiatan/proyek
Dwi-Mingguan dan atau (atau gunakan
Pertanggungjawab digunakan volume = 1 bila
an/Akhir); satuan Ls satuannya adalah
¾ Photo copy (Lumpsum) Ls (Lumpsum)
¾ Pengadaan ATK untuk
¾ Photo-photo masing-
kegiatan (0%, 50%, masing
100%); komponen
¾ Materai;
¾ Pengujian Kualitas
Air Minum
5. Dana Tunai Bila ada swadaya tunai, supaya dijadikan berbentuk non-tunai yang
(Swadaya) dibutuhkan untuk kegiatan konstruksi (bisa seperti bahan, alat,
administrasi) sehingga pada saat dimasukan dalam perhitungan RAB,
swadaya dana tunai tersebut sudah terintegrasi atau langsung
dipergunakan.
6. Tanah/Tanaman yang terkena proyek :
a. Tanah M2 Luas tanah yang Sesuai NJOP Jumlah Volume
terkena proyek (Nilai Obyek x Harga Satuan
Pajak) setempat Tanah
b. Tanaman Batang/ Jumlah tanaman Sesuai nilai Jumlah Volume
Produktif Pohon yang terkena Tanaman dilokasi x Harga Satuan
proyek setempat Tanah
7. Konsumsi : Ls/paket Sesuai jumlah Sesuai Nilai Total Nilai
(dapat dirinci sesuai yang ada pembelian/ semua jenis
jenis konsumsi dan pembuatan tiap Konsumsi
harganya) jenis konsumsi
Hasil akhir dari perhitungan RAB ini adalah diperolehnya gambaran
besarnya nilai rencana swadaya masyarakat dan BLM PNPM MP yang
diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan prasarana, meliputi :
1. Volume/kuantitas dari setiap bentuk swadaya dan BLM/PNPM MP;
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 62
2. Besarnya nilai/biaya setiap bentuk swadaya dan BLM/PNPM MP;
Selanjutnya perhitungan RAB Swadaya dan BLM ini dapat langsung
menggunakan formulir (Formulir RAB-4), seperti tabel berikut :

CARA PENGERJAAN FORMULIR RAB-4 :


Judul
Penjelasan Cara Pengerjaan
Kolom
No. Urut Kosongkan (pada formulir sudah ada)
(Kolom 1)
Uraian Tuliskan hasil identifikasi tiap jenis komponen kebutuhan RAB
(Kolom 2) (baik swadaya maupun BLM) yang diperlukan. Sebagai acuan
dapat menggunakan jenis-jenis komponen hasil perhitungan
kebutuhan proyek dan swadaya.
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 63
Satuan Diisi dengan satuan pengukuran jenis komponen yang sesuai
(kolom 3) (HOK untuk Tenaga Kerja dan untuk satuan bahan/alat adalah
yang sesuai)
Volume Diisi dengan jumlah kebutuhan total pekerjaan (sub proyek) untuk
Kebutuhan tiap jenis komponen masing-masing
”Total”
(Kolom 4)
Volume Diisi dengan jumlah kebutuhan masing-masing komponen dari
”Swadaya” swadaya.
(Kolom 5)
Volume Diisi dengan nilai Volume/kebutuhan untuk masing-masing
Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan dan Alat dari sumber dana BLM. Caranya :
”BLM” (Kolom Nilai Volume Kebutuhan Total (kolom 4) dikurangi dengan nilai
6) Kebutuhan Swadaya (kolom 5) untuk masing-masing komponen;
Harga Satuan Diisi dengan harga satuan masing-masing komponen. Nilai Harga
(kolom 7) Satuan yang dipakai berpedoman pada Hasil Kesepakatan Harga
Satuan Hasil Survey, sedangkan untuk Hraga satuan
Tanah/Tanaman, Konsumsi harus menggunakan harga harga
pasaran di desa/kelurahan setempat.
Jumlah Biaya Diisi dengan nilai jumlah biaya masing-masing komponen
”Swadaya” swadaya. Caranya Nilai Volume Swadaya (kolom 5) dikali dengan
(Kolom 8) nilai Harga Satuan masing-masing (Kolom 7);
Jumlah Biaya Diisi dengan nilai jumlah biaya masing-masing komponen
”BLM/PNPM BLM/PNPM. Caranya Nilai Volume BLM (kolom 6) dikali dengan
MP” (Kolom nilai Harga Satuan masing-masing (Kolom 7);
9)
Baris : ¾ Kolom 8-Swadaya) : Diisi dengan nilai total biaya semua
Jumlah Total komponen Swadaya.
Biaya Caranya Jumlahkan Nilai pada Subjumlah Tenaga Kerja
(Swadaya (subtotal 1) + subtotal Bahan (subtotal 2) + subtotal Alat
dan BLM) (subtotal 3) + subtotal Dana Tunai (subtotal 5) + subtotal
Tanah/Tanaman (subtotal 6) + subtotal Konsumsi (subtotal 7)
yang ada
¾ Kolom 9-BLM) : Diisi dengan nilai total biaya semua
komponen BLM/PNPM MP.
Caranya Jumlahkan Nilai pada Subjumlah Tenaga Kerja
(subtotal 1) + subtotal Bahan (subtotal 2) + subtotal Alat
(subtotal 3) + subtotal Administrasi (subtotal 4) yang ada.
Baris : Diisi dengan nilai total jumlah total biaya semua komponen
Jumlah Total Tenaga kerja dari swadaya dan BLM. Caranya Salin Nilai pada
Biaya Upah Subtotal Tenaga Kerja (subtotal 1) swadaya ditambah Subtotal
T. Kerja Tenaga Kerja BLM yang ada.
Baris : Diisi dengan nilai total jumlah Biaya Langsung Konstruksi dari
Jumlah Total Swadaya dan BLM.
Biaya Caranya Jumlahkan Nilai pada Subjumlah Tenaga Kerja (subtotal
Konstruksi 1) + subtotal Bahan (subtotal 2) + subtotal Alat (subtotal 3) +
Swadaya & subtotal Administrasi (subtotal 4) baik Swadaya maupun BLM
BLM yang ada.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 64


2). Rekapitulasi RAB (Swadaya dan BLM/PNPM)
Rekapitulasi RAB ini pada dasarnya hanya merupakan
penggabungan dari masing-masing RAB Swadaya dan RAB
BLM/PNPM MP kedalam satu format, bilamana kegiatan KSM lebih
dari satu kegiatan. Atau dengan kata lain bahwa bila kegiatan KSM
yang ada hanya satu maka Rekapitulasi ini tidak perlu dibuat, cukup
formulir RAB-4 saja.
Sedangkan prinsip perhitungannya adalah dengan cara
menjumlahkan hasil perhitungan masing-masing biaya tiap
komponen yang sesuai dari swadaya dengan BLM untuk tiap
kegiatan, misalnya KSM mengusulkan 2 kegiatan yaitu
pembangunan MCK dan Jalan Rabat Beton, maka Rekapitulasi yang
dilakukan adalah menjumlahkan nilai biaya setiap komponen yang
sama pada kegiatan MCK dan kegiatan Jalan Rabat Beton.
Untuk memudahkan proses dan cara perhitungan dapat
menggunakan formulir Rekapitulasi RAB (Formulir RAB-5) berikut.

CARA PENGERJAAN FORMULIR RAB-5


Penjelasan Penggunaan Formulir Rekapitulasi RAB
1. Bila jumlah kegiatan yang diusulkan hanya ada satu maka formulir rekap ini tidak perlu dibuat.
2. Bila jumlah kegiatan (Form RAB-4) yang dibuat lebih dari dua maka jumlah kolom (7), (8), (9)
dan (10) harus ditambah lagi sesuai jumlah RAB/kegiatan tersebut.
3. Kotak yang dihitamkan tidak perlu diisi.
Judul Kolom Penjelasan Cara Pengerjaan
No. Urut (kolom 1) dan Uraian (Kolom 2), Kosongkan (pada formulir sudah ada)
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 65
Dari Swadaya Diisi dengan nilai hasil total biaya semua komponen Swadaya sesuai kegiatan
(Kolom 3) masing-masing/No. RABnya Caranya, Salin nilai Formulir RAB-4 masing-masing
(sesuai No. kegiatan yang sesuai untuk Nilai Subjumlah Tenaga Kerja (subtotal 1) + subtotal
RAB) Bahan (subtotal 2) + subtotal Alat (subtotal 3) + sub total administrasi (sub total
4) + subtotal Dana Tunai (subtotal 5) + subtotal Tanah/Tanaman (subtotal 6) +
subtotal Konsumsi (subtotal 7).
Dari Diisi dengan nilai hasil total biaya semua komponen BLM sesuai kegiatan
BLM/PNPM masing-masing/No. RABnya. Caranya salin nilai Formulir RAB-4 masing-masing
(Kolom 4) kegiatan yang sesuai untuk nilai pada subtotal Tenaga Kerja (subtotal 1) +
(sesuai No. subtotal Bahan (subtotal 2) + subtotal Alat (subtotal 3) + subtotal Administrasi
RAB) (subtotal 4).
Total (Kolom Diisi dengan nilai total penjumlahan biaya masing-masing komponen BLM dan
5) Swadaya. Caranya Nilai Swadaya (kolom 3) ditambah dengan nilai BLM (kolom
4) untuk masing-masing jenis uraian yang ada.
Bobot (Kolom Diisi dengan nilai bobot masing-masing komponen biaya pada setiap kegiatan
6) tersebut, yaitu masing2 nilai biaya tiap komponen dibagi dengan jumlah total
biaya dari semua komponen pada kegiatan tersebut, kemudian dikali dengan
100. (Dikalikan dengan angka 100 karena satuan bobot adal prosen/per seratus).
Caranya untuk masing-masing komponen, yaitu nilai biaya pada kolom (5) dibagi
dengan jumlah total biaya (jumlah A s/d G) yang ada pada kolom (5), kemudian
nilai tersebut di kali 100.
Baris : Diisi dengan nilai total HOK tenaga Kerja. Caranya jumlahkan semua nilai
Jumlah HOK volume kebutuhan tenaga kerja baik swadaya maupun BLM dari semua kegiatan
Konstruksi KSM., (Jumlahkan nilai subtotal 1, kolom 4 pada tiap Formulir RAB-4/tiap
kegiatan)
Perhatikan, Nilai HOK ini bukan nilai uangnya/bentuk rupiah tetapi volumenya
(satuannya HOK).
Baris : Jumlah Diisi dengan jumlah nilai Biaya Tenaga kerja, Bahan, Alat, Administrasi dari
Biaya Swadaya dan BLM. Caranya jumlahkan nilai Biaya Tenaga kerja, Bahan, Alat,
Konstruksi Administrasi yang ada pada kolom total (4).
Kolom (7), (8), Prinsip pengisian sama dengan pengisian kolom kolom (3) s/d kolom (6) tetapi
(9) dan (10) untuk kegiatan KSM yang lain (dibuat, bila kegiatan KSM lebih dari satu jenis
prasarana)
Kolom (11), 1. Untuk Biaya Swadaya (kolom 11) didapat dengan cara menjumlahkan semua
(12), (13) dan biaya swadaya yang ada pada setiap Kegiatan (nilai kolom 3 + nilai kolom 7);
(14) 2. Biaya BLM (kolom 12) didapat dengan cara menjumlahkan semua biaya BLM
yang ada pada setiap Kegiatan (nilai kolom 4 + nilai kolom 8);
3. Total (kolom 13) didapat dengan cara menjumlahkan biaya Swadaya (nilai
kolom 13) dan biaya BLM/PNPM (nilai kolom 14);
4. Bobot (kolom 14) : Diisi dengan nilai bobot masing-masing komponen biaya,
yaitu masing-masing nilai biaya tiap komponen dibagi dengan jumlah total
biaya kegiatan tersebut, kemudian dikali dengan 100. Caranya untuk masing-
masing komponen, yaitu nilai biaya pada kolom (13) dibagi dengan jumlah
total biaya (jumlah A s/d G, pada kolom (13) baris H) kemudian nilai tersebut di
kali 100. Nilai bobot ini benar, apabila jumlah bobot dari semua komponen
(kolom 14) hasilnya sama dengan 100, jika tidak maka ulangi/cek lagi
hitungan yang ada.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 66


Catatan yang harus diperhatikan :
1. Apabila satu KSM/Panitia mempunyai kegiatan prasarana lebih dari
satu jenis maka RAB Swadaya maupun BLM (Formulir RAB-4),
sebaiknya dibuat secara terpisah masing masing untuk tiap jenis
kegiatan. Contohnya adalah kegiatan pembangunan MCK dan
Pembuatan Gorong-gorong oleh satu KSM/Panitia, maka RABnya
dibuat masing-masing untuk MCK dan Gorong-gorong.
2. Bagi KSM yang mempunyai RAB kegiatan lebih dari satu supaya
perhitungan biaya administrasi ini diperhatikan dengan baik agar tidak
terjadi duplikasi (tumpang tindih) disetiap RAB kegiatannya.
Sebaiknya hanya dicantumkan pada satu Formulir RAB kegiatan saja
(tidak pada semua RAB kegiatan yang dibuat).
3. Khusus untuk pembiayaan kegiatan administrasi KSM, sangat
didorong untuk dipenuhi dari dana Swadaya masyarakat atau
dukungan pihak ketiga lainnya. Namun demikian dimungkinkan dapat
menggunakan sumber dana dari BLM/PNPM sepanjang dapat
dipastikan penggunaannya oleh konsultan (“tidak disalah gunakan”)
dan ini tidak menutup kemungkinan adanya swadaya. Sejalan dengan
itu, PNPM MP memberikan stimulan dana administrasi kegiatan (tidak
harus dihabiskan) dengan batasan, sebagai berikut :
ƒ Pagu maksimum Rp. 150.000 untuk total Nilai BLM s/d Rp. 25
Juta per KSM;
ƒ Pagu maksimum Rp. 200.000 untuk total Nilai BLM diatas Rp.
25 Juta per KSM;
ƒ Untuk Pengujian Kualitas Air Minum, pada infrastruktur Air
Minum yang sumber airnya bukan berasal dari air hujan, PDAM
atau perusahaan air minum lainnya sesuai harga setempat.
Penggunaan dana tersebut harus diverifikasi baik perencanaannya
maupun realisasinya oleh Tim Konsultan dan BKM/UPL.

11. PENYUSUNAN JADWAL PELAKSANAAN


Secara sederhana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah formulir yang
menggambarkan rencana waktu pelaksanaan dari semua jenis kegiatan yang
akan dilaksanakan dalam pembangunan suatu prasarana.
Rencana jadwal pelaksanaan ini perlu dibuat, karena :
1) Waktu pemanfaatan atau pencairan dana BLM/PNPM telah ditetapkan
batas waktunya;
2) Agar dapat diatur penggunaan (waktu dan jumlah) sumberdaya yang akan
digunakan dalam pelaksanaan pembangunan prasarana seperti dana,
tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan;
3) Agar semua jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pembangunan
prasarana dapat berjalan secara teratur dan terarah menuju terwujudnya
bangunan/prasarana yang akan dibuat;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 67


4) Untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan pembangunan prasarana yang
diajukan dalam proposal pelaksanaan kegiatan;
Sedangkan manfaat dari Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini adalah :
1) Mengetahui berapa lama pekerjaan pembangunan prasarana dapat
dilaksanakan;
2) Mengetahui kapan harus memulai pelaksanaan setiap jenis kegiatan dan
berapa lama kegiatan tersebut dapat diselesaikan;
3) Mengetahui berapa banyak volume setiap jenis kegiatan yang harus dibuat;
4) Sebagai pedoman untuk memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan
pada saat pelaksanaan pembangunan prasarana;
Adapun Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini berisi :
1) Jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan;
2) Volume dari setiap jenis kegiatan yang harus dibuat;
3) Waktu pelaksanaan dari setiap jenis kegiatan (Durasi);
4) Bobot Kegiatan, yaitu suatu ukuran untuk mengetahui besarnya nilai suatu
jenis kegiatan terhadap keseluruhan kegiatan (proyek), yang dinyatakan
dalam satuan prosen (%). Secara sederhana bobot ini bisa diartikan, makin
besar bobot suatu kegiatan maka makin besar pula nilai pekerjaan tersebut.
Nilai pekerjaan ini bisa berupa nilai biaya atau waktunya;
Untuk pelaksanaan kegiatan PNPM MP yang skala kegiatannya cukup kecil
maka digunakan bentuk jadwal yang sangat sederhana dan paling umum
dipakai, yaitu berbentuk bagan balok (barchart).
Adapun Prinsip pembuatan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan yaitu Kegiatan
yang akan dilakukan digambarkan dalam bentuk balok pada skala waktu.
Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Tentukan/Identifikasi semua jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan;
2. Buat urut-urutan pelaksanaan semua jenis kegiatan tersebut.
3. Tentukan Volume tiap jenis kegiatan (termasuk satuannya);
4. Tentukan ”lamanya waktu setiap jenis kegiatan (biasa disebut juga durasi)”.
Satuan durasi ini dapat dinyatakan dalam hari, minggu, dst;
5. Hitung Bobot masing-masing jenis kegiatan
6. Gambarkan ”waktu pelaksanaan” dari tiap jenis kegiatan dalam bentuk
bagan balok pada skala waktu.
Langkah-langkah tersebut dapat diuraikan untuk implementasi PNPM MP,
sebagai berikut :
1. Menentukan Jenis-jenis Kegiatan
Jenis-jenis kegiatan adalah mengikuti jenis-jenis kegiatan yang ada pada
daftar Kuantitas Pekerjaan (lihat Formulir RAB-2).
2. Membuat Urut-Urutan Kegiatan;
Kegiatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur adalah kegiatan yang
dilaksanakan secara sistematis (berurut-urutan) untuk menghasikan
bangunan/infrastruktur.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 68


Urutan atau susunan kegiatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur
tersebut dibuat berdasarkan urut-urutan (logika) pelaksanaan kegiatan
dilapangan. Berikut diberikan contoh yang tidak terurut dan terurut:
Daftar Kegiatan Pelaksanaan Membuat Drainase
Kegiatan Tidak Terurut Kegiatan Terurut
1) Pembersihan Lapangan 1) Pembersihan Lapangan
2) Pemasangan Bouwplank 2) Pemasangan Bouwplank
3) Urugan Pasir dasar saluran 3) Galian Tanah
4) Galian Tanah 4) Urugan Pasir dasar saluran
5) Urugan kembali tanah bekas galian 5) Pasangan Batu Kali
6) Pasangan Batu Kali 6) Urugan kembali bekas galian
7) Meratakan & pemadatan urugan 7) Meratakan & pemadatan urugan
8) Plesteran dan acian 8) Plesteran dan acian
Untuk menyusun urut-urutan pelaksanaan kegiatan dari suatu
pembangunan infrastruktur maka perlu mempelajari gambar-gambar
bangunan yang akan dibuat serta metode pelaksanaan pekerjaan yang
akan digunakan.
Cara penulisan urutan kegiatan lazimnya disusun/ditulis dari atas kebawah,
sehingga secara sederhana susunan tersebut dapat memberikan gambaran
bahwa suatu kegiatan dilaksanakan setelah selesai kegiatan sebelumnya
(kegiatan nomor diatasnya) kemudian dilanjutkan dengan kegiatan
berikutnya (kegiatan nomor dibawahnya).
Contoh : Dari Tabel diatas (Kolom Kegiatan Terurut), dapat dilihat bahwa
Kegiatan Pasangan Batu Kali dilaksanakan setelah selesai “Kegiatan
Memasang Pasir Urug didasar saluran” dan selanjutnya diikuti oleh
“Kegiatan Urugan/Timbunan kembali tanah bekas galian”, Dst.
Sebagai alat bantu sederhana untuk mengecek urut-urutan kegiatan
pembangunan infrastruktur, maka terhadap setiap kegiatan dapat dibuat
pertanyaan :
‰ Apakah Kegiatan ini didahului oleh kegiatan sebelumnya/diatasnya ?
‰ Apakah kegiatan ini diikuti oleh kegiatan berikut/kegiatan dibawahnya ?
Hasil akhir kegiatan tahap ini, maka buatlah tabel seperti pada tahap
pertama, tetapi semua kegiatan-kegiatannya sudah dibuat berurutan.

3. Menentukan Volume Kegiatan


Seperti halnya pada tahap identifikasi jenis kegiatan, maka pada langkah ini,
Volume setiap jenis kegiatan dapat langsung mengikuti hasil hitungan yang
sudah ada pada Daftar Kuantitas Pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya.
4. Menentukan Waktu Pelaksanaan kegiatan
Yang dimaksudkan dengan Waktu pelaksanaan kegiatan (Durasi) disini
adalah jumlah waktu (boleh hari, minggu dan seterusnya) yang diperlukan

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 69


untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Misalnya 5 hari waktu yang
dibutuhkan untuk membuat pondasi.
Untuk menentukan waktu pelaksanaan dari suatu jenis kegiatan maka
pertama kita harus ketahui lebih dahulu volume kegiatan yang akan dibuat
(volume rencana), kemudian kita tentukan metode kerja apa yang akan kita
pakai. Metode pekerjaan disini lebih kepada menetapkan apakah pekerjaan
akan dikerjakan dengan tenaga manusia (padat karya) atau menggunakan
peralatan (metode mekanis) seperti alat excavator, bulldozer, dll.
Peranan Metode kerja cukup penting karena akan mempengaruhi waktu
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Hal ini karena
kemampuan kerja (produktivitas) antara tenaga manusia (metode padat
karya) dengan peralatan (metode mekanis) akan sangat berbeda. Metode
mana yang akan digunakan, ini sangat tergantung pada kondisi yang ada
dilapangan (seperti ketersediaan tenaga kerja atau peralatan), apakah
memungkinkan bila menggunakan peralatan besar, bisa dipilih tenaga kerja
atau peralatan atau kombinasi antara keduanya (t. kerja dan peralatan).
Oleh karena kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat umumnya adalah
kegiatan yang sederhana, maka penentuan waktu tiap jenis kegiatan
disarankan untuk dapat dilakukan dengan cara perkiraan, dan sebaiknya
dilakukan oleh orang yang mempunyai pengalaman seperti tukang atau
mandor bangunan agar taksiran waktunya lebih mendekati kenyataan
dilapangan (lebih realistis). Namun demikian, bila terdapat jenis kegiatan
tertentu yang sulit dikerjakan oleh tenaga masyarakat maka boleh
dikerjakan dengan metode mekanis (menggunakan peralatan berat seperti
pemadatan jalan sirtu dengan mesin gilas atau excavator untuk galian, dll).
Untuk menentukan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk setiap jenis
kegiatan (durasi), dengan cara perkiraan maka dapat dilakukan dengan
memperkirakan langsung durasi setiap item pekerjaan. Atau dapat
dilakukan dengan langkah-langkah pendekatan perhitungan sederhana
sebagai berikut :
1) Perlu di ketahui volume dari tiap jenis kegiatan, volume kegiatan yang
besar tentu akan memerlukan waktu penyelesaian yang lebih lama
dibandingkan dengan volume yang lebih sedikit (dalam kondisi jumlah
tenaga kerja/alat yang tetap/sama);
2) Perlu ditentukan metode kerja yang akan digunakan, apakah dengan
tenaga kerja atau peralatan. Dari Metode kerja yang dipilih, selanjutnya
perlu diketahui produktivitas/kemampuan kerja dari setiap tenaga kerja
atau peralatan yang akan digunakan. Kemampuan Kerja disini dapat
diartikan sebagai “jumlah volume pekerjaan yang dapat dihasilkan oleh
seorang tenaga kerja atau satu unit peralatan persatuan waktu tertentu.
Satuan waktu tertentu ini bisa dipakai satuan hari atau jam kerja. Sebagai
contoh, misalnya kemampuan seorang tenaga kerja untuk menggali
tanah adalah 3 meterkubik per hari (6 jam kerja) atau kemampuan alat

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 70


excavator untuk menggali adalah 3 meterkubik perjam (18 M3 perhari).
Informasi untuk memperoleh nilai produktivitas tenaga kerja tiap jenis
pekerjaan dapat langsung ditanyakan pada masyarakat (tukang/mandor)
setempat, sedangkan untuk peralatan dapat diperoleh dari pemilik
peralatan atau pengalaman masyarakat atau dari instansi teknis
setempat atau informasi lain yang diterbitkan.
3) Perlu ditentukan berapa jumlah tenaga kerja (tukang) atau peralatan
yang akan digunakan (tersedia). Dari jumlah tenaga kerja atau peralatan
ini dapat diketahui berapa volume pekerjaan yang akan dihasilkan secara
berkolompok dalam satu satuan waktu tertentu (produktivitas kelompok).
Misalnya 4 orang tenaga kerja melakukan pekerjaan galian, maka dalam
satu hari, volume galian yang bisa dihasilkan adalah 12 m3 (4 org x 3
M3), begitu juga dengan penggunaan peralatan seperti excavator, dll.
4) Berdasarkan informasi ketiga hal tersebut, maka Durasi tiap pekerjaan
dapat dihitung dengan cara Volume Kegiatan di bagi jumlah produktivitas
kelompok kerja atau peralatan yang akan dipergunakan.
5) Lakukan langkah sesuai cara nomor 4) diatas untuk semua jenis kegiatan
proyek;
Hal Yang perlu diperhatikan adalah : Satuan Waktu (Durasi) untuk semua
jenis kegiatan harus dibuat sama, apakah hari atau minggu.
5. Menghitung Bobot Kegiatan
Bobot Kegiatan disini digunakan untuk mengukur atau mengetahui besarnya
nilai suatu jenis kegiatan terhadap keseluruhan kegiatan (proyek), yang
dinyatakan dalam satuan prosen (%).
Secara sederhana bobot ini bisa diartikan, bahwa makin besar bobot suatu
kegiatan maka makin besar pula nilai kegiatan tersebut didalam proyek dan
sebaliknya makin kecil bobot suatu kegiatan maka kegiatan tersebut
mempunyai nilai lebih kecil didalam proyek (merupakan suatu indicator).
Manfaat dengan diketahuinya bobot tiap kegiatan ini, maka Ketua
KSM/Panitia atau Penanggung Jawab Kegiatan Lapangan KSM dapat
membuat prioritas pilihan terhadap kegiatan yang bobotnya besar untuk
dijadikan sebagai fokus atau pusat perhatian pengendalian supaya
pelaksanaan kegiatan nantinya dapat selesai tidak terlambat, kualitas
bangunan baik dan biaya yang digunakan efisien (pengendalian perjenis
kegiatan). Manfaat berikutnya adalah pada tahap pelaksanaan
pembangunan infrastruktur, dapat digunakan sebagai acuan untuk
mengukur kemajuan (atau progres) kegiatan dilapangan.
Cara menentukan bobot tiap kegiatan pada pekerjaan konstruksi/
infrastruktur lazimnya dihitung dengan mengacu pada jumlah biaya
kegiatan, yaitu biaya kegiatan dibagi jumlah total biaya, kemudian hasil
tersebut dikalikan dengan 100 (angka 100 digunakan karena satuan bobot

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 71


adalah adalah prosen/per seratus). Dan Jumlah keseluruhan bobot kegiatan
(proyek) harus sama dengan 100 %.
Dalam hal penentuan bobot pekerjaan, maka bila KSM memiliki/melakukan
perhitungan biaya per-kegiatan maka dapat menggunakannya sebagai
dasar perhitungan bobot, Namun bila tidak tersedia maka sebagai
pendekatan untuk menghitung bobot kegiatan ini dapat digunakan waktu
(durasi) tiap kegiatan.
Cara perhitungannya adalah bobot tiap kegiatan sama dengan jumlah waktu
kegiatan tersebut (durasi) dibagi total jumlah waktu seluruh kegiatan,
kemudian nilainya di kali dengan 100%.
Catatan : Penting untuk diperhatikan bahwa bila pendekatan waktu
digunakan sebagai acuan perhitungan bobot kegiatan maka “perkiraan
waktu setiap kegiatan (durasi)” agar dibuat oleh orang yang cukup paham
seperti tukang/mandor sehingga durasi lebih realistis dan dapat
menghasilkan bobot yang juga realistis.
6. Menggambarkan Bagan Balok
Menggambarkan Bagan Balok atau diagram batang pada prinsipnya adalah
menggambarkan durasi setiap kegiatan secara horizontal/mendatar pada
skala waktu untuk tiap jenis kegiatan. Langkah ini dilakukan mulai dari
kegiatan pertama (nomor teratas) kemudian diikuti oleh kegiatan berikutnya
sampai kegiatan terakhir.
Untuk menggambarkan bagan balok dari setiap jenis kegiatan, maka
terdapat beberapa hal yang perlu dipahami :
‰ “Skala Waktu” adalah semua kolom-kolom satuan waktu yang ada pada
kolom jadwal pelaksanaan. Setiap kolom mewakili satu satuan waktu.
Sedangkan Jumlah kolom ini dibuat sesuai jumlah satuan waktu yang
diperlukan untuk melaksanakan semua jenis kegiatan proyek . Misalnya,
suatu proyek akan dilaksanakan selama 4 minggu maka jumlah kolom
mingguan dibuat 4 kolom, masing-masing kolom secara berutan ke
kanan mewakili Minggu I, Minggu II, Minggu III dan Minggu IV.
‰ “Durasi” atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis kegiatan,
digambarkan sebagai panjang balok yang dibuat.
‰ “Waktu Memulai” setiap jenis kegiatan atau kapan suatu jenis kegiatan
dapat dimulai pelaksanaannya adalah merupakan titik awal membuat
bagan balok kegiatan tersebut;
o Berdasarkan urut-urutan kegiatan yang telah dibuat sebelumnya,
maka waktu memulai suatu kegiatan pada dasarnya adalah sama
dengan waktu berakhirnya kegiatan sebelumnya atau memulai suatu
penggambaran balok suatu kegiatan adalah sejajar akhir/ujung balok
kegiatan sebelumnya (lihat contoh 1, Pekerjaan Pasangan Bouwplank
dengan pekerjaan Galian Tanah), atau

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 72


o Oleh karena suatu proyek terdiri dari banyak jenis kegiatan,
sedangkan waktu pelaksanaan proyek sangat terbatas atau ada
percepatan penyelesaian, maka kadang2 waktu memulai suatu
kegiatan tidak harus menunggu selesainya seluruh kegiatan
sebelumnya (biasa disebut pelaksanaan bertahap), tetapi dapat
dimulai menjelang berakhirnya kegiatan sebelumnya. Apabila kondisi
seperti ini dipilih maka penggambaran baloknya akan terlihat seperti
berlapis (lihat contoh 1, Pekerjaan Galian dengan Urugan Pasir).
‰ “Waktu Selesai” suatu kegiatan atau kapan berakhirnya pelaksanaan
suatu jenis kegiatan adalah merupakan ujung akhir dari bagan balok
kegiatan tersebut;
Contoh 1.

Contoh 2. Formulir Jadwal Pelaksanaan Kegiatan secara Lengkap :

Contoh Bentuk Jadwal untuk proposal seperti pada Form-6, Proposal terlampir

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 73


12. PEMBUATAN RENCANA PENGADAAN
Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah Pembelian bahan bangunan
atau Sewa Peralatan Konstruksi untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka
pelaksanaan pembangunan sarana/prasarana, termasuk juga tenaga kerja
ahli bila pekerjaan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi (kompleks). Khusus
untuk pengadaan tenaga ahli ini umumnya tidak dilakukan karena kegiatan
PNPM MP relatif merupakan kegiatan yang sederhana (skala kecil) dan dapat
difasilitasi oleh tenaga konsultan. Namun demikian bila sangat diperlukan oleh
masyarakat maka rencana pengadaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh
KMW.
Maksud dan tujuan penyusunan rencana pengadaan ini adalah untuk
mendorong adanya proses transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan
kegiatan dan keuangan, khususnya terkait dengan pelaksanaan pengadaan
bahan & alat kegiatan lingkungan. Sedangkan hasil/keluaran yang diharapkan
adalah adanya rencana pengadaan yang dimiliki oleh setiap KSM sejak awal
dan untuk menjadi pedoman pengadaan dalam pelaksanaan kegiatannya.
Adapun metode pengadaan yang dikembangkan dalam program PNPM MP
ada 2 (dua) yaitu metode pengadaan secara langsung dan metode
pengadaan Terbatas.
Lebih jauh tentang tatacara pengadaan ini dapat dilihat pada buku II :
Tatacara Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana & Prasarana.
Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengadaan :
1. Tentukan jenis dan volume bahan/alat yang diperlukan untuk pelaksanaan
setiap/keseluruhan sub-proyek. Informasi Jenis/Item dan volume kebutuhan
pengadaan ini mengacu pada Jenis kebutuhan Bahan/Alat BLM yang
sudah ada di RAB sebelumnya.
2. Dari Jenis dan volume kebutuhan bahan tersebut, tentukan apakah
kebutuhan dilapangan harus diadakan sekaligus (seluruh volumenya) atau
bisa bertahap (mengikuti kemajuan pekerjaan dan atau untuk menghindari
kerusakan/kehilangan material sebelum digunakan). Pembelian satu jenis
bahan dapat dilakukan sekaligus, hanya bila stok bahan dan atau pemasok
yang tersedia terbatas sehingga dikuatirkan bila tidak dilakukan pembelian
sekaligus maka penyelesaiaan pekerjaan dilapangan bisa terlambat.
3. Tentukan volume dan biaya pengadaan tiap jenis bahan/sewa alat tersebut.
Apabila terdapat rencana pengadaan dari satu atau lebih jenis bahan, akan
dilakukan secara bertahap maka setiap jenis bahan tersebut harus tentukan
masing-masing berapa volume dan biaya per tahap pengadaannya.
4. Dari Nilai biaya setiap jenis pengadaan tersebut, tentukan Metode
Pengadaannya. Ketentuannya adalah :
ƒ Untuk Pengadaan dengan total jumlah biaya, tidak melebihi Rp. 15 Juta,
digunakan metode Langsung;
ƒ Untuk Pengadaan dengan total jumlah biaya, melebihi atau diatas Rp. 15
Juta, digunakan metode Terbatas;
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 74
5. Tentukan nama dan alamat jelas dari toko/pemasok yang direncanakan.
Untuk Pengadaan Langsung, nama dan alamat toko/pemasok mengacu
pada hasil kesepakatan Harga Satuan yang telah dibuat sebelumnya.
Sedangkan untuk pengadaan Terbatas, diisi dengan kalimat ”Ditetapkan
Kemudian” atau tidak perlu diisi (kosongkan) karena calon pemasoknya
hanya dapat diketahui setelah proses pengadaan terbatas selesai (tahap
pelaksanaan konstruksi);
6. Tentukan Jadwal pelaksanaan dari setiap item pengadaan. Apabila sulit
menentukan tanggal rencana pelaksanaan pengadaan ini maka dapat
ditaksir berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang sudah ada dengan
menggunakan satuan Mingguan sejak waktu pelaksanaan fisik dimulai.
Contoh Minggu-I, Minggu-II atau Minggu-III dan seterusnya.
Untuk penyusunan Rencana Pengadaan ini maka KSM pada saat
perencanaan tinggal mengisi formulir saja. Adapun bentuk formulir rencana
pengadaan adalah sebagaimana tabel berikut (Form-7, Proposal) :

CARA PENGERJAAN FORMULIR RENCANA PENGADAAN :


Judul Kolom Penjelasan Cara Pengerjaan
No. (kolom 1) Isi nomor urut jenis pengadaan
Uraian Jenis/Item Diisi jenis pengadaan yang direncanakan (nama
Pengadaan (kolom bahan/alat) seperti semen, pasir, dst. Bila terdapat satu
2) jenis bahan yang total biayanya diatas Rp. 15 Juta (volume
banyak) akan dilakukan pengadaan secara bertahap maka
pada kolom ini sudah harus jelas dicantumkan
pertahapnya.
Volume & Satuan Diisi dengan Jumlah Volume dan satuan dari tiap jenis
(kolom 3) pengadaan bahan/alat yang direncanakan,
Jumlah Biaya Diisi dengan Jumlah Biaya (Rupiah) dari tiap jenis
(kolom 4) pengadaan bahan/alat yang direncanakan.
Metode Pengadaan Diisi dengan metode pengadaan yang direncanakan :
(kolom 5) - ”Langsung” untuk semua item pengadaan yang Jumlah
Biayanya (kolom 4) sampai dengan Rp. 15 Juta;
- ”Terbatas” untuk semua item pengadaan yang Jumlah
Biayanya (kolom 4) diatas Rp. 15 Juta.
Nama Diisi dengan Nama Toko/Pemasok yang akan digunakan
Toko/Pemasok & termasuk alamatnya (dan no. Telp bila ada).
Alamat/Telp (kolom - Untuk Pengadaan Langsung, diisi sesuai nama/alamat
6) toko pada Hasil Kesepakatan Harga Satuan yang telah
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 75
Judul Kolom Penjelasan Cara Pengerjaan
dilakukan sebelumnya.
- Untuk pengadaan Terbatas diisi kalimat ”Ditetapkan
kemudian” (saat perencanaan nama calon pemasoknya
belum diketahui).
Jadwal Pengadaan Diisi dengan waktu rencana pengadaan (minggu keberapa
(kolom 7) sejak mulai pelaksanaan, contoh : Minggu-I, atau Minggu-
III, dst)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :


1. Rencana Pengadaan harus mengacu pada Jadwal Pelaksanaan
Pekerjaan. Artinya, agar pengadaan bahan/alat dilakukan sesuai
kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Hal ini dimaksudkan untuk
mengantisipasi agar tidak terjadi pemborosan akibat kerusakan/hilangnya
bahan tersebut ditempat penyimpanan/gudang sebelum digunakan
(pemborosan). Selain itu juga, diharapkan agar terjadi pengelolaan dana
oleh KSM secara efektif, dimana setiap tahap pencairan dari BKM/LKM,
tidak hanya digunakan untuk pembelian material saja tetapi juga untuk
membiayai pembangunan fisik dilapangan (upah tenaga kerja) atau
dengan kata lain bahwa kemajuan pencairan dana agar seimbang dengan
kemajuan fisik dilapangan.
2. Metode Pengadaan hanya ditentukan berdasarkan Nilai Pengadaan
(jumlah biaya) dari setiap jenis bahan bangunan dan atau sewa perjenis
peralatan konstruksi. Artinya bahwa Metode Pengadaan tidak
menyangkut/melihat Nilai pengadaan yang dilakukan secara paket
(semen+pasir+dll), melainkan hanya melihat perjenis bahan (semen saja
atau pasir saja).
™ Contoh-contoh pengadaan Langsung:
a) Pembelian Semen saja atau Pasir saja, yang dilakukan sekaligus
atau secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan disatu toko
tertentu yang bernilai tidak melebihi Rp. 15 Juta;
b) Pembelian secara bersamaan (paket) antara semen, pasir, dll,
disatu toko tertentu yang diantara jenis bahan semen atau pasir, dll,
tersebut tidak, ada yang bernilai melebihi Rp. 15 Juta
c) Pembelian Kayu jembatan sekaligus (Tiang, Gelagar, Lantai,
Bantalan Roda, Sandaran) disatu toko tertentu dengan nilai total
biayanya tidak melampaui Rp. 15 Juta;
d) Sewa Alat Berat seperti mesin gilas disatu pemasok tertentu yang
nilai sewanya tidak melampaui Rp. 15 Juta.Tapi bila terdapat lebih
dari satu KSM disatu kelurahan yang membutuhkan peralatan yang
sama maka harus dijumlahkan keseluruhan total sewanya, jika
melebihi Rp. 15 Juta, maka harus dilakukan secara terbuka (untuk
dipakai bergiliran/bersama).
e) Pekerjaan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 460 meter
dengan rencana waktu pelaksanaan selama 7 Minggu, dibutuhkan
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 76
sebanyak 251 zak semen (Rp. 15,060,000, @ Rp. 60.000) dengan
rencana pengadaan akan dilakukan 5 kali/tahap, maka
pembagiaan jenis/item pengadaannya adalah :
ƒ Semen tahap 1, 40 zak, Rp. 2,4 Juta dilakukan pada Minggu-I;
ƒ Semen tahap 2, 70 Zak, Rp. 4,2 Juta, dilakukan pada Minggu-II;
ƒ Semen tahap 3, 70 Zak, Rp. 4,2 Juta, dilakukan pada Minggu-IV;
ƒ Semen tahap 4, 45 Zak, Rp. 2,7 Juta dilakukan pada Minggu-VI;
ƒ Semen tahap 5, 26 Zak, Rp. 1,56 Juta, pada Minggu-VII.
™ Contoh-contoh pengadaan terbatas :
a) Pembelian Pipa Air Bersih (termasuk aksesoris) disatu toko tertentu
yang bernilai diatas Rp. 15 Juta;
b) Pembelian Kayu jembatan sekaligus (Tiang, Gelagar, Lantai,
Bantalan Roda, Sandaran) disatu toko tertentu yang bernilai diatas
Rp. 15 Juta;
c) Pembelian bahan Kabel/Seling Jembatan Gantung sekaligus
(Seling Utama, Penggantung, Angin dan Aksesoris), pada satu toko
tertentu dengan jumlah nilai keseluruhannya melebihi Rp.15 juta);
d) Pembelian bahan Profil/Pipa Baja Jembatan (Tiang, Gelagar,
Sandaran) disatu toko/pemasok tertentu;
e) Sewa Alat Berat seperti mesin gilas disatu pemasok tertentu, baik
KSM secara sendiri maupun bersama-sama dengan KSM yang
lainnya, yang bernilai diatas Rp. 15 Juta;
3. Pertimbangan terhadap keamanan dan ketersediaan gudang
penyimpanan bahan adalah penting menjadi perhatian, khususnya
apabila KSM merencanakan pengadaan dalam jumlah banyak
sekaligus.

13. PEMBENTUKAN ORGANISASI PELAKSANA LAPANGAN


Struktur Organisasi Pelaksana Lapangan/Kegiatan adalah merupakan Bagan
Organisasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Infrastruktur yang
menggambar posisi/kedudukan dari unit kerja/bagian-bagian yang ada atau
diperlukan dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Infrastruktur tersebut,
termasuk penentuan/pengisian orang-orang yang akan bertanggung jawab
dalam setiap unit-unit kerjanya.
Dengan adanya struktur organisasi ini maka diharapkan dapat diketahui,
antara lain :
ƒ Adanya hubungan kerja dan pembagian tugas/tanggungjawab antar
orang/unit kerja (siapa/unit kerja mana yang mempertangungjawabkan apa,
siapa memimpin dan siapa yang dipimpin, siapa melaporkan hasil kegiatan
kepada siapa);
ƒ Adanya tugas/tanggungjawab yang jelas pada setiap orang/unit kerja
(siapa melakukan apa);
ƒ Adanya orang-orang yang akan bertanggungjawab secara jelas (Siapa saja
yang akan terlibat dalam organisasi)

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 77


Sesuai dengan skala kegiatan Lingkungan PNPM MP yang sederhana, maka
bentuk organisasi yang diperlukan haruslah cukup sederhana juga. Sejalan
dengan itu maka disarankan bentuk Organisasi Pelaksanaan infrastruktur
adalah struktur organisasi dengan unit kerja meliputi : Ketua, Sekretaris,
Bendahara, bagian Pengadaan/logistik dan Pelaksana Lapangan (termasuk
ketua-ketua regu kerja/Mandor), seperti diagram Bagan contoh berikut :

Adapun tugas dan tanggungjawab masing-masing unit kerja, meliputi :


‰ Ketua, mempunya tugas dan tanggung jawab :
¾ Memberikan dorongan, semangat kepada seluruh anggotanya;
¾ Menyelenggarakan rembug pembentukan Organisasi O&P;
¾ Menandatangani kontrak kerja/SPPD-L KSM dengan BKM, termasuk
perubahan bila ada;
¾ Penanggungjawab Utama atas seluruh pelaksanaan & pengendalian
kegiatan.
¾ Mengatur dan mengawasi seluruh pelaksanaan tugas Unit/Tim Kerja
yang ada;
¾ Membuat dan menyampaikan laporan Pelaksanaan Kegiatan KSM
yang dipersyaratkan;
¾ Mendorong sebanyak-banyaknya partisiapasi dan swadaya
masyarakat;
¾ Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan konsultasi/evaluasi
kemajuan lapangan baik bersama seluruh anggota tim pelaksana
maupun bersama UPL dan Konsultan;
¾ Bersama Tim yang telah ditetapkan, melakukan pencairan dana KSM
dari BKM/LKM;
¾ Menyelesaikan permasalahan yang muncul di lapangan, termasuk
pengamanan dampak lingkungan dan sosial (safeguards);
‰ Sekretaris, mempunya tugas dan tanggung jawab :
¾ Membantu/melaksanakan tugas-tugas administrasi umum kegiatan;
¾ Menjaga & Menyimpan arsip administrasi kegiatan KSM;
¾ Melakukan pengadaan ATK dan administrasi lain yang diperlukan;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 78


‰ Bendahara/Keuangan, mempunya tugas dan tanggung jawab :
¾ Membuat administrasi, pembukuan dan pelaporan keuangan KSM;
¾ Melakukan pembayaran : Upah TK, Bahan/Alat, Administrasi kegiatan
Panitia;
¾ Membantu pembuatan administrasi pencairan dana dari BKM/LKM;
¾ Bersama Tim yang telah ditetapkan, melakukan pencairan dana KSM
dari BKM/LKM;
‰ Bagian Pengadaan/Logistik, mempunya tugas dan tanggung jawab :
¾ Melaksanakan penyediaan/pengadaan bahan dan alat secara tepat
waktu dan berkualitas baik;
¾ Melakukan pemeriksaan bahan yang diterima untuk memastikan
volume dan kualitas sesuai dengan pesanan (dapat dilakukan
bersama pelaksana Lapangan);
¾ Menerima, menyimpan sementara (gudang) & menjaga bahan/alat
yang telah diterima;
¾ Membuat administrasi proses pengadaan bahan/alat termasuk
pelaporan bahan;
‰ Pelaksana/Koordinator Lapangan, mempunya tugas dan tanggung
jawab :
¾ Berada dilokasi kegiatan setiap hari;
¾ Mengatur/mengarahkan semua pelaksanaan kegiatan fisik
dilapangan;
¾ Memeriksa, mengawasi pelaksanaan pekerjaan fisik, guna
memastikan pencapian kualitas, kuantitas, manfaat dan target waktu
pelaksanaan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan;
¾ Melakukan pembinaan kepada Tenaga Kerja Lapangan
(Mandor/Tukang);
¾ Menyampaikan kebutuhan pengadaan bahan/alat pelaksanaan
kepada unit Pengadaan;
¾ Melakukan opname hasil kegiatan lapangan;
¾ Membuat administrasi harian dan pelaporan kemajuan terkait
pelaksanaan kegiatan fisik dilapangan;
¾ Memastikan/Melaksanakan tindakan pengamanan dampak
lingkungan/sosial yang telah direncanakan;
¾ Meminta bimbingan teknis dan administrasi dari UPL atau konsultan
infrastruktur;
¾ Bersama UPL dan Tim Konsultan melakukan Sertifikasi/Pemeriksaan
Akhir seluruh hasil kegiatan pembangunan infrastruktur yang telah
dilaksanakannya;
¾ Menghitung dan merekomendasikan besarnya pembayaran upah
tenaga kerja yang telah bekerja sesuai periode pembayaran upah
yang digunakan.
‰ Ketua Regu Kerja/Mandor, mempunyai tugas dan tanggungjawab :
¾ Mengatur dan mengawasi pekerjaan tukang;
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 79
¾ Melaksanakan kegiatan konstruksi/fisik sesuai kualitas/spesifikasi
teknik dan volume yang dipersyaratkan;
¾ Memantau pembayaran Upah Tenaga Kerja yang dikoordinirnya
¾ Membantu pembuatan administrasi kegiatan, seperti Daftar Hadir (bila
diperlukan).
Dengan adanya struktur organisasi dan pembagian tugas/tanggungjawab
setiap unit kerja tersebut, maka KSM pada tahap perencanaan tinggal
melengkapi dengan susunan Tim-nya atau menentukan orang-orang
yang akan duduk (bertanggungjawab) pada setiap unit/bagian kerja
tersebut (apabila diperlukan dilapangan maka struktur ini dapat saja
disesuaikan kembali dengan kondisi pekerjaaan dan ketersediaan
sumberdaya yang ada termasuk tugas-tugasnya).
Hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam Penentuan Orang
yang akan mengisi Unit Kerja Organisasi ini adalah sedapat mungkin
orang yang dipilih memiliki kemampuan/pengalaman sesuai tugas dan
tanggungjawab yang akan dilaksanakannya. Misalnya : Pelaksana
Lapangan hendaknya adalah yang memiliki pengalaman/pemahaman
terhadap bangunan seperti Mandor atau Tukang, dan seterusnya.
Selanjutnya pengisian orang-orang yang akan duduk dalam organisasi
Pelaksanaan Lapangan KSM ini dapat menggunakan format yang telah
disediakan, sebagaimana pada Form-8, Proposal, terlampir.

14. PEMBUATAN PERNYATAAN KESANGGUPAN PEMANFAATAN &


PEMELIHARAAN (O&P)
Surat Pernyataan Kesanggupan Pemanfaatan & Pemeliharaan Sarana &
Prasarana pada dasarnya merupakan pernyataan kesediaan dan
janji/komitmen KSM/Panitia untuk memanfaatkan dan memelihara sarana &
prasarana yang menjadi tanggunjawbnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut pada dasarnya merupakan pernyataan kesanggupan
semua warga/anggota KSM/Panitia selaku warga pemanfaat dari prasarana
yang akan dibangun.
Hal-hal apa yang perlu dicantumkan dalam surat pernyataan ini adalah :
• Nama dan alamat Ketua KSM/Panitia, selaku wakil warga pemanfaat;
• Pernyataan kesanggupan memanfaatkan dan memelihara prasarana
yang akan dibangunnya;
• Nama & Lokasi jenis sarana & prasarana yang menjadi
tanggungjawabnya;
• Hari, tanggal, bulan, tahun pembuatan pernyataan
• Nama dan tandatangan Ketua BKM/LKM, Lurah/Kepala Desa dan BPD
selaku wakil masyarakat dan Pemerintah Desa/kelurahan.
Bentuk Surat Pernyataan ini, sebagaimana pada Formulir Proposal KSM
(Form-9, Proposal) terlampir.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 80


15. Penyusunan Dokumen Proposal & Penyampaian kepada UPL/BKM
Dokumen Proposal Pelaksanaan Kegiatan pada dasarnya merupakan
dokumen yang memuat (kumpulan) dokumen-dokumen hasil kegiatan
persiapan dan Perencanaan teknis dari KSM untuk melaksanakan kegiatan
pembangunan prasarana. Dokumen ini selanjutnya disampaikan kepada
UPL & Konsultan untuk dilakukan verifikasi kelayakannya.
Pada tahap ini pada dasarnya KSM hanya tinggal menyusun semua hasil
kegiatan persiapan dan perencanaan yang telah dilakukan diatas, sesuai
bentuk dan urutan dokumen proposal usulan kegiatan yang dipersyaratkan.
Adapun pokok-pokok muatan substansi dan urutan isi Dokumen Proposal
usulan kegiatan lingkungan/infrastruktur adalah mencakup :
1. Usulan Kegiatan, (Form-1)
2. Surat Pernyataan Kontribusi Lahan dari Pemilik, (Form-2)
3. Daftar Calon Tenaga Kerja (TK-1)
4. Berita Acara Kesanggupan Swadaya Masyarakat (Form-3)
5. Hasil Kesepakatan Harga Satuan Upah/Bahan/Alat (RAB-1)
6. Gambar Rencana (Peta Situasi/Lokasi, Denah/Tampak, Potongan 2
arah), (Form-Gbr-1)
7. Photo Kegiatan 0%,(Form-Photo)
8. Penilaian Terhadap Kegiatan Terlarang (List Negatif), (Form-4)
9. Daftar Uji Identifikasi Dampak Lingkungan, (Form-5)
10. Daftar Kuantitas Pekerjaan, (RAB-2)
11. RAB Swadaya & BLM, (RAB-4)
12. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, (Form-6)
13. Daftar Rencana Pengadaan (Form-7)
14. Struktur Organisasi & Susunan Tim Pelaksana Lapangan KSM, (Form-8)
15. Pernyataan Kesanggupan Memanfaatkan dan Memelihara Prasarana
(Form-9)
Sedangkan contoh bentuk atau formulirnya, secara lengkap dapat dilihat
pada Outline Proposal, terlampir.

VI. VERIFIKASI KELAYAKAN PROPOSAL


Untuk mewujudkan hasil pembangunan sarana & prasarana yang berkualitas,
berfungsi baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara
berkesinambungan (minimal 3 tahun) maka prosesnya tidak hanya dilakukan
pada saat pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan saja, tetapi harus dimulai
sejak awal persiapan dan perencanaan teknisnya.
Salah satu upaya untuk memastikan bahwa proses dan hasil perencanaan
teknis kegiatan yang dilakukan oleh KSM benar-benar telah memenuhi
ketentuan-ketentuan yang dipersyaratakan dalam PNPM MP maka dokumen
Proposal sebagai hasil persiapan dan perencanaan teknis kegiatan harus
diverifikasi kelayakannya.

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 81


Verifikasi kelayakan usulan kegiatan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
memeriksa dan menilai kebenaran/kelayakan dari dokumen proposal usulan
kegiatan yang telah dibuat oleh KSM. Adapun tujuannya adalah untuk
memastikan apakah usulan kegiatan yang direncanakan sudah layak atau
belum layak untuk dibangun. Sedangkan hasil yang diharapkan dari kegiatan
verifikasi ini adalah adanya rekomendasi atas kelayakan dari usulan kegiatan.
Adapun substansi yang diverifikasi pada dasarnya adalah seluruh aspek
Organisasi KSM dan aspek Manajemen & Teknik kegiatan yang telah
dilakukan dalam persiapan dan perencanan teknis sebagaimana yang
tercantum dalama Dokumen Proposal Usulan Kegiatan KSM Lingkungan. Dan
untuk memudahkan proses pelaksanaan kegiatan ini maka aspek-aspek
verifikasi tersebut telah di rumuskan dalam bentuk kriteria-kriteria kedalam
suatu Daftar Periksa atau Formulir Sertifikasi, sehingga pada tahap
pelaksanaannya tinggal mengisi formulir yang telah ada.
Pendekatan pelaksanaannya adalah dilakukan secara bersama-sama oleh
UPL dan Tim Konsultan (khususnya Faskel Teknik, Askot Infrastruktur dan
Tenaga Ahli Infrastruktur), sehingga diharapkan juga terjadi proses belajar bagi
UPL (terjadi pemindahan pengetahuan).

1). Mekanisme dan Pembagian Tugas Tim Pelaksanaan


Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan adalah sebagaimana ditunjukan
pada Gambar Diagram Mekanisme Pelaksanaan Verifikasi. Diagram
tersebut dapat dijelakan sebagai berikut :
a. Verifikasi dilakukan terhadap dokumen proposal usulan kegiatan KSM
dan bila diperlukan maka Tim verifikasi dapat menemui pihak KSM atau
kunjungan langsung pemeriksaan dilapangan.
b. Proses Verifikasi dilakukan secara tim yang terdiri dari UPL dan pihak
Konsultan (Faskel Teknik dan Askot Infrastruktur).
c. Kesimpulan verifikasi berupa Rekomendasi Akhir, selanjutnya dibuat
bersama (harus disetujui oleh Askot atau TA. Infrastruktur) dengan
kesimpulan dan tindaklanjut sebagai berikut :
i. Kegiatan Layak : Dibuat Berita Acara Kelayakan Kegiatan;
ii. Layak dengan Penyempurnaan : Proposal & Formulir Hasil
Verifikasinya dikembalikan kepada Panitia melalui UPL untuk
dilakukan penyempurnaan sesuai catatan hasil verifikasinya. Segera
setelah penyempurnaan maka UPL dapat langsung meyampaikan
dokumen perbaikan tersebut kepada Faskel Teknik/Askot Infra untuk
diverifikasi kembali.
iii. Tidak Layak : Proposal & Formulir Hasil Verifikasinya dikembalikan
kepada UPL dan diteruskan kepada BKM/LKM untuk dibahas status
usulan tersebut dalam forum rapat BKM/LKM (Rapat BKM ini harus
mengundang Panitia bersangkutan). Apabila hasil kesepakatan
Rapat BKM/LKM mengakibatkan perubahan usulan kegiatan maka
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 82
harus mengacu prioritas pada PJM/Renta Pronangkis (harus ada
Berita Acara Kesepakatan) dan mekanisme selanjutnya adalah
melakukan pembentukan & Pendaftaran Panitia kembali (bila
ternyata usulan kegiatan pengganti tidak akan dilaksanakan oleh
KSM ini), penyusunan proposal usulan kegiatan dan proses verifikasi
usulan. Sedangkan bila tidak mengakibatkan perubahan usulan
maka mekanismenya kembali mengikuti mekanisme layak dengan
penyempurnaan.
d. Setelah proses verifikasi selesai dan hasil rekomendasinya adalah layak
maka dilakukan penyusunan Berita Acara Kelayakan Kegiatan
Lingkungan yang ditandatanagani bersama dan diketahui oleh minimal
Lurah/Ka Desa, Ketua RT/RW dan Tokoh masyarakat (Formulir V.3).
Berita Acara ini selanjutnya menjadi bahan masukan penetapan
prioritas/BAPPUK. Seluruh Proposal (termasuk penyempurnaanya) dan
formulir Verifikasi yang telah diisi agar diarsipkan dikantor UPL/BKM dan
Korkot.
Selanjutnya dengan mengingat kemampuan UPL yang masih proses
belajar, khususnya terkait substansi teknis infrastraktur serta adanya tingkat
kerumitan/kompleksitas kegiatan infrastruktur yang cukup bervariasi
dilapangan maka dalam pelaksanaan proses verifikasi, dibuat semacam
pembagian tanggungjawab substansi, antara UPL dan Tim Konsultan,
termasuk juga antar Tim Konsultan sendiri (Faskel Teknik dan Askot
Infrastruktur). Pembagian tanggungjawab tersebut sebagaimana diuraikan
pada tabel berikut :
No Tim Tugas/Tanggungjawab Keterangan
1. Tim UPL 1) Melaksanakan verifikasi semua dokumen
usulan kegiatan, dengan proioritas pada
materi/hal-hal non-teknik sesuai acuan
verifikasi;
2) Melaporkan hasil verifikasi yang telah
dilaksanakan kepada Faskel Teknik.
2. Faskel 1) Melaksanakan verifikasi semua aspek/hal- Semua
Teknik hal non-teknis sesuai acuan verifikasi; verifikasi yang
2) Bertanggyngjawab melaksanakan Verifikasi dilakukan oleh
Teknis terhadap semua jenis Sarana dan UPL, tetap
Prasarana Sederhana yang bersifat dapat diperiksa
Rehabilitasi/Perbaikan dan atau oleh Faskel
pembangunan baru dengan nilai dana Teknik;
(pagu alokasi BLM) maksimum Rp. 30 juta.
3) Dalam hal verifikasi yang menjadi
tanggungjawabnya, terdapat desain perlu
mendapat verifikasi lebih lanjut maka dapat
meminta verifikasi lebih lanjut dari Askot
Infra.
4) Melaporkan Daftar jenis infrastruktur yang
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 83
No Tim Tugas/Tanggungjawab Keterangan
menjadi tanggungjawab verifikasi Askot;

3. Askot 1) Melaksanakan verifikasi aspek non-teknis, Semua


Infra khususnya terhadap 5 aspek non-teknis verifikasi teknis
yang menentukan “Tidak Layak” (lihat yang dilakukan
Penjelasan Justifikasi “Tidak Layak”); oleh Faskel
2) Melaksanakan Verifikasi Teknis terhadap teknik, tetap
semua jenis sarana & prasarana yang dapat diperiksa
bersifat Pembangunan Baru dan atau oleh Askot
peningkatan dengan nilai dana (pagu Infra.
alokasi BLM) diatas Rp. 30 Juta;
3) Dan terhadap desain pembangunan baru
untuk jenis prasarana yang lebih
kompleks, yaitu : Jembatan Kayu/Beton
diatas 6 meter (termasuk box culvert);
Jembatan Baja/Besi, diatas 10 meter;
Jembatan Gantung; Saluran Irigasi,
Drainase; Prasarana Sumur Dalam/Bor,
Perpipaan, IPAS;
4) Dalam hal terdapat desain yang menurut
Askot perlu mendapat verifikasi lebih lanjut
maka dapat meminta verifikasi dari TA.
Infra.
5) Melaporkan Daftar jenis infrastruktur yang
menjadi tanggungjawab verifikasi TA. Infra
secara tertulis.
4. TA. Infra 1). Memfasilitasi (termasuk menyiapkan SOP) Semua
untuk desain pembangunan baru atau verifikasi teknis
peningkatan prasarana yang bersifat lebih & non- teknis
kompleks; yang dilakukan
2). Melaksanakan verifikasi jenis infrastruktur oleh Askot
yang perlu mendapat verifikasi lebih lanjut infra, tetap
dari Askot. dapat diperiksa
oleh TA. Infra.

2). Langkah-langkah Teknis Pelaksanaan


Adapun langkah-langkah teknis pelaksanaan Verifikasi dapat diuraikan
sebagai berikut :
A. Persiapan
• Memahami cara melaksanakan verifikasi (termasuk cara pengisian
formulir) dari Faskel/Askot Infra;
• Menyiapkan Dokumen Proposal yang sudah diterima dari KSM;
• Menyiapkan Formulir Penilaian Verifikasi (Formulir : V.1, terlampir);
Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 84
B.Pelaksanaan Verifikasi :
1. Verifikasi dilakukan dengan cara memeriksa/menilai kebenaran atau
kelayakan dari setiap dokumen proposal yang ada. Cara pemeriksaan
kebenaran/kelayakan untuk setiap aspek verifikasi (pertanyaan) dapat
dilihat pada penjelasan Aspek Verifikasi (terlampir).
2. UPL, Faskel Teknis dan Askot Infrastruktur melakukan proses verifikasi
sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Gunakan Formulir :
V.1 seperti terlampir.
3. Jawaban atas setiap pertanyaan Verifikasi dituliskan pada formulir,
Kolom Penilaian Kelayakan, yaitu :
a. Apabila hasil pemeriksaan/penilaian adalah diuraikan pada proposal
secara benar/ lengkap maka tuliskan jawaban ”Ya” (atau tanda (√))
pada kolom jawaban ”Ya” yang tersedia, dan
b. Apabila hasil pemeriksaan/penilaian adalah diuraikan secara tidak
benar atau kurang atau tidak ada sama sekali pada proposal maka
tuliskan jawaban ”Tidak” (atau tanda (√)) pada kolom jawaban
”Tidak” yang tersedia.
c. Apabila terdapat jawaban ”Tidak” (poin 3.b) maka harus
dicantumkan/dicatat apa saja kekurangan/kesalahan yang
ditemukan. Hal-hal yang menjadi catatan ini dituliskan pada kolom
”Catatan (Penyempurnaan)” yang telah disediakan
4. Berikan Rekomendasi Hasil Verifikasi dengan ketentuan berikut :
• Layak : bila semua aspek yang dinilai mempunyai jawaban
Ya/Terpenuhi.
• Layak dengan Penyempurnaan : bila hasil Penilaian terdapat satu
atau lebih Jawaban aspek ”Tidak Layak” atau terdapat catatan
penyempurnaan;
• Tidak Layak : bila ada jawaban ”Tidak Layak” diantara
pertanyaan/kriteria berikut :
o ASPEK ORGANISASI
1) Adakah pengurus/anggota organisasi KSM/Panitia jelas ?
2) Apakah jumlah anggota KSM dari peremuan, minimal 30%?
3) Apakah sudah dijustifikasi dan dinyatakan layak oleh
BKM/LKM?
4) Apakah Panitia/KSM Merupakan Pemanfaat & Pemelihara
Sarana & Prasarana yang dibangun ?
o ASPEK MANAJEMEN, TEKNIS KEGIATAN
5) Apakah rencana lahan lokasi Bangunan telah dibebaskan
(tidak akan ada dampak sosial)?
6) Apakah Infrastruktur yang dibangun tidak bertentangan dengan
Daftar Kegiatan Terlarang ?
7) Apakah Infrastruktur yang dibangun tidak menimbulkan
dampak lingkungan ?

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 85


Diagram Alir Mekanisme Verifikasi Usulan Kegiatan Lingkungan

PJM / RENTA
PRONANGKIS

Pembentukan, Penyusunan
Pendaftaran & Proposal Usulan

(Penggantian/Review Usulan Kegiatan)


Justifikasi Kegiatan
Panitia

Dokumen
Proposal Usulan
Kegiatan
(atau Revisi)

Tidak Layak
NT

s/d Rp. 30 Jt
UPL

Diatas Rp. 30 Jt
Laporkan Faskel
Teknik

Laporkan Askot Rekomendasi Layak Penyusunan


Infra Hasil Verifikasi BA
TIM VERIFIKATOR Kelayakan

Layak dengan Perbaikan

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 86


8) Kelayakan Teknis (Perencanaan Desain/Spesifikasi),
mencakup : Kesesuaian dengan spesifikasi standar teknis,
Keamanan/kenyamanan Pemakaian, Kualitas Bahan Utama,
Pencapaian Manfaat/Fungsi Infrastruktur.
5. Cantumkan rekomendasi yang sesuai/dipilih tersebut pada bagian
akhir formulir dengan cara mencoret semua alternatif rekomendasi
yang tidak dipilih;
6. Buatlah Berita Acara Kelayakan Verifikasi Kegiatan Lingkungan
yang ditandatanagani bersama dan diketahui oleh minimal Lurah/Ka
Desa, Ketua RT/RW dan Tokoh masyarakat (Contoh bentuk BA,
seperti Formulir V.2, terlampir).
7. Hasil Verifikasi (Lembar Verifikasi yang telah diisi dan
ditandatangani) dicopy satu rangkap sebagai laporan.
Adapun penjelasan masing-masing krteria pada setiap aspek verifikasi
adalah sebagaimana diuraikan pada tabel berikut :

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 87


Aspek dan Kriteria Verifikasi beserta Penjelasan :
No ASPEK YANG DIVERIFIKASI PENJELASAN CARA PEMERIKSAAN
A. ASPEK ORGANISASI
1 Adakah pengurus, anggota,
serta aturan organisasi KSM
yang jelas ?
2 Apakah jumlah anggota Cek Berita Acara Pembentukan & Formulir Pendaftaran KSM yang
organisasi KSM dari perempuan, bersangkutan di BKM/UPL sesuai hasil penilaian kelayakan dari
minimal 30% ? UPL/BKM sebelumnya. Pastikan bahwa formulir tersebut sudah ada.
3 Apakah KSM telah dijustifikasi
dan dinyatakan layak oleh
BKM/LKM?
4 Apakah KSM Merupakan Cek kebenaran & kelengkapan Pernyataan Kesanggupan O&P (Form-9).
Pemanfaat & Pemelihara Sarana Cek juga Apakah Pemilihan Desain/Spesifikasi teknis sudah
& Prasarana? mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk dapat melaksanakan
pemeliharaan?
5 Adakah Kontribusi Swadaya Cek kebenaran & kelengkapan Berita Acara Kesepakatan Swadaya
masyarakat ? Masyarakat (Form-3), Cek juga nilai RAB Swadaya (Form : RAB-4)
B. ASPEK MANAJEMEN, TEKNIS KEGIATAN
1 Apakah Prasarana yang Cek kebenaran dan kesesuaian Usulan Kegiatan (Form-1, Proposal)
diusulkan sesuai dokumen PJM- dengan dokumen Renta/PJM Pronangkis.
Pronangkis ?
2 Apakah rencana lahan lokasi Cek Kebenaran dan kelengkapan pengisian Formulir Pernyataan
Bangunan telah dibebaskan Kontribusi lahan dari pemilik (Form-4, Proposal).
(tidak akan ada dampak sosial)?
3 Adakah calon tenaga kerja yang Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir Tenaga Keja (Form :
akan terlibat ? TK-1)
4 Adakah Kesepakatan Harga Hasil Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir RAB (Form RAB-1),
Survey (minimal 3 toko setempat) bila perlu dapat dilakukan pengecekan dilapangan;

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 88


No ASPEK YANG DIVERIFIKASI PENJELASAN CARA PEMERIKSAAN
5 Adakah Gambar sederhana Cek adakah gambar-gambar Teknis sederhana Infrastruktur (Form Gbr).
Infrastruktur ?
6 Adakah dokumentasi/photo Cek kebenaran dan kelengkapan dokumentasi kegiatan (Form-Photo).
kondisi awal (0%) ?
7 Apakah rencana Bangunan tidak Cek Kebenaran dan kelengkapan pengisian Formulir Daftar Kegiatan
bertentangan dengan Daftar Terlarang (Form-4)
Kegiatan Terlarang ?
8 Apakah rencana Bangunan tidak Cek Kebenaran dan kelengkapan pengisian Formulir Penilaian Daftar Uji
berpotensi menimbulkan Dampak Dampak Lingkungan (Form-5)
Negatif (merusak) Lingkungan?
9 Adakah Daftar Kuantitas Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir Daftar Kuantitas (Form
Pekerjaan? RAB- 2).
10 Adakah Perhitungan RAB Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir RAB (Form RAB-4).
(Swadaya & BLM/PNPM ? Termasuk hal berikut terpenuhi juga :
• Apakah jumlah nilai biaya untuk Upah Tenaga Kerja dari prasarana
yang dibangun (bukan padat karya), tidak melampaui kewajaran (wajar :
kira-kira nilainya kurang dari 40%)
• Apakah Nilai Total Biaya BLM seimbang dengan Volume Pekerjaan
Yang Direncanakan (Tidak Kelebihan Biaya atau Kekurangan Dana) ?
11 Adakah Jadwal Pelaksanaan Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan ? Kegiatan (Form 6). Termasuk hal berikut terpenuhi : Apakah perkiraan
waktu pelaksanaan infrastruktur tersebut sudah cukup (tidak akan
dikerjakan tergesa-gesa sehingga mengurangi kualitas)
12 Adakah Rencana Pengadaan Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir Organisasi Lapangan
Kegiatan ? (Form -7).
13 Adakah Struktur Cek Kebenaran & kelengkapan pengisian Formulir Organisasi Lapangan
Organisasi/Susunan Tim (Form 8).
Pelaksanaan Kegiatan ?

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 89


No ASPEK YANG DIVERIFIKASI PENJELASAN CARA PEMERIKSAAN
14 Apakah rencana Bangunan layak Selain UPL, Verifikasi Kelayakan ini harus dilakukan oleh Tim KMW
secara teknis? (TA.Infra/Askot Infra/Faskel Teknik) dan Apabila dianggap perlu dapat
(Kesesuaian spesifikasi/desain dilakukan verifikasi langsung dilapangan. Gunakan referensi Gambar
dengan standar teknis, Kualitas (Form Gbr/Spesifikasi, termasuk Photo/Dokumentasi yang ada).
Bahan Utama, Pencapaian Hal-hal yang perlu diverifikasi, antara lain :
Manfaat, dan 1. Apakah Lokasi Yang Dipilih sesuai dengan Jenis Infrastruktur yang
Keamanan/kenyamanan direncanakan ?
Pemakai) 2. Apakah Desain/Spesifikasi & kualitas bahan utama yang direncanakan
baik/kuat (sesuai persyaratan stándar teknis bangunan) ?
3. Apakah bangunan utama dan pelengkap dari prasarana sudah
direncanakan (minimal untuk menjamin keamanan bagi pemakai atau
agar usia pemakaian prasarana lebih lama) ?
4. Apakah desain sudah memperhatikan kebiasaan lokal?
5. Apakah KSM Mampu mengerjakan sendiri Prasarana tersebut? (Khusus
untuk pekerjaan pemadatan perkerasan (Kerikil/Sirtu, Telfor, Makadam)
agar diupayakan menggunakan mesin gilas/pemadat);
6. Apakah perencanaan sudah mempertimbangkan pencapaian manfaat
dari prasarana (setelah bangunan selesai dapat langsung bermanfaat),
khususnya prasarana seperti Air Bersih, Drainase, dll;
7. Dan lain-lain persyaratan teknis yang dianggap prinsip pada bangunan
(lihat Pedoman Teknis);

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 90


LAMPIRAN :

1) CONTOH SURVEY JALAN


2) CONTOH FORMULIR
SURVEY/PERENCANAAN JALAN
3) FORMULIR & BA KESEPAKATAN
HARGA SATUAN
4) REFERENSI DAFTAR UJI
IDENTIFIKASI DAMPAK
LINGKUNGAN
5) OUTLINE PROPOSAL KEGIATAN
6) FORMULIR & BA VERIFIKASI

Bagian - 1. Persiapan & Perencanaan Teknis Kegiatan Sarana & Prasarana 91


LAMPIRAN 1. CONTOH SURVEY JALAN

CONTOH SURVEI LAPANGAN


UNTUK KEPERLUAN DESAIN JALAN DESA
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR SEDERHANA

A. Survei Pengukuran Jalan Desa


Untuk desain jalan diperlukan trase jalan, polygon dan lebarnya, maka tata cara survei
pengukuran jalan yang sederhana tetapi memenuhi kebutuhan untuk desain jalan dapat
dilakukan sebagai berikut.
Sebelum dilakukan survei pengukuran ini harus sudah ditetapkan arah trase jalan desa yang
akan ditangani (survey reconnaisanse)
1) Pengukuran Trase Jalan untuk mengukur trase jalan diruas jalan A, B, C, D di gambar dapat
dilakukan. Akhir Proyek
B D
λ λ
5 15
λ λ λ
4 6 14
λ λ λ
3 7 13
λ λ λ
2 12
A λ λ C λ
1 9 11
λ λ
0 10
Awal Proyek

a. Di titik A, B, C, dan D dipasang patok kayu dengan ukuran kurang lebih garis tengah 5 cm
(bisa di dapat di tempat).
b. Di titik 1, 2, 3 dan seterusnya dipasang patok kayu dengan ukuran yang lebih kecil (bisa di
dapat di tempat).
c. Letak titik-titik 1, 2, 3 dan seterusnya dibuat dengan jarak kurang lebih 25 meter, diukur
dengan pita ukur (meet band).
d. Dengan cara ini akan didapatkan panjang trase A, B, C, D
2) Pengukuran Polygon sudut di titik B dan C perlu ditetapkan sudutnya, yaitu
a. Di titik B dan C telah dipasang patok kayu garis tengah kurang lebih 5 cm.
b. Dari titik B ke titik 4 dan 6 sudah diukur 25 meter.
c. Ukur jarak dari titik 4 ke titik 6 dengan ketelitian sampai kurang lebih 2 angka dibelakang
koma dalam meter.
d. Dengan cara ini maka dapat digambar sudut A, B, C dan sudut B, C, D dengan perantaraan
segi 4 B 6 dan 9 C 11.
3) Pengukuran Lebar Jalan (tanpa menggunakan alat ukur)
Pengukuran lebar jalan ini dibuat tegak lurus terhadap poros trase A, B, C, D dengan
menggunakan rumus pythagoras (siku-siku) 3, 4, 5.
a. Ambil tali rapia (yang di lilit)
b. Buat suatu segi tiga dengan dibuat simpul pada setiap titik sudut segi tiga tersebut.
c. Ukuran dari titik sudut atau simpul diambil 6 meter, 8 meter dan 10 meter.
d. Tempatkan titik-titik simpul yang berhubungan dengan ukuran 6 meter, 8 meter di titik A (0)
dipatok kayu yang sudah ada.
e. Tarik rapia kencang-kencang dengan arah 6 meter ke arah kiri (ki) atau kanan (ka) dari titik A
(0) dan arah 8 meter ke arah titik 1, bila rapia telah ditarik kencang di segala arah maka segi
tiga yang dibuat adalah segi tiga tegak lurus di titik A (0).
f. Ukur ke arah kiri atau ke titik A (0) sepanjang 3 meter dan pancang patok kayu dititik 3 meter
tersebut dengan ukuran sama dengan patok kayu di titik A (0).
4) Untuk mempermudah pencatatan hasil pengukuran di lapangan yang kemudian di pergunakan
untuk membuat peta hasil ukur kami sajikan form untuk pencatatan hasil pengukuran maupun
lebar jalan.
Dengan cara ini survei pengukuran di lapangan untuk jalan desa dapat dilakukan oleh masyarakat
atau KSM/Panitia bersangkutan. Penggambaran peta bisa juga dilakukan oleh mereka dengan
diberikan bimbingan sederhana.
FORM UNTUK PENCATATAN HASIL PENGGAMBARAN TRASE JALAN DESA
Trase Jarak titik dalam meter Keterangan

ABCD A (0) – 1 25 Ada parit kurang lebih 5 meter


1–2 25
2–3 25
3–4 25 Ada selokan kurang lebih 15 meter
4 – 5 (B) 25
B (5) – 6 25 Ada bukit kecil yang dipotong trase jalan
bisa juga trase tidak memotong tetapi
mengelilingi bukit.
AB 15
Dsl BCD 0

FORM UNTUK PENCATATAN HASIL SUDUT JALAN DESA

Trase Jarak titik dalam meter Keterangan

ABCD 4 – B (5) 25 B

B (5) – 6 25 25 5 25
4 6
4–6 47,55 47.55

32.25
9 – C (10) 25 9 11
C (10) – 11 25
25 25
9 – 11 32,25 4
10
FORM : ST1
FORM : ST1
FORM : ST2
FORM : ST2
FORM : ST3
FORM : ST3
FORM : Gbr
LAMPIRAN - 2
RAB-1A
RAB-1B
BERITA ACARA
PENETAPAN HARGA SATUAN UPAH/BAHAN/ALAT
UNTUK PELAKSANAAN KEGIATAN
KSM/Panitia : ..........................................
BULAN : ..........................................

Pada hari ini ........... tanggal ................ bulan ..................... tahun ................,
bertempat di .........................................................................................................,
telah dilaksanakan rapat Penetapan Harga Satuan Upah/Bahan/Alat yang akan
dipergunakan untuk pekerjaan .....................................................................................
Rapat dibuka pada pukul ..............., oleh Ketua/Sekretaris*) KSM/Panitia, yang
dihadiri oleh :
Jumlah
No Peserta Yang Hadir Keterangan
(Org)
1 Ketua, Pengurus dan seluruh
Anggota KSM/Panitia
2 Wakil BKM
3 Wakil UPL
4 Relawan
5 Wakil Pemerintah
Desa/Kelurahan
6 Tokoh Masyarakat (Tomas)
7 Fasilitator Kelurahan/KMW
8 Dst.... (bila ada)
Daftar Hadir seluruh Peserta Terlampir.

Adapun rangkaian acara dalam rapat ini adalah sebagai berikut :


Penanggungjawab/
No Agenda Acara
Fasilitator
1 Pembukaan
2 Penjelasan Maksud, Tujuan, Hasil Yang Ingin
Dicapai serta tatacara Rapat/forum;
3 Penyampaian Laporan Hasil Survey Harga
4 Pembahasan Harga Satuan (menyepakati
nilai/besarnya harga satuan tiap jenis bahan/alat
dan membuat justifikasi bila perlu).
5 Pembacaan Hasil Kesepakatan;
6 Penyusunan BA Hasil Kesepakatan Harga Satuan
Bahan/Alat untuk bulan ini;
7 Penutup
Kesimpulan yang telah dicapai dalam pertemuan ini adalah disepakatinya HARGA
SATUAN UPAH/BAHAN/ALAT secara bersama-sama sebagaimana terlampir,
berdasarkan hasil Survey Harga yang telah dilaksanakan oleh Tim Survey
KSM/Panitia.

Demikian Berita Acara Kesepakatan ini dibuat dan ditandatangani oleh wakil
peserta masing-masing untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat/Disepakati Oleh :
KSM/Panitia :
....................................
Nama ..........................
:
Jabatan Ketua
: KSM/Panitia
Tanda
Tangan : ..........................

Mengetahui :
Wakil BKM : Wakil Pemerintah Kel/Desa :
.................................... .......................................
Nama : ............................. Nama ..........................
:
Jabatan : Koordinator BKM Jabatan Lurah/Kades
:
Tanda : ............................. Tanda ..........................
Tangan Tangan :

Diperiksa & Diverifikasi Oleh :


Faskel, UPL,
Nama : ............................. Nama ..........................
:
Jabatan : ............................. Jabatan ..........................
:
Tanda : ............................. Tanda ..........................
Tangan Tangan :
RAB - 1
LAMPIRAN - 4

PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
MANDIRI PERKOTAAN

CAKUPAN ISI :
F-1 USULAN KEGIATAN F-5 UJI IDENTIFIKASI DAMPAK
F-2 PERNYATAAN KONTRIBUSI LAHAN RAB-2 DAFTAR KUANTITAS PEKERJAAN
TK-1 DAFTAR CALON TENAGA KERJA RAB-4 RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
F-3 KESEPAKATAN SWADAYA F-6 JADWAL PELAKSANAAN
RAB-1 KESEPAKATAN HARGA F-7 DAFTAR RENCANA PENGADAAN
F-Gbr GAMBAR F-8 TIM PELAKSANA
F-Photo PHOTO F-9 PERNYATAAN KESANGGUPAN
F-4 LIST NEGATIF OPERASI & PEMELIHARAAN (O&P)
FORM - 1
A. USULAN KEGIATAN

Kota/Kabupaten :
Kecamatan :
Kelurahan/Desa :
Nama BKM :
Jumlah Pengurus & Anggota
Nama KSM/Panitia
KSM/Panitia (Org)
KSM/Panitia : L P Jumlah

Kegiatan : Lingkungan

Nama Pekerjaan :

Volume :
Pekerjaan

Alasan :
Pembangunan
Prasarana

Lokasi : Dusun/RT/RW : ……………..........................


Pekerjaan Kelurahan/Desa : ……………..........................

Penerima : Jumlah :
Manfaat
…...... KK Miskin : ……...... KK Miskin : …...... %

Metode Gotong Semi Gotong Kerjasama


Konstruksi : Royong Pihak Ketiga
Royong

Status
Tanah
Lokasi :
Kegiatan
FORM - 2

PERNYATAAN HIBAH / IJIN PAKAI/IJIN DILALUI/GANTIRUGI*)

Yang bertanda tangan dibawah ini , Saya:


Nama : ...................................................
No. KTP : ...................................................
Pekerjaan : ...................................................
Alamat : Jl. ................................................. RT/RW/Dusun …………... ...............
Kel /Desa ………………..............., Kab./Kota ........................................
Selaku pemilik tanah berdasarkan Surat Bukti Kepemilikan Yang Sah, Nomor :
............................................. Tanggal ........................................dari Notaris/PPAT/Instansi lain yang
Sah. Dengan ini menyatakan bersedia memberikan kontribusi dalam bentuk : Hibah/Ijin Pakai
selama..........tahun/Ijin Dilewati selama ........... tahun/Gantirugi*), berupa :
Volume
Alamat
Bentuk Kontribusi & Satuan Sketsa Peta Lokasi
Asset
Asset

1. Tanah/Lahan
Cantumkan :
2. Tanaman Produktif 1. Batas dan status kepemilikan kanan, kiri, depan
dan belakang tanah warga
3. Asset lainnya 2. Bagian atau seluruh lahan milik warga disertai
ukuran luas
(sebutkan)
3. Jalan sekitar lahan untuk identifikasi lokasi
4. Batas bagian tanah yang akan diberikan
Syarat/Bentuk Kontribusi Yang disepakat 5. Orientasi lokasi (arah mata angin)
dengan Pemilik :
................................................................................
...............................................................................

Kepada Pemerintah Desa/Kelurahan : ............................................., untuk dimanfaatkan bagi


kepentingan masyarakat umum sesuai rencana kegiatan : ............................................................., di
Lokasi ............................................................. oleh KSM : ....................................................................
Demikian surat pernyataan ini dibuat secara sukarela untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
. ……………….. , …………………………. 20.....
Yang Menerima, Yang Memberikan,
Lurah/Ka Desa Pemilik
Materai
Rp.6.000
(_______________________) (_______________________)
Mengetahui :
Nama Jabatan Tandatangan
BKM/Mewakili
Ketua KSM
Ketua RT/Mewakili
*) Pilih yang sesuai;
TK - 1

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


FORM-3

BERITA ACARA
HASIL KESEPAKATAN SWADAYA MASYARAKAT

Pada hari ini…………… tanggal ….. bulan ………. tahun 200…. bertempat di
........…………………… Kelurahan/Desa …………………., telah dilaksanakan
Rembug Kesepakatan Swadaya Masyarakat untuk pelaksanaan kegiatan :
......................................................, oleh KSM : ......................................................
Atas nama warga masyarakat penerima manfaat kegiatan, disepakati bahwa jika
usulan kegiatan KSM tersebut, disetujui oleh Badan Keswadayaan Masyarakat,
kami sepakat dan sanggup untuk memberikan swadaya sebagai berikuti :
Jenis Jenis
Volume Sat. Volume Sat.
Swadaya Swadaya
1. Tenaga Kerja : 3. Peralatan :
a. Mandor HOK a. Truk/Mobil
b. Kepala Tukang HOK Pengangkut
c. Tukang HOK b. Mesin Gilas
d. Pekerja HOK
Juml. Laki-laki (L) Org 4. Administrasi
Juml. Perempuan (P) Org
2. Bahan : 5. Dana/Uang Rp.
a. Batu Kali M3 Tunai
b. Semen Zak 6. Tanah/ Tanaman :
c. Kerikil M3 a. Tanah M2
d. Pasir M3 b. Tanaman
Btg
e. Benang/Ember/ Produktif
Linggis/Cangkul,dll c. Asset Lainnya
Dst
7. Konsumsi

Daftar Rincian Nama-nama dan bentuk Swadaya terlampir.


Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenarnya dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
……………………………. 200….
Mengetahui, Dibuat,
BKM/UPL, Lurah/Ka. Desa Ketua KSM/Panitia

(……………..………) (……………………) (……………………)

Atas nama warga masyarakat ,

No Nama Jabatan Alamat Tanda Tangan


1. Ketua RT …..
2. Ketua RW …..
RAB-1
FORM – Gbr
FORM-Photo
FORM-4
PENILAIAN TERHADAP DAFTAR KEGIATAN TERLARANG (NEGATIF LIST)
Apakah usulan kegiatan, termasuk dalam salah satu kegiatan yang dilarang untuk
dibiayai oleh dana PNPM Mandiri Perkotaan ?
No BUTIR / ITEM YA TIDAK
1. Pembangunan atau Rahabilitasi gedung Kantor Pemerintah atau kantor BKM
2. Pembangunan atau Rahabilitasi Rumah Ibadah, termasuk infrastruktur
lainnya yang secara langsung berada didalam lokasi rumah ibadah;
3. Pembebasan Lahan;
4. Kegiatan yang berkaitan dengan politik praktis (kampanye, demonstrasi,
sumbangan politik, dll);
5. Kegiatan Militer atau semi-militer (pembelian/perdagangan senjata dan
sejenisnya);
6. Kegiatan-kegiatan yang berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti :
™ Membangun didalam dan atau berbatasan langsung dengan area yang
dilindungi seperti : Kawasan Hutan Lindung, Kawasan Bergambut,
Kawasan pantai berhutan bakau (Mangrove), Kawasan Resapan Air,
Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, Hutan Wisata, Daerah Pengungsian
Satwa, Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Cagar Budaya & Ilmu
Pengetahuan, Lokasi Situs Purbakala, lokasi peninggalan sejarah;
™ Penggunaan bahan bangunan yang mengandung asbes; .
™ Kegiatan produksi dan pengolahan yang menghasilkan emisi atau effluent
cair dan gas kecuali kegiatan dalam skala kecil dan kegiatan-kegiatn yang
telah direview dan diberikan sertifikat oleh Bappedalda berdasarkan
standar kontrol polusi air dan udara.
™ Memanfaatkan dan atau menghasilkan bahan-bahan limbah berbahaya,
termasuk pestisida dan herbisida, dan produk terkait lainnya;
™ Memproduksi, memproses, pengolahan, penyimpanan atau penjualan
produk tembakau atau produk yang mengandung tembakau.
™ Memproduksi atau menggunakan bahan yang membahayakan ozon;
™ Memproduksi, menyimpan dan pengangkutan cairan, gas atau emisi yang
berbahaya (termasuk kategori limbah berbahaya- B3);
™ Kegiatan yang terkait dengan pengelolaan, pengadaan kayu dan
peralatan perkayuan. Pengadaan Kayu diatas 3M3 per kegiatan harus
memiliki SKSHH/FAKO
™ Pembangunan MCK, Kakus/Jamban tanpa Septictank dan resapan;
™ Bangunan/fasilitas Persampahan yang belum terintegrasi dengan sistem
persampahan kota yang sudah ada;
™ Drainase yang belum terintegarasi dengan sistem drainase kota yang
telah ada atau drainase tanpa pembuangan akhir;.
™ Jaringan Listrik (termasuk lampu penerangan) yang pengelolaan O&Pnya
bukan oleh masyarakat;
™ Berdampak negatif terhadap penduduk asli;
™ Berdampak negatif terhadap kelestarian budaya lokal;
7. Deposito atau yang berkaitan dengan usaha memupuk bunga Bank;
8. Kegiatan yang memanfaatkan BLM sebagai jaminan atau agunan atau
garansi, baik yang berhubungan dengan lembaga keuangan dan perbankan
atau pihak
ketiga lainnya;
9. Kegiatan yang bertentangan dengan hukum, nilai agama, tata susila dan
kemanusiaan serta tidak sejalan dengan Visi, Misi, Tujuan dan nilai-nilai
PNPM Mandiri Perkotaan

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


FORM-5

DAFTAR UJI IDENTIFIKASI DAMPAK LINGKUNGAN

Hasil uji identifikasi dampak negatif terhadap lingkungan yang mencakup uraian jenis
potensi dampak dan Rencana Tindakan penanganan/mitigasinya sebagaimana
diuraikan pada tabel berikut. Kemudian kami akan melakukan pemantauan atas
pelaksanaan pengamanan tersebut, pada saat perkembangan kegiatan kira-kira
mencapai kemajuan 50% dan 100% guna memastikan bahwa seluruh pengamanan
dampak telah kami lakukan.
PEMANTAUAN
POTENSI/SUMBER DAMPAK UPAYA PENANGGULANGAN/ PENYELESAIAN
No
NEGATIF MITIGASI
(50%) (100%)

..............................................., ............................200....
Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :
Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


(Lihat Referensi Daftar Uji Dampak Lingkungan-Lampiran 4)
RAB - 2

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


RAB - 4

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


FORM – 6
FORM-7

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


FORM-8

STRUKTUR ORGANISASI LAPANGAN


(KSM/Panitia)

KSM/PANITIA
Ketua

Sekretaris

BENDAHARA PELAKSANA
LOGISTIK
LAPANGAN

Ketua Regu Kerja/ Ketua Regu Kerja/


Mandor Mandor

MASYARAKAT
SUSUNAN TIM PELAKSANA KSM/PANITIA :

No NAMA POSISI
1. Ketua/Penanggungjawab
2. Sekretaris
3. Bendahara
4. Pelaksana Lapangan
5. Logistik/Pengadaan
6. Ketua Regu Kerja (Mandor)
7. Ketua Regu Kerja (Mandor)
Dst
Susunan Tim Pelaksana Lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi Lapangan/SDM KSM

Diverifikasi Oleh : Diverifikasi Oleh : Dibuat Oleh :


Faskel Teknik, UPL, Ketua KSM

(………………………..) (………………………..) (………………………..)


FORM-9

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN


PENGOPERASIAN & PEMELIHARAAN PRASARANA

Yang bertanda tangan dibawah ini, kami :


Nama : …………………..................................………............................
Jabatan : Ketua KSM............. ………………………................................,
Kel./Desa ................................. Kecamatan ........................... Kab./Kota
................................................................................
Alamat : Jl. .................................... Dusun/RT/RW ……………............

Menyatakan kesanggupan untuk mengoperasikan dan memelihara sarana & prasarana yang
kami bangun, yaitu :
No Jenis Sarana & Prasarana Lokasi (Jl/Dusun/RT/RW)
1.
2.
3.
dst
Struktur Organisasi & Pengurus Pemanfaatan & Pemeliharaan Sarana & Prasarana tersebut
akan kami sampaikan setelah kami ditetapkan sebagai pelaksanaan kegiatan pembangunan
sarana & prasarana tersebut.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

……………….. , …………………………. 20.....

Yang Menyatakan ,
Ketua KSM ………………
Materai
Rp.6.000

(……………………………)
Mengetahui :
Nama Jabatan Tandatangan
BKM/Mewakili
UPL
Ketua RT/Mewakili
Ketua RT/Mewakili
LAMPIRAN - 5

REFERENSI DAFTAR UJI IDENTIFIKASI DAMPAK LINGKUNGAN


POTENSI/SUMBER DAMPAK
No ALTERNATIF UPAYA PENANGGULANGAN/MITIGASI
NEGATIF

PRASARANA JALAN, JEMBATAN, GORONG-GORONG, TAMBATAN PERAHU


1 Resiko Longsor akibat Kegiatan Pemindahan trase/jalur jalan atau bangunan ke tempat
Galian/Timbunan Tanah diarea lain yang lebih aman
lereng/tebing Batasi pemindahan tanah hanya pada musin kering/panas
Dibangun tanggul atau turap penahan
Tampingan diperlandai
Penanaman Vegetasi/jerami didaerah kemiringan
Dipasang pelindung tebing diarea terkena arus
sungai/pantai
2 Jembatan mengganggu lalu lintas
Perletakan jembatan diperbaiki/disesuaikan
perahu
3 Jembatan/T.Perahu merubah Tata letak dipindahkan untuk menghindari masalah
arah/aliran sungai
Perletakan jembatan diperbaiki/disesuaikan
Dipasang pelindung tebing diarea terkena arus
sungai/pantai
4 Meningkatnya erosi pada tebing Tampingan diperlandai
Penanaman Vegetasi/jerami didaerah kemiringan
5 Meningkatnya erosi pada saluran Dasar saluran diperlandai
pinggir/samping Dipasang penahan pelindung tebing saluran
Dipasang gorong2 bantu untuk mengurangi debit (sub
drainase)
Perkerasan khusus pada badan jalan disekitar saluran,
seperti beton, aspal, dll.
6 Jalan tanah meningkatkan debu Permukaan jalan dipadatkan
Permukaan jalan diberikan perkerasan dari bahan berbutir
kasar (kerikil/sirtu)
7 Jalan menutup/memotong aliran air
Dipasang gorong2 sesuai aliran alamiah/drainase
alamiah/drainase
8 Saluran samping/drainase terjadi Drainase dibuat dari bahan pasangan batu/bata atau beton
pendangkalan/ sedimentasi Drainase dibuat mengikuti kemiringan alamiah
Drainase dibuat sampai ketempat pembuangan atau
saluran kota yang ada (terintegrasi)
9 Jalan baru akan menebang banyak Pemindahan trase/jalur jalan ke tempat lain yang lebih
pohon-pohon aman
10 Tidak ada pembuangan akhir /ada Drainase dibuat sampai ketempat pembuangan akhir
genangan air dari drainase/Gorong- (seperti sungai, laut) atau terintegrasi dengan Sistem
gorong Drainase kota;
11 Bangunan tidak nyaman/aman Dibuat pagar pengaman pada Tikungan Jalan yang tajam
Dibuat penahan longsor diderah tebing/lereng atau badan
jalan
Dibuat pagar pengaman pada jembatan dan di pintu
masuk/ keluar jembatan (kiri+kanan)
Dibuat tembok pengaman pada gorong-gorong
(kiri+kanan)
12 Belum terjamin O&P kegiatan Dibentuk O&P kegiatan dan ada rencana kegiatan
pemeliharaan
POTENSI/SUMBER DAMPAK
No ALTERNATIF UPAYA PENANGGULANGAN/MITIGASI
NEGATIF

PRASARANA IRIGASI
1. Resiko Longsor akibat Kegiatan Pemindahan jalur Saluran atau bangunan ke tempat lain
Galian/Timbunan Tanah diarea yang lebih aman
lereng/tebing Batasi pemindahan tanah hanya pada musin kering/panas
Dibangun tanggul atau turap penahan
Tampingan diperlandai
Penanaman Vegetasi/jerami didaerah kemiringan
Dipasang pelindung tebing diarea terkena arus
sungai/pantai
2 Meningkatnya erosi pada tebing Tampingan diperlandai
atau dinding saluran tanah Penanaman Vegetasi/jerami di daerah kemiringan
Dipasang penahan pelindung tebing saluran
3 Konsentrasi air tidak terkendali Pengaturan penggunaan Air
disaluran/sawah Dibuat pintu-pintu air
4 Saluran terjadi Dasar saluran diperlandai
pendangkalan/sedimentasi akibat Saluran dibuat dari bahan pasangan batu atau beton
erosi dari dinding sal. Tanah/Tebing
Saluran dibuat mengikuti kemiringan alamiah
Saluran pembuangan dibuat sampai ketempat
pembuangan
5 Belum terjamin O&P kegiatan Dibentuk O&P kegiatan dan ada kegiatan pemeliharaan
PRASARANA AIR BERSIH
1 Galian Sumur (sumur dangkal) Dibuat turap penahan tanah
longsor Dinding Sumur menggunakan Cincin Beton
2 Galian sumur dalam/bor bisa
memunculkan bahan2 tambang Koordinasi dengan dinas pertambangan & geologi/ instansi
yang bisa berbahaya, seperti terkait sebelum kegiatan dimulai;
minyak,gas
3 Kualitas air sumur bercampur
mineral/bahan2 berbahaya bagi Dilakukan Pengujian kualitas air sebelum dimanfaatkan
kesehatan
4 Sumur Gali (sumur dangkal) longsor Dinding Sumur dibuat menggunakan Cincin Beton
5 Sumur terlalu dekat dengan
Lokasi Sumur dan Septicktank/Resapan minimal 11 meter
MCK/WC
6 Air Sumur tercampur air Dibuat bibir sumur yang cukup tinggi
permukaan/Air Rembesan Lokasi Sumur dicari tempat yang tidak sering banjir
7 Mata Air tercampur air permukaan Dibuat Pelindung disekitar mata air untuk mencegah air
masuk
Daerah sekitar mata air diberi pelindung jalur hijau
8 Belum terjamin O&P kegiatan Dibentuk O&P kegiatan dan ada kegiatan pemeliharaan
PRASARANA MCK, JAMBAN, SALURAN LIMBAH RUMAHTANGGA
1 Tidak ada saluran pembungan Dibuat saluran pembuangan sampai ketempat
limbah cair domestik pembuangan atau drainase yang ada
(MCK,Jamban,Air Cucian
Dibuat Septictank dan Resapan untuk MCK/Jamban
Dapur,dsb)
POTENSI/SUMBER DAMPAK
No ALTERNATIF UPAYA PENANGGULANGAN/MITIGASI
NEGATIF

2 Pipa sanitasi dipermukaan tanah Tanam pipa sanitasi dari kakus keseptictank
yang sangat rawan thd sinar
matahari, terinjak, dan kenakalan Buat Lubang Kontrol dan Pipa Udara untuk septicktank
manusia
3 Bangunan MCK, Jamban, Drainase
Desain/Spesifikasi teknis disesuaikan dengan ketentuan
air limbah, tidak sesuai standar
standar teknis bangunan
teknis
4 Septicktank/Resapan MCK/WC Jarak lokasi Septicktank/Resapan dengan Sumur minimal
terlalu dekat dengan Sumur. 11 meter
5 Jenis bangunan Septicktank tidak Jenis bangunan Septicktank disesuaikan dengan daya
sesuai jenis tanah resap tanah
6 Tidak ada pembuangan akhir dari Dibuat Drainase sampai ketempat pembuangan akhir
saluran MCK, WC, Saluran Limbah (seperti sungai, laut) atau terintegrasi dengan Sistem
Rumah Tangga/ada genangan air Drainase kota;
7 Belum terjamin O&P kegiatan Dibentuk O&P kegiatan dan ada rencana kegiatan
pemeliharaan
PRASARANA DRAINASE PERMUKIMAN
1. Resiko Longsor akibat Kegiatan Pemindahan jalur atau bangunan ke tempat lain yang lebih
Galian/Timbunan Tanah diarea aman
lereng/tebing Batasi pemindahan tanah hanya pada musin kering/panas
Dibangun tanggul atau turap penahan
Tampingan diperlandai
Penanaman Vegetasi/jerami didaerah kemiringan
Dipasang penahan pelindung tebing saluran
2 Meningkatnya erosi pada tebing Tampingan diperlandai
Penanaman Vegetasi/jerami di daerah kemiringan
Dipasang penahan pelindung tebing saluran
3 Saluran terjadi Dasar saluran diperlandai
pendangkalan/sedimentasi akibat Saluran dibuat dari bahan pasangan batu atau beton
erosi dari dinding sal. Tanah/Tebing
Saluran dibuat mengikuti kemiringan alamiah
Saluran pembuangan dibuat sampai ketempat
pembuangan
4 Tidak ada pembuangan akhir Drainase dibuat sampai ketempat pembuangan akhir
drainase/ada genangan air (seperti sungai, laut) atau terintegrasi dengan Sistem
Drainase kota;
5 Bangunan Drainase Tiidak sesuai Desain/Spesifikasi teknis disesuaikan dengan ketentuan
standar teknis standar teknis bangunan
6 Belum terjamin O&P kegiatan Dibentuk O&P kegiatan dan ada kegiatan pemeliharaan
PRASARANA PERSAMPAHAN
1 Bangunan Sampah Tiidak sesuai Desain/Spesifikasi teknis disesuaikan dengan ketentuan
standar teknis standar teknis bangunan
2 Tidak ada Pembuangan Sampah
TPS dibuat terintegrasi dengan Sistem persampahan kota;
dari TPS
3 Belum terjamin O&P kegiatan
Dibentuk O&P kegiatan dan ada kegiatan pemeliharaan
Persampahan
LAMPIRAN - 6
LEMBAR
VERIFIKASI KELAYAKAN USULAN KEGIATAN KSM LINGKUNGAN
PENILAIAN
KELAYA KAN CATATAN
No ASPEK YANG DIVERIFIKASI
(PENYEMPURNAAN)
YA TIDAK
A ASPEK ORGANISASI
1 Adakah pengurus, anggota, serta aturan organisasi
yang jelas ?
2 Apakah jumlah anggota organisasi KSM dari
perempuan, minimal 30% ?
3 Apakah KSM telah Mendaftar pada BKM/LKM dan
dinyatakan layak ?
4 Apakah Merupakan Pemanfaat & Pemelihara Sarana
& Prasarana?
5 Adakah kontribusi Swadaya masyarakat ?
B ASPEK MANAJEMEN, TEKNIS KEGIATAN
1 Apakah Prasarana yang diusulkan sesuai dokumen
PJM-Pronangkis ?
2 Apakah rencana lahan lokasi Bangunan telah
dibebaskan (tidak akan ada dampak sosial)?
3 Adakah calon tenaga kerja yang akan terlibat ?
4 Adakah Kesepakatan Harga Hasil Survey (minimal 3
toko setempat) ?
5 Adakah Gambar sederhana Infrastruktur ?
6 Adakah dokumentasi/photo kondisi awal (0%) ?
7 Apakah rencana Bangunan tidak bertentangan
dengan Daftar Kegiatan Terlarang ?
8 Apakah rencana Bangunan tidak berpotensi
menimbulkan Dampak Negatif (merusak) Lingkungan?
9 Adakah Daftar Kuantitas Pekerjaan?
10 Adakah Perhitungan RAB (Swadaya & BLM/PNPM) ?
11 Adakah Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ?
12 Adakah Rencana Pengadaan Kegiatan ?
13 Adakah Struktur Organisasi/Susunan Tim
Pelaksanaan Kegiatan ?
14 Apakah rencana Bangunan layak secara teknis? (Kesesuaian spesifikasi dengan standar teknis,
Kualitas Bahan Utama, Pencapaian Manfaat, dan Keamanan/kenyamanan Pemakai).
1. Apakah Lokasi Yang Dipilih sesuai dengan Jenis
Infrastruktur yang direncanakan ?
2. Apakah Desain/Spesifikasi & kualitas bahan utama
yang direncanakan baik/kuat (sesuai persyaratan
stándar teknis bangunan) ?
PENILAIAN
KELAYA KAN CATATAN
No ASPEK YANG DIVERIFIKASI
(PENYEMPURNAAN)
YA TIDAK
3. Apakah bangunan utama dan pelengkap dari
prasarana sudah direncanakan (minimal untuk
menjamin keamanan bagi pemakai atau agar usia
pemakaian prasarana lebih lama) ?
4. Apakah desain sudah memperhatikan kebiasaan
lokal?
5. Apakah KSM Mampu mengerjakan sendiri
Prasarana tersebut? (Untuk pekerjaan pemadatan
perkerasan (Kerikil/Sirtu, Telfor, Makadam) agar
diupayakan menggunakan mesin gilas/pemadat);
6. Apakah desain sudah mempertimbangkan
pencapaian manfaat dari prasarana (setelah
bangunan selesai dapat langsung bermanfaat),
khususnya prasarana seperti Air Bersih, Drainase,
dll;
7. Dan lain2 persyaratan/standar teknis yang dianggap
prinsip pada bangunan (lihat Pedoman Teknis
perjenis prasarana);
JUSTIFIKASI KELAYAKAN :
Nama Yang Memverifikasi Rekomendasi Hasil Verifikasi*) Tandatangan
UPL:
______________________ LAYAK / (..............................................)

Faskel Teknik : LAYAK DENGAN PENYEMPURNAAN /

______________________ TIDAK LAYAK


(................................................)

Askot Infrastruktur :
(................................................)
______________________
*) Pilih Yang Sesuai
Form : V.2

BERITA ACARA
HASIL VERIFIKASI KELAYAKAN USULAN KEGIATAN LINGKUNGAN

Pada hari ini ………………tanggal ………………bulan……………tahun ……….telah


dilaksanakan verifikasi kelayakan proposal usulan kegiatan KSM Lingkungan
sebagaimana yang telah ditetapkan berdasarkan skala prioritas, Renta PJM
pronangkis.
Berdasarkan kesepakatan hasil verifikasi maka dinyatakan bahwa kegiatan berikut :
Uraian Kegiatan Rekomendasi Kelayakan

1. Nama pekerjaan :………………………………….

2. Lokasi :………………………………….
LAYAK
3. Volume :…………………………………. untuk dilaksanakan
sesuai ketentuan PNPM
4. Nilai Kegiatan yang ada
a. Swadaya : Rp…………………………….

b. BLM PNPM : Rp…………………………….

c. TOTAL (a+b) : Rp…………………………….

5. Nama KSM/Panitia :………………………………….

Secara lengkap hasil verifikasi terlampir (Formulir Verifikasi Form V.1).

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan


sebagaimana mestinya.
............................,. tgl......................................

Tim Verifikasi : Pengusul :

Faskel Teknik U P L, Ketua PANITIA

(…………………………) (…………………………) (…………………………)


Askorkot Infra

(…………………………)
Mengetahui/Saksi-saksi :
No Nama Jabatan Tandatangan
Lurah/Kades
Ketua RW
Ketua RT
To Mas/Mewakili